KURVATEK Vol. No. November 2025, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 TIPE INTERVAL T2- HUMMOCKY PADA ENDAPAN BADAI (TEMPESTIT). FORMASI NANGGULAN, PEGUNUNGAN KULON PROGO. YOGYAKARTA T2-HUMMOCKY INTERVAL TYPE IN STORM DEPOSITS (TEMPESTITE). NANGGULAN FORMATION. KULON PROGO MOUNTAINS. YOGYAKARTA Siti Nuraini1,*. Ildrem Syafri2. Budi Muljana3. Adjat Sudradjat 4 Department of Geology. Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Jalan Babarsari. Caturtunggal. Depok. Sleman. Yogyakarta 55281. Indonesia *Email corresponding: siti. nuraini@itny. 2,3,4 Department of Geology. Faculty of Geology Technique. Padjadjaran University. Bandung. Indonesia Email: ildrem@unpad. Email: budimuljana@gmail. Email: asudradjat@yahoo. Cara sitasi: S. Nuraini. Syafri. Muljana, dan A. Sudrajat, "Tipe Interval T2- Hummocky pada Endapan Badai (Tempesti. Formasi Nanggulan. Pegunungan Kulon Progo. Yogyakarta," Kurvatek, vol. 10, no. 2, pp. 163-170, 2025. doi: 10. 33579/krvtk. 5800 [Onlin. Abstrak Ai Struktur hummocky dan swalley dari pola perlapisan menghalus ke atas dapat berasosiasi dengan model endapan turbidit. Bersamaan itu pula, struktur ini dapat terbentuk dalam susunan perlapisan endapan badai . Interpretasi ini perlu didukung oleh pemahaman mendalam mengenai karakter arus utama dari masing-masing model endapan tersebut. Penelitian ini akan mengupas karakter perlapisan hummocky dan swalley pada Formasi Nanggulan yang dijumpai di tiga lokasi lintasan yaitu Kali Clumprit. Kali Watupuru dan Kali Songgo. Metode yang diterapkan meliputi pembuatan penampang stratigrafi pada 3 lintasan Kali Clumprit (CBC). Watupuru (WJA) dan Songgo (ST. , korelasi umur ketiga penampang stratigrafi dan analisis arus Struktur hummocky-swalley dalam susunan perlapisan menghalus ke atas terbentuk karena dipicu oleh variasi arus yaitu arus oskilasi, arus dasar . ottom curren. dan arus kombinasi. Model variasi arus yang hadir secara bersamaan mencirikan endapan badai atau tempestit. Arah arusnya bersifat polimodal: bertolak belakang dan bercabang. Dua arus utama yang datang dari arah laut bersifat oskilasi, sedangkan arus dasar . ottom curren. berasal dari daratan. Di sisi lain, pola arus kombinasi cenderung bercabang dari dua pola arus Badai telah menyerang wilayah daratan pinggir pantai dengan lapisan hummocky yang saling bertumpukan, maju ke arah baratlaut sebagai pantai purbanya. Kata kunci: Hummocky, tempestit, badai, arus Abstract Ai The hummocky and swaley structures in the fining-upward layering pattern are indicative of turbidite deposition or storm sedimentary layers . Understanding the main current characteristics of each sedimentary model is crucial for interpretation. This study focuses on the hummocky and swalley layers in the Nanggulan Formation at three track locations: Clumprit River (CBC). Watupuru River (WJA), and Songgo (ST. River. Methods include creating stratigraphic cross sections at these locations, age correlation, and paleocurrent analysis. The hummocky-swaley structure is attributed to oscillatory, bottom, and combined currents, typical of storm sedimentary layers. Paleocurrent directions are polymodal, with oscillatory currents from the sea, bottom currents from the land, and combined currents branching off. Storms have impacted coastal areas, with hummocky layers advancing northwestward along the ancient coastline. Keywords: Hummocky, tempestite, storm, current PENDAHULUAN Studi mengenai endapan badai kurang popular di negeri ini. Kondisi ini menggambarkan minimnya singkapan batuan endapan tempestit, sehingga sulit untuk mengaplikasikan teori terhadap singkapan yang Endapan badai telah dipelajari menggunakan singkapan yang berumur tua yaitu Pra Kambrium (Myrow et al. , 2. sampai umur muda: Holosen (William, 2. Secara definisi, istilah tempestit Received Jun 25, 2025. Revised Nov 12, 2025. Accepted Nov 24, 2025 DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. mengacu