JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: PENERBIT IPI PRESS PELAKSANAAN KATEKESE BAGI CALON PENERIMA KOMUNI PERTAMA DI PAROKI RATU ROSARI KESATRIAN MALANG Wiwin. Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Norimarsi Vani. Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Corresponding Autor: Name : Wiwin E-mail : rosaliawiwin9@gmail. Article History: Submit : April 2024 Revision : August 2024 Accepted : December 2024 Published : March 2025 semnas@stp-ipi. Copyright A 2025 STP- IPI Malang Penulis Koresponden: Nama : Wiwin Surel : rosaliawiwin9@gmail. Histori Artikel: Submit : April 2024 Revisi : Agustus 2024 Diterima : Desember 2024 Terbit : Maret 2025 semnas@stp-ipi. Copyright A 2025 STP- IPI Malang Abstract First Communion is a sacred moment for Catholic children to receive the Body and Blood of Christ in the form of bread and wine for the first time. Ratu Rosari Kesatrian Malang Parish organizes catechetical training as preparation for children to receive First Communion. Catechesis aims to instill a deep understanding of the sacrament of the Eucharist and prepare children spiritually. The implementation of this catechesis is one of the pastoral care activities carried out every year. The catechesis process involves collaboration between priests, catechists, parents, and the church The formation was held over 21 meetings, starting from January 23 to June 12 2022, using the book "Ready to Welcome Communion" as the main material. Activities include providing class material, assignments, and parental involvement. Through catechesis, children are prepared to appreciate the mystery of God's love, as well as being involved in church activities. The First Communion Celebration will be held on June 19 2022. Keywords: Eucharist. Catechesis. First Communion Abstrak Komuni Pertama merupakan momen sakral bagi anak-anak Katolik untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam bentuk roti dan anggur untuk pertama kalinya. Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang menyelenggarakan pembinaan katekese sebagai persiapan bagi anak-anak untuk menerima Komuni Pertama. Katekese bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang sakramen Ekaristi dan mempersiapkan anak-anak secara Pelaksanaan katekese ini merupakan salah satu kegiatan reksa pastoral yang dilaksanakan tiap tahun. Proses katekese melibatkan kerjasama antara imam, katekis, orang tua, dan komunitas gereja. Pembinaan diselenggarakan selama 21 kali pertemuan, dimulai pada 23 Januari hingga 12 Juni 2022, dengan menggunakan buku "Siap Menyambut Komuni" sebagai materi pokok. Kegiatan meliputi pemberian materi dalam kelas, tugas, serta keterlibatan orang tua. Melalui katekese, anak-anak dipersiapkan untuk menghayati misteri cinta kasih Allah, serta terlibat dalam kegiatan menggereja. Perayaan Penerimaan Komuni Pertama dilaksanakan pada 19 Juni 2022. Kata Kunci: Ekaristi. Katekis. Komuni pertama Wiwin | Pelaksanaan Katekese Calon Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 26543214 PENDAHULUAN Setiap tahun Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan ini identik dengan Penerimaan Komuni Pertama. Menyambut Komuni Pertama sungguh merupakan kenangan yang sangat indah yang tak mungkin dilupakan. Betapa pentingnya mempersiapkan diri dengan mengikuti pelajaran, mengikuti rekoleksi dan ketentuan dalam berdoa(Agustinus I Nyoman Murtika, n. Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang menyelenggarakan pembinaan katekese sebagai respons terhadap tuntutan Gereja Katolik akan persiapan yang cermat dalam menerima Sakramen Ekaristi. Dalam Ekaristi Kristus hadir secara sakramental bagi keselamatan umat manusia. (Banjarnahor & Goa, 2. Katekese dianggap sebagai landasan penting dalam mempersiapkan anak-anak sebagai calon penerima komuni pertama, di mana mereka dapat memahami secara mendalam makna dan signifikansi dari sakramen ekaristi. Melalui pembinaan, anak-anak dihantar lebih dekat dengan Tuhan Yesus yang mencintai anak-anak sebagaimana dalam Injil Matius 19: 14: AuBiarkanlah anak-anak itu, jangan halang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Surga. Ay Dalam konteks pendidikan agama, pembinaan katekese menjadi pijakan yang diperlukan untuk memperkuat iman anak-anak Katolik dalam memahami ajaran-ajaran agama yang diberikan oleh Gereja. Pembinaan menjadi wadah bagi anak-anak untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang ajaran Katolik dan mempersiapkan hati mereka secara rohani sebelum menerima Sakramen Komuni Pertama. Komuni pertama Katolik merupakan tradisi Gereja yang penting karena untuk pertama kalinya umat menerima Sakramen Ekaristi Kudus. Dalam Kanon 899-A1 menyebutkan bahwa. Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus sendiri dan Gereja. di dalamnya Kristus Tuhan, melalui pelayanan imam, mempersembahkan diri-Nya kepada Allah Bapa dengan kehadiran-Nya secara substansial dalam rupa roti dan anggur, serta memberikan Dalam sakramen tersebut, umat diri-Nya sebagai santapan rohani kepada umat beriman yang menggabungkan diri dalam persembahan-Nya(Kitab Hukum Kanonik, 2012, merayakan tubuh dan darah Yesus Kristus yang dilambangkan dengan roti dan anggur. Menurut Soenarto S. W . dalam artikel yang ditulis oleh Theresia Yulinda Araujo menuliskan, komuni berarti persatuan, yakni persatuan dengan Yesus Kristus yang di sambut dalam perayaan Ekaristi(Theresia Yulinda Araujo et al. , 2. Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang melalui reksa pastoral dalam bentuk pembinaan berharap dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada anak-anak makna bersatu dengan Tuhan melalui kehadiran-Nya dalam bentuk roti dan anggur. Selain itu, tujuan dari pembinaan ini adalah anak-anak bertumbuh dalam kekristenan melalui pendampingan spiritual dan pemahaman yang mendalam tentang ajaran-ajaran agama. Dalam rangka memperkuat fondasi iman Katolik dan mempersiapkan umat, khususnya generasi muda, untuk menerima Sakramen Ekaristi, tugas gereja adalah memberikan pembinaan iman bagi anak-anak. Anak-anak yang dimaksud adalah mereka pada usia sekolah duduk di kelas IV atau setara dengan anakanak usia 10 tahun, berhak untuk dipersiapkan menerima Komuni Pertama. Usia menjadi penting agar anak bisa menerima dan mamaknai ajaran tentang Yesus Kristus((ALS), 2. Persiapan komuni pertama bagi anak-anak dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan pengalaman rohani yang mendalam tentang Ekaristi sebagai pusat kehidupan Kristiani melalui katekese. 5 Syarat Penerima Komuni Pertama Katolik yang Penting Diketahui Umat: yaitu: . Umat sudah dibaptis, . Usia yang Cukup, . Mengikuti persiapan Komuni Pertama, . Mengikuti sakramen pengakuan dosa, . Puasa hendaknya satu jam sebelum komuni((ALS), 2. Program katekese bagi anak-anak yang dipersiapkan menerima komuni pertama dilaksanakan setiap tahun mulai dengan persiapan sampai dengan perayaan pada penanggalan liturgi sebagai perayaan tubuh dan darah Kristus. Perayaan Tubuh dan Darah Kristus dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi yang diselenggarakan oleh Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang bersama calon penerima Komuni Pertama. Pembinaan diberikan kesempatan untuk memperkuat fondasi iman Katolik kepada anak-anak melalui pembekalan pengetahuan dan pengalaman rohani yang mendalam tentang Sakramen Ekaristi. Melalui serangkaian kegiatan dan materi pembelajaran, peserta diajak