Jurnal Intelektual: Jurnal Ilmu Komunikasi dan12Administrasi Publik Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 Volume: 12 No: 1 2025 https://doi. org/10. 55499/intelektual. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. Pola Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Susanti Bilondatu. Widya Kurniati Mohi. Rifka S. Akibu. Dian Fitriani karim. Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Gorontalo . Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Gorontalo . Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Gorontalo . Prodi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Gorontalo Email: santybilondatu@gmail. Received: May 15, 2025 | Accepted: May 26, 2025 | Published: July 28, 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi Pola Komunikasi Internal Kinerja Pegawai Di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari Asisten i Administrasi Umum Sekretaris Daerah. Kepala Subbagian Umum. Kepala Subbagian Protokol. Staf Bagian Umum. Staf Bagian Protokol dan Analis Kebijakan. Metode pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi internal di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo belum akurat dan responsif, hal ini terlihat dari pola Komunikasi vertikal terlihat pada ketidakakuratan dan kurangnya responsivitas pada staf yang masih kebingungan dan kurang paham terhadap instruksi yang disampaikan oleh Akibatnya, terjadi kebingungan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas sehari-hari. Kinerja pegawai cenderung menurun karena waktu dan energi terbuang untuk mencari kejelasan atau mengatasi kesalahan akibat instruksi yang tidak dipahami dengan Pada pola Komunikasi horizontal dinamika negatif antar rekan kerja yang setingkat, seperti masih ada kelompok kecil yang cenderung ekslusif, cenderung menghindari konflik dan membiarkan konflik berlalu tanpa penyelesaian dan kerja sama tim tidak berjalan secara Kinerja pegawai akan terdampak karena kurangnya sinergi dalam menyelesaikan tugas bersama. Pada pola kmunikasi diagonal ketidakakuratan dan ketidaktransparanan dalam komunikasi lintas divisi serta hierarki menghambat koordinasi dan kolaborasi tim, komunikasi antar divisi dan lintas hierarki belum akurat dan responsif. Pelaksanannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efisiensi dan Ketidaktransparansi pimpinan mengakibatkan adanya miskomunikasi antar lintas divisi dan menghambat penyelesaian tugas tepat waktu. Pegawai yang merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas atau dukungan yang cukup mungkin menjadi frustasi, yang berdampak negatif pada motivasi dan kinerja mereka. Kata Kunci: Pola komunikasi internal. Kinerja Pegawai. Organisasi Abstract This research aimed to examine and identify the internal communication patterns effecting employee performance at the Regional Secretariat Office of Gorontalo Regency. The study *Corresponding author. E-mail: santybilondatu@gmail. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. qualitative approach with descriptive research. The primary data sources included the Assistant i for General Administration of the Regional Secretary. Head of the General Subdivision. Head of the Protocol Subdivision. General Section Staff. Protocol Section Staff and Policy Analysts. Data collection methods involved observations, interviews, and The results indicated that the internal communication patterns at the Regional Secretariat Office of Gorontalo Regency were not accurate and responsive This was evident from the vertical communication pattern, which showed inaccuracies and a lack of responsiveness. This left staff confused and unclear about the instructions communicated by leadership. As a result, confusion arose that affected the execution of daily tasks Employee performance tended to decline because time and energy were wasted on seeking clanty or addressing mistakes caused by poorly understood instructions. In terms of horizontal communication, negative dynamics among colleagues at the same level were observed, such as small exclusive groups, a tendency to avoid conflict, and allowing conflicts to persist without resolution, which hindered optimal teamwork Employee performance was impacted due to a lack of synergy in completing joint tasks and regarding diagonal communication, inaccuracies and lack of transparency in cross-division and hierarchical communication hampered coordination and team collaboration communication between divisions and across hierarchies was still not accurate and responsive. On the ground, vanous challenges affected its efficiency and effectiveness The lack of transparency from leadership resulted in miscommunication across divisions. hindering timely task Employees who