Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 558- 564 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Iklas Supriyanto1. Mawardi2 Universitas Kristen Satya Wacana. Jawa Tengah. Indonesia1,2 E-mail : iklas. supriyanto44@gmail. com1, mawardi@staff. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran Group Investigation. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri Tingkir Lor 02 yang berjumlah 32 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan rubrik penilaian keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, pada siklus I yaitu dari 32 siswa terdapat 4 siswa . ,50%) dengan kriteria AuSangat TinggiAy, 19 siswa . ,38%) dengan kriteria AuTinggiAy, 9 siswa . ,12%) dengan kriteria AuCukupAy, dan tidak terdapat siswa yang mendapat kriteria AuRendahAy dan AuSangat RendahAy. Kemudian pada siklus II diperoleh hasil yaitu sebanyak 14 siswa . ,75%) dengan kriteria AuSangat TinggiAy, 17 siswa . ,13%) dengan kriteria AuTinggiAy, 1 siswa . ,12%) dengan kriteria AuCukupAy dan tidak terdapat siswa yang mendapat kriteria AuRendahAy dan AuSangat RendahAy. Jadi model Group Investigation yang diterapkan sesuai langkah-langkah yang tepat dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Group Investigation. Berpikir Kritis Abstract This_research aim to_improvenstudentsAo critical_thinking skills through the implementation Group Investigation learning model. Type of the research is Classroom Action Research (CAR) consisted of two cycles with observation and scoring rubric of critical thinking skill as its instruments. There were 32 students of the third grade of SD Negeri Tingkir Lor 02 participated as the subject of the research. The data were analyzed quantitatively and qualitatively In the finding of Cycle I, 4 . ,50%) out of 32 students were categorized very high, 19 . ,38%) students were categorized high, and 9 . ,12%) students were categorized adequate. Then, in the Cycle II, 14 . ,75%) out of 32 students were categorized very high, 17 . ,13%) students were categorized high, and 1 . ,12%) student was categorized adequate. Hence, the research depicted that the implementation of Group Investigation learning model can improve studentsAo criticalnthinking skills. Keywords: Group Investigation. Critical Thinking Copyright . 2020 Iklas Supriyanto. Mawardi A Corresponding author : Address : Salatiga. Jawa Tengah Email : iklas. supriyanto44@gmail. Phone : DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Indikator berpikir kritis dirumuskan dalam PENDAHULUAN Kurikulum 2013 merupakan inovasi baru kegiatan-kegiatan sebagai berikut: . mencari pendidikan Indonesia yang memunculkan gagasan jawaban yang jelas dari setiap pertanyaan. mmencari argumen. berusaha mengetahui informasi dengan tepat. menggunakan sumber Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar (SD) pada yang kredibilitas. bersikap dan berpikir menggunakan pendekatan terpadu dan penilaiannautentik. bersikap secara sistematis dan Pembelajaran teratur (Faiz, 2012: 3-. Selanjutnya Susanto . 3: 125-. menyatakan bahwa indikator memberikan pengalaman yang bermakna kepada aspeknberpikir kritis dalam pembelajaran, yaitu: siswa dengan cara menghubungkan banyak mata memberikan penjelasan sederhana, membangun pelajaran kedalam sebuah tema (Trianto, 2007: . keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan Selain itu, pembelajaran kurikulum 2013 juga penjelasan lebih lanjut, mengatur strategi dan mengedepankan keterampilan-keterampilan yang . Berdasarkan Keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan siswa keterampilan berpikir kritis yang digunakan dalam menurut US-based Partnership for 21st Century penelitian ini yaitu: . nmemberikan penjelasan Skills (P. dalam Zubaidah . yaitu 4C . olaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan keputusan, . bersikap dan berpikir terbuka, dan Pernyataan ini selaras dengan pendapat . berpikir dan bersikap secara sistematis dan Listiani . 8:101-. bahwa pendidikan abad Dari keempat indikator tersebut kemudian ke-21 merupakan pendidikan yang mengandalkan dibuat kriteria seperti Tabel 1 sebagai berikut. Menurut Wedekaningsih. 9: . berpikir kritis adalah Tabel 1. IndikatornKeterampilan BerpikirnKritis proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam Aspek Indikator kegiatan mental seperti memecahkan masalah. Memberikan . Mengidentifikasi masalah . Merumuskan masalah . Mengidentifikasi kesimpulan dari masalah . Mengklarifikasi suatu penjelasan melalui tanya . Mempertimbangkan . Mencari sumber yang . Mengamati laporan hasil mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah. Sedangkan menurut Zamroni dalam Yunita . 