AKADEMIKA ISSN : 1907 - 3984 MONITORING PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DENGAN METODE PERCEPTRON PADA DI TK KASIH BUNDA BATANGHARI Novhirtamelly Kahar1. Reny Wahyuning Astuti2. Desviana Valencia3 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Nurdin Hamzah Jambi Email: 1novmely@ymail. com, 2r3ny4stuti@gmail. com, 3desvianaelcia@gmail. 1,2&3 Abstract - Monitoring the development of early childhood is very important, especially for children aged 4-6 years, because at that time it was a golden age that required more attention in order to stimulate child development to the maximum. This research is expected to be able to help educators to determine the development that occurs in students. The method used in this research is the perceptron method. The perceptron method is a simple Artificial Neural Network (ANN) method that uses a training algorithm to classify linearly, while the input data that becomes the criteria for this research are Moral Religious Values (MRV). Physical Motoric (PM). Cognitive. Social Emotional. Language, and Art. While the output of the data that has been processed is in the form of selected development indicators, this indicator is divided into three, namely Very Good Development . Evolves According to Expectations . , and Begins to Develop . After analyzing the monitoring of early childhood development by applying the perceptron method and the processing it using the Matlab R2009a application, the research concluded that the perceptron method was proven to be able to determine the target output and the actual appropriate ouput reached 68%. Keywords: Artificial Neural Network (ANN). Early Childhood Development. Perceptron Method. Matlab. Monitoring. PENDAHULUAN Latar Belakang Taman Kanak-Kanak (TK) Kasih Bunda Batanghari merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam berbagai aspek tumbuh kembang anak. Usia 4Ae6 tahun merupakan masa-masa keemasan sekaligus masa-masa kritis dalam tahapan tumbuh kembang anak, yang akan menentukan tumbuh kembang anak selanjutnya, masa ini merupakan masa yang tepat untuk meningkatkan tumbuh kembang anak. Untuk memaksimalkan tumbuh kembang pada anak usia dini, guru hendaknya dapat memberikan stimulasi agar dapat mengungkapkan ide dan mengajarkan banyak hal yang akan membantu tumbuh kembang anak. Tujuan penilaian dan mengevaluasi anak adalah untuk mengetahui dan menindaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan yang dicapai peserta didik selama mengikuti pendidikan di Taman Kanak-Kanak, teknik penilaian di Taman KanakKanak dilaksanakan berdasarkan gambaran atau deskripsi pertumbuhan dan perkembangan, serta unjuk kerja peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik penilaian, proses penilaian dan evaluasi ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang sangat lama dan juga hasil yang di dapat kurang akurat karena bisa saja terjadi banyak kekeliruan dikarenakan guru harus bisa memantau perkembangan di setiap peserta didik, karena data- LP2M STMIK NURDIN HAMZAH JAMBI data peserta didik akan diakumulasi dengan nilai bobot yang berbeda-beda yang akan menghasilkan nilai akhir untuk mengetahui perkembangan setiap anak didik. Dengan demikian dibutuhkan sistem yang dapat membantu keputusan evaluasi perkembangan peserta didik dengan cepat dan tepat untuk meringankan kerja guru dalam menentukan evaluasi perkembangan di setiap pesertadidik. Aspek-aspek yang akan dinilai pada tumbuh kembang anak ini meliputi aspek penilaian agama dan moral, fisik motorik, sosial emosional, kognitif, bahasa, seni dan program tambahan dari TK masingmasing. Terdapat banyak penelitian sebelumnya yang membahas tentang monitoring perkembangan pada anak usia dini dengan menggunakan berbagai metode yang beragam. Contoh penelitiannya. Perancangan Sistem Informasi Monitoring Perkembangan Anak Berbasis Website Pada Rumah Pintar Indonesia (RPI) Yogyakarta (Tiara. , & Syukron A, 2. dan Model DDST (Denver Development Screening Tes. Untuk Monitoring Perkembangan Anak Berbasis Expert System (Latubessy. , & Wijayanti E, 2. Namun disini peneliti menggunakan metode perceptron berbeda dengan penelitian yang telah ada sebelumnya. Metode Perceptron