Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. Maret 2025, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/cnd. Pelatihan Manajemen Perilaku Generasi Z Dan Milenial Pada Jemaat Gereja Kingmi Kota Jayapura John Agustinus* dan Reymarsyel George Timothy Maury** *Dosen Program Studi Magister Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura **Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Alamat Email : johnagustinus@stie-portnumbay. id, maurygeorge21@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 Maret 2025 Disetujui 29 Maret 2025 Keywords: Manajemen. Perilaku. Generasi Z. Milenial. ABSTRAK Abstract : The importance of adapting human resource management strategies is becoming increasingly fundamental along with the rapid development of technology and changes in the needs of church services in this digital era. The purpose of this community service is to understand the service strategy for the congregation by church workers who can adapt according to the challenges in the Generation Z and millennial eras, with the aim of improving church services and performance and to find out the indicators in implementing service strategies in the church and congregation in particular which have a more significant impact on Generation Z, which is able to provide a positive contribution to the congregation's stewardship strategy in the current Generation Z and Millennial era. In this Community Service, the Church and Congregation Stewardship Strategy for Generation Z and Millennials is given training on how to manage Challenges and Opportunities in the Generation Z and Millennial eras in order to improve services in the congregation and church. Abstrak : Pentingnya adaptasi strategi pengelolaan sumber daya manusia menjadi semakin mendasar seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pelayanan di gereja pada era digital ini. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini untuk memahami strategi pelayanan pada jemaat oleh para pngerja gereja yang dapat beradaptasi sesuai dengan tantangan pada era Generasi Z dan era milenial, dengan tujuan pada peningkatan pelayanan dan kineja gereja serta untuk mengetahui indikatorindikator dalam menerapkan strategi pelayanan pada gereja dan jemaat pada khususnya yang lebih sigifikan berdampak pada Generasi Z, yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap strategi penatalayanan jemaat di era generasi Z dan Milenial saat ini. Pada pengabdian Masayarakat ini Strategi penatalayanan pada gereja dan jemaat pada Generasi Z dan Milenial diberikan pelatihan bagaimana mengelola Tantangan dan Peluang di era Generasi Z dan era milenial agar dapat Meningkatkan layanan di jemaat dan gereja. Open access article under the CC BY-SA license. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara individu mengelola informasi. Di era digital ini, setiap generasi memiliki karakteristik dan preferensi yang berbeda dalam memanfaatkan teknologi, terutama dalam konteks manajemen informasi. Generasi Z, yang lahir setelah tahun 1996, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sudah didominasi oleh teknologi digital seperti internet, media sosial, dan perangkat mobile. Hasanah. Nur. Mereka sering disebut sebagai "digital natives" karena sejak kecil sudah akrab dengan berbagai perangkat teknologi, yang membuat mereka lebih adaptif terhadap perubahan digital dan cenderung menganggap teknologi sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Aji. Pratama Wasisto. Sebaliknya. Generasi Millennials, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, mengalami transisi dari era analog ke digital. Mereka mengenal teknologi secara bertahap, mulai dari internet awal hingga URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ Agustinus dan Maury, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 perkembangan pesat smartphone dan media social. Aji. Pratama Wasisto. Pengalaman ini membuat mereka memiliki pendekatan yang lebih seimbang dalam menggunakan teknologi. Mereka sering disebut sebagai "digital immigrants" karena harus beradaptasi dengan perubahan digital yang terjadi saat mereka tumbuh dewasa. Adaptasi ini menjadikan Millennials lebih selektif dan cenderung mempertimbangkan aspek keamanan serta kestabilan sebelum menerima teknologi baru. Zunaidi. Arif. Perbedaan latar belakang ini menghasilkan variasi dalam perilaku manajemen. Informasi antara kedua generasi tersebut. Generasi Z lebih mengutamakan akses cepat dan interaktif melalui platform digital seperti media sosial, sementara Millennials menggabungkan penggunaan platform digital dengan sumber informasi yang lebih tradisional seperti website dan email. Keduanya memiliki peran penting dalam dunia kerja dan masyarakat luas, terutama dalam hal pengambilan keputusan berbasis data dan pemanfaatan teknologi informasi Aprilita. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat. Dosen dan Mahasiswa Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura memberi manfaat langsung kepada masyarakat melalui proses implementasi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Selain itu, menjalin hubungan yang lebih luas dengan berbagai denominasi gereja dan output Program Studi Magister Manajemen guna menunjang proses implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat. Montang. Ricky Donald. menjelaskan dalam dunia yang terus berubah dan penuh tantangan, kepemimpinan Kristen dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk membawa perubahan yang berdampak, baik dalam gereja, masyarakat, maupun kehidupan pribadi orang percaya. Pemimpin Kristen yang transformatif adalah mereka yang tidak hanya memimpin dengan kecakapan manajerial, tetapi juga dengan hati yang selaras dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kepemimpinan ini tidak hanya fokus pada pencapaian tujuan-tujuan duniawi, melainkan lebih dalam lagi, bertujuan untuk mengubah hati, pemikiran, dan perilaku orang-orang yang dipimpinnya agar semakin serupa dengan Kristus. Pemimpin Kristen yang transformatif tidak hanya memotivasi, tetapi juga menginspirasi, memberdayakan, dan membentuk komunitas berdasarkan cinta kasih, pelayanan, dan integritas. Selanutnya Montang. Ricky Donald. mengatakan Seorang pemimpin Kristen yang transformatif menempatkan pelayanan di atas segalanya, mengutamakan kebutuhan orang lain dan berkomitmen pada visi yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Melalui kepemimpinan yang berpusat pada Kristus ini, seorang pemimpin transformatif mampu menghadirkan perubahan yang mendalam, bukan hanya secara struktural, tetapi juga secara spiritual, membawa umat kepada kedewasaan iman dan kehidupan yang penuh makna dalam Tuhan. Gambar 1 Pembukaan Pelatihan Pelatihan Manajemen PerilakuA( Agustinus dan Maur. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Metode Pendekatan Pengabdian Masyarakat yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah pendekatan Pengabdian Masyarakat deskriptif kualitatif. Metode Pengabdian Masyarakat kualitatif merupakan metode Pengabdian Masyarakat yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk peneltian generalisasi Zunaidi. Arif. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan teknik Pengabdian Masyarakat Content analysis merupakan metode dalam proses yang dinamis guna mendalami dan mengungkapkan inti yang berlandaskan komponen isi. Penulis menafsirkan dan berusaha untuk memahami isi pesan maupun ide utama yang terkandung dalam sebuah buku Content analysis Zunaidi. Arif. Metode kegiatan ini adalah pelatihan serta memberi penjelasan. Pelatihan dilaksanakan di Cafy Rumah Kopi pada tanggal 14-15 Februari 2025 Dengan waktu 08. 