Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . ANALISA KUAT TEKAN BETON CAMPURAN LIMBAH BATA MERAH SEBAGAI AGREGAT HALUS DIBANDINGKAN DENGAN BETON NORMAL 1, 2, 3 Gempar Pasaribu 1*. Sahrul Harahap 2. Wirna Arifitriana 3 Teknik Sipil/Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email: Email: sahrulh74@gmail. Email: Abstrak: Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Agregat sangat memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah beton. Dimana semakin baik agregat ang digunakan maka semakin baik pula kualitas beton yang di hasilkan. Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk memanfaatkan limbah bata merah sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah mengetahui nilai kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari yang dihasiklkan dari penggunaan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian agregat halus pada campuran beton. Penelitian dilakukan di laboratorium beton dan struktur teknik sipil fakultas teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapati hasil pengujian kuat tekan beton berdasarkan variasi campuran untuk umur 7, 14, dan 28 secara berturut-turut untuk beton normal 11,18 MPa, 13,94 MPa dan 17,13 MPa. Dan untuk beton variasi bata mrah 5% adalah 9,98 Mpa 9,70 Mpa dan 16,99 MPa. Sedangkan untuk variasi 10% adalah 9,48 MPa, 11,89 MPa, dan 14,58 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapati hasil penurunan mutu beton maka untuk penggunaan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian agregat halus pada campuran beton agar lebih memperhatikan dan mempertimbangkan resiko penurunan nilai kuat tekan beton yang Kata Kunci : Beton. Kuat Tekan. Beton Bata Merah PENDAHULUAN Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Agregat sangat memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah beton. Dimana semakin baik agregat ang digunakan maka semakin baik pula kualitas beton yang di hasilkan. Untuk membuat komposisi campuran beton, sifat fisis material sangat mempengaruhi mutu dan spesifikasi beton dalam dunia konstruksi. Pada umumnya, masyarakat kurang memahami sifat material yang dipakai dalam membuat adukan beton, sehingga mereka tidak tahu apakah beton yang mereka buat tersebut sudah sesuai standar SNI atau belum. Mutu agregat yang digunakan dalam pembuatan beton juga sangat berpengaruh terhadap mutu beton. Selain itu, gradasi agregat yang baik juga Mengingat agregat halus merupakan salah satu bahan susun utama beton yang diambil Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. secara ilmiah dari sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinilai kuat tekan beton yang dihasilkan dari penggunaan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian agregat halus pada campuran beton, dan nilai persentase nilai kuat tekan beton apabila dibandingkan dengan campuran beton pada umumnya. LANDASAN TEORI Berdasarkan SNI-03-2847-2002, beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa Beton disusun dari agregat kasar dan agregat halus. Agregat halus yang digunakan biasanya adalah pasir alam maupun pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu, sedangkan agregat kasar yang dipakai biasanya berupa batu alam maupun batuan yang dihasilkan oleh industri pemecah batu. Beton juga dapat didefinisikan sebagai bahan bangunan dan konstruksi yang sifat-sifatnya dapat ditentukan terlebih dahulu dengan mengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti terhadap bahan-bahan yang Bahan-bahan pilihan itu adalah semen, air, dan agregat. Karena hidrasi semen oleh air, adukan tersebut akan mengeras atau membatu dan memiliki kekerasan dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan berbagai tujuan. Dalam adukan beton campuran air dan semen membentuk pasta yang disebut pasta semen. Untuk mendapatkan kekuatan yang baik beton mempunyai karakteristik yang spesifiknya terdiri dari beberapa bahan penyusun. Semen Pemadatan Semen adalah bahan pengikat hidrolis yang merekat dan mengeras bila dicampur dengan