e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 Volume 6. No. 2 Oktober 2025. KONTRIBUSI DIMENSI EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG ULANG WISATAWAN KE AIR TERJUN DOLO KEDIRI Yosi Dieta Pratama1. Joko Mijiarto2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur1,2 Email: yosidietapratama@gmail. Joko. par@upnjatim. Abstract This research aims to measure the contribution of the dimensions of Experiential Marketing towards the interest of tourists in revisiting Dolo Waterfall in Kediri. The approach used is quantitative with explanatory research methods. The sample in this study consisted of 100 respondents selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted using a Likert scale-based questionnaire. Multiple linear regression was used in the data analysis techniques of this study with the help of SPSS application. The research findings indicate that simultaneously, the five dimensions of experiential marketing have a significant impact on tourists' interest in revisiting. Partially, only the sense dimension has a significant and positive Meanwhile, the feel, think, and act dimensions have a significant but negative impact, and the relate dimension does not have a significant impact. Keywords: Experiential Marketing. Revisit Intention. Dolo Waterfall Kediri Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kotribusi dimensi Experiential Marketing terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner berbasis skala likert. Regresi linear berganda digunakan dalam teknis analis data penelitian ini dengan bantuan aplikasi SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kelima dimensi experiential marketing berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan. Secara parsial, hanya dimensi sense yang berpengaruh secara signifikan dan positif. Sementara itu, dimensi feel, think, dan act berpengaruh secara signifikan namun negatif, dan dimensi relate tidak berpengaruh secara signifikan. Kata Kunci: Experiential Marketing. Minat Berkunjung Ulang. Air Terjun Dolo Kediri PENDAHULUAN Pariwisata memposisikan sebagai aktivitas rekreasi, tetapi pariwisata telah menjadi salah satu sektor dalam meningkatkan perekonomian indonesia. Hal ini dibuktikan dari penghasilan devisa dari sektor tersebut. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Juli 2024 mencatat penghasilan devisa dari sektor pariwisata sebesar USD 7,46 miliar atau setara 113 trilliun. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa pariwisata Masuk: 5 September 2025 memiliki kontribusi nyata dalam khususnya dalam hal penciptaan penguatan sektor-sektor lainnya (Weda & Dewi, 2. Indonesia memiliki banyak jenis daya tarik wisata seperti wisata budaya, buatan, dan alam. Sebagaimana tercantum adalah PP No. 50 Tahun 2011. Salah satu bentuk daya tarik wisata alam yang menjadi andalan adalah air Terbit: 31 Oktober 2025 Kontribusi Dimensi Experiential Marketing. ,(Yosi Dieta Pratama et. Hal. terjun yang menawarkan landscape alam dan memberikan pengalaman bagi Pengalaman yang dialami pengunjung dapat membentuk kesan yang mendalam baik positif maupun negatif, perbedaan tersebut tergantung pada kepuasan yang dirasakan selama kunjungan wisata. (Nurmalinda & Manvi, 2. mengatakan bahwa setiap kunjungan wisata akan menghasilkan berbeda-beda, pengunjung bisa merasakan puas bahkan kecewa dengan pengalaman Hal tersebut memicu wisatawan untuk melakukan evaluasi maupun penilaian terhadap daya tarik wisata yang dikunjungi dan hasil melakukan kunjungan ulang di masa yan akan datang (Tjiptono, 2. Minat berkunjung ulang adalah melakukan kunjungan ulang di masa mendatang dan merekomendasikan daya tarik wisata yang telah dikunjungi kepada orang lain (Allameh, et al. , 2. dalam (Normalasari, et al. , 2. Dalam proses pembentukan loyalitas tersebut, pengelola wisata perlu memberikan penerapan strategi marketing yang dapat mempengaruhi wisatawan untuk berkunjung ulang, salah satunya adalah menciptakan Experiential Marketing bagi wisatawan (Nadhifa, 2. Dalam Experiential Marketing, pengalaman tersebut dikemas dalam lima dimensi yaitu sense, feel, think, act, dan relate. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan banyaknya daya tarik wisata alam, salah satunya Air Terjun Dolo yang berada di Kabupaten Kediri. Air terjun ini berada pada pegunungan wilis dengan menawarkan panorama alam yang asri dan fasilitas yang memadai. Tren kunjungan yang meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Air Terjun Dolo Kediri memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata unggulan. Selain itu. Kota Kediri banyaknya daya tarik wisata yang tersebar di beberapa kecamatan yang berdekatan dengan wisata lainnya. Fenomena persaingan yang ketat ini mendorong pengelola untuk merancang strategi pemasaran yang efektif. Salah satu pendekatan marketing dengan menguatkan kunjungan ulang melalui dengan konsep Experiential Marketing. Selain itu, data BPS Kabupaten Kediri wisatawan ke Kawasan Wisata Besuki . ang mencakup Air Terjun Dol. mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2018 hingga 2024. Tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat pengelolaan serta efektivitas strategi yang telah diterapkan. Berdasarkan review ulasan wisatawan di platform digital, terlihat beberapa dimensi Experiential Marketing yang sudah dirasakan oleh wisatawan. Dimensi feel dan sense menjadi dimensi dominan Dalam konteks tersebut, pengembangan Experiential Marketing di Air Terjun Dolo Kediri menjadi langkah strategi untuk menjaga daya saing, terlebih di tengah persaingan daya tarik wisata yang semakin kompetitif. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk meneliti kontribusi Experiential Marketing terhadap minat berkunjung ulang wisatawan. Menurut (Schmitt, 1. Experiential Marketing adalah pemasaran yang berfokus pada penciptaan produk atau jasa melalui stimulasi panca indera. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mendorong keputusan pembelian, tetapi juga menekankan pada kualitas Vol 6. No. Oktober 2025 pengalaman selama interaksi dengan produk atau layanan, yang pada akhirnya dapat membentuk kepuasan dan dibagikan kepada orang lain. Experiential Marketing terbagi menjadi lima dimensi sebagai berikut (Schmitt. Sense, bertujuan pada penciptaan pengalaman yang melibatkan panca indera seperti penglihatan, penciuman. Pengalaman sensorik ini dirancang melalui rangsangan . , proses . , dan hasil . untuk membangun keterlibatan emosional Tujuan dari sense adalah untuk memotivasi konsumen untuk membeli dan membedakan produk dan jasa, serta memberikan nilai bagi Feel, berfokus pada pengalaman emosional yang menyentuh perasaan konsumen melalui suasana hati yang positif terhadap merek. Dimensi ini bertujuan membangun keterikatan afektif dengan melibatkan mood dan emosi, yang dapat dipicu oleh interaksi dengan produk, layanan, komunikasi, atau tindakan perusahaan. Emosi tersebut dapat muncul sebagai respons terhadap peristiwa . , pelaku . , atau objek . yang pengalaman konsumen. Think, membangkitkan keterlibatan kognitif konsumen melalui pemikiran yang Pengalaman ini dirancang untuk mendorong konsumen berpikir secara mendalam dan melakukan evaluasi terhadap produk atau layanan. Think mencakup dua pendekatan berpikir, yaitu konvergen . onvergent thinkin. pola pikir menyatu dan divergen . ivergent thinkin. pola pikir menyebar yang dapat dipicu melalui kejutan, rasa ingin tahu, dan provokasi. e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 Act, berfokus pada pembentukan perilaku konsumen, gaya hidup, serta cara mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pengalaman ini dirancang untuk mendorong tindakan nyata yang muncul dari pengaruh internal, seperti sikap dan keyakinan pribadi . utcome belie. , maupun eksternal, seperti norma sosial dan pendapat orang lain . eferent belie. Pendekatan ini bertujuan menciptakan keterlibatan aktif yang tercermin