Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI SAMBOJA DI KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Alfian Noor1,2. Abdunnur3. Rochadi Kristiningrum4* Magister Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman. Indonesia Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Kartanegara. Indonesia Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Indonesia Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Indonesia *E-Mail: rkristiningrum@fahutan. id (*Corresponding autho. Submit: 26-03-2023 Revisi: 09-04-2023 Diterima: 01-12-2023 ABSTRAK Evaluasi Status Mutu Air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Menipisnya air bersih akibat adanya pencemaran di sungai sebagai bagian dampak penurunan kualitas mutu Diketahuinya status kualitas dan mutu air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara menjadikan tujuan dari penelitian ini. Analisis data untuk mengevaluasi status dan kualitas air Sungai Samboja adalah dengan mengambil sampel kualitas air di tiga titik yaitu hilir, tengah, dan hulu dalam dua kondisi tidak hujan dan setelah hujan. Kemudian parameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air dengan menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran yang mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Status kualitas air sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet, alokasi air kelas II dikategorikan Autercemar sedangAy dan Autercemar parahAy dengan skor -12 sampai -34. Sedangkan dengan menggunakan metode indeks pencemaran kelas II termasuk Aumemenuhi baku mutuAy hingga Autercemar ringanAy dengan nilai IP sebesar 0,69 hingga 3,57. Kata kunci : Baku Mutu Air. Sungai Samboja. ABSTRACT Evaluation of the Water Quality Status of the Samboja River in Samboja District. Kutai Kartanegara Regency. The depletion of clean water due to pollution in rivers is part of the impact of decreasing water Knowing the status and quality of Samboja River water in Samboja District. Kutai Kartanegara Regency is the purpose of this study. Data analysis to evaluate the status and water quality of the Samboja River is to take water quality samples at three points, namely downstream, middle, and upstream in two conditions of no rain and after rain. Then the water quality parameters are tested and compared with water quality standards using the Storet method and the pollution index method which refers to the Decree of the Minister of the Environment Number 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining the Status of Water Quality. The results showed that the water quality status of the Samboja river spatially and temporally using the Storet method, class II water allocation was categorized as "moderately polluted" and "severely polluted" with a score of -12 to -34. Meanwhile, using the class II pollution index method including "meeting the quality standard" to "lightly polluted" with an IP value of 0. 69 to 3. Keywords : Samboja River. Water Quality and Quality Standart. PENDAHULUAN Manusia menghadapi masalah lingkungan yang semakin memburuk seperti terjadinya pencemaran melalui tanah atau sanitasi yang buruk dan menipisnya air bersih (Sholihah dkk. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Evaluasi Status Mutu Air A Noor et al. Air juga memiliki karakteristik yang unik, yang terbaharukah dan bersifat dinamis sehingga keberadaanya harus di jaga agar bermanfaat untuk semuanya (Hermawan dkk, 2. Sungai menjadi salah satu sumber daya yang keberadaanya juga dibutuhkan oleh manusia. Karena berfungsi sebagai sebagai tempat hidup ekosistem hewan perikanan, pariwisata, pertanian, penyalur banjir, dan yang paling penting dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga (Isah dkk, 2. Sebanyak 5. 070 liter per hari di manfaatkan oleh masyarakat di kecamatan Samboja atau sekitar 90 liter per orang per hari atau sekitar 66 liter/detik untuk masing-masing penduduk (Riani dkk. Menurut Sasongko dkk . , kegiatan domestik, industri dan kegiatan lainnya serta menurunnya kualitas air untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kuantitas air yang terus meningkat menjadi salah satu penyebab menurunnya kuantitas dan kualitas air. Sungai Samboja panjang A 28 km dengan luas daerah aliran sungai (DAS) A 41. 