JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm Guru Sebagai Teladan: Analisis QS Al-Ahzab Ayat 21 *Darwin1. Fahruddin Nasution2 Madrasah Aliyah Negeri 1 Pidie Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie *Email: darwinpeudaya@gmail. Abstrak Kehadiran seorang guru dalam proses pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan tak tergantikan. Meski teknologi telah berkembang pesat namun kehadiran seorang guru tetap mutlak diperlukan. Namun demikian, masih terdapat fenomena di mana dunia pendidikan terus menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang melakukan pekerjaannya dengan tidak bertanggung jawab dan masih jauh dari keteladanan sebagaimana mestinya. Masih mudah ditemukan guru yang mengajar sekedarnya saja, bersifat apatis, merasa beban dan terpaksa dalam mengajar, sehingga nilai-nilai keteladanan dan kemuliaan guru menjadi hampa. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang guru sebagai teladan berdasarkan analisis terhadap QS Al-Ahzab ayat 21. Artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur. Kajian ini menunjukkan b bahwa konteks khusus QS Al-Ahzab ayat 21 adalah berbicara dalam kondisi perang, yaitu perang khandaq, namun makna ayat ini berlaku secara umum. Sikap Rasulullah SAW merupakan sikap ideal yang dapat dijadikan contoh oleh seorang guru dalam menjalankan perannya dalam dunia Guru harus mampu menjadi suri teladan yang termanifestasi dalam bentuk kesabaran, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang guru. Dengan melakukan hal tersebut, maka guru akan dapat menjadi teladan sebagaimana sikap Rasulullah SAW yang kemudian dipuji oleh Allah SWT melalui QS Al Ahzab 21. Kata Kunci: Guru. Teladan. QS. Al-Ahzab 21 Abstract The presence of a teacher in the educational process is a very important and irreplaceable aspect. Even though technology has developed rapidly, the presence of a teacher is still absolutely necessary. However, there is still a phenomenon in which the world of education continues to show that there are still teachers who carry out their work irresponsibly and are far from being exemplary as they should It is still easy to find teachers who teach sparingly, is apathetic, feel burdened, and are forced to teach so that the exemplary and noble values of the teacher become This article aims to discuss about teachers as role models based on an analysis of QS Al-Ahzab verse 21. This article uses a literature study approach. This study shows that the specific context of QS Al-Ahzab verse 21 is speaking in conditions of Khandaq's war, but the meaning of this verse applies in general. The attitude of Rasulullah SAW is an ideal attitude that can be used as an example by a teacher in carrying out his role in the world of education. The teacher must be a role model, manifested in the form of patience, steadfastness, readiness, struggle, and Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm surrender to Allah SWT when carrying out his duties as a teacher. By doing this, the teacher will be able to set an example like the attitude of Rasulullah SAW, which Allah SWT later praised through QS Al Ahzab 21. Keywords: Teacher. Role Model. QS. Al Ahzab: 21 *** PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sungguh-sungguh yang dilakukan oleh manusia sebagai representasi dari keinginan untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Menurut Huda dan Afrina . , salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan peran pendidikan dalam membangun peradaban yang maju adalah mendorong agar seluruh komponen pendidikan untuk mempelajari secara mendalam semua komponen yang terkait dengan proses pendidikan sehingga dapat diketahui bagaimana setiap komponen tersebut dapat berfungsi dan dimaksimalkan agar proses pendidikan mencapai tujuannya. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan peran pendidikan dalam membangun peradaban yang maju dan didambakan. Salah satu komponen utama dalam pendidikan adalah guru. Kehadiran seorang guru dalam proses pendidikan menjadi salah satu aspek yang sangat penting dan tak tergantikan. Meski teknologi telah berkembang pesat namun kehadiran seorang guru tetap mutlak diperlukan. Menurut Jajuli dan Ghrazianendri . , guru adalah pemimpin gerakan perubahan, dan dia memikul beban bera dalam membimbing murid-muridnya dan mempengaruhi generasi berikutnya. Jika dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan lahirnya generasi baru yang berkualitas, maka peran guru dianalogikan sebagai peletak Karena besarnya fungsi dan kewajiban seorang guru sebagai komponen pendidikan, maka diperlukan keteladanan yang unggul dan ideal bagi guru untuk mewujudkan cita-cita menjadi generasi yang cemerlang dan jaya. Namun demikian, masih terdapat fenomena di mana dunia pendidikan terus menunjukkan bahwa masih ada pengajar atau guru yang melakukan pekerjaannya dengan tidak bertanggung jawab dan masih jauh dari keteladanan sebagaimana Masih mudah ditemukan guru yang mengajar sekedarnya saja, bersifat apatis, merasa beban dan terpaksa dalam mengajar, sehingga nilai-nilai keteladanan Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm dan kemuliaan guru menjadi hampa. Bahkan segala upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru pada akhirnya terjebak pada kerangkeng besi birokrasi (Ikramatoun et al. , 2. Tentunya hal ini membawa dampak negatif terhadap anak didik yang masih membutuhkan bimbingan dan keteladanan dari sosok seorang guru (Jajuli & Ghrazianendri, 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa sesungguhnya tingkah laku anak didik merupakan cerminan dari apa yang diajarkan oleh guru, baik sikap dan perilaku anak didik maupun keteladanan yang disampaikan. Maka dari itu guru sebagai pendidik harus terus berusaha untuk menjadi contoh bagi murid-muridnya, yaitu dengan mengedepankan perilaku yang patut untuk diteladani. Jika berkaca pada ajaran agama, teladan merupakan hal yang paling penting dalam suatu proses Dalam Islam, sumber dasar keteladanan telah dijelaskan dalam AlQurAoan. Konsep keteladanan ini sudah digambarkan melalui Nabi Muhammad SAW (Suhayat et al. , 2. Melalui sosok Nabi. Islam telah menggambarkan figur ideal seorang guru pada diri Nabi Muhammad SAW (Jamaluddin, 2. Sehingga sorang guru hendaknya menjadi Nabi sebagai role model dalam kehidupannya agar proses pendidikan yang kemudian dijalani bersumber dari inspirasi-inspirasi tentang sosok ideal Nabi SAW. Di dalam Al-QurAoan, sosok nabi sebagai teladan yang paling paripurna, salah satunya telah digambarkan dalam surat Al-Ahzab ayat Untuk itu, artikel singkat ini akan membahas tentang guru sebagai teladan berdasarkan analisis terhadap QS Al-Ahzab ayat 21 dengan menggunakan metode METODE Secara metodologis, artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur atau library research yaitu suatu kajian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data sebagai bahan analisis dari sumber-sumber pustaka atau literatur yang relevan dengan kajian yang dilakukan (Huda & Afrina, 2. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah QS Al-Ahzab ayat 21 yang kemudian di analisis menggunakan metode tahlili. Isu utama yang diangkat adalah tentang posisi guru sebagai teladan berdasarkan QS Al-Ahzab ayat 21. Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm HASIL DAN PEMBAHASAN Sekilas Tentang Metode Tahlili Secara harfiah, tahlili berarti menjadi lepas atau terurai. Menurut Musaid al Thayyar dalam (Rokim, 2. , tafsir tahlili merupakan metode penafsiran yang dilakukan oleh mufasir dengan bertumpu pada penafsiran ayat sesuai urutan dalam surat, kemudian menyebutkan kandungannya, baik makna, pendapat ulama. IAorab, balaghah, hukum, dan lainnya. Dalam pengaplikasian metode tahlili, para mufassir meneliti ayat Al-QurAoan sesuai dengan tertib dalam mushaf baik pengambilan pada sejumlah ayat atau satu surat, atau satu mushaf semuanya, kemudian dijelaskan penafsirannya yang berkaitan