Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 14 - 19 EDUKASI KEPERAWATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL SELF-CARE OREM DAN TINDAKAN BERBASIS EVIDANCE BASED EDUKASI AUDIO VISUAL PURSED LIPS BRETHING Muhammad Henrie Irawan1*. Vinca Rosa Swastika Duri2,Joko Prasetyo3. IIK Strada Indonesia123 e-mail: muhammadhenrieirawan85@gmail. com 1, , * Penulis Korespondensi: E-mail:muhammadhenrieirawan85@gmail. Abstract Tuberculosis (TB), which is caused by Mycobacterium tuberculosis (MTB), is the leading cause of death from infectious diseases globally. Respiratory symptoms caused by TB are dry cough that gradually becomes productive for more than 3 weeks, sometimes mixed with phlegm, chest pain and dyspnea, for direct training it might be difficult to demonstrate pursed lib breathing practice, so the choice is yes, you can use audio visual media. Evidence-based nursing that is applied during residency practice is pursed lib breathing education in MDR TB patients who experience dyspnea. The condition of Dipsnea experienced by MDR TB patients will make the patient no longer able to carry out the role they have and need help and support so that the nursing theory approach of the Orem Supportiveeducative system self-Care model is very suitable for use in nursing care for MDR TB patients with Dipsnea The strategy that can be applied is in quadrant I or an aggressive strategy, namely a strategy to maximize the strengths and opportunities possessed by Aji Muhammad Parikesit Hospital. training for 50 new BLUD nurses in independent nursing follow-up Audio Visual Education Pursed Lip Breathing Exercise Audio Visual Education service activities Pursed Lip Breathing Exercise, nurses are able to improve the Pursed Lip Breathing Exercise Audio Visual Education process continuously, and nurses can carry out their duties optimally and professionally safely and comfortably, so nurses can focus on providing nursing care to patientsrespective rooms. Keywords: Tuberkulosis paru. Edukasi. Pursed Lip Breathing. Supportive-educative system Abstrak Tuberkulosis (TB), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB), merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit menular secara global. Gejala Respiratorik yang disebabkan TB adalah Batuk kering yang berangsur-angsur menjadi produktif lebih dari 3 minggu, kadangkadang bercampur dengan dahak nyeri dada dan dispnea, untuk latihan secara langsung mungkin akan sulit memperagakan praktek pursed lib breathing maka pilihan ya bisa mengunakan media Audio visual. Evidence- based nursing yang diterapkan saat praktik residensi adalah tindakan edukasi pursed lib breathing pada pasien TB MDR yang mengalami dipsnea. Kondisi Dipsnea yang dialami pasien TB MDR akan membuat pasien tidak dapat lagi menjalankan peran yang dimilikinya dan membutuhkan pertolongan serta dukungan sehingga pendekatan teori keperawatan model self-Care Orem Supportive-educative systim sangat cocok untuk digunakan dalam asuhan keperawatan pada pasien TB MDR dengan keluhan Dipsnea. Strategi yang dapat diterapkan adalah pada kuadran I atau strategi agresif yaitu strategi untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh RSUD Aji Muhammad Parikesit. pelatihan kepada 50 perawat baru BLUD dalam tindaklan mandiri keperawatan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercisekegiatan pengabdian Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise, perawat mampu meningkatkan proses Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise secara kontinyu, dan perawat dapat menjalankan tugas dengan optimal dan professional secara aman dan nyaman, sehingga perawat dapat fokus memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 14 - 19 Kata kunci: Tuberkulosis paru. Edukasi. Pursed Lip Breathing. Supportive-educative systim PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB), merupakan penyebab utamakematian akibat penyakit menular secara global. Resistensi yang meluas dan terus meningkat terhadap obat TB mengurangi efektivitas pengobatan dan membahayakan pengendalian TB(Global tuberculosis report, 2. TB MDR sendiri di Kaltim pada tahun 2022 menyumbang 93 kasus dimana Kabupaten Kutai Kartanegara meyumbang 11 kasus Ternotifikasi TB MDR (Dinkes Kaltim, 2. Gejala Respiratorik yang disebabkan TB adalah Batuk kering yang berangsur-angsur menjadi produktif lebih dari 3 minggu, kadangkadang bercampur dengan dahak nyeri dada dan dispnea,dispneamenggambarkan sensasi sesak napas, yang ditandai dengan mengi atau sesak napas dan sesak dada, sering dikaitkan dengan penyakit jantung atau pernapasan(Barnes, 2. Gangguan pada sistem pernapasan dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk fisik pada penderita Tb. