SISTEM INFORMASI PEMBERDAYAAN KADER SEHAT JIWA (SI-SEHO PEKA SEJIWA) di DESA GENTAN KRANGGAN TEMANGGUNG Ratna Kurniawati1. Retno Lusmiati A2. Nur Gilang Fitriana3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung, email: ratnaummudzaky@gmail. Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung, email: retno30kusuma@gmail. Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung, email: gilangzana10@gmail. ABSTRAK Sistem Informasi Sehat Holistik (SI-SEHO) merupakan inovasi sistem informasi kesehatan secara holistik didukung dengan pemberdayaan kader sehat jiwa (PEKA SEJIWA). Diharapkan minimal 1 jiwa dapat terdeteksi dan tertangani dengan baik sehingga dapat menggurangi kejadian gangguan jiwa di masyarakat untuk mendukung terwujudnya Desa Siaga Siaga Sehat Jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberi solusi terhadap peran kader dalam meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat melalui program SiSEHO PEKA SEJIWA dalam mengidentifikasi status kesehatan jiwa masyarakat. Fokus kegiatan pengabdian ada dua yaitu pendampingan deteksi dini kesehatan jiwa masyarakat menggunakan Sistem Informasi Sehat Holistik (SiSEHO) serta pemberdayaan kader kesehatan jiwa dalam pemantauan klien/ keluarga yang memiliki pasien gangguan jiwa di Hasil pengabdian di desa Gentan pada bulan Maret tahun 2020 diperoleh hasil : jumlah KK 86, dan jumlah jiwa 197 jiwa terpetakan menjadi tiga kategori yaitu kelompok masyarakat sehat 147 orang, kelompok resiko 47 orang dan kelompok gangguan jiwa 2 Kader bertugas mengenali, memantau dan mengelola kesehatan jiwa di masyarakat. Kesimpulan: sistem informasi sehat holistic disukung peran serta kader kesehatan jiwa mempermudah dalam mengidentifikasi masyarakat untuk menjaga kesehatan jiwa, mengurangi stigma negative yang selalu selalu melekat pada diri pasien dan keluarga dengan gangguan jiwa. Kata Kunci : SI-SEHO. Pemberdayaan. Kader. Kesehatan Jiwa PENDAHULUAN Penanganan kesehatan jiwa mengalami perubahan pola perawatan. Perawatan sebelumnya berfokus di rumah sakit (Hospital base. menitikberatkan pada kegiatan kuratif. Saat ini berubah menjadi community based psychiatric services,(Idaiani & Riyadi, 2. dimana pelayanan tidak berfokus terhadap upaya kuratif tetapi lebih menekankan upaya proaktif yang berorientasi pada upaya . (WHO,2. Salah satu upaya dalam masyarakat yaitu melalui pengembangan kesehatan mental berbasis masyarakat (Keliat,BA, 2. Kegiatan ini membutuhkan peran serta kader (Machira,2. sebagai pelaku utama. Kesehatan Kesehatan merupakan hak semua orang, sesuai dengan amant undang-undang Nomor 18 Tahun 2014. Orang yang mengalami permasalahan kesehatan jiwa sering disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelayanan kasus gangguan jiwa di Indonesia belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pelayanan kesehatan jiwa masih berfokus pada pasien yang telah dirawat di rumah sakit jiwa, sedangkan prevalensi gangguan jiwa di Indonesia meningkat setiap tahun, hal ini disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat tentang kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap peran kader dalam meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat melalui program SiSEHO (Dwidiyanti et al. , 2. PEKA SEJIWA. SiSEHO merupakan inovasi sistem informasi kesehatan secara holistik, sedangkan PEKA SEJIWA adalah pemberdayaan kader kesehatan jiwa. Diharapkan minimal 1 jiwa dapat terdeteksi dan tertangani dengan baik sehingga dapat menggurangi kejadian gangguan jiwa di masyarakat. Metode ini akan mendukung terwujudnya Desa Siaga Siaga Sehat Jiwa (DSSJ). Fokus kegiatan pengabdian ada dua yaitu pendampingan deteksi dini kesehatan jiwa masyarakat menggunakan Sistem Informasi Sehat Holistik (SI-SEHO) pemberdayaan kader kesehatan jiwa dalam pemantauan klien/ keluarga yang memiliki pasien gangguan jiwa di rumah. Kader kesehatan jiwa merupakan warga mengidentifikasi kesehatan jiwa