Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A Pengaruh edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil The effect of education on prevention and management of gestational diabetes on the knowledge of pregnant women Emilda AS1*. Isnaini Putri2. Fithriany3. Fazdria4 1,2,3,4Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Aceh *E-mail: emilda@poltekkesaceh. ARTICLE INFO ABSTRAK Kata Kunci : Edukasi. Diabetes Gestasional. Pengetahuan Ibu Hamil Latar Belakang: Diabetes Gestasional (GDM) merupakan salah satu gangguan metabolik yang paling sering terjadi pada kehamilan dan berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu maupun janin. Pencegahan dan penanganan GDM menjadi fokus utama dalam pelayanan antenatal karena komplikasi yang ditimbulkannya dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan anak. Intervensi berbasis edukasi terbukti efektif dalam membantu ibu hamil memahami faktor risiko, strategi pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan glukosa Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil Puskesmas Langsa Baro. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, one group pre-test and post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive Alat penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan diabetes gestasional dan booklet. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan responden rata-rata 11,60 dan setelah dilakukan edukasi pengetahuan responden mayoritas dengan nilai rata-rata 16,77. Uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Keywords : Education. Gestational Diabetes. Knowledge of Pregnant Women History: Submited 15/08/2025 Revised 25/09/2025 Accepted 04/10/2025 Published 01/12/2025 Penerbit ABSTRACT Background: Gestational Diabetes (GDM) is one of the most common metabolic disorders in pregnancy and has a significant impact on the health of both mother and fetus. Prevention and management of GDM are the main focus in antenatal care because the complications it causes can have long-term impacts on the health of the mother and child. Education-based interventions have proven effective in helping pregnant women understand risk factors, prevention strategies, and the importance of early detection through blood glucose testing. Objective: This study was conducted to determine the effect of education on the prevention and management of gestational diabetes on the knowledge of pregnant women at Langsa Baro Community Health Center. Method: This study design was a quasi-experimental, one group pre-test and post-test. The sample used was 30 respondents with a purposive sampling technique. This research tool used a knowledge questionnaire on the prevention and management of gestational diabetes and a booklet. Data were analyzed using the Wilcoxon statistical test. Results: Before being given education, respondents' knowledge averaged 11. 60 and after education, the majority of respondents' knowledge averaged 16. The Wilcoxon test obtained a p-value Conclusion: Education on prevention and management of gestational diabetes has a significant effect on increasing the knowledge of pregnant FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A PENDAHULUAN risiko sejak awal kehamilan (Mega et , 2. Pencegahan dan penanganan GDM menjadi fokus utama dalam pelayanan antenatal karena komplikasi yang ditimbulkannya dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan anak. Intervensi berbasis edukasi terbukti efektif dalam membantu ibu hamil memahami faktor risiko, strategi pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan glukosa Edukasi meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang perilaku hidup sehat serta anjuran nutrisi dan aktivitas fisik (Martis et al. , 2. Edukasi strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil terhadap risiko DG. Bentuk edukasi dapat bervariasi mulai dari konseling tatap muka, booklet, modul edukasi, video pembelajaran, hingga aplikasi kesehatan digital. Penelitian terdahulu kepatuhan ibu terhadap rekomendasi kesehatan dalam kehamilan (Anggraini et al. , 2. Pengetahuan ibu hamil menjadi salah satu komponen penting dalam terkait GDM. Peningkatan pengetahuan melalui edukasi dapat memperbaiki persepsi risiko, meningkatkan motivasi perubahan perilaku, dan mendorong ibu untuk menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan. Beberapa intervensi edukasi terstruktur mampu Penyakit tidak menular (PTM) semakin menjadi perhatian global karena dapat menyebabkan sekitar 70% kematian, salah satunya diabetes Diabetes terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau tidak dapat sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Kondisi ini, jika berbagai organ tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah (WHO, 2. Menurut (Budiman, 2. diabetes mellitus (DM) menempati peringkat ke6 sebagai penyebab kematian, dengan sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat penyakit ini, dan 4% di antaranya meninggal sebelum usia 70 tahun (Rayhan et al. , 2. Diabetes Gestasional (GDM) merupakan salah satu gangguan metabolik yang paling sering terjadi signifikan terhadap kesehatan ibu maupun janin. GDM ditandai dengan pertama kali pada saat kehamilan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetri seperti preeklamsia, persalinan dengan tindakan, serta komplikasi neonatal seperti hipoglikemia dan makrosomia (Adli, 2. Prevalensi GDM secara global diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya angka obesitas dan gaya hidup sedentari. Menurut International Diabetes Federation (IDF), prevalensi GDM mencapai 14% dari seluruh kehamilan di dunia tahun 2021. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya preventif untuk mengontrol FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah dan menangani GDM secara mandiri. Hal ini menekankan pentingnya program edukasi sebagai antenatal yang komprehensif (Mamonto et al. , 2. Indonesia GDM beberapa tahun terakhir. Riskesdas 2018 melaporkan bahwa prevalensi gangguan glukosa darah pada ibu perempuan usia reproduktif. Studi kejadian GDM berkisar 9Ae12% di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia, dengan risiko lebih tinggi pada ibu dengan riwayat obesitas dan kehamilan di usia Ou30 tahun. Tingginya angka kasus GDM di Indonesia menegaskan perlunya strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan untuk (RISKESDAS, 2. Edukasi tentang pencegahan DG umumnya meliputi penjelasan terkait pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang aman selama kehamilan, serta Berbagai penelitian menyebutkan bahwa intensitas dan kualitas edukasi pengetahuan serta perubahan perilaku ibu (Trisda & Bakri, 2. Indonesia, mengenai diabetes gestasional terus diperkuat melalui layanan antenatal care yang komprehensif. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam kualitas edukasi yang diterima ibu hamil di berbagai fasilitas kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber Oleh karena itu, penelitian terkait efektivitas edukasi menjadi penting dilakukan (Adli, 2. Edukasi dengan media booklet merupakan stimulus atau objek yang pengetahuan sesuai dengan pesan atau isi dari materi yang disampaikan memutuskan perilaku apa yang akan diambil dimasa depan (Kementrian Kesehatan RI, 2. Edukasi tentang pencegahan merupakan salah satu upaya yang sehingga pada akhirnya ibu hamil dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya diabetes Tujuan dalam penelitian pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Langsa Baro METODE Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, one group pre-test and post-test. Dengan cara pengukuran sebelum Pada rancangan ini tidak ada kelompok . , dilakukan observasi pertama . yang memungkinkan peneliti untuk menguji perubahan-perubahan yang FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A . Sampel yang sesuai dengan kriteria peneliti saat penelitian hanya mencapai 30 orang ibu hamil di Puskesmas Langsa Baro intervensi yaitu edukasi dengan media booklet. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling karena sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan tanggan 20 s/d 31 Oktober Intrumen dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner dan booklet yang berisi tentang pengertian, penyebab dan risiko, gejala, dampak, deteksi dini, pencegahan, penanganan bila sudah terdiagnosis, mitos dan fakta, edukasi keselamatan kehamilan serta tips sehari-hari HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Frekuensi Umur. Pendidikan. Paritas dan Pengetahuan Ibu Hamil di Puskesmas Langsa Baro Karakteristik Umur < 20 Tahun 21-35 Tahun >35 Tahun Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Paritas Primipara Multipara Grande Multipara Pengetahuan Sebelum Edukasi Baik Cukup Kurang Pengetahuan Setelah Edukasi Baik Cukup Kurang Total Dari Tabel 1 diatas menunjukkan distribusi frekuensi karakteristik ibu hamil berdasarkan umur diketahui bahwa mayoritas ibu hamil berusia 2135 tahun sebanyak 18 responden . %). Distribusi karakteristik ibu hamil berdasarkan pendidikan terakhir dapat diketahui mayoritas berpendidikan menengah . ,7%). Distribusi frekuensi karakteristik ibu hamil berdasarkan paritas diketahui bahwa mayoritas multipara sebanyak 16 responden . ,3%). Distribusi frekuensi pengetahuan sebagian besar dilakukan intervensi yaitu edukasi FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A pencegahan dan penanganan diabetes gestasional berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 12 orang . %), kategori baik yaitu sebanyak 11 orang . ,7%) dan kategori kurang yaitu sebanyak 7 orang . ,3%). Setelah pencegahan dan penanganan diabetes gestasional, pengetahuan ibu hamil sebagian besar menjadi kategori baik yaitu sebanyak 22 orang . ,3%), kategori cukup yaitu sebanyak 7 orang . ,3 %) dan kategori kurang sebanyak 1 orang . ,3%). Tabel 2. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan Penanganan Diabetes Gestasional Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Mean Min Max Sum Pre Test 11,60 4,375 Post Test 16,77 3,036 Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor responden sebelum diberikan intervensi edukasi sebanyak 11,60 . ategori cuku. sedangkan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 16,77 . ategori bai. jadi dapat disimpulkan rata-rata skor responden mengalami peningkatan sebesar 5,17 pengetahuannya dalam kategori baik. Hal ini berarti responden dapat memahami cara pencegahan dan penanganan diabetes gestasional pada saat kehamilan dan berdasarkan analisa statistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil dalam di Puskesmas Langsa Baro. P-value -4,795 0,000 Pengaruh edukasi pencegahan dan terhadap pengetahuan ibu hamil Hasil pengetahuan yang signifikan pada ibu hamil di Puskesmas Langsa Baro setelah diberikan intervensi berupa edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional (DMG). Temuan dominan dari pengetahuan kategori "cukup" . %) menjadi kategori "baik" . ,3%) setelah Hal ini mengindikasikan terstruktur dan terfokus merupakan meningkatkan domain kognitif ibu hamil terkait risiko, pencegahan, dan manajemen DMG (Mamonto et al. Peningkatan proporsi ibu hamil dengan pengetahuan "baik" dari 36,7% . menjadi 73,3% . FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A penelitian ini. Peningkatan lebih dari dua kali lipat ini memberikan bukti efektivitas program edukasi. Intervensi yang diberikan berhasil menjembatani pemahaman ibu dari yang bersifat superfisial menjadi lebih komprehensif dan mendalam (Mulyani et al. , 2. Diabetes gestasional merupakan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin seperti persalinan sesar. Pengetahuan ibu yang baik membantu mencegah risiko perilaku hidup sehat dan pemantauan gula darah (Veri et al. , 2025. Wang et , 2. Pendidikan kesehatan adalah upaya untuk mempengaruhi dan atau individu, kelompok, atau masyarakat agar melaksanakan perilaku hidup Sedangkan secara operasional, suatu kegiatan untuk memberikan atau meningkatkan pengetahuan, sikap kesehatan mereka sendiri. Pemberian pendidikan kesehatan pada ibu hamil memasuki trimester ketiga kehamilan (Pebrianti et al. , 2. Pernyataan di atas didukung oleh (Wawan & Dewi, 2. , yang merupakan hasil dari pemahaman yang memperhatikan objek tertentu. Proses ini melibatkan panca indra, seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan, dan perasaan. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat (Saryanti & Nugraheni, 2. , yang menyatakan bahwa pengetahuan masyarakat baik berbagai aspek terkait diabetes melitus, mulai dari gejala klinis, gejala klasik, penyakit DM. Peneliti sebelumnya berpendapat risiko bahwa pengetahuan yang baik dari responden mengenai komplikasi diabetes mellitus sangat penting, karena salah satu komplikasi tersebut adalah terganggunya sistem peredaran darah, yang pada gilirannya dapat Pengetahuan yang baik memungkinkan responden untuk lebih waspada dan proaktif dalam menjaga terjadinya gangguan lebih lanjut yang berpotensi serius (Tasya & Mutiah. Penelitian bahwa intervensi edukasi mampu mengubah persepsi ibu mengenai pentingnya pencegahan. Perubahan (Hidayah & Rahayuningsih, 2. Faktor pengalaman kehamilan juga memengaruhi hasil penelitian. Ibu cenderung memiliki pengetahuan lebih FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 Emilda et al. Pengaruh Edukasi Pencegahan dan A baik dibandingkan primigravida. Hal ini kehamilan meningkatkan pemahaman (Hastanti et al. , 2. Peran tenaga Tenaga kesehatan yang kompeten dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil dan (Indriyani Wahyuni, 2. Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa edukasi merupakan intervensi murah, efektif, dan mudah pengetahuan ibu hamil mengenai diabetes gestasional. Implementasinya (Kemenkes. Edukasi berkelanjutan sangat diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan yang telah diperoleh. Studi menunjukkan bahwa pengetahuan dapat menurun dalam jangka panjang jika tidak diperkuat melalui pengulangan atau pengawasan (Pratiwi, 2. Hasil peningkatan pengetahuan ini juga memberi gambaran bahwa program edukasi di Puskesmas perlu diperluas dan dilakukan secara rutin, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Intervensi edukasi sebaiknya menjadi kehamilan (Widyaningsih & Lestari. KESIMPULAN DAN SARAN FJK. Vol. 5 No. 2, 01 Desember 2025 penanganan diabetes gestasional berpengaruh signifikan terhadap Implementasi edukasi yang berkualitas dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan Puskesmas perlu memperluas program edukasi dan dilakukan komplikasi kehamilan. Intervensi edukasi sebaiknya menjadi bagian integral dari pelayanan kehamilan. Edukasi DAFTAR PUSTAKA