410 ha yang bermuara ke Selat Makassar. Sub Das Samboja meliputi Desa Karya Merdeka. Desa Bukit Merdeka. Desa Sungai Merdeka dan Desa Samboja Kuala Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Sungai Samboja merupakan salah satu sungai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), di Kecamatan Samboja. Oleh karena itu kuantitas dan kualitas airnya harus dijaga sesuai dengan peruntukannya. Saat ini sungai tersebut mengalami penurunan kualitas dan kuantitas yang di diantaranya disebabkan oleh limbah limbah padat akibat adanya aktivitas masyarakat, limbah industri dan limbah rumah tangga yang mengalir di sungai (Lallanila. Sastrawijaya, 2. Pembuangan limbah yang dilakukan oleh rumah tangga mengakibatkan bahan organik yang masuk ke badan air baik secara tidak langsung maupun langsung akan perairan sungai dan akan merubah mutu dan kualitas air dan air yang tercemar tersebut dapat menurunkan produktivitas kerja (Djoharam dkk, 2. Salah satu cara yang paling bagus dalam pengendalian pencemaran air adalah dengan menerapkan standar mutu sebagai persyaratan pengujian kualitas air. Atas dasar itulah maka perlu kiranya dilakukan identifikasi dan evaluasi terkait status mutu air dan kualitas air sungai Samboja Kecamatan Samboja kabupaten Kutai Kartanegara. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dimulai bulan Juli 2019 sampai September Pengambilan sampel air di Sungai Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara pada tiga lokasi yaitu bagian hilir, hulu dan tengah sungai, dimana sampel air diambil saat kondisi tidak ada hujan dan kondisi setelah terjadi Adapun titik koordinat masingmasing stasiun yaitu . Stasiun hulu (S. dengan koordinat S 00o59Ao 03,6AoAo E 116o58Ao51,7AoAo. Stasiun tengah (S. dengan koordinat S 00o59Ao 31,0AoAo E 117o02Ao25,9AoAo dan . Stasiun hilir (S. dengan koordinat S 01o00Ao 44,9AoAo E 117o05Ao48,3AoAo. Sedangkan analisis uji kualitas air dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Air Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Bahan dan Alat Peralatan yang digunakan adalah jirigen kapasitas 5 liter, box sampel, pH meter digital, water checker merk horiba, water sampler. GPS merk Garmin 736 CSX, ember kapasitas 5 Atomic Absorption Spectofotometer Varian. Spekrophotometer Thermo Spectrome. Mikroskop CX21FSI, oven merk Jouan dan alat Adapun larutan formalin 4% sebagai reagen pengawet, larutan kimia untuk proses analisis parameter air dan sampel air sungai samboja sebagai bahan yang dibutuhkan dalam Prosedur Pelaksanaan penelitian Water sampler digunakan untuk pengambilan sampel air dilakukan dengan cara komposit, dan diambil sebanyak A 5 liter untuk proses pengukuran dan analisis parameter kualitas air di laboratorium. Sedangkan suhu. DO (Dissolved Oxyge. dan pH diukur langsung di lapangan . Sistem nilai dari Environmental Protection Agency (US-EPA) dan metode Storet diginakan untuk menganalisis dan mengevaluasi data. Sedangkan metode indeks pencemaran (Pullution Inde. sebagai penentu status mutu air. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sub DAS Samboja yang memiliki luas A 41. 410 ha dengan panjang sungai A 28 km yang meliputi Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Hulu sub-DAS Samboja berada di Desa Karya Merdeka dan Desa Bukit Merdeka Kecamatan Samboja serta Desa Sungai Merdeka ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Kecamatan Samboja. Adapun luas sub-DAS Samboja bagian hulu 14. bagian tengah 16. 074 Ha dan bagian hilir 11. 312 ha. Adapun Sub DAS bagian hulu didominasi oleh tutupan lahan berupa pertanian kering/semak . 035,27 Semak/Belukar . 505,13 , kegiatan pertambangan . ,63 h. Sub Das bagian tengah berupa semak/belukar . 614,23 h. , kegiatan pertanian lahan kering . 