masyarakat. Manfaat program ini meningkatkan pengetahuan dan peran kader dalam pemahaman kesehatan jiwa, sebagai mitra tim mempertahankan status kesehatan masyarakat. Kader kesehatan jiwa dapat mengurangi stigma negative yang selalu selalu melekat pada diri pasien dan keluarga yang memiliki masalah gangguan jiwa. 1 Analisis Situasi Program masyarakat bekerjasama dengan kader kesehatan jiwa serta pasien gangguan jiwa (ODGJ) yang berlokasi di desa Gentan Kranggan Temanggung dan Puskesmas Kranggan Temanggung. Lokasi desa Gentan merupakan area pertanian dimana mata pencaharian penduduk mayoritas bertani, buruh dengan tingkat ekonomi menegah ke Secara masyarakat bertumpu pada sektor pertanian dan buruh pabrik. Tingkat pendidikan Data demografi dusun Gentan dijelaskan pada tabel 1. Fungsi kesehatan masyarakat dirasakan belum maksimal, sehingga dibutuhkan optimalisasi pelayanan kesehatan jiwa di desa tersebut. Kegiatan kesehatan yang telah berjalan di masyarakat diantaranya posyandu balita, lansia. Desa kranggan dipilih oleh dinas kesehatan percontohan untuk program desa siaga sehat Alasan pemilihan desa gentan adalah banyaknya jumlah pasien gangguan jiwa yang bertempat tinggal di kecamatan Krangan. 2 Permasalahan Mitra Observasi lapangan bulan Agustus 2019 bersama kader desa Gentan kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung diketahui 2 orang terdeteksi ODGJ. Informasi dari bapak kepala desa terdapat 73 jiwa yang mengalami gangguan jiwa di wilayah kecamatan Hasil analisa situasi diperoleh Mitra . ader kesehata. yang dihadapi yaitu : Pemahaman masyarakat Desa Gentan tentang kesehatan jiwa belum merata Pembentukan kader kesehatan jiwa desa Gentan belum terstruktur Identifikasi kesehatan jiwa seluruh masyarakat desa Gentan belum pernah Stigma negatif terhadap keluarga yang memiliki anggota gangguan jiwa Resiko peningkatan jumlah orang dengan gangguan jiwa Permasalahan ini membutuhkan solusi agar tidak terjadi peningkatan jumlah orang dengan gangguan jiwa di wilayah desa Gentan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdiaan SISEHO PEKA SEJIWA merupakan modifikasi antara penggunaan ipteks, pemberdayaan kader, edukasi dan bentuk caring kepada masyarakat. Sasaran utama pelaksanaan kegiatan ini adalah kader desa Gentan. Urutan pelaksanaan kegiatan meliputi: Langkah pertama sosialisasi tentang kesehatan jiwa di masyarakat. Bentuk kegiatan yaitu pemberian materi edukasi tentang kesehatan jiwa di masyarakat. Materi pendidikan kesehatan meliputi pengenalan kesehatan mental, tanda Ae tanda kesehatan jiwa, gejala gangguan kesehatan jiwa, penyebab gangguan jiwa, kebutuhan kader kesehatan jiwa, serta pembetukan komunitas desa siaga sehat jiwa. Langkah . kader kesehatan jiwa Gentan. Kriterianya warga setempat, berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, usia di atas 17 tahun, dapat membaca dan menulis dalam Bahasa Indonesia, diijinkan oleh Istri/Suami, bersifat sukarela . idak meminta bayara. , berkomitmen dan bertanggung jawab sebagai kader kesehatan jiwa, ketentuan tambahan Perbandingan jumlah kader kurang lebih 1:20 KK. Pembentukan kader melibatkan peran kepada desa dan petugas puskesmas untuk membentuk struktur kader kesehatan jiwa serta mengesahkan sesuai ketentuan yang berlaku di desa Gentan. Langkah ketiga, workshop deteksi dini menggunakan SI-SEHO, cara kunjungan rumah, serta pemetaan kondisi masyarakat. Demonstrasi dan role play kunjungan rumah diajarkan kepada seluruh kader agar tidak kesulitan saat melakukan kunjungan rumah. Langkah keempat kegiatan pendataan dan kunjungan rumah. Kegiatan ini membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Langkah keenam yaitu pemetaan hasil Pemetaan ini terbagi menjadi tiga kategori yaitu sehat, resiko dan gangguan jiwa. Input data kedalam komputer akan dilakukan oleh tim teknis dibantu anggota dan Langkah psikoedukasi kepada setiap kelompok. Materi sesuai kebutuhan kader dan masyarakat. Langkah