JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI : 10. 53491/jiep. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 e-ISSN 3021-7180 Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z Di Era 5. 0 Dalam Perspektif Al-Quran Achmad Nasrul Chaq1. Afif Syaiful Mahmudin2 1,2Institut Agama Islam Negeri Ponorogo E-mail: achmadn690@gmail. com1 , afifsyaifulmahmudin7@gmail. Abstrak. Di era digital, pendidikan karakter adalah proses yang selalu mengarah pada perbaikan karakter manusia. Pendidikan karakter adalah upaya sistematis untuk memberi siswa pemahaman tentang nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan negara. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk membuat siswa menjadi individu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan bermartabat. Untuk membantu Gen Z menghadapi Era 5. 0 saat ini, tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pendidikan karakter dari perspektif Al-Quran. Penelitian kepustakaan memecahkan masalah. Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber. data primer dan sekunder, bersama dengan data Data saat ini dianalisis menggunakan metode hermeneutika melalui analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkontribusi terhadap pengembangan kepribadian yang berkualitas, menghadapi perubahan sosial dan teknologi, serta penerapan nilai etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Strategi untuk menumbuhkan pendidikan karakter seperti pembiasaan, keteladanan, dan pendidikan berbasis teknologi juga harus diterapkan. Oleh karena itu, pendidikan karakter di Era 5. yang berwawasan Al-Quran dapat membentuk generasi yang berkualitas dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Generasi Z. Era 5. Al-Quran Abstract. In the digital era, character education is a process that always leads to improving human character. Character education is a systematic effort to give students an understanding of the values of human behavior in relation to God, themselves, fellow humans, the environment and the state. The aim of national education is to make students become individuals who believe and are devoted to God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, creative, independent and dignified. To help Gen Z face the current Era 5. 0, the aim of this article is to provide character education from the perspective of the Koran. Library research solves problems. This data is collected from various sources. primary and secondary data, along with supporting data. The current data is analyzed using the hermeneutic method through analysis. The results of this research show that character education contributes to quality personality development, facing social and technological changes, as well as the application of ethical and moral values in everyday life. Strategies to foster character education such as habituation, role modeling and technology-based education must also be Therefore, character education in Era 5. 0 with an insight into the Koran can form a generation that is qualified and resilient to face the challenges of the times. Keywords: Character Education. Generation Z. Era 5. Quran http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 A2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Pendahuluan. Salah satu kunci untuk mempersiapkan generasi muda untuk menyambut dan menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompetitif adalah pendidikan. Karakter suatu negara sangat penting untuk kelangsungan hidupnya. Ketika sebuah negara memiliki karakter yang kuat, itu bisa menjadi negara yang terkenal, dan orang lain akan menyegani negara kita. Saat ini, pendidikan yang baik sangat penting untuk kehidupan manusia. Pendidikan sangat penting untuk kemajuan suatu negara atau negara (Ahmadi, 2. Pada global pendidikan, pembentukan pendidikan karakter ialah problem primer saat ini. Selain itu, pendidikan karakter ialah bagian asal proses pembentukan akhlak anak bangsa. Pendidikan karakter pula bisa membantu menanamkan nilainilai budaya bangsa yg telah terkikis oleh era globalisasi ketika ini. dalam hal ini, orang tua serta pendidik mempunyai kiprah yang signifikan pada pembentukan pendidikan karakter buat mempersiapkan seseorang anak buat sebagai penerus bangsa dalam hal moral, iman, serta karakter pada masa dewasa. sudah terbukti bahwa prinsip dasar pendidikan karakter yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa keselamatan serta kekuatan warga tergantung di seorang dan bagaimana mereka mempersiapkan anak-anak mereka. pendidikan anak, pendidikan sosial, dan karakter atau perilakunya, yang Islam sangat memperhatikan. waktu mereka belajar, tumbuh, dan berpartisipasi pada kehidupan, mereka akan memberikan gambaran yg sempurna wacana orang yg cerdas, adil, dan bijaksana (Ainiyah, 2. Salah satu persoalan yang dihadapi generasi Z di warga Era Sosial 5. 