dengan makna kata dalam ayat, balagahnya. IAorabnya, sebab turun ayat, dan hal yang berkaitan dengan hukum atau hikmahnya. (Rokim. Rokim . dalam kajiannya mengemukakan bahwa inti dari metode tahlili adalah mengambil ayat-ayat Al-QurAoan untuk kemudian dijelaskan dengan cara meneliti dan memperinci agar dapat diketahui kandungan dan makna dari ayat Al-QurAoan tersebut. Lebih lanjut. Rokhim menjelaskan bahwa metode tahlili sudah ada sejak dahulu dan telah dipraktikkan oleh para ulama terdahulu dan masih relevan digunakan hingga masa sekarang. Berikut ini ada beberapa langkah yang digunakan para ulama terdahulu dalam penafsiran Al-QurAoan dengan metode tahlili. Penjelasan makna kata dalam Al-QurAoan. Penjelasan asbab nuzul ayat . ebab turunnya aya. Penjelasan munasabah antar ayat dan surat sebelumnya. Penjelasan IAorab ayat dan macam-macam qiraat ayat. Penjelasan kandungan balagahnya dan keindahan susunan kalimatnya. Penjelasan hukum fiqih yang diambil dari ayat. Penjelasan makna umum dari ayat dan petunjuk- petunjuknya. Ketujuh poin tersebut menurut Rokhim . merupakan inti dalam metode tafsir tahlili yang kemudian digunakan oleh para ahli tafsir terdahulu dalam kitab tafsir mereka. Hanya saja langkah-langkah di atas bukan berarti harus berurutan seperti urutan di atas, tetapi itu adalah langkah secara umum para ahli tafsir dalam metode tahlili. Terkadang sebagian ahli tafsir tidak menggunakan salah satu langkah yang di atas atau sebagian mufasir mengedepankan makna umum dari Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm pada penjelasan IAorab, sesuai yang dipandang penting oleh ahli tafsir dalam Sebagaimana juga ada mufassir yang tidak mengelompokkan tafsirnya seperti di atas, akan tetapi mufassir menjelaskan tafsirnya secara menyatu antara penjelasan makna dan penjelasan lainnya (Rokim, 2. Selain metode tahlili, terdapat pulan beragam metode tafsir, diantaranya tafsir ijmali, tafsir muqaran, dan tafsir maudhuAoi (Al-Shabuny, 1. Dari ragam metode tafsir tersebut, masing-masing memiliki keunggulannya masing-masing. Elhany . dalam kajiannya mengemukakan keunggulan metode tafsir tahlili antara lain : Terletak pada keleluasaan dan keutuhannya dalam memahami Al-QurAoan. Minimal seseorang dapat memahami ayat dan surat dalam Al- QurAoan secara . Metode tafsir tahlili membahas Al-QurAoan dengan ruang lingkup yang luas, meliputi aspek kebahasaan, sejarah, hukum dan lain- lain. Memuat berbagai ide. Pada metode ini mufasir relatif mempunyai kebebasan dalam memajukan ide-ide dan gagasan baru dalam menafsirkan Al-QurAoan. Terlepas dari pada itu, jika ditinjau dari segi kecenderungan para penafsir, metode tafsir tahlili dibagi menjadi tujuh macam, yaitu: . Tafsir bi Al MaAotsur, . Tafsir bi Al RaAoyi, . Tafsir al Shufi, . Tafsir al Fiqhi, . Tafsir Al Adabi Al IjtimaAoi. Eksistensi metode tahlili telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam melestarikan dan menyumbang khazanah intelektual Islam, khususnya dalam bidang tafsir Al-QurAoan. Jika ingin menjelaskan kandungan firman Allah dari berbagai segi seperti bahasa, hukum fiqh, teologi, filsafat dan sebagainya, maka metode tafsir tahlili lebih berperan dan lebih dapat diandalkan daripada metode yang lain (Elhany, 2. Tafsir Al-Quran Surat Al Ahzab 21 Al-QurAoan surat Al-Ahzab ayat 21 menjelaskan tentang Rasulullah SAW sebagai suri teladan untuk manusia seluruhnya. a ca a a a a a ca a a a a a a a a a a AI EEI AO aA AcEE O I aEII EI OOA AEC EA a AOE A a ca a a AcEE EA a AcEE aOE aOO aI Ee a aOE a A a ca AOA Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm Artinya: Sungguh, telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS. AlAhzab: . Surat Al-Ahzab merupakan surat Madaniyyaah yang diturunkan pada akhir tahun kelima hijriah, yaitu tahun terjadinya perang Al-Ahzab. Menurut Qurais Shihab . dari segi urutan turunnya, surat Al Ahzab adalah surat ke 90 yang diturunkan sebelum surah Al-Maidah dan sesudah surat Al-Anfal. Sedangkan