PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2024. Vol. No. 2, 112-120 https://doi. org/10. 55681/primer. Analisis Implementasi Kurikulum: Faktor Tantangan Dan Solusi Strategis Di Lingkungan Pendidikan Lalu Maksudy Mulkan*. Lalu Mathlubi Ali Zunnun Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiayah. Universitas Islam Negeri Mataram. Indonesia *Corresponding authorAos e-mail : sudimak78@gmail. e-ISSN: 2985-7996 Article History: Received: 25-03-2024 Accepted: 22-04-2024 A 2024. The Author. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan solusi strategis dalam implementasi kurikulum di lingkungan pendidikan. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengkaji fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan pendidikan yang diteliti. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi kelas, dan pengumpulan dokumen. Berdasarkan temuan penelitian, tantangan dalam implementasi kurikulum antara lain kurangnya personel yang berkualitas, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, serta ketidaksesuaian antara kurikulum dan kebutuhan siswa. Solusi strategis untuk mengatasi tantangan ini antara lain dengan melatih dan mendidik para pendidik, mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dengan menerapkan solusi strategis tersebut, diharapkan kurikulum menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa sehingga menghasilkan hasil belajar yang lebih optimal. Kata Kunci : Implementasi kurikulum. Tantangan. Solusi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 PENDAHULUAN Analisis implementasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efektif. Ketika guru memahami bagaimana kurikulum diterapkan di lingkungan sekolah, mereka dapat menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan siswanya dengan lebih baik. Hal ini membantu mengidentifikasi masalah dan hambatan yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran, sehingga memungkinkan guru mengambil tindakan perbaikan yang lebih efektif dan meningkatkan hasil pembelajaran. Menganalisis implementasi kurikulum memungkinkan guru untuk lebih memahami keberhasilan dan kegagalan implementasi kurikulum di kelas. Data yang dikumpulkan seperti hasil ujian, kehadiran siswa, dan nilai sangat penting untuk memahami dinamika pembelajaran. Dari sana, guru dapat mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan pada kurikulum agar dapat memenuhi tujuan pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Langkah-langkah praktis untuk menganalisis implementasi kurikulum, seperti pengumpulan data, analisis rinci, pengembangan strategi, dan hasil tes, memberikan dasar bagi guru untuk mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran ketika mengelola proses pembelajaran. Masu. Oleh karena itu, analisis implementasi kurikulum tidak hanya memberikan wawasan efektivitas pembelajaran tetapi juga memungkinkan guru mengoptimalkan pengalaman belajar siswa sesuai dengan kebutuhan dan (Asrifan et al. , 203 C. Dalam melaksanakan suatu kurikulum, pendidik seringkali menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitas penerapannya. Salah satunya adalah penyiapan sumber daya manusia yang menitikberatkan pada pemahaman guru dan tenaga kependidikan serta adaptasi terhadap kurikulum baru. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi perhatian penting, karena kurangnya fasilitas dapat menghambat implementasi kurikulum yang diinginkan. Tantangan tambahan muncul dari faktor siswa dengan tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda-beda terhadap perubahan kurikulum, serta dari faktor dalam kurikulum itu sendiri, seperti kompleksitas, petunjuk pelaksanaan yang tidak jelas, dan kurangnya dukungan dari pemangku kepentingan. Selain itu, keterbatasan waktu untuk mempersiapkan, menerapkan, dan mengevaluasi kurikulum baru juga menjadi kendala utama bagi para pendidik. Selain itu, kurangnya keterlibatan pemangku kepentingan seperti orang tua, masyarakat, dan pemerintah dapat menciptakan hambatan lebih lanjut terhadap efektivitas penerapan Diharapkan dengan pemahaman menyeluruh terhadap faktor-faktor tantangan tersebut, guru akan lebih siap dalam mengelola dan mengatasi berbagai kendala yang mungkin timbul selama implementasi kurikulum. (Studi et al. , 