Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL DANGERS OF SMOKING DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN. EFIKASI DIRI DAN SIKAP REMAJA KELAS VII & Vi DI UPT SMPN 41 MEDAN Ida Suryani Hasibuan1 . Siti Arina Harahap2 . Marlisa2 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Keperawatan Program Studi Sarjana Terapan 2024 ABSTRACT Teenage period was the most significant developmental period. This was caused by the existence of changes in physical, hormonal, psychological, and social. According to Ministry of Health of Indonesia . , smoker percentage in Indonesia kept increasing, especially problematic in adolescent age group. Nowadays, active smokersAo number had reached 70. 2 million individuals or 4% of total worldAos population. The research aimed to analyze the effectiveness of audio visual media in implying the Audangers of smokingAy on increasing teenagersAo knowledge, selfefficacy, and attitude in Public Junior Highschool 41. Medan. This research was using the preexperimental design with one group post-test Ae pre-test with 40 students as the samples. Sampling technique used in this research was purposive sampling. Statistical test used in this research was WilcoxonAos Sign Rank test. This research shown that the p-value . 000 < 0. and was save to conclude that there are differences in level of respondentAos knowledge before and after the intervention of audio visual media while, self-efficacy and attitude shown the p-value of . 000 < 0. which means there were changes in respondentAos self-efficacy and attitude. The existence of effectiveness of audio visual media in implying the Audangers of smokingAy on increasing teenagersAo knowledge, self-efficacy, and attitude in Public Junior Highschool 41. Medan therefore, the researcher wished that the authority to keep on promoting health especially about the dangers of smoking on oneAos health so that early on, students are knowledgeable about smokingAos health risks. Keywords : Audio-visual. Smoking. Knowledge. Self-Efficacy. Attitude ABSTRAK Masa remaja merupakan masa perkembangan yang paling penting. Hal ini disebabkan adanya perubahan seperti perubahan fisik, hormonal, psikis, dan perubahan social Berdasarkan Kemenkes . persentase perokok di indonesia terus meningkat, khususnya di kalangan remaja. Saat ini jumlah perokok aktif di indonesia menjadi yang terbanyak ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan India. Jumlah perokok di dunia saat ini mencapai 70,2 juta orang atau sekitar 34,5% dari populasi total Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas media audio visual terhadap dangers of smoking dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri dan sikap remaja SMP Negeri 41 Medan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan desain one group pre-test-post-test dengan sampel sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p-value . <0,05 terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi dengan media audio visual. Efikasi diri dan Sikap menunjukkan nilai p-value . <0,05 yang berarti membuktikan bahwa adanya perubahan Efikasi diri & Sikap pada responden. Adanya efektivitas audio visual dangers of smoking dalam meningkatkan Pengetahuan. Efikasi diri dan Sikap remaja kelas VII & Vi SMP Negeri 41 Medan. Disarankan kepada SMP Negeri 41 Medan Medan, untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan khususnya tentang bahaya merokok terhadap kesehatan sehingga siswa sejak dini sudah dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan. Kata Kunci : Audio-visual. Merokok. Pengetahuan. Efikasi diri. Sikap Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Latar