air, dihasilkan dengan cara Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . menggiling halus klinker yang terutama terdiri dari silikatsilikat kalsium yang bersifat hidrolis dan gips sebagai bahan pembantu. Fungsi utama semen adalah mengikat butirbutir agregat sehingga membentuk suatu massa padat dan mengisi rongga-rongga udara diantara butir-butir agregat. Walaupun komposisi semen dalam beton hanya sekitar 10%, namun karena fungsinya sebagai bahan pengikat maka peranan semen menjadi Agregat Agregat adalah butiran mineral yang berasal dari alam atau buatan yang memiliki fungsi sebagai bahan pengisi campuran pada beton. Agregat pengisi campuran beton terbagi atas agregat halus dan agregat kasar. Agregat halus biasanya berupa pasir atau partikel partikel lain yang lolos saringan dengan diameter 4 mm atau 5 mm, sedangkan agregat kasar tidak lolos saringan tersebut. Pada umumnya penggunaan bahan agregat dalam adukan beton yaitu agregat kasar dan agregat halus. Ukuran agregat dalam prakteknya dapat digolongkan menjadi 3 . kategori yaitu: Batu, jika ukuran butiran lebih dari 40 Kerikil, jika ukuran butiran antara 5 mm sampai 40 mm. Pasir, jika ukuran butiran antara 0,15 mm sampai 5 mm. Sedangkan butiran yang lebih kecil dari 0,15 dinamakan AusilkAy atau tanah. Faktor penting yang perlu diperhatikan adalah gradasi atau distribusi ukuran butiran agregat. Apabila butir butir agregat mempunyai ukuran yang seragam, dapat menimbulkan volume pori yang lebih besar. Tetapi jika ukuran Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . butirannya lebih kecil akan mengisi pori diantara yang lebih besar. Air Air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. Adapun syarat mutu air untuk adukan beton menurut British Standard adalah sebagai berikut: Garam garam anorganik. Ion ion yang terdapat dalam air adalah kalsium, bikarbonat, sulfat, klorida dan nitrat. Gabungan ion ion tersebut yang terdapat dalam air maksimum 2. mg/liter. Garam garam ini akan menghambat waktu pengikatan pada beton sehingga kuat tekannya turun. Selain itu garam garam ini membuat beton bersifat higroskopis, sehingga beton selalu basah, beton menjadi bercak putih, ditumbuhi lumut dan tulangan menjadi elektrolit dan Konsentrasi garam garam ini pada air pencampur beton maksimum 500 ppm. NaCl dan Sulfat. Konsentrasi NaCl dalam air diijinkan maksimum 20. Garam ini membuat beton bersifat higroskopis dan bila bereaksi dengan agregat yang mengandung Pengaruh garam sulfat terhadap beton adalah membuat beton tidak awet. Air asam. Air yang mempunyai nilai asam tinggi . H > 3,. akan menyulitkan pekerjaan beton. Air Basa. Air dengan kandungan Natrium Hidroksida kurang dari 0,5% dari berat semen tidak mempengaruhi kekuatan beton. Sebaliknya NaOH lebih dari 0,5% dari berat semen akan menurunkan kekuatan beton. Air gula. Penambahan gula sebasar 0,25% ke atas akan menyebabkan bertambahnya waktu ikat semen dan juga menurunkan kekuatan beton. Minyak. Air yang mengandung minyak tanah lebih dari 2% menyebabkan kekuatan beton turun sebesar 20%. Oleh karena itu air yang tercemar oleh minyak sebaiknya tidak digunakan untuk campuran beton. Rumput laut. Air yang tercampur dengan rumput laut mengakibatkan daya lekat semen berkurang dapat menimbulkan gelembung gelembung udara pada beton. Akibatnya beton menjadi keropos dan akhirnya kekuatannya akan turun. Zat-zat bahanbahan terapung. Air yang banyak mengandung zat organik mengandung butir butir lumut. Air ini dapat mengganggu proses hidrasi semen, apalagi bila agregat yang digunakan banyak mengandung Ini akan menyebabkan beton mengembang yang akhirnya retak. Air yang mengandung lumpur halus kurang dari 2. 