Jurnal Ayurveda Medistra ISSN. 2656-3142 | Volume 5 Nomor 2 Agustus 2024 | pages: 1 - 7 Avalaible online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IMUNISASI PNEUMOCOCCAL CONJUGATE VACCINE (PCV ) PADA BADUTA DI PUSKESMAS JONGGOL TAHUN 2023 Angelia Subha1. Puri Kresnawati SST. ,M. KM2. Dr. Lenny Irmawaty S. SST. ,M. Kes3 1Program S1 Kebidanan STIKes Medistra Indonesia, angelia. subha116@gmail. 1Program S1 Kebidanan STIKes Medistra Indonesia, purri409@gmail. 1Program S1 Kebidanan STIKes Medistra Indonesia, lennyirmawaty@gmail. Abstrak Program Pencegahan dan Pengendalian ISPA yang dilakukan oleh Kemenkes RI difokuskan pada pengendalian penyakit pneumonia pada balita karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol tahun 2023. Desain yang digunakan dalam penelitian ini merupakan desain analitik korelatif atau Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukan Kesimpulan: Pada hasil penelitian hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan imunisasi PCV di Puskesmas Jonggol menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,002 ( < 0,. yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan imunisasi PCV. Sementara untuk faktor pengetahuan menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,032 ( < 0,. yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan imunisasi PCV. Untuk faktor sumber informasi menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,05 ( > 0,. yang berarti tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan kunjungan imunisasi PCV. Kata kunci: imunisasi, pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi. Pneumococcal Conjugate Vaccine Abstract ISPA prevention and Control Program carried out by the Indonesian Ministry of Health is focused on controlling pneumonia in children under five because it contributes greatly to the morbidity and mortality rates of children under five. The aim of this research is to determine the factors associated with PCV immunization visits for baduta at the Jonggol public health center in 2023. This research design used correlative or cross sectional analytical design. The result show: relationship between family support and PCV immunization visits at the Jonggol public health center show pearson Chi-square yu 0. 002 ( yu < 0. which means there is have correlation between family support and PCV immunization visits. Meanwhile, the knowledge factors shows the person Chi-Square yu 0. u < 0. , which means there is no relationship between knowledge and PCV immunization visits. For the source of information factor. The pearson Chi-square result showed yu 0. u > 0. , which means there is no relationship between the source of information and PCV immunization visits. Key words: immunization, knowledge, family support, information sources. Pneumococcal Conjugate Vaccine PENDAHULUAN Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang dapat terjadi pada anak maupun dewasa. UNICEF . menyebutkan kejadian pneumonia telah merenggut nyawa anak balita sebanyak 800. 000 di seluruh Sebagian besar kejadian pneumonia terjadi pada anak dibawah 2 tahun dan pada bulan pertama kehidupan terdapat 153. Pneumonia sendiri merupakan penyakit yang dapat dicegah namun memiliki kejadian tertinggi dibanding penyakit lainnya. Di Indonesia, pada tahun 2018, angka kematian anak akibat penyakit ini lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya. Diare menyebabkan kematian 437. 000 anak balita, sedangkan malaria merenggut nyawa 000 anak (UNICEF, 2. Kematian balita yang diakibatkan oleh pneumonia hampir separuhnya terdapat di lima negara yaitu Nigeria . India . Pakistan . Republik Demokratik Kongo . , dan Ethiopia . Di Indonesia Pneumonia juga merupakan penyebab kematian Balita terbesar, pada tahun 2018, diperkirakan 000 anak meninggal dunia akibat pneumonia dan Indonesia merupakan negara ke 6 yang memiliki angka kejadian Ethiopia. Estimasi global menunjukkan bahwa setiap satu jam ada 71 anak di Indonesia (UNICEF, 2. Program Pencegahan Pengendalian ISPA yang dilakukan oleh Kemenkes RI difokuskan pada pengendalian penyakit pneumonia pada balita karena kesakitan dan kematian balita. Sampai saat ini pneumonia masih merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian tertinggi pada balita di dunia maupun di Indonesia. Menurut WHO, pneumonia berkontribusi terhadap 14% kematian pada balita di dunia pada tahun 2019. WHO dilakukannya program untuk mengurangi angka kejadian penyakit pneumonia pada anak dengan cara melakukan program imunisasi rutin untuk anak di seluruh dunia. Program yang dilakukan adalah dengan Pneumococcal Conjugate Vaccine atau yang sering kita PCV. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) merupakan imunisasi tambahan selain imunisasi dasar yang harus diberikan pada Pemberian imunisasI PCV diberikan pada balita usia 2, 3 dan 12 bulan. Jumlah cakupan penemuan kasus Pneumonia yang didapatkan dari Kemenkes Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular tahun 2022 yaitu pada tahun 2019 ditemukan sebesar 52,90% dengan target capaian sebesar 90%, tahun 2020 cakupan penemuan kasus sebesar 34,81%, dengan target capaian sebesar 60%, tahun 2021 cakupan penemuan kasus sebesar 31, 41% dengan target capaian sebesar 65%. Data awal yang didapatkan oleh peneliti di puskesmas Jonggol Cakupan target yang didapatkan di desa Sukamaju Jonggol sendiri belum mencapai target yang ditargetkan oleh pemerintah yaitu target imunisasi PCV di atas 95%. Pada tahun 2022 Puskesmas Jonggol hanya mencapai target 75% masih jauh dari target yang ditentukan pemerintah dengan jumlah baduta . ayi dibawah dua tahu. yang ada di Puskesmas Jonggol sebanyak 820 baduta. Upaya-upaya terus dilakukan salah satunya dengan mengadakan program imunisasi PCV 1 x dalam 1 minggu, dimana diharapkan ibu dapat membawa balita nya ke tempat imunisasi dengan jadwal yang sudah Untuk tahun 2023 Puskesmas Jonggol baru mencapai 40% angka kunjungan sejak Januari-April 2023. TPMB bd Angelia Subha pun menyediakan layanan imunisasi PCV namun data kunjungan hanya 6-7 kunjungan per bulan. Pengetahuan sendiri merupakan hal yang penting untuk ibu dalam pelaksanaan imunisasi PCV. Karena pengetahuan dapat memberikan motivasi bagi ibu untuk melakukan kunjungan imunisasi hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Senewe. Rompas. Lolong . bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan melakukan imunisasi dasar. METODE PENELITIAN Desain yang digunakan dalam penelitian ini merupakan desain analitik korelatif atau Cross Sectional yang melihat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Desain ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui hubungan antara faktor tingkat pengetahuan, dukungan pelayanan kesehatan dengan kunjungan imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol. Metode Pengumpulan Data Pada menyebarkan kuesioner berupa pernyataan kepada responden yang telah dipilih. Hasil dari penelitian analisis korelatif ini disajikan dalam bentuk tabel. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia baduta di Puskesmas Jonggol yang pernah berkunjung ke Puskesmas Jonggol bulan Mei sampai dengan juni 2023 yang terdaftar di register Puskesmas Jonggol sebanyak 246. Dalam menggunakan rumus Slovin dengan hasil didapatkan 78 sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data dilakukan pada hari selasa tanggal 7 Juli 2023 di poli kebidanan Puskesmas Jonggol. Selanjutnya data diolah dan dianalisis. Data yang telah diolah berupa data demografi yang terdiri dari karakteristik responden yang meliputi usia, pekerjaan, dan pendidikan terakhir. Kemudian dilakukan penghitungan hasil kuesioner terhadap data variabel, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan sumber informasi pada responden di poli Puskesmas Jonggol. Penghitungan yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat. yang memiliki anak usia Baduta di Puskesmas Jonggol terdapat 77 orang . ,71%) yang memiliki usia 19-65 tahun. Pada data pendidikan terakhir, diketahui terdapat 43 orang . ,13%) ibu yang memiliki pendidikan tamat SMA. Diketahui juga terdapat 61 orang . %) ibu yang tidak Tabel 5. 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Tentang PCV pada Ibu yang Memiliki Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Pengetahuan Analisis Univariat Tabel 5. 2 didapatkan hasil bahwa dari 78 orang ibu yang memiliki anak usia baduta di Puskesmas Jonggol pada tahun 2023, terdapat 71 orang . orang ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang PCV. Tabel 5. 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik yang Memiliki Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Tabel 5. 3 Distribusi Frekuensi Dukungan terhadap Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Usia >65 tahun SMP SMA Perguruan Tinggi Dukungan Baik Kurang 1,28 98,71 2,56 7,69 55,13 34,62 Pada tabel 5. 