Belakang wanita, anak-anak dan orang tua, kaya Masa remaja merupakan masa perkembangan yang paling Hal psikis, dan perubahan social. Perubahan perkembangan yang remaja menjadi labil dan mudah terpengaruh oleh nilai- nilai moral dan budaya yang diperoleh dari luar, baik melalui media maupun Akibatnya Perilaku (Sari, pada remaja merupakan dampak negatif dari buruknya interaksi sosial dalam suatu hubungan yang erat kaitannya dengan terjadinya Merokok Saat ini merokok tidak lagi diperuntukkan bagi orang (Aulya & Herbawani, 2. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari- hari. Sangat mudah untuk menemukan perokok pria dan disebabkan oleh kandungan bahan kimia dalam rokok yang bersifat adiktif dan sulit untuk dihentikan (Arifin & Yunasri 2. Rokok Yang penyebab kematian utama didunia ini. Rokok seperti tar, nikotin, arsenic, karbon dapat berbahaya bagi perokok. Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif namun juga bagi perokok Banyak penyakit yang timbul berbagai macam penyakit, antara lain gangguan kehamilan, malnutrisi pada janin dan gangguan pernafasan, asma, paru-paru, hipertensi dan bronchitis (Ridwan et , 2. World Health Organization (WHO) menyebutkan, sekitar 21 juta remaja berusia 13-15 tahun menjadi perokok pada 2020. Angka tersebut terdiri dari 15 juta perokok remaja Secara global, prevelensi rata-rata perokok laki- laki 13-15 tahun sebesar 7,9% pada rentang 2010-2020. Sementara. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Kebiasaan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) sebesar 3,5%. Dilihat berdasarkan Indonesia. Remaja dewasa bahkan wilayah, prevelensi rata-rata perokok anak-anak sudah tidak laki- laki berusia 13-15 tahun tertinggi dengan benda mematikan. Perilaku berada di Asia Tenggara mencapai 9,2%. Diikuti wilayah Eropa sebesar diberbagai tempat, misalnya di warung 8,8% dan wilayah Amerika 7,4%. (Monavia Data sekolah, di halte bus, di kendaraan World Health pribadi, di angkutan umum dan bahkan di rumah sudah menjadi pemandangan menunjukkan bahwa 1 dari 10 kematian lumrah dan jarang menarik perhatian orang dewasa disebabkan oleh merokok masyarakat, padahal perilaku ini sangat dan hampir 5 juta kematian pertahun berbahaya bagi remaja dan orang di (Yusuf Organization (WHO. Penggunaan remaja sering kita (Kementrian kesehatan masyarakat yang umum di Berdasarkan data dari Riset Indonesia. Perilaku merokok dapat kita Kesehatan Dasar (Riskesdas 2. jumpai setiap hari di masyarakat, penduduk 15 tahun ke atas masih belum terjadi penurunan bahkan cendrung menjadi suatu kebutuhan yang tidak meningkat dari tahun 2013 . ,20%) ke bisa di hindari bagi para perokok, tahun 2018 menjadi . ,10%). Dan Perilaku merokok di kalangan remaja di . urnawan pengaruhi oleh kurangnya pemahaman terhadap bahaya rokok dan sikap yang Berdasarkan Kemenkes . kurang baik terhadap bahaya rokok. persentase perokok di Indonesia terus Pengetahuan akan membentuk efikasi meningkat, khususnya di kalangan diri . ercaya dir. yang berhubungan Saat ini jumlah perokok aktif di dengan perilaku merokok. Indonesia menjadi yang terbanyak dengan efikasi diri tinggi akan menolak ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan merokok, sedangkan remaja dengan India. Jumlah perokok di dunia saat ini efikasi diri rendah akan lebih memilih mencapai 70,2 juta orang atau sekitar 34,5 % dari populasi total dunia. Kebiasaan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Remaja Remaja mulai merokok dengan rasa ingin tahu yang besar, sehingga Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) mereka mencoba merokok dan akhirnya menjadi perokok