untuk memahami makna sakramen tersebut sebagai pusat kehidupan Kristiani. Selain itu, program katekese ini juga bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih siap dan bersemangat dalam menerima Ekaristi, yang Wiwin | Pelaksanaan Katekese Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 merupakan puncak perayaan liturgi Katolik, agar anak-anak tidak hanya mendapatkan pemahaman teologis yang kuat tentang Sakramen Ekaristi, tetapi juga memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan melalui perayaan sakramen tersebut. (Budiyono, 1. menyatakan bahwa katekese artinya pengajaran atau pewartaan terutama untuk menjalankan kehidupan dalam hidup mengajar kepada anak-anak dan masyarakat umum untuk memperkenalkan kebenaran-kebenaran iman dan memperdalam hidup menurut iman itu. Katekese berarti juga usaha untuk memperkembangkan iman melalui komunikasi iman(Paulus & Maria, 2. Katekese bagi anak-anak dalam rangka mempersiapkan diri menerima Komuni untuk pertama kalinya sangat penting karena menjadi langkah awal dalam perjalanan iman yang lebih intim dengan Tuhan. Melalui katekese, calon penerima diajarkan untuk memahami makna sakramen ekaristi, menghayati misteri cinta kasih Allah, dan mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari komunitas iman yang lebih Melalui katekese, calon penerima diajarkan untuk memahami makna sakramen ini, menghayati misteri cinta kasih Allah, dan mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari komunitas iman yang lebih luas. Dengan memahami secara mendalam akan sakramen ini, mereka dapat merespons panggilan Tuhan dengan hati yang lebih terbuka dan bersedia untuk mengikuti-Nya lebih erat dalam kehidupan seharihari. Sebagai bagian dari komunitas iman yang lebih besar, mereka juga diajak untuk bertumbuh dalam solidaritas dan pelayanan kepada sesama, menjadikan pengalaman Komuni Pertama sebagai titik awal dalam mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan Allah dan sesama umat. Dengan demikian, katekese tidak hanya mempersiapkan mereka untuk menerima sakramen tersebut secara layak, tetapi juga membantu mereka membangun fondasi iman yang kokoh dan relevan dalam kehidupan mereka sebagai umat Katolik. Kurikulum katekese dirancang sedemikian rupa agar anak-anak mampu memahami secara utuh makna Ekaristi dan kesiapan yang diperlukan untuk menerima Komuni Pertama. Materi-materi yang diajarkan mencakup pemahaman tentang Yesus dalam rupa roti dan anggur, kehadiran-Nya yang nyata dalam Ekaristi, serta sikap hormat dan khidmat yang harus ditunjukkan saat menerima Komuni. METODE Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui katekese. Katekese dilaksanakan melalui pembinaan secara klasikal, dan praktik. Anak-anak dipersiapkan di dalam kelas dan didampingi empat Pembina. Anak-anak mendapatkan pembekalan dan tugas sebagai umpan balik serta keterlibatan orang tua dalam mengerjakan tugas-tugas. PROSES KEGIATAN Persiapan Kegiatan Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan mulai dari persiapan pertemuan pembina dalam mempersiapkan materi pembinaan dan jadwal pelaksanaan. Materi pokok dalam pembinaan menggunakan Buku Siap menyambut Komuni (FX Didik Bagiyowinadi, 2. Persiapan yang dilakukan meliputi: Pengumuman di mimbar Gereja dengan tujuan mengingatkan orang tua yang memiliki anak usia 10 tahun, dan persiapan materi serta jadwal kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembinaan bagi anak-anak calon penerima komuni pertama ini dilaksanakan sebanyak 21 kali pertemuan, dimulai pada tanggal 23 Januari Ae 12 Juni 2022. Pembinaan dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang kebiasaan-kebiasaan orang Katolik dan pengetahuan agama yang diperlukan dalam