BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ LENTERA PESISIR: PENGUATAN SDM DALAM MEWUJUDKAN DESA MARITIM BERKELANJUTAN YANG BERDIKARI MELALUI CAPACITY BUILDING DI DESA PULO Hamzah Fansury1. Agatha Debby Reiza Macella2*. Rahmi Indah Sari3. Roza Amalia Z. A4. Mepriza Ayu5. Muntasar6. Ariyo Zacky Akbar7. Aisya Zaskia8 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas Teuku Umar *E-mail: agathadebby@utu. ABSTRAK Desa Pulo adalah daerah yang berada dipinggir sungai dan dipesisir laut Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Desa ini mempunyai potensi maritim berupa hasil tangkapan laut berupa ikan dan udang. Di sisi lain, terdapat permasalahan nelayan desa Pulo tidak memiliki tempat penyimpanan ikan, dan ada beberapa jenis terutama ikan cirik yang dibuang kelaut, dikarenakan tidak mampu mengolahnya dan kurang adanya peminat untuk membelinya. Adapun proses pengeringan ikan yang dilakukan dengan cara tradisional yang bergantung pada cahaya matahari, belum ada kelompok pemberdayaan yang mampu mengelola dan mengolah hasil tangkapan laut secara baik, karena keterbatasan pendidikan serta kemampuan mereka. Penguatan SDM melalui capacity building dengan pendidikan, pelatihan dan pendampingan terkait pengolahan hasil tangakapan laut menuju desa maritim berkelanjutan serta sosialisasi terkait menjaga lingkungan pesisir, cara pengolahan hasil tangkap agar mendapat nilai jual lebih tinggi. Kata kunci: Penguatan. SDM. Desa Maritim. Capacity Building LENTERA COASTAL: STRENGTHENING HUMAN RESOURCES IN CREATING A SUSTAINABLE MARITIME VILLAGE THAT IS DEFENDANT THROUGH INCREASING CAPACITY IN PULO VILLAGE ABSTRACT Pulo Village is an area located on the edge of the river and on the sea coast. Kuala Pesisir District. Nagan Raya Regency. This village has maritime potential in the form of sea catches in the form of fish and shrimp. On the other hand, there is a problem that the fishermen in Pulo village do not have a place to store fish, and there are several types, especially the dotted fish, that are thrown into the sea, because they are unable to process it and there is a lack of interest in buying it. As for the process of drying fish which is carried out using traditional methods that depend on sunlight, there is no empowered group that is able to manage and process marine catches properly, due to their limited education and abilities. Strengthening human resources through capacity building with education, training and assistance related to processing sea catch results towards sustainable maritime villages as well as outreach related to protecting the coastal environment, how to process catch results to get a higher selling value. Keywords: Strengthening. Human Resources. Maritime Village. Capacity Building Page | 21 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ PENDAHULUAN Menyadari karakteristik alami area pesisir serta kegiatan masyarakat begitu beragam dan kompleks, maka pengembangan berlanjut di area pesisir memerlukan strategi holistik, objektif dan efektif yang melibatkan kontribusi masyarakat (Horoepoetri. Arimbi, and Achmad Santosa 2. Sejalan pada prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjunjung supremasi hukum, peningkatan tata kelola daerah pesisir dan Sebagai komponen dari pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan serta pulaupulau kecil harus dilengkapi dengan dasar hukum yang tegas (Pemerintah. Dalam, and Pesisir 2. Indonesia merupakan negara yang terkurung daratan . andlocked stat. yang 70% wilayahnya berada di lautan Kawasan maritim ini memiliki perekonomian yang sangat besar dan beragam, termasuk perikanan. Kapasitas penangkapan ikan didukung oleh keberadaan ekosistem dan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman dan nilai ekonomi yang tinggi bagi kehidupan masyarakat yang dikenal sebagai zona pesisir (Hendra et al. Akibatnya, sumber daya pesisir dan laut semakin dikembangkan, mulai dari penggunaan teknologi sederhana hingga teknologi terkini(Fakultas2. Maka Pembangunan wilayah khususnya wilayah pesisir sama halnya dengan pembangunan wilayah di wilayah lain, sasaran pokoknya pada peningkatannya kesejahteraan warga (Cara, 2. Mengamankan basis pedagang terbesar di negara ini sebagai proyek pengembangan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat (Sutrisno 2. Pengalaman krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia juga menunjukkan aspek lain, kebijakan pertumbuhan ekonomi dengan mengambil langkah pengembangan industri melalui substitusi impor harus sangat terjangkau, dan industri Indonesia sangat tergantung dengan dana, teknologi, dan sumber pertama-tama bergantung pada politik. Kondisi perekonomian masyarakat pesisir terbatas (Butarbutar. Sintani, and Harinie 2. Ketergantungan pada negara industri maju Perubahan kebijakan politik yang bertentangan dengan tren negara berkembang, akan dicapai oleh negara berkembang yang memanfaatkan ketergantungan tersebut untuk menekan, atau melaksanakan programnya sendiri (Mastauli Siregar 2. Permasalahan diatas yang dihadapi pemilik usaha antara lain kurangnya inovasi, akses terhadap perdagangan dan status hukum atau izin usaha bagi pelaku usaha, untuk mengurangi angka pengangguran dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat menjadi penghasilan ekonomi dan membantu menarik tenaga kerja (Zahara. Sanusi, and Suci 2. Akibatnya, sumber daya pesisir dan laut semakin dikembangkan, mulai dari penggunaan teknologi sederhana hingga teknologi terkini (Fakultas 2. Perkembangan sebuah negara dipengaruhi pada sumber daya manusia (SDM). Kriteria digunakan untuk menunjukkan tingkat perkembangan suatu daerahditentukan oleh Autingkat pemanfaatanAy masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Semakin tinggi tingkat keamanan suatu wilayah, maka akan semakin baik daya tarik sumber daya ekonomi ke wilayah tersebut (Pengkajian 2. Inisiatif untuk memberdayakan masyarakat pesisir dapat bermacam cara pendekatan, bergantung pada fokus ingin dicapai. Keterlibatan masyarakat adalah bentuk pemberdayaan yang mencakup partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan, serta menunjukkan kesediaan dan kemampuan masyarakat untuk berkontribusi pada implementasi pembangunan. (Hamid n. Namun, dari sekian banyaknya kegiatan yang sudah diimplementasikan, salah satunya berfokus pada peningkatan pemikiran dalam hal pemantauan efisiensi sumber daya, dan yang lainnya adalah seminar tentang pengelolaan sumber daya yang dapat diubah menjadi produk bernilai Page | 22 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ ekonomi tinggi oleh masyarakat (Merdeka 2. Aspek ini bergantung pada keterlibatan dengan sektor Pendidikan, penyediaan infrastruktur dengan cukup. Kekuatan warga Indonesia pada masa kini, ditinjau melalui pendidikan dalam masyarakat, terdapat empat sumber permasalahan ialah kurangnya pemahaman multikultural, interpretasi otonomi daerah, minimnya ide serta kreatifitas, kurangnya pengetahuan dan hukum (Apriadi et al. Pesisir merupakan wilayah transisi atau lokasi bertemunya diantara wilayah Wilayah darat dan laut yang meliputi ekosistem di sepanjang area pesisir hingga perairan pantai, yang dimana sifat darat dan laut masih saling mempengaruhi satu sama lain. Sedangkan, masyarakat pesisir dapat diartikan sebagai sekelompok sosial yang tinggal di wilayah tepi pantai dan beberapa bagian besar kehidupannya tergantung dengan potensi yang tersedia di laut dan ekosistem pesisir sebagai sumber utama mata pencaharian mereka. Mereka seringkali terlibat dalam berbagai aktivitas perikanan seperti budidaya, pariwisata bahari, dan perdagangan maritim. Dengan demikian, jenis pekerjaan yang kerap mereka geluti antara lain nelayan, petani tambak, dan pekerja industri maritim ataupengolah hasil perikanan (Murtaqi et al. Luas daratan Aceh 57. 365,67 km persegi, terletak di tepi samudera indonesia sisi barat dan selatan aceh, dan selat malaka disertai daerah laut kepulauan di sisi utara-timur aceh, mengenai panjangnya tepi laut 2. 666,27 km. Sementara itu luas perairan sekitar 295. 370 km persegi. Wilayah tersebut mencakup zona maritim dan luas pulau 56. 563 km persegi, beserta perairan ZEE yang mencakup area seluas 238. 807 km persegi. (Raihanah 2. Indonesia memiliki banyak sumber daya hayati yang tercermin dari tingginya tingkat keanekaragaman Dari 7. 000 jenis ikan yang ada di dunia, 2. 