JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya Evaluasi Manajemen Sistem Organisasi Klub Bola Voli GVC Grengeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Rangga Maulana Ilham Fadhillah1. Febri Wijaya2 1-2Universitas Ma`arif Nahdlatul Ulama Kebumen 1 fadhillahrangga84@gmail. com 2febriwijayafebri207@gmail. Abstract: This study aims to evaluate the management system of the GVC Grenggeng volleyball club organization in Karanganyar District. Kebumen Regency. The evaluation was conducted using the CIPP (Context. Input. Process. Produc. This study uses a qualitative descriptive approach with a survey The study population consisted of athletes, coaches, and club administrators with a sample of 20 people selected using a purposive sampling technique, including 15 athletes, 2 coaches, and 3 administrators. Data collection was carried out through observation, interviews/questionnaires, and documentation studies. The results of the study showed that the context aspect obtained a good category 55%, the input aspect obtained a good category 70%, the process aspect obtained a good category 50%, and the product aspect obtained a good category Overall, the management system of the GVC Grenggeng volleyball club organization is in the good category, but still needs improvement in several aspects to reach the optimal level. This study provides recommendations for improving the club management system in order to improve the quality of the organization and achievement of achievements. Keywords: Evaluation. Management. System. Organization. Volleyball Club. CIPP Model Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari atlet, pelatih, dan pengurus klub dengan sampel sebanyak 20 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi 15 atlet, 2 pelatih, dan 3 pengurus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara/kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek context memperoleh kategori baik 55%, aspek input memperoleh kategori baik 70%, aspek process memperoleh kategori baik 50%, dan aspek product memperoleh kategori baik 50%. Secara keseluruhan, managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng berada dalam kategori baik, namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa aspek untuk mencapai tingkat optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem managemen klub dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi dan pencapaian prestasi. Kata kunci: Evaluasi. Managemen. Sistem. Organisasi. Klub Bola Voli. Model CIPP PENDAHULUAN Olahraga termasuk kedalam aktivitas jasmani yang didalamnya terdapat macam bentuk dan kegiatan yang dapat dipilih seperti halnya bermain, berlomba atau aktivitas fisik yang bersifat menghibur lainnya yang tujuan utamanya untuk menyenangkan diri dan memperoleh kesenangan, pencapaian dan prestasi maksimal (Arroris, 2. Permainan bola voli sendiri merupakan olahraga yang sebenarnya dapat dinikmati dan dimainkan oleh beragam usia dan tingkat kemampuan, peralatan yang di butuhkan juga tidak terlalu sulit didapatkan olahraga bola voli ini dapat dimainkan oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan, baik masyarakat yang berada dikota maupun masyarakat yang ada di desa (Hasil et al. , 2023. Bola voli menjadi salah satu olahraga yang dilakukan oleh dua tim dengan memainkan bola menggunakan tangan (Ediyanti & Febrianto, 2. Evaluasi merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana sesuatu bekerja, yang digunakan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam pengambilan keputusan (Ridho et al. , 2. Evaluasi lebih mengacu pada pengumpulan informasi tentang nilai atau kegunaan hasil kebijakan. Menurut Setemen . evaluasi merupakan nilai atau implikasi dari hasil pengukuran selalu didahului dengan tindakan evaluasi dengan kegiatan pengukuran dan evaluasi. Vol 6 No 1 2025 157 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya Evaluasi juga bisa diartikan sebagai definisi kesesuaian antara hasil yang dicapai dan tujuan yang diinginkan dicapai. Menurut Hasil et al . managemen merupakan suatu proses yang sangat dibutuhkan dalam dunia perusahaan, karena dalam proses managemen terdapat langkah-langkah atau tahapan dalam mencapai tujuan perusahaan sehingga dapat mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Selain proses managemen yang perlu diperhatikan dalam sebuah instansi atau organisasi, kinerja dalam sebuah instansi juga perlu diperhatikan. kinerja juga membutuhkan managemen, agar kinerja dari para pekerja menjadi baik. Seorang ahli evaluasi bernama Daniel L. Stufflebeam merumuskan model evaluasi yang disebut model CIPP, yang namanya diambil dari huruf inisial komponen model, yaitu Context. Input. Process, dan Product. Menurut Aziz et al. , . menjelaskan evaluasi konteks menilai kebutuhan, masalah, aset, dan peluang untuk membantu pengambil keputusan mendefinisikan tujuan dan prioritas serta membantu kelompok pengguna yang lebih luas untuk menilai tujuan dan prioritas. Menurut (Zhang et al. , 2. tujuan utama dari evaluasi konteks adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program serta memberikan arah untuk perbaikan. Evaluator mengumpulkan dan menganalisis ata untuk menentukan tujuan dan prioritas. Model CIPP adalah