pada suatu produk endapan badai akibat badai yang melanda wilayah pesisir atau garispantai menyebabkan sedimen tersebut tertransportasi dan terendapkan ulang ke lingkungan lebih dalam lagi di zona antara gelombang normal . air- weather wave bas. dan badai . torm wave bas. (Einsele, 1993 . Pomar, 2. atau shoreface (Gambar . Gambar 1. Konsep kejadian endapan badai (Einsele, 1993 . Produk tempestit bisa terbentuk dari kombinasi pasang-surut dan badai (Grundvyug et al. , 2. yang dapat terjadi di paparan karbonat (Franco et al. , 20110 . , delta (Legler et al. , 2014 . Nuraini et , 2004 . dan sebagainya. Secara umum, dalam paket tempestit dikontrol oleh dua tipe arus pengendapan yaitu arus turbidit mengendapkan lapisan dasarnya, kemudian pengendapan berikutnya dikontrol oleh kombinasi tipe arus (Myrow et al. , 2. (Gambar . Penemuan singkapan menghalus ke atas dari endapan badai dijumpai dalam Formasi Nanggulan terutama di Kali Clumprit. Watupuru dan Songgo (Rahardjo dkk. , 1. (Gambar . Formasi Nanggulan diendapkan sejak umur Eosen Tengah berkomposisi batupasir . erbutir sangat kasar sampai sangat halu. , batulanau dan batulempung yang disisipi oleh lapisan lignit, lapisan remukan cangkang . , lensa-lensa batupasir dan batugamping kalsilutit, mengandung karbonatan, tuffan, kwarsaan, konglomeratan dan sebagainya. Endapan badai . berkomposisi lapisan alas (T. berlitologi batupasir kasar, lapisan berlitologi batupasir menengah berstruktur hummocky-swalley (T. , lapisan current/ climbing ripple berlitologi batupasir halus sampai sangat halus (T. , kemudian laminasi parallel berlitologi batulanau mengandung fosil jejak (T. (Gambar . Gambar 2. Komposisi lapisan endapan badai beserta tipe aliran pengontrol (Myrow et al. , 2. II. METODE PENELITIAN Korelasi Formasi Nanggulan di ketiga penampang stratigrafi, melintasi Kali Clumprit. Watupuru dan Songgo telah menggunakan lapisan Batubara muda . (Gambar 3 & 4. Pengendapan Formasi Nanggulan dimulai sejak umur Eosen Tengah berdasarkan fosil pollen - spora (Dicolpopollis elegans Proxapertites sp AosmoothA. adalah Eosen Tengah (Lutetian sampai Priabonian Awal/ 48-36 juta tahun lal. Berdasarkan fosil foraminifera bentonik besar (Nummulithes striatus dan Nummulites boninensi. menunjukan umur Eosen Tengah (Lutetian sampai Bartonian/ 48-39 juta tahun lal. Pengukuran arus purba pada singkapan tempestit di ketiga lintasan, pada interval bagian alas dan bagian tengah (T. , sedangkan interval atas dijumpai terbatas di Watupuru saja. Diagram roset telah dihadirkan dengan kelompok segmen setiap 15o (Gambar . Hal ini untuk mengetahui arah dominan arus dalam kejadian badai. Adapun lapisan yang dijadikan kalibrasi untuk mengetahui arah pengendapan, menggunakan lapisan miring . pada penampang Watupuru di ketebalan antara 22,5 sampai 45m (Gambar . KURVATEK Vol. No. November 2025: 163 Ae 170 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 3. Lokasi pengendapan Formasi Nanggulan pada poligon biru muda beserta lokasi pengamatan pada jalur Kali Clumprit. Kali Watupuru dan Kali Songgo. Kulon Progo. Yogyakarta (Rahardjo dkk. , 1. Gambar 4. Korelasi Formasi Nanggulan di tiga penampang stratigrafi dari timurlaut ke barat daya: Clumprit. Watupuru dan Songgo. Tipe Interval T2- Hummocky Pada Endapan Badai (Tempesti. Formasi Nanggulan. Pegunungan Kulon Progo. Yogyakarta (Siti Nuraini. Ildrem Syafri. Budi Muljana. Adjat Sudradja. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. HASIL DAN DISKUSI Tempestit Kali Songgo (ST. Pola vertikal endapan katastropik Kali Songgo terdiri dari lapisan tipis alas (T. , kemudian lapisan T2 . ummocky dan swalle. yang dipotong oleh bidang reaktifasi (RS/ R) (Gambar 5. A). Lapisan coquinanya memiliki ketebalan sangat tipis (< 0,5 c. (Gambar 5. A dan B). Oleh karenanya, tidak terbentuk cetakan parit pada endapan ini. Hummocky bersudut landai muncul bersamaan yang disisipi oleh struktur swalley di tengahnya. Di atasnya muncul kantong batupasir berbutir medium, tidak berlapis . , kaya oksidasi besi, terpilah sedang, mengalami retakan-retakan. Kantong batupasir ini muncul di antara perselingan lapisan tipis . eperti kerta. batupasir menengah sampai sangat halus. Dengan kata lain struktur ini mencirikan fraksi kasar terperangkap dalam fraksi lebih halus. Jika memperhatikan lebih dekat lagi, batupasir ini mengisi struktur lekukan AuswalleyAy (Gambar 5. C). Retakan-retakan . pada batupasir kaya Fe ini dapat diakibatkan pada awalnya batupasir ini terjemur di bawah terik panas matahari. Kondisi ini menyebabkan terjadi pengurangan kadar air batupasirnya, sehingga terbentuklah retakan-retakan yang disebut AusandcrackAy. Periode selanjutnya bongkahan batupasir kasar ini tertransport dan mengendap ulang ke laut sebagai material allochthon akibat badai menghantam wilayah pesisir. Gambar 5 A). Endapan katastropik di Kali Songgo (ST. B). setelah diinterpretasi. C). Kantong pasir dari struktur lentikuler mencirikan terperangkapnya fraksi kasar . atupasir kasa. dalam dominasi fraksi halus . atupasir halu. Permukaan reaktifasi (RS) yang diamati dalam endapan tempestit Nanggulan hadir manakala terjadi perbedaan orientasi perlapisan. Arah arus purba yang diukur juga bersifat polimodal . erbagai arah, bertabrakan dan bercaban. pada diagram Rosetnya (Gambar 5. B). Hal ini dikarenakan selama pengendapan interval T2, ketika gelombang oskilasi badai menuju ke pantai maka di tengah perjalanannya akan bertemu dengan arus dasar . ottom curren. yang bergerak berlawanan arah, sehingga menghadirkan arus kombinasi (Gambar . Arus kombinasi ini menyebabkan perbedaan orientasi perlapisan T2 atau berpola bergelombang atau undulasi (Gambar 5. B). Pengukuran arus purba pada interval hummocky dan swalley (T. menunjukan arah utama pengendapan atau arus dasar . ottom curren. N165-180oE (Gambar 6. A). Arah terminasi badai ke utara dan timurlaut, sedangkan arah arus kombinasi menuju ke baratlaut N 240-345oE (Gambar 6. A). Myrow et . menegaskan arus kombinasi bersifat modifikasi arus turbidit dengan badai. KURVATEK Vol. No. November 2025: 163 Ae 170 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 6. Pengukuran arah arus pada interval T2 di: A. Kali Songgo (ST. Watupuru (WJA) yang terdiri dari struktur convolute (C. , hummocky cross stratification (HCS), cross bed (CB). Kali Clumprit-CBC (TimurLau. Pengukuran interval alas T1 . Watupuru terdiri dari bagian atas (Cq-A. , tengah (Cq-T. , bawah (Cq-B. Tempestit Kali Watupuru (WJA) Endapan katastropik di Kali Watupuru mencirikan penghalusan ke atas . ining upwar. , tersusun dari interval lapisan pecahan cangkang/ coquina (T. , kemudian perlapisan hummocky dan swalley (T. dan ditutupi interval current ripple (T. Keberadaan interval paralel horisontal (T. dan lapisan lempung berfosil jejak (T. tidak muncul, kemungkinan telah tererosi. Interval alas (T. berasosiasi dengan remukan cangkang moluska setebal 5 sampai 10 cm, tersemen kuat oleh oksidasi besi, kemas tertutup, tertanam dalam matriks batupasir halus. Interval T2 mencerminkan laminasi batulempung hummocky dan swalley berwarna hitam. Interval berikutnya berasal dari perubahan gradasi interval laminasi lempung hummocky menjadi laminasi lempung current ripple (T. (Gambar 7. A dan B). Pengukuran arah arus purba pada penjajaran cangkang dalam interval coquina (T. berarah tenggaraselatan. Arah ini mencerminkan arah longsoran interval dasar tempestit yang berfraksi kasar tergambar pada pola arus bawah dan tengah (Gambar 6. D). Namun pada bagian atas (Cq-A. terlihat pola bertolak belakang muncul. Hal ini mencirikan ada dua arah yaitu arus terminasi badai ke N 330-360oE dan arah pengendapan tempestit itu sendiri atau bottom current (Gambar 6. Struktur perlapisan hummocky dan convolute pada interval T2 seragam menuju ke satu arah UtaraTenggara (N150-N190oE). Di pihak lain, hummocky bertumpukan semakin maju ke arah baratlaut. Hal ini mencerminkan pergerakan arus oskilasi dalam tubuh air yang semakin berhenti ke daratan. Dalam hal ini posisi daratannya berada di baratlaut (Gambar 8. A,B). Gambar 7. A). Endapan katastropik K. Watupuru (WJA). B). setelah diinterpretasi. Tipe Interval T2- Hummocky Pada Endapan Badai (Tempesti. Formasi Nanggulan. Pegunungan Kulon Progo. Yogyakarta (Siti Nuraini. Ildrem Syafri. Budi Muljana. Adjat Sudradja. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Gambar 8. Singkapan: A. Struktur hummocky pada interval T2 tempestit Watupuru (W JA). Setelah diinterpretasi. memperlihatkan gambaran saling menumpuk yang bermigrasi ke arah baratlaut. Endapan Tempestit Clumprit (CBC) Endapan tempestit Clumprit tersusun dari lapisan T1. T2 dan T3 saja, sedangkan lapisan T4 dan T5 telah tererosi. Lapisan alas (T. menunjukan bentukan cekung ke atas yang terisi oleh remukan cangkang . , dinamakan cetakan parit/ gutter cast. Struktur ini terbentuk akibat pembebanan fraksi kasar bioklastik di atas sedimen lempung dasar laut (Gambar 9. A). Arah pengendapan lapisan hummocky (T. mencerminkan arah pengendapan . ottom curren. , arah terminasi badai/ gelombang dan arah arus kombinasi (Gambar 6. C). Arah pengendapan berada pada N135 -195oE (Selatan-Tenggar. , sedangkan terminasi badai menuju ke arah N300oE sampai N60oE (UtaraTimurlau. , sedangkan arus kombinasi berada pada timur dan baratdaya. Permukaan reaktifasi (RS) dalam interval T2 Clumprit bersifat hampir horisontal (Gambar 9. B). Gambar 9. A). Endapan katastropik Kali Clumprit (CBC). B). Setelah diinterpretasi: dengan arus purba bercabang dan bertolak belakang Arus kombinasi mencerminkan dua arah utama mengontrol dari efek oskilasi dalam tubuh air akibat badai dan aliran pengendapan yang dipicu oleh perbedaan densitas (Myrow et al. , 2. Secara sederhana, arah pengendapan dengan garis pantai purba membentuk sudut ortogonal atau tegak lurus KURVATEK Vol. No. November 2025: 163 Ae 170 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 (Leckie & Krystinik, 1. Namun, wilayah paparan yang berkedalaman sama . tidak selalu menghadirkan orientasi garis pantai yang ortogonal. Hal ini disebabkan selama proses transportasi sedimen bawah laut . dapat pula menunjukan pola berkelok (Sneddewn & Swift, 1. Jika sedimen yang diangkut terkena badai maka pola arah arusnya akan lebih variatif. Berdasarkan hal ini, arah pengendapan lapisan hummocky (T. dari tempestit Formasi Nanggulan menunjukan variasi yang terdiri dari arah pengendapan . ottom curren. , arah terminasi badai, dan arah arus kombinasi. Arah terminasi badai ini sangat memungkinkan searah dengan arus bolak-balik pasang-surut yang juga mengontrol pengendapan tempestit Formasi Nanggulan. Peneliti sebelumnya telah menyatakan (Grundvag et al. , 2. bahwa migrasi pola hummocky yang bertumpuk mencirikan peran gelombang badai berasosiasi pula dengan arus pasang-surut. IV. KESIMPULAN Pola arus yang dihasilkan dari endapan tempestit Nanggulan tergambarkan pada interval T2 berasal dari struktur hummocky, swalley, convolute dan perlapisan bersilang . ross be. Arah arus purba menggambarkan 3 arah yaitu arah pengendapan . ottom curren. ke arah selatantenggara, kemudian arah terminasi badai/ gelombang ke arah baratlaut sampai utara, dan arah arus kombinasi . imulaut dan baratday. Maka lapisan hummocky akibat badai (T. akan menghadirkan pola polimodal yang bertolak-belakang dan bercabang berasosiasi dengan permukaan reaktifasi. Struktur hummocky yang bertumpuk menunjukan berhentinya gelombang oskilasi badai menuju ke baratlaut sampai utara ketika menemui daratan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih tak terhingga kepada institusi (ITNY) yang telah mendanai riset ini (S. 473/ITNY/ST-Dsn/IV/2. Demikian pula atas bantuan yang diberikan oleh para mahasiswa selama mengambil data lapangan, penulis ucapkan terima kasih banyak dan semoga diberikan ganjaran lebih oleh Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA