Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Afrida Yelni STIKes Senior Medan Korespondensi penulis, email: yelniafrida366@gmail. Abstract. Family planning is an attempt by a married couple to regulate the number and distance of children The effort in question is contraception or prevention of pregnancy and family planning, the basic principle of contraceptive methods is to prevent male sperm from reaching and fertilizing a woman's egg. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers with the use of implantable contraceptives at the Kedai Sianam Health Center in 2022. This research is an analytical research with a cross-sectional study design. The population in this study was all mothers who used contraceptive implants at the Kedai Sianam Health Center as many as 157 people. Samples were obtained as many as 61 Data analysis using univariate and bivariate analysis with Chi Square test. The results showed that there was a relationship between maternal knowledge and the use of implantable contraceptives . = 0. There is an attitudinal relationship with the use of implantable contraceptives . = 0. Thus, it is recommended that mothers take the time to attend counseling organized by health workers at Puskesmas about family planning services so as to increase knowledge, attitudes of mothers about implanted contraceptives. Keywords: Knowledge. Attitude. KB Implant Abstrak. Keluarga berencana adalah suatu usaha pasangan suami-istri untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Usaha yang dimaksud adalah kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga, prinsip dasar metode kontrasepsi adalah mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memakai kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam sebanyak 157 orang. Sampel diperoleh sebanyak 61 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Ada hubungan sikap dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Dengan demikian Disarankan kepada ibu agar dapat meluangkan waktu untuk mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas tentang pelayanan KB sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap ibu tentang alat kontrasepsi implant. Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. KB Implant PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) Expert Commite. Keluarga Berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objek tertentu, menghindarkan kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur jarak di antara kelahiran, untuk mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai program untuk menangani masalah kependudukan yang ada. Salah satu progamnya dengan Keluarga Berencana Nasional sebagai integral dari pembangunan Nasional yang mempunyai tujuan ganda yaitu mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Keadaan ini dapat dicapai dengan menganjurkan PUS untuk mengikuti Received Februari 28, 2022. Revised Maret 22, 2022. Accepted April 30, 2022 JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 Progam Keluarga Berencana. Penyelenggaraan Program Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota pada pasal 7 ayat 2 bahwa urusan Keluarga Berencana dengan Pemberdayaan Perempuan merupakan urusan wajib yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai pelayanan dasar bagi masyarakat. Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama dari program pemerintah untuk itu pemerintah melakukan upaya untuk mengontrol laju penduduk dengan mengadakan program KB . eluarga berencan. Berdasarkan data sensus penduduk Jumlah penduduk Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1980 069 jiwa . ,72%). Secara keseluruhan rata-rata kenaikan jumlah penduduk setiap 10 tahun hampir mencapai 20%. Perlu diketahui bahwa menurut perkiraan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 250 juta jiwa pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun. Salah satu penyebab bertambahnya jumlah penduduk adalah tingginya tingkat kelahiran. Berdasarkan data pertumbuhan laju penduduk maka untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga. pemerintah membuat program penggunaan alat kontrasepsi secara geratis mulai januari 2014 untuk menekan angka penduduk dan kesehatan keluarga. Hal ini dilakukan untuk agar masyarakat dapat menggunakan alat kontrasepsi secara merata untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi. Metode kontrasepsi implant . ditempatkan dibawah kulit lengan wanita dan mengeluarkan hormon yang mencegah pelepasan ovum. Metode kontrasepsi ini terbilang efektif dan tidak memerlukan kedisiplinan tinggi seperti penggunaan Pil KB. Kekurangan penggunaan implant adalah bisa menyebabkan fase menstruasi tidak teratur. Selain itu, sejumlah kasus melaporkan implant yang tertanam tidak berdiam di lengan namun bergerak ke bagian tubuh terdekat lainnya. Keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan program ini karena dukungan suami dan ibu dapat mendorong dan memberikan keyakinan terhadap ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi Merencakan keluarga dengan memakai alat kontrasepsi adalah upaya yang rasional di era milenial saat ini. Adalah