aktif. Merokok aktif menunjukkan nilai p-v aluei . dan pada remaja menimbulkan dampak . < 0,05 terdapat perbedaan negatif berupa menurunnya prestasi efikasi diri dan sikap sebelum dan akademik di sekolah. Memang benar, sesudah dilakukan intervensi vidio ceramah bahaya merokok. (Syaputra, konsentrasi akademik dan fisik serta Efikasi Bahaya Berdasarkan dari hasil penelitian pada usia remaja akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada usia pendidikan kesehatan pada remaja awal muda serta menurunkan jumlah sperma agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesuburan pada wanita. Perlu dan sikap tentang bahaya merokok. Pengetahuan dan sikap merupakan salah (Feriyanti et al, 2. Media audio signiftikan pada perilaku merokok. visual sangat baik dalam menjelaskan Hasil uji statistik menunjukkan terdapat suatu proses peristiwa, dapat diulang- ulang dan meninggalkan kesan yang bahaya merokok dengan nilai p=0,000 mendalam, sehingga dapat berdampak . <0,. Diharapkan agar sekolah pada sikap pesertanya, terlebih lagi, akan ada lebih banyak pemahaman. seib aga i salah satu bentuk Yang pembeilajaran kepada siswa agar lebih motivasi dan mempengaruhi psikologi meinar ik minat siswa dalam proseis Penelitian yang terkait juga, dari belajar mengajar serta materi dapat hasil penelitian yang di lakukan oleh ditonton berulang kali seihingga siswa Feriyanti et al, . bahwa terdapat leibih memahami dan lebih fokus perilaku merokok di kalangan remaja. (Octaviani, 2. efikasi diri dan sikap bahaya merokok Media pada siswa. Pengetahuan menunjukkan has ii l yang bahwa nilai p-v aluei . < 0,05 meilaksanakan pendidikan kesehatan. Salah dila kukan interve nsi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 lebih optimal setelah Nugroho yang meinunjukkan adanya Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Rendahnya pendidikan kesehatan melalui media audio visual pada reimaja deinga n p = 0,000. (Kodir, 2. Berdasarkan data tersebut maka Penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas audiio -viis ual dangeirs of keseihatan dengan media audio visual terhadap motivasi berhenti meirokok peingeitahua n, eifik as ii diri dan siikap reimaja keilas VII & Vi di UPT SMP SMA Negeri Banjarbaru . -v aluei =0,. < 0,05 me ningkatkan Neigeiri 41 meidan. teir dapat peningkatan motivasi setelah diberikan media audio viis ua l. (Diina. METODE PENELITIAN Jenis Berdasarkan survey awal yang penelitian kuantitatif analitik, penelitian diilakukan di SMP Negeri 41 Medan ini dilakukan di SMP Negeri 41 pada tanggal 24 Oktober 2023 dengan Medan. Adapun waktu penelitian ini metode wawancara, dari 4 orang siswa dimulai dari bulan januari 2024 sampai mengatakan pernah merokok dii luar Populasi penelitian ini dan di lingkungan sekolah dan 3 adalah remaja kelas VII dan Vi yang berjenis kelamin laki- laki sebanyak Kemudia siswa mengatakan 384 orang di SMP Negeri 41 Medan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 40 orang. anggota keluarga merupakan perokok 1 Hasil Penelitian 1 Karakteristik Sampel Diketahui perokok aktif. Siswa yang merokok me njad ii responden yaitu sebanyak karena keiinginan sendiri dan terbawa 40 orang siswa. %). Sampel pengaruh dari temannya. Ada siswa dalam penelitian ini adalah siis wa yang menghabiskan 2-3 batang perhari Kelas VII & Vi SMP Negeri 41 Hasiil observasi peneliti melihat ada Meida n siswa yang merokok dii luar kawasan seik ola h dengan teman sebaya nya. kelamin adalah sebagai berikut : Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Tuntungan. Umur Jenis Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Tabel 4. 