Menurut Ibn Katsir surah ini merupakan surah madaniyyah yang turun setelah surah Ali Imran (Sendhy, 2. Dari sisi urutan Mushaf Ustmani, surah Al-Ahzab berada sebelum surat SabaAo dan setelah surah As-Sajadah. Menurut Shendy . , surat Al-Ahzab merupakan surah yang banyak membicarakan tentang Nabi Muhammad SAW, khususnya kehidupan Nabi dengan masyarakat Islam, sejak perang Badar pada tahun kedua hijrah sampai menjelang perjanjian Hudaibiyah pada tahun kelima hijrah. As-babul Nuzul surat Al-Ahzab ayat 21 dilatarbelakangi oleh kaum munafik dan orang-orang yang lemah imannya dalam menghadapi situasi perang khandaq (Nurdin, 2. Aini Nurwulandari . dalam kajiannya menyatakan bahwa Ayat ini banyak ditafsirkan oleh para mufasir dan kemudian dijadikan sebuah pedoman dalam usaha memperbaiki perilaku manusia. Imam SyaAorawi dalam kitabnya memaparkan bahwa teladan insani yang terbaik, termulia, dan tertinggi adalah Muhammad bin Abdullah Rasulullah SAW. Huda & Afrina . dalam kajiannya menegaskan bahwa QS. Al-Ahzab ayat 21 ini turun dalam rangkaian penjelasan mengenai perang Ahzab atau perang Khandaq. jika dimunasabahkan ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya, maka akan secara konteks ayat akan ditemui arti kata suri teladan atau uswatun hasanah dalam makna yang khusus, yaitu pada keadaan kepemimpinan Rasulullah ketika perang Khandaq. Meskipun begitu, secara Aoam lafazh dapat ditemui bahwa tidak ada pengkhususan dalam kalimat di ayat ini (Huda & Afrina, 2. Dalam memahami ayat ini. Quraish Shihab . menjelaskan bahwa setelah ayat-ayat sebelumnya mengecam kaum munafik dan orang-orang yang lemah imannya, ayat 21 kemudian mengarah kepada orang-orang beriman dengan Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm memuji sikap mereka yang meneladani Nabi SAW. Lebih lanjut Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini juga bisa dipahami sebagai kecaman kepada orangorang munafik yang mengaku memeluk Islam, tetapi tidak mencerminkan ajaran Islam. Kecaman itu dikesankan oleh kata )A ( ECALaqod yang seakan-akan ayat itu menyatakan: Aukamu telah melakukan aneka kedurhakaan, padahal sesungguhnya di tengah kamu ada Nabi Muhammad yang semestinya kamu teladaniAy (Sendhy. Sedangkan dari sisi makna kata teladan atau uswah atau Iswah menurut azZamaakhsyari memuat dua kemungkinan yaitu kepribadian beliau secara totalitasnya adalah teladan, dan kepribadian beliau adalah hal-hal yang patut diteladani (Shihab, 2. Dalam tafsir Ibnu Katsir . dijelaskan bahwa ayat yang mulia ini merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar meniru Rasulullah Saw dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya. Karena itulah Allah Swt memerintahkan kepada kaum mukmin agar meniru sikap Nabi Saw dalam Perang Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangannya, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah Swt. Guru Sebagai Teladan: Analisis QS Al Ahzab Ayat 21 Surah Al Ahzab ayat 21 secara khusus berbicara dalam konteks perang Khandaq dimana pada masa itu kaum muslimin menerima ujian yang cukup berat. Menurut SyaAorawi, melalui ayat ini Allah SWT memuji Nabi Muhammad SAW. Secara kontekstual, ayat ini memang berbicara tentang kondisi perang, namun dari sisi lafazh tidak ditemukan makna khusus dalam ayat ini. Artinya, meski memiliki konteks khusus, namun ayat ini bermakna universal yaitu sosok Nabi SAW merupakan suri teladan yang sempurna. Dari sisi teladan, sosok Nabi menjadi figur yang paripurna dan ideal sehingga dapat menjadi rujukan seorang guru dalam mengimplementasikan perannya di dunia pendidikan. Jika berkaca pada konteks historis ayat yang berkaitan dengan perang, maka sikap keteladanan yang tersirat adalah sikap kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, perjuangan dan sikap berserah diri pada Allah SWT. Sikap tersebut yang ditampilkan Rasulullah SAW dalam menghadapi kondisi yang menimpa umat muslim pada peristiwa khandaq. Hal itu pula yang kemudian ditegaskan