Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim1. Firdaus Suhaimy2. Nahuda3 Universitas Islam Jakarta1, 2, 3 Email: sulaimummu261@gmail. firdayaya@gmail. nahuda_uid@yahoo. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua, seperti lemahnya pengawasan, minimnya komunikasi, dan keterlibatan dalam pendidikan anak. Oleh karena itu, perhatian orang tua diharapkan mampu menjadi faktor pendukung utama dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang valid mengenai pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar anak di SMK Muhammadiyah 6 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik korelasional. Jumlah populasi berjumlah 300 namun sampel yang digunakan hanya sebanyak 90 orang. Pemilihan kelas XI sebagai sampel didasarkan pada pertimbangan bahwa siswa kelas X masih berada dalam tahap pengenalan dan adaptasi terhadap lingkungan sekolah, sehingga kemungkinan belum menunjukkan pola belajar yang stabil. Teknik pengambilan sampelnya yaitu pendidik dengan menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian yaitu rxy didapatkan sebesar 0,355 yang terletak antara 0,20 - 0,40 berdasarkan pedoman, maka dinyatakan bahwa antara korelasi variabel X dan variabel Y yaitu termasuk lemah/rendah. Hal ini disebabkan faktor-faktor lain di luar perhatian orang tua yang turut memengaruhi motivasi belajar anak, seperti lingkungan belajar yang sudah terbentuk dengan baik di rumah maupun di sekolah, sehingga anak-anak telah mampu menjalankan tanggung jawab belajar mereka secara mandiri tanpa harus selalu didorong oleh orang tua. Kata Kunci: Perhatian. Orang Tua. Motivasi Belajar. Anak http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan membentuk watak serta peradaban bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal tersebut mengindikasikan tujuan pendidikan nasional bukan hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan tetapi diperlukan pembentukan karakter dan watak peserta didik. Pendidikan mempunyai tujuan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 65 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda menyesuaikan hidup dalam masyarakat saja, namun yang diharapkan agar pendidikan setiap warga negara dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan sesuai (Hidayat and Abdillah 2. Memperhatikan tujuan pendidikan di atas dapat dipahami bahwa Pendidikan merupakan suatu hal yang penting baik kehidupan maka dari itu pendidikan menjadikan suatu pondasi dalam kehidupan yang harus di bangun sebaik mungkin. Keberhasilan pendidikan menjadi tugas bagi guru, keluarga dan lingkungannya. Untuk membangun pendidikan yang baik yakni dengan belajar yang baik juga melalui motivasi belajar anak yang tinggi. Namun kenyataannya di lapangan menunjukkan terjadinya beberapa tantangan dan hambatan, sehingga dikhawatirkan tujuan pendidikan itu tidak dapat diraih sesuai dengan hasil belajar anak. Dari banyaknya orang tua hanya sedikit saja yang melibatkan dirinya kedalam pendidikan Hal ini dibuktikan dengan pandangan peneliti, karena ditemukan terdapat beberapa pendidik yang masih sering bolos sekolah atau tidak mengerjakan Sehingga berpengaruh kepada motivasi belajar anak. Berikut tabel data pelanggaran anak selama 3 bulan: (Sumber Data Berdasarkan Observasi Penilaian Hasil Pembelajaran Berdasarkan Data Di atas Pada Tanggal 8 Oktober 2. Melihat data tersebut menunjukkan total siswa yang melanggar di sekolah selama 3 bulan antaralain siswa yang merokok ada 122 siswa, siswa yang berkelahi ada 99 siswa, siswa yang membolos ada 155 siswa, siswa yang datang terlambat ada 137 siswa, siswa yang tidak berpakaian rapih ada 124. Data terbanyak terdapat pada siswa yang Izin Tanpa Keterangan sebanyak 155 siswa. dapat mengakibatkan belajar anak terhambat. Permasalahan itu terjadi salah satunya akibat kesibukan orang tua dalam berkerja sehingga kurangnya perhatian orang tua yang dapat mempengaruhi motivasi anak dirumah dan dapat mempengaruhi prestasi belajar anak. Selain itu faktor