ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PADA MENINGKATKAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPA SRIWEDARI 02 Tamman Firdaus Muqarrobin. Satri Wahyuni STIT Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi Email: mm. firdausm@gmail. com, satriwahyuni26@gmail. Abstract: This study aims to analyze the need for learning media used to improve students' conceptual understanding of Natural Sciences (IPA) subjects at SDN Sriwedari 02. The background of this study is based on the importance of learning media as a tool in the teaching and learning The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and The research subjects include science teachers and The results of the study indicate that the learning media that have been used so far are quite good and able to help students understand science materials. However, the needs analysis shows that there is still room for the development of more varied and contextual media, to support more effective learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN Sriwedari 02. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPA dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah digunakan selama ini sudah cukup baik dan mampu membantu siswa dalam memahami materi IPA. Namun, analisis kebutuhan menunjukkan masih adanya ruang untuk pengembangan media yang lebih variatif dan kontekstual, guna mendukung pembelajaran yang lebih ARTICLE HISTORY Received : Juli 2025 Revised : Juli 2025 Accepted : Juli 2025 KEYWORDS learning media. science for elementary KEYWORDS media pembelajaran. analisis kebutuhan. pemahaman konsep. IPA untuk sekolah PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi saat ini berlangsung sangat pesat, khususnya di bidang pendidikan. Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, diharapkan siswa memperoleh pendidikan yang optimal, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, kreativitas, maupun kemandirian, serta mampu menjadi individu yang bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar (Damayanti. , & Wiarta. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Mengingat bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap individu, maka pemenuhannya menjadi hal yang esensial dan berperan besar dalam menentukan arah kehidupan serta masa depan seseorang. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep (Hardiansyah. Kamil. , & Umi. , 2. Pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kemampuan siswa untuk mengekspresikan kembali hasil belajar yang dimiliki dalam bentuk lain yang lebih mudah dipahami,sehingga siswa bisa memberikan pandangan dan menerapkan konsep sesuai dengan kemampuan kognitif yang dimilikinya (Budianti. Nurmalia. , & Kusumawardani, , 2. Menurut Meilina. , & Afriyah. , pemahaman konsep adalah kemampuan untuk menangkap makna dari materi yang sedang dipelajari, seberapa baik peserta didik dapat menerima, menyerap, dan memahami dan mengerti apa yang mereka baca, lihat, alami, atau rasakan melalui hasil penelitian atau observasi langsung yang mereka lakukan (Martiasari. , 2. Menurut Ashilah. Sudin. , & Sujana. , pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA merupakan aspek penting, namun sering menjadi tantangan bagi siswa. Kendala ini muncul karena beberapa faktor, seperti sifat materi IPA yang cenderung abstrak, kurangnya penggunaan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, serta rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Menurut Bruner, agar siswa lebih mudah memahami konsep, metode pembelajaran perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif mereka, dimulai dari pengalaman konkret hingga mencapai pemahaman abstrak. Oleh karena itu, pembelajaran IPA memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, karena membantu siswa memahami konsep-konsep dasar sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari (Putri. Fitriyani. Umayyah. , & Azizah. Penting untuk disadari bahwa literasi sains tidak muncul secara instan. Proses pembentukannya memerlukan waktu, strategi pembelajaran yang tepat, serta dukungan dari berbagai faktor, seperti lingkungan belajar yang kondusif, keterlibatan guru yang aktif, dan akses terhadap sumber belajar yang relevan (Cahyaningsih. , & Sofyan. , 2. Ketika siswa berhasil mengembangkan literasi sains, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan komunikasi yang akan sangat bermanfaat baik dalam konteks akademik maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari (Tantowi. , & Kurniawan, 2. Selain itu, diperlukan juga media pembelajaran yang bersifat konkret, guna memberikan pengalaman secara langsung bagi peserta didik (Deliany. Marisda. , & Nurfadilah. N, 2. Pembelajaran IPA kelas IV di SDN Sriwedari 02 saat ini menggunakan kurikulum Menurut Ramadhani. , dkk . perangakat pembelajaran merupakan rencana atau metode yang harus disusun dan dipersiapkan