Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 173-180 Kalindaqdaq Sebagai Karya Sastra Warisan Suku Mandar Hasan Universitas Hasanuddin. Indonesia Korespondensi penulis: hasanali. unhas23@gmail. Haryeni Universitas Hasanuddin. Indonesia E-mail: haryeni. unhas@gmail. Muslimat Universitas Hasanuddin. Indonesia E-mail: muslimat@unhas. Abstract. Kalindaqdaq is one of the traditional traditions originating from the ethnic Mandar tribe. West Sulawesi. This tradition is in the form of conveying parables when they want to convey their wishes to someone, which has characteristics like a rhyme as well as poetry. Kalindaqdaq is an expression of someone's feelings, so it is also known as mandar poetry. This Mandar poetry usually aims to seduce women, struggles, satire, or The origin of the word kalindaqdaq comes from the syllables Kali (Gal. and daqdaq . , so linguistically. Kalindaqdaq can be interpreted as 'the contents of the chest' or a spark of feelings and thoughts expressed in beautiful sentences. Kalindaqdaq, which is an expression of the creativity of the Mandar people, was sung by the people for the first time when the fourth king of the Balanipa kingdom. Daetta Tommuane and Daetta Towaine was paraded riding a Pattudu horse. kalindaqdaq is classified into various themes that touch various aspects of life, ranging from religious themes with syaria'ah and tasawuf nuances, love, patriotism to humor. Kalindaqdaq Mandar is delivered by a speaker, usually a young man, or a middle-aged man, usually even an old man. In short, it is performed by men. Kalindaqdaq can be found in everyday life in the Mandar area, especially in special events such as. Mettumae . , the inauguration of the King and the mappatammaq event . he person who completes the Qur'an rides a dancing Keywords: Kalindaqdaq, literary works. Mandar heritage. Abstrak. Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar. Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi. Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gal. dan daqdaq . , jadi secara bahasa. Kalindaqdaq dapat diartikan Aoisi dadaAo atau cetusan perasaan dan pikiran yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa. Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama Received Oktober 07, 2022. Revised November 02, 2022. Desember 19, 2022 * Hasan, hasanali. unhas23@gmail. KALINDAQDAQ SEBAGAI KARYA SASTRA WARISAN SUKU MANDAR yang bernuangsa syariaAoah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang jenaka . Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia. Mettumae . Pelantikan Raja dan acara mappatammaq . rang khataman Al QurAoan menunggangi kuda penar. Kata kunci: Kalindaqdaq, karya sastra, warisan Mandar. LATAR BELAKANG Keragaman budaya Indonesia datang dari berbagai kebudayaan-kebudayaan lokal yang terus tumbuh dan berkembang di masyarakatnya. Adapun munculnya keragaman budaya tersebut akibat dari pengaruh yang tampak dan mereka di masyarakat sehingga menciptakan kebudayaan itu sendiri. Seiring berjalannya waktu dari zaman ke zaman, perkembangan kebudayaan mempunyai peran dan fungsi untuk meningkatkan semangat Hal itu karena budaya lokal memuat nilai-nilai sosial yang perlu diterapkan oleh tiap masyarakat Indonesia itu sendiri, terutama budaya lokal yang memang harus AuKebudayaan adalah sebuah sistem tanda yang memiliki beberapa peranan, di antaranya cara pemahaman, perhubungan, dan penciptaan. Kebudayaan juga merupakan sistem yang berupa gagasan, kelakuan, dan hasil kelakuan. Dengan kata lain, kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Bentuk-bentuk simbolis yang berupa kata, benda, laku, mite, sastra, lukisan, nyanyian, musik, pengetahuannya, juga tidak dapat terpisahkan dari sistem sosial, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh perilaku sosial (Indarwati et al. , 2. Menurut Sobur, kebudayaan sebagai sebuah sistem keteraturan dari makna dan simbol-simbol, yang dengan makna dan simbol tersebut indivu-indivu mendefinisikan dunia mereka, mengekspresikan persamaan mereka, dan buat perasaan-perasaan mereka dan membuat penilaian mereka. Semua makna budaya diciptakan dengan menggunakan simbol-simbol (Indarwati et al. , 2. Pengetahuan simbol, baik istilah-istilah rakyat maupun jenis-jenis Simbol atau lambang merupakan sesuatu yang digunakan untuk sesuatu yang lainnya berdasarkan kesepakatan suatu kelompok orang. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 173-180 Terdapat tujuh unsur unsur kebudayaan, di antaranya yaitu. sistem Bahasa, sistem religi, sistem teknologi, sistem kesenian, sistem pengetahuan, sistem ekonomi, dan sistem organisasi kemasyarakatan. Kalindaqdaq termasuk dalam sistem Bahasa dan sistem kesenian pada unsur-unsur kebudayaan. Termasuk dalam sistem bahasa dan kesenian karena kalindaqdaq berkaitan dengan kedua sistem tersebut, dalam pengucapan kalindaqdaq harus mempunyai metrum dan ritme yang menghidupkan, setiap gubahan kalindaqdaq ini secara teratur dengan perulangan bunyi keras dan lembut. Kalindaqdaq sebagai bentuk eksplorasi kreativitas masyarakat suku Mandar bukan hanya sebagai produk seni untuk seni yang bebas nilai, namun sastra kalindaqdaq merupakan salah satu media pendidikan dalam memelihara tatanan nilai yang hidup ditengah kehidupan bermasyarakat, fungsi kalindaqdaq dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai sarana dalam pendidikan akhlak, agama, informasi adat istiadat, alat komunikasi penuturan adat dan sarana hiburan. Sebagai sarana hiburan biasanya diiringi dengan bentuk seni tradisional lainnya, seperti Totammaq . rang khataman Al QurAoan menunggangi kuda penar. Rawana . , dan lain-lain. Sebagai media pembelajaran, kalindaqdaq ditemukan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syariaAoah maupun tasawuf yang biasa disebut dengan masaalah sampai ke yang jenaka . bahkan ada Kalindaqdaq adalah karya sastra yang menurut etimologi Kalindaqdaq yang telah diuraikan pada edisi-edisi sebelumnya, berasal/berasal dari dua kata. Kali'Gali' dak daq "dada". Jadi kalindaqdaq berarti apa yang ada di dalam dada, karena apa yang ada di dalam dada/hati adalah apa yang digali dan dipersembahkan uang kepada pihak lain. Kalindaqdaq adalah ungkapan perasaan dan pikiran dalam kalimatkalimat yang indah, dan sebagian orang mendefinisikan Kalindaqdaq dari bahasa Arab qaldan, yang artinya berputar. juga kalindaqdaq yang mengejak. METODE Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif. Semua masalah diidentifikasi, dibahas dan dipelajari secara mendalam. Juga mendapatkan gambaran atau penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan fenomena masalah. Dengan menggunakan metode yang dijelaskan. Dengan metode deskriptif, akan diperoleh gambaran tentang data secara alami. Dalam penelitian kualitatif non-interaktif ini, teknik KALINDAQDAQ SEBAGAI KARYA SASTRA WARISAN SUKU MANDAR pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan, dimana penelitian ini didasarkan pada analisis dokumen. Kumpulkan informasi tentang subjek penelitian ini dan kemudian pikirkan secara analitis. HASIL Kaliandaqdaq merupakan warisan budaya bukan benda yang berasal dari wilayah tanah Mandar. Seiring berjalannya waktu. Islam masuk ke Mandal pada masa pemerintahan raja keempat Balanipa Daetta Tommuane atau bergelar Kakanna I Pattang. Kalindaqdaq merupakan ungkapan kreativitas masyarakat Mandar dan pertama kali dinyanyikan saat Raja Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak di atas kuda Pattudu atau kuda penari. Dari segi penggunaan, pantun dan kalindaqdaq masing-masing digunakan untuk orang muda, orang tua dan anak-anak. Pengucapan kalindaqdaq berirama dan ritmis, penuh energi, setiap penggalan kalindaqdaq ini diulang secara teratur, suaranya nyaring dan lembut. Kalindaqdaq dibagi menjadi beberapa tema, yaitu tema humor atau panginoang dalam bahasa mandarin, kemudian tema pendidikan/nasehat dalam bahasa mandarin disebut Pipatudu, tema kritik sosial atau Pepakingaq, kemudian tema asmara/romansa dan tentang maskulinitas/patriosem. Dalam bahasa Mandar disebut Pettommuaneang dan yang terakhir adalah tema religi atau biasa disebut dengan pertanyaan karena mengandung banyak sekali pertanyaan religi maka kalindaqdaq religi ini biasanya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama menanyakan tentang masalah-masalah eksistensial kemudian bagian kedua untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Kalindaqdaq juga didasarkan pada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, yakni jumlah baris per bait, jumlah suku kata per baris dan ritme. PEMBAHASAN Pada masa pemerintahan raja ke-4 Kerajaan Balanipa. Daetta Tommuane, agama Islam masuk dan sebagai agama kepercayaan kerajaan balanipa. Kalindaqdaq pertama kali disyairkan oleh rakyat