felt they did not receive clear information or adequate support might become frustrated, negatively impacting their motivation and performance. Keywords: Internal Communication Patterns. Employee Performance. Organization PENDAHULUAN Pola merupakan elemen kunci yang mendukung efektivitas organisasi, termasuk dalam instansi pemerintah dan publik. Dalam konteks ini, komunikasi internal berfungsi sebagai proses interaksi sosial antar individu, kelompok dan organisasi yang berperan penting dalam memastikan keselarasan tujuan dan pencapaian Topik ini menjadi relevan karena komunikasi internal yang efektif dapat meningkatkan kinerja pegawai, memperkuat koordinasi antar-unit dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Secara global, pentingnya komunikasi internal telah banyak Teori komunikasi organisasi R Wayne Face & Don F. Paules menekankan bahwa komunikasi internal dalam organisasi berfungsi sebagai mekanisme utama untuk menciptakan, memelihara dan mentrasmisikan budaya organisasi, serta sebagai alat koordinasi untuk mencapai tujuan bersama. Chester Barnard, melalui teori komunikasi komunikasi yang efektif adalah fondasi untuk keberhasilan organisasi. Prasetijowati dan Sari . , menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang inklusif dan transparan dari meningkatkan motivasi anggota untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Harastinanda menekankan bahwa kejelasan pesan, media yang tepat dan interaksi langsung menjadi faktor penting dalam komunikasi. Di sisi lain. Herzberg, melalui teori motivasi kerja menunjukkan Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. bahwa faktor komunikasi internal dapat memengaruhi motivasi dan kinerja pegawai. Dalam konteks nasional, regulasi seperti UndangUndang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menegaskan pentingnya komunikasi sebagai bagian dari pengelolaan sistem merit yang berbasis pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Sementara itu, secara lokal. Peraturan Bupati Gorontalo No. 41 Tahun 2019 menggarisbawahi kebutuhan tata kelola pemerintahan yang efektif melalui pola komunikasi yang efisien dan akuntabel. Konteks lokal di Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa meskipun pola komunikasi internal memiliki peran strategis dalam mendukung fungsi permasalahan masih kerap muncul. Hasil observasi awal menunjukkan adanya hambatan sepeerti kurangnya transparansi dalam penyampaian antar-pegawai, kolaborasi antar individu maupun tim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi internal Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Dengan pendekatan teoritis yang merujuk pada teori komunikasi organisasi, motivasi kerja dan administrasi publik, penelitian ini di harapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai strategi komunikasi internal yang Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada temuan sebelumnya yang menunjukkan adanya korelasi positif antara komunikasi internal yang baik dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja. Data pendukung, seperti hasil meguatkan pentingnya penelitian ini. Dalam konteks Sekretariat Daerah Gorontalo, menyebabkan ketidakefisienan dalam berdampak langsung pada kualitas layanan publik. Sebagai contoh, komunikasi yang tidak merata sering kali menyebabkan miskomunikasi antar-pegawai, kepercayaan kepada pimpinan dan menghambat pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Sebagai Institusi pemerintahan. Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo memiliki peran strategis dalam memastikan sinergi antar-unit kerja dan kelancaran operasional Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada komunikasi internal, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis komunikasi dan kinerja pegawai. Dengan demikian, penelitian ini Pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Gorontalo. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami fenomena komunikasi internal yang terjadi di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo memberikan gambaran menyeluruh mengenai pola komunikasi internal dan hubungannya dengan kinerja Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. pegawai di lokasi tersebut. Penelitian pengumpulan data dengan cara Peneliti melakukan partisipasi langsung di lapangan untuk komunikasi formal maupun informal, wawancara dilakukan dengan teknik purposiv sampling, yaitu memilih informan yang dianggap relevan untuk memberikan informasi, informan dalam penelitian ini yakni Asisten i Administrasi Umum Sekretariat Daerah. Kepala Sub Bagian Umum. Kepala Sub Bagian Protokol. Staf ASN/Honorer Bagian Umum. Protokol dan Analis kebijakan. Dokumentasi pengambilan gambar, foto dan dokumen pendukung di