merupakan suatu metode algoritma yang mampu melakukan proses perhitungan dengan mengenali variabel-variabel dalam pencocokan pola dan pada akhirnya hasil akhir dari jaringan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Metode perceptron telah banyak digunakan dalam p-ISSN : 1907 - 3984 e-ISSN : 2541 - 1760 penelitian yang berhubungan dengan monitoring contohnya yaitu. Sistem Kendali Dan Monitoring Dengan Syaraf Tiruan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Sikumbang. Haris. , & Elly. J, 2. dan Sistem Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra Digital Dengan Metode Multilayer Perceptron (Irfan. Sumbodo. , & Candradewi. I, 2. yang menghasilkan nilai akurasi 100% dan nilai eror 0%. Aplikasi yang digunakan dalam membantu pengolahan data tersebut adalah Matlab R2009a. Rumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimana menerapkan metode perceptron pada monitoring perkembangan anak usia dini di TK Kasih Bunda Batanghari?Ay Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian adalah untuk membangun Sistem Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan penerapan metode perceptron pada monitoring perkembangan anak usia dini di TK Kasih Bunda Batanghari. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang dilakukan. Sebagai alat bantu dalam menentukan tingkat perkembangan anak pada TK Kasih Bunda Batanghari. Sebagai alat bantu mempermudah para guru dalam pengambilan keputusan ketika memonitoring perkembangan anak. Sebagai alat bantu mempermudah guru dalam memonitoring perkembangan anak setiap Dengan menggunakan metode perceptron diharapkan dapat menambah keakuratan dalam perhitungan serta dapat menjadi referensi bagi para guru di TK Kasih Bunda Batanghari. Kemudahan dalam melakukan pengecekan dan penginputan data yang telah dilakukan oleh guru sehingga akan meningkatkan ketepatan data yang dibutuhkan dalam melakukan perhitungan. Diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses monitoring pada perkembangan anak. Memudahkan pembuatan laporan hasil monitoring perkembangan anak usia dini di TK Kasih Bunda Batanghari. II. TINJAUAN PUSTAKA Penerapan Menurut Rahman . Penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana tersusun sebelumnya. Penerapan . adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terancam dan untuk mencapai tujuan kegiatan. Penerapan . adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi anak tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif (Kevin, 2021:. Menurut Dewi merupakan sebuah kegiatan yang memiliki tiga unsur penting dan mutlak dalam menjalankannya. Adapun unsur-unsur penerapan meliputi : Adanya program yang dilaksanakan. Adanya kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat dari program tersebut. Adanya pelaksanaan, baik organisasi atau perorangan yang bertanggungjawab dalam pengawasan dari proses penerapan tersebut. Jaringan Syaraf Tiruan Menurut Prakasiwi . Artifical Neural Network (Jaringan Syaraf Tirua. adalah sistem pemroses informasi yang memiliki karakteristik mirip dengan jaringan syaraf biologi. Menurut Effendi . Jaringan Syaraf Tiruan (JST) merupakan sebuah model yang mengadopsi cara kerja neuron dengan fokus pada cara kerja syaraf otak. Jaringan syaraf tiruan dapat menyelesaikan masalah-masalah kompleks dan sulit Monitoring Menurut Tiara . Monitoring merupakan suatu siklus kegiatan yang meliputi pengumpulan, peninjauan ulang, pelaporan dan tindakan atas informasi suatu proses yang sedang Sedangkan Mulyono . , menjelaskan bahwa AuMonitoring diartikan sebagai proses pengumpulan dan analisis informasi . erdasarkan indikator yang ditetapka. secara sistematis dan kontinu tentang kegiatan program sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk penyempurnaan program itu selanjutnyaAy. LP2M STMIK NURDIN HAMZAH JAMBI AKADEMIKA ISSN : 1907 - 3984 Menurut Fauzia . , monitoring adalah penilaian yang terus menerus terhadap fungsi kegiatan-kegiatan proyek didalam konteks jadwaljadwal pelaksanaan dan terhadap penggunaan inputinput proyek oleh kelompok didalam konteks harapan-harapan rancangan. Metode Perceptron Menurut Prakasiwi . Artificial Neural Network (Jaringan Syaraf Tirua. sederhana pertama kali