Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani1. Firdaus Suhaimi2. Kunaenih3 Universitas Islam Jakarta1, 2, 3 Email: ahmadsawkani1@gmail. firdayaya@gmail. kunaenihuid@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak penggunaan alat komunikasi gawai . atau smartphone secara bebas tidak terkendali pada anak. Alat ini mendekatkan anak-anak pada digitalisasi dunia maya, sehingga memberikan jarak pada mereka dengan dunia nyata. Sehingga mereka cenderung bersikap skeptis, sinis, ketergantungan yang negative terhadap teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan cara mencari, mengumpulkan, membaca, dan menganalisa buku-buku mengenai konsep orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam, skripsi, jurnal dan lain sebagainya yang ada reverensinya dengan masalah penelitian. Kemudian di olah sesuai dengan kemampuan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan anak yang pertama dan paling utama dalam Islam adalah pendidikan dalam keluarga. Pendidikan dalam keluarga yang perspektif Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada tuntunan agama Islam yang diterapkan dalam keluarga yang dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Konsep orang tua, mendidik anak http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan proses menyampaikan pengetahuan dan nilai Islam kepada peserta didik melalui Upaya mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu. Pendidikan Islam memberikan bimbingan dan petunjuk kepada semua petunjuk dan kepada semua penanggung jawab serta penyelenggara pendidikan baik di dalam Lingkungan atau lembaga dalam arti luas adalah faktor - faktor yang secara langsung mempengaruhi kehidupan manusia, yang secara langsung pula dapat mempengaruhi Proses perkembangan manusia setiap saat membutuhkan belajar dari lingkungan atau alam anak dapat menemukan cara bertindak (Mansur, 2004. Orang tua harus melaksanakan fungsinya sebagai pengajar bagi anak tentang hal-hal mendasar yang harus diketahui oleh Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 124 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih anak khususnya pengetahuan tentang agama, yang kelak akan ia bawa ketika menginjak remaja bahkan hingga seumur hidup mereka. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua dalam mendidik anak diantaranya Islam, menanamkan keimanan dalam jiwa anak, mendidik anak agar taat pada agama, dan mendidik anak agar berbudi pekerti yang mulia (Syahid & Kamarudin, 2020:. Seiring dengan perkembangan zaman, apa yang menjadi ajaran Islam dalam kehidupan keluarga sudah jauh dari harapan dan tujuan sebagaimana yang telah ditentukan dalam Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Perubahan sosial seperti perkembangan arus teknologi dan informasi adalah menjadi pemicu masalah yang drastis dalam kehidupan keluarga dan Perubahan ini dapat kita rasakan dalam hal cara berkomunikasi, cara berpikir dan merespon atas suatu masalah, serta konsekuensi logisnya adalah terkikisnya nilai-nilai lokal yang ada dalam masyarakat. Selain itu lingkungan yang tidak kondusif yang tak lagi menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, bahkan tantangan paling besar yang di hadapi adalah hilangnya karakter sebagai kekuatan dan kualitas umat. Dengan memudarnya penerapan nilai-nilai islami dalam kehidupan keluarga muslim dalam hal ini anak-anak sebagai generasi penerus, akan menjadi titik terjadinya kehancuran fondasi Islam. Sehingga peran orang tua dalam sebuah keluarga bukan sekedar memenuhi nafkah lahiriah anak saja tetapi yang tidak kalah penting adalah memenuhi nafkah batinnya untuk membentuk moral dan kepribadian anak dan keluarganya. Untuk itu orang tua diharuskan mempelajari dan memahami ajaran-ajaran dalam Al-Quran dan hadishadis Nabi Muhammad SAW agar bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anak dan beribadah terutama shalat dan cara bersuci. Sehubungan dengan hal tersebut. Allah SWT mengingatkan umatnya di dalam firman Allah surat An-Nisa ayat 9 AuDan hendaklah takut . epada Alla. orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap . Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. Ay (QS. AnNisa: . Seseorang ketika memasuki usia remaja harus menyadari bahwa ketika terjadi pertumbuhan dan perubahan biologis di dalam dirinya bukan berarti mereka boleh melakukan apa yang orang dewasa lakukan seperti melakukan hubungan seksual, remaja harus memahami bahwa hubungan seksual hanya untuk pasangan yang sudah menikah, bukan untuk mereka yang belum menikah. Islam sangat memperhatikan remaja dengan mengatur apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti Islam melarang remaja untuk meninggalkan solat dengan sengaja, tidur terpisah dengan orang tua, menjaga aurat meskipun di dalam rumah, menjaga pergaulan antara laki-laki dan Remaja dianjurkan untuk dekat dengan Allah SWT dalam melaksanakan rutinitas keagamaan seperti shalat, mengaji, berkumpul dengan teman sebaya dalam halhal positif dan mengembangkan kreatifitas Tantangan besar pendidikan Islam pada era revolusi Industri 4. 0 dan menuju demografi Indonesia, ialah bagaimana mempersiapkan dan mendidik mereka yang sekarang ini berada di kelompok anak - anak. Bahwa membutuhkan potensi tenaga dan pikiran Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 125 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih sangat besar, karena usianya di bawah usia orang dewasa. di masa ini ditandai dengan beberapa perubahan drastis dan signifikan. Salah satunya yaitu pola digitalisasi disegala lini kehidupan yang tentunya memberikan dampak yang besar pada individu dan Penggunaan komunikasi gawai . atau smartphone secara bebas tanpa filter yang jelas. Alat ini mendekatkan anak-anak pada digitalisasi dunia maya, sehingga memberikan jarak pada mereka dengan dunia nyata. Sehingga mereka cenderung bersikap skeptis, sinis, ketergantungan yang negatif terhadap Ibarat dua mata pisau disatu sisi anak - anak menjadi manusia dengan kemampuan mutlti-tasking, melek teknologi dan mempunyai cara berpikir yang luas jika di bandingkan dengan generasi yang lahir Menurut data terbaru, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan. Hasil studi menemukan bahwa 80 persen pengguna internet, dengan bukti kesenjangan digital yang kuat antara mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dan lebih sejahtera di Indonesia, dengan mereka yang tinggal di daerah perdesaan . an kurang sejahter. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta dan Banten, misalnya, hampir semua responden merupakan pengguna internet. Sementara di Maluku Utara dan Papua Barat, kurang dari . ttps://w. id/content/detail/38 34/siaran-pers-no-17pihkominfo22014tentang-riset-kominfo-dan-unicef-mengenaiperilaku-anak-dan-remaja-dalammenggunakan-internet/0/siaran_per. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat usia remaja di Indonesia sudah pernah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Paling muda direntang umur 14 hingga 15 tahun tercatat sebanyak 20 persen sudah melakukan hubungan Lalu, diikuti dengan usia 16 hingga 17 tahun sebesar 60 persen. Sedangkan di umur 19 sampai 20 tahun sebanyak 20 Kasus lain, pada awal Oktober lalu, masyarakat dihebohkan dengan muncul kasus video asusila siswa SMP 4 Jakata Pusat. Video berdurasi empat menit menampilkan adegan mesum sepasang pelajar yang dilakukan di dalam ruang kelas dan disaksikan teman-teman pelaku. Masyarakat dibuat tercengang dengan ditangkapnya tiga pasang remaja tanpa busana sedang asyik menonton situs porno di disekat-sekat. ttps://news. id/berita/mvw6bw/ kasuskasus-seks-bebas-pelajar-dalam-tigabulan-terakhi. Oleh karena itu pendidikan anak yang pertama dan paling utama adalah pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam. Pendidikan berperspektif Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada tuntunan agama Islam yang dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan nantinya hal itu merupakan sumbangan penting bagi pembangunan bangsa dan negara. Berdasarkan latar belakang penelitian yang dikemukakan di atas, maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul AuKonsep Orang Tua dalam Mendidik Anak Perspektif Ajaran IslamAy. METODE Penelitian pendekatan kualitatif, dan yang digunakan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 126 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih adalah penelitian kepustakaan . ibrary mengumpulkan, membaca, dan menganalisa buku-buku mengenai peran orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam, skripsi, jurnal dan lain sebagainya yang ada reverensinya dengan masalah penelitian. Kemudian diolah sesuai dengan kemampuan Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mempelajari literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti dengan mengumpulkan data-data melalui bahan bacaan dengan bersumber pada buku-buku, skripsi, dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Metode analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis data kualitatif. Dimulai dengan menelaah seluruh data yang didapat dari berbagai sumber, yaitu buku, skripsi atau jurnal. Setelah ditelaah, langkah selanjutnya adalah merangkum data-data tersebut, memilih hal-hal yang pokok, dan memfokuskan pada hal-hal penting yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Peran Orang Tua Menurut Daradjat . 2: . , orang tua merupakan pendidik utama dan pertama anak - anak mereka, karena dari merekalah anak mula - mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam keluarga. Helmawati . , keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak. Di dalam lingkungan kelurga, anak - anak pertama - tama mendapatkan berbagai pengaruh . Oleh karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat informal dan kodrati. Ayah dan ibu dalam keluarga sebagai pendidiknya, dan anak sebagai terdidiknya. Sedangkan Pada umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya membangun situasi pendidikan. Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak. Daradjat juga mengatakan bahwa . 2: . , mendidik anak dengan baik adalah suatu bentuk ibadah dan ucapan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya bagi kita. Sesungguhnya sebaik baik pendidikan adalah mengajarkan bagaimana bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT, didalam surat An - Nisa ayat 9 UA Eac aOeIa Ea eO aa aE eO aI eI eaE aA aN eI a aOacA a AaO eEOa eA A a eOUA A AU a eO aEa eO aN ne eI AaEOaacCaO NA a AcEEa aOEOaCa eOEa eO Ca eOUEA AuDan hendaklah takut kepada Allah orang - orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak - anak yang lemah, . Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Ay Dengan demikian penulis menegaskan bahwa orang tua sebagai kepala atau pemimpin keluarga mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan bagi kelangsungan hidup seluruh anggotanya, baik dalam membimbing, melindungi atau mendidik Sebab anak merupakan amanat Allah SWT yang diberikan kepada orang tua untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Orang tua merupakan orang yang pertama dalam keluarga yang selalu erat hubungannya dengan anak - anaknya. Adapun peran ibu dan ayah adalah sebagai berikut : Peran Ibu Mengingat pentingnya peran ibu dalam pendidikan, penulis memberi saran kepada para ibu agar dapat memaksimalkan perannya sebagai ibu untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya yaitu : Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 127 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih Kembali lagi kepada kodrat yang telah ditetapkan Allah SWT bahwa kaum ibu itu bisa beribadah kepada Allah dalam rumahnya sendiri. Dan seorang suami dibebani menafkahi seorang . agar dia bisa nyaman di rumah dan fokus terhadap tugas yang sebenarnya. Sebagaimana firman Allah SWT Al-Ahzab ayat AaOCa eIa aA eO aO eaO a aEIA AuDan hendaklah kamu tetap di rumahmuAAy Mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dalam mendidik anak seorang ibu dituntut untuk mengarahkannya menjadi pribadi yang baik, mengingat seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Seorang ibu harus memiliki kualitas diri yang memadai, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang pendidikan yang dijalani anak, dan pengetahuan tentang perkembangan Keteladanan sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan keagamaan dan pendidikan akhlak atau moral karena membiasakan anak kepada sifat Ae sifat yang baik dan mudah dipahami oleh anak langsung yang dirasakan oleh anak dalam kehidupannya. Peran ibu dalam mendidik anak-anaknya sangat menonjol karena ibu sejatinya telah mulai mendidik anak membimbing dengan penuh kasih . Peran Ayah Penulis menegaskan peran ayah dapat dijelaskan sebagai suatu peran yang dijalankan dalam kaitannya dalam tugas untuk mengarahkan anak menjadi mandiri dimasa dewasanya. Ayah yang menjalankan perannya secara baik mereflesikan kedekatan dan keterlibatan positif ayah dalam pengasuhan anak - anaknya baik secara fisik maupun emosional. Kedekatan orangtua dengan anak sangat dibutuhkan karena kedekatan merupakan salah satu penentu kualitas hubungan orang tua dan anak yang Apabila seorang ayah lebih dekat dengan anaknya baik secara fisik maupun emosi maka anak akan lebih terbuka dan sebaliknya jika anak tidak merasakan keberadaan ayah, maka akan timbul masalah pada anak seperti agresivitas dan kerusakan psikologi pada diri anak. Menurut Syariful . 