dalam kebiasaan atau pola perilaku konsumen setelah berinteraksi dengan suatu merek atau layanan. Relate, merupakan pengalaman yang terbentuk melalui kombinasi dimensi sense, feel, think, dan act, yang diarahkan untuk membangun keterhubungan konsumen dengan individu lain, kelompok, atau komunitas sosial yang Pendekatan ini mengaitkan pengalaman pribadi dengan konteks sosial dan budaya, sehingga mampu memperkuat identitas sosial konsumen serta menciptakan makna yang lebih dalam melalui interaksi sosial. Minat Berkunjung Ulang Minat berkunjung ulang . evisit wisatawan untuk kembali mengunjungi destinasi yang pernah dikunjungi sebelumnya, yang muncul sebagai respons positif atas pengalaman atau pelayanan yang dirasakan. Minat ini tercermin dari niat konsumen untuk melakukan kunjungan ulang di masa mendatang (Ermawati, 2. Hal serupa dikatakan Som et al . dalam (Santoso, 2. menyebutkan bahwa revisit intention merupakan bentuk perilaku pasca pembelian yang diadopsi dari konsep repurchase intention. METODE Kontribusi Dimensi Experiential Marketing. ,(Yosi Dieta Pratama et. Hal. Penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Objek penelitian adalah wisatawan yang mengunjungi Air Terjun Dolo Kediri, dengan sampel sebanyak 100 orang yang diperoleh berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 10%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuesioner Google Form yang disusun berdasarkan lima dimensi Experiential Marketing dari (Schmitt, 1. , serta indikator minat berkunjung ulang. Total terdapat 18 menggunakan skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan kualitas instrumen. Selanjutnya, asumsi klasik yang meliputi normalitas . engan histogram dan PAeP plo. Hubungan antar regresi linier berganda, serta diuji dengan uji-t, uji-F, dan nilai koefisien (RA) kekuatan model secara keseluruhan. PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 1. Pengujian Validitas Sub Variabel Indikator r hitung r tabel Hasil Variabel X1. 1966 Valid Sense X1. 1966 Valid X1. 1966 Valid X2. 1966 Valid Feel X2. 1966 Valid X2. 1966 Valid X3. 1966 Valid Think Experiential Marketing (X) X3. 1966 Valid X3. 1966 Valid X4. 1966 Valid Act X4. 1966 Valid X4. 1966 Valid X5. 1966 Valid Relate X5. 1966 Valid X5. 1966 Valid Y1. 1966 Valid Minat Berkunjung Ulang (Y) Y1. 1966 Valid Y1. 1966 Valid (Peneliti, 2. Penilaian validitas didasarkan independen dan dependen memiliki pernyataan dinyatakan valid apabila nilai r hitung antara 0,690 hingga 0,914, nilai r hitung lebih besar daripada r tabel yang seluruhnya melebihi nilai r tabel. (Ghozali, 2. Merujuk pada hasil Dengan demikian, seluruh item dalam yang disajikan dalam tabel 1, seluruh instrumen dinyatakan valid. e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 Volume 6. No. 2 Oktober 2025. Uji Reliabilitas Tabel 2. Pengujian Reliabilitas Crobach Alpha Keterangan Variabel Sense (X. Reliabel Feel (X. Reliabel Think (X. Reliabel Act (X. Reliabel Relate (X. Reliabel Minat Berkunjung Ulang (Y) Reliabel (Peneliti, 2. Instrumen dikatakan reliabel antara 0,605 hingga 0,878, yang berarti apabila nilai Cronbach Alpha melebihi melebihi nilai 0,60. Dengan demikian, angka 0,60 (Ghozali, 2. Berdasarkan dapat disimpulkan bahwa seluruh item hasil yang tercantum dalam tabel 2, pernyataan dalam kuesioner memenuhi seluruh variabel dalam penelitian ini kriteria reliabilitas. menunjukkan nilai Cronbach Alpha Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Pengujian Normalitas (Peneliti, 2. Uji normalitas digunakan untuk grafik histogram menunjukkan pola mengetahui data residual terdistribusi yang menyerupai distribusi normal. Menurut meskipun sedikit miring ke kanan. (Ghozali. Sementara itu, titik-titik pada normal PAe P plot juga tampak menyebar secara relatif dekat dengan garis diagonal. Dengan demikian, dapat disimpulkan . erbentuk lonceng simetri. , dan titikbahwa data dalam penelitian ini titik pada PAeP plot menyebar mendekati garis