Cakrawala : Jurnal Pendidikan Vol. No. 2, 2018 p-ISSN: 1858-4497 . e-ISSN: 2549-9300 website: http://e-journal. id/index. php/Cakrawala DOI: http://dx. org/10. 24905/cakrawala. PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK OUTBOUND UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MAHASISWA Renie Tri Herdiani 1*). Mulyani . Bimbingan dan Konseling. FKIP. Universitas Pancasakti Tegal *) Corresponding author: Email: renie3_psy@yahoo. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model bimbingan kelompok dengan teknik outbound yang efektif untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), desain penelitian one group pretest and Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok teknik outbound untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa yang efektif dikembangkan melalui 10 komponen dan lebih menekankan pada tahap kegiatan melalui the briefing dalam bentuk focus discussion. Kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok mempunyai peran penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi antar pribadi mahasiswa terutama dengan teknik outbound sehingga perlu dikembangkan lagi dengan ide-ide yang lebih kreatif agar bisa digeneralisasikan. Kata kunci: Bimbingan Kelompok Teknik Outboud. Komunikasi Antar Pribadi Abstract The purpose of this study was to develop a group guidance model with effective outbound techniques to improve student-to-person communication. The method used in this study was Research and Development (R & D), one group pretest and posttest research design. The results of the study showed that the outbound group guidance model to improve effective student interpersonal communication was developed through 10 components and emphasized more on the activity stage through the briefing in the form of focus discussion. The conclusion was that group guidance services had an important role in developing interpersonal communication skills of students, especially with outbound techniques so that they needed to be further developed with more creative ideas to be generalized. Keywords: Group Guidance of Outbound Technique. Interpersonal Communication PENDAHULUAN Hakikat manusia sebagai mahluk sosial tentu tidak lepas dari pergaulan antar sesama baik dilingkungan keluarga, kerja, sekolah maupun tempat-tempat keramaian lainnya. Manusia sebagai mahluk sosial tentu membutuhkan kehadiran seseorang dimanapun dan kapanpun juga mereka berada tanpa terkecuali. Manusia selalu bergantung hidupnya dengan manusia lainnya. Oleh karena itu dalam kehidupan manusia selalu terjadi interaksi, untuk Copyright @ 2018 Universitas Pancasakti Tegal Renie Tri Herdiani et al. : Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Outbound. memperlancar hubungan antar manusia tentu dibutuhkan komunikasi yang baik. Kesuksesan kehidupan sosial seseorang sangatlah dipengaruhi oleh proses komunikasi antar pribadi yang dijalaninya, tanpa adanya komunikasi maka tidak akan mungkin ada kehidupan yang Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi antar pribadi akan selalu terjadi tak terkecuali di lingkungan kampus. Kemampuan komunikasi antar pribadi dikalangan mahasiswa sangatlah beragam. Ada yang mempunyai komunikasi antar pribadi yang baik, sedang ada pula yang jelek. Seperti halnya yang terjadi di lingkungan kampus UPS Tegal, berdasarkan hasil observasi kami terhadap mahasiswa FKIP UPS Tegal khususnya prodi Bimbingan dan Konseling. Mahasiswa yang memiliki komunikasi antar pribadi yang baik mempunyai indikasi seperti mudah dalam bergaul, aktif berorganisasi, banyak teman, peka terhadap lingkungan, dll. Begitu juga sebaliknya mahasiswa yang mempunyai kemampuan komunikasi antar pribadi yang rendah akan terlihat dengan indikasi sulit untuk bergaul dengan orang lain . anya mempunyai teman itu saj. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa tidak sedikit di lingkungan mahasiswa khususnya prodi Bimbingan dan Konseling memiliki kemampuan komunikasi antar pribadi yang kurang baik, mengingat komunikasi adalah faktor yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari apalagi mahasiswa prodi BK yang merupakan calon konselor diharapkan mampu berkomunikasi yang baik sehingga secara khusus bisa menjalin hubungan yang baik dengan klien, atas pertimbangan tersebut kami tertarik ingin membantu meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa melalui layanan bimbingan kelompok teknik outbound. Pemberian layanan bimbingan yang bersifat kelompok kepada mahasiswa dinilai sangat tepat karena dengan sistem berkelompok mahasiswa akan lebih nyaman terlebih lagi dengan menggunakan teknik outbound sehingga