000 ppm bila akan digunakan untuk beton harus diendapkan terlebih dahulu agar lumpur tidak mengganggu proses hidrasi semen. Air limbah. Air limbah biasanya sebanyak 400 ppm. Air ini dapat digunakan untuk campuran beton bila diencerkan/dinetralisir sampai air hanya mengandung senyawa organik sebesar maksimum 20 ppm. Bata Merah Batu bata merah adalah bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat, baik di pedesaan maupun di Sebagai bahan bangunan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. konstruksi tradisional, sebagian besar masyarakat lebih memilih bahan bata merah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. Batu bata umumnya dalam konstruksi bangunan memiliki fungsi sebagai bahan non-struktural, di samping berfungsi sebagai struktural. Sebagai fungsi struktural, batu bata dipakai sebagai penyangga atau pemikul beban yang ada diatasnya seperti pada konstruksi rumah sederhana dan Kuat Tekan Beton Nilai kuat tekan beton didapatkan melalui tata cara pengujian standar. Pemeriksaan kuat tekan beton dilakukan untuk mengetahui secara pasti akan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari yang sebenarnya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Pemeriksaan kuat tekan beton dilakukan untuk mengetahui secara pasti akan kekuatan tekan beton pada umur yang sebenarnya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Kuat tekan beton dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini: Dimana Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 juni sampai 30 juli 2022. Dimana pada tanggal 8 Juni 2022 dilakukan pembuatan benda uji. Pada tanggal 15 Juni dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari, pada tanggal 22 Juni dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 14 hari dan pada tanggal 6 Juli dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari. Gambar Lokasi Penelitian Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, maka dibuat bagan alir Adapun tahapan penelitian dapat kita lihat pada gambar bagan alir berikut ini. P : Gaya maksimum dari mesin tekan (N) A : Luas penampang yang diberi tekanan . fc' : Kuat tekan (N/mm. METODEOLOGI PENELITIAN Penelitian Laboratorium Beton dan Struktur Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Mulai Pengumpulan Data Pengambilan Sampel Perencanaan Campuran Pembuatan Benda Uji Perawatan Benda Uji Pengujian Kuat Tekan Beton Selesai Gambar Diagram Alir Penelitian Dalam melakukan sebuah penelitian membutuhkan suatu bagan alir penelitian untuk mempermudah dalam perencanaan maupun perhitungannya. Bagan alir penelitian ini dimulai dari pengumpulan referensi yang berkaitan dengan penelitian tentang beton. Kemudian mempersiapkan Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . bahan material atau pengambilan sampel uji coba dan peralatan. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan perencanaan campuran benda uji yang akan diteliti. Setelah melakukan perencanaan campuran benda uji, tahapan selanjutnya dilakukan pembuatan dan perawatan serta pengujian benda uji. Setelah pengujian dilakukan, maka didapat data hasil pengujian. Setelah data pengujian diperoleh, langkah selanjutnya dilakukan analisa data. Setelah analisa data selesai dilaksanakan, kita akan memperoleh pembahasan hasil yang menjadi acuan atau gambaran untuk membuat kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data dari penelitian ini meliputi dari pengujian fisis material, perencanaan campuran, dan pengujian beton. Hasil uji fisis material meliputi data dari pengujian agregat halus dan agregat kasar. Untuk data pengujian agregat halus meliputi data pengujian kadar air, analisa saringan, dan kadar lumpur. Sedangkan data pengujian fisis agregat kasar meliputi data kadar air, dan analisa saringan. Berikut ini merupakan data data dari hasil pengujian fisis agregat halus dan agregat kasar. Tabel 1 Perhitungan kadar air agregat halus Pengukuran Satuan Sampel 1 Sampel 2 Rata-Rata Berat Agregat Semula (W. Berat Agregat Kering Oven (W. Kadar Air 11,94 9,49 10,71 Dari hasil perhitungan yang diperoleh sebesar 10,71 %, maka agregat halus layak digunakan sebagai campuran beton. No. Tabel 2 Perhitungan Kadar Lumpur Agregat Halus Pengukuran Satuan Sampel 1 Sampel 2 Volume Pasir 56,00 55,00 Volume Lumpur 1,00 1,00 Kadar Lumpur 1,79 1,75 Rata Rata 55,50 1,00 1,77 Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Dari