Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Progressive of Cognitive and Ability http://journals.eduped.org/index.php/jpr Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa yang Berakhlak Mulia Fadlan Taufiqurrohman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Indonesia Info Artikel ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima 12 September 2022 Direvisi 18 September 2022 Revisi diterima 25 September 2022 Kata Kunci: Akhlak Mulia, Pendidikan Agama Karakter Siswa. Guru Islam, Islamic Religious Education Teacher, starting character, student character. Guru Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter siswa disekolah. Peranan Guru Pendidikan Agama Islam tersebut membentuk karakter siswa yang tadinya kurang baik menjadi lebih baik, dan sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik lagi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru pendidikan gama Islam dalam pembentukan karakter siswa adalah : Kerja sama dengan orang tua itu penting jadi bagaimana anak bisa menjadi atau mempunyai karakter yang bagus harus ada kerjasama nya dengan orangtua dan lingkungan sekitar, dan tujuan kegiatan eskul memberikan gambaran bagaimana karakter siswa dibangun secara baik, Kemudian faktor pendukung dan penghambat guru dalam membentuk karakter, adanya fasilitas yang memadai dalam membentuk karakter siswa. Adapun penghambat nya yaitu dari siswa itu sendiri, dimana kelihatannya siswa itu karakter nya baik disekolah tetapi ketika dirumah lingkungan nya tidak mendukung ataupun kurangnya pengawasan orangtua. ABSTRACT Islamic Religious Education teachers play an important role in shaping the character of students in schools. The role of the Islamic Religious Education Teacher is to shape the character of students who were not good enough to become better, and before that were good to become even better. The purpose of this study was to determine the efforts of Islamic religious education teachers in shaping the character of students at Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok. The research that the author is doing is field research using a qualitative approach. Data was collected by conducting observations, interviews, and documentation. The results of the study show that the efforts of Islamic religious education teachers in forming student character are: Cooperation with parents is important so how children can become or have good character there must be cooperation with parents and the surrounding environment, and the purpose of extracurricular activities provides an overview of how character students are built well, then the supporting and inhibiting factors of the teacher in shaping the character, the existence of adequate facilities in 141 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 shaping the character of the students. The obstacle is from the students themselves, where it seems that students have good character at school but when at home the environment is not supportive or lacks parental supervision. This is an open access article under the CC BY license. Penulis Koresponden: Fadlan Taufiqurrohman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3, Glugur Darat II, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia Fadlantaufiqurtohman@gmail.com How to Cite: Taufiqurrohman, Fadlan. (2022). Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa yang Berakhlak Mulia. Progressive of Cognitive and Ability, 1(2). 141-146. https://doi.org/10.56855/jpr.v1i2.30 PENDAHULUAN Pendidikan adalah pengalaman-pengalam belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal, informal dan non formal, disekolah, dan diluar sekolah, yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuankemampuan kualitas individu, agar dikemudian hari dapat memaikan peran hidup secara tepat. Fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang sistem pendidikan nasional no 20 tahun 2003 Bab 2 pasal 3. Pendidikan nasional berfungsi membangun kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, serta bertanggung jawab. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak agar selaras dengan alam dan masyarakatnya. Istilah karakter dan kepribadian (personality) dalam pengertiannya hampir tidak dapat dibedakan, karena keduanya memiliki makna sama yaitu ciri khas atau khusus yang dimiliki seseorang. Kata kepribadian berasal dari kata Personality (bhs. Inggris) yang berasal dari kata Persona (bhs. Latin) yang berarti kedok atau topeng. Aksi tawuran antar pelajar Sekolah Menengah sering kali menghiasi berbagai media nusantara, termasuk juga aksi tawuran suporter sepakbola yang aktornya tidak lain adalah pelajar. Terlepas dari apa alasan dan latar belakang tragedi tersebut, perlu kita telaah mengapa hal itu seakan-akan menjadi hal yang harus mereka lakukan sebelum memasuki masa yang disebut dewasa. Dengan mengetahui adanya karakter (watak, sifat, tabiat ataupun perangai) seseorang dapat memperkirakan reaksi-reaksi dirinya terhadap berbagai fenomena yang muncul dalam diri ataupun hubungannya dengan orang lain, dalam berbagai keadaan serta bagaimana mengendalikannya. Karakter dapat ditemukan dalam sikap-sikap 142 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 