7: . Peran Ayah Dalam Penananman nilai - nilai Spiritual Pada Anak bahwa ada 3 dimensi keterlibatan ayah dalam mendidik anak yaitu: Paternal engagement. yang melibatkan interaksi langsung antara ayah dan anaknya misalnya lewat bermain, mengajari sesuatu, dan aktivitas santai lainnya Aksesibilitas berinteraksi dengan anak pada saat dibutuhkan saja. Hal ini bersifat Tanggung jawab dan peran dalam hal menyusun rencana pengasuhan bagi anak. Pada komponen ini ayah tidak terlibat dalam pengasuhan . Peran ayah dalam penanaman nilainilai spiritual pada anak adalah bahwa ayah memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan spiritual anak. Mereka dapat berperan sebagai pengasuh yang aktif, memberikan kesempatan untuk berinteraksi, dan memiliki tanggung jawab dalam menyusun rencana pengasuhan. Dengan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 128 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih demikian, ayah dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli, penuh perhatian, dan memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. Namun pada kenyataan sebagian ayah masih beranggapan bahwa mendidik anakanak adalah tanggung jawab ibu saja, tidak ada kewajiban baginya kecuali menjamin kebutuhan materi bagi istri dan anakanaknya. Seorang ayah menghabiskan sebagian besar waktunya diluar rumah untuk Bahkan saat pulang kerumah, ia memperingatkan istrinya yang membiarkan anak - anaknya dapat mengganggu ketenangan ketika merenung ataupun pada saat tidur. Tentu saja sosok ayah seperti ini dapat menimbulkan ketimpangan dalam diri Anak akan memiliki sifat cemburu kepada anak - anak lain yang biasa bermanja - manja dengan orang tua mereka. Penulis menyarankan agar seorang ayah dapat memiliki teladan yang baik, sebagaimana teladan baik pada diri Rasulullah SAW Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, ia berkata AuRasulullah Saw mencium Hasan bin Ali dan disisi beliau ada Al-Aqra bin Habis. Al-Aqra berkata: saya memiliki sepuluh anak, namun saya tidak pernah mencium seorangpun dari merekaAy. Rasulullah Saw memperhatikan dirinya lalu bersabda. AuSiapa yang tidak menyayangi, niscaya tidak akan disayangiAy. (HR. Bukhari Muslim no. 328 dalam kitab Al Tayamu. Oleh karena itu, menurut penulis peran ayah bukan saja dalam hal memberi kebutuhan yang dibutuhkan oleh si anak, namun juga memberikan waktu luang. Waktu untuk keluarga sangatlah penting karena keluarga merupakan unit terkecil yang terdiri dari ayah dan ibu . rang tu. dan anak - anaknya yang hidup bersama untuk menjalin hubungan rasa cinta kasih yang alami dengan cara kebersamaan atau berkumpul dengan keluarga semua kesedihan atau yang lainnya menjadi hilang. Kehadiran sosok ayah ditengah-tengah keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi anak-anaknya. Terutama untuk anak perempuan, peran ayah kepada anak perempuan tidak hanya memberi nafkah tetapi juga mengasuh, mendidik dan memberi teladan dengan anaknya. Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Perspektif Ajaran Islam Keluarga pertama dan yang utama bagi anak. Karena Baik itu perkembangan jasmani maupun perkembangan rohani. Peran keluarga dalam pendidikan bagi anak yang paling utama ialah dalam penanaman sikap dan nilai hidup, pengembangan bakat dan minat, serta pembinaan kepribadian. Adapun yang bertindak sebagai pendidik dalam pendidikan agama dalam keluarga ialah orang tua yaitu ayah dan ibu serta semua orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak itu seperti kakek, nenek, paman, bibi dan kakak. Namun yang paling utama ialah ayah dan ibu. Orang tua harus memerhatikan perkembangan jasmani, akal, dan rohani anak - anaknya, dengan tujuan agar anak dapat berkembang secara maksimal. Perlu disadari pula bahwa anak di lahirkan dengan membawa bakat, potensi, kemampuan serta sikap dan sifat yang berbeda. Untuk itu orang tua sebagai pendidik dalam keluarga perlu memahami perkembangan jiwa anak, agar dapat menentukan metode yang sepatutnya diterapkan dalam mendidik dan membimbing anak - anaknya. Orang tua harus bersikap lemah lembut serta tidak boleh memaksakan perkembangan jiwa anak. Setiap anak adalah individu yang tidak dapat diibaratkan sebagai tanah liat yang bisa dibentuk sesuka hati. Namun perkembangan jiwa dan potensi anak sebagai tanda kasih sayang dan tanggung jawab moral orang tua yang secara konsisten dilandasi oleh sikap dipercaya dan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 129 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih mempunyai suatu pola relasi hubungan kepatuhan terhadap orang tua atas kesadaran Pendidikan yang paling utama dalam keluarga ialah yang mencakup pendidikan rohani anak atau pendidikan agama. Pendidikan agama dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual anak agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak Menurut Ahmad . 1 : . ada dua arah mengenai kegunaan pendidikan agama dalam keluarga. Pertama, penanaman nilai dalam arti pandangan hidup yang kelak mewarnai perkembangan jasmani akalnya. Kedua, penanaman sikap yang kelak menjadi basis dalam menghargai guru dan pengetahuan di sekolah. Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus disiapkan sedini mungkin dari hal - hal yang dapat merusak mental dan moral anak, yaitu dengan dasar pendidikan agama dalam keluarga. Sehingga anak diharapkan mampu menyaring dan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan di Menurut Al Ghazali, anak adalah amanat dari Allah SWT dan harus dijaga dan dididik untuk mencapai keutamaan dalam hidup dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Semua bayi yang dilahirkan ke dunia bagaikan sebuah mutiara yang belum diukur dan belum berbentuk tapi amat bernilai tinggi. Maka kedua orang tuanyalah yang akan mengukir dan membentuknya menjadi mutiara yang berkualitas tinggi dan disenangi semua Dalam mendidik anak, tentunya harus ada kesepakatan antara bapak ibu sebagai orang tua, akan dibawa kepada pendidikan yang otoriter atau pendidikan yang demokratis atau bahkan yang liberal, sebab mereka penentu pelaksana dalam keluarga. Dalam kehidupan masyarakat terkecil, yaitu keluarga, suami secara fungsional adalah penanggung jawab utama rumah tangga . sedangkan istri adalah mitra setia yang aktif konstruktif mengelola rumah tangga. Operasionalisasi kehidupan berkeluarga sebaiknya dilakukan berdasarkan amar makruf nahi munkar. Salah satu wujud amar makruf nahi munkar dalam kehidupan berkeluarga adalah memberikan pendidikan kepada putra - putrinya berdasarkan ajaran Islam. Antara keluarga satu dengan keluarga lainnya mempunyai prinsip dan sistem berbeda dalam mendidik anaknya. Namun orang tua jangan terbuai atau melupakan terhadap ajaran-ajaran Islam, terutama dalam hal pendidikan anak sebagaimana yang telah dicontohkan Rasul SAW sebagai pembawa panji - panji Islam. Rasul SAW tidak pernah mendidik putra - putrinya dengan pendidikan keras dan tidak dengan membebaskan anak anaknya, tetapi beliau dalam mendidik keluarganya terutama kepada anak - anaknya adalah dengan limpahan kasih sayang yang amat besar. Setelah anak lahir, barulah pendidikan itu dilakukan secara langsung pada anak Ada beberapa upaya dalam pandangan Islam yang semestinya dilakukan orang tua dalam pendidikan anak, diantaranya sebagai berikut . Melakukan azan dan iqamah, azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, . Mencukur rambut pada saat bayi berusia 7 hari, . Memberi nama yang baik, . Melakukan khitan, . Menyusui bayi (Mufatihatut, 2015 : . Penjelasannya adalah: Melakukan azan dan iqamah, azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Hal ini menurut Ibn Al - Doyyin AlJaujiyah dimaksudkan agar getaran getaran pertama yang didengar oleh si anak adalah kalimat panggilan agung yang mengandung kebesaran Allah SWT dan kesaksian pertama masuk Islam. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 130 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih Mencukur rambut pada saat bayi berusia 7 hari, dan melakukan Aqiqah, sebagai sunnah Rasulullah SAW. Tujuan melakukan Aqiqah adalah satu bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi. Aqiqah dilaksanakan dengan mencukur menyumbangkan emas atau perak 2 ekor untuk bayi laki-laki, sedangkan 1 ekor untuk bayi Lalu sembelihan pun juga disedekahkan sebagai ucapan syukur kemudian memberikan nama yang baik kepada Memberi nama yang baik Orang tua hendaknya memberikan nama yang baik bagi anak - anaknya. Nama dapat memengaruhi pergaulan anak. Nama yang baik akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, dan sebaliknya nama yang buruk akan menjadikan anak minder, karena namanya menjadi bahan olok - olokan oleh Dalam tradisi masyarakat pemberian nama pada sang bayi biasanya disebut dengan walimah al-tasmiyah. Tradisi walimah al-tasmiyah ini ada yang dilaksanakan dengan mengundang sanak kerabat dan tetangga sekitar. Dalam tradisi ini biasanya dilaksanakan pembacaan shalawat nabi. Shalawat nabi yang dibaca biasanya adalah kitab al-barzanji. Pada saat pembacaan shalawat nabi, tepatnya pada saat berdiri . ahalul qiya. sang bayi digendong oleh sang ayah. Bayi tersebut dibawa berkeliling dengan minyak wangi dihadapkan pada semua orang yang hadir di acara Ini dimaksudkan meminta doa kepada seluruh yang hadir agar menjadi anak yang shaleh atau shalehah. Melakukan khitan Khitan sebagai salah satu ajaran Islam menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh orang tua. Khitan ini berlaku bagi anak laki - laki maupun perempuan. Pelaksanaan khitan bagi anak laki - laki dilaksanakan pada anak Sedangkan pelaksanaan khitan bagi anak perempuan biasanya dilaksanakan pada hari ke-40 dari Adapun kegunaan khitan dalam pendidikan anak antara lain. Anak dilatih mengikuti ajaran Nabi. Khitan membedakan pemeluk Islam dari pemeluk agama lain. Khitan merupakan pengakuan penghambaan Tuhan. Khitan kesehatan, memperkuat syahwat. Menyusui bayi Menyusui bayi mempunyai dampak positif terhadap perkembangan anak, baik Dari perkembangan fisik, susu ibu lebih baik daripada susu buatan atau hewan. Pada saat ibu menyusui anaknya, sebenarnya ia sedang mencurahkan kasih sayangnya kepada anak dan akan dirasakan sebagai suatu kehangatan kasih ibu yang melindungi. Ini besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa Apalagi ketika dalam posisi menyusui, ibu sambil mendengungkan, melantunkan shalawat ditelinga sang bayi. Maka akan tertanam rasa cinta anak terhadap rasulnya. Langkah Mendidik Anak menurut Ajaran Islam Abdullah Nashih Ulwan . 2: . ) menegaskan bahwa hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orang tua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam. Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist, maka ia hanya akan mengenal Islam sebagai agamanya. Alquran sebagai imamnya, dan Rasulullah SAW sebagai pemimpin dan Apa Abdurrahman An-Nahlawi terdapat beberapa Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 131 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih metode pendidikan yang dapat menjadi pertimbangan pendidik dalam melakukan proses pendidikan, terutama dalam rangka menginternalisasikan nilai-nilai keislaman kepada anak dan peserta didik. Metodemetode yang ditawarkan an-Nahlawi tersebut adalah tidak jauh berbeda dengan metodemetode yang ditawarkan oleh Abdullah Nashih Ulwan. Keduanya sama-sama menawarkan metode pendidikan Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits. Berikut cara mendidik anak menurut Abdullah Nashih Ulwan . Mendidik dengan Keteladanan Abdullah Nashih Ulwan . sangat menekankan pentingnya pendidik yang dapat menjadi teladan karena keteladanan di sini menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada baik buruknya Anak memiliki potensi yang besar untuk menjadi baik, namun potensi tersebut tidak akan berkembang jika mereka menyaksikan para pendidiknya tidak dapat mempraktikkan apa yang diajarkan. Abi M. Yaqin . 0:30-. menjelaskan bahwa konsekuensi apa yang disampaikan kepada anak pada dasarnya tidak cukup dengan katakata saja. Kata-kata ini perlu ditopang oleh perbuatan atau sikap nyata. Apalagi pola berpikir anak yang masih sangat sulit untuk memahami sesuatu yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, untuk merubah sesuatu yang abstrak dalam kognisi anak menjadi sesuatu yang nyata diperlukan contoh atau teladan yang dapat disaksikan anak secara langsung. Ayu . juga menjelaskan bahwa telah diketahui bersama sudah menjadi karakteristik anak suka meniru. Meniru merupakan aktivitas fitrah atau alamiah yang dilakukan manusia ketika berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Seperti halnya anak balita yang sedang belajar berbicara, mereka akan meniru ucapan orang tuanya, dengan mengulangulang setiap kata yang didengarnya. Keteladanan merupakan metode yang sangat efektif dan efisien dalam penanaman nilainilai keislaman kepada anak. Anak . erutama pada usia pendidikan dasa. pada umumnya cenderung meneladani . orang tua atau pendidiknya. Secara psikologis, anak memang senang meniru, tidak hanya pada hal-hal yang baik saja, bahkan terkadang yang buruk pun mereka tiru. Metode keteladanan inilah yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam mendidik para sahabatnya. Sejalan dengan apa yang telah dijelaskan Abdullah Nashih Ulwan tentang metode mendidik melalui keteladanan, jika yang dijadikan teladan adalah manusia terbaik yakni Rasulullah SAW maka pribadi umat Islam akan menjadi pribadi yang mulia seperti halnya para sahabat yang mencintai dan mengikuti beliau. Mereka memperoleh berbagai kemuliaan dan mencetak banyak sejarah . Anak yang mendapati kedua orang tua dan gurunya memberi contoh yang baik dalam segala hal, secara tidak langsung anak pun merekam prinsipprinsip kebaikan yang diajarkan dan tertanam pada dirinya akhlak Islam yang mulia. Akan tetapi, orang tua tidak hanya cukup memberi teladan yang baik saja kepada anak, namun mereka pun memiliki kewajiban membuat anak terikat dengan pemilik teladan terbaik yaitu Rasulullah SAW yaitu dengan mengajarkan anak tentang kisah-kisah hidup beliau, peperangan yang pernah beliau ikuti, akhlak beliau yang mulia, dan kisah-kisah hidup beliau yang agung lainnya. Hal ini agar terpatri dalam diri anak sifat-sifat mulia sehingga ketika anak telah dewasa, ia tidak mengenal pemimpin, teladan, dan panutan terbaik melainkan Nabi Muhammad Saw . 