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan latihan pernafasan. Pursed Lips Breathing adalah teknik relaksasi pernapasan yang bisa digunakan untuk mengurangi masalah dispnea (Vatwani, 2. Adapun tinjauan baru-baru ini yang memperkenalkan ventilasi bibir, yang dikenal untuk mengontrol pernapasan untuk meredakan sesak napas, telah menciptakan pilihan cepat dan sederhana yang dapat dilakukan empat, lima, atau 10 kali sehari dan membantu mengurangi dispnea dan meningkatkan saturasi oksigen. Lebih murah, mudah dilakukan, dan cocok untuk pernapasan pasien umum (Babu et al. , 2. Untuk latihan secara langsung mungkin akan sulit memperagakan praktek pursed lib breathing maka pilihan ya bisa mengunakan media Audio visual. Audio visual adalah media pengajaran dan media pendidikan yang mengaktifkan mata dan telinga peserta didik dalam waktu proses pembelajaran. (Miftahudin, 2. Media audio visual merupakan media pembelajaran yang memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini memiliki kemampuan yang sangat baik, karena terdiri dari dua jenis media yaitu media audio dan visual. (Andrew Fernando Pakpahan, 2. Dalam residen telah melakukan intervensi keperawatan yang disesuaikan dengan buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dan didukung oleh penelitian sebelumnya yaitu penelitian teknik pernapasan yang terdiri dari mengeluarkan napas melalui bibir yang mengerut . dan bernapas melalui hidung dengan mulut tertutup. Dokter, perawat, ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, dan ahli terapi pernapasan mengajarkan teknik ini kepada pasien mereka untuk meredakan sesak napas. (Maulana et al. , 2. Pencegahan sekunder pada pasien Dipnea tidak lepas dari peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman dan efektif. Pengaruh peran perawat sangat besar dalam menentukan hasil asuhan keperawatan yang diharapkan. Kemandirian dan adaptasi yang baik pada pasien adalah bentuk kontribusi besar perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga dapat membuat pasien menjadi kooperatif dalam program rehabilitasi respirasi . Pelaksana praktek residensi keperawatan medikal bedah khususnya pada pasien TB MDR, secara garis besar perawat mempunyai peran antara lain sebagai pemberi asuhan keperawatan, peneliti, pendidik bagi mahasiswa aplikasi, profesi, perawat dan pasien termasuk keluarga pasien, disamping itu peran sebagai inovator yang diperlukan untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu asuhan keperawatan. Perawat selain menjalankan peran dalam memberikan asuhan keperawatan juga dituntut dapat menerapkan tindakan keperawatan berbasis pembuktian ilmiah . vidence-based nursin. Evidence- based Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 14 - 19 nursing yang diterapkan saat praktik residensi adalah tindakan edukasi pursed lib breathing pada pasien TB MDR yang mengalami dipsnea. Kondisi Dipsnea yang dialami pasien TB MDR akan membuat pasien tidak dapat lagi menjalankan peran yang dimilikinya dan membutuhkan pertolongan serta dukungan sehingga pendekatan teori keperawatan model self-Care Orem Supportive-educative systim(Orem et al. , 1. sangat cocok untuk digunakan dalam asuhan keperawatan pada pasien TB MDR dengan keluhan Dipsnea. METODE PELAKSANAAN Identifikasi masalah pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan analisa fishbone yaitu menentukan permasalahan sebagai bagian dari kepala ikan, kemudian mencatat faktor-faktor yang kemungkinan menjadi penyebab permasalahan pada kepala ikan dalam duri-duri ikannya. Gambar 1 FISBONE Belum di terapkannya tindakan mandiri keperawatan yang berbasis pembuktian ilmiah Strategi yang dapat diterapkan adalah pada kuadran I atau strategi agresif yaitu strategi untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong yaitu dengan menerapkan: Meningkatkan peran perawat dengan pengembangan metode Self-Care Orem Supportive-educative system Meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang edukasi TBC dan intervensi pursed lib brething berbasis audio visual Meningkatkan peran perawat dalam peningkatkan mutu edukasi kepada pasien Bekerjasama dengan lintas sector (PKRS) untuk konten edukasi Meningkatkan pemahaman perawat tentang TBC dan intervensi pursed lib breathing mengunkan audio visual melalui pertemuan rutin setiap bulan Mengambil peluang jadwal rutin berobat ke poli TB , sebagai sarana edukasi peningkatan pengetahuan pasien TB Mengoptimalkan kompetensi sdm Mengatur pelaksanaan edukasi agar tidak mengganggu jadwal pelayanan