000 diantaranya terdapat di Indonesia. Kapasitas berkelanjutan penghasil ikan laut Indonesia adalah sekitar 6,4 juta ton pertahun (Lasabuda 2. Salah satu daerah pesisir yang di Aceh adalah Desa Pulo. Desa Pulo berada di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya dengan jarak 1,5 km dari pusat Desa Pulo A 4 km / Ha yang terletak di dekat laut dan jauh dari pusat kota dibagi menjadi tiga dusun ialah dusun nelayan,ingin maju dan ingin jaya. Jumlah penduduk desa Pulo sebanyak 308 jiwa yang penduduknya bermata pencaharian sebagai mayoritas bekerja sebagai nelayan. Jumlah KK desa Pulo menurut data dari sensus tahun 2019 terdapat sejumlah 90 KK, yang berasal dari laki-laki 164 orang dan perempuan 144 orang. Lahan yang terdapat di wilayah Desa Pulo adalah bagian pesisir di manfaatkan dengan Dengan itu mengindikasikan bahwasannya daerah Desa Pulo mempunyai SDA pesisir seperti ikan ikan kecil, udang rebon, dan ikan lainnya. Selama ini hasil tangkapan ikan masih diproses secara tradisional, oleh sebab itu perlu untuk dikembangkan dengan inovasi dan teknologi yang baru. Karakteristik serta potensial daerah tersebut cukup tinggi terhadap potensi hasil ikan. Pentingnya perikanan mengindikasikan bahwasannya ikan ialah materil begitu penting. Desa tersebut mempunyai potensi maritim berupa hasil tangkapan laut berupa ikan dan udang. Nugget yang pada umumnya menggunakan daging ayam, kemudian dengan ada nya permasalahan ini nugget digantikan dengan olahan udang rebon dengan bahan utamanya (Fatah and Lisa 2. Di sisi lain, terdapat permasalahan nelayan desa pulo tidak memiliki tempat penyimpanan ikan, dan ada beberapa jenis terutama ikan cirik yang dibuang kelaut, dikarenakan tidak mampu mengolahnya dan kurang adanya peminat untuk membelinya. Adapun proses pengeringan ikan yang dilakukan dengan cara tradisional yang bergantung pada cahaya matahari, belum ada kelompok pemberdayaan yang mampu mengelola dan mengolah hasil tangkapan laut secara baik, karena keterbatasan pendidikan serta Page | 23 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ kemampuan mereka. (Hasanuddin et al. Tujuan kegiatan ini yaitu Terlaksananya sosialisasi, pelatihan, pendampingan terkait menjaga lingkungan pesisir serta terkait pengolahan hasil tangkapan laut. Terbentuknya sekolah AuLaskar PesisirAy sebagai sekolah non formal yang memberikan pendidikan, pelatihan, pendampingan dan pengolahan. Pada kelompok pemberdayaan bernama kelompok Meusare untuk Menghasilkan produk olahan hasil tangkapan berbasis potensi Karena Pendidikan berstandar tinggi serta berintegritas pasti dapat menciptakan jiwa terbaik dan mumpuni. Dengan demikian, pendidikan merupakan faktor kunci didalam program pembangunan. (Sdm et al. Kemudian. Terlaksananya expo dan launching Desa Maritim untuk menarik minat khalayak ramai agar mengenal produk olahan khas Desa Pulo, sehingga bermanfaat bagi masyarakat desa pulo dan menjadi desa percontohan serta desa binaan universitas teuku umar Sasaran pada kegiatan ini adalah sekelompok nelayan, ibu-ibu nelayan, serta pemuda/anak-anak para nelayan. METODE Metode dimanfaatkan pada program pengabdian yaitu Metode PALS (Participatory action learning system ) ialah melibatkan mitra secara aktif berpartisipasi melalui sekolah Laskar Pesisir dan target terbentuknya pemahaman kepada masyarakat tentang pendidikan, pelatihan dan pendampingan dalam pembangunan ekonomi Maritim berkelanjutan melalui capacity building sehingga terbentuk Kelomppok Meusare serta melibatkan perguruan tinggi yaitu Ormawa Himadistra. Dosen pendamping, pemerintah dan masyarakat desa dengan capaian ditargetkan bisa dikembangkan bersama Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tangal 14 juni 2024 s/d bulan september akhir. Kegiatan ini dilaksanakan melalui luring dengan cara tim pelaksana menetap didesa selama 4 bulan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan maka untuk keberlanjutan program PPK Ormawa Himadistra ini nantinya akan menerbitkan buku panduan mitra untuk modul ajar tentang pemberdayaan masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Kegiatan bermula dengan sosialisasi awal dengan masyarakat yang di hadiri oleh Dekan Fisip Universitas Teuku Umar, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan dan pengolahan hasil tangkap yang dihadiri oleh pemateri Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan Kabupaten Nagan Raya, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi lingkungan pesisir yang pemateri nya dihadiri oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan Kabupaten Nagan Raya dan dosen Ilmu Adminitrasi Negara Universitas Teuku mar. Page | 24 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Gambar 1 Sosialisasi Lingkungan Pesisir Sosialisasi lingkungan pesisir merupakan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan keada masyarakat agar masyarakat dapat menjaga dan mengelola lingkungan pesisir desa dengan baik agar potensi pesisir yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan Kemudian kegiatan kedua yaitu membuat nugget udang rebon bersama anggota kelompok meusare,kemudian pelatihan membuat abon rebons dan pelatihan membuat cirik Selanjutnya kegiatan pelatihan pembuatan produk yang mana diakukan 1 minggu sekali sebanyak 3 kali yaitu: pelatihan produk nugget udang rebons, pelatihan abon rebon, dan pelatihan cirik cispy, pelatihan ini tim membuat resep yang dibagikan kepada masyarakat yangberhadir di acara pelatihan pembuatan produk. Gambar 2. Pelatihan Membuat Produk Sumber: Himadistra, 2024 Pelatihan pembuatan produk bertujuan untuk mengolah hasil tangkapan yang mana dulu nya hasil tangkapan nelayan di jemur dan dijual begitu saja bahkan jika sudah terlalu banyak bisa dibuang oleh masyarakat, setelah ada nya program ini masyarakat mengetahui bahwa selain di buang hasil tangkapan bisa diproses sebagai produk Page | 25 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ nantinya menjadi nilai pasar yang mahal dan mendapatkan hasil tambahan. Gambar 3 Produk Nugget Udang. Cirik Krispi dan Abon Rebon Sumber: Himadistra, 2024 Produk yang dihasilkan oleh kelompok meusare untuk dijual, sehingga menghasilkan pendapatan mereka. Tim kemudian melakukan sosialisasi tentang lingkungan pesisir untuk masyarakat dan anak- anak didesa pulo karena mereka masih tabu tentang menjaga lingkungan pesisir. Tim kemudian merecrutmen kelompok meusare dan membentuk kelompok meusare yang nanti nya akan melakukan sosialisasi pemasaran supaya kelompok meusare bisa paham tentang pengelolaan dan pemasaran produk yang akan dipasarkan. Sosialisasi pemasaran ini dilakukan pada saat kelompok meusare telah terbentuk dan dihadiri oleh sekretaris dinas disprindakop ukm nagan raya yang pada saat itu menjadi pemateri sosialisasi pemasaran serta didampingi oleh keuchik desa pulo dan dosen pendamping lapangan. Pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat AuMeusareAy dengan melakukan rekrutmen pengurus tetap yang beranggotakan 25 masyarakat, yang terdiri dari para nelayan, istri nelayan dan anak-anak dari para nelayan. untuk mewujudkan kelompok budaya maritim dalam pengolahan hasil tangkap yang berwawasan lingkungan menuju desa maritim Kelompok AuMeusareAy dilantik pada tanggal 23 september 2024 oleh Kepala Desa/Keuchik Desa pulo dengan Surat Keputusan dengan Nomor 151/PL/NR/2024. Terbentuknya sekolah non formal Aulaskar pesisirAy sebagai akses pendidikan, pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan dan pengelolaan hasil tangkapan secara berkelanjutan. Terlaksananya expo dan launching Desa Maritim sebagai sarana promosi produk olahan hasil tangakapan laut khas Desa Pulo, serta mengenal Desa Pulo sebagai Desa Maritim di Kabupaten Nagan Raya, serta pembuatan media promosi online via Whats App. Instagram dan TikTok Tim PPK Ormawa himadistra melakukan pendampingan terhadap kelompok pemberdayaan masyarakat ( MEUSARE) untuk mengetahui kemandirian kelompok dalam pengolaan dan pengolahan hasil tangkap lokal yang berkelanjutan. Page | 26 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Gambar 4 Pembentukan Kelompok Meusare dan launching sekolah non formal Laskar Pesisir Sumber: Himadistra, 2024 Pembentukan kelompok meusare bertujuan untuk membentuk kelompok pemberdayaan masyarakat yang mana nanti nya akan melanjutkan program tersebut di sekolah laskar pesisir. Berdasarkan hasil kegiatan yang tim paparkan diatas, kelompok meusare sangat antusias dan senang dalam menjalankan proses-proses kegiatan yang tim laksanakan karena kelompok meusare dapat ilmu pengetahuan dan pengalaman yang belum mereka dapatkan selama ini. Selama kegiatan berlangsung kelompok meusare terlihat menyimak dengan baik informasi yang diberikan oleh narasumber-narasumber yang telah di sediakan oleh tim pelaksana, kelompok meusare sangat aktif dalam melakukan diskusi bersama