2: 538-. Berdasarkan penjelasan Abdullah Nashih Ulwan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa selain mengikat anak dengan pemilik teladan terbaik, pendidik pun berkewajiban untuk mengikat hati anak- Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 132 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih anaknya dengan keteladanan para sahabat Rasulullah SAW generasi terdahulu yang shaleh, dan generasi yang mengikuti kebaikan mereka. Sehingga anak-anak mengenali kelebihan dan keutamaan mereka serta mengikuti jejak-jejak kebaikannya. Selain hal di atas, orang tua juga harus menyiapkan pendidikan berupa sekolah yang baik untuk anak-anaknya, teman-teman yang baik, dan kelompok yang baik agar anaknya mendapat pendidikan keimanan, akhlak, fisik, mental, dan intelektual yang juga baik. Sebab, tidak masuk akal anak yang tinggal di lingkungan yang baik tetapi akidahnya menyimpang, akhlaknya buruk, mentalnya sulit, fisiknya lemah, dan pengetahuannya Adapun yang terjadi pastilah sebaliknya, dalam lingkungan yang baik, anak akan mencapai kesempurnaan akidah dan akhlak. Sebaiknya para orang tua agar menaruh perhatian khusus dalam mendidik anak sulung, baik laki-laki maupun Sebab, saudara-saudaranya yang lain akan menirunya dan terpengaruh Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa keteladanan yang baik adalah faktor terbesar yang memberi pengaruh terhadap hati dan Dari beberapa buku yang membahas menemukan bahwa semua sepakat bahwa metode keteladanan merupakan cara yang harus dilakukan, mau tidak mau menjadi keharusan bagi setiap pendidik memberikan contoh yang baik bagi anak dan peserta Al-Ghazali, sebagaimana yang dikutip Khoiron Rosyadi . mengamalkan ilmunya, lalu perkataannya jangan sampai membohongi perbuatannya. Karena sesungguhnya ilmu itu dapat dilihat dengan hati. Sedangkan perbuatan dapat dilihat dengan mata kepala, dan yang mempunyai mata lebih banyak. Jamal Abdur Rahman . menyebutkan bahwa memberi keteladanan adalah kewajiban dari pendidik atau guru. Seorang pendidik seharusnya mengamalkan ilmunya, jangan Allah SWT sendiri dalam AlQuran sangat membenci orang yang mengatakan sesuatu yang tidak ia kerjakan. Ia sibuk mengingatkan dan memerintahkan kebaikan kepada orang lain, sedangkan dirinya sendiri tidak melakukannya dan berada dalam kelupaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Ash-Shaff . : 2-3 berikut ini aA eOaOac aN Eac aOeIa aIIa eO aE aI aCa eOEa eOIa aI aUE a eA aEa eOIA Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? aAcEEa a eI aCa eOEa eO aI aUE a eA aEa eOIA AaE aa aI eCU a eIa NA (It. sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu Metode keteladanan ini pula yang menjadi sebab tersebarnya Islam ke segala pelosok negeri dan banyaknya orang yang masuk agama Islam. Melalui para pedagang muslim dan para dai yang menunjukkan gambaran Islam yang sebenarnya dengan perilaku, kejujuran, dan sifat amanah mereka. Selain itu juga diikuti dengan penjelasan yang baik dan nasihat yang menyentuh hati sehingga orang-orang pun tertarik untuk memeluk agama Islam. Mendidik dengan Kebiasaan Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan pada permulaan pembahasan mendidik dengan kebiasaan ini dengan fakta bahwa syariat Islam telah menetapkan bahwa anak semenjak lahir sudah diciptakan dalam keadaan bertauhid yang murni, agama yang lurus, dan beriman kepada Allah SWT. Mengacu kepada penjelasan Abdullah Nashih Ulwan, penulis melihat bahwa fungsi pendidikan, khususnya pada tahap awal adalah mengembangkan potensi ilahiyat yang telah dimiliki setiap anak. Tanggung jawab ini dibebankan kepada kedua orang tua. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 133 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih Kepada keduanya dibebankan tanggung jawab agar dapat mengembangkan potensi tadi melalui teladan, contoh, bimbingan, nasihat dan bahkan jika perlu . alam keadaan terpaks. dengan menggunakan hukuman Abdullah Nashih Ulwan . menyebutkan bahwa ada dua faktor yang apabila dimiliki anak akan membawanya kepada kemuliaan. Kedua faktor tersebut yaitu faktor pendidikan Islam yang baik dan faktor lingkungan yang kondusif Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak- anaknya. Sedangkan melalui kondusif anak akan tumbuh dengan akidah keimanan dan keislaman yang kuat. Mengenai faktor lingkungan ini, penulis mengutip pernyataan Abdur Rahman Shalih Abdullah . sebagai berikut. Fitrah yang dibawa sejak lahir, ternyata dapat dipengaruhi lingkungan. Fitrah, tanpa memerdulikan kondisi-kondisi sekitar, tidak dapat berkembang. ia mungkin mengalami modifikasi atau malah berubah drastis jika saja lingkungan tidak favorable bagi perkembangan dirinya. Fitrah berinteraksi dengan faktor-faktor eksternal. bergantung pada perjalanan panjang interaksi semacam ini. Tetapi pernyataan ini bukan lingkungannya, sebagimana dikemukakan mazhab behaviorisme. Dua orang individu yang hidup dengan kondisi yang sama, masih sangat mungkin memberikan respon yang berbeda terhadap satu hal yang sama. Sebagai contoh, istri Firaun dari Mesir (Asiya. adalah seorang wanita yang sangat beriman kepada Allah meski lingkungan hidupnya dipenuhi suasana korup. Ay Berdasarkan Abdur Rahman Shalih Abdullah di atas dapat dipahami bahwa lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh dalam pembentukan Al-Quran menganggapnya sebagai satu - satunya Masih ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi dan sebagai manusia yang lemah hanya kepada Allah SWT berharap diberikan hidayah untuk memperbaiki diri sehingga dapat mencapai kemuliaan akhlak. Selain orang tua, faktor lingkungan berupa teman juga sangat berpengaruh. Hal ini karena seorang teman akan meniru tabiat Jika temannya seorang yang shaleh, maka yang didapatkan darinya adalah keshalehan dan ketakwaannya. Jadi, faktor lingkungan yang kondusif meliputi sekolah dan lingkungan rumah. Mengenai kebiasaan ini. Abdullah Nashih Ulwan mengutip pesan Ibnu Sina. AuHendaklah di tempat belajar, anak ditemani anak yang baik akhlaknya dan disenangi kebiasaannya. Sebab anak itu lebih mudah menerima . dari anak yang lain, ia mengambil . dari temannya dan mudah menurut kepadanya. Ay Berdasarkan dua faktor di atas maka dapat