di ruangan. Memanfaatkan daya Dukungan rumah sakit dalam program TBC Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 14 - 19 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian dilakukan bekerja sama dengan unit PKRS pada hari Sabtu 20 Januari 2023. Latihan perrnapasan dan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise diterapkan pada 5 pasien TBC yang dirawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit, dan 5 pasien mengatakan sesak napas berkurang setelah di lakukan latihan Pursed Lip Breathing, hal ini sejalan dengan penelitian (Amiar dan Setiyono 2. Tindakan Pursed Lip Breathing berulang mengurangi sesak napas . , hal ini sangat didukung dengan teori edukasi Audio Visual berupa gambar objek dan alat-alat lain yang bisa memberikan pengalaman konkrit dan mempertinggi semangat belajar . iftahudin, 2. Dimana tujuan edukasi untuk mendorong terjadinya proses perubahan perilaku dari seseorang kearah yang positif (Zakiah et al. , 2. Kegiatan pengabdian kedua dilakukan tanggal 24 Januari 2023 dengan melakukan pembahasan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise bersama Unit PKRS dan Bidang Keperawatan. Pembuatan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise dengan kasus diagnosa medis TBC dan diagnosa keperawatan bersihan jalan napas, pola napas tidak efektif dengan keluhan dipsnea dan ini akan dijadikan masukan untuk menjadi tindakan intervensi mandiri. Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong untuk memudahkan perawat dalam pemberian intervensi mandiri perawat. Dan terakhir pengabdian tanggal 26 januari 2023 dilakukan pelatihan kepada 50 perawat baru BLUD dalam tindakan mandiri keperawatan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise. Dari hasil kegiatan yang dilakukan, pemahaman perawat mengalami peningkatan dan perawat mulai menjalankan Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise dan berikut hasil peningkatan pre test dan post test Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise Tabel 1 Pre Test dan Post Test Pertanyaan Jelaskan pengertian Pursed Lips Breathing Menyebutkan manfaat dan tujuan Pursed Lips Breathing Menyebutkan cara melakukan Pursed Lips Breathing Pre Test Post Test Menyebutkan alat dan bahan yang Mengoperasikan media whass app untuk mengirim vidio edukasi Pursed Lip Breathing Mampu mempratekan secara benar mengunakan media whass app untuk mengirim vidio edukasi Pursed Lip Breathing 70,5% Pursed lip Breathing adalah teknik relaksasi pernapasan yang bisa digunakan untuk mengurangi dispnea (Vatwani, 2. Peningkatan pemahaman Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise pada perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, perawat baru di masingmasing ruangan melakukan optimalisasi individu dalam asuhan keperawatan digital, hal ini Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 14 - 19 untuk memudahkan perawat dalam melakukan intervensi mandiri dalam bidang respirasi, beban kerja perawat, perawat dapat fokus memberikan layanan asuhan keperawatan sehingga pasien mendapat kepuasan pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat diseluruh ruangan RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Peningkatan ini tidak terlepas dari pengetahuan, latihan dan pelaksanaan yang konsisten dari perawat dan ruangan serta dukungan manajemen dalam peningkatan pelayanan. Dan rancangan digital yang akan diaplikasikan Audio Visual Pursed Lip Breathing, hal ini sejalan dengan penelitian . media visual yaitu gambar, objek, dan alat-alat lain yang memberikan pengalaman konkret dan mempertinggi daya serap belajar, serta didukung dengan . Whatsapp merupakan aplikasi pesan ringkas yang mempermudah penggunanya untuk menyampaikan suatu informasi secara lebih cepat dan efektif. KESIMPULAN Dari hasil capaian tersebut bisa disimpulkan bahwa dengan diadakannya kegiatan pengabdian Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise, perawat mampu meningkatkan proses Edukasi Audio Visual Pursed Lip Breathing Exercise secara kontinyu, dan perawat dapat menjalankan tugas dengan optimal dan professional secara aman dan nyaman, sehingga perawat dapat fokus memberikan asuhan keperawatan kepada UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktur beserta jajarannya yang telah memberi dukungan terhadap pengabdian di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Kepada rektor dan seluruh civitas akademika IIK STRADA Kediri atas bimbingannya selama kegiatan pengabdian beralngsung, serta teman-temanyang turut serta dalam melakukan pengabdian di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. DAFTAR PUSTAKA