KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. STRUKTUR MODAL MEMODERASI PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN. LEVERAGE. DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Perusahaan Manufaktur Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2. Mochamad Firdaus1. Dewi Rachmania2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Indonesia email: daus. maxus@gmail. com1, dewi. rachmania78@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Struktur Kepemilikan. Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 18 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Struktur Kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai . Leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur Kepemilikan yang dimoderasi dengan Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Leverage yang dimoderasi dengan Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Profitabilitas yang dimoderasi Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Struktur Kepemilikan. Leverage. Profitabilitas. Nilai Perusahaan. Struktur Modal AU PENDAHULUAN Setiap organisasi dibentuk atas dasar kepemilikan tujuan yang sama. Begitu juga dengan Perusahaan dibentuk dengan tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan sebesar Keuntungan ini diharapkan oleh semua pihak yang terlibat dalam perusahaan, baik itu investor maupun management beserta jajarannya. Namun dalam kegiatannya, hal itu bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk didapatkan. Perlu adanya upaya, strategi juga kinerja yang handal yang didukung oleh ketersediaan sumber daya agar mendapatkan keuntungan tersebut. Kerap kali, kinerja suatu perusahaan dapat dicerminkan oleh besaran pendapatan bersih yang mereka peroleh dalam suatu tahun. Bagi perusahaan-perusahaan go public yang saham-sahamnya tercatat dan diperjualbelikan dalam Bursa Efek Indonesia, pendapatan bersih yang tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan mereka. Nilai perusahaan adalah proses yang telah dilalui oleh suatu perusahaan untuk pandangan dari kepercayaan masyarakat terhadap suatu Nilai perusahaan yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan prospek masa depannya dapat dipercaya oleh investor (Yanti dkk. , 2. Nilai perusahaan dapat diukur melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui metode Price to Book Value (PBV). Dengan metode ini investor maupun calon investor dapat mengukur apakah saham yang diperjual belikan apakah undervalued atau overvalued. Harga saham yang tinggi menunjukkan keyakinan pasar terhadap potensi kinerja di masa Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai perusahaan memainkan peranan yang penting dan mencerminkan kinerja suatu perusahaan. Untuk itu nilai perusahaan haruslah dijaga, dan segala KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan harus diberikan perhatian lebih oleh pihak management AU Tabel 1. Nilai Perusahaan Beberapa Perusahaan Manufaktur Periode 2019-2023 Dalam tabel tersebut. PT. Aneka Gas Industri Tbk. Atau yang lebih dikenal dengan samator, mengalami kenaikan nilai perusahaan sepanjang 5 tahun terakhir sebanyak 1,10 point atau 289%. Namun, hal yang berbeda dialami oleh PT. Gudang Garam Tbk. yang mengalami penurunan nilai perusahaan sebanyak 0. 94 point sejak 2019 sampai tahun 2023, yang artinya terdapat penurunan nilai perusahaan sebanyak 60% dalam kurun waktu tersebut. Begitu juga dengan PT. Astra International Tbk. mengalami penurunan nilai perusahaan 36 point atau sebanyak 30% dalam kurun waktu 2019 Ae 2024. Hal tersebut terlihat tidak sejalan dengan pertumbuhan laba yang ada. Mengingat PT. Astra International Tbk. kenaikan pendapatan sebesar 12. 13 triliun rupiah pada tahun 2023, dibanding dengan tahun 2019. Untuk itu perlu adanya penelitian lebih lanjut yang dapat menunjukkan bagaimana nilai perusahaan dapat meningkat ataupun menurun. Penelitian yang membahas Nilai Perusahaan telah banyak dilakukan sebelumnya, meskipun hasilnya masih belum konklusif. Diantaranya, terkait dengan hubungan antara struktur kepemilikan, leverage, dan juga profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Selain itu, peran struktur modal dalam hal keterkaitan tersebut juga perlu diuji. Dalam penelitian kali ini Nilai Perusahaan diukur menggunakan rumus PBV (Price to Book Valu. Struktur kepemilikan menjelaskan proporsi kepemilikan saham yang dimiliki manajemen. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Andriani . struktur kepemilikan memiliki pengaruh positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap nilai perusahaan. Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh Trafalgar & Africa . struktur kepemilikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian kali ini. Struktur Kepemilikan diukur menggunakan perbandingan antara jumlah saham dengan kepemilikan manajerial dibandingkan dengan jumlah saham keseluruhan. Menurut Ratnawati . leverage adalah penggunaan asset dan sumber dana . ources of fund. oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap dengan maksud agar meningkatkan keuntungan pemegang saham. Ay Dalam penelitian yang dilakukan oleh Indriaty dkk. , . menyimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil tersebut bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Maukonda dkk. , . mengatakan bahwa leverage memberikan dampak positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian kali ini, leverage diukur dengan membandingkan total utang dengan total aset suatu perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan . dari aktivitas operasional atau penggunaan asetnya dalam suatu periode. Dalam penelitian Jenny Ambarwati . , menunjukkan hasil bahwa profitabilitas mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Berbeda dengan itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Heni Tri Mahanani . , menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas diukur dengan membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan total aset perusahaan. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Trafalgar & Africa . menunjukkan bahwa struktur modal tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai Perusahaan. Berbeda dari itu, menurut hasil penelitian Alifian & Susilo . menyatakan bahwa struktur modal memberikan efek signifikan yang positif terhadap nilai perusahaan. Struktur modal diukur dengan hutang jangka panjang dibandingkan dengan total modal suatu perusahaan. Ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu maka perlu dilakukan penelitian kembali. AU METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik deskriptif, dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2024. Dalam riset kuantitatif, data numerik dipakai untuk analisis statistik. Angka-angka tersebut bisa berasal dari proses riset langsung atau diolah menjadi data kuantitatif (Hartati, 2. Kemudian data diolah menggunakan aplikasi eviews Statistik deskriptif yang dihitung meliputi rata-rata, deviasi standar, varians, jumlah rentang, kurtosis, serta skewness sebagai langkah awal analisis. Analisis utama menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Selanjutnya. Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan untuk mengetahui peran variabel moderasi, yaitu dengan menambahkan variabel interaksi ke dalam model regresi. Uji signifikansi dilakukan melalui uji F, uji t, serta koefisien determinasi (RA). Metode ini bertujuan untuk mengetahui tidak hanya arah dan kekuatan hubungan antar variabel, tetapi juga apakah hubungan tersebut dipengaruhi oleh variabel moderasi. Model regresi yang digunakan dalam riset adalah: PBVAU X1 AU X2 AU X3 AU ZAU e AU = Nilai Perusahaan = Konstanta = Koefisien Persamaan Regresi = Struktur Kepemilikan = Leverage = Profitabilitas = Struktur Modal = error AU HASIL DAN ANALISIS AU Analisis Statistik Deskriptif Tabel 3. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Dari masing-masing variabel dapat diinterpretasikan sebagai berikut: AU Nilai Perusahaan Dari tabel 3. 1 diatas dapat dilihat nilai mean Nilai Perusahaan (Y) sebesar 1. 637444 dengan nilai median sebesar 1. Nilai maximum 6. 390000 dan nilai minimum 0. dimana nilai standar deviasi yang diperoleh sebesar 1. AU Struktur Kepemilikan Dari tabel 3. 1 diatas dapat dilihat nilai mean Struktur Kepemilikan (X. dengan nilai median sebesar 0. Nilai maximum 0. 814583 dan nilai minimum 055200 dimana nilai standar deviasi yang diperoleh sebesar 0. AU Leverage Dari tabel 3. 1 diatas dapat dilihat nilai mean Leverage (X. 298942 dengan nilai median sebesar 0. Nilai maximum 0. 632287 dan nilai minimum 0. 032661 dimana nilai standar deviasi yang diperoleh sebesar 0. AU Profitabilitas Dari tabel 3. 1 diatas dapat dilihat nilai mean Profitabilitas (X. 083778 dengan nilai median sebesar 0. Nilai maximum 0. 226575 dan nilai minimum 0. dimana nilai standar deviasi yang diperoleh sebesar 0. AU Struktur Modal Dari tabel 3. 1 diatas dapat dilihat nilai mean Struktur Modal (Z) sebesar 1. 057082 dengan nilai median sebesar 1. Nilai maximum 2. 379681 dan nilai minimum -0. dimana nilai standar deviasi yang diperoleh sebesar 0. AU Uji F Tabel 3. Berdasarkan tabel 3. 2 menunjukkan hasil nilai F-statistic sebesar 3. 179081, sementara F-Tabel dengan tingkat = 5% df1 . = 4 dan df2 . atau df . = 85 diperoleh nilai F-Tabel 2. Dengan demikian F-statistic 3. 830241 > 2. 48 dan nilai Prob adalah 0. Hal ini berarti secara bersama-sama variabel independen dalam penelitian ini Struktur Kepemilikan. Leverage dan Profitabilitas secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai variabel moderasi. Sehingga model ini dikatakan layak untuk AU Uji R2 Tabel 3. Berdasarkan hasil tabel 3. 3 nilai Adjusted R-squared sebesar 0. 