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Majdi . , beberapa solusi strategis telah diusulkan untuk mengatasi tantangan penerapan kurikulum pembelajaran mandiri di pendidikan tinggi. Salah satunya dengan mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keterampilan siswa sesuai kebutuhan industri. Hal ini mencakup penggunaan teknologi digital, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan pembelajaran dunia nyata. Selain itu, penekanan ditempatkan pada pengintegrasian kebijakan kurikulum ke dalam struktur organisasi yang ada, dan koordinasi antara administrasi, instruktur, dan siswa penting untuk kelancaran implementasi kurikulum. Berinvestasi dalam pengembangan sumber daya pendukung, seperti teknologi dan fasilitas, juga merupakan langkah penting dalam mengatasi tantangan implementasi Dengan memastikan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, lembaga pendidikan dapat mendukung efektivitas kurikulum inovatif. Penilaian https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/324 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 efektivitas kurikulum melalui penilaian komprehensif berbasis kompetensi juga diperlukan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti administrasi, pemerintah, guru, dan siswa dalam proses penerapan kurikulum dapat menghasilkan pemahaman yang lebih holistik dalam mengatasi hambatan dan tantangan. Penerapan solusi strategis ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi sejalan dengan tuntutan abad ke-21. Sedangkan menurut Jojor. Anita Sihotang. Hotmaulina . Solusi strategis untuk mengatasi tantangan implementasi kurikulum mencakup berbagai program untuk meningkatkan kapasitas guru, antara lain: Contoh: program berbagi pengalaman guru, lokakarya online, webinar. Selain itu, untuk menjamin akses terhadap sumber belajar online, penting untuk menyediakan tugas internet gratis dan mengurangi beban keuangan sekolah. Penggunaan platform pembelajaran alternatif seperti televisi, radio, dan platform pembelajaran online menjadi solusi untuk mengakomodir siswa yang memiliki kesempatan belajar yang kurang. Memahami kebutuhan setiap siswa dan menyediakan layanan pendidikan yang disesuaikan juga memerlukan penyesuaian kurikulum dan penilaian diagnostik yang berfokus pada topik dan kompetensi penting. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kebebasan siswa untuk memilih minat akademik mereka bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan yang bermakna. Penting untuk mendukung guru dalam beradaptasi dengan pembelajaran online melalui pelatihan dan menghasilkan ide-ide kreatif. Solusi strategis ini bertujuan untuk menjawab tantangan pandemi dan memastikan penerapan kurikulum yang efektif. Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik mengangkat judul AuAnalisis Implementasi Kurikulum: Faktor Tantangan Dan Solusi Strategis Di Lingkungan PendidikanAy. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian yang mengeksplorasi kedalaman fenomena yang terjadi di lokasi tertentu. (Hardani. Auliya. Andriani. , fardani. Ustiawati, j, utami. Sukmana. J & istiqomah, 2. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi kelas, dan pengumpulan dokumen. Wawancara dilakukan dalam bahasa Indonesia dan siswa, serta guru diwawancarai untuk menggali kemungkinan penyebab dan keadaan yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Teknik wawancara semi terstruktur digunakan dalam penelitian ini. Pewawancara mengubah pertanyaan dan prosedur tergantung pada jawaban pewawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Tantangan Dalam Implementasi Kurikulum Dalam penelitian yang dilakukan Desi Rostika Wildan Zulkarnain . di SMAN 1 Batu Tantangan dalam penerapan kurikulum di Indonesia antara lain kurangnya tenaga yang berkualitas, sulitnya mencari buku pedoman, penentuan beban belajar siswa . ang masih berubah-uba. , dan terbatasnya sumber daya yang tersedia. Selain itu, faktor tantangan lainnya adalah pemahaman orang tua terhadap penerapan Kurikulum 2013 dan SKS serta keterbatasan perguruan tinggi dalam mempersiapkan lebih lanjut calon lulusannya. Beda halnya dengan Tenaga kerja berbakat sangat berpengaruh dalam implementasi kurikulum, terutama dalam menerapkan metode pembelajaran kreatif dan inovatif. Kurangnya