30 WIB sampai dengan pukul 19. 00 WIT. Dan yang mengikuti 113 peserta dari berbagai gereja. Tema-tema materi yang disampaikan antara lain: . Pelatihan Manajemen Perilaku Organisasi. Strategi Pengelolaan Keuangan Gereja. Model Pelayanan / Penatalayanan Jemaat. Metode Pelayanan Gereja Pada pelatihan Pelayanan Gereja Sekolah Minggu. Metode ini dipilih untuk memberi kesempatan kepada Para Pengerja Gereja / pelayan Gereja agar dapat membuat sendiri proses penyusunan laporan aktifitas Pelayanan Gereja sekolah minggu, sesuai dengan permasalahan Pelayanan Gereja yang dihadapi oleh para Pengerja dan Pelayan Gereja sekolah minggu dalam Melayani Jemaat mengajar di Gereja masing-masing. Dalam pelatihan ini para pengerja Gereja dan Pelayan Gereja diberi kesempatan untuk membuat rancangan kerja yang akan dibahas oleh pemateri, kegiatan pelatihan para pengerja Gereja dan Pelayan Gereja mengikuti paparan materi yang diberikan selama pelatihan dan melakukan penyusunan laporan serta melakukan diskusi mengenai berbagai masalah yang dihadapi pengerja Gereja dan Pelayan Gereja dan para peserta diberikan kesempatan membuat tulisan untuk Peserta yang mengikuti pelatihan dengan membuat tulisan kerangka kerja dan menyampaikan pokok-pokok permasalahan dari peserta butuhkan di dalam proses pelatihan ini peserta menuliskan apa saja masalah yang mereka hadapi. Dengan begitu pengerja Gereja dan Pelayan Gereja mendapatkan inspirasi dan mampu menarik kesimpulan dari materi-materi yang disampaikan. Tehnik analisis dalam melakukan kelengkapan data pada pengabdian masyarakat maka diperlukan teknik pemeriksaan. Tehnik ini penting untuk dilaksanakan dalam membantu penulisan laporan pengabdian masyarakat lebih valid. Keabsahan data dapat menggunakan tehnik Focus Group Discussion. Data-data selama pelatihan diperiksa dengan menggunakan teknik Focus Group Discussion untuk mendapatkan keabsahan laporan pengabdian masyarakat. Panduan Pengabdian masyarakat Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Tahun 2. Hasil Pengabdian Masyarakat Kegiatan Pelatihan di Cafe Rumah Kopi pelatihan penyusunan laporan Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja bagi Pengerja dan Pelayan Gereja melalui pelatihan yang dilaksanakan pada 14 Ae 15 Februari 2025. Kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan dihadiri oleh 59 peserta melalui undangan. Peserta pelatihan sangat antusias dengan materi pelatihan yang diberikan. Hal ini terlihat dari awal hingga akhir acara, semua peserta mengikuti dengan baik dan para peserta aktif untuk bertanya. Materi yang disampaikan mengenai langkah menyusun pelayanan di gereja. Peserta Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja melakukan Pelatihan di Cafe Rumah Kopi peningkatan pengembangan pelayanan para pengerja gereja untuk menentukan identifikasi permasalahan yang menjadi topik pembahasan pada sesi diskusi kecil di pelatihan Pengabdian Masyarakat. Untuk Pengerja dan Pelayan Gereja yang sudah melakukan Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja maka dapat melakukan penyusunan pembuatan laporan. Untuk permasalahan yang akan dibahas merupakan hasil dari yang terjadi dalam proses Pelayanan Gereja yang mereka ajarkan. Jika sudah di susun laporannya maka dari itu Pengerja dan Pelayan Gereja tersebut dapat menyerahkan hasil laporan yang sudah dibuat. Selanjutnya adalah pemeriksaan hasil laporan yang sudah diserahkan, jika ada yang kurang berkenan akan di serahkan kembali kepada Pengerja dan Pelayan Gerejanya masing-masing, supaya dapat diperbaiki