diagonal. Berdasarkan gambar 1, mendekati distribusi normal. Uji Multikoloniearitas Tabel 3. Pengujian Multikoloniearitas Keterangan Variabel Tolerance VIF Sense (X. 102 Tidak terjadi Multikoloniearitas Feel (X. 060 Tidak terjadi Multikoloniearitas Masuk: 5 September 2025 Terbit: 31 Oktober 2025 Kontribusi Dimensi Experiential Marketing. ,(Yosi Dieta Pratama et. Hal. Think (X. 041 Tidak terjadi Multikoloniearitas Act (X. 031 Tidak terjadi Multikoloniearitas Relate (X. 021 Tidak terjadi Multikoloniearitas (Peneliti, 2. Uji multikolinearitas dilakukan bebas dari multikolinearitas jika nilai untuk mengetahui apakah terdapat tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. hubungan linear yang tinggi antara Berdasarkan tabel 3, seluruh variabel variabel independen dalam model independen dalam penelitian ini Pengujian menunjukkan nilai tolerance yang menggunakan nilai Tolerance dan (VIF) berada di atas 0,10 dan nilai VIF di Variance Inflation Factor. Menurut bawah 10, maka dapat disimpulkan (Ghozali, 2. , model regresi dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Pengujian Heteroskedastisitas (Peneliti, 2. Uji bawah sumbu nol. Berdasarkan gambar dilakukan untuk mengetahui terdapat 2 melalui uji scatterplot, terlihat bahwa atau tidaknya ketidaksamaan varians titik-titik residual menyebar secara acak dari residual di setiap nilai prediksi dan tidak membentuk pola yang pada model regresi. Menurut (Ghozali. Penyebaran juga relatif 2. , model regresi dinyatakan bebas merata di atas dan di bawah garis dari heteroskedastisitas jika titik-titik horizontal . Dengan demikian, residual tersebar secara acak, tidak dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi menyebar merata di atas maupun di masalah heteroskedastisitas. Tabel 4. Pengujian Glejser Variabel Signifikan Keterangan Sense (X. Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Feel (X. Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Think (X. Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Act (X. Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Relate (X. Tidak Terjadi Heteroskedastisitas (Peneliti, 2. Uji heteroskedastisitas juga bahwa variabel independen tidak memiliki varians residual yang tidak metode Glejser, untuk memastikan Penilaian didasarkan pada Vol 6. No. Oktober 2025 ketentuan nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05 (Ghozali. Analisis Regresi Linear Berganda e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 disimpulkan data pada tabel 4 tidak terjadi heteroskedastisitas . Gambar 3. Pengujian Regresi Linear Berganda (Peneliti, 2. Berdasarkan gambar 3 dapat terhadap variabel tersebut, maka dijelaskan bahwa persamaan regresi variabel dependen juga ikut meningkat. linear berganda sebagai berikut: Y = Sebaliknya, jika variabel menunjukkan 081 0,119X1 Ae 0,291X2 Ae 0,230X3 Ae pengaruh negatif, dapat diartikan 0,294X4 Ae 0,067X5 Jika variabel responden terhadap variabel tersebut, pengaruh positif, dapat diartikan bahwa semakin tinggi persepsi responden mengalami penurunan. Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Tabel 5. Pengujian Parsial Coefficientsa Unstandarized Coefficients Standarized Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Contan. 23,081 1,252 18,438 <,001 ,119 ,047 ,200 ,013 -,297 ,061 -,381 887 <,001 -,230 ,053 -,333 -4,315 <,001 -,294 ,053 -,423 -5,513 <,001 -,067 ,035 ,147 -1,922 ,058 Variabel Dependen: Y (Peneliti, 2. Marketing . ense, feel, think, ac. Dasar pengambilan keputusan yaitu apabila nilai . ) < 0. 