dengan narasumber mengenai hal-hal yang kurang di mengerti terutama tentang produk-produk yang akan mereka. produksi dan mereka pasarkan. Kelompok Meusare juga menyampaikan bahwasanya mereka ada kendala dalam pelaksanaan program nanti yaitu di anggaran karena anggaran untuk kelompok Meusare belum di anggarkan oleh desa tersebut. Namun, meskipun mereka terkendala di anggaran mereka tetap bisa membuat produk dan memasarkan ke kalayak ramai dengan semangat dan keyakinan mereka pada produk yang mereka produksi tersebut. Keuchik desa pulo berharap kegiatan PPK Ormawa ini bisa berlanjut guna untuk membantu perekonomian masyarakat, seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya desa pulo ini adalah desa tertinggal karena terjadi becana tsunami pada 2004 silam kemudian mereka di alokasi kan ke desa sebelah untuk pemulihan dan akhirnya kembali lagi kepada desa pulo. Dalam kegiatan ini masyarakat dituntun untuk mengunakan media online dalam melakukan penjualan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok meusare. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini yang telah dilaksanakan dari masyarakat memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengintegrasikan edukasi dalam pembelajaran, seperti . memilih materi sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat, yang mana sebelumnya mereka belum paham tentang pengelola dan pengelohan tapi semenjak ada nya program tersebut mereka paham bahwa hasil tangkapan tersebut bukan hanya di jemur aja tetapi juga bisa di olah menjadi produk dan membuat nilai jual yang tinggi . sebelumnya masyarakat belum ada kelompok pemberdayaan masyarakat semenjak udah ada nya program PPK Ormawa masyarakat sudah terbentuk kelompok pemberdayaan masyarakat yang bernama AuMeusareAy sehingga masyarakat memiliki nilai jual tinggi untuk mendaptkan pendapatan tambahan dari hasil produk tersebut . membuat media massa seperti ig. Page | 27 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1 Mei 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ youtube, tiktok . pembuatan produk nugget udang rebons, abon rebons, dan cirik crispy . pemasaran dan penjualan menggunakan media online dan offline . evaluasi kelompok meusare menjadi fokus visi dan misi aktivitas ini ialah menjadikan desa binaan universitas teuku umar fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, misalnya seperti menjadikan desa ini menjadikan panutan bagi desa-desa lainnya supaya bisa menjadi desa mandiri. SIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat diambil dengan dilakukannya pengabdian masyarakat di Desa Pulo kecamatan Kuala pesisir kabupaten Nagan Raya. Masyarakat memahami tentang materi yang dipaparkan dan dikuasai oleh masyarakat. Masyarakat telah memiliki ilmu pengetahuan tentang pengelolaan dan pengolahan hasil tangkapan dan bagaimana menjaga lingkungan pesisir. Masyarakat memiliki pemahaman bagaimana mengolah dan memasarkan produk lokal yang dihasilkan dari hasil tangkapan mereka. Masyarakat memiliki hasil keterampilan dan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil tangkapan mereka yang semenarik mungkin dan juga melakukan kerja sama dengan lintas sektor, diantaranya dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. DISPERINDAGKOP UKM Nagan Raya . Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan Kabupaten Nagan Raya ,DPMGp4 Nagan Raya sebagai bentuk keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan selama pengabdian di desa pulo. Program ini menjadikan desa Pulo sebagai desa binaan Universitas Teuku Umar khusus nya Prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Terbentuknya kepengurusan tetap dari kelompok pemberdayaan masyarakat Meusare, terbentuknya sekolah non formal yaitu sekolah laskar pesisir, meningkatkan pendapatan masyarakat desa pulo melalui produk yang telah dibuat. Tim pelaksana melakukan kerja sama dengan dinas yaitu. Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan. Dinas Perdangan dan Perindustrian UKM Nagan Raya. DPMGP4 Nagan Raya. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagan Raya. Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Desa Pulo dalam kerja sama ini tim melakukan penandatanganan MOA dan SPK untuk bukti kerja sama antara DinasDinas terkait dengan Universitas Teuku Umar. DAFTAR PUSTAKA