Development of a Cultural Tourism Village in Sambilegi Kidul based on Community Empowerment Miftah Faridl Widhagdha1*. Kevin Kurnia Gumilang2 Article Info Abstract The Cultural Tourism Village is a community empowerment strategy carried out by PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto through the CSR Program in developing the community in Sambilegi Kidul Padukuhan. Maguwoharjo Village. Depok District. Sleman Regency. Yogyakarta Special Region Province. This program started with the findings of social problems, followed up through social mapping studies and limited group discussions with the community. Social issues in Sambilegi Kidul Padukuhan include the lack of optimal land use, the limited level of community welfare, and the fading of cultural preservation, especially Javanese culture in the community in Sambilegi Kidul Padukuhan. Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto implements the Dangau Minahorti CSR Program which focuses on increasing public awareness of the environment, developing horticultural agriculture, developing aquaculture to preserving the traditional sport "Jemparingan". As a result, this program has succeeded in forming the Arimbi Women Farmers Group (KWT) consisting of 44 people who manage the business activities of Sambilegi Kidul Tourism Village. Now. Sambilegi Kidul Tourism Village has become an alternative tourist destination, especially cultural tourism in Sleman Regency and has become a leading tourism destination for the surrounding community. *Correspondence Author Communication Science Study Program. Faculty of Social and Political Science. Sebelas Maret University . CSR Department. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah How to Cite: Widhagdha. Gumilang. Development of a Cultural Tourism Village in Sambilegi Kidul based on Community Empowerment. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4 . , 11-22. Article History Submitted: 11 December 2024 Received: 13 December 2024 Accepted: 27 December 2024 Correspondence E-Mail: miftahwidhagdha@staff. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. https://doi. org/jpm. https://prospectpublishing. id/ojs/index. php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Keywords: Community Empowerment. Corporate Social Responsibility. Cultural Tourism Village. Jemparingan Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access pages. Pengembangan Desa Wisata Budaya di Sambilegi Kidul berbasis Pemberdayaan Masyarakat Miftah Faridl Widhagdha1*. Kevin Kurnia Gumilang2 Info Artikel *Korespondensi Penulis . Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Departemen CSR. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Surel Korespondensi: miftahwidhagdha@staff. Abstrak Desa Wisata Budaya menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto melalui Program CSR dalam mengembangkan masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Desa Maguwoharjo. Kecamatan Depok. Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini bermula dari temuan masalah sosial yang ditindaklanjuti melalui kajian pemetaan sosial dan diskusi kelompok terbatas bersama dengan Permasalahan sosial di Padukuhan Sambilegi Kidul, antara lain kurang optimalnya pemanfaatan lahan, terbatasnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan lunturnya pelestarian budaya khususnya Budaya Jawa pada masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto melaksanakan Program CSR Dangau Minahorti yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, pengembangan pertanian hortikultura, pengembangan perikanan budi daya, hingga pelestarian olahraga tradisional AuJemparinganAy. Metode pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan adalah dengan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan terhadap program pemberdayaan masyarakat berbasis Desa Wisata Budaya. Hasilnya, program ini telah berhasil membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi beranggotakan 44 orang yang mengelola kegiatan usaha Desa Wisata Sambilegi Kidul. Kini. Desa Wisata Sambilegi Kidul telah menjadi salah satu destinasi wisata alternatif khususnya wisata budaya di Kabupaten Sleman dan menjadi pariwisata unggulan bagi masyarakat sekitar. Kata Kunci: Desa Wisata Budaya. Jemparingan. Pemberdayaan Masyarakat. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan A Widhagdha, et al Pendahuluan Studi penyuluhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah berkembang selama beberapa dekade terakhir (Karsidi, 2. Perkembangan kajian ini terutama didukung oleh semakin diperhatikannya aspek pembangunan terutama di negara berkembang dan dunia ketiga yang laju pembangunannya begitu cepat. Untuk merespon laju pembangunan yang begitu cepat di bidang infrastruktur, tentu dibutuhkan pembangunan secara sosial yang dapat menyeimbangkan laju pembangunan infrastruktur agar kesejahteraan masyarakat dapat optimal, untuk itu kajian-kajian pembangunan dan terutama pemberdayaan masyarakat menjadi semakin menarik untuk dikaji oleh segenap masyarakat terutama para sarjana dalam periode ini (Siswanto, 2. Mardikanto . menyebutkan bahwa secara konseptual, pemberdayaan atau pemberkuasaan . berasal dari kata power . ekuasaan atau keberdayaa. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keberdayaan individu atau komunitas. Gagasan tentang pengembangan masyarakat berfokus pada proses pembentukan atau pembentukan kembali struktur-struktur sosial masyarakat yang memungkinkan masyarakat untutk dapat memenuhi kebutuhan manusia (Ife & Tesoriero. Dalam pandangan Ife, gagasan tentang pengembangan masyarakat tidak terbatas pada memberi kekuatan . pada masyarakat yang tidak berdaya . saja melainkan serangkaian konsep dan struktur untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan mengerahkan sumber daya, keahlian dan kearifan komunitas itu sendiri. Hal ini sejalan dengan pemikiran Pradip Thomas . tentang cara pandangnya terhadap kemiskinan masyarakat yang bersumber dari ketidakmampuan dan ketiadaan akses dalam mengolah sumber daya yang mereka miliki untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Ife & Tesoriero . mendefinisikan konsep pemberdayaan masyarakat sebagai proses menyiapkan masyarakat dengan berbagai sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keahlian untuk meningkatkan kapasitas diri masyarakat di dalam menentukan masa depan mereka, serta berpartisipasi dan memengaruhi kehidupan dalam komunitas masyarakat itu Melalui pemberdayaan, individu atau komunitas dapat berdaya dengan apa yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, sehingga tujuan utama dari pemberdayaan adalah kemandirian dan kesejahteraan. Di Indonesia, praktik pemberdayaan masyarakat telah melalui berbagai fase, dengan sejumlah program yang mengalami keberhasilan dan kegagalan. Beberapa contoh keberhasilan dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia adalah seperti Pemberdayaan Berbasis Pesantren yang menggunakan peran pesantren untuk memainkan peran penting dalam pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah seperti Kecamatan Palengaan di Pamekasan. Pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi mereka juga membantu pertumbuhan ekonomi lokal melalui program kewirausahaan yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar mereka (Sibyan & Mujiburrahman, 2. Terdapat juga contoh penerapan Desa Mandiri dengan menggunakan penguatan komunitas Banyak desa di Indonesia yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan meningkatkan kapasitas lokal. Seperti yang dijelaskan dalam jurnal yang menyelidiki pengembangan desa-desa di Indonesia, programprogram ini biasanya melibatkan pendidikan non formal dan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal (Laila & Salahudin, 2. Selain itu, pada Program Pemberdayaan Perempuan, banyak inisiatif pemberdayaan perempuan berhasil, terutama yang dibuat oleh LSM dan organisasi masyarakat sipil. Seringkali, program-program A Widhagdha, et al ini menawarkan pelatihan keterampilan, akses ke mikrofinansial, dan dukungan untuk mendirikan usaha kecil, yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga (Laila & Salahudin. Pada sektor lingkungan. Program Agroforestry Kopi di Tambi Wonosobo yang dilakukan oleh perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi dapat berhasil merevitalisasi wilayah hutan yang rusak dengan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan sosial dan keagamaan (Widhagdha. Padmaningrum, & Sakuntala, 2. Bagaikan dua sisi koin, keberhasilan dalam praktik pemberdayaan masyarakat di Indonesia juga tidak lepas dari beberapa kegagalan yang sebelumnya dialami. Misalnya, proyek Pengentasan Kemiskinan di era Orde Baru. Banyak program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di era Orde Baru. Namun