tujuan dari pemberian layanan akan mudah tercapai dengan baik yaitu meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswanya. Bimbingan kelompok teknik outbound adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan secara kelompok dan dilakukan di alam terbuka dengan cara melakukan permainan-permainan khusus yang mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Selain itu, menurut kami memberikan bantuan melalui layanan bimbingan kelompok dengan berbagai jenis teknik untuk meningkatkan suatu hal dinilai sangat efektif karena hal tersebut sudah banyak dibuktikan melalui penelitianpenelitian sebelumnya. Salah satu hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian kami adalah penelitian yang dilakukan oleh Imam Subagyo dengan judul AuBimbingan Kelompok Dengan Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 197-203 Teknik Outbound Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri SiswaAy, hasil penelitian menyebutkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik outbound efektif . ttp://w. e-jurnal. com/2014/05/bimbingan- kelompok-dengan-teknik. Melalui kegiatan bimbingan kelompok teknik outbound ini diharapkan mahasiswa dapat belajar tentang keterampilan sosial melalui pengalaman, selain itu karena dilakukan di luar ruang dengan permainan-permainan sehingga diharapkan akan lebih nyaman dan menikmati. Berdasarkan penelitian sebelumnya dan permasalahan yang ada maka kami tertarik untuk mengembangkan model bimbingan kelompok teknik outbound agar lebih efektif dalam meningkatkan komunikasi antar pribadi. Oleh karena itu kami akan melakukan penelitian dengan judul AyPengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Outbound Untuk Meningkatkan Komunikasi Antar Pribadi MahasiswaAy. METODE PENELITIAN Sesuai dengan permasalahan dan tujuan, penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Borg & Gall dalam Sugiyono 2010: 407-. Peneliti berupaya merumuskan pengembangan produk yaitu pengembangan model bimbingan kelompok dengan teknik outbound untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa yang kemudian diuji, divalidasi dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengkaji tingkat komunikasi antar pribadi mahasiswa dan keefektifan model bimbingan kelompok teknik outbound untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi Pada tataran teknis dilakukan langkah dengan metode analisis deskriptif dan metode quasi eksperimen. Analisis bimbingan kelompok teknik outbound untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa dilakukan dengan menganalisis tingkatan komunikasi antar pribadi mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan kelompok. Perencanaan dan rancangan desain produk model bimbingan kelompok dengan teknik outbond untuk meningkatkan kumunikasi antar pribadi mahasiswa yang akan dikembangkan dan diuraikan dalam langkah-langkah konkrit yang nantinya akan diberikan kepada mahasiswa secara jelas dan rinci. Renie Tri Herdiani et al. : Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Outbound. HASIL PENELITIAN Temuan penelitian dipaparkan sesuai dengan prosedur penelitian yang telah dilakukan. Kondisi Empiris Bimbingan Kelompok di Lingkungan Prodi BK Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa tentang layanan ke BK-an dilingkungan kampus dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan seperti layanan bimbingan kelompok belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana yang tersedia, selain itu pelaksanaan tahapan bimbingan kelompok masih dilakukan secara prosedural seperti teori-teori yang ada serta belum banyak modifikasi dan tindak lanjut. Berikut hasil perbandingan komunikasi antar pribadi mahasiswa sebelum dan setelah pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Outbond melalui skala komunikasi antar Gambar1 Berdasarkan grafik tersebut berarti terjadi perubahan frekuensi yang amat mencolok, yaitu yang semulanya kriterianya rendah menjadi tinggi. Kondisi tersebut menunjukan ada peningkatan komunikasi antar pribadi mahasiswa setelah diberi layanan bimbingan kelompok melalui teknik outbond. Data tersebut diatas merupakan langkah awal sebelum penelitian pengembangan model Setelah tahapan tersebut dilewati langkah selanjutnya adalah merancang model hipotetik, kemudian dalam rangka menghasilkan model bimbingan yang teruji secara efektif, maka langkah awal yang dilakukan adalah menguji kelayakan model secara rasional. Uji kelayakan model untuk validasi rasional dilakukan melalui penilaian pakar . udgment exper. Validasi rasional dilakukan melalui konsultasi dengan pakar bimbingan dan konseling. Pakar yang terlibat dalam penilaian