0 ini termasuk duduk perkara paling mendesak yang ketika ini dihadapi seluruh masyarakat di seluruh global, baik muslim maupun non-muslim. fenomena ini ditimbulkan oleh kabar bahwa para pelajar remaja ini sedang pada termin perkembangan fisik serta mental, yg mengakibatkan mereka mengalami poly gejolak mental serta pikiran. tak jarang, hal ini menyebabkan mereka mengalami kegelisahan atau keguncangan pada hayati mereka, yg menyebabkan mereka berusaha keluar dari lingkungan tersebut. ke sikap islami adalah satu-satunya cara buat http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad N. Chaq & Afif S. Mahmudin: Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan A Agama Islam sangat memperhatikan upaya pemugaran mental remaja. generasi muda saat ini artinya aktor primer yg akan berperan pada masa depan, serta mereka juga akan menjadi pondasi yg akan menopang masa depan rakyat serta negara ini. sang sebab itu, poly ayat atau hadist pada Al-Quran yang mengajak kita untuk membina dan mengajarkan anak-anak kita kebaikan. karena kebaikan generasi belia memilih masa depan bangsa dan individunya. Pendidikan karakter sangat penting bagi para pelajar, terutama remaja, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Tujuan dari ikhtiar ini adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat negara, meningkatkan taraf hidup, dan memupuk kehidupan yang lebih kaya, aman, nyaman, dan sejahtera. Pendidikan yang diberikan akan membentuk generasi mendatang, menumbuhkan pola pikir seperti masyarakat London sekaligus menanamkan semangat kasih sayang yang terinspirasi oleh Masjidil Haram, yang mewujudkan perpaduan harmonis antara kecerdasan intelektual dan perwujudan kualitas-kualitas luhur. Remaja, sebagai pembawa obor masa depan, harus diberikan kesempatan untuk tumbuh secara holistik dan terarah, menerima pendidikan komprehensif yang mengintegrasikan pengetahuan umum dan penanaman nilai-nilai karakter. Dalam menjamin keberlanjutan kehidupan nasional dan internasional, generasi muda memiliki peran dan peran penting. Meskipun fakta di lapangan, seperti yang ditampilkan di media sosial, media cetak, dan elektronik, menunjukkan bahwa pelajar remaja menjadi penerus dari perilaku yang memprihatinkan dan bahkan meresahkan masyarakat. Ini adalah hasil dari pendidikan karakter yang terabaikan di Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan karakter tidak hanya harus diterapkan di sekolah saja. itu juga harus diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta di lembaga pendidikan lain seperti pondok pesantren, untuk menghasilkan penerus dan calon pemimpin bangsa yang tidak hanya mampu di bidang akademik tetapi juga menjadi pelajar yang berpribadian terpuji dan Berdasarkan dari permasalahan yang sudah dipaparkan di atas, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tantangan Pendidikan di era 5. 0, urgensi pendidikan karakter di era 5. 0, pendidikan karakter dalam perspektif Al-Quran, dan strategi penanaman pendidikan karakter di era 5. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 Metode Penelitian Penelitian ini adalah studi kepustakaan . iterature revie. yang mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian untuk menganalisis fenomena kemajuan era globalisasi dan peran qudwah shalihah dalam penciptaan miliu pendidikan. Data yang digunakan di dalam penelitian ini diperoleh melalui sumber literatur buku dan jurnal-jurnal dalam bidang pendidikan terutama yang terkait dengan qudwah shalihah, miliu pendidikan, era globalisasi dan berbagai tantangannya dalam bidang pendidikan. (Jonathan Sarwono, 2. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan cara pengumpulan, pengorganisasian, dan pemahaman informasi dari sumber-sumber literatur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema utama penelitian terkait dengan peran qudwah shalihah dalam menciptakan miliu pendidikan di era modern, dan hasil analisis data ini menjadi dasar dalam menyusun argumen-argumen dalam penelitian. Hasil dan Pembahasan Tantangan Pendidikan di Era 5. Dalam tantangan pendidikan karakter di era 5. 