banyak dari program ini gagal karena pendekatan top-down, kurangnya keterlibatan masyarakat setempat, dan birokrasi dan korupsi yang menghambat pelaksanaan program (Laila & Salahudin, 2. Contoh lain datang dari Program Resettlement Transmigrasi. Tujuan program transmigrasi adalah untuk meratakan distribusi penduduk dan mengurangi kemiskinan. Banyak peserta transmigrasi tidak mendapatkan dukungan yang cukup setelah dipindahkan, yang menghalangi mereka untuk meningkatkan taraf hidup mereka (Sibyan & Mujiburrahman, 2. Tak jarang pula program pemberdayaan masyarakat hanya terbatas pada kegiatan donasi dan karitatif semata, sehingga tidak menciptakan kemandirian masyarakat, namun justru menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan-bantuan dari pemerintah atau sektor privat (Rahmanto. Widhagdha. Anshori. Priliantini, & Hendriyani, 2. Salah satu praktik pemberdayaan masyarakat yang dapat dipelajari sebagai prakik baik dalam kajian ini adalah Program Pemberdayaan Masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Kalurahan Maguwoharjo. Kepanewon Depok. Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dikembangkan melalui skema Desa Wisata Sambilegi Kidul yang mengintegrasikan pertanian hidroponik, perikanan budi daya dan wisata budaya jemparingan sebagai bagian untuk melestarikan budaya lokal. Pengembangan program Desa Wisata Sambilegi Kidul diinisiasi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi dan difasilitasi oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Padukuhan Sambilegi Kidul terletak di Kalurahan Maguwoharjo. Kepanewon Depok. Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Padukuhan atau biasa disebut Dusun adalah unit pemerintahan di bawah Desa/Kalurahan yang membawahi Rukun Tangga (RT). Sambilegi Kidul merupakan 1 dari 20 dusun yang ada di Desa Maguwoharjo. Padukuhan Sambilegi Kidul secara sosial dihuni oleh masyarakat suku Jawa dan beberapa pendatang karena pembangunan dan modernisasi sudah mulai terjadi di wilayah tersebut, sehingga meskipun bersifat padukuhan. Sambilegi Kidul telah memiliki karakteristik wilayah Pembeda dengan karakter perkotaan secara umum adalah masih lekatnya Budaya Jawa di kehidupan sosial masyarakat, hal ini mungkin berkaitan dengan keberadaan Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa yang ikut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat hingga saat ini. Demografi Kalurahan Maguwoharjo, yang merupakan pusat dari Padukuhan Sambilegi Kidul secara kependudukan didominasi usia produktif 25-49 tahun sebesar 39,5% dengan mata pencaharian terbesar adalah swasta sebanyak 6. 191 orang. Padukuhan Sambilegi Kidul sendiri dipimpin oleh Kepala Dukuh bernama Febri. Kepala Dukuh bertugas untuk mengelola kegiatan sosial masyarakat termasuk administrasi kependudukan di Padukuhan dan melaporkan kepada Kepala Desa. Model kelembagaan padukuhan sendiri berbeda dengan lembaga sosial di wilayah lain yang lebih dikenal dengan nama Dusun atau Rukun Warga. Khusus di Yogyakarta, karena wilayah ini merupakan Daerah Istimewa, maka daerah A Widhagdha, et al diberi keistimewaan untuk menentukan model kelembagaan sosial, sehingga unit Dusun di Provinsi D. Yogyakarta berganti menjadi Padukuhan. Hal ini ditujukan untuk menjaga dan melestarian sistem sosial budaya yang menjadi akar budaya Jawa yang melekat bagi masyarakat Yogyakarta. Dengan kuatnya pengaruh kehidupan Keraton Kasultanan Yogyakarta, maka wajar apabila sampai saat ini masyarakat yang tinggal di Padukuhan Sambilegi Kidul masih menjaga adat istiadat dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari bahasa, makanan, hingga tingkah laku yang masih kuat dengan Budaya Jawa yang adiluhung. Salah satu bentuk budaya yang masih dilestarikan di Padukuhan Sambilegi Kidul adalah kegiatan olahraga panahan tradisional bernama Jemparingan. Kegiatan Jemparingan menjadi salah satu daya tarik Desa Wisata Sambilegi Kidul yang ditawarkan untuk menarik wisatawan lokal hingga Gambar 1. Aktivitas Wisata Jemparingan di Padukuhan Sambilegi Kidul Sumber: Radar Jogja, 2022 Secara geografi. Padukuhan Sambilegi Kidul berjarak sekitar 1 . kilometer dari Bandar Udara Adi Sucipto yang juga merupakan wilayah operasi PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto yang melakukan kegiatan distribusi pemasaran minyak bumi terutama avtur untuk bahan bakar pesawat yang berada di Bandar Udara Adi