membentuk anak menjadi manusia yang bertanggung Pengetahuan agama yang diperlukan seorang anak agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menerima Komuni Pertama adalah sedemikian rupa sehingga ia dapat memahami sesuai dengan kesanggupannya Misteri-misteri Iman yang diperlukan sebagai sarana keselamatan . ecessitate medi. dan bahwa ia dapat membedakan antara Roti Ekaristi dan roti biasa yang bersifat materi, dan dengan demikian ia dapat menerima Komuni Kudus dengan devosi yang sesuai dengan usianya. Wiwin | Pelaksanaan Katekese Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Kegiatan pembinaan yang diselenggarakan selama kurang lebih 6 bulan dan didampingi oleh 6 pembina. Perayaan Penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022. HASIL KEGIATAN Kegiatan pembinaan persiapan anak-anak menuju penerimaan komuni pertama di paroki Maria Ratu Rosari Kesatrian Malang dilaksanakan dalam 2 kelompok yakni kelompok A dan B. Hal ini dilakukan agar anak-anak mendapat perhatian dan pendampingan yang maksimal. Dalam kegiatan pengabdian ini, penulis bertanggung jawab di kelompok B dengan jumlah anak 24 anak. Dari 24 anak yang mengikuti pembinaan, 23 anak mengikuti perayaan Penerimaan Komuni Pertama dan 1 anak tidak mengikuti karena pada hari yang sama pindah tempat tinggal mengikuti orang tua di luar Pada saat penerimaan Komuni pertama, anak-anak didampingi orang tua sebagai pendidik yang pertama dan bertanggung jawab terhadap perkembangan iman selanjutnya. Gambar 1. Peserta calon komuni pertama Gambar 2. Proses pembinaan Gambar 3. Pelaksanaan penerima komuni pertama Wiwin | Pelaksanaan Katekese Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 PEMBAHASAN Komuni Pertama Dalam Gereja Katolik, "komuni" merujuk pada sakramen Ekaristi atau Perjamuan Kudus, di mana umat Katolik menerima tubuh dan darah Kristus yang diwujudkan dalam bentuk roti dan anggur. Sakramen ini dianggap sebagai salah satu sakramen pokok atau sakramen inisiasi kristiani, bersama dengan pembaptisan dan konfirmasi. Komuni berasal dari kata komunio yang artinya bersatu, bersekutu. Komuni pertama berarti persekutuan dengan Tuhan dengan menerimakan roti anggur sebagai lambang persatuan bersama tubuh dan darah Kristus untuk pertama kalinya. Komuni Pertama merupakan tonggak sejarah yang penting dalam perjalanan iman seorang anak Katolik. Menanamkan iman kepada anak-anak merupakan tanggung jawab Gereja bersama orang tua. Orang tua tetap bertanggung jawab dan berkewajiban untuk memberikan pendidikan iman dan moral kepada anakanak mereka (KWI, 2011, p. Keluarga dan komunitas paroki berperan penting dalam membentuk landasan iman yang kokoh bagi anak-anak, sehingga mereka dapat menghargai dan menghormati sakramen yang akan mereka terima. Melalui peristiwa sakral ini, anak-anak untuk pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus secara nyata dalam bentuk roti dan anggur yang dikonsekrasi. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan agar anak-anak benar-benar memahami makna dan keutamaan dari momen ini. Keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan anak-anak menjadi kebutuhan Keterlibatan setiap orang tua untuk anak mereka sangat berdampak besar apalagi keluarga atau orang tua merupakan individu pertama di mana mereka akan berinteraksi sekaligus individu pemberi Pemberi contoh atau teladan anak di dalam kehidupannya(Rahman, 2. Syarat untuk menerima komuni pertama dalam kan. 913-A 1 menyebutkan bahwa : AuAgar anak-anak boleh sambut Ekaristi mahasuci, haruslah mereka itu memiliki cukup pengertian dan telah dipersiapkan dengan seksama, sehingga dapat memahami misteri Kristus sesuai dengan daya-tangkap mereka, dan mampu menyambut Tubuh Tuhan dengan iman