05 maka sedangkan relate tidak berpengaruh secara signifikan. berpengaruh secara signifikan (Ghozali. Uji F (Simulta. Dari tabel 5 dapat dijelaskan bahwa kelima dimensi Experiential Kontribusi Dimensi Experiential Marketing. ,(Yosi Dieta Pratama et. Hal. Gambar 4. Pengujian Simultan (Peneliti, 2. Uji bawah 0,05. Berdasarkan gambar 4, diperoleh nilai signifikansi sebesar < variabel independen secara kolektif 0,001, yang mengindikasikan bahwa memberikan pengaruh yang signifikan kelima dimensi Experiential Marketing terhadap variabel dependen. Mengacu secara simultan berpengaruh signifikan pada (Ghozali, 2. , model regresi terhadap minat berkunjung ulang dinyatakan signifikan secara simultan apabila nilai signifikansi . ) berada di Koefisien Determinasi (R. Gambar 5. Pengujian Koefisien Determinasi (Peneliti, 2. RA digunakan untuk menilai sejauh mana model regresi mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel terikat. Menurut (Ghozali, 2. , semakin besar nilai RA maka semakin kuat kemampuan model dalam merepresentasikan hubungan antar Berdasarkan gambar 5, diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,462, yang mengindikasikan bahwa lima dimensi Experiential Marketing mampu menjelaskan sebesar 46,2% variasi pada minat berkunjung ulang. Adapun sisanya, sebesar 53,8%, dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian ini. Pengaruh Variabel Sense. Feel. Think. Act, dan Relate Secara Parsial Terhadap Minat Berkunjung Ulang Wisatawan Variabel sense berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri, dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0,013 (< 0,. Koefisien 0,119 menunjukkan bahwa semakin kuat persepsi wisatawan terhadap dimensi kecenderungan mereka untuk kembali Pada daya tarik wisata unsur-unsur pemandangan yang indah, suara alami berkontribusi menciptakan pengalaman yang mendalam. Bagi pengelola, temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga dan mengoptimalkan aspek Vol 6. No. Oktober 2025 kenyamanan panca indera. Kualitas kebersihan dan unsur alami perlu dipertahankan agar daya tarik tetap memiliki nilai. Variabel feel berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri, dengan nilai signifikansi < 0,001. Namun, pengaruh tersebut bersifat negatif dengan koefisien regresi sebesar Ae0,297, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi wisatawan terhadap dimensi feel, justru semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan kunjungan ulang. Temuan ini mencerminkan bahwa pengalaman seperti rasa nyaman atau suasana pengunjung belum sepenuhnya efektif mendorong loyalitas wisatawan. Terjadi ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita yang dirasakan, sehingga meskipun wisatawan merasa puas sesaat dorongan untuk mengulang kunjungan menjadi rendah. Pengelola wisatawan melalui pendekatan yang lebih mendalam seperti peningkatan Variabel think menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri, dengan nilai signifikansi sebesar < 0,001, lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Namun, koefisien regresi sebesar Ae0,230 menunjukkan bahwa pengaruhnya bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi persepsi wisatawan terhadap dimensi think, maka kecenderungan mereka untuk kembali justru menurun. Dalam konteks wisata alam, dimensi think yang berkaitan dengan unsur edukatif, dengan mengajak wisatawan untuk berfikir secara kreatif. Hal ini bisa terjadi ketika informasi disampaikan terlalu teknis, tidak menarik, atau tidak e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 sesuai dengan harapan wisatawan yang lebih mencari relaksasi dan keindahan daripada wawasan yang membangun Variabel act memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri, dengan nilai signifikansi < 0,001 dan koefisien regresi sebesar Ae0,294. Artinya, semakin tinggi persepsi wisatawan terhadap dimensi act, justru semakin rendah kecenderungan mereka untuk datang kembali. Pengaruh negatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas yang tersedia belum cukup menarik atau tidak meninggalkan kesan. Temuan ini memberi masukan penting agar elemen aktivitas wisata dirancang lebih menarik dan menginternalisasi gaya hidup wisatawan, misalnya dengan edukasi pelestarian lingkungan dengan konsep trekking. Variabel berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,058 (> 0,. dan koefisien regresi Ae0,067. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan sosial yang kuat, atau belum merasa menjadi bagian dari Dengan tersebut, pengelola perlu membangun suasana kebersamaan melalui aktivitas seperti program acara komunitas atau interaksi dengan masyarakat lokal. Seluruh dimensi diatas selaras dengan teori Experiential Marketing yang dikemukakan oleh (Schmitt, 1. , yang konsumen terbentuk melalui lima dimensi utama sense, feel, think, act, dan Perbedaan arah dan tingkat pengaruh dari tiap dimensi dalam konteks wisata menunjukkan bahwa tidak semua pengalaman berdampak sama terhadap keputusan kunjung ulang, tergantung pada bagaimana Kontribusi Dimensi Experiential Marketing. ,(Yosi Dieta Pratama et. Hal. masing-masing dirasakan dan direspon oleh wisatawan. Pengaruh Variabel Sense. Feel. Think. Act, dan Relate Secara Simultan Terhadap Minat Berkunjung Ulang Wisatawan Variabel sense, feel, think, act, dan relate, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,001, yang berada di bawah batas = 0,05. Nilai RA sebesar 0,462 menunjukkan bahwa 46,2% variasi minat kunjung ulang dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut. Meskipun pengaruh positif secara parsial, namun kelimanya memberikan dampak yang Hal ini selaras dengan pandangan (Schmitt, 1. yang Experiential Marketing terletak pada sinergi seluruh Wisatawan mungkin tidak mengingat satu dimensi secara spesifik, namun kombinasi dari dimensi sense, feel, think, act, dan relate secara bersamaDAFTAR PUSTAKA Ermawati. Pengaruh Kualitas Pelayanan. Fasilitas. Harga. Lokasi. Dan Konsep Green Hotel Terhadap Minat Berkunjung Kembali Rumah Turi Surabaya. Skripsi. IAIN Surakarta. Surakarta. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 Edisi 9. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Nadhifa, . Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Minat Berkunjung Kembali Pada Wisata Bahari sama membentuk kesan yang utuh dan berkunjung kembali. Bagi pengelola wisata, temuan ini menjadi bukti penting bahwa pengembangan wisata perlu dirancang secara apik, menyentuh mengandalkan keindahan alam semata SIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan dimensi sense, feel, think, act, relate berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan ke Air Terjun Dolo Kediri. Secara parsial, hanya sense yang berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan feel, think, dan act berpengaruh negatif, serta relate tidak signifikan. Meskipun berpengaruh signifikan, pengelola perlu memberikan perhatian terhadap dimensi yang menunjukkan pengaruh negatif secara parsial . eel, think, ac. , terutama bagi dimensi yang tidak berpengaruh secara signifikan . Selain itu, pengelola juga tetap harus mempertahankan nilai sense dan mengoptimalkan seluruh memperkuat keinginan wisatawan untuk berkunjung kembali. Lamongan. Skripsi. Universitas Jember. Jember. Normalasari. Johannes, & Yacob. Minat Kunjungan Kembali Wisatawan Daya Tarik Wisata Yang Dimediasi Oleh Electronic Word Of Mouth. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 12. , 156-169. Nurmalinda, & Manvi. Analisis Kepuasan Pengunjung Daya Tarik Wisata Talao Putih Waterfront Kota Pariaman. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6. Santoso. Pengaruh Experiential Marketing Dan Perceived Risk Terhadap Minat Vol 6. No. Oktober 2025 Berkunjung Kembali Pada Pantai Pulau Merah Banyuwangi Di Era Pandemi Khusus Pengunjung Jawa Timur. Skripsi. Universitas Jember. Jember. Schmitt. Experiential Marketing: How To Get Customers to Sense. Feel. Think. Act. Relate Your Company and Brand. New York: The Free Pers. e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 Tjiptono. Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Penerbit Andi. Weda. , & Dewi. Pengaruh Perkembangan Sektor Pariwisata Terhadap Tingkat Pengangguran Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. Jurnal EKonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 12. , 2337-2346.