model evaluasi yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah sistem (Arikunto & A, 2. Menurut Widoyoko . model ini sering digunakan karena dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti pendidikan, manajemen atau bisnis, dan di berbagai tingkatan misalnya, proyek, program atau lembaga. Selain alasan tersebut, kelengkapan dimensi evaluasi yang terdapat dalam model CIPP juga menjadi salah satu alasan model ini sering digunakan. Sistem organisasi olahraga merupakan suatu kesatuan yang terstruktur dan terkoordinasi yang terdiri dari berbagai elemen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan dalam bidang olahraga. Menurut Irwanto & Romas . sistem organisasi olahraga mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan aktivitas olahraga secara sistematis. Menurut Sutrisno . sistem organisasi olahraga adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang berfungsi untuk mengatur dan mengelola seluruh aspek olahraga, mulai dari pembinaan, kompetisi, hingga pengembangan prestasi. Sistem ini melibatkan struktur yang hierarkis, mulai dari organisasi tingkat pusat hingga tingkat daerah, dan setiap level memiliki tugas serta wewenang yang berbeda namun saling terkait untuk mencapai tujuan bersama. Pengelolaan organisasi olahraga yang efektif memerlukan struktur yang jelas, pembagian tugas yang sistematis, serta koordinasi yang baik antar berbagai elemen pendukung (Sugiyanto, 2. Organisasi olahraga yang baik harus memiliki visi dan misi yang jelas, struktur organisasi yang terencana, serta sistem manajemen yang profesional untuk dapat mencapai prestasi optimal dalam pembinaan dan pengembangan olahraga (Kristiyanto, 2. Menurut Septiadi . bola voli merupakan salah satu permainan yang banyak peminatnya karena tergolong sangat menyenangkan dan dapat beradaptasi dengan kondisi yang timbul Permainan bola voli terdapat bermacam-macam teknik. Berdasarkan penelitian memastikan bagaimana managemen sistem organisasi club vola voli GVC Grenggeng. Dengan begitu, tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui managemen sistem organisasi club bola voli GVC Grenggeng. Diharapkan penelitian ini akan membantu dalam managemen sistem organisasi club bola voli GVC Grenggeng, yang akan meningkatkan standar managemen sistem organisasi club. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model survey. Pendekatan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. adalah model yang digunakan dalam penelitian evaluasi Selain itu, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara/kuesioner, dan studi dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah evaluasi managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng. Populasi penelitian ini adalah atlet, pelatih, dan pengurus. Dalam penelitian ini, teknik purposive sampling digunakan dengan memilih anggota klub yang aktif dan memiliki pengalaman dalam klub serta semua pelatih dan pengurus klub yang ada. Sample penelitian terdiri dari 15 atlet, 2 pelatih, dan 3 pengurus dengan keseluruhan berjumlah 20 orang. Lokasi penelitian di lapangan bola voli GVC Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Vol 6 No 1 2025 158 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berstruktur yang dirancang khusus untuk mengukur aspek-aspek managemen klub, termasuk struktur organisasi, perencanaan program, sarana prasarana, dan pengembangan sumber daya manusia. Kuesioner ini terdiri dari pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban dalam skala likert. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada responden. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan berbagai teknik statistik, termasuk analisis deskriptif yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan variabel penelitian. Data yang diperoleh melalui instrumen penilaian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif berkenaan dengan menggambarkan . atau menyimpulkan data baik secara numerik . isal menghitung rata-rat. atau secara grafis . alam bentuk tabel atau grafi. untuk mendapat gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca. Untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel, maka peneliti akan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket/wawancara dan studi dokumentasi yang akan dilaksanakan pada masing-masing responden . mengenai program managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng. Teknik analisis data merupakan bagian penting dalam penelitian, karena analisis data dapat memberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah dalam penelitian. Dari data yang akan diperoleh kemudian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini melibatkan 20 responden yang terdiri dari 15 atlet, 2 pelatih, dan 3 pengurus klub bola voli GVC Grenggeng. Responden ini dipilih secara purposive sampling untuk memperoleh perspektif menyeluruh dari seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam operasional klub. Menurut Sugiyono . , pemilihan sampel yang representatif dari berbagai level organisasi memberikan validitas yang tinggi dalam evaluasi sistem managemen organisasi olahraga. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana instrumen penelitian dapat mengukur variabel yang diteliti secara akurat. Uji ini menggunakan teknik korelasi Case Processing Summary dengan bantuan program SPSS. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 41 item pertanyaan yang diujikan, seluruh item memiliki nilai r-hitung > r-tabel . 361 untuk n=20, =0. , sehingga semua item dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji validitas dikonsultasikan dengan tabel 1 Case Processing Summary untuk menentukan validitas butir pertanyaan. Table 1. Case Processing Summary Cases Case Processing Summary Valid Excludeda 12 Total Uji Realibilitas Reliabilitas diukur menggunakan metode CronbachAos Alpha untuk mengetahui konsistensi internal dari instrumen penelitian. Hasil pengujian reliabilitas ditampilkan pada tabel 2 berikut: Table 2. Reability Statistic metode Cronbach`s Alpha Reliability Statistics Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0. 539 menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang dapat diterima. Menurut Nunnally . , nilai Cronbach's Alpha > 0. 5 dapat diterima Vol 6 No 1 2025 159 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya untuk penelitian eksploratori, sementara Sekaran . menyatakan bahwa nilai > 0. 6 menunjukkan reliabilitas yang baik. Pembahasan Hasil penelitian pada saat penyebaran angket terhadap evaluasi managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng, diperoleh data skor pada masing-masing angket. Secara umum dapat dideskripsikan melalui penjelasan angket dibawah ini. Penyebaran angket dilakukan pada managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng (Context. Input. Process. Produc. , hasil dari penyebaran angket dapat dijelaskan sebagai berikut: Hasil Evaluasi Context Hasil penelitian pada evaluasi context yang diukur dengan rentang skor 1-4. Berikut table distribusi hasil penelitian: Tabel 1. Frekuensi Hasil Evaluasi Context Kategori Sangat Baik Frekuensi Presentase Baik Kurang Sangat Kurang Jumlah Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil penelitian mengenai evaluasi context yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden, kategori baik sebesar 55% dengan frekuensi sebanyak 11 responden, kategori kurang sebesar 35% dengan frekuensi sebanyak 7 responden dan kategori sangat kurang sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden. Evaluasi Context Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Gambar 1. Diagram Hasil Evaluasi Context Hasil Evaluasi Input Hasil penelitian pada evaluasi input yang diukur dengan rentang skor 1-4. Berikut table distribusi hasil penelitian: Tabel 2. Hasil Evaluasi Input Kategori Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Jumlah Frekuensi Presentase Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil penelitian mengenai evaluasi input yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden, kategori baik sebesar 70% Vol 6 No 1 2025 275 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya dengan frekuensi sebanyak 14 responden, kategori kurang sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden dan kategori sangat kurang sebesar 20% dengan frekuensi sebanyak 4 responden. Evaluasi Input Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Gambar 2. Diagram Hasil Evaluasi Input Hasil Evaluasi Process Hasil penelitian pada evaluasi process yang diukur dengan rentang skor 1-4. Berikut table distribusi hasil penelitian: Tabel 3. Hasil Evaluasi Process Kategori Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Jumlah Frekuensi Presentase Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil penelitian mengenai evaluasi process yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 10% dengan frekuensi sebanyak 2 responden, kategori baik sebesar 50% dengan frekuensi sebanyak 10 responden, kategori kurang sebesar 35% dengan frekuensi sebanyak 7 responden dan kategori sangat kurang sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden. Evaluasi Process Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Gambar 3. Diagram Hasil Evaluasi Process Hasil Evaluasi Product Hasil penelitian pada evaluasi product yang diukur dengan rentang skor 1-4. Berikut table distribusi hasil penelitian: Vol 6 No 1 2025 276 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya Tabel 4. Hasil Evaluasi Product Kategori Frekuensi Presentase Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Jumlah Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil penelitian mengenai evaluasi product yang masuk dalam kategori sangat baik sebesar 10% dengan frekuensi sebanyak 2 responden, kategori baik sebesar 50% dengan frekuensi sebanyak 10 responden, kategori kurang sebesar 35% dengan frekuensi sebanyak 7 responden dan kategori sangat kurang sebesar 5% dengan frekuensi sebanyak 1 responden. Evaluasi Product Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Gambar 4. Diagram Hasil Evaluasi Product Penggunaan model CIPP dalam evaluasi managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi klub. Berikut hasil evaluasi aspek CIPP: Table 3. Frekuensi Hasil Model CIPP Kategori Context Input Process Product Jumlah Frekuensi Presentase Vol 6 No 1 2025 277 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya Evaluasi Model CIPP Context Input Process Product Gambar 5. Diagram Hasil Evaluasi Model CIPP Hasil evaluasi