dan hormat dan memiliki batas usia untuk bisa menerima komuni pertamaAy(Bana-narui et al. , 2. Persiapan batin dan fisik harus dipahami oleh anak-anak agar memiliki rasa hormat dan siap bersatu dengan Kristus. Persiapan batin artinya anak mempersiapkan diri atas kehadiran Allah yang menyatukan diri bersamanya dan secara fisik diwujudkan dengan rasa hormat saat menyambutnya. Katekese Komuni Pertama Secara etimologis, istilah "katekese" berasal dari bahasa Yunani "katecheo", yang berarti "mengajar", "mendidik", atau "memperkenalkan secara verbal". Katekese sering kali dilakukan oleh para katekis atau pengajar agama, baik dalam lingkungan formal seperti sekolah agama atau kelas katekese, maupun dalam lingkungan informal seperti keluarga atau komunitas gereja. Tujuan utama katekese adalah membantu individu untuk memahami dan menginternalisasi ajaran-ajaran agama, sehingga mereka dapat tumbuh dalam iman, memperkuat hubungan dengan Tuhan, dan menjalani kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip iman Katolik. Katekese juga dapat mempersiapkan individu untuk menerima sakramen-sakramen, seperti sakramen baptisan, konfirmasi, atau komuni pertama, yang merupakan bagian penting dari kehidupan rohani umat Katolik. Katekese penerimaan Komuni Pertama bertujuan untuk menanamkan pemahaman yang mendalam mengenai sakramen Ekaristi serta mempersiapkan anak-anak secara spiritual untuk menerima Kristus dalam diri mereka. Katekese menjadi sangat relevan mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks, di mana pemahaman akan nilai-nilai iman dan tradisi Gereja perlu terus diperkuat. Melalui kegiatan pembinaan ini. Paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya mengerti tentang doktrin, tetapi juga mengalami dan menjadi saksi dari kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Proses katekese melibatkan berbagai pihak, mulai dari imam, katekis, orang tua, hingga komunitas gereja Orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama memiliki tanggung jawab untuk Wiwin | Pelaksanaan Katekese Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 mendampingi dan menghantarkan anak-anak kepada Tuhan Yesus. Kerja sama yang erat antar semua pihak tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak dalam mempersiapkan diri menerima Komuni Pertama. Imam dan katekis berperan dalam memberikan pengajaran dan bimbingan rohani, sementara orangtua berperan sebagai pembimbing utama di rumah. Komunitas gereja pun turut ambil bagian dengan mendoakan dan memberikan dukungan moral kepada anak-anak. Perayaan Ekaristi Kudus Perayaan Ekaristi Kudus adalah momen sakral dalam liturgi Gereja Katolik yang memperingati Perjamuan Terakhir Kristus dengan para rasul-Nya sebelum penyalibannya. Agar Ekaristi mahakudus dapat diterimakan kepada anak-anak, dituntut bahwa mereka memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama(Kitab Hukum Kanonik, 2. Dalam perayaan ini, umat Katolik berkumpul bersama untuk mengingat kembali makna mendalam dari roti dan anggur yang dikonsekrasi, yang diyakini menjadi tubuh dan darah Kristus bagi keselamatan umat manusia. Puncak perayaan ini terjadi pada saat konsekrasi, di mana roti dan anggur diubah substansinya menjadi tubuh dan darah Kristus. Selain menjadi momen liturgis yang terstruktur dengan pembacaan Alkitab, homili, doa-doa, dan konsekrasi, perayaan Ekaristi Kudus juga merupakan pengalaman kesatuan yang mendalam dengan Kristus dan dengan sesama umat Katolik. Saat umat menerima Komuni Kudus, mereka diharapkan membawa Kristus kepada dunia dan hidup dalam kasih serta persatuan dengan sesama. Perayaan Ekaristi Kudus tidak terbatas hanya pada Misa Mingguan, tetapi juga terjadi dalam Misa harian, memberikan umat kesempatan untuk lebih sering berpartisipasi dalam Ekaristi dan memperkuat iman serta komunitas mereka. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus hadir secara nyata dalam Ekaristi, bukan hanya secara simbolis atau rohani, sehingga perayaan ini menjadi momen yang amat sakral bagi umat Katolik di mana mereka dapat bertemu secara nyata dengan Kristus. Melalui perayaan Ekaristi Kudus, umat dipanggil untuk menjadi saksi iman Kristus di dunia ini, membawa kasih dan pengampunan kepada semua yang mereka temui. Ini adalah inti dari kehidupan rohani umat Katolik, di mana iman, harapan, dan kasih dihidupkan kembali, dan di mana mereka dapat merasakan kesatuan yang mendalam dengan Kristus dan dengan sesama. Ekaristi sebagai perjamuan Kudus, mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama para muridNya. Menjelang sengsara-Nya. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk merayakan Paskah sesuai dengan adat istiadat Yahudi. Dalam perjamuan Paskah itu. Yesus mengambil roti, memecahkannya dan membagi-bagikan roti itu seraya berkata: AuMakanlah roti ini, karena inilah Tubuh-Ku yang dikorbankan bagimuAy. Kemudian Yesus mengambil sebuah cawan berisi air anggur sambil berkata: AuMinumlah semua dari cawan ini, karena inilah Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu. Inilah yang menjadi dasar umat Katolik menyambut tubuh dan darah Kristus dalam rupa roti . dan Roti . yang kita santap dan anggur yang diminum pada waktu perayaan ekaristi yang sudah dikonsekrasikan menjadi tubuh dan darah Kristus. Dengan menyantap roti dan minum anggur yang sudah dikonsekrir dihayati bahwa Tuhan telah menyatu dengan kita. Dengan-Nya kita sebagai ciptaan yang paling sempurna mengusahakan serupa dengan-Nya. Ekaristi membentuk anak-anak menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap perkembangan iman dan semakin terlibat dalam tugas-tugas di gereja. Mereka yang telah menerima sakramen ekaristi kudus, mempunyai kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan menggereja, seperti: menjadi lektor, misdinar dan tugas-tugas yang bisa dilakukan oleh mereka. Lumen Gentium artikel 11, menyatakan bahwa dengan ikut serta dalam kurban Ekaristi, sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani, mereka mempersembahkan Anak Domba Ilahi dan diri sendiri bersama dengan-Nya kepada Allah(Hardawiryana, 2012, p. Kristus Sang Juru Selamat mengurbankan diri-Nya untuk umat manusia agar memeroleh keselamatan dan manusia merasakan persekutuan dengan Allah. Wiwin | Pelaksanaan Katekese Komuni Pertama Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 KESIMPULAN Setiap tahun Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang biasanya paroki Ratu Rosari Kesatrian Malang mengadakan perayaan penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak yang telah diberikan pembekalan atau pembinaan. Menyambut Komuni Pertama sungguh merupakan kenangan yang sangat indah yang tak mungkin dilupakan. Betapa pentingnya mempersiapkan diri dengan mengikuti pelajaran, mengikuti rekoleksi dan ketentuan dalam berdoa Komuni Pertama merupakan momen sakral bagi anak-anak Katolik untuk pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam bentuk roti dan anggur. Persiapan yang matang sangat penting, baik secara batin maupun fisik, agar anak-anak memahami makna dari peristiwa penerimaan Komuni Kudus dengan penuh hormat. Katekese atau pendidikan agama berperan penting dalam mempersiapkan anakanak melalui kerja sama imam, katekis, orang tua, dan komunitas gereja. Setelah menerima Komuni Pertama, anak-anak diharapkan terlibat lebih aktif dalam kegiatan gereja sebagai wujud persembahan diri kepada Allah bersama Kristus melalui Ekaristi. UCAPAN TERIMA KASIH