Sucipto. Sehingga Padukuhan Sambilegi Kidul menjadi salah satu wilayah binaan Program CSR PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto untuk melakukan pengembangan masyarakat. Dasar penentuan wilayah pengembangan CSR yang menjadi acuan bagi PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto adalah proximity . wilayah dengan area operasi perusahaan, karena wilayah ini jaraknya sangat dekat, sekitar 1 kilometer, maka wilayah ini dianggap memiliki risiko terdampak operasional perusahaan. Selain itu, perusahaan juga melakukan kajian Pemetaan Sosial (Social Mappin. yang menggambarkan kondisi sosial di wilayah tersebut. Beberapa pertimbangan ini yang menjadikan Padukuhan Sambilegi Kidul ditetapkan menjadi wilayah pengembangan masyarakat melalui Program CSR oleh perusahaan. Program Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto adalah dengan mengembangkan Desa Wisata Sambilegi Kidul dengan nama program AuDangau MinahortiAy. Program ini terdiri dari pengembangan pertanian A Widhagdha, et al hortikultura, budi daya perikanan air tawar, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai dan lingkungan serta pelestarian budaya lokal seperti panahan tradisional atau jemparingan. Gambar 2. Peta Padukuhan Sambilegi Kidul Sumber: Google Maps, 2022 Metode Metode pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini dimulai dari kajian pemetaan sosial yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto pada tahun 2018. Pada pemetaan sosial tersebut, ditemukan masalah sosial dan potensi penghidupan berkelanjutan yang ada di masyarakat Padukuhan Sambilegi Kidul. Salah satu permasalahan utama yang ditemukan dalam pemetaan sosial tersebut adalah kondisi kemiskinan, pemanfaatan lahan yang tidak produktif, pencemaran Sungai, hingga ketidaksetaraan gender. Tidak hanya permasalahan. Padukuhan Sambilegi Kidul juga memiliki sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan seperti keberadaan Sungai Sriti dan kekhasan budaya lokal yang kuat, seperti olahraga tradisional panahan yang disebut Jemparingan. Untuk mengatasi permasalahan di atas, perusahaan melakukan optimalisasi potensi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat yang diawali dengan peningkatkan partisipasi masyarakat. Sebagai langkah awal, perusahaan melakukan tindak lanjut temuan dalam pemetaan sosial dengan menggelar diskusi kelompok terbatas (Focus Group Discussio. bersama dengan kalurahan dan perwakilan masyarakat untuk mendapatkan usulan program pemberdayaan masyarakat yang cocok untuk diterapkan di masyarakat, dan disesuaikan dengan program kerja dari Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo. Kegiatan diskusi dan penjaringan usulan ini dilakukan perusahaan dengan difasilitasi oleh Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang bertugas sebagai tim Community Development PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto. Proses implementasi pengembangan masyarakat terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu Pertanian Hortikultura. Perikanan Air Tawar. Revitalisasi Sungai Sriti, dan Wisata Olahraga Tradisional (Jemparinga. A Widhagdha, et al Pemetaan Sosial Pertanian Hortikultura FGD Wisata Olahraga Tradisi "Jempari Usulan Masyarakat Program Pemerintah Desa Perencanaan Program Perikana n Air Tawar Fasilitasi Revitalisasi Sungai Sriti Implementasi Program Monitoring dan Evaluasi Gambar 3. Proses Penyusunan Program Pemberdayaan Masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul Sumber: Penulis, 2022 Pembahasan Perencanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Padukuhan Sambilegi Kidul adalah Dangau Minahorti yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto sejak Program ini dijalankan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi yang mengelola kegiatan pemberdayaan mulai dari Pertanian Hortikultura. Budi Daya Perikanan Air Tawar, dan Pelestarian Budaya. Selain mengelola kegiatan pertanian yang menghasilkan dampak ekonomi, program ini juga berdampak pada perbaikan lingkungan seperti pembersihan Sungai Sriti yang mengalir di wilayah tersebut. Kegiatan pengembangan pertanian hortikultura menjadi titik mula kegiatan pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Melalui kegiatan pertanian hortikultura, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian kemudian membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi yang menjadi kelompok pengelola dan pelaksana program pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Setelah kelompok ini terbentuk, kegiatan pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul berkembang menjadi kegiatan budi daya perikanan air tawar sekaligus memanfaatkan lahan kosong dan area sempadan Sungai Sriti yang mengalir di kawasan tersebut. Dalam mengembangkan kegiatan budi daya perikanan air tawar, masyarakat juga diajak untuk melakukan kegiatan revitalisasi Sungai Sriti dengan melakukan pembersihan dan pemasangan tanggul untuk menyaring sampah, sehingga saat ini kondisi Sungai Sriti menjadi semakin bersih dan berkurang jumlah sampahnya. Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya dibuktikan dengan kondisi aktual sungai yang semakin bersih, namun juga komitmen masyarakat untuk melaksanakan gotong royong secara berkala di wilayah Sungai Sriti sehingga kohesivitas masyarakat menjadi semakin kuat. Saat ini, kegiatan gotong royong pembersihan Sungai Sriti telah menjadi agenda rutin padukuhan, sehingga kebersihan Sungai Sriti dapat terjaga dengan baik, terhindar dari sampah yang menumpuk dan yang lebih penting lagi adalah munculnya kesadaran lingkungan yang tumbuh di masyarakat Padukuhan Sambilegi Kidul. A Widhagdha, et al Gambar 4. Revitalisasi Sungai Sriti sebagai bagian Program Pemberdayaan Masyarakat Dangau Minahorti Sumber: Penulis, 2022 Kegiatan pelestarian budaya yang dilakukan dalam program ini adalah merevitalisasi kegiatan olahraga panahan tradisional yang dikenal dengan nama AuJemparinganAy. Panahan tradisional AuJemparinganAy awalnya bukan menjadi agenda budaya yang dominan di masyarakat, dalam konteks olahraga. AuJemparinganAy tidak setenar olahraga panahan modern yang diperlombakan di tingkat Nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) atau Internasional seperti Olimpiade, namun secara budaya lokal, khususnya masyarakat Yogyakarta yang lekat dengan kehidupan Keraton Kasultanan Yogyakarta. AuJemparinganAy menjadi olahraga tradisional yang masih dilestarikan. Pada zaman dahulu. AuJemparinganAy digunakan sebagai sarana latihan bagi para prajurit Keraton, saat ini dalam konteks yang berbeda, para pegiat olahraga dan budaya terus berupaya melestarikan AuJemparinganAy agar tidak hilang di telan zaman. Melalui program CSR Dangau Minahorti di Padukuhan Sambilegi Kidul. PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto berpartisipasi dalam upaya pelestarian AuJemparinganAy melalui Desa Wisata Sambilegi Kidul yang terintegrasi. Wisatawan diajak tidak hanya mengenali produkproduk lokal yang dihasilkan dari budi daya pertanian hortikultura dan perikanan, namun juga satu paket dengan aktivitas olahraga budaya. Yang menarik dari semua capaian ini adalah proses pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya melibatkan pemangku kepentingan yang ada di Padukuhan Sambilegi Kidul, namun meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola dan kegiatan di wilayahnya sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan, namun juga secara sosial dapa meningkatkan kohesivitas masyarakat, dan secara lingkungan dapat meningkatkan kebersihan lingkungan terutama dalam upaya revitalisasi Sungai Sriti. Diharapkan. Program CSR Dangau Minahorti yang diinisiasi PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto di Padukuhan Sambilegi Kidul dapat menciptakan pariwisata yang A Widhagdha, et al Implementasi Model Pariwisata Berkelanjutan Apa yang dikembangkan dalam Desa Wisata Sambilegi Kidul oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi bersama dengan pendampingan dari Program CSR PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto setidaknya telah sesuai dengan konsep pengembangan pariwisata sesuai konsep 4A: Attraction. Accessibility. Amenity, and Anciliary (Cooper, 1. Dengan konsep wisata terpadu. Desa Wisata Sambilegi Kidul dengan pendampingan dari CSR PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto telah mengembangkan fasilitas (Amenit. wisata yang baik dan representatif. Hal ini terlihat dari fasilitas yang tersedia seperti Balai Pertemuan. Kebun Hidroponik. Kolam Budi Daya. Saung-saung, toilet, hingga musala yang disediakan untuk kenyamanan wisatawan. Gambar 5. Balai Pertemuan di Sasana Jemparingan. Padukuhan Sambilegi Kidul Sumber: Penulis, 2022 Selain didukung akses (Accessibilit. yang sangat mudah dan terjangkau, karena hanya