hasil perhitungan diperoleh kadar lumpur rata rata sebesar 1,77%, maka agregat halus layak digunakan sebagai campuran beton. Tabel 3 Analisa saringan agregat halus No. Ukura Nomor Lobang Saringa Ayaka . No. No. No. No. No. No. 6,35 No. 4,75 No. 2,36 No. 1,18 No. 0,85 No. 0,59 No. 0,25 No. 0,15 No. 0,075 PAN (Sis. Jumlah Berat Tertaha . Lolos Ayak . Jumlah Persen (%) Tertahan Lewat % Kumulatif Tertahan Lewat Untuk menentukan batas gradasi agregat halus berdasarkan persentase berat butir yang lewat ayakan dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Tabel 4 perbandingan gradasi agregat halus Persen Berat Butir Yang Lewat Ayakan Lubang Ayakan Hasil Uji Aregat Halus Zona I Zona II Zona i Zona IV 100,00 4,75 90 Ae 100 90 Ae 100 90 Ae 100 95 Ae 100 99,50 2,36 60 Ae 95 75 Ae 100 85 Ae 100 95 Ae 100 95,00 1,19 30 Ae 70 55 Ae 90 75 Ae 100 90 Ae 100 68,50 0,59 15 Ae 34 35 Ae 59 60 Ae 79 80 Ae 100 5 Ae 20 8 Ae 30 12 Ae 40 15 Ae 50 0,15 0 Ae 10 0 Ae 10 0 Ae 10 0 Ae 15 Dari perbandingan pada tabel di atas tampak bahwa agregat halus yang digunakan memiliki hasil uji yang termasuk ke dalam zona I atau dalam kategori pasir agak halus. Adapun grafik dari agregat halus tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Grafik Persentase Lolos Ayak Persentase Lolos Ayak (%) Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . 95,00 68,50 1,00 0,15 2,00 Batas Bawah 99,50 100,00 4,00 0,59 1,19 2,36 4,75 Ukuran Ayakan . Batas Atas % Kumulatif Lewat Gambar 1. Grafik Hubungan Ukuran Ayakan Dengan Persentase Lolos Ayakan Agregat Halus Tabel. 5 Perhitungan Kadar Air Agregat Kasar Pengukuran Satuan Berat Agregat Semula (W. Berat Agregat Kering Oven (W. Kadar Air Berat Sampel 0,76 Dari hasil perhitungan diperoleh kadar air rata-rata sebesar 0. 76% maka agregat kasar layak digunakan sebagai campuran beton. No. Tabel 6 Analisa Saringan Agregat Kasar Ukura Berat Lolos Nomor Lobang Tertaha Jumlah Persen (%) Ayak Saringa Ayaka . (G. (G. Tertahan Lewat No. No. 2,08 97,92 No. 79,17 18,75 No. 4,75 17,92 0,83 PAN (Sis. 0,83 Jumlah % Kumulatif Tertahan 2,08 81,25 99,17 Lewat 97,92 18,75 0,83 Untuk menentukan batas gradasi agregat halus berdasarkan persentase berat butir yang lewat ayakan dapat dilihat pada Tabel 7 di bawah ini. Tabel 7 Perbandingan Gradasi Agregat Kasar Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Ukuran Lubang Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Agregat PSP Persentase Lolos Ayakan 40 mm 95 - 100 30 - 70 10 - 35 20 mm 95 Ae 100 25 Ae 55 0 Ae 10 Dari perbandingan pada Tabel di atas tampak bahwa agregat yang digunakan memiliki ukuran maksimum 20 mm. Adapun grafik dari agregat kasar tersebut dapat dilihat pada Gambar 4. Grafik Persentase Lolos Ayak Persentase Lolos (%) 97,92 100,00 18,75 0,83 4,76 Batas Bawah 9,52 19,00 38,10 Ukuran Ayakan . Batas Atas % Kumulatif Lewat Gambar 2 Grafik Hubungan Ukuran Ayakan Dengan Persentase Lolos Ayakan Agregat Kasar Mix design beton normal mengacu pada analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Berdasarkan hasil mix design beton normal maka kebutuhan bahan campuran beton normal untuk 1 m3 berdasarkan AHSP 2016 dapat dilihat pada Tabel 8. Sedangkan kebutuhan bahan yang digunakan untuk membuat beton dapat dilihat pada Tabel 8 berikut: Tabel 8 Kebutuhan Bahan Material fAoc 18,6 MPa, (Anonim, 2. Jenis Bahan Semen Pasir Krikil Air Jenis Sampel Normal Umur 7 Normal Umur 14 Koefisien Tabel 9 Kebutuhan Material Campuran Beton Agregat Agregat Semen Air Halus Kasar 6,48 12,20 18,31 3,76 6,48 12,20 18,31 3,76 Satuan Limbah Bata Merah Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Normal Umur 28 Variasi 5% Umur 7 Variasi 5% Umur 14 Variasi 5% Umur 28 Variasi 10% Umur 7 Variasi 10% Umur Variasi 10% Umur Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . 6,48 6,48 6,48 6,48 6,48 12,20 11,59 11,59 11,59 10,98 18,31 18,31 18,31 18,31 18,31 3,76 3,76 3,76 3,76 3,76 0,61 0,61 0,61 1,22 6,48 10,98 18,31 3,76 1,22 6,48 10,98 18,31 3,76 1,22 Semetara itu, pengujian beton segar yang telah dilakukan didapat hasil dan nilai pengujian beton segar slump test seperti berikut. No. Tabel 10 Pengujian Beton Segar / Slump Test Tinggi Slump . Jenis Sampel Beton Normal Beton Variasi 5% Ban Beton Variasi 10% Ban Tinggi Slump Rata Rata . 7,13 7,65 7,55 Berdasarkan pengujian beton keras yang telah dilakukan didapat hasil kuat tekan beton seperti Tabel 11 Berikut. Tabel 11 Nilai Kuat Tekan Beton Dan Nilai Kuat Tekan Beton Rata Rata Beton Normal Massa Luas Gaya Kuat Kuat Tekan Kode Benda Umur Benda Bidang Tekan Tekan Rata Rata Uji (Har. Uji mA) (N) (N/mmA) (N/mmA) . PN 07 I 12,217 11,25 PN 07 II 11,780 11,68 11,18 PN 07 i 11,840 10,62 PN 14 I 12,010 13,38 PN 14 II 11,770 15,29 13,94 PN 14 i 11,815 13,16 PN 28 I 12,160 17,41 PN 28 II 11,725 17,83 17,13 PN 28 i 11,975 16,14 Adapun grafik nilai kuat tekan beton normal dapat kita lihat pada Gambar 4. 5 berikut. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Nilai Kuat Tekan Beton (N/mm. Kuat Tekan Rata-Rata (N/mm. 17,13 13,94 11,18 Umur (Har. Gambar 4 Grafik Perbandingan Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Umur Beton Normal Tabel 12 Nilai Kuat Tekan Beton Dan Nilai Kuat Tekan Beton Rata Rata Beton 5% serbuk bata merah Massa Luas Gaya Kuat Kuat Tekan Kode Benda Umur Benda Bidang Tekan Tekan Rata Rata Uji (Har. Uji mA) (N) (N/mmA) (N/mmA) . V5% 7 - 01 77 17662,5 180000 V5%7 - 02 82 17662,5 213750 9,97 V5%7 - 03 67 17662,5 135000 V5 - 01 72 17662,5 180000 V5 - 02 14 17662,5 161250 9,69 V5 - 03 73 17662,5 172500 V5( - 01 83 17662,5 270000 V5( - 02 92 17662,5 307500 16,96 V5( - 03 67 17662,5 322500 Adapun grafik nilai kuat tekan beton variasi 5% serbuk bata merah dapat kita lihat pada Gambar 5 berikut. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Grafik Kuat Tekan Rata Rata 5% Limbah Bata Merah Kuat Tekan (N/mmA) 16,99 9,98 9,70 Umur Beton Gambar 5 Grafik Perbandingan Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Umur Beton Variasi 5% Serbuk Bata Merah Tabel 13 Nilai Kuat Tekan Beton Dan Nilai Kuat Tekan Beton Rata Rata Beton 10% serbuk bata merah Massa Luas Gaya Kuat Kuat Tekan Kode Benda Umur Benda Bidang Tekan Tekan Rata Rata Uji (Har. Uji mA) (N) (N/mmA) (N/mmA) . V10% 7 - 01 V10%7 - 02 9,48 V10%7 - 03 V10 - 01 V10 - 02 11,88 V10 - 03 V10( - 01 V10( - 02 14,57 V10( - 03 Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . September Tahun 2025 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Grafik Kuat Tekan Rata Rata 10% Limbah Bata Merah Kuat Tekan (N/mmA) 14,58 11,89 9,48 Umur Beton Gambar 6 Grafik Perbandingan Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Umur Beton Variasi 10% Serbuk Bata Merah Tabel 14 Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton Rata Rata Kuat Tekan Beton Pada Umur (MP. Jenis Beton 7 Hari 14 Hari 28 Hari Beton Normal Beton Variasi 5% 9,69 16,96 Beton Variasi 10% 9,48 11,89 14,58 Perbandingan Kuat Tekan Beton Rata Rata Kuat Tekan Beton (N/mm. 18,00 16,00 14,00 12,00 10,00 8,00 6,00 4,00 2,00 0,00 Beton Normal Umur Beton (Har. Beton Variasi 5% Beton Variasi 10% Gambar 6 Grafik Perbandingan Kuat Tekan Beton Rata Rata KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan pada "Analisis Pengaruh Limbah Bata Merah Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Terhadap Kuat Tekan Beton" dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Besar nilai kuat tekan beton rata rata pada umur 7 hari dengan menggunakan Limbah Bata Merah pada campuran beton normal adalah sebesar 11,18 MPa. Sedangkan untuk beton variasi 5%, dan 10% adalah 9,98 Mpa, dan 9,48 Mpa. Besar nilai kuat tekan beton rata rata pada umur 14 hari dengan menggunakan Limbah Bata Merah pada campuran beton normal adalah sebesar 13,94 MPa. Sedangkan untuk beton variasi 5%, dan 10% adalah 9,70 Mpa, dan 11,89 Mpa. Besar nilai kuat tekan beton rata rata pada umur 28 hari dengan menggunakan Limbah Bata Merah pada campuran beton normal adalah sebesar 17,13 MPa. Sedangkan untuk beton variasi 5%, dan 10% adalah 16,99 Mpa, dan 14,58 Mpa. DAFTAR PUSTAKA