sangat tidak mungkin merencanakan keluarga tanpa memakai alat kotrasepsi baik yang hormonal maupun non hormonal. Yang termasuk kontrasepsi JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 hormonal adalah suntikan, pil dan implant, sedangkan yang non hormonal antara lain adalah IUD. Kondom dan steril (MOW dan MOW) (BKKBN, 2. Cakupan KB Baru dan KB Aktif menunjukkan pola yang sama dalam pemilihan jenis alat kontrasepsi yaitu sebagian besar peserta KB baru dan KB aktif memilih kontrasepsi non MKJP sebanyak 79,48%, dan kontrasepsi MKJP sebanyak 20,51% sedangkan pada peserta KB Aktif yang memilih kontrasepsi non MKJP sebanyak 74% dan pada peserta KB Aktif yang memilih kontrasepsi non MKJP sebanyak 25,99%. Presentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 74,8%. Provinsi yang memiliki presentase tertinggi adalah Maluku Utara sebesar 87,03 sedangkan capaian terendah terdapat di Provinsi NTT sebesar 63,24. Dari seluruh pasangan usia subur yang menjadi sasaran program KB, terdapat sebagian yang memutuskan untuk tidak memanfaatkan program tersebut dengan berbagai alasan di antaranya ingin menunda memiliki anak atau tidak ingin memiliki anak lagi. Kelompok PUS ini disebut sebagai unmet need (Kemenkes RI, 2. Upaya sasaran utamanya terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil yang berkualitas, ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif dan efesien (REE). Metoda kontrasepsi yang memenuhi unsur efektif dan efesien adalah metoda kontrasepsi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Intra Uterine Device (IUD). Metode Operasional Wanita (MOW). Metode Operasional Pria (MOP) dan Implant / susuk, efektif untuk mencegah kehamilan dan biayanya lebih murah, karena sekali membayar pelayanan dapat digunakan dalam waktu yang panjang, sehingga disebut metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) (Hidayat 2. Salah satu MKJP yaitu Implant , metode kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah dan reversibel untuk wanita. Efektivitas dari penggunaan kontrasepsi Implant ini sangat tinggi. Daya gunanya tinggi dapat dipakai dalam jangka panjang, pengembalian kesuburan cepat bebas dari pengaruh hormon estrogen (Rusmini, 2. Pemakaian kontrasepsi Implant dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian (Livia. S, , 2. menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang Alat kontrasepsi Implant sebanyak 35 responden . 0%) dan responden yang memiliki sikap sangat setuju tentang alat kontrasepsi Implant sebanyak 22 responden . 0%). Faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi yang dilakukan di Ethiopia didapatkan bahwa pengetahuan dan paritas lebih dari dua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemakaian alat kontrasepsi (Alemayehu dkk, 2. Hal ini juga sependapat dengan penelitian yang dilakukan di Tanzania yang menyatakan bahwa pengetahuan, agama, penghasilan, hubungan sosial. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 daerah perkotaan, komunikasi antara pasangan dan informasi dari petugas kesehatan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemakaian kontrasepsi (Mosha & Ruben. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, menunjukkan bahwa dari 9 orang yang telah diwawancarai oleh penulis menunjukkan bahwa terdapat 6 orang ibu yang belum menggunakan kontrasepsi Implant, hal ini terjadi karena mereka belum memahami manfaat kontrasepsi itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 (Handani, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memakai kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam sebanyak 157 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin berikut dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jadi total sampel pada penelitian ini adalah 61 orang. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari ibu yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Dalam hal ini peneliti langsung memberikan kuesioner kepada respondenData sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui laporan maupun dokumen dari Puskesmas. Setelah data dikumpulkan dari lapangan melalui kegiatan penelitian, maka data yang dikumpulkan tersebut diproses dengan teknik pengolahan dan analisis data yaitu : Analisis univariat merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi pada setiap variabel penelitian. Analisis bivarat. Pada analisis ini digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel, yaitu hubungan antara masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Menurut analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi square (Dahlan. MS, 2. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 Pengolahan data dilakukan dengan proses Editing. Coding. Entry. Cleaning dan Tabulating Pemeriksaan data (Editin. Proses editing ini merupakan proses dengan melakukan pemeriksaan data yang telah diperoleh dari lapangan setelah melakukan penelitian. Pemeriksaan data berupa buku register, daftar pertanyaan atau jawaban responden terhadap angket yang sudah dijawab oleh responden selama penelitian dilakukan. Pemberian Kode (Codin. Proses pemberian coding merupakan tahap pemberian kode jawaban terhadap angket atau kuesioner yang sudah dijawab responden selama penelitian berlangsung. Pemberian kode ini berupa angka sehingga lebih mudah dan sederhana. Pemasukan data (Entr. Proses entry data merupakan proses dengan mamasukkan atau memindahkan jawaban responden atau kode jawaban terhadap masing-masing variabel ke dalam media tertentu misalnya master data . aster tabe. Pembersihan Data (Cleaning Dat. Proses cleaning datamerupakan proses pengecekan kembali data yang sudah dimasukkan dalam bentuk master data atau software statistik misalnya SPSS. Proses cleaning data ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang sudah di entry terdapat kesalahan atau Penyusunan Data (Tabulating Dat. Proses penyusunan data ini merupakan proses penyusunan data sedemikian rupa agar mudah dijumlahkan, disusun untuk disajikan dan dianalisis. Penyusunan data dapat dilakukan dengan menyusun data dalam bentuk tabel /Ao/distribusi frekuensi, tabel silang dan sebagainya (Dahlan. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan Ibu Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Pengetahuan Ibu Frekuensi Baik Kurang baik Total Tabel 1 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mayoritas kurang baik sebanyak 39 orang . ,9%). Sikap Tabel 2. Distribusi Frekuensi Sikap di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Sikap Positif Negatif Total Frekuensi Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa sikap responden mayoritas negatif sebanyak 40 orang . ,6%). Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Frekuensi Memakai kontrasepsi implant Tidak memakai kontrasepsi implant Total Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi implant mayoritas tidak memakai kontrasepsi implant sebanyak 37 orang . ,7%). JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 2 Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Tabel 4. Tabulasi Silang Pengetahuan Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Tidak Total Memakai Pengetahuan Ibu Implant Baik Kurang Baik 0,008 Total Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 14 orang ibu yang berpengetahuan baik terdapat 14 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 8 orang . ,4%) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Sedangkan dari 10 orang ibu yang berpengetahuan kurang baik terdapat 10 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 19 orang . ,4%) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Tabel 5. Tabulasi Silang Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022 Sikap Ibu Positif Negatif Total Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Tidak Memakai Implant Total 0,000 JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 Tabel 5 menunjukkan bahwa dari 18 orang ibu yang mempunyai sikap positif terdapat 18 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 3 orang . ,3%) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Sedangkan dari 6 orang ibu yang mempunyai sikap negatif terdapat 6 orang . %) yang memakai kontrasepsi implant dan 34 orang . %) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan sikap dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Pembahasan 1 Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Pengetahuan adalah pengenalan, kesadaran, dan pemahaman. Pengetahuan dapat juga berarti segala sesuatu yang telah diamati dan dimengerti oleh pikiran, ilmu pengetahuan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan inilah terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, penciuman, rasa, dan raba. Sebgaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Haniek, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Penelitian ini didukung oleh Penelitian (Livia. S, dkk. , 2. menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang Alat kontrasepsi Implant sebanyak 35 responden . 0%) dan responden yang memiliki sikap sangat setuju tentang alat kontrasepsi Implant sebanyak 22 responden . 0%). Faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi yang dilakukan di Ethiopia didapatkan bahwa pengetahuan dan paritas lebih dari dua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemakaian alat kontrasepsi (Alemayehu dkk, 2. Hasil penelitian (Saad. R, 2. menunjukkan bahwa hasil uji statistic dengan menggunakan chi square diperoleh pengetahuan ibu (P=0,. , social budaya (P=0,. , dan dukungan suami (P=0,. terdapat penggunaan KB Implant . Menurut Purwoastuti dan Walyani . KB adalah suatu usaha pasangan suamiistri untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Usaha yang dimaksud adalah kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga, prinsip dasar metode kontrasepsi adalah mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita. Selain itu. KB juga merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita (Tresnawati, 2. Implant adalah alat kontrasepsi yang dipasang dibawah lapisan kulit . pada lengan atas bagian samping dalam. Saifuddin . , menyatakan bahwa keuntungan Implant dibagi atas dua yaitu keuntungan sebagai kontrasepsi dan nonkontrasepsi. Adapun JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 keuntungan Implant sebagai