8: . berkembangnya kreatifitas, dimana kreatifitas muncul karena permasalahan yang menuntut untuk berpikir kreatif. Menentukan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Bersikap dan Berpikir dan bersikap secara sistematis dan . Mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi Investigation (GI). GI dipilih karena model Bersikap teliti Bersikap objektif Mau menerima saran Menerima pendapat orang Menghargai Menghargai Memilih pendapat yang Memilih pendapat yang Berdasarkan hasilnpengamatan siswa di i Negeri Tingkir Lor menunjukkan bahwanketerampilan berpikirnkritis siswa masih berada pada kriteria rendah karena belajarnsecara mandiri, sehingga siswa kurang cenderung menghafal daripada memahami materi pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti perlu mencarikan solusi agar pembelajaranndapat memberikan hasil kannketerampilan berpikirnkritis siswa kelas i SD Negeri Tingkir Lor 02. Salah satu solusinya yaitu menggunakan model pembelajaran yang mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif membangun pengetahuannya sendiri melalui kerjasama dengan cara berkelompok dan memotivasi siswa untuk berpikir secara kritis. Model yangnsesuai untuk mengatasinmasalah pembelajaran ini mengajaknsiswa untuk berperan pendapatnya serta dituntut untuk melakukan 2013:. Model (Umaroh. Group Investigation sesuai dengan karakteristik siswa (Supriyati, 2015:. Dengan berkelompok siswa akan semangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Proses belajar menggunakan Group Investigation seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran (Anjar, 2019:. Strategi yang menyenangkan memungkinkan setiap siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran (Minsih, 2018: . Menurut Slavin . Group Investigation (GI) terdirindari beberapa langkah yaitu: . identifikasi topik dan mengaturnsiswa presentasi hasil laporannakhir. Sejalan dengan itu pendapat Huda . 4: 293-. dan Sugiyanto . 9: 47-. pembelajaran Group Investigation terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: . menyeleksi topik, . perencanaan kerja sama, . pelaksanaan rencana, . analisis dan sintesis, . penyajian hasil, . guru melakukan Berdasarkan langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilihat pada tabel berikut. Group Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel 2. Langkah Pembelajaran Model Group Investigation Langkah-langkah Kegiatan Guru Pengelompokkan. Membagi siswa menjadi kelompok kecil dan pemilihan Guru menyediakan topik Perencanaan Guru merencanakan prosedur pembelajaran, tugas, dan tujuan pembelajaran Guru memberikan lembar kerja Investigasi Guru mengembangkan pendapat-pendapat yang telah direncanakan Guru berkeliling membimbing siswa dalam berdiskusi Analisis dan Guru memberi kesempatan siswa Sintesis meringkas dari berbagai pendapat teman satu kelompok untuk disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan Guru Penyajian hasil Evaluasi Guru memberikesempatan siswa untuk menyajikan hasil kerjanya Guru bertindak sebagai moderator Guru mengklarifikasi apabila terjadi Guru Kegiatan Siswa Dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil Siswa memilih topik yang disediakan Siswa dibimbing untuk merencanakan prosedur pembelajaran, tugas, dan tujuan dalam pembelajaran Siswa menerima lembar kerja dari guru. Siswa dibimbing untuk mengembangkan pendapat-pendapat Siswa dibimbing oleh guru dalam Siswa meringkas dari berbagai pendapat teman satu kelompok untuk disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan Siswa dibimbing oleh guru dalam membuat laporan hasil diskusi atau kerja Siswa menyajikan hasil akhir Siswa menanggapi hasil presentasi Siswa bersama guru mengklarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman Siswa Berdasarkan permasalahan di atas, maka berjumlah 32 anak terdiri dari 16 anak laki-laki diperlukan suatu perbaikan pembelajarannuntuk dan 16 anak perempuan. Dalam penelitian ini meningkatkannketerampilan berpikirrkritis siswa digunakan rancangan model yang dikembangkan Kelas i SD Negeri Tingkir Lor 02 melalui oleh Kurt Lewin (Arikunto, 2010: . penelitian Group ini dilaksanakan melalui empat tahap yaitu: Investigation. Hipotesis tindakannpenelitian ini perencanaan, pelaksanaan, pengamatan. Teknik berpikir kritis siswa kelassi SD Negeri Tingkir Lor 02 setelah diterapkan modelnpembelajaran Observasi Group Investigation. dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran tematik dengan model Group Investigation. Teknik non tes yang METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan Penelitian dilakukan yang digunakan berupa rubrik berpikir Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini kritis dengan memuat indikator berpikirnkritis adalah siswa kelas tiga SD Negeri Tingkir Lor 02 yangndigunakan sebagai alat untuknmengukur Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. keterampilan berpikirnkritis siswa dengan cara Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui mengobservasi kegiatan siswa pada saat kegiatan bahwa keterampilan berpikir kritisnmengalami peningkatan dari siklusnI ke siklus II setelah Jenis penelitian ini yaitu validitas konstruk. Menurut Sugiyono . 