model berjumlah tiga orang, dua diantaranya memiliki latar Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 197-203 belakang pendidikan Magister (S-. & Kons, serta satu orang berlatar belakang pendidikan Doktor (S. Validasi rasional model dilakukan dengan menggunakan teknik respon terinci. Peneliti menyampaikan model yang disertai dengan instrumen penilaian berbentuk skala . ata kuantitati. dan saran/masukan . ata kualitati. Secara garis besar, terdapat dua dimensi yang dinilai oleh pakar yaitu struktur dan komponen model. Dimensi struktur model berkenaan dengan judul, penggunaan istilah, sistematika, keterbacaan, kelengkapan dan kesesuaian antar komponen model. Sedangkan dimensi komponen model berkenaan dengan rasional, tujuan, asumsi, target intervensi, hakikat, unsur bimbingan kelompok, tahap-tahap bimbingan kelompok sebagai model, jenis outbound, kompetensi konselor, evaluasi dan indikator Matrik Model Bimbingan Kelompok Teknik Outbound Sebelum dan Sesudah Dikembangkan Model Bimbingan Kelompok Teknik outbound Sebelum Dikembangkan Model Bimbingan Kelompok Teknik outbound sesudah Dikembangkan Rasional Tujuan secara umum. Tujuan lebih spesifik yaitu untuk meningkatkan komunikasi antarpribadi Asumsi Target intervensi kurang jelas. Target intervensi jelas. Unsur bimbingan kelompok Unsur bimbingan kelompok Tahapan bimbingan Tahap pelaksanaan lebih fleksibel kelompok seperti pelaksanaan bimbingan disesuaikan dengan jenis permainan dan kelompok pada umumnya. lebih menekankan pada proses the briefing dalam bentuk focus discussion di setiap akhir permainan. Jenis permainan secara umum Jenis outbound difokuskan pada permainan yang sesuai dengan usia perkembangan mahasiswa, mudah dilakukan dan merupakan jenis permainan yang dapat meningkatkan Renie Tri Herdiani et al. : Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Outbound. komunikasi antar pribadi. Kompetensi pemimpin kelompok yang Kompetensi pemimpin kelompok: pelaksanaan bimbingan kelompok terutama Pemimpin berkompeten dalam hal bimbingan dengan menggunakan teknik games. kelompok khususnya dengan teknik Pemimpin kelompok harus menguasai jenis permainan baik dalam pelaksanaannya maupun peraturannya, selain itu juga harus bisa menjadi penguat/ penyemangat bagi anggotanya. Evaluasi dan indikator keberhasilan kurang Evaluasi dilakukan setiap pertemuan dengan sumber utama menggunakan laiseg yang terdiri dari understanding, comfortable dan action. Analisis penilaian segera sebagai parameter untuk mengetahui perubahan, kemudian evaluasi hasil akhir kegiatan yang dilakukan melalui alat ukur berupa skala komunikasi antar pribadi. Model bimbingan kelompok teknik outbond sudah ada akan tetapi masih sedikit yang Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah karena kurangnya pengetahuan tentang prosedur outbound. Pada dasarnya pelaksanaan bimbingan kelompok teknik outbound sangat mudah dilaksanakan. Model bimbingan kelompok teknik outbound yang sudah ada sama dengan model bimbingan kelompok teknik outbound yang peneliti lakukan, akan tetapi ada sedikit pengembangan. Peneliti mengembangkan model bimbingan kelompok ini pada tahap kegiatan yaitu setelah kegiatan permainan selesai maka dilakukan the briefing dalam bentuk focus discussion, dan ini bisa dijadikan evaluasi. Penekanan the briefing dalam bentuk focus discussion dinilai sangat sesuai dengan tujuan awal penelitian yaitu meningkatkan komunikasi antar pribadi. SIMPULAN DAN SARAN Temuan penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok di prodi BK jarang dilakukan karena keterbatasan sarana dan prasarana. Berdasarkan penyebaran skala komunikasi antar pribadi terhadap 30 mahasiswa prodi BK angkatan 2016/2017 diperoleh Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 197-203 hasil sebanyak 40% mahasiswa atau 12 mahasiswa mempunyai tingkat komunikasi antar pribadi yang rendah. Model bimbingan kelompok teknik outbound untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang efektif dikembangkan melalui 10 komponen dan lebih menekankan pada tahap kegiatan melalui the briefing dalam bentuk focus discussion. Hasil analisis dengan perhitungan statistik menggunakan tAetest diperoleh data bahwa model bimbingan kelompok teknik outbond dapat meningkatkan komunikasi antar pribadi mahasiswa Prodi BK UPS Tegal. Penelitian ini hanya sampai tahap ke tujuh maka untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji coba diperluas agar hasil penelitian ini bisa UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini di danai oleh Kemenristekdikti hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun Anggaran 2018. DAFTAR PUSTAKA