kontrasepsi menurut Yuhedi dan Kurniawati . , yaitu daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang . ampai 5 tahu. , pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan, tidak memerlukan pemeriksaan dalam, bebas dari pengaruh estrogen, tidak mengganggu kegiatan senggama, tidak mengganggu ASI, klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan, dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan. Keuntungan nonkontrasepsi yaitu mengurangi rasa nyeri dan jumlah darah haid serta menurunkan angka kejadian endometriosis (BKKBN, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 orang ibu yang berpengetahuan baik terdapat 14 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 8 orang . ,4%) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Sedangkan dari 10 orang ibu yang berpengetahuan kurang baik terdapat 10 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 19 orang . ,4%) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Dari hasil peneliti dalam penelitian ini bahwa semakin banyak jumlah responden yang diteliti semakin memungkinkan terjadinya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemakaian alat kontrasepsi implant. Dimana salah satu dampak yang mungkin timbul dari pengetahuan yang kurang adalah pemakaian untuk alat kontrasepsi implant akan rendah. Dengan demikian dari hasil penelitian ini, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan hasil penelitian. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Imroni . tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan implant di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, dari hasil penelitiannya menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan penggunaan implant. 2 Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sikap dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Hal didukung oleh penelitian (Endarwati, yang menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diteliti, terdapat 17 responden . %) memiliki sikap positif, dan 13 responden . %) memiliki sikap bahwa ada hubungan Hasil uji statistik dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Menurut Notoatmodjo . , sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap juga merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan juga merupakan pelaksanaan motif tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 orang ibu yang mempunyai sikap positif terdapat 18 orang . ,6%) yang memakai kontrasepsi implant dan 3 orang . ,3%) yang JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 tidak memakai kontrasepsi implant. Sedangkan dari 6 orang ibu yang mempunyai sikap negatif terdapat 6 orang . %) yang memakai kontrasepsi implant dan 34 orang . %) yang tidak memakai kontrasepsi implant. Hal ini berarti bahwa ibu yang memiliki sikap tentang KB implant mempengaruhi reaksi atau respon menggunakan alat kontrasepsi implant menjadi kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki sikap yang negatif. Menurut peneliti bahwa ibu mempunyai sikap yang negatif terhadap kontrasepsi implant disebabkan pada umumnya mereka tergolong usia kehamilan kurang berisiko yaitu 20-35 tahun yang belum meninginkan kontrasepsi jangka panjang dalam mengatur Ibu mungkin lebih memilih menggunakan kontrasepsi pil dan suntik yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tubuh. Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang implant tentang efek samping yang dapat mengurangi tingkat kesuburan jika menggunakan Kemudian ada hubungan sikap dalam menggunakan implant oleh ibu disebabkan kurangnya dukungan suami dalam menggunakan implant karena harus melakukan pembedahan kecil di lengan atas. Selain itu, rasa cemas dan takut ibu yang takut efek samping bila mendengar apabila operasi takut tidak dapat menjaga minimal selama 3 hari agar tidak terjadi infeksi karena kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah Padahal ibu harus bekerja setiap hari mengurus keperluan rumah tangga sehingga takut jika terlalu banyak menggerakkan tangan dapat menimbulkan efek samping yang tidak Hal inilah yang membuat ibu tidak menggunakan kontrasepsi implant. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian mengenai Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Di Puskesmas Kedai Sianam Tahun 2022, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Ada hubungan sikap dengan pemakaian alat kontrasepsi implant . = 0,. Saran Disarankan kepada ibu agar dapat meluangkan waktu untuk mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas tentang pelayanan KB sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap ibu tentang alat kontrasepsi implant. JURNAL JURRIKES Vol 1 No. 1 April 2. p ISSN: 2828-9366, eISSN: 2828-9374. Hal 245-256 Kepada tenaga kesehatan di Puskesmas agar dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang penggunaan kontrasepsi implant sehingga ibu dapat memiliki informasi terkait manfaat KB Implant. Kepada peneliti selanjutnya agar dapat menambah variabel penelitian serta menggunakan desain yang lain sehingga dapat mengungkap faktor dominan yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi implant. DAFTAR PUSTAKA