167,23 , kegiatan pertambangan . ,30 . ,28 Sedangkan Sub Das bagian hilir selain semak/belukar . 801,55 ,639,65 h. , pertanian lahan kering semak . 33,23 h. Sedangkan menurut Purbaningtyas . mennyatakan bahawa secara geografis Daerah Pengaliran Sungai (DPS) Samboja dengan luas wilayah 045,90 Km2 dengan posisinya terletak antara 116o 50A Ae 117o 14A bujur timur (BT) dan 0o 52ALS Ae 1o 08A lintang selatan (LS). Parameter yang Melebihi Baku Mutu Lingkungan Sungai Samboja pada Kondisi Setelah Hujan Hasil pengukuran dan analisa kualitas air pada masing-masing stasuin diuraikan sebagaik berikut: Hasil analisa kualitas air pada Sungai Samboja (Hul. Pada Kondisi setelah Hujan terdapat 2 . parameter kualitas air permukaan yang tidak memenuhi berdasarkan Perda Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 Kelas II, yakni: Residu Tersuspensi (TSS) yang terukur sebesar 317 mg/l dan pH yang terukursebesar 5,71. Sedangkan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Evaluasi Status Mutu Air A Noor et al. Pada bagian tengah Residu Tersuspensi (TSS) yang terukur pada Sungai Samboja . pada kondisi setelah hujan sebesar 252 mg/l. DO (Dissolved Oxyge. yang terukur sebesar 3,88 mg/l dan pH yang terukur sebesar 5,6 Pada bagian Sungai Samboja . pada kondisi setelah hujan, rResidu Tersuspensi (TSS) yang terukur sebesar 85 mg/ dan pH yang terukur sebesar 4,86 Sedangkan parameter lainnya masih memenuhi baku mutu Tidak terdapat parameter kualitas air permukaan yang tidak memenuhi baku mutu lingkungan sesuai dengan Perda Provinsi Kaltim No. 02 Tahun 2011 pada bagian hulu Sungai Samboja. Pada Sungai Samboja . pada kondisi tidak ada hujan. Sungai Samboja . pada kondisi tidak ada hujan. DO yang terukur sebesar 3,8 mg/l. Sedangkan parameter lainnya masih memenuhi baku mutu Sungai Samboja (Hili. pada Kondisi Tidak Ada Hujan menunjukan bahwa pH yang terukur 4,78. COD 10,45 mg/l. DO sebesar 4,80 mg/l, kesadahan sebagai CaCO3 sebesar 68,87 mg/l. Fecal Coliform yang terukur sebesar 240 ml/100 ml. Parameter yang Melebihi Baku Mutu Lingkungan Sungai Samboja pada Kondisi Tidak Ada Hujan Hasil analisa kualitas air pada Sungai Samboja (Hul. Pada Kondisi Tidak Ada Hujan tidak terdapat parameter kualitas air permukaan yang tidak memenuhi baku mutu lingkungan berdasarkan Peraturan Daerah Prov. Kaltim No. 02 Tahun 2011. Pada bagian hulu sungai samboja. DO (Dissolved Oxyge. yang terukur sebesar 3,8 mg/l sedangkan pada sungai samboja hilir pH yang terukur 4,78. COD (Chemical Oxygen Deman. yang terukur sebesar 10,45 mg/l. DO (Dissolved Oxyge. yang terukur sebesar 4,80 mg/l. Kesadahan Sebagai CaCO3 yang terukur sebesar 68,87 mg/l. Fecal Coliform yang terukur sebesar 240 Jml/100ml. Sedangkan parameter lainnya masih memenuhi baku mutu lingkungan berdasarkan Perda Prov. Kaltim No. 02 Tahun 2011 Kelas II. Nilai TSS yang melebihi baku mutu lingkungan setelah hujan di sebabkan oleh adanya pengikisan tanah oleh air hujan sehingga menyebabkan peningkatan erosi tanah dan run off . liran permukaa. yang membawa partikel tanah ke badan perairan/ sungai sehingga menyebabkan nilai TSS melebihi baku mutu lingkungan. Dari peta penutupan lahan terlihat aktivitas pembukaan lahan di bagian hulu, tengah dan hilir untuk kegiatan pertambangan batu bara, pertanian lain-lain meningkatkan nilai TSS di badan air. Sumber utama terdapatnya padatan tersuspensi pada perairan adalah gerakan-gerakan menyebabkan teraduknya lumpur halus dan terkikisnya tanah oleh gerakan tersebut dan berkisar antara 10-317 mg/l dan melebihi baku mutu lingkungan yang diprasyaratkan. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 1. Hasil Pengukuran Total Padatan Tersuspensi (TSS) di Sungai Samboja Periode Juli 2019. Menurut Manik . , ada 3 tolak ukur kualitas air dari suatu sistem Parameter biologi antara lain bakteri, plankton dan faktor lainnya. Sedangkan parameter fisika terdiri dari turbiditas, total padatan larutan dan suhu. Sedangkan parameter kimia meliputi kebutuhan oksigen hayati (BOD), pH, oksigen terlarut/Dissolved Oxygen (DO), nitrat dan kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Nilai pH pada kondisi setelah hujan pada semua tahun menunjukkan peningkatan . ,86 Ae 5,. Nilai pH pada kondisi tidak ada hujan menunjukkan peningkatan/memenuhi baku mutu lingkungan dengan nilai pH > 6 kecuali di S2. Hilir dengan nilai pH 4,78. Pada pH <5 alkalinitas dapat mencapai nol. Semakin rendah kadar karbondioksida bebas maka jika nilai pH semakin tinggi maka nilai alkalinitasnya juga tinggi. sekitar 7 Ae 8,5 sangat disukai oleh biota akuatif dan penurunan pH menyebabkan sensitif bagi mereka. Menurut Mashadi dkk . , metode filtrasi dapat meningkatkan kualitas pH air, dimana berdasarkan penelitian menunjukan bahwa pH sumber air yang digunakan di bawah 6,5, maka kualitas air harus Permenkes yang menyebutkan bahwa standar mutu pH yang ditetapkan adalah antara 6,5-9. Kandungan pH perairan sungai secara umum tidak memenuhi baku mutu, namun demikian pada kondisi tidak ada hujan di lokasi Hulu (S. dan Tengah (S. , memiliki kandungan pH yang terukur berkisar 6,68 Ae 6,75 dan memenuhi Baku Mutu Air berdasarkan Perda Prov. Kaltim No. 02 Tahun 2011 (Kelas II) yang dipersyaratkan untuk kandungan pH perairan berada dalam 0 Ae 9. 0 mg/l. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Evaluasi Status Mutu Air A Noor et al. Gambar 2. Hasil Pengukuran pH di Sungai Samboja Periode Juli 2019. Parameter kualitas air yang penting bagi biota perairan karena sangat erat kaitannya dengan proses respirasi di dalam air adalah Oksigen terlarut (DO). Hasil pengukuran DO pada Sungai Samboja cukup bervariasi . ,80 s/d 5,41 mg/. , dan sebagian stasiun pengamatan belum memenuhi baku mutu yang diprasyaratkan yakni 4 mg/l (Kelas II) Gambar 3. Hasil Pengukuran DO (Dissolved Oxyge. di Sungai Samboja Periode Juli 2019 Status Mutu Air dengan Metode Storet Metode Storet digunakan dalam mengetahui status mutu air. Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 1. Matrik Total Skor Storet Secara Spasial dan Temporal Di Sungai Samboja Periode Juli Tahun Total Skor Storet Dan Keterangan Kondisi Stasiun S1. S2. Kondisi Tidak Ada Hujan dan Setelah Hujan Stasiun S1. S2. S3 Kondisi Setelah Hujan Stasiun S1. S2. Kondisi Tidak Ada Hujan Stasiun S1 (Hul. Kondisi tidak ada hujan dan Setelah Hujan Stasiun S2 (Tenga. Kondisi tidak ada hujan dan setelah hujan Stasiun S3 (Hili. Kondisi Setelah Hujan dan Tidak Ada Hujan Kelas II -28 CS -34 CB -20CS -12 CS -32 CB -28CS Sumber : Pengolahan Data Primer, 2019 Keterangan : CS = Cemar Sedang. CR = Cemar Ringan Secara umum berdasarkan metode Storet menunjukkan kualitas air Sungai Samboja memiliki nilai skor sebesar -12 hingga Ae34 untuk status mutu air kelas II sehingga secara spasial dan temporal Sungai Samboja memiliki kategori cemar sedang dan cemar berat. Status mutu air Sungai Samboja dalam kategori tercemar Sedang (Kelas II) adalah relatif tingginya parameter TSS, pH, dan DO yang ditemukan pada beberapa segmen Sungai Samboja. Status Mutu Air dengan Indeks Pencemaran Secara umum kualitas air Sungai Samboja memiliki nilai PI (Pollutan Inde. sebesar 0,69 hingga 3,57 status mutu air Sungai Samboja secara umum tergolong dalam kategori memenuhi baku mutu hingga cemar ringan untuk mutu air kelas II sebagai hasil perhitungan dengan metode Indeks Pencemaran. Parameter kualitas air yang menyebabkan status mutu air Sungai Samboja tergolong dalam kategori cemar ringan (Kelas II) adalah relatif tingginya parameter TSS, pH dan DO yang ditemukan pada segmen Sungai Samboja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 yaitu parameter Total Suspended Solid (TSS), pH dan DO dimana parameter kualitas air Sungai Samboja yang telah melebihi baku mutu air kelas II. Hasil evaluasi status mutu air sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet peruntukan air kelas II termasuk kategori Aucemar sedangAy dan Aucemar beratAy dengan skor -12 sampai -34. Status mutu air sungai Samboja pencemaran peruntukan air kelas II Aumemenuhi bakumutuAy hingga Aucemar ringanAy dengan nilai IP 0,69 sampai 3,57. DAFTAR PUSTAKA