kurangnya perhatian orang tua terhadap anak seperti. Kurangnya pengawasan orang tua sehingga anak merasa adanya sebuah kebebasan, komunikasi orang tua dengan anak kurang, dll. Itu yang menyebabkan anak menjadi berperilaku negatif seperti kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial, pada saat memasuki bangku sekolah anak akan mengalami kesulitan untuk menerima pelajaran karena kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua. Dalam kondisi tersebut maka solusi yang paling mungkin dan dapat dilakukan antara lain dengan Memberi bimbingan/bantuan kesulitan belajar. Memberi penghargaan . atau hukuman . Kemampuan memberikan contoh yang baik. Memenuhi Menciptakan suasana belajar yang tenang dan tentram. Dengan begitu perhatian yang diberikan orang tua kepada anak dapat memotivasi anak untuk belajar sehingga anak dapat perilaku ke arah positif dan mampu menghadapi segala tuntutan serta kesulitan anak dalam belajar. METODE Metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 90 peserta didik kelas XI dan XI sebagai sampel, dan metode yang digunakan ialah deskriptif analitik korelasional. Teknik dilakukan adalah sebagai berikut: Observasi Observasi merupakan sebuah cara yang dipilih oleh peneliti dengan cara mengamati objeknya secara langsung melalui Indera penglihatannya, yang kemudian akan diuji oleh peneliti untuk digunakan dalam Angket Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 66 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda Angket dalam penelitian ini digunakan penggunaan media sosial terhadap minat belajar peserta didik SMK Muhammadiyah 6 Jakarta. Teknik ini ditujukan untuk Pengumpulan data dari responden, dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Wawancara Wawancara yang dilakukan peneliti ialah dengan mengajukan pertanyaan kepada guru serta peserta didik di SMK Muhammadiyah Jakarta memperoleh data yang lebih mendalam serta mengkomparasikan data yang diperoleh melalui angket. Sementara itu, pada item negatif diberikan bobot : sangat setuju = 1, setuju 2, kurang setuju =3, tidak setuju 4, dan sangat tidak setuju =5 Pemaparan jumlah skor dari seluruh angket yang telah diisi oleh peserta didik bisa diamati pada table data di bawah ini: Tabel Hasil Skor Angket Variabel X(Perhatian Orang Tu. Terhadap Variabel Y(Motivasi Belajar Ana. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menganalisis data pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar Peneliti memilih siswa sebagai responden utama karena siswa merupakan pihak yang secara langsung mengalami dan merasakan perhatian dari orang tua mereka di rumah, serta memiliki pengalaman pribadi terkait motivasi mereka dalam belajar. Penelitian melibatkan 90 siswa/i SMK Muhammadiyah 6 dari kelas XI dan XII, yang diminta mengisi angket mengenai dua variabel utama yakni 20 angket perhatian orang tua . ariabel X) dan 20 angket motivasi belajar anak . ariabel Y). Pemilihan siswa sebagai sumber data didasarkan pada pertimbangan bahwa anakanak adalah individu yang paling mampu menilai bagaimana bentuk perhatian orang tua mereka di kehidupan sehari-hari, baik dalam hal memberikan waktu, bimbingan belajar, dukungan emosional, maupun keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Perhatian orang tua tersebut akan sangat memengaruhi kondisi psikologis anak, termasuk dalam hal motivasi untuk belajar. Peneliti skalalikert dan pemberian bobot, yaitu padaitempositif diberikan bobot : sangat setuju=5, setuju 4, kurang setuju = 3, tidak setuju2, dan sangat tidak setuju = 1. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 67 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda Berdasarkan rumus yang telah diolah diatas, maka diperoleh nilai rentang kelas pada variabel X memiliki nilai 29 sedangkan rentang nilai pada kelasvariabel Y adalah 20. Langkah Ketiga: Mencari Banyak Kelas Variabel X dan Variabel Y (BK). = 1 3. 3 log n = 1 3. 