dipahami bahwa ketika anak mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tua guru-gurunya mendapatkan lingkungan yang kondusif dari teman-temannya, maka akan sangat mudah terbentuk pribadi yang berakhlak mulia. Orang tua mempersiapkan pendidikan dengan memilih guru-guru bagi anak-anak mereka dan mempersiapkan lingkungan yang baik untuk mereka tumbuh dalam kebaikan. Rasulullah SAW memerintahkan para pendidik untuk menginstruksikan shalat kepada anak-anak saat mereka berusia 7 Pembiasaan adalah adalah dimensi praktis dan dimensi teoritis yang telah dipelajari, seperti yang dikemukakan Abdullah Husin . bahwa metode memberikan penanaman nilai secara berulang-ulang menyangkut semua materi pendidikan yang telah diajarkan. Penulis mengutip sebuah artikel yang menjelaskan tentang tips-tips mendidik anak yang salah Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 134 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih Di dalam artikel tersebut dituliskan: Pengasuhan dan pendidikan anak lebih diarahkan kepada penanaman nilainilai moral keagamaan, pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan agar anak-anak mampu mengembangkan dirinya secara Pada saat shalat berjamaah, anakanak belajar mengenal dan mengamati bagaimana shalat yang baik, apa yang harus membacanya, dan sebagainya. Karena dilakukan setiap hari, anak-anak akan mengalami internalisasi, pembiasaan dan akhirnya menjadi bagian dari hidupnya. Ketika shalat telah terbiasa dan menjadi bagian dari hidupnya , maka di mana pun mereka berada ibadah shalat tidak akan Kalau tidak shalat, mereka merasakan ada sesuatu yang hilang dan merasa bersalah. Adapun perkara penting menurut Abdullah Nashih Ulwan yang harus diketahui para pendidik dalam mendidik berbagai macam kebaikan kepada anak dan pembiasaan akhlak yang mulia terhadap anak, yaitu memotivasi anak dan kadang memberikan hadiah. Mendidik dengan Nasihat Abdullah Nashih Ulwan memberikan penjelasan tentang mendidik anak melaui nasihat dengan mengatakan. AuSatu lagi metode pendidikan yang efektif dalam membentuk keimanan anak, akhlak, mental, dan sosialnya, adalah metode mendidik dengan nasihat. Hal ini disebabkan, nasihat memiliki pengaruh yang besar untuk membuat anak mengerti tentang hakikat sesuatu dan memberinya kesadaran tentang prinsip-prinsip Islam . Menurut Abdullah Husin . 4:84-. nasihat juga merupakan sarana komunikasi antara pendidik dan peserta didiknya yang didorong oleh rasa kasih sayang. Karenanya pendidik sebaiknya memilih kata-kata yang baik dan Berdasarkan perkataannya di atas. Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan bahwa tidak heran kalau Alquran menggunakan metode mendidik anak melalui nasihat ini untuk mengajak bicara kepada setiap jiwa. Berikut ini adalah contoh ayat Alquran dalam menuturkan nasihat yaitu Q. Luqman . Mengenai Q. Luqman ayat 13. Husain Mazhahiri . memberikan pandangannya bahwa pada teks ini mengarahkan secara halus kepada kedua orang tua cara berbicara kepada anakanaknya. Ia mengatakan: AuKita dapat mengambil manfaat dari ayat ini tiga hal berikut: Pertama, ayat ini menggunakan ungkapan kata Aowahai anakkuAo. Artinya seorang ayah atau ibu apabila berbicara putra-putrinya menggunakan kata kekasihku, belahan jiwaku, kehidupanku, dan ungkapanungkapan lain yang serupa. Kedua. Aoketika dia memberi pelajaran kepada anaknyaAo. Ungkapan ini menunjukkan pentingnya kata yang lembut disertai cinta kasih ketika kedua orang tua berbicara dengan anak-anaknya. Ketiga. Allah AoSesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kezaliman yang besar. Ao Ini menyarankan kepada kedua orang tua agar ketika menyuruh dan melarang harus menggunakan argumentasi yang logis. Ketika seorang ibu melarang putrinya pergi sendirian ke tempat-tempat tertentu, larangan tersebut harus menggunakan alasan yang Misalnya mengatakan. AuKepergianmu sendirian itu, dapat membuatmu dituduh yang bukan-bukan oleh musuh atau orang yang dengki kepadamu, dan kala itu kamu sulit membersihkan tuduhan tersebut dari dirimuAy Menurut penulis, nasihat diberikan kepada orang lain terutama anak karena didorong adanya rasa kasih sayang. Oleh karena itu, nasihat haruslah diberikan secara lemah lembut dan dari hati agar pesan yang dimaksud dapat tersampaikan ke hati anak Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 135 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih dan dapat mempengaruhi sehingga merubah anak menjadi lebih baik. Mendidik Perhatian/Pengawasan Metode berpengaruh keempat menurut Abdullah Nashih Ulwan yaitu mendidik dengan perhatian/pengawasan. Pada pembahasan mendidik dengan perhatian ini Abdullah Nashih Ulwan terlebih dahulu memberikan pengertian tentang mendidik dengan perhatian/pengawasan itu sendiri AuMaksud dari mengawasinya dalam pembentukan akidah, akhlak, mental, dan sosialnya. Begitu juga dengan terus mengecek keadaannya dalam intelektualnyaAy. Islam mendorong para orang tua dan para pendidik lainnya untuk selalu memperhatikan dan mengawasi anak-anak mereka di semua aspek kehidupan dan pendidikannya. Berikut ini nash-nash AlQuran yang mendorong untuk melakukan perhatian dan pengawasan terhadap anak. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah at-Tahrim . : 6. AuWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkanAy Ayat di atas menjelaskan bahwa sebagai orang yang beriman haruslah ia menjaga dirinya dan keluarganya dari api Bagaimana pendidik menjaga keluarga dan anak-anaknya dari api neraka, jika ia tidak memerintahkan dan mengajak kepada kebaikan serta melarang kepada kejelekan bagi mereka, juga tidak memperhatikan dan mengawasi keadaan mereka . Selain nash di atas. Allah SWT juga berfirman pada surah Al-Baqarah : Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. urah Al-Baqarah : . Bagaiamana mungkin seorang ayah dapat memberi keluarga dan istrinya, jika mereka tidak mengawasi keadaan mereka secara jasmani dan kesehatannya. Oleh karena itu, kewajiban ayah sebagai orang tua memberi makan dan pakaian kepada ibu dengan cara yang benar sebagaimana ayat yang telah disebutkan di atas. Selain ayat AlQuran. Hadits menekankan kepada pengawasan dan perhatian kepada anak, di antaranya sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. A)O NA Seorang laki laki seseorang yang bertanggung jawab dalam keluarganya dan dia orang yang dinaungi dalam masyarakat dan seorang perempuan bertanggung jawab atas anak anaknya dan istri juga tanggung jawab suaminya (HR. Bukhar. (Abdullah, 2012:. Hadits ini menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab. Anak merupakan tanggung jawab orang tuanya dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Hadits di atas juga mengandung arti bahwa seorang pendidik harus memperhatikan dan mengawasi anaknya sehingga ketika anak melalaikan kewajibannya, orangtua dapat langsung menegurnya. Jika anak terlihat melakukan dosa, orang tua langsung Melalui pengawasan dan perhatian pula orang tua dapat langsung memuliakan dan mendukung anak jika melihatnya melakukan kebaikan. Jika orang Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 136 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih tua dan pendidik lalai memperhatikan dan tidak tahu keadaan anak, maka dapat dipastikan anak akan mengarah kepada penyimpangan yang akhirnya membawa kepada kemaksiatan . Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada para sahabat beliau. Hal ini berarti beliau sangat memperhatikan umatnya. Rasulullah SAW senantiasa menanyakan keadaan mereka, mengawasi perilaku mereka, memberi mendukungnya ketika mereka berbuat kebaikan, mengasihi mereka yang miskin, mendidik mereka yang masih kecil, dan mengajari yang jahil di antara mereka. Adapun perhatian Rasulullah SAW yang dijelaskan Abdullah Nashih Ulwan dalam mendidik anak dapat dilihat melalui Hadits yang menceritakan Umar bin Abu Salamah. Umar bin Abu Salamah berkata. AuKetika masih kecil, aku berada di bawah pengasuhan Rasulullah Saw. Tanganku bergerak ke sana kemari di dalam piring besar, maka beliau berkata kepadaku: Dari Umar bin Abi Salamah berkata, "Sewaktu aku masih kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah SAW pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari . aat mengambil makana. di nampan, lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku. AuWahai anak kecil! Ucapkanlah. Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang terdekat darimu!Ay Maka hal ini senantiasa menjadi kebiasaan makanku setelah itu (H. Al-Bukhari dan Muslim dalam Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin, 2014: . Hadits di atas memberikan pendidikan kepada anak berupa adab makan yaitu membaca basmalah sebelum makan, makan menggunakan tangan kanan, dan memakan makanan yang paling dekat. Orang tua dan pendidik lainnya harus memperhatikan siapa yang menjadi teman anak, apa yang dipelajari anak, memperhatikan anak-anak mereka dengan mengajarkan doa-doa agar anak memiliki sikap istiqamah baik dalam perkataan maupun perbuatannya. Mendidik dengan Hukuman Abdullah Nashih Ulwan menyebutkan bahwa tujuan mendidik dengan hukuman bagi anak yaitu agar anak tercegah dan tertahan dari akhlak yang buruk dan bersifat Anak memiliki perasaan jera untuk mengikuti syahwatnya dan melakukan halhal yang haram. Tanpa itu, anak akan terus terdorong untuk berbuat hal yang keji, terjebak dalam tindak kriminal, dan terbiasa dengan kemungkaran. Mengenai tujuan hukuman bagi anak di atas. Yanuar A . dalam bukunya juga menyebutkan tujuan pemberian hukuman yang tidak jauh Ia menyebutkan bahwa tujuan utama pemberian hukuman adalah agar anak merasa jera dan tidak mengulangi lagi perbutannya yang salah. Bukan untuk menyakiti anak. Berkenaan dengan hukuman. Membentuk Generasi Muda yang Tangguh Anak adalah harapan orang tua dan masa depan. Namun, apa jadinya jika anak justru berkepribadian lemah. Kita mendengar istilah generasi mager . alas gera. atau generasi rebahan. Istilah yang disematkan pada generasi muda saat ini untuk menggambarkan kondisi mereka yang Ibarat seperti gelas kaca, disenggol sedikit pecah berantakan. Rapuh bukan dari sisi fisik tetapi pada aspek mental atau Miris tetapi fakta menunjukkan bahwa generasi muda saat ini memang lemah bahkan tidak sedikit yang memutuskan Sebagaimana KPAI . /01/2. sepanjang 2023 ditemukan 46 kasus anak bunuh diri. Terkadang Pekalongan. Kendari. Buton, anak bunuh diri Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 137 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih karena ditegur main HP. Ada juga gara-gara putus cinta dengan pacarnya. Kasus bunuh diri pada kalangan mahasiswa pun Tentunya kondisi ini tidak bisa produktivitas dan mengancam masa depan. Potensi tidak terasah jika mudah menyerah saat menghadapi persoalan. Padahal, tantangan ke depan semakin tidak mudah. Masa dimana perubahan sangat cepat, penuh gejolak, ketidakpastian, dan ambigu. Generasi rapuh hanya akan menjadi obyek, dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang akhirnya menjadi generasi pembebek. Salah satu kerapuhan generasi ditandai dengan merebaknya gangguan kesehatan mental atau mental illness. Ciri umum diantaranya sering marah-marah, terlihat berkonsentrasi, merasa tidak berdaya, cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, sampai pada tingkat menyakiti diri sendiri dan muncul keinginan bunuh diri. Secara fisik, penderita gangguan kesehatan mental tidak seperti orang gila. Terkadang nampak baik-baik saja meski sedang Menurut WHO, kesehatan mental adalah kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar. Sederhananya, individu tersebut mampu mengendalikan diri, menyikapi berbagai peristiwa agar tetap menjalankan fungsi dalam berbagai perannya. Hasil survei menunjukkan bahwa satu dari dua masyarakat Indonesia merasa memiliki masalah kesehatan mental. Persentasenya sebanyak 52% sebagaimana dikutip dari laman katadata. /10/2. Tidak heran tren bunuh diri di Indonesia meningkat. Gangguan kesehatan mental selain mengurangi produktivitas, penanganannya membutuhkan biaya besar. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. Irma Melyani Puspitasari memperkirakan dibutuhkan biaya Rp87,5 triliun dalam setahun untuk pengobatannya. Itu pun hanya untuk prevalensi gangguan yang mencakup skizofrenia, bipolar, depresi, dan gangguan kecemasan. ttps://databoks. id/datapub lish/2023/10/18/ada-971-kasus-bunuh-dirisampai-oktober-2023-terbanyak-di-jawatenga. Berikut ini adalah analisanya untuk menjadikan sosok anak yang tangguh. Karakter tangguh adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi dan mengatasi rintangan, kegagalan, dan kekecewaan dalam Individu yang memiliki karakter tangguh mampu mengendalikan emosi mereka, memiliki keyakinan yang kuat, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi Hal ini penting untuk diperoleh sejak usia dini agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang kuat dan berkembang dengan baik dalam kehidupan mereka. Hal yang pertama dilakukan orang tua adalah menanamkan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Memberikan emosional yang kuat dalam menghadapi rintangan dan kekecewaan, karena anak membutuhkan dukungan emosional yang kuat dari orang tua. Orang tua perlu mendengarkan dengan penuh perhatian saat anak mengungkapkan perasaannya. Bersikap empati, memberikan pujian yang tulus, dan memberikan rasa aman dapat membantu anak mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk menghadapi masalah dengan lebih baik dan dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Disisi lain Penting bagi anak untuk belajar bagaimana mengatasi masalah dengan cara