kembali laporannya. Seharian penuh acara Pelatihan di Cafe Rumah Kopi di laksanakan, dari pemberian materi. Sharing atau pun peserta di berikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang tidak mereka kuasi atau tidak mengerti. Maka dari itu dua narasumber yang ada di dalam acara Agustinus dan Maury. Vol. No. Maret 2025:6-13 Agustinus dan Maury, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pelatihan di Cafe Rumah Kopi itu memberikan stimulus yang meningkat, supaya pemahaman para peserta dapat meningkat sehingga memuncul kan hasil pencapaian yang baik. Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja bagi Pengerja dan Pelayan Gereja bahwa sekitar 70% peserta memahami konsep pengembangan pembuatan laporan PTK, menyusun laporan PTK ini sangat dibutuhkan Pengerja dan Pelayan Gereja untuk melihat kemampuan dari siswanya. Tabel Hasil FGD dan Premis NAMA TOPIK HASIL FGD PREMIS John Agustinus - Manajemen Gereja harus beradatasi dengan Perilaku lingkungan yang berkembang Organisasi saat ini, karena arus perubahan Menjadi pemimpin Kristen - Perilaku Generasi masif terjadi. Z dan Milenial merupakan sesuatu yang - Era 4. 0 dan 5. sangat penting apalagi sebagai bapa-bapa yang Marthen Mauri - Kepemimpinan Pemimpin transformatif dalam adalah pemimpin dalam Gereja konteks Kristen memahami keluarga dan juga di tempat - Pemimpin bahwa mereka dipanggil untuk yang lain. Transformatif melayani orang lain, bukan Pelayanan yang berfokus - Model Pelayanan untuk mencari kekuasaan atau pada orang lain dapat Gereja pengaruh pribadi. Pelayanan yang berfokus pada orang lain yang mendalam dalam adalah konsep kepemimpinan orang-orang dan tindakan pelayanan yang yang kita layani. Ketika orang merasa didengarkan, kepentingan, dan kesejahteraan orang lain di atas kepentingan sering kali mengalami Risqi Bajan - Pengelolaan - Pendekatan Pelayanan perubahan baik secara keuangan gereja Gereja menggambar suatu - Penatalayanan model yang di gunakan Gereja untuk mengatur pencapaian Kepemimpinan - Guru-guru tujuan Rencana Kerja dan sekolah minggu memberi suatu arahan. - Pelayanan Gereja adalah diartikan terjadinya suatu proses yang bersifat umum, yang di dalamnya menjadi penguatan dan mendasari metode Pelayanan Gereja. Pelatihan Manajemen PerilakuA( Agustinus dan Maur. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Gambar 2 partisipasi peserta pelatihan Peningkatan kualitas dan kuantitas pengembangan laporan Pertangungjawaban Pelayanan berbentuk laporan Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja dan artikel ilmiah baik bidang bahasa maupun pendidikan. Dari hasil laporan Pertangungjawaban Pelayanan yang terkumpul adalah sebanyak sepuluh laporan Pelayanan Gereja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja bagi Pengerja dan Pelayan Gereja pengembangan karya yang berbentuk penulisan laporan Pengabdian Masyarakat Pelayanan Gereja di segala bidang maupun pendidikan bagi Pengerja dan Pelayan Gereja mata pelajaran untuk meningkatkan profesionalitas Pengerja dan Pelayan Gereja dapat berjalan dengan lancar. Hasil Focus Group Discussion pada pelatihan selama dua hari, mendapatkan hasil-hasil diskusi yang dijelaskan dibawah ini . Pengertian Pendekatan Pelayanan Gereja menurut Montang. Ricky Donald. Menyatakan bahwa pendekatan Pelayanan Gereja menggambar suatu model yang di gunakan untuk mengatur pencapaian tujuan Rencana Kerja dan memberi suatu arahan Nur Hasanah et al. kepada Pengerja dan Pelayan Gereja mengenai langkah-langkah pencapaian tujuan itu. Selanjutnya menurut Montang. Ricky Donald. mengungkapkan bahwa pendekatan Pelayanan Gereja adalah dapat diartikan sebagai sudut pandang dari kita mengenai terjadinya suatu proses yang bersifat masih umum, yang