LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng XavierA. Anwar Azazi A. Novi Krisentia AprillianiA. Tengku Savira NafisahA. Amanda Putri KristianiAA Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tanjungpura Email: AB1021231176@student. Aanwar. azazi@ekonomi. AB1021231129@student. AB1021231092@student. AAB1021231127@student. ABSTRACT: Used cooking oil is a common type of household waste that is often disposed of carelessly and can harm the environment. Parit Baru Village, with its dense population, produces a large amounts of used cooking oil waste. Meanwhile, the role of PKK (Family Welfare Movemen. as change agents in the community has not been fully utilized in managing such waste. Therefore, this program aims to empower PKK through training in making aromatherapy candles from used cooking oil waste, as a means to raise environmental awareness and create opportunities for creative economic Using a Participatory Learning and Action (PLA) approach, this program involving technical training, discussions, and hands-on practice in processing used cooking oil into aromatherapy candles. Through this program, they become more aware of the dangers of throwing away used cooking oil carelessly and gain new skills in making aromatherapy candles from used cooking oil waste. The resulting products have economic potential and can help reduce household waste. Thus, this activity not only provides education but also opens up new business opportunities based on the creative economy, which is expected to encourage the creation of independent household-scale businesses that contribute to family welfare and environmental conservation. Keywords: KKM-PKM. Community Empowerment. Used Cooking Oil. Aromatherapy Candles. Creative Economy. Training Pendahuluan Desa Parit Baru adalah suatu desa yang terletak di daerah Kabupaten Kubu Raya. Provinsi Kalimantan Barat. Tercatat lebih dari 25. 000 jiwa penduduk tinggal di desa ini dan berpotensi untuk terus bertambah. 1 Sayangnya, peningkatan jumlah penduduk sejalan dengan meningkatnya volume limbah rumah tangga sehingga populasi penduduk yang tinggi juga berbanding lurus dengan jumlah limbah yang 1Desa Parit Baru. Profil dan Sejarah Desa Parit Baru. Diakses dari https://desaparitbaru. com/artikel/2020/02/06/profil-dan-sejarah-desa-parit-bar 2 Saitullah. Correlation Of Population And The High Pollution. CONTINUUM: Indonesia Journal Islamic Community Development, 8-20. Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 Salah satu contoh limbah rumah tangga yang sering ditemui yakni minyak jelantah atau minyak sisa dari proses penggorengan berkali-kali. Minyak sisa ini sering sekali tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal jumlah konsumsi minyak goreng di Indonesia sangat besar akibat aktivitas kulinernya, namun pemanfaatan minyak jelantahnya sangat rendah dan tidak sebanding. 3 Di Desa Parit Baru juga, kebanyakan minyak sisa biasanya hanya dibuang yang menunjukkan bahwa pengelolaan minyak jelantah di wilayah tersebut masih perlu dikembangkan. Di sisi lain. Desa Parit Baru memiliki berbagai organisasi kemasyarakatan yang aktif, salah satu diantaranya yaitu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PKK sendiri mewadahi partisipasi masyarakat, terkhusus perempuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. 4 Organisasi ini sudah sering melakukan berbagai pembelajaran dan pelatihan keterampilan, tetapi untuk pengolahan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah cukup jarang. Banyak inovasi dapat dikembangkan untuk mengubah minyak jelantah menjadi produk berguna, misalnya lilin aromaterapi. Produk tersebut bernilai secara estetik dan juga dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah dengan cara yang kreatif sekaligus mengurangi pencemaran. Dengan adanya kegiatan ini, potensi lokal masyarakat dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Melalui program ini, kelompok PKK di Desa Parit Baru akan diberikan pelatihan dan didampingi secara teknis selama proses pengolahan minyak sisa atau jelantah menjadi lilin aroma. Fokus utama pelatihan ini adalah pada keterampilan dasar, seperti proses menghilangkan bau, mencampurkan bahan, menambahkan pewarna dan pewangi, hingga menghasilkan output. Setelah kegiatan ini, diharapkan peserta berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan ekonomi rumahan yang sederhana tapi memiliki dampak Tidak hanya itu, melalui target program yang meliputi ibu-ibu PKK, kegiatan 3 Nisa. , & Purnamasari. PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN. Jurnal Dedikasi Matematika dan Sains. 