1 Tabel Karakteristik Respoden Berdasarkan Usia dan jenis Kelamin Karakt Frekuensi (N) 1 Umur Pra Remaja Remaja Awal 2 Jenis Laki-Laki Berdasarkan (%) Kelas Vi Frekuensi (%) (N) Freku en si (N) (%) No Kateg keseluruhan berjenis kelamin Laki- Laki yaitu sebanyak 40 siswa-siswa . %), untuk kategori Umur diketahui responden dalam usia Pra Kelas VII Rei maja (<15Tahu. sebanyak 34 siswa . ,0%) dan responden pada usia Remaja Awal (>15 Tahu. Baiik Cukup Kurang Total Setelah keseluruhan responden maka didapatkan sebagai berikut. sebanyak 6 siswa. ,0%). Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat Tabel 4. 1 Tabel Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas bahwa pada kelas VII dan keilas Vi Kelas ada seorang pun pada saat pre-test . %). Kelas VII Frekuensi (N) (%) Responden yang pengetahuannya baik tidak Dar i 17 s iswa ke la s VI d ik e ta hui s is wa Kelas Vi Total ya ng b er pe nge ta hua n yaitu sebanyak 5 siswa . ,4%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 12 siswa Berdasarkan tabel diatas dari 40 orang . ,6%), sedangkan dari 23 siswa kelas responden diketahui siswa kelas VII Vi sebanyak 17 siswa . ,5%) dan siswa be rp e nge ta hua n cukup yaitu sebanyak 3 kelas Vi sebanyak 23 siswa . ,5%). ,0%) dan berpengetahuan kurang 2 Analisis Univariat seibanyak 20 siswa . ,0%) Pengetahuan Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Pretest siswa Kelas VII dan Vi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 s iswa ya ng Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pretest Pengetahuan Posttest siswa Kels VII No Katego Frekue Percent nsi (N) (%) Posiit iif 2 Neigatiif 10 58,8 dan Vi Kateg Baik Cukup Kurang Total Kelas Kelas VII Freku Frekuen (%) en (%) si (N) si (N) 14 60, 9 39, 0 0,0 Posttest Total (%) (%) Tabel diatas menunjukkan bahwa sikap positif pada 17 siswa kelas Vi sebanyak 7 siis wa . ,2%) dan sikap Negatif sebesar 10 siswa . ,8%). Dan dari 23 siswa kelas Berdasarkan tabel diatas dapat Vi diketahui bahwa yang memiliki dilihat bahwa pada kelas VII Dar i sikap positif sebanyak 12 siswa 17 s is wa d ik e ta hu i s is wa ya ng . ,2%) dan Sikap Negatif 11 siswa berpenge tahua n . ,8%). ,5%), ber pe nge ta hua n cukup sebanyak Tabel 4. Distribusi Frekuensi Efikasi dri & Sikap Postest Responden 3 siswa ,6%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 1 siswa . ,9%), sedangkan darii 23 siswa keilas VII diketahui siswa yang b er pe nge ta hua n baik yaitu sebanyak 14 siswa . ,9%), be rp e nge ta hua n cukup sebanyak Pretest Posttes N Kat Freku Perce (%)( o egor ensi nt (%) (N) 1 Positi 16 94,1 23 100, 2 Neiga 1 5,9 0 0,0 Total 17 100,0 9 siswa . ,1%). Tabel diatas menunjukkan bahwa Efikasi diri & Sikap siikap positif pada 17 siswa keilas Tabeil 4. VII meningkat sebanyak 16 siswa Distribusi Frekuensi Efikasi diri & Sikap Preit eist Responden ,1%) Negatif berkurang menjadi sebanyak 1 siswa . ,9%). Dan dari 23 siswa kelas Vi diketahui bahwa sikap positif sebanyak 23 siswa Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) . %). 1 Analisa Bivariat Tingkat Pengetahuan remaja Sebelum dan Sesudah Intervensi Menggunakan Audio Visual Tabel 4. 4 Hasil Uji Hipotesis Uji Wilxocon Variabel Pengetahuan Statistik NMean p Rank value Negative Ranks PositiveRan ks Ties Total 0,00 11,00 Pada tabel uji ,00 variabel S iikap diatas dapat dilihat bahwa nilai neigatiivei ranks yaitu sebesar 0,00 dan positivei ranks 11,00 sehingga biis a dinyatakan perubahan siikap responden positive Negative Ranks 0 Positive Ranks 37 Tiieis ,00 ,00 19,00 dengan nilai s iikap naiik sebesar 11, 00. Hasiil uji wiilxocon diid apatkan niila i p-value 0,000 < 0, 05 Maka ya ycu Total Pada diitolak dan yayca diterima, yang berarti diilihat nilai negative ranks yaitu 0,00 19,00 sehingga bisa dinyatakan perubahan sebesar 19,00. Maka pada hasil uji wiilxocon diidapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 Maka yaycu ditolak dan yayca diterima, artinya ada perbedaan deingan media visual audio viis ual. Tabel 4. 