di dalamnya menjadi wadah,memberikan inspirasi. memberikan penguatan dan melatari suatu metode Pelayanan Gereja yang tercakup di dalam teoritis tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi Pelayanan Gereja merupakan suatu konsep perbuatan atau suatu tindakan yang dapat digunakkan oleh Pengerja dan Pelayan Gereja dalam proses Pelayanan Gereja didalam Gereja sehingga dapat mewujudkan ketercapaian tujuan yang sudah di tentukan di awal. Sehingga tujuan awal yang sudah di rencanakan di awal dalam proses Pelayanan Gereja di dalam Gereja. Tentunya tujuan tersebut mampu mencapai tujuan tersebut secara efesien dan efektif. Strategi Pelayanan Gereja mengungkapkan bahwa rancangan Pelayanan Gereja adalah suatu konsep kegiatan proses Pelayanan Gereja yang dilakukan oleh Pengerja dan Pelayan Gereja dan juga siswa supaya dapat arah dari Pelayanan Gereja tersebut sehingga adanya ketercapaian secara efektifitas dan menjelaskan di dalam strategi Pelayanan Gereja ini juga mengandung makna suatu perencanaan. Yang memiliki makna, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual dari hasil-hasil yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan Pelayanan Gereja. Jadi dari beberapa argumen para ahli di atas, dapat pahami bahwasannya strategi Pelayanan Gereja merupakan penggambaran dari suatu tindakan yang digunakan oleh Pengerja dan Pelayan Gereja di berbagai proses Pelayanan Gereja dengan maksud dan tujuan mewujudkan ketercapain tujuan instruksional . ujuan pengajaran yang telah ditentuka. untuk mengapai tujuan dari Pelayanan Gereja yang fektif dan efisien tentunya. Model Pelayanan Gereja yaitu suatu rancangan atau suatu Model. Model Pelayanan Gereja pada umumnya,dapat diartikan sebagai prosedur sistematis yang digunakan dalam mengelola pengalaman Melayani Jemaat guna mencapai tujuan Pelayanan Gereja. Agustinus dan Maury. Vol. No. Maret 2025:6-13 Agustinus dan Maury, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Fungsi Model Pelayanan Gereja Sebagai pedoman yang memberikan petunjuk kepada Pengerja dan Pelayan Gereja tentang kegiatan yang harus dilakukan Pengerja dan Pelayan Gereja dalam Pelayanan Gereja. Sebagai masukan yang membantu dalam pengembangan Rencana Kerja,Memberikan informasi yang jelas tentang berbagai bentuk bentuk bahan Pelayanan Gereja yang digunakan Pengerja dan Pelayan Gereja dalam Pelayanan Gereja,dan Membantu proses Pelayanan Gereja dan berkontribusi dalam meningkatkan keefektifan Pelayanan Gereja. Gambar 3 Focus Group Discussion Pembahasan Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Transformatif, terdapat beberapa prinsip kepemimpinan transformatif. Antara Lain: Pelayanan Berfokus pada Orang Lain Kepemimpinan Kristen selalu berakar pada prinsip pelayanan. Pemimpin transformatif dalam konteks Gereja memahami bahwa mereka dipanggil untuk melayani orang lain, bukan untuk mencari kekuasaan atau pengaruh pribadi. Pelayanan yang berfokus pada orang lain adalah konsep kepemimpinan dan tindakan pelayanan yang mendahulukan kebutuhan, kepentingan, dan kesejahteraan orang lain di atas kepentingan pribadi. Dalam konteks kepemimpinan Gereja, pelayanan ini mengikuti teladan Alkitab, yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah seorang hamba yang melayani, bukan yang Pelayanan seperti ini berakar pada kasih, kerendahan hati, dan komitmen untuk membawa transformasi dan pertumbuhan bagi orang lain. Prinsip Utama Pelayanan yang Berfokus pada Orang Lain Prinsip utama pelayanan yang berfokus pada orang lain adalah kepuasan, yang dicapai dengan memberikan layanan yang ramah, responsif, dan personal. Hal ini melibatkan mendengarkan kebutuhan orang lain dengan empati, memberikan solusi yang tepat dan cepat, serta menjaga kerahasiaan