0 terkait dengan kesulitan yang dihadapi oleh Generasi Z dalam menghadapi kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Pendidikan karakter menjadi penting untuk mengembangkan masyarakat(Alfikri, 2. Beberapa tantangan yang harus diatasi meliputi: Pertama, peserta didik dan guru harus mempunyai kesiapan dalam akses dan penguasaan teknologi. Generasi Z memiliki keberadaan teknologi yang sangat cepat, yang membuat mereka mudah mengakses berita atau budaya yang Dalam dunia pendidikan, kesiapan peserta didik dan guru dalam menggunakan teknologi baru menjadi tantangan yang harus diatasi(Handayani et , 2. yang Kedua, mengenai pengembangan teknologi baru dan resikonya di Era 5. 0 ini memiliki resiko terkait dengan pengembangan dan penggunaan teknologi baru. Perencanaan yang matang dan bagus diperlukan untuk memperkecil risiko ini. Tantangan yang Ketiga, ialah penguatan pendidikan Pendidikan karakter sendiri sangat penting pada era society 5. 0 karena pada saat ini kebanyakan manusia memiliki sifat individual. Dengan Pendidikan karakter akan melatih individu untuk menjadikan hidup secara baik seperti saling http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad N. Chaq & Afif S. Mahmudin: Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan A peduli terhadap sesama. Keempat: Adaptasi sistem pendidikan digital: Karena perkembangan teknologi yang pesat dan berskala besar saat ini, maka sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi sistem pendidikan yang sedang berlangsung. Terakhir, tantangan kelima: mengajarkan nilai-nilai agama: Mewujudkan pengembangan karakter dengan mengutamakan nilai-nilai agama, mengakui dan menghormati kemajemukan yang ada, toleransi antar umat beragama, dan mengutarakan kehendak sendiri, tidak memaksakan diri dan saling mencintai (Kamarudin & Djafri, 2. Urgensi Pendidikan karakter Di Era 5. Pendidikan karakter ialah sebuah proses pembentukan kepribadian individu melalui penanaman nilai-nilai moral serta etika pada dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter sendiri bertujuan buat menghasilkan generasi yg mempunyai keutamaan nilai-nilai positif. agar hingga pada tujuan tersebut perlu dilakukan pengawalan secara ketat buat menananmkan nilai hayati secara normative pada Hal ini sebagaimana tertulis dalam UU system pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003 bahwa proyeksi pendidikan nasional adalah membuatkan peserta didik buat memiliki kecerdasan, kepribadian, serta pula akhlak mulia. berasal sini ada salah satuy poin yang krusial yaitu pembentukan insan yang cerdas serta berkarakter. seperti halnya masalah pada februari tahun 2018 dahulu seseorang dosen pada sebuah Universitas partikelir di tahan sebab memposting hoaks wacana kasus penghilangan nyawa, tak hanya itu terdapat juga yg mengembangkan konten ujaran kebencian terhadap agama minoritas, perkara pelecehan seksual anak kandung, aborsi, dan perusakan fasilitas umum . Selain itu sikap menyimpang dilakukan dilingkungan pendidikan mirip kasus perihal buliying yg dilakukan siswa SMP, merokok pada lingkungan sekolah, tidak menghargai berbagai macam perkara tersebut tentu saja menunjukkan degradasi nilai moral di pada kehidupan ini. Terjadinya degradasi moral dalam kehidupan menggunakan baik namun keadaan dilapangan kebanyakan tak memakai media seperti handpone secara baik dan bijak. ( (Di et al. , 2. Berhadapan dengan keadaan global ketika ini artinya pada era society lima. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 konsep ini mempunyai upaya untuk membangun masyarakat super-cerdas atau super smart society yang mana bisa memanfaatkan teknologi serta isu yang terdapat buat bisa meningkatkan kesejahteraan hidup. Pendidikan era society 0 . uper smart societ. merupakan proses pendidikan yang fokus utamanya ialah buat membangunan rasionalitas, pengetahuan serta pula etika insan yang sinkron menggunakan perkembangan teknologi waktu ini. buat membentuk karakter peserta didik sehingga mereka pada bertutur, bertindak tanduk mampu sesuai dengan ketentuan nilai atau istiadat kehidupan yang berlaku. Pendidikan karakter memiliki urgensi yang sangat krusial di era lima. 0 karena perubahan budaya, sosial, serta ekonomi yg mana menghipnotis global pada era society 5. 