seseorang, terhadap dirinya, terhadap orang lain, terhadap tugas-tugas yang dipercayakan padanya dan dalam situasi-situasi yang lainnya. Di Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok banyak kasus kenakalan siswa yaitu salah satunya tawuran antar pelajar Tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan pelajar. Hal ini telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, saya akan mengeksplorasi apa dan bagaimana, sekaligus menawarkan intervensi sebagai solusi alternatif dalam menangani tawuran antar pelajar. Analisis yang dalam terhadap akar permasalahan yang menjadi faktor penyebab tawuran akan menjadi titik tolak untuk merumuskan solusi yang tepat sebagai alternatif dalam penanganan tawuran. Salah satu kasus kenakalan remaja telah merambah ke dalam dunia pendidikan seperti siswa di Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok, yaitu terlambat masuk sekolah, memakai seragam tidak lengkap atau tidak sesuai dengan ketentuan,kenakalan diluar lingkungan sekolah yaitu aksi tawuran. Lingkungan dapat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan,demikian pula dengan kenakalan remaja yang sering terjadi di Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok. Pada dasarnya semua manusia itu baik tetapi hanya saja ada beberpa hal yang dapat membuatnya menjadi pribadi yang kurang baik. Lingkungan merupakan suatu tempat dimana terjadi proses interaksi antara manusia yang satu dengan yang lainya. Ada faktor yang mempengaruhi kenakalan yang terjadi pada siswa tidak hanya berdampak induvidu saja, namun juga berdampak pada lingkungan sosialnya baik dalam ruang lingkup keluarga,sekolah dan masyarakat. METODOLOGI Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan di Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok . Peneliti memilih Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok untuk diteliti karena peneliti ingin mengetahui bagaimana lingkungan sekolah siswa disana dan bagaimana Upaya Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan pengaturan waktu mulai dari bulan agustus sampai september 2022. Karena di bulan tersebut siswa sudah mulai aktif dan mulai kondusif pembelajarannya, dan siswa masih bersemangat belajar paska liburan semester. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data yang diperlukan maka perlu adanya Teknik pengumpumpulan data yang dapat digunakan secara tepat sesuai dengan masalah yang diselidiki dan tujuan penelitian, maka penulis menggunakan beberapa metode yang dapat mempermudah peneliti ini, antara lain : 1. Observasi Observasi diartikan sebagai kegiatan penelitian melalui pengamatan, dan pencatatan secara sistemik terhadap berbagai gejala yang tampak pada objek penelitian.3 Menurut Sukardi dalam bukunya Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Prakteknya, observasi adalah cara pengambilan data dengan menggunakan salah satu panca indera yaitu indera penglihatan sebagai alat bantu utamanya untuk melakukan pengamatan langsung, selain panca indera biasanya penulis menggunakan alat bantu lain sesuai dengan kondisi di lapangan antara lain buku catatan, kamera, film, proyektor, checklist yang berisi obyek yang diteliti dan lain sebagainya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengupayakan perilaku alami dari subyek agar tetap 143 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 terjaga tanpa adanya pengaruh dari prilaku peneliti. Hasil pengamatan diintepretasikan sesuai dengan keadaan empiris. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pemahaman terhadap prilaku subyek yang kemudian diungkapkan ke dalam laporan penelitian. Halhal yang akan di observasi ialah Aktivitas Pengajaran, Strategi Guru PAI dalam pembentukan karakter siswa. 2. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Wawancara terhadap informan sebagai sumber data dan dilakukan dengan tujuan penggalian informasi tentang fokus penelitian. Dalam wawancara biasanya terjadi tanya jawab yang dilakukan secara sistematis dan berpijak pada tujuan penelitian. Dengan kata lain, wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari subyek. Dalam melaksanakan interview, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentag hal-hal yang akan ditanyakan. Metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber data. Adapun yang terlibat dalam proses interview adalah kepala sekolah untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan sejarah terdirinya Ponpes K.H Ahmada Dahlan Sipirok, Tokoh berdirinya, Visi dan Misi serta mengetahui keadaan siswa dan keadaan guru. Serta mewancarai Guru Pendidikan Agama untuk mengetahui upaya guru PAI dalam pembentukan karakter siswa Untuk mengetahui Peran guru PAI dalam membentuk karakter siswa. Untuk mengetahui Hasil yang Diharapkan atau diperoleh dalam pembentukan karakter siswa oleh guru PAI. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter siswa. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi diperlukan untuk memperkuat bukti dari hasil penelitian. Di samping itu, dokumentasi juga digunakan untuk mengecek kembali bila ada data yang belum tercatat maupun bila ada data yang meragukan pada saat observasi dilaksanakan. Metode dokumentasi yang peneliti gunakan untuk memperoleh data dan catatan tentang: a. Sejarah dan latar belakang berdirinya Ponpes K.H Ahmada Dahlan Sipirok b. Profil Sekolah Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok c. Visi Dan Misi Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok d. Stuktur Organisasi Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok e. Keadaan Guru Dan Karyawan Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok f. Keadaan Siswa-Siswi Ponpes K.H Ahmad Dahlan Sipirok g. Sarana Dan Prasarana h. Kegiatan Ekstrakurikuler i. Penyajian Data 4 . Penarikan kesimpulan (drawing conclusion) Dilakukan dengan memverifikasi secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Ponpes K.H Ahmad Dahlan sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, peneliti melihat santri/yah sangat heterogen (beraneka 144 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 ragam) latarbelakangnya, baik latar belakang keluarga maupun asal daerah. Dalam pendidikan agama, santri ada yang sudah bisa membaca al-Qur’an dan mengetahui sedikit tafsirnya, tetapi ada yang masih belum bisa sama sekali. Karena ada santri yang hanya sampai mts/smp saja atau ada yang masuk langsung aliyah karena smp/mts diluar pesantren. Sehingga siswa tersebut mulai dari awal dengan belajar membaca dan mengenal nahwu dan shorof, tajwid, makhorijul huruf dan lain - lain. Sehingga, upaya yang dilakukan oleh Ustadz dan Ustadzah (panggilan guru) dipesantren dalam mendidik dan membina siswa dalam penguatan keimanan dan ketakwaan siswa serta akhlak dengan cara: 1. Belajar membaca al-Qur’an dan hafalannya. Sekolah ini memberikan pembinaan kepada siswa dalam membaca dan menghafal al-Qur’an, hal ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan pelajaran agama pada siswa. Sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya pandai pengetahuan umum saja, tetapi pengetahuan tentang agama juga. Model yang digunakan dalam menghapal adalah dengan menargetkan 1 juz dalam satu semester. 2. Belajar tahdzibul akhlak melalui hadist – hadist rasulullah saw. 3. Sholat 5 waktu berjamaah. Sholat adalah rukun islam kedua setelah syahadat. Sholat merupakan bentuk ketakwaan kita sebagai hamba Allah, setelah kita mengimaniNya. Dan sholat juga merupakan perintah yang diberikan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw tanpa perantara malaikat, jadi bisa dibilang sholat adalah panggilan langsung dari Allah. 4. Penanaman akhlak pada siswa Siswa diajarkan untuk saling menghormati, saling berbagi, saling mengingatkan dan toleransi sesama, seperti menghormati orangtua, guru, saudara dan teman. Dari cara diatas menunjukkan keseriusan ustadz dan ustadzah dalam membina akhlak siswa. Hasil dalam membina akhlak siswa Pembinaan yang dilakukan oleh Sekolah ini dapat dikatakan berhasil, hal itu bisa dilihat 100% siswanya lulus. Selain itu, semua siswa yang lulus juga hafal minimal juz 30 dan do’a sehari–hari setelah mengikuti ujian singkat. Ini menunjukkan kalau sekolah ini tidak hanya mengutamakan siswanya memahami pengetahuan umum saja, tetapi lulusannya dibekali dengan pengetahuan agama yang kuat. KESIMPULAN Santri / yah di ponpes K. H Ahmad dahlan sangat heterogen atau beragam latar belakangnya, baik asal maupun keluarganya. Begitu juga kemampuan daripada santri / yahnya. Dikarenakan ada santri/yah yang hanya sampai mts atau setingkat smp dan ada juga yang masuk pesantren mulai aliyah/SMA. Sehingga ada santri/yah yang sudah mampu membaca kitab ada yang belum. Ada yang sudah hafal al-qur’an beberapa juz ada yang belum dan lain sebagainya. Sehingga para asatidzah berupaya menanamkan sikap semangat dan percaya diri untuk mengejar ketertinggal dan menghafal al-qur`an. Begitu mengajarkan do`a – do`a dan akhlaqul karimah yang mulia. Pengajaran seperti ini terbukti berhasil, dimana para santri terlihat dapat bersikap dan menunjukkan akhlaq didepan tamu, asatidzah dan sesamanya serta berhasil menjawab ujian singkat berupa wawancara tanya jawab. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, M Yatimin. 2007. Studi Akhlak DAlam perspektif Al-quran. Jakarta; 145 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Amzah. Amin, Ahmad. 1995. Etika (Ilmu Kalam). Jakarta: Bulan Bintang. Daradjat, Zakiah. dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Hasbullah. 2005. Dasar – dasar Ilmu Pendidikan . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Margono, S. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Marimba ,Ahmad D. 1981. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung :PT. Al-maarif. Mayulis, R. A. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia. Mudiyaharjo, Redja. 2002. Pengantar Sebuah Studi Awal tentang Dasar – dasar pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Muhyiddin. 1999. Kuliah Akhlak Tasawwuf. Jakarta: Kalam Mulia. Ramayulis. 2004. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia. Ya’qub, Hamzah. 1996. Etika Islam. Bandung: c. v. Diponegoro. Uhbiyati, Nur. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: CV. Pustaka Seti BIOGRAFI PENULIS Fadlan Taufiqurrohman Mahasiswa, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Angkola Timur, Fadlantaufiqurtohman@Gmail.com 146 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 141 - 146