aspek CIPP . ontext, input, process, produc. menunjukkan persentase sebesar 55% dengan kategori baik pada evaluasi input dan process. Temuan ini mengindikasikan bahwa klub bola voli GVC Grenggeng memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan, masalah, aset, dan peluang yang ada dalam lingkungan operasional mereka. Kategori baik pada aspek konteks menunjukkan bahwa klub telah berhasil mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program mereka dengan baik, sebagaimana yang dikemukakan oleh (Zhang et al. , 2. bahwa tujuan utama evaluasi konteks adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program serta memberikan arah untuk perbaikan. Distribusi responden menunjukkan 55% berada dalam kategori baik dan 5% dalam kategori sangat baik, yang mengindikasikan konsistensi persepsi positif terhadap konteks organisasi klub. Kategori baik pada aspek konteks mengindikasikan bahwa klub telah berhasil dalam identifikasi kebutuhan atlet dan stakeholder, pemahaman terhadap tantangan dan peluang di lingkungan olahraga lokal, dan analisis kompetisi dan posisi klub dalam ekosistem bola voli regional. Hasil evaluasi aspek input memperoleh persentase 70% dengan kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa sumber daya yang dimiliki klub, baik berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sumber daya finansial, berada dalam kondisi yang memadai untuk mendukung operasional klub. Menurut Hasil et al. managemen yang baik memerlukan proses yang terstruktur dengan langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Kekuatan yang teridentifikasi pada aspek input meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana lapangan yang memadai dan peralatan yang mencukupi, dan dukungan finansial struktur. Evaluasi process menunjukkan persentase 50% dengan kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan program dan aktivitas klub berjalan dengan sangat baik. Proses managemen yang efektif tercermin dari koordinasi yang baik antar berbagai elemen dalam klub, sebagaimana yang dikemukakan oleh (Sutrisno 2. bahwa pengelolaan organisasi olahraga yang efektif memerlukan struktur yang jelas dan koordinasi yang baik antar berbagai elemen pendukung. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas stakeholder klub memiliki persepsi positif terhadap proses manajemen yang berjalan. Aspek positif yang teridentifikasi dalam evaluasi process yaitu koordinasi antara pelatih dan pengurus yang terstruktur, pelaksanaan program latihan yang konsisten, dan komunikasi internal yang relatif baik. Aspek product memperoleh persentase 50% dengan kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa output dan outcome dari program klub bola voli GVC Grenggeng telah mencapai standar yang baik, meskipun masih memiliki ruang untuk peningkatan. Capaian ini sejalan dengan konsep (Sutrisno, 2. yang menyatakan bahwa sistem organisasi olahraga adalah kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang berfungsi untuk mengatur dan mengelola seluruh aspek olahraga, mulai dari pembinaan, kompetisi, hingga pengembangan prestasi. Pencapaian positif yang terifentifikasi oleh evaluasi product yaitu partisipasi dan pencapaian dalam turnamen lokal dan regional, pengembangan atlet dengan peningkatan kemampuan teknis dan fisik atlet dan dampak sosial dengan kontribusi klub terhadap pengembangan olahraga di komunitas. Vol 6 No 1 2025 278 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Rangga Maulana Ilham Fadhillah. Febri Wijaya PENUTUP Managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng berada dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa klub telah memiliki sistem managemen yang terstruktur dan terkoordinasi dengan baik dalam mencapai tujuan organisasi. Namun, masih terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan model CIPP . ontext, input, process, produc. terhadap managemen sistem organisasi klub bola voli GVC Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen, dapat disimpulkan bahwa: Evaluasi Context Aspek context memperoleh persentase 55% dengan kategori baik, menunjukkan bahwa klub memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan, masalah, aset, dan peluang dalam lingkungan Klub telah berhasil mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program dengan baik, memberikan dasar yang solid untuk pengembangan organisasi. Evaluasi Input Aspek input memperoleh persentase yaitu 70% dengan kategori baik, mengindikasikan bahwa sumber daya yang dimiliki klub . umber daya manusia, sarana prasarana, dan finansia. berada dalam kondisi memadai untuk mendukung operasional klub secara efektif. Evaluasi Process Aspek prosess memperoleh persentase 50% dengan kategori baik, menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan aktivitas klub berjalan dengan baik. Koordinasi antar berbagai elemen dalam klub telah terjalin dengan baik, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan efektivitas proses Evaluasi Product Aspek product memperoleh persentase 50% dengan kategori baik, menunjukkan bahwa output dan outcome dari program klub telah mencapai standar yang baik dalam pembinaan, kompetisi, dan pengembangan prestasi, namun masih memiliki potensi untuk ditingkat. DAFTAR PUSTAKA