146312 yang menunjukkan kesesuaian terhadap model karena variabel independen hanya mampu menjelaskan sekitar 14,63% variasi dari variabel dependen. Hal ini dapat dijelaskan bahwa variasi perubahan naik turunnya Nilai Perusahaan dapat dijelaskan oleh Struktur Kepemilikan. Leverage. Profitabilitas dan Struktur Modal sebagai variabel moderasi sebesar 14,63% sedangkan sisanya sebesar 85,37% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model penelitian. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU Uji T AU Tabel 3. AUBerdasarkan tabel 3. 4, dapat diketahui nilai T-tabel dengan tingkat = 5% df . = 85 diperoleh nilai T-tabel sebesar 1. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis uji t sebagai berikut: AU Nilai t-statistic Struktur Kepemilikan sebesar -0. 559629 < 1. Dan nilai Prob. 5773 > nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Struktur Kepemilikan dalam penelitian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan. AU Nilai t-statistic Leverage sebesar 2. 210947 > 1. Dan nilai Prob. X2 sebesar 0. nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Leverage dalam penelitian ini berpengaruh signifikan positif terhadap Nilai Perusahaan. AU Nilai t-statistic Profitabilitas sebesar 2. 698829 > 1. Dan nilai Prob. X3 sebesar 0. < nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas dalam penelitian ini berpengaruh signifikan positif terhadap Nilai Perusahaan. AU Hasil uji pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai variabel moderasi menunjukkan nilai t-statistics sebesar 0. 376331 < t-tabel 1. dan nilai Prob. 7076 > nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Struktur Modal tidak dapat memoderasi hubungan Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan secara signifikan. AU Hasil uji pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai variabel moderasi menunjukkan nilai t-statistics sebesar -1. 775899 < t-tabel 1. nilai Prob. 0795 > nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Struktur Modal tidak dapat memoderasi hubungan Leverage terhadap Nilai Perusahaan. AU Hasil uji pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai variabel moderasi menunjukkan nilai t-statistics sebesar -0. 850442 < t-tabel 1. nilai Prob. 3976 > nilai sig 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa Struktur Modal tidak dapat memoderasi hubungan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan secara signifikan KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU Uji Moderated Regression Analysis AU Tabel 3. Berdasarkan tabel 3. 5, dapat diketahui nilai T-tabel dengan tingkat = 5% df . = 85 diperoleh nilai T-tabel sebesar 1. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis uji t sebagai berikut: AUY = -0. 951293 (-1. X1 . X2 . X3 . X1Z (-3. X2Z (-3. X3Z A Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: AU Nilai konstanta pada regresi data panel sebesar -0. Hal ini membuktikan apabila Struktur Kepemilikan. Leverage. Profitabilitas sebesar 0 (No. maka Nilai Perusahaan pada penelitian ini sebesar -0. AU Nilai koefisien Struktur Kepemilikan yaitu sebesar -1. Hal ini membuktikan bahwa apabila Struktur Kepemilikan sebesar 1 maka Nilai Perusahaan pada penelitian ini sebesar AU Nilai koefisien Leverage yaitu sebesar 5. Hal ini membuktikan bahwa apabila Leverage sebesar 1 (Sat. maka maka Nilai Perusahaan pada penelitian ini sebesar AU Nilai koefisien Profitabilitas yaitu sebesar 16. Hal ini membuktikan bahwa setiap kenaikan Profitabilitas sebanyak 1 satuan akan diikuti oleh kenaikan Nilai Perusahaan AU Nilai moderasi X1Z yaitu 0. 425495 menyatakan bahwa peningkatan hubungan moderating antara Struktur Kepemilikan dan Struktur Modal sama dengan 0 maka Nilai Perusahaan pada penelitian ini sebesar 0. AU Nilai moderasi X2Z yaitu -3. 212369 menyatakan bahwa peningkatan hubungan moderating antara Leverage dan Struktur Modal sama dengan 0 maka Nilai Perusahaan pada penelitian ini sebesar -3. AU Nilai moderasi X3Z yaitu -3. 823606 menyatakan bahwa peningkatan hubungan moderating antara Profitabilitas dan Struktur Modal sama dengan 1 akan meningkatkan Nilai Perusahaan sebesar -3. 823606 dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Struktur Kepemilikan. Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews versi 12. Sampel penelitian terdiri dari 18 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam rentang waktu tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai AU AUStruktur Kepemilikan dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic sebesar -0. 760727 lebih kecil dari t-tabel yaitu 1. Dan nilai Prob. 6411 lebih besar dari nilai sig 0. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemilikan saham oleh manajerial atau pihak internal perusahaan tidak cukup kuat untuk memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan pada sektor yang diteliti. Dalam konteks ini, bisa diartikan bahwa meskipun secara teori kepemilikan oleh manajer diharapkan dapat menyelaraskan kepentingan manajemen dan pemegang saham . gency theor. , namun pada praktiknya, hal tersebut belum cukup berperan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain seperti kinerja operasional, prospek industri, reputasi pasar, atau keputusan strategis perusahaan memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk persepsi nilai perusahaan dibandingkan hanya dari struktur Tidak berpengaruhnya struktur kepemilikan ini juga dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat kepemilikan manajerial yang tidak signifikan untuk memberikan kontrol atau pengaruh terhadap arah strategis perusahaan. AU AULeverage dalam penelitian ini memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic 210947 lebih besar dari t-tabel yaitu 1. Dan nilai Prob. 0298 lebih kecil nilai sig 0. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat penggunaan utang perusahaan secara langsung memengaruhi persepsi pasar terhadap nilai perusahaan, khususnya di sektor Dalam beberapa konteks, penggunaan utang memang dapat memperbesar return pemegang saham . everage benefi. , dan pada kasus ini tampaknya leverage belum menjadi faktor yang cukup kuat untuk meningkatkan nilai perusahaan. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa investor memperhatikan struktur pendanaannya. Berpengaruhnya leverage terhadap nilai perusahaan dapat pula mencerminkan bahwa penggunaan hutang oleh perusahaan secara optimal, dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. AU AUProfitabilitas dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic sebesar 2. 692899 lebih besar dari t-tabel yaitu 1. 98827 Dan nilai Prob. 0084 lebih kecil dari nilai sig 0. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan dimata investor. Profitabilitas yang baik mencerminkan efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, yang merupakan sinyal positif bagi pasar . esuai dengan teori AU Temuan ini sejalan dengan anggapan bahwa perusahaan yang mampu mencetak keuntungan lebih tinggi akan lebih dihargai oleh investor karena dianggap mampu memberikan imbal hasil lebih baik di masa mendatang. Profitabilitas juga mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya dan meningkatkan kepercayaan investor, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap nilai perusahaan. AU AUStruktur Modal dalam penelitian ini tidak dapat memoderasi pengaruh dari Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic sebesar 0. 376331 lebih kecil dari t tabel yaitu 1. Dan nilai Prob. 7076 lebih besar dari nilai sig 0. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun struktur modal diharapkan dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara kepemilikan dan nilai perusahaan, dalam penelitian ini hal KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. tersebut tidak terbukti. Struktur kepemilikan, baik dengan atau tanpa memperhitungkan struktur modal, tetap tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan pendanaan perusahaan tidak cukup kuat untuk mengubah pengaruh kepemilikan terhadap persepsi investor. Bisa jadi karena struktur kepemilikan dan keputusan pembiayaan masing-masing tidak dijadikan faktor utama oleh investor dalam menilai nilai perusahaan di sektor manufaktur. AU AUStruktur Modal dalam penelitian ini tidak dapat memoderasi pengaruh dari Leverage terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic sebesar -1. 775899 lebih kecil dari t tabel yaitu Dan nilai Prob. 0795 lebih besar dari nilai sig 0. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur modal tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Dengan kata lain, meskipun secara teori struktur modal dapat memperjelas efek leverage, hasil ini justru menunjukkan bahwa leverage sendiri tidak berpengaruh, dan kehadiran struktur modal sebagai variabel moderasi pun tidak mengubah hubungan tersebut. Hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa dalam sektor manufaktur, kombinasi antara pendanaan utang dan struktur modal belum menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menilai nilai suatu perusahaan. AU AUStruktur Modal dalam penelitian ini tidak dapat memoderasi pengaruh dari Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Nilai t-statistic sebesar -0. 850442 lebih kecil dari t tabel yaitu Dan nilai Prob. 3976 lebih besar dari nilai sig 0. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun profitabilitas secara langsung berpengaruh terhadap nilai perusahaan, keberadaan struktur modal tidak memperkuat hubungan tersebut. Artinya, pengaruh positif profitabilitas terhadap nilai perusahaan tidak tergantung pada tinggi rendahnya porsi utang dalam struktur permodalan. Temuan ini dapat diartikan bahwa investor menilai kinerja laba perusahaan secara langsung tanpa terlalu mempertimbangkan bagaimana perusahaan tersebut membiayai operasinya. Dengan demikian, struktur modal dalam konteks ini tidak berfungsi sebagai variabel yang memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. REFERENSI