Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 EVALUASI POSTUR KERJA MEKANIK TYRE DI PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN PT XYZ MENGGUNAKAN METODE OWAS WORK POSITION EVALUATION OF TYRE MECHANICS AT PT XYZ MINING SERVICES COMPANY USING THE OWAS METHOD Prasetya Arif Wibawa1*. Wartini2. Dewi Puspito Sari3 1,2,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Informasi Artikel Dikirim Agus 28, 2024 Direvisi Okt 6, 2024 Diterima Jan 14, 2025 Abstrak Postur kerja yang berkaitan dengan pekerjaan mekanik tyre di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ dapat dievaluasi menggunakan metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis Syste. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur tubuh yang digunakan oleh pekerja selama aktivitas kerja, terutama dalam posisi yang membebani tubuh seperti mengangkat, memasang, dan memperbaiki ban alat berat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik melalui metode wawancara mendalam . n depth intervie. dan metode observasi menggunakan cheklist OWAS. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2024 di PT XYZ. Variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre. Penelitian dilakukan pada lima jenis pekerjaan di section tyre yaitu Check Pressure Tyre. Check Thread. Remove Install Tyre. Assembly Dissasembly Tyre dan Repair Tyre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pekerjaan tyre yang memerlukan perbaikan yaitu postur kerja mekanik saat melakukan pekerjaan check pressure tyre, remove install tyre dan assembly dissasembly tyre. Sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan standar ergonomi serta memberikan pelatihan atau informasi mengenai pentingnya bekerja secara ergonomi kepada Perusahaan perlu mewajibkan dan memberikan waktu karyawan untuk melakukan . pemanasan atau peregangan otot sebelum melakukan pekerjaan agar tidak terjadi cedera otot pada saat bekerja. Kata Kunci: gangguan muskuloskeletal. OWAS. postur kerja. Corresponding Author Abstract Jln. Letjen Sujono Humardani No. Kabupaten/Kota, : Kab. Sukoharjo. Jawa Tengah, 57521. Indonesia Work postures related to the work of tire mechanics at PT XYZ mining services company can be evaluated using the OWAS (Ovako Working Posture Analysis Syste. This method aims to identify and analyze the postures used by workers during work activities, especially in positions that burden the body such as lifting, installing, and repairing heavy equipment The type of research used is qualitative research with an analytical descriptive approach through the in-depth interview method and observation method using the OWAS checklist. The research was conducted in May 2024 at PT XYZ. The variable in this study is a single variable, namely the work posture of mechanics in tire work activities. The research was conducted on five types of work in the tire section, namely Check Tire Pressure. Check Thread. Remove Install Tire. Assembly Dissasembly Tire and Repair Tire. The results showed that there are three types of tire work that require improvement, namely the work posture of mechanics when doing check tire pressure, remove install tire and assembly dissasembly tire. The company should provide work equipment that complies with ergonomic standards and arif07@gmail Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 provide training or information about the importance of working ergonomically to its employees. Moreover, the company needs to require and give employees time to warm up or stretch their muscles before doing work to avoid muscle injuries during work. Keywords: Musculoskeletal Disorders. OWAS. Tyre. Work Posture Pendahuluan Pertambangan selalu menjadi salah satu industri yang paling berbahaya. Proses penambangan yang begitu intensif, yang menghasilkan produksi dalam skala besar, menimbulkan banyak risiko baik risiko terkait dengan operasional maupun sumber daya yang Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja tambang seringkali menuntut aktivitas fisik yang berat dan melelahkan sehingga dapat mempengaruhi performa kerja dan postur kerja yang berakibat terjadinya kecelakaan kerja . Suatu pekerjaan tidak dapat terhindar dari postur kerja, hal ini dipengaruhi oleh sistem otot rangka . manusia yang dibentuk dari tulang, ligamen, tendon, dan otot yang berfungsi untuk menghasilkan suatu