informasi. Kerendahan Hati Pemimpin yang berfokus pada orang lain menempatkan kepentingan orang lain lebih tinggi dari ambisi pribadi mereka. Pemimpin yang rendah hati seperti orang lain lebih utama dari dirimu sendiri. Kerendahan hati ini terlihat ketika seorang pemimpin tidak mencari pengakuan atau kehormatan pribadi, melainkan memperhatikan kebutuhan orang lain dengan tulus. Mengutamakan Orang Lain Pelayanan ini mengutamakan kesejahteraan orang lain, baik hal kebutuhan fisik, emosional, maupun Pemimpin dengan kerendahan hati, sebuah tindakan yang biasanya dilakukan oleh seorang Pelatihan Manajemen PerilakuA( Agustinus dan Maur. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Tindakan ini menunjukkan bahwa pelayanan tidak pernah terikat pada status atau jabatan, melainkan pada sikap hati yang bersedia melayani orang lain di mana pun dan kapan pun. Kasih yang Tulus Kasih adalah dasar dari pelayanan berfokus pada orang lain. Pemimpin yang memiliki kasih tulus adalah menggerakkan pemimpin untuk melayani tanpa pamrih dan berkomitmen terhadap kesejahteraan orang . Memperhatikan Kebutuhan Orang Lain Pelayanan yang berfokus pada orang lain melibatkan perhatian yang aktif terhadap kebutuhan dan kekhawatiran orang lain. Pemimpin harus benar-benar peka terhadap apa yang diperlukan mereka yang Ini berarti mendengarkan, memahami, dan bertindak sesuai dengan kebutuhan nyata, baik fisik maupun spiritual. Pemberdayaan dan Pengembangan Pelayanan yang berfokus pada orang lain tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan langsung, tetapi juga pemberdayaan orang-orang yang dilayani. Pemimpin ini berusaha untuk membantu orang lain mengembangkan potensi mereka, seorang pemimpin transformatif tidak hanya membantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini tetapi juga membekali orang lain untuk bertumbuh dan mandiri di masa Kesimpulan Pengabdian Masyarakat merupakan kontribusi aktif yang dilakukan tanpa meminta imbalan yang Semua aktivitas diberikan kepada orang lain, dikerjakan dengan maksimal dan sebaik mungkin dalam penyediaan dana berlangsungnya aktivitas tersebut. Maka hasil kepada masyarakat diberikan sebagai penghargaan dan dukungan melalui pengabdian masyarakat bahwa kegiatan pelatihan yang diberikan untuk mencerdaskan masyarakat. Pelatihan Manajemen Perilaku Generasi Z Dan Milenial Pada Jemaat Gereja Kingmi Kota Jayapura ini sangat banyak manfaatnya, khususnya bagi para pengerja gereja dan juga Pengabdian masyarakat dalam bentuk Pelatihan kepada jemaat Gereja Kingmi KRK tentang Pemimpin Kristen yang Transformatif membuat jemaat yang terdiri dari Para pengerja gereja dan Pelayanpelayan Gereja dapat memahami menjadi pemimpin yang transformatif sehingga dapat mengubah orang lain yang dia layani. Pelayanan yang transformatif berdampak kepada orang lain dari anak-anak sampai dengan dewasa, sehingga para jemaat dapat menjadi baik karena mengalami perubahan melalui ajaran dan teladan dari pemimpinnya. Sehingga melalui pelatihan ini dapat membuahkan hasil pengerja gereja yang merupakan agen perubahan dan pemimpin jemaat gereja dapat menghasilkan orang lain yang lebih baik sehingga dapat membangun generasi jemaat yang kuat di Kota Jayapura. Ucapan Terimakasih Pada kesempatan yang berbahagia ini, disampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengabdian masyarakat ini. Berkat kerja keras dan dedikasi pengabdian masyarakat telah berhasil mencapai hasil yang dicapai. Penghargaan diberikan atas segala usaha dan pengabdian dalam membantu masyarakat dan Gereja Kingmi di Kota Jayapura. Provinsi Papua. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda dan kebaikan senantiasa diberikan balasan yang terbaik dari Tuhan YME Daftar Pustaka