5 Hasiil Uji Hipotesis Uji Wiilxocon Variabel Siikap Statistik Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Mean Rank peir ubahan efikasi dan sikap pada 2 PEMBAHASAN Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari- hari. Sangat mudah untuk menemukan perokok pria dan wanita, anak-anak dan orang tua, kaya dan miskin. Kebiasaan kandungan bahan kimia dalam rokok yang bersifat adiktif dan sulit untuk dihentikan (Arifin & Yunasri 2. Rokok p value berbahaya dan membuat ketagihan yang dapat menyebabkan penyakit Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Yang dilakukan upaya untuk mencega h perilaku merokok di kalangan reimaja. penyeibab kematian utama di dunia (Feir iiya ntii eit al, 2. Rokok mengandung bahan kimia Perilaku seperti tar, niik otiin, arseniic, karbon kalangan remaja di pengaruhi oleih monoksiida dan niitrosamiinei yang dapat berba haya bagi perokok. Asap bahaya rokok dan siikap yang kurang rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif namun juga bagi Pengetahuan perokok pasif. Banyak penyakit yang efikasi diri . ercaya dir. Remaja dengan efikasi diri kehamilan, malnutrisi pada janin dan sedangkan remaja dengan efikasi diri gangguan pernafasan, asma, kanker paru-paru, strok ei, hipertensii dan bronchiit iis (Riid wan eit al. , 2. Me dia audio viisual sangat baiik dalam me njelaskan s uatu proses Remaja peristiwa, dapat diiulang- ulang dan dengan rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka mencoba merokok dan akhirnya menjadi perokok aktif. berdampak pada sikap pesertanya. Merokok la gii, akan ada leibiih menimbulkan dampak negatif berupa banyak peima ha man. Yang jeilas menurunnya prestasi akademik di motiiv asii Memang benar, merokok me mpengaruhii psiik ologii Pendid iik an membahayakan kesehatan. Bahaya dengan MetodeCeramah cendrung membuat siswa leb iih cepat bosan, meningkatkan risiko penyakit tidak sehigga materi yang diisa mpaikan guru sulit difahami. oleih karena iitu meinurunkan jumlah sperma dan penggunaan media audio dapat menjadi cara untuk mengatasi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Perlu Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) permasalahan seperti diatas, karena penelitian, terdapat perbedaan antara pengetahuan anak Remaja Kelas VII beberapa keunggulan yaitu leb ii h & Vi Dii SMP Negeri 41 sebeilum menarik kareina terdiir i dari gambar diberiik an Media Aud iio Visual berpusat kepada guru, dan siswa Dangers Of Smoking pada siswa Apabiila Kelas VII & Vi Dii SMP Ne geri 41 penggunaan medii=a audio visual ini Me dan de nga n niil aii p-v aluei 0. berhasiil maka has iil belajar siswa mengalamipeningkatan atau Hal iinii seij alan merupakan media yang efekti untuk perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah (RiizkiIrmadhani 2. , diiberikan media vidi (Selvia & Penelitian ini juga seij ala n Suwarni, 2. dengan penelitian oleih Oktavian. Dalam penelitian ini sebelum dkk . yang me ngata kan bahwa diilakukan intervensi. Hasil dari Pendika n Kesei= hata n Dengan Me dia kuesioner yang diiberikan mas ii h Audio banyak siiswa yang beilum yang Visual e feiktif me niingkatkan pengetahuan karena mencakup dua jenis media mendengar teintang beberapa zat berbahaya yang . dan melihat . yang teirdapat dii dala m rokok seperti AuZat merupakan bahan atau alat yang dii Niikotin gunakan pada situasi belajar demi mampu menyebabkan ketagihanAy, membantu tulisan serta kata-kata AuKandungan kimia pada rokok dapat merusak otakAy. Hal ini dikarenakan mei= nularkan pe ngeta hua n, e fiikas ii kurangnya pengetahuan para siswa serta siikap. ( Nur, 2. Perbedaan Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Sebelum Setelah diberikan Intervensi dengan Media Audio Visual Bei= rdasarka n has iil Berdasarkan ha siil penelitia n tentang pengetahuan, diketahui dar i 17 s is wa k e i la s VII d ik e ta h u ii setelah post-test ditemukan ada peningkatan pengetahuan d ima na Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) s iswa ya ng berpe ngeta hua n baik tersebut termasuk pada kategori pengetahuan kurang . %) dan menjadi sebanyak 13 siswa . ,5%), siikap yang kurang, dan setelah berpe nge ta hua n diilakukannya intervensi atau saat post-teis t pada tingkat pengetahuan . ,0%) . ,4%) berkurang menjadi 3 siswa responden(R. dan berpengetahuan kurang yang sebanyak 12 siswa . ,6%), juga beir kurang menjadi sebanyak 1 bahwa adanya pengaruh intervensi siswa . ,9%). Sedangkan pada kelas diilakukan, namun untuk s iikap Vi sebeilumnya tidak didapatkan siswa berpengetahuan baik . ,0%) meninkatkan menjadi sebanyak 14 siswa . ,9%), sebelumnya juga diid apatkan perubahan menjadi positif. s is wa ya ng erp e nge ta hua ,0%) Berdasarkan penjelasan diatas meningkatkan menjadi sebanyak 9 maka salah satu upaya yang dapat siswa . ,1%). Setelah dilakukukani denga n media vidio, terdapat peningkatan pengetahuan responden dimana hasil meilakukan pendidikan kesehatan terutama pada anak remaja pada pengetahuan responden meningkat adalah dengan Berdasarkan visual, diliat dari niila i rata-rata pada tabeil hasiil ujii Wiilcoxon niilaii sesudah di berikan media aud iio neigatiiv ei ranks yaiitu 0,00 dan posiit iiv ei ranks 19,00 seihingga biisa diibandingkan dengan niilai rata-rata diinyatakan perubahan pengetahuan seibelum di berikan intervensi. responden positiive dengan niila i Namun pada penelitian ini pengetahuan naiik sebesar 19,00. Maka pada hasiil ujii wiilx ocon siswa keila s VII dimana pada saat diidapatkan niila i p-v aluei 0,000 < prei-teist dilakukan responden (R. 0,05 Maka yaycu ditolak dan yayca Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) artinya ada perbedaan dan menyenangkan menggunakan mediia audio visual (Sarii 2. seibelum dan setelah iinteirveinsii deingan meidiia video audiio viisual. Media aud iio visual . yang dapat diiliihat dan diamati, diib uat Perbedaan Efikasi diri & Sikap Tentang Bahaya Merokok Sebelum dan Setelah diberikan Inte rvensi dengan Media Audio Visual menarik serta tulisan dan suara yang Berdasarkan hasiil penelitian mudah dime ngertii sehingga leb iih sikap posiitif pada 17 siswa kelas efiesien dalam penggunaanya agar VII sebelumnya sebanyak 7 siswa . ,2%) meningkat sebanyak (Kurniati, dkk, 2. Ma nfaat siswa . ,1%) dan siikap Negatif sebesar 10 siswa . ,8%) berkurang dalam proses beilajar meingajar bagii menjadi sebanyak 1 siswa . ,9%). siswa antara lain yaitu pengajaran Dan darii 23 siswa keilas Vi diketahui bahwa le b iih me nar iik meinumbuhkan motivasii beilajar, mateirii peingajaran akan leibiih jeilas seirta meindapatkan has iil siswa . %) dan Siikap Negatif beilajar yang maksiima l. Meidiia yang sebelumnya 11 siswa . ,8%) aud iio ,2%) has iil lagii( 0,0%). dia mb iil seperti le b ii h efektif dalam Berdasarkan terdapat perbedaan bemakna antara dapat melayani gaya bahasa siis wa efikasi diiri & s iikap anak Siswa kelas viisua l. VII & Vi SMP Negeri 41 Medan tentang bahaya merokok sebelum da n leb iih dari yang disampaiik an media setelah diberikan media audio Viis ua l audio maupun visual, siswa akan dengan niilai p- valuei 0. 