0, pendidikan karakter menjadi penting karena dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat serta masif mengharuskan pada sektor pendidikan buat beradaptasi terhadap digitalisasi sistem pendidikan yang sedang berkembang. Pendidikan karakter juga krusial buat mengatasi beberapa tantangan, seperti penyalahgunaan teknologi yang dapat mengarah di perubahan karakter serta menjadi tantangan moral bagi Generasi Z. Kurangnya pemahaman terhadap pendidikan karakter bisa berimplikasi pada lunturnya budaya dan moral anak bangsa, mirip tawuran antar pelajar, tindakan radikalisme dan keluarnya sikap-sikapatau perilaku yg kurang mencerminkan menjadi anak bangsa (Awulloh. Abdul Latifah. Khofiyati AAofifah. Nur Huda, 2. Selain itu, pendidikan karakter pula penting sekali dalam menghadapi era 0 karena warga saat ini mengedepankan gaya hidup, yang menuntut generasi masa depan mempunyai karakter unggul dan kemampuan buat menjawab tantangan di masanya. sang karena itu, pendidikan karakter pada era 0 perlu diperkuat melalui acara Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) agar peserta didik bisa sebagai pribadi yang menentukan bagaimana negara ini akan berkembang pada masa depan. Pendidikan Karakter Dalam Al-QurAoan Pendidikan karakter dalam perspektif Al-Quran terjadinya pentingnya pembentukan karakter yang baik dan moral yang kuat. Ada beberapa konsep pendidikan karakter yang dapat diungkapkan dari Al-Quran dan Hadits meliputi landasan karakter pendidikan, tahap-tahap pembentukan karakter pendidikan, metode internalisasi karakter pendidikan, peran guru dan orang tua di dalam http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad N. Chaq & Afif S. Mahmudin: Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan A karakter pendidikan. Al-Quran sudah mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang penting dalam membentuk karakter yang baik. Ajaran Islam menekankan pentingnya pendidikan karakter yang mulia agar manusia hidup sesuai dengan tutunan syari'at, yang bertujuan untuk kemaslahatan serta kebahagiaan umat (Solihin et al. , 2. Pendidikan karakter dalam perspektif Al-Quran juga menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai landasan utama dalam membentuk karakter bangsa yang Qur'ani di masa depan Dalam perspektif Al-Quran, karakter pendidikan juga dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Quran yang mengandung nilai-nilai karakter pendidikan, seperti toleransi, religius, cinta damai, dan sahabat/komunikatif. Konsep pendidikan karakter dalam Al-Quran juga menggambarkan permasalahan karakter bangsa Indonesia dan tekanan pentingnya pendidikan karakter yang dapat menciptakan karakter positif bangsa Indonesia. (Khusairi et al. , 2. Dengan demikian, karakter pendidikan dalam perspektif Al-Quran menekankan pentingnya terbentuknya karakter yang baik, moral yang kuat, dan nilai-nilai etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini menjadi landasan utama dalam membentuk karakter yang Qur'ani dan menciptakan kemaslahatan serta kebahagiaan umat manusia. Al-QurAoan disini sebagai sumber utama dalam pengetahuan tentunya tidak secara eksplisit menjelaskan tentang pendidikan karakter, sehingga diperlukan kajian mendalam. Oleh karena itu berdasarkan penelusuran dari berbagai literature ditemukan dalam ayat al-QurAoan yang mana di dalamnya ada nilai pendidikan karakter sangat banyak, salah satunya dalam surat Al-Hujarat ayat 1115. Berikut penulis uraikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya menurut Bisri mustofa dalam tafsir Al-Ibriz : Nilai saling menghormati merupakan suatu sikap atau cara memanusiakan Bisri Mustofa mengatakan umat beriman tidak boleh membiarkan satu kelompok menghina kelompok lain. Selain itu, manfaat dari pelarangan bias negatif terletak pada kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat modern saat ini tampaknya sangat mudah tertelan oleh topik-topik negatif. Terlalu mudah untuk mengklaim kebenaran dan menganggap orang atau kelompok lain di luar kelompok salah. Namun hal tersebut tidak boleh dipamerkan dalam kehidupan bermasyarakat agar keharmonisan hubungan selalu terjaga. Dalam tafsirnya. Bisri http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 Mustofa menjelaskan agar seluruh umat beriman menjauhi prasangka dan kecurigaan yang semakin meningkat, karena sebagian besar sebenarnya adalah dosa (Bisri, 1. Dan sebagaimana dijelaskan Bisri Mustofa, nilai toleransi adalah bahwa Allah SWT berlaku bagi semua umat manusia. Allah telah menciptakan kalian semua dari satu Nabi Adam. Allah membagi kalian semua menjadi beberapa kelompok dan beberapa negara sehingga kalian semua saling mengenal. Nilai akhirnya adalah tauhid. Tauhid dalam Islam dapat dipahami sebagai suatu konsep yang menyatakan dan mengakui keesaan Allah. Islam mengajarkan bahwa Tuhan Yang Maha Esa dipahami dan dipahami bukan melalui angka-angka, namun berdasarkan kenyataan bahwa Tuhan tidak mempunyai sekutu atau persamaan (Sidik, 2. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 : AeaE aee aaue auaaI aoaeA a Aa aA3 AaiU aea U A Aa aOaaua e aa aOeaeaI A3 Ay auaueU A a Aa aea auaaI acae aA3 Artinya : AuSungguh, pada . Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. Ay Berdasarkan Tafsir al-Mishbah Muhammad Quraysh Shihab, peneliti telah menganalisis nilai-nilai yang ada pada diri Rasulullah SAW, sifat-sifat yang ada pada diri Rasulullah, antara lain (Shihab, 2. : pertama, shiddiq adalah ciri akhlak mulia yang menghiasi akhlak orang-orang yang beriman kepada Allah. Dari pernyataan tersebut diharapkan generasi muda dapat menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kedua. Amanah yang artinya benar-benar dapat diandalkan, yaitu ketika suatu hal diberikan kepadanya, orang dapat percaya bahwa dia mampu melakukannya dengan baik. Ketiga. Fatanah, hal ini dapat diartikan bijaksana. Tidak mungkin pembawa pesan menjadi bodoh dan Dibutuhkan hikmah yang luar biasa untuk menyampaikan ayat-ayat Alquran dan menjelaskannya dengan puluhan ribu hadis. Nabi SAW. Anda harus bisa menjelaskan firman Allah SWT. Yang keempat adalah Tabligh yang artinya menyampaikan seluruh firman Allah SWT. Dipandu oleh manusia dan disampaikan oleh utusan. (Mawangir, 2. Strategi Penanaman Pendidikan Karakter Di Era 5. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan orang tua atau pendidik dalam http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad N. Chaq & Afif S. Mahmudin: Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan A proses penanaman nilai-nilai karakter pada anak di era 5. 0 diantaranya : Pendidikan dengan keteladanan Metode internalisasi nilai melalui pendidikan merupakan pendekatan yang sangat efektif dan secara konsisten membuahkan hasil positif dalam membentuk perkembangan moral, spiritual, dan karakter siswa, khususnya remaja di zaman modern ini. Penting untuk diingat bahwa pendidik memegang posisi yang berpengaruh besar di mata siswanya, dan perilaku serta perilaku mereka, baik disadari atau tidak, menjadi teladan yang harus Setiap perkataan yang diucapkan, tindakan yang dilakukan, dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh pendidik menjadi tertanam dalam diri peserta didik. (Di et al. , 2. Aspek utama dan paling berpengaruh dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya remaja, adalah pemberian pendidikan yang luar Ketika pendidik mewujudkan sifat-sifat seperti integritas, kehandalan, etika yang baik, dan kemampuan untuk menjauhkan diri dari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, maka secara alamiah peserta didik akan menerapkan kejujuran, menumbuhkan akhlak mulia, dan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan keyakinan Sebaliknya, ketika seorang pendidik memiliki sifat-sifat seperti ketidakjujuran, pengecut, pengkhianatan, dan sifat tercela, maka siswa pasti akan mengadopsi sifat-sifat negatif yang tidak pantas menjadi seorang pendidik dan teladan. Pendekatan luar biasa ini berdampak besar terhadap pembentukan karakter siswa, apalagi mengingat besarnya pengaruh orang tua dalam pembinaan karakter remaja. Pendidikan dengan Nasehat Bimbingan merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam pendidikan karakter bagi remaja melibatkan pemberian kebijaksanaan dan Tindakan kekuatan yang signifikan dalam mencerahkan pikiran generasi muda. Dengan menanamkan rasa kesadaran dan mengedepankan nilai-nilai luhur, peserta didik dibekali dengan prinsip-prinsip Islam, dihias dengan akhlak yang http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 luhur, dan didorong untuk mewujudkan perilaku yang bermartabat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kita mengetahui penggunaan metode ini dalam Al-Qur'an, yang mendesak setiap orang untuk melakukannya, padahal Al-Qur'an terus-menerus memberikan petunjuk dan