lokasi penelitian untuk memperjelas dan memperkuat hasil penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengidentifikasi pola komunikasi internal di Sekretariat daerah Kabupaten Gorontalo yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil wawancara dengan enam informan, ditemukan bahwa pola komunikasi internal memiliki menudukung koordinasi antar-unit, pelaksanaan tugas, serta pencapaian kinerja individu maupun organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi formal lebih sering digunakan dalam kegiatan resmi seperti rapat, penyampaian informasi kebijakan dan laporan kinerja. Namun, komunikasi informal, seperti diskusi santai di luar jam kerja juga, memainkan peran penting dalam menyelesaikan masalah secara cepat interpersonal antarpegawai. Hambatan mencakup kurangnya keterbukaan informasi, tidak meratanya akses komunikasi dan kurangnya umpan balik yang memadai. Sebagai contoh, salah satu informan menyatakan: AuKomunikasi di sini masih sering terkendala karena kurangnya transparansi dari pimpinan. Kadang informasi penting tidak sampai ke semua pegawai secara merata. Ay (Wawancara dengan staf honorer bagian umum, pada 3 Februari 2. Ay Data menunjukkan bahwa pola komunikasi internal di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo masih memerlukan perbaikan, terutama dalam hal mekanisme penyampaian informasi dan sistem umpan balik yang lebih efektif. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori komunikasi organisasi yang dikemukakan R Wayne Pace & Don F. Paules yang menyoroti memperkuat hubungan interpersonal, mendukung pengambilan keputusan dan memastikan kelancaran arus Temuan mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa komunikasi internal yang baik dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja Dalam konteks nasional, hasil implementasi Undang-Undang No. tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menggarisbawahi ditemukan menunjukkan adanya celah yang perlu di antisipasi untuk memastikan implementasi regulasi ini berjalan efektif. Secara lokal, hasil penelitian ini menunjukkan relevansi dengan Peraturan Bupati Gorontalo No. 41 Tahun 2019 tentang tata kelola Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. pemerintahan yang efektif. Meski demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan akses informasi dan kurangnya kejelasan dalam penyampaian arahan dari pimpinan kepada staf. Dalam konteks teori motivasi Herzberg komunikasi yang ditemukan dapat berdampak pada penurunan motivasi kebutuhan akan umpan balik yang jelas dan transparansi informasi tidak Oleh karena ity, organisasi komunikasi internal, baik melalui pelatihan komunikasi untuk pimpinan informasi manajemen yang lebih KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa pola pola komunikasi internal di Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo berperan penting dalam komunikasi formal, seperti rapat dan penyampaian informasi di bidang kebijakan publik, menjadi sarana komunikasi informal turut membantu menyelesaikan masalah dengan cepat Hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi kurangnya informasi, distribusi komunikasi yang tidak merata, dan kurangnya umpan balik yang efektif. Hasil penelitian mendukung teori menekankan pentingnya komunikasi koordinasi dan pencapaian tujuan Hambatan yang ditemukan menunjukkan perlunya perbaikan memastikan kinerja yang lebih Temuan ini relevan dengan regulasi nasional dan Pemerintah Daerah, serta mendukung pentingnya pengembangan strategi komunikasi internal yang lebih terintegrasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo. Saran Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Meningkatkan Transparansi Informasi: Pimpinan diharapkan menyampaikan informasi penting ASN/honorer, guna menghindari meningkatkan efisiensi kerja. Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi: Implementasi teknologi komunikasi yang lebih baik dapat memastikan distribusi informasi yang merata di seluruh unit kerja. Penyediaan Pelatihan Komunikasi: Pelatihan berkomunikasi antara pimpinan dan staf pegawai ASN/honorer dapat membantu meningkatkan interpersonal dan menyelesaikan hambatan komunikasi yang ada. Meningkatkan Umpan Balik: Organisasi perlu menyediakan mekanisme berkomunikasi yang efektif untuk memberikan dan menerima umpan balik dari pegawai ASN/honorer, guna keputusan yang lebih baik. Penelitian Lanjutan: Penelitian di masa mendatang disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. P-ISSN:2338-7521 E-ISSN: 3047-2725 https://doi. org/10. 55499/intelektual. tentang pengaruh komunikasi secara digital terhadap kinerja organisasi, serta mengkaji faktorfaktor lain seperti budaya memengaruhi pola komunikasi DAFTAR PUSTAKA