3 diketahui bahwa dari total 78 orang ibu yang memiliki baduta terdapat 78 orang . %) yang kurang mendapatkan dukungan keluarga terhadap imunisasi PCV. Tabel 5. 4 Distribusi Frekuensi Sumber Informasi mengenai Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Pada tabel 5. 1 didapatkan hasil bahwa dari total 78 orang responden ibu No Dari tabel 5. 4 diketahui bahwa dari total 78 orang, terdapat 50 . ,10%) orang ibu yang memiliki anak baduta mengatakan bahwa mendapatkan informasi secara formal dan informal mengenai imunisasi PCV. Kunjungan Pernah Belum pernah Dukungan Baik Kurang 80,77 19,23 11,54 24,36 64,10 Dari tabel 5. 5 diketahui bahwa dari total 78 orang terdapat 63 orang . ,77%) ibu yang Sumber Informasi Sumber Formal Sumber Informal Sumber Formal dan Informal Belum Kunjungan Pernah 5,26 32,50 94,73 67,50 Tabel 5. 5 Distribusi Frekuensi Kunjungan Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 mengatakan pernah datang untuk membawa badutanya imunisasi PCV. Analisis Bivariat Tabel 5. 6 Hubungan Pengetahuan dengan Kunjungan Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Kunjungan Dukungan Baik Kurang Belum Pernah 5,26 32,50 94,73 67,50 Tabel 5. 6 diketahui bahwa dari total 66 orang ibu yang memiliki pengetahuan baik, terdapat 10 orang . ,15%) yang belum pernah melakukan imunisasi PCV pada anaknya dan 56 orang . ,85%) yang sudah pernah datang untuk melakukan imunisasi PCV pada anaknya di Puskesmas Jonggol tahun 2023. Hasil uji chi-square didapatkan hasil P value 0,032 atau < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan imunisasi PCV pada baduta di Puskesmas Jonggol tahun 2023. Tabel 5. 7 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Tabel 5. 7 diketahui bahwa dari total 40 orang ibu yang mendapatkan dukungan kurang baik, terdapat 13 orang . ,50%) yang belum pernah melakukan kunjungan imunisasi PCV dan 27 orang . ,50%) yang sudah melakukan kunjungan imunisasi PCV. Hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa P value 0,002 atau <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan imunisasi PCV pada baduta di Puskesmas Jonggol tahun 2023. Tabel 5. 8 Hubungan Sumber Informasi dengan Kunjungan Imunisasi PCV pada Baduta di Puskesmas Jonggol Tahun 2023 Tabel 5. 8 diketahui bahwa dari total 50 orang ibu yang mendapatkan sumber informasi formal dan informal, terdapat 6 orang . %) yang belum pernah membawa anaknya untuk melakukan imunisasi PCV dan terdapat 44 orang . %) yang sudah pernah datang untuk membawa anaknya imunisasi PCV di Puskesmas Jonggol tahun 2023. Hasil uji statistik didapatkan hasil 0,050 atau P Value >0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan sumber informasi dengan kunjungan imunisasi PCV pada baduta di Puskesmas Jonggol tahun SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Juli-Agustus Puskesmas Jonggol, didapatkan gambaran karakteristik responden dan hubungan antara variabel yaitu: Sebagian besar responden berada pada usia dewasa muda antara 19-65 tahun sebanyak 77 orang . ,71%). Sebagian besar pendidikan terakhir responden yaitu SMA sebanyak 43 orang . ,13%). Sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 62 orang . %) Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 71 orang . ,02%) Semua dengan total 78 orang . %) Sebagian besar pasien mendapat sumber informasi formal dan informal sebanyak 50 orang . ,10%) Sebagian melakukan kunjungan vaksin sebanyak 63 responden yaitu . ,77%) Dari 3 variabel yang diteliti terdapat 2 imunisasi PCV di Puskesmas Jonggol menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,032 ( < 0,. yang berarti ada hubungan antara dengan kunjungan imunisasi PCV dan hubungan dukungan keluarga dengan PCV Sumber Informasi Saran Bagi puskesmas Jonggol Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan dengan kunjungan ibu dalam pemberian imunisasi PCV, hal ini dapat menjadi salah satu dasar bagi puskesmas Jonggol dalam memberikan edukasi yang terprogram kepada keluarga sekaligus membuat program bagi keluarga untuk bisa terpapar dengan informasi mengenai segala hal tentang imunisasi dan perkembangan balita. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan arah penelitian dan instrumen penelitian yang lebih baik dalam melihat faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kunjungan imunisasi PCV. DAFTAR PUSTAKA