nasihat Ilahi. (Yunita & Mujib, 2. Hendaknya seorang pendidik dan pembimbing jika tidak mengerjakan apa yang diucapkan, tidak mengamalkan apa yang dinasehatkan maka tidak seorang pun terpengaruh dengan nasehatnya. Pendidikan dengan perhatian/pengawasan Mencurahkan perhatian penuh terhadap pembinaan agama dan akhlak peserta didik, memantau dan membimbing pendidikannya secara ketat dalam masalah mental dan sosial, serta secara konsisten mengedepankan pendidikan jasmani dan kemampuan ilmiah merupakan komponen penting dalam pendidikan. Jenis pendidikan ini berfungsi sebagai landasan untuk membentuk karakter siswa yang utuh dan menanamkan rasa tanggung jawab dan kewajiban yang kuat. Prinsip penting pendidikan terletak pada perhatian dan pengawasan terusmenerus dari pendidik terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung, memastikan bahwa mereka selalu berada di bawah pengawasan pembimbing pendidikan mereka, yang mengamati setiap gerakan, perkataan, tindakan, dan arah mereka (Fitri, 2. Pendidikan karakter pada kalangan pelajar remaja tidak akan tumbuh secara sempurna jika para pendidik tidak memperhatikan empat bentuk perhatian dan pengawasan kepada Generasi Z diantaranya: Bidang fokus pertama adalah pendidikan, khususnya kebutuhan perhatian dan Beralih ke perspektif kedua, perhatian dan pengawasan juga penting dari sudut pandang spiritual. Selain itu, perhatian dan pengawasan memainkan peran penting dalam aspek mental dan intelektual, yang merupakan pertimbangan ketiga. Terakhir, perhatian dan pengawasan sangat penting dalam hubungan, menjadikannya aspek keempat yang memerlukan perhatian. Pendidikan di era digital. Kemampuan umat manusia untuk berkembang di abad ke-21 dan seterusnya http://e-journal. id/index. php/jiep Achmad N. Chaq & Afif S. Mahmudin: Urgensi Penanaman Nilai Pendidikan A bergantung pada kapasitasnya untuk menavigasi lanskap global yang sangat Mereka yang mampu mengubah tantangan menjadi prospek yang menguntungkan dan memanfaatkannya adalah mereka yang mampu bertahan. Selain itu, kualitas seperti karakter yang kuat dan integritas moral akan menjadi magnet bagi komunikasi interpersonal yang efektif. Di era modern saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi aspek integral dari peradaban dan kebudayaan manusia, menyebar dengan cepat ke seluruh lapisan masyarakat suatu bangsa, menunjukkan salah satu ciri khasnya. Kemajuan kebudayaan manusia telah menyebabkan berkembangnya teknologi yang pada hakikatnya merupakan ilmu terapan. Dampak teknologi sangat bergantung pada individu yang memanfaatkannya. Pada hakikatnya teknologi dapat dilihat sebagai kekuatan budaya yang tetap netral peran dan fungsinya. Pertanyaan inilah yang perlu dijawab oleh lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam, dimana prinsip-prinsip agama menjadi sumber Untuk mencegah penyalahgunaan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penting bagi berbagai lembaga pendidikan untuk membangun sistem nilai berdasarkan norma-norma yang dianut secara universal oleh umat manusia. Ini termasuk siswa, yang merupakan makhluk individu dan sosial. Norma-norma tersebut dapat berupa norma-norma tradisional atau norma-norma sosial yang berkembang dalam masyarakat (Tarigan, 2. Salah satu kesulitan utama yang dihadapi lembaga pendidikan adalah isu inti yang berkisar pada pelestarian sistem nilai pendidikan Islam yang tumbuh subur baik di masyarakat maupun dunia akademis. Oleh karena itu, sangat penting bagi lembaga pendidikan untuk menawarkan solusi yang tepat guna mencegah kegoyahan proses berpikir siswa remaja masa kini dan menjaga mereka agar tidak mudah terombang-ambing atau terpengaruh. Kesimpulan Pendidikan karakter memiliki urgensi yang tinggi di era 5. Dalam perspektif alQuran, penanaman nilai-nilai pendidikan karakter menjadi semakin penting. Pendidikan karakter membantu membentuk kepribadian yang berkualitas, menghadapi perubahan sosial dan teknologi, dan mengaplikasikan nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Strategi penanaman pendidikan karakter http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 2 Agustus-Januari 2024 seperti pembiasaan, contoh teladan, dan pendidikan berbasis teknologi juga perlu Dengan demikian, pendidikan karakter di era 5. 0 dengan perspektif alQuran dapat membentuk generasi yang berkualitas dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Daftar Pustaka