4 Permatasari. Surya. , & Kalalinggi. Optimalisasi Tim Penggerak PKK dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga di Desa Bangun. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 124-130. Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 pemberdayaan perempuan untuk berkontribusi dalam aktivitas ekonomi dapat dikembangkan melalui kreativitas. Metode Workshop pembuatan lilin aromaterapi dengan menggunakan limbah minyak jelantah sebagai bahan dasar praktik ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Parit Baru dengan melibatkan 16 orang ibu-ibu PKK sebagai peserta. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, digunakan pendekatan berbasis Participatory Learning and Action (PLA). Participatory Learning and Action (PLA) merupakan pendekatan yang digunakan untuk memberdayakan masyarakat dalam memecahkan masalah mereka sendiri dengan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran dan tindakan. Masyarakat difasilitasi untuk saling berbagi pengetahuan, membuat keputusan, dan melaksanakan tindakan yang dirancang. Pendekatan ini mendorong proses pembelajaran yang kreatif dan mengembangkan keterampilan masyarakat dalam menghadapi masalah. Workshop lilin aromaterapi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama perempuan melalui edukasi dan pelatihan keterampilan praktis dalam mengelola serta memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, khususnya limbah minyak jelantah yang menjadi masalah untuk menghasilkan produk baru yang bernilai guna. Sebelum pelaksanaan kegiatan pelatihan, koordinasi awal dengan Kepala Desa dilakukan untuk menyampaikan rencana kegiatan. Setelah mendapat izin dari pihak desa, komunikasi dilanjutkan dengan Ketua PKK serta salah seorang perwakilan dari anggota PKK untuk mendiskusikan secara lebih rinci mengenai tujuan, manfaat, dan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. Rencana kegiatan kemudian disetujui oleh Ketua PKK dan perwakilan peserta, sehingga pertemuan langsung bersama ibu-ibu PKK Penjadwalan demikian bermaksud agar semua anggota dapat hadir secara lengkap di satu tempat. Dalam pertemuan tersebut, dibahas dan disepakati waktu serta tempat pelaksanaan workshop agar tidak mengganggu agenda rutin PKK yang sudah ada. Melalui 5 Madolan. Amrin. Parcipatory Learning and Action (PLA): Pengertian dan Penerapan dalam Bidang Kesehatan. Maret 13, 2023. Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 koordinasi ini, kegiatan workshop dapat terlaksana dengan lancar dan partisipasi peserta pun berjalan optimal. Persiapan pelatihan dilanjutkan setelah koordinasi dan perizinan selesai. Kegiatan ini dimulai dengan pembelian alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lilin seperti arang aktif, stearic acid, cetakan atau wadah lilin, sumbu lilin. Essentials oil, serta perlengkapan pendukung seperti gas portable. Selain itu, dilakukan pula pengumpulan limbah minyak jelantah yang merupakan bahan utama dalam praktik pembuatan lilin ini. Minyak jelantah dan kompor disiapkan oleh ibu-ibu PKK atas inisiatif dari mereka. Tahapan kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah dimulai dari melakukan proses netralisasi aroma tak sedap. Langkah pertama yaitu memasukkan arang kayu sebanyak dua genggam tangan ke dalam minyak jelantah sebanyak 600 ml, lalu didiamkan selama 24 jam. Proses tersebut bertujuan untuk menghilangkan aroma tidak sedap yang timbul akibat penggunaan minyak Setelah 24 jam, minyak disaring untuk memisahkan arang dan kotoran lainnya, kemudian dimasukkan ke dalam panci dan dipanaskan di atas kompor. Langkah berikutnya adalah menambahkan stearic acid sebanyak 300 gram ke dalam minyak panas. Bahan ini berfungsi sebagai pengental yang membantu proses pembekuan lilin. Setelah stearic acid tercampur rata, masukkan potongan krayon secukupnya sebagai pewarna. Pewarna ini berfungsi untuk mempercantik tampilan lilin, kemudian diaduk hingga larut merata. Setelah itu, tambahkan beberapa tetes Essentials Oil seperti