3 log 90 = 1 . ,9542. = 5,293399 E 5 Setelah didapatkan jumlah banyak kelas interval (BK) pada variabel X dan Y ialah 5. Langkah Keempat: Mencari Panjang Kelas Interval (P). Dalam mencari panjang kelas interval (P) dengan rumus sebagai berikut: Variabel X E = = 5,47 E 5 E BK = 5 = 3,77 E 4 Variabel Y Langkah Kelima: Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X dan Variabel Y. Distribusi Frekuensi Variabel X Peneliti menggunakan data pada tabel diatas untuk menganalisis data pengaruh perhatian orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Kemudian peneliti menghasilkan tabel distribusi frekuensi dengan beberapa langkah berikut : Langkah Pertama: Mencari Skor Terbesar (H) dan dan Skor Terkecil (L) dari Variabel X dan Variabel Y. Berdasarkan tabel di atas, skor yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu pada kelas interval 79 Ae 83 sebanyak 27 responden. Sedangkan frekuensi terendah yaitu pada kelas interval 84 Ae 88 sebanyak 2 responden. Secara keseluruhan jumlah frekuensi yaitu 90. Berdasarkan tabel di atas maka dibuat grafik histogram frekuensi interval dari kelas interval di atas sebagai berikut: Skor terbesar Variabel X : 59 dan Variabel Y : 88 Skor terkecil Variabel X : 60 dan Variabel Y : Langkah Kedua: Mencari Rentang Kelas (R). Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 68 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda Berdasarkan data di atas, maka dapat diketahui nilai rata-rata dari dua variabel di atas dengan rumus sebagai berikut: OcX E = n = 90 = 70,5 Variabel X Ocy Variabel Y E = n = 90 = 71,2 Langkah Ketujuh: Mencari Angka Indeks Korelasi antara Variabel X dan Variabel Y . Grafik Frekuensi Perhatian Orang Tua Distribusi Frekuensi Variabel Y Berdasarkan tabel di atas, skor yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu pada kelas interval 68 Ae 71 sebanyak 29 responden. n OcXY Oe Oc Oc Oc2 Oe (O. 2 Oc2 Oe (O. 2 453120 Oe 6348. 452970 Oe . 458480 Oe . 2 40780800 Oe 40677984 40767300 Oe 40297104 41263200 Oe 41062464 307221,85 Sedangkan frekuensi terendah yaitu pada = 0,335 kelas interval 60 Ae 63 sebanyak 1 responden. Dari perhitungan di atas, maka diperoleh Secara keseluruhan jumlah frekuensi yaitu 90. hasil rxy sebesar 0,335. Angka indeks Berdasarkan tabel di atas maka dibuat grafik korelasi tersebut didapatkan oleh peneliti histogram frekuensi interval dari kelas yang bertanda positif. Ini bermakna korelasi interval di atas sebagai berikut: antara variabel X (Perhatian Orang Tu. dan variabel Y (Motivasi Belajar Ana. terdapat pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak. Dapat diartikan bahwa Perhatian Orang Tua memiliki pengaruh terhadap Motivasi Belajar Anak. Dilihat rxy yang didapatkan sebesar 0,335 yang terletak antara 0,20 - 0,40 berdasarkan pedoman yang terdapat pada tabel di atas. Sehingga dapat dinyatakan bahwa antara korelasi variabel X dan Grafik Frekuensi Motivasi Belajar variabel Y yaitu termasuk lemah/rendah. Langkah Keenam: Mencari Rata-rata Perhitungan di atas dilakukan pada (Mea. Microsoft Excel dan kemudian dilakukan pembandingan dengan hasil yang dihasilkan oleh SPSS, sebagai berikut : Tabel Hasil Deskriptif Statistik Variabel X Terhadap Variabel Y Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 69 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda terpengaruh oleh variabel yang tidak terdapat pada penelitian ini. Tabel Hasil Analisis Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, maka dapat diketahui nilai rata-rata . dari dua variabel tersebut yaitu variabel X (Perhatian Orang Tu. dengan nilai rata-rata 70,53 dibulatkan 71 dan variabel Y (Motivasi Belajar Ana. dengan nilai rata-rata 71,20 dibulatkan 71. Sedangkan dalam menggunakan perhitungan statistic parametric, maka hasilnya sama persis dengan langkah 6. Tabel Analisa Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y R disebut Koefisien Korelasi. Nilai R menerangkan tingkat hubungan antara variabel independent X terhadap variabel dependent Y. Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui nilai dari koefisien korelasi sebesar 0,335. Hasil tersebut sesuai dengan perhitungan statistic parametik yang dapat dilihat pada langkah 7. Berarti Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak sebesar 11%. R Square disebut dengan Koefisien Determinasi. Koefisien Determinasi menjelaskan seberapa besar variasi Y yang disebabkan oleh X. Maka dari tabel di atas dapat dilihat nilai square (R. sebesar 0,112. Nilai koefisien deteminasi dihasilkan dari mengkuadratkan hasil nilai korelasi 0,3352 = 0,112 atau 11%. Kondisi mempengaruhi terhadap Motivasi Belajar Anak 11% disebabkan Perhatian Orang Tua. Maka besarnya pengaruh Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak sebesar 11%. Sementara itu, tersisa 89% Berdasarkan hasil output di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai korelasi yang dihasilkan yaitu sebesar 0,335 atau 11%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Perhatian Orang Tua Motivasi Belajar Anak. Hal tersebut diperkuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 11% yang artinya terdapat Pengaruh Perhatian Orang Tua Motivasi Belajar Anak. Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diperoleh korelasi antara hasil penelitian kuesioner atau angket Pengaruh Perhatian Orang Tua Motivasi Belajar Anak yaitu 0,335 atau 11%. Untuk mengetahui pengaruh dua variabel yang sedang diteliti terdapat cara menginterpretasikan yaitu: Dengan memberikan interpretasi terhadap Angka Indeks Korelasi Product Moment secara sederhana. Dari perhitungan di atas, maka diperoleh hasil rxy sebesar 0,335. Angka indeks korelasi tersebut didapatkan oleh peneliti yang bertanda positif. Ini bermakna korelasi antara Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 70 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda variabel X (Perhatian Orang Tu. dan variabel Y (Motivasi Belajar Ana. terdapat pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak. Dapat diartikan bahwa Perhatian Orang Tua memiliki pengaruh terhadap Motivasi Belajar Anak. Dilihat rxy yang didapatkan sebesar 0,335 yang terletak antara 0,20 - 0,40 berdasarkan pedoman yang terdapat pada tabel di atas. Sehingga dapat dinyatakan bahwa antara korelasi variabel X dan variabel Y yaitu termasuk lemah/rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor lain di luar perhatian orang tua yang juga memengaruhi motivasi belajar anak, seperti lingkungan belajar di rumah, pengaruh teman digunakan guru di sekolah, maupun minat pribadi anak terhadap pelajaran. Oleh karena itu, meskipun perhatian orang tua penting, peningkatan motivasi belajar anak juga perlu dukungan dari berbagai aspek lain. Dapat terhadap angka indeks korelasi AurAy product moment, dengan melihat pada tabel AurAy product moment. Untuk mengetahui pengaruh model dari kedua variabel, maka peneliti dapat merumuskan hipotesis alternative (H. dan hipotesis (H. , yaitu sebagai Hipotesis Nihil (H. E tidak terdapat pengaruh variabel X (Perhatian Orang Tu. terhadap variabel Y (Motivasi Belajar Ana. Hipotesis Alternatif (H. E terdapat pengaruh variabel X (Perhatian Orang Tu. terhadap variabel Y (Motivasi Belajar Ana. Dalam menguji hipotesis di atas dibuktikan dengan cara membandingkan AurAy yang didapatkan melalui perhitungan atau AurAy observasi . dengan besarnya AurAy yang tercantum dalam tabel AurAy product moment . derajat bebas . atau degress of freedom yang memiliki rumus sebagai Df = N = nr Df :Degrees of freedom N :Number of case Nr :Banyaknya Jumlah dari kesuluruhan sampel dalam penelitian ini sebanyak 90, yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI dan XII SMK Muhammadiyah 6. Dengan demikian N = 90. Variabel yang dicari korelasinya yaitu variabel X dan Y, jadi nr = . Dengan mudah diperoleh Df nya yaitu Df = 90 Ae 1 = 89 . ikurangi 1, karena hanya ada 1 variabel yang dikorelasikan yaitu Y. Sedangkan X adalah variabel. Maka dapat diketahui bahwa Df sebesar 88, diperoleh dari nilai AurAy product moment pada taraf signifikan 5% = 0,207 dan taraf signifikan 1% = 