PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. e-ISSN: 2774-7921 Peningkatan Hasil Belajar Operasi Hitung Campuran melalui Media Seblak Matematika pada Siswa Kelas i SDN Bakalan Sumobito Mochammad Syafiuddin Shobirin1. Rohmat Hidayat2. Iin Baroroh MaAoarif3. Luluk Choirun Nisak4. Nabil Yahsa Hubaib5. Rafiqa Rahmayati6. Rifda Nabila Azzadi7. Mery Ristanti8. Neny Liftia9. 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah *Email: syafiuddinshobirin@unwaha. ABSTRACT This study aims to enhance studentsAo achievement in solving mixed arithmetic operations through the implementation of Seblak Mathematics media for third-grade students at SDN Bakalan Sumobito. The research was motivated by the low level of student interest and engagement in mathematics learning, which has largely been dominated by conventional methods and abstract explanations. Seblak Mathematics was developed as a contextual learning medium by integrating seblak, a local culinary element, to create lessons that are both engaging and closely tied to studentsAo everyday experiences. The research employed several stages, including needs analysis, media design, classroom implementation, and evaluation through teacher reflection. Findings revealed that the use of Seblak Mathematics significantly improved studentsAo learning motivation, strengthened classroom interactions, and deepened their understanding of mixed arithmetic concepts. Teachers responded positively, highlighting the practicality, ease of application, and adaptability of the media across various classroom conditions. conclusion, this study demonstrates that culturally relevant and creative learning media can substantially improve elementary studentsAo mathematics performance. Furthermore, such media fosters active participation, enjoyable learning, and more meaningful classroom experiences. Keywords: Learning Outcomes. Mixed Arithmetic Operations. Seblak Mathematics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran melalui penggunaan media Seblak Matematika pada siswa kelas i SDN Bakalan Sumobito. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika yang masih didominasi metode konvensional serta penjelasan yang bersifat abstrak. Media Seblak Matematika dikembangkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual dengan mengintegrasikan unsur kuliner lokal, yaitu seblak, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik serta dekat dengan kehidupan sehari-hari Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, implementasi di kelas, dan evaluasi melalui refleksi bersama guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Seblak Matematika secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat interaksi di kelas, serta memperdalam pemahaman terhadap konsep operasi hitung campuran. Guru memberikan respon positif dengan menilai media ini praktis, mudah diterapkan, serta dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematika siswa sekolah dasar. Selain itu, media ini juga mendorong terciptanya suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Kata Kunci: Hasil Belajar. Operasi Hitung Campuran. Seblak Matematika. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran fundamental yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis siswa sekolah dasar (MaAorifat , 2. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih menghadapi berbagai kendala. Berdasarkan observasi di SDN Bakalan, siswa kelas i masih mengalami kesulitan dalam memahami operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa rendahnya minat belajar siswa dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang cenderung konvensional, berpusat pada guru, dan kurang menghadirkan konteks nyata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi belajar, interaksi kelas yang pasif, dan capaian hasil belajar yang belum optimal. Data penilaian tengah semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 menunjukkan bahwa hanya 58% siswa kelas i yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, angket sederhana yang dibagikan kepada siswa menunjukkan bahwa 65% merasa bosan saat belajar matematika, dan 72% lebih menyukai pembelajaran dengan media bergambar atau permainan interaktif. Fakta ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan dunia siswa. Sejalan dengan teori Bruner, siswa sekolah dasar lebih mudah memahami konsep abstrak jika disajikan dalam bentuk konkret (Bruner, 1. Penelitian Hidayati dan Sari juga membuktikan bahwa media pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika secara signifikan(Hidayati D. , 2. Selain itu, pendekatan etnomatematika yang mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran terbukti mampu memperkuat keterlibatan siswa serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses belajar (Rahmawati, 2. (Hatimah A. Suryana. , 2. Meta-analisis terkini bahkan menunjukkan bahwa culture-based mathematics learning instruction (C-bMLI) memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kemampuan matematis siswa, termasuk pemahaman konsep, pemecahan masalah, penalaran, hingga literasi matematis (Kartikaningtyas D. Nurhidayah. , 2. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal merupakan langkah strategis untuk menjawab permasalahan rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Berdasarkan kerangka teoritis dan temuan empiris tersebut, dikembangkanlah media Seblak Matematika yang memanfaatkan kuliner lokal sebagai sarana pembelajaran operasi hitung campuran. Media ini dirancang untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, sekaligus membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, media ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, memperkuat interaksi kelas, dan mengoptimalkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk menjawab tiga hipotesis utama, yaitu: . penggunaan media Seblak Matematika dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas i SDN Bakalan, . penggunaan media ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung campuran, dan . media Seblak Matematika dinilai praktis, mudah digunakan, serta adaptif terhadap kondisi kelas sehingga memperoleh respon positif dari guru. METODE Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif yang menekankan keterlibatan komunitas dampingan secara aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Subjek pengabdian adalah siswa kelas i SDN Bakalan Sumobito yang berjumlah 28 orang, terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan, serta guru kelas yang bertindak sebagai mitra kolaboratif. Lokasi pengabdian berada di SDN Bakalan, sebuah sekolah dasar negeri di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses media pembelajaran modern namun ditunjang oleh antusiasme guru dalam menerima inovasi pembelajaran (MaAorifat I. , 2. Proses perencanaan dan pengorganisasian komunitas dilakukan secara kolaboratif bersama guru dan Guru dilibatkan dalam analisis kebutuhan, diskusi mengenai kendala pembelajaran, serta perumusan strategi penggunaan media Seblak Matematika. Siswa berperan sebagai penerima manfaat sekaligus mitra belajar aktif melalui partisipasi dalam uji coba media. Melalui pendekatan ini, pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses pemberdayaan komunitas sekolah (Kemmis R. , 1. (Arikunto, 2. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan pengabdian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model spiral yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Strategi ini dipilih karena efektif untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara berulang dan sistematis melalui keterlibatan langsung komunitas dampingan (RadiiN A. , 2. Tahapan kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua siklus. Tahap perencanaan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan siswa, menyusun RPP berbasis media Seblak Matematika, serta mempersiapkan instrumen evaluasi. Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran operasi hitung campuran dengan media Seblak Matematika. Tahap observasi dilaksanakan oleh peneliti bersama guru untuk mencatat keterlibatan, motivasi, serta hasil belajar siswa (Pratama T. , 2. Tahap refleksi dilakukan melalui diskusi dengan guru dan analisis data guna mengevaluasi keefektifan media serta menentukan perbaikan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 pada siklus berikutnya (Hatimah A. Suryana. , 2. (Shobirin et al. , 2. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi tes hasil belajar untuk mengukur penguasaan konsep aritmatika dasar (Hidayat et al. , 2. , angket motivasi belajar untuk menilai minat dan keterlibatan siswa (Judijanto, 2. , lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa dan guru (Yogi Fernando, 2. , serta wawancara dengan guru untuk mendapatkan refleksi terkait kepraktisan dan kebermanfaatan media (Sartini N. , 2. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif dilakukan melalui beberapa uji, yaitu: A Uji kredibilitas . untuk memastikan data sesuai dengan kenyataan lapangan melalui triangulasi teknik, sumber, dan waktu. A Uji transferabilitas . untuk menjamin hasil penelitian dapat diterapkan pada konteks lain yang memiliki karakteristik serupa melalui deskripsi penelitian yang rinci. A Uji dependabilitas . yang menekankan konsistensi proses penelitian sehingga dapat ditelusuri dan diuji ulang. A Uji obyektivitas . untuk memastikan hasil penelitian benar-benar didasarkan pada data, bukan bias peneliti (Miles A. , 1. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan teknik deskriptif komparatif melalui perbandingan nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data angket dianalisis dengan teknik persentase, sedangkan data kualitatif hasil observasi dan wawancara dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 85% siswa mencapai KKM Ou70, terdapat peningkatan skor motivasi belajar, dan guru memberikan respon positif terhadap media Seblak Matematika (Zuliana S. Wijaya. Hukom. (Mustafa V. Ahmad. Hariyani. , 2. (Payadnya I. Puspadewi. Saelee. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pendampingan melalui media Seblak Matematika berlangsung dalam suasana yang dinamis dan Pada tahap awal, siswa cenderung pasif, menunjukkan rasa bosan, serta kesulitan memahami operasi hitung campuran. Guru pun terbiasa menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan latihan soal tanpa dukungan media yang kontekstual. Setelah intervensi berupa perencanaan, pelatihan guru, serta penerapan media Seblak Matematika, terjadi perubahan nyata dalam proses pembelajaran. Ragam kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan guru dalam pembuatan dan penggunaan media, uji coba media di kelas, pembelajaran berbasis kelompok, serta refleksi bersama guru dan siswa. Guru mulai terlibat aktif dalam mendampingi siswa, sementara siswa semakin antusias dalam