ke tujuh adalah penyampaian materi rujukan bagi pasien gangguan jiwa. Tindakan merujuk khusus dilakukan bagi pasien yang tidak dapat kooperatif di lingkungan masyarakat, seperti resiko melukai diri sendiri atau orang lain. Dibutuhkan kerjasama dengan petugas kesehatan terutama Puskesmas sebagai Faskes tingkat 1 di desa Gentan. Langkah ke delapan adalah perencanaan pemberdayaan bagi kader dan pasien gangguan jiwa. Materi ini adalah pendukung terlaksananya program Desa Siaga Sehat Jiwa. Pendampingan ini dapat dilakukan selama 4 bulan dengan beberapa kali pertemuan rutin. Program berlangsung sekitar 4 bulan, setelah kegiatan berahir, tetap dilakukan monitoring agar kegiatan ini dapat berjalan secara aktiv dan Pemberdayaan masyarakat di desa Gentan akan terus berlangsung dengan kerja sama antara puskesmas dan para pemangku desa setempat. HASIL Hasil skrining bulan Maret tahun 2020 di desa Gentan, dari 86 kepala keluarga terdapat 197 jiwa dengan pengelompokkan masyarakat sehat 149 jiwa, resiko 47 jiwa dan positif gangguan 2 jiwa . Pendampingan kader berfungsi mendampingi keluarga dengan ODGJ tetap sehat, resiko menjadi lebih sehat dan yag sehat tetap sehat, pasien gangguan jiwa lebih mandiri dan produktif. Implementasi SI-SEHO di masyarakat berbasis android yang dapat diunduh melalui Program ini dikembangkan sejak tahun 2015 oleh Dr Meidiana Dwidiyanti. Kp. ,M. Sc. Penggunaan sistem ini mempermudah kader dan masyarakat . eluarga dengan ODGJ) melakukan pengontrolan kesehatan secara mandiri di rumah. Dampak pengontrolan kesehatan akan membuat emosi pasien gangguan jiwa lebih stabil dan dapat berdampingan dengan masyarakat sehat. Sistem informasi SI-SEHO terdiri dari identitas pasien, profil kader, hasil pengukuran, petunjuk penggunaan. Konten aplikasi SI-SEHO terdapat 6 fitur utama Program pengobatan pasien kecukupan konsumsi makanan, ketepatan dosis dan waktu minum obat, kemampuan menjaga pola tidur, cara mengatasi gejala fisik, pendampingan minum obat dan Latihan mengontrol emosi meliputi teknik pengontrolan emosi, mengontrol diri, iklash dan pasrah serta keyakinan terhadap Tuhan. Kemandirian Hidup berisi tentang aktivitas pasien, kegiatan sosial, komunikasi dengan teman, komunikasi dengan petugas dan penerimaan diri. Deteksi gangguan jiwa, pada konten ini kader dapat menentukan hasil identifikasi masyarkat, apakah mengalami kondisi sehat, resiko dan gangguan kesehatan jiwa Pelayanan Kader, menu ini berisi tentang dokumentasi hasil pengkajian kader terhadap pasien. Laporan Hasil Perkembangan (Dwidiyanti et al. , 2. Kepala Usia Jenis Kelamin Agama Tingkat Pendidika Pekerjaan Jumlah Jiwa 0-5 th 6-12 th 13-21 th 22-50 th > 50 Laki-Laki Perempuan Islam Kristen Katolik Hindu Budha SMP SMA Buruh/Tani/ Bangunan PNS Swasta Pedagang Hasil deteksi dapat dilihat pada tabel2, dengan rasio kelompok sehat : ODGJ yaitu 2/197 jiwa : 0,01 Tabel 2 Hasil skrining Kesehatan jiwa Gambar 1. Menu SI-SEHO Tabel 1. Karakteristik demografi warga Data demografi Jumlah KK Hasi Kriteria Kelompok sehat Kelompok resiko gangguan jiwa Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ) Jumlah Jumlah 75,25 23,74 1,01 Gambar 2. Aplikasi SI-SEHO PEMBAHASAN Kader jiwa melakukan upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan Beberapa daerah di Indonesia terdapat Kader Kesehatan Jiwa (KKJ), yaitu kader yang aktif berpartisipasi dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan jiwa serta memantau kondisi jiwa masyarakat agar mencapai kesehatan jiwa yang optimal. Kader memiliki peran penting di komunitas (Keliat,BA,2. Kader kesehatan jiwa memelihara kesehatan jiwa masyarakat. Kader dapat menjadi mitra tim ke sehatan jiwa komunitas yang diintegrasikan dengan perannya di masyarakat (Keliat,BA 2. Program kesehatan jiwa di masyarakat atau bukan berbasis Rumah Sakit sudah banyak diketahui lebih efektif dibandingkan yang berbasis rumah sakit adapun di negaranegara lain program kesehatan