000 < 0. Hal ini mei= nunjukkan a da perbedaan yang signifika n efiikasi diri langs ung seihii ngga tiid ak hanya meimbayangkan, dan leibiih menariik Vol. 10 No. 1 Juni 2025 & s iikap pada saat sesuda h intervensi Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) menggunakan media audio visual. Pendidiikan Pendidikan meiniingkatkan e fikasii & s iik ap me nya mpaiikan (Meiinariis a. Pada pesan kesehatan penelitian ini rata-rata rei= sponden mempunyai siikap Negatif terhadap bahaya merokok bagi keseihatan Penyampaian pesan yang diilakukan sei= bes ar 36,1% rata-rata dalam Pendidikan kesehatan atau penyuluhan tiidak hanya diilakukan Pos iitiif teir hadap bahaya meirokok dengan cara facei to facei, namun bagi keseihatan seib esar 63,9% sehingga bisa dinyatakan perubahan meinggunakan berbagaimedia. Dan dilihat dari efektif tidaknya bentuk atau metode penyuluhan keseihatan, efiik asii siikap posiitiif. Dari media audio viisua l d iirasa sangat tepat untuk menya mpaiikan pesan diidapatkan niilaii p v aluei 0,000< kepada siswa/i, terutama diikalangan 0,05 Ma ka ya yca diterima dan ya0 atau keilompok diitolak, artiinya ada perbedaan yang bermaknaantara efikasi dirii & sikap sekolah ( Miila h Has iil penelitian ini seij ala n dengan temuan Yulinda & Fitriah dengan media audiio viisual . Terjadii . 8,) peningkatan efikasi diri & siikap ceramah dan audio- viisua l dapat yang signifikan dengan p-v aluei 0,000. penyuluhan tentang SADARI i di mendukung penelitian seibeil umya SMKN 5 Surabaya. (Yuliinda & Fiitriiyah 2. Has iil bermakna antara peningkatan s iikap keilo mpok masyarakat seibeilu m Peneliti la iinnya ya iitu Heipiia Guspiita menyatakan bahwa metode danseisudah dii diilakukan intervensi menggunakan me dia Audio Viisual (Kurniati 2. siikap tentang HIiV/AIiD S pada remaja SMK Triitech Iinfor matiika Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) dan SMK Namiira Teic h Nusantara. Negeri Medan perbedaan yang Kesimpulan Efikasi diri dan siikap remaja Berdasarkan has iil penelitian tentang bahaya merokok antara pengetahuan dan siikap tentang bahaya merokok terhadap tindakan siswa Keila s Vi SMP Negeri 41 Medan, dapat diisimpulkan bahwa : Setelah Terdapat peniingkatan rata-rata yang siignifikan. Media Viideo efektif dalam meningkatkan Mayoritas pengetahuan. Eifikasi diri dan siikap remaja tentang bahaya keseihatan yakni =i sebanyak 27 siswa . ,5%) ,12 siswa Saran Mengingat . ,0%) dengan peingeitahua n belum maksimal menggambarkan Cukup dan responden denga n Efektifitas kategori Kurang Viisua l Dangeirs Smok iing siswa . ,5%) . Dalam Meningkatkan Pengetahuan. Pengetahuan tentang bahaya Efiikasi Diri Dan Siikap Rei maja merokok terhadap kesehata n Keilas VII & Vi dii SMP Negeri 41 Me dan Tahun 2024Ay maka dengan iini signiifikan terhadap Efikas i diiri dan S iikap responde n beir iikut : dalam menjaga kesehatan Kepada saran-saran Darihasiil Peenelitia n ini maka memperbanyak bahan refensi di v iis ual Politeknik dangeirs of smok iin g dala m Keseihatan Kei\mei\nkes Mei\dan Jurusan Keperawatan Efikasi diri dan siikap remaja kelas VII & Vi dii S MP Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) mahasiswa program study S. Keperawatan untuk penelitian Kepa da SMP Ne geri 41 Meda n, meningkatkan promos i kesehatan sehingga siswa seijak diini sudah tentang bahaya merokok terhadap kepada dengan skala penelitian yang leibiih luas untuk mendapatkan ha siil penelitian terbaru yang leibiih akurat. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) DAFTAR PUSTAKA