berjarak 1 . kilometer dari Bandar Udara Adi Sucipto, dan dekat dengan Halte Bus Kota TransJogja. Padukuhan Sambilegi Kidul juga menyediakan shuttle transport dan panduan di Peta Digital seperti Google Maps dan WAZE apabila ada wisatawan yang kesulitan mencari lokasi wisatanya. Sehingga hal ini kian mempermudah wisatawan dalam mencari lokasi Desa Wisata Sambilegi Kidul. Desa Wisata Sambilegi Kidul berupaya menyediakan atraksi . melalui kegiatan panen sayur hidroponik, panen ikan budi daya dan olahraga tradisional AuJemparinganAy. Kegiatan ketiga yang penulis sebutkan, yaitu AuJemparinganAy menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Selain karena tidak banyak sasana panahan tradisional, di Sambilegi Kidul, wisatawan dapat sekaligus menikmati kudapan tradisional yang disiapkan oleh KWT Arimbi sembari berlatih panahan. Sebagai penutup. Desa Wisata Sambilegi Kidul juga melengkapi dengan layanan tambahan . berupa produk khas yang dihasilkan sendiri dari pertanian hidroponik sebagai oleholeh seperti Keripik Daun Kenikir (Gambar . Ragam layanan ini membuat konsep 4A dalam pariwisata telah diterapkan dengan baik oleh KWT Arimbi selaku pengelola Desa Wisata Sambilegi Kidul di Padukuhan Sambilegi Kidul. Saat ini, menurut pengelola, ada A Widhagdha, et al sekitar 100-200 orang yang berwisata di Desa Wisata Sambilegi Kidul setiap akhir pekan, hal ini tentu menjadi sumbangsih yang sangat berarti bagi peningkatan perekonomian masyarakat di Padukuhan Sambilegi Kidul. Gambar 6. Produk Keripik Daun Kenikir Sumber: Penulis, 2022 Monitoring dan Evaluasi Berbasis Partisipasi Masyarakat Dalam proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, perusahaan bersama dengan masyarakat secara berkala melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan program. Proses monitoring dilakukan setiap tiga bulan dengan melibatkan pihak eksternal seperti pendamping program, pemerintah lokal, hingga perwakilan kelompok di masyarakat. Setiap perwakilan masyarakat dilibatkan mulai dari penyampaian gagasan, pendapat, hingga saran perbaikan untuk dapat dijadikan rekomendasi dan pembelajaran dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Selain setiap tiga bulan, evaluasi juga dilakukan setiap tahun untuk melihat perkembangan dan pencapaian program. Dalam periode satu tahun, pelaksanaan program dievaluasi secara menyeluruh, seperti tentang pelaksanaan, faktor keberhasilan dan faktor penghambat pelaksanaan program. Kesimpulan Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adi Sucipto di Padukuhan Sambilegi Kidul. Kalurahan Maguwoharjo. Kepanewon Depok. Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mampu mengoptimalkan modal penghidupan berkelanjutan yang dimiliki oleh masyarakat untuk mendukung kemandirian masyarakat. Bentuk kemandirian yang terlihat setelah adanya program CSR Dangau Minahorti yang dikelola oleh KWT Arimbi antara lain, secara ekonomi telah berhasil menciptakan lapangan kerja dan usaha produktif bagi masyarakat, secara sosial telah berhasil mendorong gotong royong dan kohesivitas sosial masyarakat, dan secara lingkungan juga telah berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Sriti serta ikut serta dalam melestarikan budaya tradisional AuJemparinganAy. Program ini berhasil karena masyarakat ingin berkembang, didukung oleh fasilitasi dari tim Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang intens dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa terbantu, terutama pada saat A Widhagdha, et al mengalami masa-masa sulit seperti masa Pandemi COVID-19, keberadaan fasilitator pemberdayaan masyarakat yang ditunjuk oleh perusahaan telah berhasil menjaga asa masyarakat untuk tetap optimis dan semangat dalam mengelola program. Hasilnya, setelah melewati masa-masa sulit di periode COVID-19, kini Desa Wisata Sambilegi Kidul melalui Program Dangau Minahorti dapat bangkit kembali. Proses pemberdayaan masyarakat yang terjadi di Padukuhan Sambilegi Kidul juga menarik untuk dijadikan percontohan, yang mana program ini diawali dengan perencanaan yang melibatkan kajian ilmiah (Pemetaan Sosia. yang dikolaborasikan dengan usulan dan diskusi bersama pemangku kepentingan untuk merumuskan rencana program pemberdayaan masyarakat yang hendak dilakukan. Sehingga hal ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam keikutsertaannya dalam program pemberdayaan masyarakat. Daftar Pustaka