berbasis masyarakat tidak seperti di Indonesia. Program kunjungan rumah kepada para penderita gangguan jiwa oleh petugas Puskesmas. Program kesehatan jiwa berbasis masyarakat dapat berbentuk Asertive Community Treatment (ACT), manajemen kasus dan lain ACT misalnya adalah sebuah tim yang Meskipun program kesehatan jiwa berbasis masyarakat diakui sangat baik, namun diperlukan dukungan sumber daya, biaya dan perencanaan yang baik untuk melaksanakannya (Surtini, 2. Untuk meningkatkan derajad kesehatan jiwa masyarakat tersebut diperlukan peran serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kader, dan masyarakat melalui program Desa Siaga Sehat Jiwa (Ayuwatini & Ardiyanti, 2. Kemadirian Pasien melakukan pengobatan, mengontrol emosi, melakukan aktivitas sehari-hari. Terdeteksi melalui aplikasi SISEHO sehingga kader kesehatan mampu mendukung meningkatkan kemampuan diri didalam masyarakat untuk sehat mandiri dalam melakukan upaya perawatan kesehatan (Hibbard. Stockard. Mahoney, & Tusler, 2. dalam (Dwidiyanti et al. , 2. Sehat mandiri bagi pasien atau kader pengguna aplikasi SI-SEHO dapat dapat di follow up oleh pihak terkait seperti. perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, guna memberikan informasi kepada penderita untuk tindak lanjut penatalaksanaan yang akan dilakukan di pelayanan kesehatan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit. Penggunaan media teknologi sistem informasi melalui smartphone memudahkan pekerjaan Kader kesehatan jiwa, terbukti dari penelitian oleh Heidarizadeh di Iran pada tahun 2017 menemukan penggunaan sistem aplikasi dokumentasi keperawatan elektronik. Sangat memudahkan petugas kesehatan dalam hal (Heidarizadeh. Rassouli. Manoochehri. Zagheri Tafreshi, & Kashef Ghorbanpour, 2. (Dwidiyanti et al. , 2. Pelatihan dan pendampingan kader dalam mengidentifikasi kelompok kesehatan Setelah kader dapat mengidentifikasi tanda dan gejala dengan cermat, kejadian gangguan jiwa segera dikenali dan ditangani dengan baik agar orang dengan gangguan jiwa dapat hidup secara layak seperti masyarakat pada umumnya. Pendampingan Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa (PEKA SEJIWA) pemberdayakan kader dalam mengontrol kelompok sehat, resiko dan gangguan sesuai kebutuhan setiap kelompok. Target PEKA SEJIWA adalah mempertahankan kelompok sehat tetap dalam kondisi sehat, kelompok resiko menjadi lebih sehat dan kelompok gangguan jiwa dapat bertahan dalam keadaan yang lebih baik untuk mengurangi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada pasien gangguan jiwa, seperti putus obat, barang-barang, mengurung diri, mengelandang dan kondisi terburuk adalah melakukan tindakan bunuh Kader kesehatan jiwa dapat membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tetap produktif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta keluarga dan lingkungan. ODGJ dapat diberdayakan melalui pemberian ketrampilan berkaitan dengan perawatan diri . akan, minum, mandi, berhias, toileting, berpakaian, kebersihan lingkunga. , menjaga emosi diri . elatihan pengendalian marah konstruktif, mindfulness Metode Terapi aktifitas kelompok juga dapat dilakukan (Keliat,BA,2. Pelaksanaan pelatihan kader pengaruh pelatihan terapi suportif kelompok terhadap peningkatan peran kader kesehatan jiwa dengan signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. (Ubaidillah. Sambodo Sriadi Pinilih. Retna Tri Astuti, 2. Pelatihan kader kesehatan jiwa yang telah diselenggarakan mampu meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan, deteksi dini kesehatan jiwa pada keluarga, kunjungan rumah pada keluarga sehat, resiko. Deteksi dini pada keluarga gangguan. Deteksi dini kesehatan jiwa yang dilakukan dimasyarakat bisa dijadikan data awal untuk membuat desa siaga sehat jiwa (DSSJ)(Surtini, 2. KESIMPULAN SI-SEHO membantu kader melakukan pendataan melalui smartphone, sehingga tugas kader PEKA SEJIWA lebih mudah. DAFTAR PUSTAKA