0: . , untuk dapat menguji Investigation. Dari kriteria berpikir kritis sangat tinggi dari siklus I sejumlah 4 siswa . ,50%) Sedangkan analisis data menggunakan pendekatan meningkat ke siklus II menjadi 14 siswa . ,75%). Dari kriteria berpikir kritis tinggi dari siklus I Group sejumlah 19 siswa . , 38%) berkurang ke siklus Indikator keberhasilan dalam penelitian ini II menjadi 17 siswa . ,13%). Dari kriteria antaranlain . keterampilan berpikir kritis siswa berpikir kritis cukup dari siklus I sejumlah 9 siswa Group . ,12%) berkurang pada siklusnII menjadi 1 Investigation meningkat dengan minimal tinggi siswa . ,12%). Hal tersebut menunjukkan bahwa dan . terjadi kenaikan nilai rata-rata klasikal keterampilan berpikir kritis siswa meningkat keterampilannberpikir kritis siswa pada siklus I ke setelah menerapkan modelnpembelajaran Group siklus II. Investigation. Dari data tersebut dapatndisajikan ke dalamngrafik seperti gambar 1 berikut ini. HASIL DAN PEMBAHASAN pembelajaran keterampilan berpikir kritis siswa Kelas i SD Negeri Tingkir Lor 02 masih rendah. Setelah dilakukan siklus I dan siklus II diperoleh data sebagai berikut: Persentase jumlah siswa Kondisi awal dilihat dari pengamatan Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Siklus I Siklus II Predikat Nilai Keterampilan Berpikir Kritis Tabel 3. Distribusi Frekuensi Perbandingan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Siklus I Presenf Siklus II Presenf 12,50% 43,75% 59,38% 53,13% dalamnpenelitian tindakan kelas ini juga diperoleh Cukup 28,12% 03,12% Rendah Sangat Rendah Interval Kategori Ou81 61 Ae 80 Sangat Tinggi Tinggi 41 Ae 60 21 Ae 40 O 20 Gambar 1. Grafik Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Siklus I dan II Selain perbandingan rata-rata, nilai tertingi dan nilai terendah nilai keterampilan berpikirnkritis siswa. Berikut adalah tabel perbandingan rata-rata, nilai Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. tertinggi dan nilai terendah keterampilan berpikir karena peran aktif guru dalamnpenerapan model kritis siswa pada siklus I dan II. Group Investigation. Keberhasilannpenelitian ini dapat terjadi karena penerapannmodel Group Tabel 4. Perbandingan Rata-rata. Nilai Tertinggi dan Nilai Terendah Keterampilan Berpikir Kritis Siklus I dan II Siklus RataNilai Nilai Tertinggi Terendah 70,50 81,25 56,25 75,39 87,50 62,50 Investigation dengan langkah-langkah yang tepat dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi aktifndalam kelompoknya. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian Berdasarkan perbandingan nilai rata-rata dan pembahasan, diperoleh simpulan bahwa keterampilannberpikir kritis siswa pada tabel di terjadinpeningkatan keterampilannberpikir kritis atas mengalami peningkatan dari 70,50 menjadi Hal ini terbukti dari kriteria berpikirnkritis 75,39. Nilai tertinggi siklus I adalah 81,25, nilai sangat tinggi pada siklus I sebesar 12,50% pada tertinggi siklus II adalah 87,50. Sedangkan nilai siklus II menjadi 43,75%, terjadi peningkatan terendah pada siklus I adalah 56,25 nilai terendah sebesar 31,25%. Dari kriteria berpikir kritis tinggi siklus II adalah 62,50. Hal tersebut menunjukkan dari siklus I sebesar 59,38% menjadi 53,13% terjadi penurunan 6,25% hal tersebut terjadi karena mengalami peningkatan. adanbeberapa siswa yangnmengalami peningkatan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terjadi peningkatan terhadap nilai keterampilan keterampilannberpikir kritis dari siklus I sampai berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnyanrata-rata nilai klasikal keterampilan yangndilakukan peneliti peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari 70,50 pada siklus I berpikir kritis dari siklus I siswa yang termasuk menjadi 75,39 pada siklus II. Berdasarkan dalam kriteria sangat tinggi adalah 12,50% lalu peningkatan tersebut dapat diketahui bahwa rata- meningkat pada siklus II yaitu 43,75%, kriteria rata nilai klasikal keterampilannberpikir kritis berpikir kritis tinggi siklus I yaitu 59,38% berkurang padansiklus II menjadi 53,13%, kriteria modelnpembelajaran Group Investigationnyang berpikirnkritis cukup siklus I sebesar 28,12% dilaksanakan dengan langkah-langkahnyangn tepat berkurang pada siklus II menjadi 3,12%. Penelitian dapatnnmeningkatkan keterampilannberpikir kritis ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh II. Hasil dalam berpikir kritis. Selain itu diketahui bahwa Miraningsih . yang menyatakan bahwa annGroup Keterampilan berpikir kritis dapatnmeningkat 4,89. Jadi Berdasarkan simpulan diatas, disarankan model pembelajaran Group Investigation dapat Investigation keterampilannberpikir kritis siswa, guru dapat Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Pada Siswa Sekolah Dasar Ae Iklas Supriyanto. Mawardi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. meningkatkan kompetensi profesionalnya dalam pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. DAFTAR PUSTAKA Anjar. Wasitohadi, & Sri. Perbedaan Efektifitas Group Investigation dengan Problem Based Learning Terhadap Kerjasama Siswa Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir. Jurnal Basicedu, 3. Arikunto. Penelitiann Tindakan_Kelas. Jakarta: BuminAksara. Faiz. Thinking Skill: PengantarnMenuju Berpikir Kritis. Yogyakarta: Suka Press. Huda. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paraidgmatis. Yogyakarta: Pustaka