kerajaan Balanipa, pada masa pemerintahan raja Detta Tommuane atau Juga dikenal dengan gelar Kakanna I Pattang. Pertama kali disyairkan saat raja Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda pattudu atau kuda menari. Hal ini kemudian memunculkan pendapat bahwa kemungkinan kalindaqdaq CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 173-180 merupakan bentuk tansformasi dari budaya Arab, karena Arab begitu keterikatannya dengan agama Islam. Dalam kebudayaan Indonesia, seperti halnya dalam Tembang Jawa. Kelong Makassar. Elong Bugis, dan Londe Toraja. Kalindaqdaq Mandar pun diikat oleh syarat syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam ber-kalindaqdaq, yaitu. jumlah larik dalam tiap bait, jumlah suku kata dalam tiap lirik, dan irama. Menurut budayawan Mandar, kalindaqdaq memiliki struktur. Kalindaqdaq terdiri dari sejumlah bait. setiap bait terdiri atas empat larik dengan perbandingan jumlah suku kata yang tetap, yaitu : Larik pertama terdiri atas delapan suku kata C Larik kedua terdiri atas tujuh suku kata C Larik ketiga terdiri atas lima suku kata, dan C Larik keempat terdiri atas tujuh suku kata Satu bait kalindaqdaq dapat mengandung makna yang padu dan dapat Kalindaqdaq mengambarkan suatu rangkaian peristiwa atau cerita. Dari segi penggunaannya, pantun dan kalindaqdaq digunakan untuk anak muda, orang tua, dan anak-anak. Kalindaqdaq dalam pengucapanya mempunyai metrum dan ritme yang menghidupkan, setiap gubahan kalindaqdaq ini secara teratur dengan perulangan bunyi keras dan lembut. Tema-tema dalam kalindaqdaq pun beragam, seperti: alindaqdaq pangin. C satire . alindaqdaq paell. C kritik sosial . alindaqdaq pappakainga. C pendidikan/nasihat . alindaqdaq pipatud. C keagamaan . alindaqdaq masaall. C kejantanan/patriotisme . alindaqdaq pettomuanean. C Percintaan/romantik . alindaqdaq to sipomonge. Pada masyarakat Mandar. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari- hari, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia. Mettumae (Melama. Pelantikan Raja dan acara mappatammaq . rang khataman Al QurAoan menunggangi sayyang pattuqduq atau kuda menar. Dalam mappatammaq, salah satu momen paling penting bagi masyarakat Mandar yaitu ketika perayaan maulid Nabi Muhammad SAW yang terletak di sebuah kampung bernama Salabose. Tradisi maulid Nabi Muhammad SAW ditandai KALINDAQDAQ SEBAGAI KARYA SASTRA WARISAN SUKU MANDAR dengan arak-arakan sayyang pattuqd. Arak-arakan sayyang pattuqduq di perayaan maulid Nabi Muhammad SAW tak bisa dilepaskan dari seni sastra mandar yang disebut Kalindaqdaq akan diperdengarkan saat kuda pattuqduq sejenak berhenti untuk menari, setelah si kuda menempuh jarak beberapa meter untuk mengangguk, menggoyangkan kepalanya mengiringi tabuhan rentak rebana dari para parrawana (Pemain reban. Saat momen istirahat inilah maka si penutur kalindaqdaq akan setengah berteriak mengirimkan kata-kata puitis penuh sindiran yang dalam untuk sang penunggang kuda, wanita cantik yang mengenakan pakaian adat daerah Mandar. Kadang para penutur menggunakan kata-kata AubolongAy, ditujukan untuk sang kuda pattuqduq yang kebanyakan memiliki motif warna hitam. Sementara gadis cantik penunggang kuda kemugkinan akan disindir dengan penggunaan istilah AupandengAy. Auberuq-beruqAy atau istilah-istilah lainnya yang menggambarkan kecantikan misalnya AutomaloloAy, dll. Contoh: Usanga bittoeng raqdaq Di pondoqna I bolong I kandiq pala Mambure pecawanna Terjemahan: Kusangka bintang yang jatuh Di atas punggung . si hitam Dinda kiranya Yang menaburkan senyumnya Dalam tema agama, contohnya: Pennassai sahadaqmu Mesa Allah Taqala Nabi Muhammaq Suro to matappaq-na CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 173-180 Terjemahan: Hayatilah sejelas-jelasnya syahadatmu Satu Allah Taala Nabi Muhammad Rasul-nya yang terpercaya KESIMPULAN Kalindaqdaq telah mewarnai kehidupan sastra daerah, khususnya suku etnis Melesetarikan, memperkenalkan, serta menerapkan suatu kebudayaan sebagai sumber acuan pola hidup merupakan hal yang penting dalam lingkungan bermasyarakat. Dalam hal moralitas, kalindaqdaq mengandung sebuah arahan-arahan atau pesan-pesan Dengan wujud nilai-nilai Islam dalam tradisi kalindaqdaq dapat membangkitkan rasa kesucian bagi masyarakat setempat serta menjadi pedoman hidup dalam menentukan sikap dan tingkah laku sehari-hari dalam bersosial. DAFTAR PUSTAKA