0,270. Membandingkan besar AuroAy dengan AurtAy seperti diketahui ro yang diteliti adalah sebesar = 0,335 sedangkan rt masing-masing 0,207 dan 0,270. Dengan demikian dapat diketahui bahwa ro < rt baik pada taraf signifikan 5% atau 1% maka dipotesis nihil diterima, sedangkan hipotesis alternatif ditolak atau tidak disetujui, artinya didapatkan bahwa pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak di SMK Muhammadiyah 6 lemah atau rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor lain di luar perhatian orang tua yang juga memengaruhi motivasi belajar anak, seperti lingkungan belajar di rumah, pengaruh teman sebaya, metode pembelajaran yang digunakan guru di sekolah, maupun minat pribadi anak terhadap Oleh karena itu, meskipun perhatian orang tua penting, peningkatan motivasi belajar anak juga perlu dukungan dari berbagai aspek lain. KESIMPULAN Dari hasil Penelitian yang berjudul Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak . i SMK Muhammadiyah 6 Jakart. , secara singkat dapat peneliti simpulkan sebagai berikut: Terdapat Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 65-73, 2025 | 71 Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Survei di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Jakart. Ummu Sulaim. Firdaus Suhaimy. Nahuda Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian di bab IV, maka besarnya Pengaruh Perhatian Orang Tua (Variabel X) terhadap Motivasi Belajar Anak (Variabel Y) tergolong lemah atau rendah yaitu sebesar 0,335 atau 11%. Hal ini disebabkan faktorfaktor lain di luar perhatian orang tua yang turut memengaruhi motivasi belajar anak, seperti lingkungan belajar yang sudah terbentuk dengan baik baik di rumah maupun di sekolah, sehingga anak-anak telah mampu menjalankan tanggung jawab belajar mereka secara mandiri tanpa harus selalu didorong oleh orang tua. Selain itu, inisiatif dan motivasi intrinsik dalam diri anak, serta dorongan dari guru dan teman sebaya, juga turut membentuk semangat belajar mereka. Selain itu besarnya ro dengan rt seperti yang diketahui ro yang diteliti adalah sebesar = 0,335 sedangkan rt masing-masing 0,207 dan 0,270. Dengan demikian dapat diketahui bahwa ro < rt baik pada taraf signifikan 5% atau 1% maka dipotesis nihil diterima. Sedangkan hipotesis alternative ditolak atau tidak disetujui, artinya diduga adanya Pengaruh lemah Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak. Strategi Perhatian Orang Tua dalam meningkatkan Motivasi Belajar Anak, diantaranya sebagai berikut: Orang tua yang penuh kasih sayang dan menjadi teladan . , yaitu mampu pendidikan dengan cara memberikan contoh mendampingi anak belajar, atau berdiskusi tentang pelajaran. Sikap ini membuat anak merasa dihargai dan lebih semangat dalam belajar karena melihat teladan langsung dari orang tuanya. Selain itu, orang tua menciptakan komunikasi dua arah yang terbuka, sehingga anak merasa nyaman menyampaikan kesulitannya dalam belajar. Orang tua terlibat aktif dalam kegiatan pertemuan sekolah, mengecek perkembangan akademik anak, serta memantau dan membantu mengatasi kendala belajar yang dihadapi anak di rumah. Dalam hal ini, perhatian orang tua tampak dari rutinitas seperti menanyakan kegiatan belajar, memastikan tugas sekolah dikerjakan, serta memberi semangat setiap kali anak mengalami kesulitan. Keterlibatan ini dilakukan secara konsisten dan tidak sekadar Orang tua mampu mengenali potensi dan kebutuhan anak secara individual, lalu mengarahkan dan memfasilitasi anak dengan cara yang sesuai. Misalnya, menyediakan tempat belajar yang nyaman, alat belajar dukungan emosional ketika anak mengalami tekanan belajar. Orang tua juga berperan memberikan motivasi dan dorongan secara berkelanjutan agar anak bersemangat membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab terhadap belajar. Berdasarkan hasil Penelitian yang telah dilakukan di atas, menunjukkan adanya hubungan positif antara Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak. DAFTAR PUSTAKA