tenaga yang terampil untuk menerapkan metode tersebut https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/324 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 menjadi kendala di sekolah dasar. Solusi meliputi pelatihan guru dan peningkatan fasilitas belajar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan siswa. Kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif. (Hariani et al. , 2. Selain Kurangnya Sumber Daya Manusia yang Kompeten. Kurangnya Sarana dan Prasarana yang Memadai juga menjadi tantangan dalam pengimplementasian kurikulum Penelitian yang dilakukan oleh Intan Irwana dkk . , menunjukkan bahwa SDN 06 Poasia Kendari masih mempunyai kekurangan dari segi sarana dan prasarana pendukung penerapan kurikulum 2013. Guru menghadapi kendala dalam penerapan kurikulum 2013 karena sarana dan prasarana yang kurang memadai. Hal ini dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Perlu perhatian lebih untuk meningkatkan fasilitas pendukung pembelajaran agar guru dapat melaksanakan kurikulum 2013 secara maksimal dan siswa dapat belajar dengan baik. Kurangnya Sumber Daya Yang Kompeten Dalam penelitian yang dilakukan oleh Syaiful Mujab . Kendala kurangnya sumber daya dalam implementasi kurikulum sering dihadapi dalam dunia pendidikan. Faktor utama meliputi kurangnya kompetensi guru, keterbatasan sarana, dan dukungan orang tua. Untuk mengatasi hal ini, langkah-langkah seperti pelatihan guru, peningkatan sarana, dan komunikasi dengan orang tua diperlukan. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung implementasi kurikulum yang lebih efektif. Konsep, strategi pengajaran, dan metode penilaian, tak kalah penting ikut andil dalam kesusksesan pelaksanaan kurikulum namun karena sumber daya yang kurang kompeten menjadi sebab pelaksanaan kurikulum menjadi terhambat. Sebagaimana dalam penelitian yang dilakukan oleh Erwin Simon . Kurangnya sumber daya yang kompeten menjadi tantangan signifikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Guru yang kurang berkualifikasi menghambat proses eksekusi yang Mereka membutuhkan pemahaman yang solid tentang kurikulum, termasuk konsep, strategi pengajaran, dan metode penilaian, untuk memberikan pendidikan Investasi dalam pelatihan dan pengembangan kompetensi guru sangat penting, dengan dukungan kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan. Implementasi Kurikulum Merdeka dihadapkan pada kendala kurangnya pemahaman konsep oleh berbagai pihak, termasuk pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, dan orang tua. Hal ini menghambat proses penerapannya secara optimal. Kurangnya pemahaman tersebut dapat mengakibatkan ketidakmaksimalan dalam mencapai tujuan merdeka belajar sesuai konsep yang diinginkan. Solusi untuk mengatasi kurangnya sumber daya yang kompeten dalam implementasi kurikulum mencakup peningkatan pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan. Melibatkan orang tua dan komunitas dalam proses pembelajaran juga penting untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap implementasi kurikulum. (Miladiah et al. , 2. Kurangnya Sarana Dan Prasarana Yang Memadai Sarana dan prasarana yang memadai berperan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Ketersediaan buku, gedung, dan ruangan yang memadai menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Sebaliknya, kurangnya sarana dan prasarana dapat menurunkan minat belajar siswa (Irwana, 2. Sejalan dengan hal tersebut dalam penelitian yang dilakukan oleh Rusmiati . , kurangnya sarana dan prasarana yang memadai menjadi masalah dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran tidak optimal. Sarana yang kurang memadai seperti ruang kelas dan https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/324 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 peralatan pembelajaran dapat menghambat proses pembelajaran yang efektif. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. Dalam penelitian oleh Yatmi Prihatien. Syahruddin Amin, dan Yul Alfian Hadi . , ditemukan bahwa guru menghadapi beberapa kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Hal ini meliputi kesulitan dalam menganalisis modul ajar, mengkompilasi kisi-kisi soal dan rubrik penilaian, serta kurangnya keterampilan dalam menggunakan teknologi. Faktor lain termasuk kurangnya pelatihan terkait kurikulum merdeka dan keterbatasan kemampuan guru. Untuk mengatasi hal ini, disarankan agar guru mengikuti pelatihan kurikulum merdeka dan kelompok kerja guru, sementara kepala sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Evaluasi terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah Tsanawiyah menyoroti keberhasilan dan kekurangan. Kurangnya sarana dan prasarana menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Ketersediaan infrastruktur, alat dan bahan pembelajaran, serta teknologi informasi perlu ditingkatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Hal ini menunjukkan perlunya investasi dalam peningkatan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian, peningkatan sarana dan prasarana menjadi kunci dalam mengatasi gap dalam implementasi kurikulum (Suryana & Pratama, 2. Ketidaksesuaian Kurikulum Dengan Kebutuhan Siswa Dalam hal pergantian Kurikulum bukanlah hal yang baru didalam dunia Pendidikan, hal tersebut menunjukkan ketidak efektifan dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan siswa secara menyeluruh, termasuk aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Selama ini, pendidikan belum berhasil menghasilkan siswa yang memiliki karakter, kecakapan, dan kecerdasan yang diharapkan. Guru juga belum sepenuhnya melakukan analisis terhadap kesesuaian buku dengan Kurikulum 2013 sebelum mengajar, sehingga ketidaksesuaian antara buku guru dan peserta didik dapat terjadi. Selain itu, tugas analisis terhadap Standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar juga belum sepenuhnya dilakukan dengan baik oleh guru (Puspito et al. , 2. Ketika kurikulum tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, pencapaian hasil pembelajaran yang jelas menjadi sulit. Mengizinkan siswa untuk memilih materi pembelajaran mereka sendiri dapat menyebabkan bimbingan yang tidak konsisten, sehingga menyulitkan terciptanya pengalaman belajar yang adil. Jika tujuan pembelajaran yang dipilih sendiri tidak relevan atau tidak memadai, siswa mungkin akan kesulitan untuk memahami mata pelajaran tertentu secara menyeluruh (Aulia. Ketidaksesuaian antara kurikulum dan kebutuhan peserta didik merupakan permasalahan yang sering terjadi di berbagai jenjang pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut Suryadi & Ndona . mengatakan setiap kurikulum mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda, sehingga Anda harus mengevaluasi dan menyesuaikan kurikulum Anda untuk memenuhi kebutuhan siswa Anda. Misalnya saja penelitian mengenai kurikulum mandiri bagi siswa penderita gangguan autisme menemukan banyak hambatan dalam penerapannya, antara lain ketidaksesuaian antara kebutuhan penyandang gangguan autisme dengan kurikulum yang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti yang saya Contoh lain: pada pelatihan vokasi, kurikulumnya belum selaras dengan kebutuhan industri, yang pada akhirnya menyulitkan lulusan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri saat memasuki dunia kerja. Masu (Horenburg, 2. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/324 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 Untuk memastikan bahwa kurikulum lebih memenuhi kebutuhan siswa. Gofur Abdul . dalam penelitiannya mengakatan kurikulum harus terus dievaluasi dan Kurikulum harus mampu menjawab segala tantangan dalam menyikapi kebutuhan dan perkembangan masyarakat yang berubah dengan cepat. Solusi Strategis Dalam Menghadapi Tantangan Implementasi Kurikulum Untuk mengatasi tantangan implementasi kurikulum, solusi strategis dapat diterapkan melalui pelatihan dan pendidikan bagi para guru, kepala sekolah, dan Pelatihan mengimplementasikan kurikulum secara lebih efektif. Dengan demikian, para pendidik akan dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan siswa. Ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan (Salma Sunaiyah, 2. Tak kalah pentingnya Dalam proses implementasi kurikulum, langkah awal penting adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk masalah dalam menerapkan kurikulum merdeka, keterbatasan sarana pendidikan, dan penyesuaian dengan teknologi. Setelah identifikasi, langkah-langkah strategis dapat diambil untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti peningkatan pelatihan guru dan investasi dalam infrastruktur pendidikan. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa (Ningsi et al. , 2. Lebih lanjut Munir & Jannah . dalam sebuah jurnalnya mengatakan sebagai upaya mengatasi tantangan identifikasi, diperlukan pengembangan kurikulum yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan siswa. Ini melibatkan perbaikan tujuan, materi, strategi, dan evaluasi kurikulum. Langkah-langkah ini akan membantu mengoptimalkan proses pembelajaran dan meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat menjadi lebih efektif dan memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap pembelajaran siswa. Sebagai langkah lanjutan dari pengembangan kurikulum, dilakukan pelatihan pengembangan rancangan pembelajaran yang cocok dengan Kurikulum Merdeka. Contohnya, dilakukan pelatihan untuk mengembangkan rancangan pembelajaran berbasis STEAM dalam implementasi kurikulum merdeka. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tujuan dan konsep yang ditanamkan dalam kurikulum merdeka, yang akan membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan relevansi dengan kebutuhan siswa (Listyowati et al. , 2. Dalam konteks upaya pemerataan kualitas pendidikan, dilakukan langkah-langkah seperti memanfaatkan teknologi, mentransfer pengetahuan, dan mengadopsi teknologi di lingkungan sekolah. Tindakan ini sejalan dengan upaya untuk memastikan kesetaraan akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi semua Dengan memanfaatkan teknologi, proses transfer pengetahuan menjadi lebih efisien dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi lebih baik di lingkungan Langkah-langkah ini mendukung tujuan pemerataan kualitas pendidikan untuk menciptakan kesempatan belajar yang merata dan relevan bagi seluruh siswa (Nurul Indika Wardhani & Supriyanto, 2. Dalam rangka meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum, pada akhirnya solusi strategis dilakukan melalui berbagai langkah. Ini mencakup pengembangan pendidikan karakter, perencanaan pembelajaran yang lebih efektif, pendidikan sikap yang lebih baik, serta pendidikan kreatif yang memberikan kebebasan kepada siswa dalam menentukan cara belajar mereka. Selain itu, pendidikan berbasis teknologi juga diperkenalkan untuk memastikan pendidikan relevan dengan perkembangan zaman. https://ejournal. id/index. php/primer/article/view/324 PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol. No. 2 (April, 2. : 112-120 e-ISSN 2985-7996 Dengan mengimplementasikan solusi-strategis ini, diharapkan kurikulum dapat lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan memberikan hasil pembelajaran yang lebih optimal (Simon Paulus Olak Wuwur, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Analisis implementasi kurikulum menyoroti tantangan dalam pemahaman guru, ketersediaan fasilitas pendidikan, dan adaptasi terhadap kebutuhan siswa. Solusi strategisnya mencakup pelatihan guru, pengembangan kurikulum yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi untuk pemerataan kualitas pendidikan. Kunci untuk mengatasi hambatan tersebut adalah penyediaan sumber daya manusia, peralatan, infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi. Dengan menerapkan solusi tersebut diharapkan kurikulum dapat lebih memenuhi kebutuhan siswa dan mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum di lingkungan Pendidikan, pertama, penting untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Kedua, memberikan pelatihan dan Pendidikan kepada para pendidik dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan kurikulum dengan lebih efektif. Ketiga, kolaborasi dan komunikasi antara semua pihak terkait, seperti guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah lainnya, perlu ditingkatkan untuk memperbaiki implementasi kurikulum. Keempat, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas kurikulum, dengan menggunakan platform digital dan aplikasi Pendidikan. Terakhir, monitoring dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu perbaikan dan segera mengimplementasikan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Dengan menerapkan saran-saran ini, diharapkan implementasi kurikulum dapat menjadi lebih efektif dan mendukung perkembangan siswa secara DAFTAR PUSTAKA