diperkenalkan oleh McCulloch dan Pitts di tahun 1943. McCulloch dan Pitts menyimpulkan bahwa kombinasi beberapa neuron sederhana menjadi sebuah sistem neural akan meningkatkan kemampuan komputasinya. Menurut Arifin . , mengatakan bahwa AuJaringan Syaraf Tiruan (JST) adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu kecerdasan Salah satu model JST yang sering digunakan untuk pembelajaran adalah perceptron. Metode pembelajaran dengan pengawasan dalam sistem jaringan syaraf tiruan. Dalam merancangjaringan neuron yang perlu diperhatikan adalah banyaknya spesifikasi yang akan diidentifikasiAy. Menurut Hartono . Metode perceptron adalah metode yang dilatih dengan menggunakan sekumpulan pola yang diberikan kepadanya secara berulang-ulang selama latihan. Setiap pola yang diberikan merupakan pasangan pola masukan dan pola yang diinginkan. Perceptron melakukan penjumlahan berbobot terhadap tiap-tiap masukannya dan menggunakan fungsi ambang untuk menghitung keluarannya. Keluaran ini kemudian dibandingkan dengan hasil yang Algoritma Perhitungan Perceptron Algoritma yang digunakan oleh aturan perceptron ini akan mengatur parameter-parameter bebasnya melalui proses pembelajaran. Fungsi aktivasi dibuat sedemikian rupa sehingga terjadi pembatasan antara daerah positif dan daerah Langkah-langkah pelatihan perceptron adalah sebagai berikut : Inisialisasi Bobot dan Bias : ntuk lebih mudah dan sederhananya set semua bias dan bobot ke no. Set : c . < c < . Lalu tentukan nilai laju pelatihan. Untuk setiap pasangan pola s-t : Set nilai aktivasi untuk unit input : Xi=Sia. Hitung respon dari unit output net=bi IAiXiWija. LP2M STMIK NURDIN HAMZAH JAMBI ycyc = 1 ycycnycoyca ycuyceyc > . ycycnycoyca Oe O ycuyceyc O a Oe1 ycycnycoyca ycuyceyc < A. Perbaiki bobot dan bias jika terjadi kesalahan pada pola: Jika yjOtjwj. =wi. ,tj,xia. = bi. tj Jikayj=tjwi. =wi. = bi. Test kondisi berhenti : ycO1ycU1 ycO2ycU2 b >yuE untuk respon positif, dana. ycO1ycU1 ycO2ycU2 b < - yuE untuk respon negatifa. Jika tidak ada bobot yang berubah dalam langkah 2 maka berhenti. Jika ada maka lanjutkan kembali ke langkah 1. Dari nilai bobot hasil pemisah . eparating lin. Nb : jika input pelatihan hanya 2 pasang. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Perancangan Penerapkan Jaringan Syaraf Tiruan dalam Monitoring Perkembangan Anak Usia Dini pada Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda Batanghari perhitungan yang memiliki keuntungan seperti : Proses dalam penginputan nilai menggunakan software MATLAB sehingga lebih cepat. Hasil monitoring dapat diselesaikan dengan cepat karena dibantu dengan penggunaan MATLAB serta memiliki ketelitian cukup pada saat melakukan input data monitoring perkembangan anak. Data hasil monitoring yang berkembang secara otomatis tersimpan dengan aman di dalam komputer dan juga dapat dengan mudah untuk melakukan penentuan aspek yang berkembang pada anak. Flowchart Pada metode perceptron terdiri dari 2 tahap proses, yaitu tahap pelatihan dan pengujian serta penentuan, dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar p-ISSN : 1907 - 3984 e-ISSN : 2541 - 1760 Gambar 3. Arsitektur Jaringan JST Perceptron Inisialisasi Bobot dan Bias Bobot dan bias adalah elemen yang penting dalam menentukan nilai akhir dan merupakan tujuan proses pelatihan sistem. Untuk nilai awal, baik nilai bobot dan nilai bias dari lapisan input kelapisan output bernilai kecil berupa bilangan real yang dibangkitkan dari fungsi random . Gambar 4. Hasil Bobot Akhir dan Bias Akhir Gambar 1. Flowchart Proses Pelatihan Perceptron Konstanta Belajar (Learning Rat. Pemilihan konstanta belajar (Learning Rat. yang tepat akan mempercepat proses belajar janingan atau perulangan yang terjadi sedikit. Learning Rate () atau Konstanta Belajar akan mempengaruhi kecepatan belajar Jaringan. Pada sistem ini konstanta i belajar yang digunakan yaitu 0,1 s/d 1 dengan kenaikannya 0,01 atau 0,1. Konstanta belajar dapat diubah-ubah, agar diperoleh nilai konstanta yang paling optimal untuk proses pelatihan. Konfigurasi JST Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan adalah JST Model Perceptron dengan 6 sel neuron input dan 3 sel neuron output. Galat . yang diizinkan 0