yang efektif. Orang tua dapat membantu anak memahami langkahlangkah yang dapat diambil dalam menghadapi masalah dan mengajarkan mereka bagaimana mengambil keputusan yang baik. Dengan memberikan anak alat yang tepat untuk mengatasi rintangan, mereka akan menjadi lebih siap dalam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 138 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih menghadapi kehidupan sehari-hari. Selain itu orang tua juga harus selalu melibatkan anak dalam kegiatan positif terutama dalam keterlibatan kegiatan dirumah. membersihkan tempat tidur, menyapu. Hal ini menjadikan anak mandiri dan bertanggung jawab. Orang tua juga sebaiknya selalu mengingatkan anak untuk Akhirnya dapat disimpulkan apabila orang tua dalam mendidik anak dilakukan dengan baik, maka anak akan tumbuh menjadi generasi baik dan berkualitas. Pendidikan di dalam keluarga yang baik adalah yang mau memberikan dorongan kuat pendidikan agama. Pendidikan dalam keluarga mempunyai pengaruh yang positif di mana lingkungan keluarga memberikan dorongan atau memberikan motivasi dan rangsangan kepada anak untuk menerima, memahami, meyakini serta mengamalkan ajaran Islam. Generasi berkualitas yang dimaksud adalah berkualitas dalam semua aspek kehidupan, yakni memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki akhlak yang luhur, serta memiliki akidah lurus dan jiwa yang bersih. sebagaimana firman Allah SWT AuDan hendaklah kalian takut jika di kemudian hari meninggalkan generasi lemahAAy (QS. anNisaAo/4: . Generasi penerus perjuangan yang mampu membangun peradaban lebih maju dan tangguh, bukan generasi yang Generasi lemah tidak mampu bersaing dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan bisa jadi akan menambah permasalahan di masyarakat. Sedangkan cara mendidik anak dari (Keteladanan. Kebiasaan. Nasihat. Perhatian dan Hukuma. metode yang paling efektif dan sangat berpengaruh adalah metode Hal ini karena sebaik apapun pembiasaan, nasihat, perhatian, dan hukuman yang dilakukan, jika orang tua sendiri tidak memberikan teladan yang baik maka pendidikan anak tidak akan berjalan dengan Pemberian pendidikan keteladanan dalam sebuah pendidikan sangatlah penting dan bisa berpengaruh terhadap proses pendidikan, khususnya dalam membentuk aspek moralitas, spritual, dan etos sosial Pentingnya keteladanan dalam mendidik anak menjadi pesan kuat dari Al Quran. Sebab keteladan adalah sarana penting dalam pembentukkan karakter Satu kali perbuatan yang dicontohkan lebih baik dari seribu kata yang Ditambahlagi anak - anak akan mudah meniru apa pun yang dilihatnya. Sebagaimana Allah juga memberikan contoh - contoh Nabi atau orang yang bisa dijadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar menjadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar tidak Orang tua harus bisa menjadi guru teladan putra - putrinya dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu orang tua harus benar - benar menjadi panutan bagi anak andalkan untuk mengarungi kehidupan Apabila menginginkan anak mencitai Allah dan Rasul-Nya maka sebagai orang tua harus menunjukkan sikap mencintai Allah dan Rasulnya, sehingga kecintaan itu akan terlihat oleh anak - anak. Di sinilah diperlukan keteladanan orang tua, baik soal keimanan, ketaatan beribadah, sikap, maupun perilaku. Peranan orang tua menurut perspektif Islam sangatlah Jangan sampai pendidikan anak menjadi sebuah istilah AuKenyang di telinga, haus di mataAy, artinya anak banyak menerima pelajaran dan nasihat, namun minim menerima praktik langsung atau teladan dari sosok pendidiknya. Metode pendidikan Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam pendidikan di dalam rumah tangga maupun di sekolah. Secara umum, metode-metode yang beliau contohkan saling menunjang antara satu dengan lainnya. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 124-141, 2024 | 139 Konsep Orang Tua dalam Mendidik Anak menurut Ajaran Agama Islam Ahmad Sawkani. Firdaus Suhaimi. Kunaenih KESIMPULAN Konsep orang tua dalam mendidik anak menurut ajaran Islam adalah memulai memberikan pondasi pendidikan kepada anak - anaknya di dalam keluarga. Pendidikan anak dalam keluarga dilakukan dengan baik, maka anak akan tumbuh menjadi generasi baik dan berkualitas. Generasi berkualitas yang dimaksud adalah berkualitas dalam semua aspek kehidupan, yakni memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki akhlak yang luhur, serta memiliki akidah lurus dan jiwa yang bersih. Tantangan besar pendidikan Islam pada era revolusi Industri 4. 0 dan menuju demografi Indonesia, ialah bagaimana mempersiapkan dan mendidik mereka yang sekarang ini berada di kelompok anak-anak. Mendidik kelompok ini membutuhkan potensi tenaga dan pikiran sangat besar, karena usianya di bawah usia orang dewasa. di masa ini ditandai dengan beberapa perubahan drastis dan signifikan. Salah satunya yaitu pola digitalisasi disegala lini kehidupan yang tentunya memberikan dampak yang besar pada individu dan Penggunaan komunikasi gawai . atau smartphone secara bebas tanpa filter yang jelas. Alat ini mendekatkan anak-anak pada digitalisasi dunia maya, sehingga memberikan jarak pada mereka dengan dunia nyata. Sehingga mereka cenderung bersikap skeptis, sinis, ketergantungan yang negatif terhadap Ibarat dua mata pisau disatu sisi anak - anak menjadi manusia dengan kemampuan mutlti-tasking, melek teknologi dan mempunyai cara berpikir yang luas jika di bandingkan dengan generasi yang lahir Mendidik anak yang efektif menurut pandangan ajaran Islam adalah dengan Memberikan Mengajarkan adab dan akhlak. Sertakan anak dalam beribadah, memperkenalkan anak kepada agama sejak dini, bersikap lemah lembut dan tegas, dan bersikap adil. Disamping itu memberikan keteladanan, karena keteladanan dalam mendidik anak menjadi pesan kuat dari Al Quran. Keteladan adalah sarana penting dalam pembentukkan karakter seseorang. Satu kali perbuatan yang dicontohkan lebih baik dari seribu kata yang Ditambah lagi anak - anak akan mudah meniru apa pun yang dilihatnya. Sebagaimana Allah juga memberikan contoh - contoh Nabi atau orang yang bisa dijadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar menjadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar tidak Orang tua harus bisa menjadi guru teladan putra - putrinya dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu orang tua harus benar - benar menjadi panutan bagi anak andalkan untuk mengarungi kehidupan Apabila menginginkan anak mencitai Allah dan Rasul-Nya maka sebagai orang tua harus menunjukkan sikap mencintai Allah dan Rasulnya, sehingga kecintaan itu akan terlihat oleh anak - anak. Di sinilah diperlukan keteladanan orang tua, baik soal keimanan, ketaatan beribadah, sikap, maupun Peranan orang tua menurut perspektif Islam sangatlah penting. DAFTAR PUSTAKA