gerakan, menyokong dan melindungi tubuh, serta mempertahankan posisi tubuh . Pekerjaan manual seperti mengangkat, mendorong, menarik, menekan, dan menjangkau secara tidak ergonomis, serta dilakukan berulang-ulang dalam waktu cukup lama serta sikap kerja yang tidak alamiah dapat mengakibatkan kelainan pada jaringan tubuh atau keluhan musculoskeletal disorder (MSD. Musculoskeletal disorders merupakan salah satu indikasi adanya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh aktivitas kerja, yakni seperti cedera pada otot, urat syaraf, urat daging, tulang, persendian tulang, dan tulang rawan . Musculoskeletal disorders (MSD. merupakan kasus gangguan kesehatan yang sering dialami oleh pekerja dengan melakukan berbagai jenis Gangguan kesehatan ini terjadi pada sistem muskuloskeletal yaitu tulang, otot, dan metabolisme yang disebabkan oleh pekerja yang melakukan pekerjaannya dengan menggunakan tenaga secara repetitive atau berulang, pergerakan yang cepat, menggunakan tenaga yang besar, getaran, postur janggal, dan tekanan. Gangguan kesehatan ini merupakan salah satu penyebab kecelakaan kerja dan kecacatan kerja yang terdapat di perusahaan . Pengelolaan ergonomi di sektor pertambangan sesuai amanah Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor K/37. 04/DJB/2019 meliputi, melakukan identifikasi dan penilaian risiko ergonomi serta pengendaliannya, menyediakan sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan yang sesuai dengan kemampuan, kondisi, dan postur pekerja, menyesuaikan prosedur kerja dengan kapasitas pekerja dan menyediakan perlengkapan penunjang untuk mendukung pekerjaan . Terdapat Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 beberapa metode penilaian risiko ergonomi di tempat kerja salah satunya metode OWAS, metode ini mengkodekan sikap kerja pada bagian punggung, tangan, kaki dan berat beban. Masing-masing bagian memiliki klasifikasi sendiri-sendiri. Metode ini cepat dalam mengidentifikasi sikap kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. PT XYZ merupakan perusahaan jasa pertambangan batubara yang dalam pelaksanaan operasionalnya terdapat aktivitas pemeliharaan alat berat sebagai penunjang dalam kegiatan penambangan yang melibatkan pekerja dalam jumlah cukup banyak, jumlah karyawan selama kurun waktu 3 tahun terakhir yaitu sebanyak 450 karyawan pada tahun 2022, pada tahun 2023 sebanyak 363 karyawan dan pada tahun 2024 sebanyak 392. Departemen Plant merupakan salah satu unit kerja di PT XYZ yang mempunyai tugas sebagai pemeliharaan alat berat yang terdiri dari beberapa section seperti section fabrikasi, section track, section support, section wheel dan section tyre dimana tugasnya melakukan pemeliharaan ban pada unit. Berdasarkan data dari bagian Sentra Kesehatan Kerja (SKK) PT. XYZ tiga tahun terakhir terkait dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSD. pada tahun 2022 tidak terdapat catatan karyawan berobat dengan keluhan MSDs, tahun 2023 terdapat 4 catatan karyawan berobat ke SKK dengan keluhan MSDs dengan rincian 2 karyawan dari departemen Plant bagian tyre dan track serta 2 karyawan dari departemen Produksi bagian operator high dump truck dan pengawas sedangkan tahun 2024 terdapat catatan karyawan berobat ke SKK dengan keluhan MSDs dari bulan Januari sampai April 2024 yaitu 9 karyawan dengan rincian 5 kunjungan dari departemen Plant bagian tyre, 2 kunjungan dari departemen produksi bagian operator bulldozer dan operator eksavator, 1 kunjungan dari bagian departemen logistik bagian part dan 1 kunjungan dari bagian departemen HCMGA bagian human capital. Di bagian departement Plant, yang berkunjung ke Sentra Kesehatan Kerja (SKK) adalah mekanik dari section tyre. Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik melakukan penelitian tentang Evaluasi Postur Kerja Mekanik Tyre di Perusahaan Jasa Pertambangan PT XYZ Menggunakan Metode OWAS. Metode Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, melalui metode wawancara mendalam . n depth intervie. dan observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2024 di PT XYZ. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre. Informan utama yaitu empat mekanik, sedangkan informan kunci yaitu foreman dan supervisor section tyre. penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi untuk Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 memilih responden dalam penelitian yaitu mekanik yang secara aktif terlibat dalam pekerjaan tyre di PT XYZ, masa kerja minimal 6 bulan dan pekerja dengan usia 20-50 tahun. Pengolahan data dilakukan dengan cara melakukan penilaian postur kerja yang disesuaikan dengan lembar OWAS. Secara umum, penilaian OWAS dilakukan dengan mengamati dan mencatat postur tubuh pekerja saat melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaannya dalam rentang waktu tertentu. Estimasi durasi penilaian untuk satu responden adalah sebagai berikut postur kerja pada lembar OWAS disusun dengan kode yang terdiri empat digit, secara berurutan mulai dari punggung, lengan, kaki dan berat beban yang diangkat ketika melakukan penanganan material secara manual . Klasifikasi sikap bagian tubuh yang diamati dengan metode OWAS untuk dianalisa dan dievaluasi ditampilkan pada Tabel 1 hingga 4. Tabel 1. Kode Sikap Punggung Postur Tubuh Lurus Membungkuk Memutar atau miring ke samping Membungkuk dan memutar atau membungkuk ke depan dan menyamping Kode Tabel 1 mengklasifikasikan sikap bagian tubuh berupa sikap punggung yang diamati dalam metode OWAS. Tabel 2. Kode Sikap Lengan Postur Tubuh Kode Kedua lengan berada di bawah bahu Satu lengan berada pada atau di atas bahu Kedua lengan pada atau di atas bahu Tabel 2 mengklasifikasikan sikap bagian tubuh berupa sikap lengan yang diamati dalam metode OWAS. Tabel 3. Kode Sikap Kaki Postur Tubuh Duduk Berdiri bertumpu pada kedua kaki lurus Berdiri bertumpu pada satu kaki lurus Berdiri bertumpu pada kedua kaki dengan lutut ditekuk Berdiri bertumpu pada satu kaki dengan lutut ditekuk Berlutut pada satu atau kedua lutut Berjalan Kode Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Tabel 3 mengklasifikasikan sikap bagian tubuh berupa sikap kaki yang diamati dalam metode OWAS. Tabel 4. Kode Berat Beban Kategori Beban Berat beban adalah kurang dari 10 Kg (W = 10 K. Berat beban adalah 10 Kg Ae 20 Kg . Kg < W = 20 K. Berat beban adalah lebih besar dari 20 Kg (W > 20 K. Kode Tabel 4. Mengklasifikasikan berat beban yang diamati dalam metode OWAS. Hasil dari analisa postur kerja OWAS terdiri dari empat level kategori skala risiko berupa sikap kerja yang berisiko bagi para pekerja antara lain sesuai tabel 5. Tabel 5. Kategori Level Risiko Sikap Kerja Kategori Penjelasan Posisi normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskoloskeletal . isiko renda. dan tidak perlu dilakukan Posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskoloskeletal . isiko sedan. dan perlu perbaikan di masa yang akan datang Pada sikap ini berbahaya pada sistem musculoskeletal . isiko tingg. , postur kerja mengakibatkan pengaruh ketegangan yang sangat signifikan dan perlu perbaikan segera mungkin Pada sikap ini sangat berbahaya pada sistem muskuloskeletal . isiko sangat tingg. , postur kerja ini mengakibatkan risiko yang jelas dan perlu perbaikan secara langsung atau saat ini Risiko 1 Risiko 2 Risiko 3 Risiko 4 Hasil dari tahap pengkodean postur kerja yang berupa kode postur kerja dimasukkan kedalam tabel OWAS. Pada tabel dibawah ini menjelaskan kategori skor dari pengukuran yang dilakukan lalu menentukan tiap -tiap skor, dimulai dari sikap punggung, lengan, kaki, dan berat beban yang dibawa. Kemudian dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa postur kerja dari mekanik masuk dalam tingkatan kategori berisiko atau tidak. Tabel 6. Tabel Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) Punggung Lengan Kaki 3 Beban Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Hasil Analisa OWAS pada lima pekerjaan tyre yang meliputi pekerjaan check pressure tyre, check thread tyre, remove install tyre, assembly disassembly tyre dan repair tyre sebagai Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada Pekerjaan Tyre Punggung Lengan Kaki Beban Gambar 1. Tabel OWAS dan aktivitas pada pekerjaan Check Pressure Tyre Gambar 1 menunjukkan aktivitas pekerjaan mekanik pada saat melakukan pekerjaan Check Pressure Tyre dan menunjukkan hasil analisis OWAS pada pekerjaan Check Pressure Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti ketegori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskoloskeletal . isiko sedan. dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Tingkat risiko dalam aktivitas pekerjaan check pressure tyre ini didapatkan dari tabel kategori OWAS dengan