minyak kayu putih, minyak zaitun, atau aroma lainnya sesuai Penambahan Essentials Oil bertujuan agar lilin dapat mengeluarkan aroma wangi saat dibakar. Setelah seluruh bahan-bahan tercampur merata, siapkan cetakan untuk lilin dengan menggunakan wadah tahan panas. Letakkan sumbu lilin yang terbuat dari benang pada posisi tegak di tengah wadah. Sumbu ini diikatkan pada sebatang kayu yang diletakkan melintang di atas mulut wadah, sehingga benangnya menjuntai ke Tuang campuran minyak panas ke dalam wadah secara hati-hati, lalu diamkan selama kurang lebih 24 jam hingga campuran tersebut membeku dan mengeras Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Setelah proses pembekuan selesai, lilin aroma terapi dari minyak jelantah siap digunakan. Selain bermanfaat, kegiatan ini juga merupakan bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan. Hasil dan Diskusi Workshop pembuatan lilin aroma dari minyak jelantah diselenggarakan kepada ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan tujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lilin aroma sekaligus diskusi mengenai bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan. Dengan demikian, kegiatan ini mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran ibu-ibu PKK dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah dan memanfaatkannya kembali secara tepat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif rumah tangga dengan menghasilkan produk bernilai ekonomis. Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan penduduk serta mendorong pengurangan limbah lingkungan. Kegiatan workshop dilakukan untuk membawa perubahan bagi masyarakat desa yang dimulai dengan menyasar kelompok PKK dahulu. Peserta workshop menunjukkan adanya perubahan saat sebelum dan sesudah kegiatan yang menunjukkan adanya efek dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Perubahan pada peserta kegiatan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Kegiatan Workshop Kelompok PKK Sebelum kegiatan Target pencapaian Hasil kegiatan Ibu-ibu PKK belum mengetahui cara mengolah minyak jelantah dengan baik. Ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan minyak jelantah menjadi suatu produk kerajinan dan menjadikannya sebagai peluang usaha kreatif yang ramah Ibu-ibu PKK mampu mengaplikasikan pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2025 Sebelum kegiatan dilakukan, mayoritas ibu PKK masih belum memahami cara yang tepat untuk mengolah minyak jelantah ini. Minyak jelantah biasanya dibuang ke wastafel, selokan, tanah, atau tempat sampah biasa. Beberapa di antara mereka hanya Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 menjualnya kepada pengumpul minyak jelantah tanpa mengetahui potensi pemanfaatannya padahal jumlah limbah tersebut sangat besar. Berdasarkan informasi dari peserta workshop, rata-rata penggunaan minyak goreng oleh ibu-ibu PKK mencapai 1Ae2 liter per minggu dengan jumlah yang lebih besar lagi pada pelaku usaha kuliner rumahan. Hal ini menyebabkan masalah limbah minyak jelantah semakin Oleh sebab itu, untuk menangani masalah limbah minyak jelantah ini, ibuibu PKK dapat diarahkan untuk menggunakan kembali minyak jelantah menjadi lilin aroma yang memiliki nilai ekonomi. Setelah berpartisipasi dalam kegiatan ini, ibu-ibu PKK menyadari bahwa keterampilan sederhana dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif yang ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Proses pembuatan lilin aromaterapi ditunjukkan pada Gambar 1. sebagai berikut. Gambar 1. Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Berdasarkan Gambar 1. Kegiatan ini dimulai dengan pembuatan lilin aromaterapi dan diakhiri dengan sesi diskusi, di mana dapat saling bertukar informasi mengenai bahaya minyak jelantah apabila tidak dikelola dengan benar. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat berdampak kepada lingkungan sekitar, seperti mencemari air dan tanah, serta dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Selain itu, penggunaan minyak jelantah secara berulang dalam memasak dapat berdampak pada kesehatan manusia, seperti berpotensi menyebabkan kanker, mengganggu sistem Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 pencernaan, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 6 Hasil dari pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah pada Gambar 2. Gambar 2. Hasil Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gambar 2. Untuk mengurangi dampak tersebut, ibu-ibu PKK dapat mulai mengelola minyak jelantahnya dengan membuat lilin aromaterapi. Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, lilin aromaterapi ini juga dapat dijual sebagai kerajinan tangan yang memiliki nilai. Dalam pelatihan yang telah diberikan saat kegiatan workshop, diketahui bahwa 600 ml minyak jelantah dapat diolah menjadi 24 buah lilin aromaterapi berdiameter lebih kurang 5 cm dengan tinggi 2 cm. Produk ini tidak hanya mudah diproduksi, melainkan juga memiliki nilai jual, sehingga membuka peluang usaha rumahan untuk menambah pendapatan rumah tangga. Terlebih lagi dengan jumlah bahan bakunya, yakni minyak jelantah yang besar, dapat mendorong potensi kelangsungan usaha di masa depan. Selain itu, usaha penjualan lilin aroma dari minyak jelantah juga menjadi sarana bagi ibu-ibu untuk ikut dalam aktivitas ekonomi dan bisnis yang menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat berjalan dengan efektif apabila disertai dengan pelatihan dan edukasi dengan tepat. Berdasarkan hasil temuan, kegiatan ini memberikan banyak dampak positif, seperti meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan kesadaran terhadap limbah 6 Greenia. Bahaya Limbah Minyak Jelantah bagi Lingkungan dan Kesehatan Manusia. https://w. id/article/read/bahaya-limbah-minyak-jelantah-bagi-lingkungan-dankesehatan-manusia# Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 rumah tangga. Selain memberikan informasi mengenai risiko pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa limbah rumah tangga ini bisa digunakan kembali menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai Temuan ini sejalan dengan hasil dari yang menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki potensi nilai ekonomi jual yang tinggi. 7 Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu pendapatan penduduk dan dapat membuka peluang usaha, yang didukung oleh penelitian. Diharapkan ibu-ibu PKK dapat melanjutkan kegiatan ini melalui kelompok usaha kecil yang berfokus pada produksi lilin aromaterapi dan pengumpulan minyak jelantah rumah tangga. Dengan demikian, ibu-ibu PKK dapat terus memproduksi lilin aroma sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kreatif dan dapat menjaga lingkungan Selain itu, ibu-ibu juga dapat menyadari bahwa limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih memiliki nilai guna yang dapat diproses kembali menjadi barang yang berguna dan bernilai jual. Simpulan Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Desa Parit Baru terbukti mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK terkait pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, program ini juga membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat mendorong terciptanya usaha mandiri skala rumah tangga yang turut berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan pelestarian lingkungan. Agar program ini berkelanjutan, ibu-ibu PKK disarankan untuk membentuk kelompok usaha kecil yang rutin memproduksi dan memasarkan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah. Ibu-ibu PKK juga sebaiknya terus berinovasi dalam desain, aroma, 7 Andayani. Riza. Kotimah. Nurwahyunita. Lutfiani. Dewi. , & Haekase, . Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Untuk Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Optimalisasi Kreativitas Ibu-Ibu PKK Di Desa Siwalanpanji. BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 86-91. https://doi. org/10. 30822/berbakti. 8 Rahayu. Rakhmawati. Kinasih. Anggreini. , & Frediyanto. Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Serai Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi. Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Parit Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Limbah Minyak Jelantah Albertus Arjuna Langgeng Xavier. Anwar Azazi. Novi Krisentia Aprilliani. Tengku Savira Nafisah dan Amanda Putri Kristiani LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 dan kemasan produk agar memiliki daya saing. Selain itu, pemerintah desa diharapkan dapat mendukung dan membantu program ini melalui fasilitasi modal, pelatihan lanjutan, serta promosi produk. References