menyelesaikan soal matematika karena media yang digunakan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Proses ini menunjukkan adanya pengorganisasian komunitas sekolah yang efektif, di mana guru dan siswa berperan sebagai subjek pengabdian, bukan hanya sebagai objek. Hasil tes belajar memperlihatkan peningkatan signifikan. Pada pra-siklus hanya 16 dari 28 siswa . %) yang tuntas sesuai KKM, meningkat menjadi 20 siswa . %) pada siklus I, dan mencapai 25 siswa . %) pada siklus II. Dengan demikian, target indikator keberhasilan . inimal 85% siswa tunta. telah tercapai pada siklus II. Tabel 3. Perbandingan Hasil Belajar Pra-Siklus. Siklus I, dan Siklus II Tahap Pra-Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Siswa Tuntas 16 siswa 20 siswa 25 siswa Persentase Ketuntasan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Gambar 3. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Setiap Siklus Selain capaian akademik, muncul pula perubahan sosial yang signifikan. Siswa menunjukkan peningkatan keberanian dalam bertanya, menjawab, serta berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Kegiatan belajar lebih interaktif, suasana kelas menjadi kondusif, dan siswa saling mendukung satu sama lain. Guru bertransformasi menjadi pemimpin lokal . ocal leade. yang memfasilitasi pembelajaran kreatif berbasis budaya lokal. Kesadaran baru terbentuk bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. PEMBAHASAN Hasil pendampingan membuktikan bahwa penggunaan media Seblak Matematika berdampak positif terhadap motivasi, interaksi sosial, dan hasil belajar siswa. Peningkatan dari pra-siklus ke siklus II selaras dengan penelitian Hidayati dan Sari yang menegaskan bahwa media kontekstual mampu meningkatkan motivasi belajar matematika (Hidayati D. , 2. Bruner juga menekankan pentingnya representasi konkret dalam membantu anak memahami konsep abstrak (Bruner, 1. Temuan ini menguatkan penelitian Zuliana et al dan Pratama dan Yelken yang melalui meta-analisis menemukan bahwa pembelajaran berbasis budaya dan etnomatematika memiliki efek signifikan terhadap peningkatan kemampuan matematis siswa(Zuliana S. Wijaya. Hukom. , 2. (Pratama T. , 2. Bahkan, integrasi budaya lokal dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membangun rasa memiliki siswa terhadap proses belajar (Rahmawati, 2. (Kurniawan, 2. Dari perspektif motivasi. RadiiN dan Baucal . menjelaskan bahwa motivasi belajar matematika sangat dipengaruhi oleh konteks kelas dan identitas siswa. Dengan menghadirkan seblak sebagai media, siswa merasa dekat dengan materi sehingga keterlibatan meningkat. Hal ini juga sejalan dengan prinsip Culturally Responsive Teaching (CRT) yang menekankan pentingnya menghubungkan latar belakang budaya siswa dalam pembelajaran untuk menciptakan suasana kelas inklusif (Mustafa V. Ahmad. Hariyani. , 2. (Payadnya I. Puspadewi. Saelee. , 2. Selain itu, hasil ini juga sejalan dengan temuan Judijanto yang menegaskan bahwa kebiasaan belajar yang konsisten, termasuk melalui latihan dengan media menarik, berkontribusi pada peningkatan hasil belajar (Judijanto, 2. Lebih jauh, penelitian Fukaya et al. menambahkan bahwa keyakinan guru terhadap metode konstruktivis berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Guru yang mau menerima inovasi, seperti penggunaan media berbasis budaya lokal, akan lebih mudah mendorong keberhasilan pembelajaran (Fukaya et al. , 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program pengabdian melalui media Seblak Matematika berhasil mencapai tujuan: meningkatkan hasil belajar matematika, membangun motivasi dan interaksi sosial, serta menciptakan transformasi sosial di sekolah. Inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga memberdayakan guru sebagai agen perubahan yang dapat melanjutkan praktik pembelajaran kreatif secara berkelanjutan. SIMPULAN Hasil pengabdian masyarakat melalui penerapan media Seblak Matematika di SDN Bakalan Sumobito menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Secara kuantitatif, ketuntasan hasil belajar meningkat dari 58% pada pra-siklus menjadi 72% pada siklus I, dan mencapai 89% pada siklus II. Secara kualitatif, terjadi perubahan perilaku siswa berupa peningkatan motivasi belajar, keberanian bertanya, keterlibatan dalam diskusi kelompok, serta suasana kelas yang lebih interaktif. Guru pun Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 bertransformasi menjadi fasilitator sekaligus local leader yang mampu menginisiasi pembelajaran inovatif dan adaptif. Secara reflektif, temuan ini memperkuat teori konstruktivis Bruner . bahwa siswa lebih mudah memahami konsep abstrak melalui representasi konkret, serta mendukung kajian Hidayati dan Sari . Rahmawati . , dan Kurniawan . yang menekankan peran media kontekstual dan etnomatematika dalam memperkuat motivasi serta pemahaman konsep. Selaras dengan meta-analisis Zuliana et al. dan Pratama & Yelken . , pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran terbukti menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan inklusif. Dari sisi transformasi sosial, media Seblak Matematika tidak hanya meningkatkan capaian akademik, tetapi juga membangun ekosistem belajar yang lebih kolaboratif dan menyenangkan. Siswa memperoleh kesadaran baru bahwa matematika dekat dengan kehidupan sehari-hari, sementara guru memperoleh pengalaman pedagogis baru yang dapat ditularkan ke praktik pembelajaran lain. REKOMENDASI