oleh SyaAorawi ketika mengomentari ayat 21 yakni pujian Allah SWT kepada Nabi Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm sebagai teladan yang paripurna (Aini Nurwulandari, 2. Beliau memaparkan bahwa teladan insani yang baik, tertinggi dan termulia. Rasulullah SAW selain sebagai seorang Rasul, seorang Nabi, tapi adalah seseorang yang sangat istimewa, karena Rasulullah mempunyai akhlak yang baik sehingga umatnya sangat cinta kepadanya dan menjadikan Rasulullah sosok suri teladan. Makna uswatun hasanah atau suri teladan yang baik dalam ayat ini sesuai konteks ayat adalah makna kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, perjuangan dan sikap berserah diri pada Allah SWT. Jika dikontekstualisasikan dengan peran seorang guru sebagai teladan, maka sikap-sikap Rasulullah SAW sebagaimana makna surah Al Ahzab 21 maka seorang guru harus mampu menampilkan sikap sabar, keteguhan hati, kesiagaan, perjuangan dan sikap berserah diri pada Allah SWT dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru. Jika seorang guru dapat berlaku sabar, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menjalan tugasnya sebagai seorang guru maka sesungguhnya guru tersebut dapat menjadi suri teladan yang Sikap-sikap tersebut harus muncul dalam perangai seorang guru agar guru tersebut dapat menjadi teladan yang baik bagi siswanya. Hal ini menjadi penting karena ketika kesabaran, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT termanifestasi dalam jiwa guru maka hal itu akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan pengajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri (Muchlis, 2. Sikap suri teladan yang baik sebagaimana termaktub dalam surah Al Ahzab: 21 yang termanifestasi dalam sikap sabar, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT dapat dijadikan landasan utama bagi guru dalam menjalankan perannya dalam dunia pendidikan. Urgensi ini menurut Abuddin Nata . perlu ditekankan karena guru pada dasarnya adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk melaksanakan itu semua, maka sangat diperlukan kesabaran, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan sikap berserah diri kepada Allah SWT. Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm Sejalan dengan makna tersebut. Al-Baidhawi memberi makna uswatun hasanah pada ayat 21 QS Al Ahzab adalah perbuatan baik yang dapat dicontoh. Perbuatan baik yang dapat dicontoh tersebut tentulah perbuatan atau sikap yang mengedepankan kesabaran, keteguhan hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT. Jika siap ini dapat dimiliki dan diterapkan oleh seorang guru, maka predikat guru sebagai suri teladan akan dapat dicapai. Jika keteladanan dapat dicapai, maka sesungguhnya pendidikan telah berada pada jalur yang benar. Pendidikan membutuhkan keteladanan, dan keteladanan adalah metode yang ampuh dalam membina perkembangan anak didik. Dan dalam konteks ini, keteladanan sempurna adalah keteladanan Rasulullah SAW, yang dapat menjadi acuan bagi pendidik sebagai teladan utama, sehingga diharapkan anak didik mempunyai figur pendidik yang dapat dijadikan panutan (Najamudin, 2. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang guru memiliki sifat-sifat teladan sebagaimana sifat Rasulullah yang mulia. Beberapa sifat yang seharusnya ada pada seorang pendidik menurut al-Ghazali diantaranya lemah lembut dan kasih sayang kepada peserta didiknya, sabar, mengikuti teladan Rasulullah SAW dan mampu menjadi teladan bagi anak didiknya (Hasanah, 2. Pada konteks yang lebih umum, posisi Rasulullah SAW sebagai usawatun hasanah pada dasarnya tergambar pada semua lini kehidupan. Semua perilaku dan kehidupan Rasulullah adalah uswatun hasanah sehingga menjadi sunnah hingga akhir zaman. Sebagai pendidik bagi umat muslim. Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada manusia dengan tingkah lakunya sendiri sebelum melalui Rasulullah sebagai teladan universal bagi umat manusia ditegaskan pula dalam QS. Saba' ayat 28: a a U a a U a a aa a a a U a a a a a a a aa A E OEIOIA a A aO OI aO OE aEI E EIA a AOI EIE auE EA aEEIA Artinya: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. " (QS. Saba': . Sosok Rasulullah SAW sebagai contoh utama bagi seorang guru dalam menjalankan tugasnya pada satuan lembaga pendidikan tertentu berpeluang untuk menghadirkan suatu kegiatan pendidikan yang berkualitas karena dengan mencontoh Rasulullah SAW tentu yang lebih dikedepankan oleh guru adalah Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm akhlak yang baik. Melalui perilaku dan akhlak yang baik ketika guru mendidik dapat dipastikan akan melahirkan peserta didik yang juga berakhlak. Contoh melalui perbuatan yang diperankan oleh guru akan lebih optimal mempengaruhi proses pendidikan dibandingkan hanya dengan nasihat lisan. Dalam pepatah arab sering dinyatakan dengan Lisanul hal afshahu min lisanil maqal. Ketika guru mendidik dengan akhlak yang mulia, sesungguhnya guru tersebut telah menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, dan sekaligus menjalankan sunnahnya. Pada banyak. Rasulullah SAW telah mengisyaratkan bahwa akhlak yang baik merupakan sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT. Hal ini juga berarti bahwa akhlak mulia yang dikedepankan oleh guru dalam mendidik secara tidak langsung juga telah menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulnya. Terkait akhlak mulia tersebut. Rasulullah SAW telah bersabda, diantaranya sebagai a ca aa a a Ua a aAEuEI E a aOA AAuuI aEE aE aO aI EC OECA a : -AAEO cEE EON OEIA- aACE OE cEEA Artinya: AuDari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata. Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersabda : AuSesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu. Ay (HR. Ibnu Maja. a a a Au aIA AO a EE a aI aO aI aE aO EE aC aO aO a aA aA aNA a AcEE E aOIA Artinya: AuSesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah . Ay (HR. Bukhari. Musli. a a a a Ua ca a a AuI aII a aO aEI IEI ECA Artinya: AuSesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik Ay (HR. Ahma. a a a ca a a a a a ca ca a ca a a a a a a a a a a a U a a AcEE AEO cEE EO aN OEI E aIE EI aI aIOI auOIIA a AI aO N aO a CE CE OEA Ua a Ua a a a a a AINI EC O aOEI aOEI aE aI a aNI ECA Artinya: AuOrang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya. Ay (HR. At Tirmidz. Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm Selain hadis-hadis tersebut, masih banyak lagi hadis yang menjelaskan keutamaan akhlak mulia. Namun, yang lebih penting dari pada itu adalah bahwa akhlak mulia sesungguhnya telah tercermin ada pada diri Rasulullah dan dalam konteks ini jika seorang guru ingin berhasil, maka akhlak mulia adalah kuncinya. KESIMPULAN QS Al Ahzab ayat 21 secara umum menjelaskan bahwa sosok Rasulullah SAW merupakan suri teladan yang ideal. Konteks ayat ini secara khusus berbicara dalam kondisi perang, yaitu perang khandaq, namun makna ayat ini berlaku secara Makna suri teladan dalam diri Rasulullah SAW dalam ayat ini terkait langsung dengan konteks perang dimana Rasulullah SAW bersama umatnya mendapatkan cobaan yang berat, lalu Rasulullah SAW tampil dengan sabar, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi cobaan tersebut. Sikap Rasulullah SAW tersebut merupakan sikap ideal yang dapat dijadikan contoh oleh seorang guru dalam menjalankan perannya. Guru harus mampu menjadi suri teladan dalam menjalankan tugasnya, dan suri teladan tersebut termanifestasi dalam bentuk kesabaran, teguh hati, siap siaga, penuh perjuangan, dan berserah diri kepada Allah SWT ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang guru. Dengan melakukan hal tersebut, maka guru akan dapat menjadi teladan sebagaimana sikap Rasulullah SAW yang kemudian dipuji oleh Allah SWT melalui QS Al Ahzab 21. *** Darwin & Nasution: Guru sebagai Teladan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 1. Januari-Juni 2023 https://ojs. com/index. php/jigm DAFTAR PUSTAKA