skor sikap punggung membungkuk termasuk kedalam kode 2, sikap kedua lengan berada dibawah bahu termasuk dalam kode 1, sikap kaki berdiri bertumpu dengan kedua kaki lurus termasuk dalam kode 2, dan berat beban yang dibawa adalah kurang dari 10 Kg (W = 10 K. termasuk dalam kode 1. Punggung Lengan 3 1 2 3 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 4 2 2 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 3 2 3 1 1 1 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 2 3 4 3 3 4 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 3 3 3 2 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 3 4 2 3 4 4 2 3 4 1 1 1 1 3 1 1 1 4 1 1 1 4 2 3 4 4 2 3 4 4 2 3 4 Kaki Beban Gambar 2. Tabel OWAS dan aktivitas pada pekerjaan Check Thread Gambar 2 menunjukkan aktivitas pekerjaan mekanik pada saat melakukan pekerjaan Check Thread dan menunjukkan hasil analisis OWAS pada pekerjaan Check Thread didapatkan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 kode OWAS yaitu 1-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 1 yang berarti kategori posisi normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskuloskeletal . isiko renda. dan tidak perlu dilakukan perbaikan. Tingkat risiko dalam aktivitas pekerjaan check thread ini didapatkan dari tabel kategori OWAS dengan skor sikap punggung lurus termasuk kedalam kode 1, sikap kedua lengan berada di bawah bahu termasuk dalam kode 1, sikap kaki berdiri bertumpu dengan kedua kaki lurus termasuk dalam kode 2, dan berat beban yang dibawa adalah kurang dari 10 Kg (W = 10 K. termasuk dalam kode 1 Punggung Lengan Kaki Beban Gambar 3. Tabel OWAS dan aktivitas pada pekerjaan Remove Install Tyre Gambar 3 menunjukkan aktivitas pekerjaan mekanik pada saat melakukan pekerjaan Remove Install Tyre dan menunjukkan hasil analisis OWAS pada pekerjaan Remove Install Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal . isiko sedan. dan perlu perbaikan di masa yang akan datang. Tingkat risiko dalam aktivitas pekerjaan remove install tyre ini didapatkan dari tabel kategori OWAS dengan skor sikap punggung membungkuk ke depan termasuk kedalam kode 2, sikap kedua lengan berada dibawah bahu termasuk dalam kode 1, sikap kaki berdiri bertumpu dengan kedua kaki lurus termasuk dalam kode 2, dan berat beban yang dibawa adalah 10 Kg Ae 20 Kg . Kg < W = 20 K. termasuk dalam kode 2. Punggung Lengan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 4 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 3 3 4 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 1 1 1 2 2 3 1 1 1 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 1 2 3 3 2 2 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 Kaki Beban Gambar 4. Tabel OWAS dan aktivitas pada pekerjaan Assembly Dissasembly Tyre. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Gambar 4 menunjukkan aktivitas pekerjaan mekanik pada saat melakukan pekerjaan Assembly Dissasembly Tyre dan menunjukkan hasil analisis OWAS pada pekerjaan Assembly Dissasembly Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 1-3-5-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal . isiko sedan. dan perlu perbaikan di masa yang akan datang. Tingkat risiko dalam aktivitas pekerjaan assembly dissasembly tyre ini didapatkan dari tabel kategori OWAS dengan skor sikap punggung lurus termasuk kedalam kode 1, sikap kedua lengan di atas bahu termasuk dalam kode 3, sikap kaki berdiri bertumpu pada satu kaki dengan lutut ditekuk termasuk dalam kode 5, dan berat beban yang dibawa adalah 10 Kg Ae 20 Kg . Kg < W = 20 K. termasuk dalam kode 2. Punggung Lengan Kaki 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Beban Gambar 5. Tabel OWAS dan aktivitas pada pekerjaan Repair Tyre Gambar 5 menunjukkan hasil analisis OWAS pada pekerjaan repair tyre didapatkan bahwa kode OWAS yaitu 1-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 1 yang berarti kategori posisi normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskuloskeletal . isiko renda. dan tidak perlu dilakukan perbaikan. Tingkat risiko dalam aktivitas pekerjaan repair tyre ini didapatkan dari tabel kategori OWAS dengan skor sikap punggung lurus termasuk kedalam kode 1, sikap kedua lengan berada dibawah bahu termasuk dalam kode 1, sikap kaki berdiri bertumpu pada kedua kaki lurus termasuk dalam kode 2, dan berat beban yang dibawa adalah kurang dari 10 Kg (W = 10 K. termasuk dalam kode 1. Pembahasan Hasil wawancara dengan berbagai tipe informan dapat memberikan pandangan mendalam dan kontekstual terkait postur kerja mekanik tyre, tantangan dan potensi solusi terkait postur kerja mekanik tyre di PT XYZ, menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan intervensi ergonomis guna melindungi kesehatan pekerja. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada pekerjaan Check Pressure Tyre Pekerjaan check pressure adalah pekerjaan yang bertujuan untuk memonitor perubahan pressure tyre agar tetap pada range standar pressure tyre. Dari hasil observasi didapatkan bahwa pekerjaan check pressure adalah pekerjaan yang rutin setiap hari dilakukan oleh Pekerjaan check pressure yang dilakukan oleh mekanik tyre di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ merupakan tugas rutin yang sangat penting untuk memastikan ban alat berat beroperasi dengan aman dan efisien. Pekerjaan ini melibatkan pemeriksaan tekanan udara pada ban alat berat untuk memastikan tekanan berada dalam batas aman, mencegah kecelakaan, dan mengoptimalkan performa kendaraan di medan berat. Rata-rata, jika seorang mekanik melakukan pengecekan tekanan ban pada 10 hingga 15 kendaraan per hari, durasi total pengecekan bisa mencapai 2 hingga 3 jam per hari. Jumlah ini dapat meningkat jika ada kendaraan tambahan yang harus diperiksa, atau jika ada kendala teknis pada sistem pengukuran atau ban. Sikap kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan check pressure tyre cenderung membungkuk hal ini menyebabkan sikap kerja yang tidak alamiah. Sikap kerja tidak alamiah adalah sikap kerja yang menyebabkan bagian tubuh menjauhi posisi alamiahnya. Sikap kerja tidak alamiah pada umumnya karena ketidaksesuaian pekerja dengan kemampuan pekerja itu sendiri . Kemampuan pekerja dalam kaitannya dengan postur tubuh mereka sangat penting dalam penelitian ini. Postur kerja yang tidak ergonomis dapat secara signifikan mengurangi kemampuan fisik dan teknis mekanik tyre, mempengaruhi produktivitas, kesehatan jangka panjang, dan keselamatan kerja. Implementasi intervensi ergonomis, pelatihan postur kerja, serta penggunaan alat bantu yang memadai sangat diperlukan untuk memastikan kemampuan pekerja tetap optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan. Postur tubuh yang tidak alamiah . idak stabi. tersebut menunjukkan bukti yang kuat sebagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya MSDs dan menimbulkan terjadinya keluhan pada punggung, pinggang, dan tangan . Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Las . , menerangkan bahwa delapan dari tiga belas total pekerja welding dengan postur kerja posisi punggung membungkuk, posisi lengan di bawah bahu dan duduk berpotensi mengalami kerusakan pada sistem muskuloskeletal . Penelitian oleh Jayaraman. & Kalpalatha. , penelitian ini mengevaluasi postur kerja yang diadopsi oleh pekerja yang melakukan pemeliharaan alat berat di industri pertambangan dan konstruksi menggunakan metode OWAS, penelitian ini mengidentifikasi postur berisiko tinggi yang sering digunakan oleh pekerja, khususnya saat mengangkat, memutar, dan memeriksa bagian bawah alat berat . Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada pekerjaan Check Thread Pekerjaan check thread adalah pekerjaan yang bertujuan untuk memonitor keausan thread atau tapak tyre agar tidak melampau batas minimal ketebalan thread sesuai dengan standar dari masing-masing manufaktur tyre. Pekerjaan check thread adalah pekerjaan yang tidak rutin dilakukan atau pekerjaan yang dilakukan jika ada case misalnya bila ada kerusakan tyre karena operasional dilapangan. Sikap pekerja saat melakukan pekerjaan Check Thread Tyre adalah dengan posisi badan tegak, kedua lengan berada di bawah ketinggian bahu, posisi berdiri dengan keadaan kedua kaki lurus, sehingga tidak berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal dan posisi ini termasuk sikap kerja yang baik. Sikap kerja yang baik adalah suatu kondisi dimana bagian-bagian tubuh secara nyaman melakukan kegiatan seperti sendi-sendi bekerja secara alami dimana tidak terjadi penyimpangan yang berlebihan . Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rovendra et al. , terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan MSDS pada petani padi di Desa Ahuhu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe dengan nilai p-value = 0,018 (<0,. , sehingga dinyatakan terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan MSDS . Penelitian yang dilakukan oleh Karhu, , dkk . , pada pekerjaan Check Tread yang dilakukan oleh mekanik tyre di industri pertambangan, postur tubuh yang melibatkan membungkuk untuk memeriksa tapak ban, kondisi ban, serta kerusakan fisik lainnya sangat rentan terhadap risiko cedera musculoskeletal . Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada pekerjaan Remove Install Tyre Pekerjaan remove install tyre adalah pekerjaan pelepasan dan pemasangan tyre assy ke Pekerjaan remove install tyre merupakan pekerjaan yang masuk kategori pekerjaan tidak rutin, pekerjaan ini dilakukan bila terdapat case di lapangan misalnya adanya kerusakan tyre karena operasional. Pekerjaan remove install tyre tersebut menggunakan alat bantu berupa mesin impact yang mengandung getaran dan diangkat manual oleh mekanik tanpa alat bantu angkat saat penggunaan alat tersebut. Mengangkat mesin impact tanpa menggunakan alat bantu angkat memerlukan perhatian pada postur tubuh dan teknik yang benar untuk menghindari Proses ini dimulai dengan memastikan posisi tubuh dekat dengan ban dan lutut sedikit Memposisikan kaki dengan lebar selebar bahu untuk menjaga keseimbangan, genggam handle impact dengan kuat, dan punggung tetap lurus, angkat dengan menggunakan kekuatan kaki, bukan punggung. Hasil observasi menunjukkan bahwa sikap kerja mekanik saat sedang melakukan pekerjaan remove install tyre cenderung pada posisi badan membungkuk ke depan serta tangan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 memegang peralatan yang mengandung getaran yaitu mesin impact dengan berat 16 kilogram, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal. Sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara postur kerja . -value<0,. dan getaran mekanis . -value<0,. terhadap keluhan musculoskeletal disorders . Hasil observasi aktivitas kerja pekerjaan remove install tyre dan berdasarkan tingkat keluhan diketahui bahwa tingkat keluhan muskuloskeletal yang tinggi dialami oleh seluruh informan setelah melakukan pekerjaan remove install tyre. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tjahayuningtyas . , hasil analisis, diperoleh nilai sig=0,000 (=0,. bahwa terdapat hubungan antara beban kerja yang diperoleh oleh pekerja dengan keluhan muskuloskeletal yang dirasakan . Hasil penelitian yang dilakukan ini telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa peningkatan beban kerja akan diikuti pula dengan peningkatan keluhan muskuloskeletal . Hasil observasi pekerjaan remove install tyre dilakukan pada mekanik dengan usia antara 33 sampai dengan 34. Studi dari Gou et al . melaporkan bahwa pada usia 34 tahun, sebagian besar pekerja di tahap awal mengeluhkan sakit punggung . Hal itu disebabkan kelemahan muskuloskeletal dengan gejala kesehatan yang menurun terjadi pada usia pertengahan dan tua. Masa kerja mekanik di section tyre khususnya pada mekanik yang melakukan pekerjaan remove install tyre sebagian besar diatas tiga tahun. Fathika & Astuti . menyatakan bahwa semakin lama pekerja bekerja di suatu industri, mempengaruhi kesakitan muskuloskeletal yang dirasakan . Hal ini sejalan juga dengan penelitian Irawati et al. , bahwa hasil uji chisquare di dapat nilai p value= 0,003, hasil ini menunjukkan ada hubungan antara masa kerja dengan gangguan muskuloskeletal . Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada pekerjaan Assembly Dissasembly Tyre Pekerjaan assembly dissasembly tyre adalah pekerjaan pelepasan dan pemasangan tyre assy dari rim atau velg. Hasil pengamatan pada pekerjaan assembly disassembly tyre, sikap kerja mekanik cenderung dengan posisi kaki berdiri dengan satu kaki sedikit tertekuk, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diana dalam Tjahayuningtyas . kepada pekerja bagian weaving, yaitu terdapat korelasi yang sangat kuat dan bermakna antara sikap kerja berdiri dan keluhan musculoskeletal . Hasil observasi menunjukkan bahwa pekerjaan assembly disassembly tyre merupakan pekerjaan repetitive. Gerakan memukul dilakukan secara berulang menggunakan peralatan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 manual berupa palu untuk proses pelepasan rim pada ring tyre. Kondisi ini perlu adanya perlakuan khusus kepada mekanik yang terlibat dalam pekerjaan tersebut seperti pelaksanaan training ergonomi. Peningkatan pengetahuan mekanik terkait dengan ergonomi dapat dilakukan pada sesi khusus dan berkala sehingga pesan yang disampaikan lengkap yang dapat menambah pengetahuan mekanik terhadap bahaya dan risiko ergonomi dari aktivitas pekerjaan tyre yang dilakukan khususnya pekerjaan assembly dan disassembly tyre. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mohammad et al. , yang menyatakan bahwa terdapat korelasi antara pengetahuan prinsip ergonomi dengan keluhan MSDs, yang menunjukan pekerja yang lebih memahami prinsip ergonomi di tempat kerja berisiko lebih rendah mengalami MSDs. Pekerja dengan pengetahuan ergonomi yang baik dapat menimbulkan sikap positif sehingga akan mempengaruhi tindakan pekerja dalam melakukan pencegahan. Begitu pula dengan pengetahuan ergonomi yang kurang akan mempengaruhi sikap dan tindakan pekerja dalam melakukan pencegahan yang dapat menyebabkan keluhan MSDs . Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) pada pekerjaan Repair Tyre Pekerjaan repair tyre merupakan pekerjaan perbaikan tyre yang mengalami kerusakan minor dengan menggunakan parts dan tools yang dikeluarkan oleh factory. Hasil observasi pada pekerjaan repair tyre didapatkan hasil sikap kerja mekanik dengan posisi badan tegak dan kedua lengan berada di bawah ketinggian bahu, hal ini merupakan sikap kerja yang alamiah. Pada saat bekerja sebaiknya postur dilakukan secara alamiah sehingga dapat meminimalisasi timbulnya cidera muskuloskeletal. Kenyamanan tercipta apabila pekerja telah melakukan postur kerja yang baik dan aman. Postur kerja yang baik sangat ditentukan oleh pergerakan organ tubuh saat bekerja . Pekerjaan repair tyre merupakan salah satu pekerjaan yang rutin dilakukan setiap hari oleh mekanik di section tyre dengan durasi pekerjaan dimulai pukul 07. dengan pola waktu istirahat sesi pertama 10. 30 kemudian istirahat sesi kedua selama satu jam yaitu pada jam 12. 00 dan istirahat sesi tiga jam 15. 30 dengan pola istirahat tersebut mekanik section tyre khususnya pada aktivitas pekerjaan repair tyre dapat melakukan peregangan sehingga dapat meminimalisir gangguan muskuloskeletal, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Laksana & Srisantyorini . , analisis risiko kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja kelistrikan di PT PLN (Perser. Palembang tahun 2014, bahwa dari hasil uji chi-square di dapat nilai p value = 0,031, hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama istirahat dengan gangguan muskuloskeletal . Selain itu durasi kerja tersebut juga tidak berisiko tinggi pada keluhan muskoloskeletal hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara durasi kerja Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 dengan keluhan MSDs pada pegawai di Biro Kepegawaian dengan nilai p-value = 0,421 artinya p-value (>0. yaitu berarti tidak ada hubungan antara durasi kerja dengan keluhan MSDs . Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa OWAS, dari lima aktivitas pekerjaan tyre ditemukan bahwa aktivitas pekerjaan check pressure tyre termasuk kategori risiko sedang yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal, pekerjaan remove install tyre termasuk kategori risiko sedang yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal, pekerjaan assembly dissambly tyre termasuk kategori risiko sedang yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal, pekerjaan check thread termasuk kategori normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskuloskeletal dan pekerjaan repair tyre termasuk kategori normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem Saran Saran yang dapat penulis rekomendasikan dari hasil penelitian adalah sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan standar ergonomi seperti penyediaan stand untuk mesin impact untuk pekerjaan remove dan install tyre, penyediaan kursi mekanik portable untuk pekerjaan check pressure tyre serta memberikan pelatihan atau informasi mengenai pentingnya bekerja secara ergonomi kepada karyawannya. Mewajibkan dan memberikan waktu karyawan untuk melakukan . pemanasan atau peregangan otot sebelum melakukan pekerjaan agar tidak terjadi cedera otot pada saat bekerja dengan beban kerja berlebih pada pekerjaan assembly dan dissassembly tyre. Daftar Pustaka