oleh guru sebelum proses pembelajaran dimulai. Beberapa perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum merdeka adalah modul pembelajaran, lembar kerja peserta Didik (LKPD). Bahan Ajar. Instrumen penilaian, media pembelajaran,dan soal evaluasi. Hasill observasi terhadap siswa kelas 4 di SDN Sriwedari 02 mengungkap beberapa situasi yang membuat anak-anak mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA. Selama pengamatan, peneliti mencatat AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . bahwa sejumlah siswa kurang memiliki minat untuk belajar, tidak terlibat aktif dalam proses belajar, kerap membuat keributan, menganggu teman, dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Untuk menggali lebih dalam tentang penyebab kesulitan belajar tersebut, peneliti melaksanakan penelitian komprehensif teerhadap seluruh siswa kelas 4 SD. Dengan melakukan wawancara kepada setiap siswa, peneliti menemukan bahwa masalah belajar ini juga berhubungan dengan peran orang tua dalam menyediakan sumber Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, disebabkan oleh kurangnya dukungan dan arahan orang tua dirumah. selain itu, kendala dalam belajar juga terkait dengan materi gaya yang diajarkan pada siswa kelas 4 di SD mengalami tantangan dalam memahami konsep yang diajarkan. Metode pembelajaran yang banyak menggunakan ceramah tidak efektif dalam menarik minat perhatian siswa secara optimal. Untuk menangani masalah belajar siswa dalam pelajaran IPA kelas 4, diperlukan peningkatan dalam proses pembelajaran. Guru perlu memperbaiki metode pengajaran yang digunakan agar lebih mampu menarik perhatian siswa. Menggunakan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan bisa membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Di samping itu, dukungan orang tua dalam membimbing siswa di rumah juga sangat kursial. Dengan adanya penguatan dalam sistem pendidikan dan dukungan dari orang tua, diharapkan siswa kelas 4 SD bisa mengatasi kesulitan dalam pembelajaran sains. Hal ini di harapkan dapat meningkatkan minat belajar serta pemahaman siswa mengenai konsep ilmiah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian berupa studi Metode kualitatif adalah cara penelitian yang menjelaskan suatu peristiwa, gejala, atau kondisi yang terjadi saat ini yang disajikan secara deskriptif tanpa melibatkan angka statistik, kemudian diuraikan sebagaimana adanya. Penelitian kualitatif dapat juga dipahami sebagai proses penemuan tanpa menggunakan metode statistik dan kuantifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menggambarkan peristiwa, fenomena, sikap, kegiatan sosial, persepsi, pemikiran, dan keyakinan setiap individu yang ada di lingkungan SDN Sriwedari 2 baik siswa orang tua dan terutama para guru untuk mengubah cara pandang dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, pengamatan secara langsung tentang apa saja yang digunakan oleh setiap guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan pendidikan di SD Negeri Sriwedari 02 secara umum tergolong baik dan mendukung proses pembelajaran yang efektif serta pembentukan karakter siswa. Dari segi fisik, bangunan sekolah dalam kondisi cukup memadai. Ruang-ruang kelas telah dilengkapi dengan lantai keramik, dinding permanen, serta pencahayaan yang cukup. Papan tulis yang digunakan adalah whiteboard, yang menunjukkan bahwa sekolah telah mengikuti perkembangan sarana belajar yang lebih modern dan bersih. Perabotan seperti meja dan kursi siswa maupun guru masih dalam kondisi layak Setiap kelas dilengkapi dengan almari untuk menyimpan buku paket mata pelajaran serta papan panjang yang digunakan untuk menampilkan hasil karya siswa. Hal ini AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . menunjukkan bahwa sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan menghargai hasil belajar secara visual. Dari segi sarana prasarana. SD Negeri Sriwedari 02 memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Dari sisi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dengan guru, serta angket yang diberikan kepada peserta didik di SRIWEDARI 02, terdapat beberapa temuan yang telah penulis himpun terkait analisis penggunaan media pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Dari hasil observasi, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran masih di dominasi dengan metode ceramah dan hanya mengandalkan buku paket atau LKS sebagai sumber belajar utama. Penggunaan media pembelajaran digunakan tapi hanya sebatas media yang siap pakai hasil dari download di internet tanpa ada pengembangan lanjutan, sehingga peserta didik cenderung pasif dan kurang terlibat secara langsung dalam proses Kondisi ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep, terutama pada materi IPA yang bersifat abstrak dan membutuhkan visualisasi. Dari hasil wawancara dengan guru IPA, diperoleh informasi bahwa guru menyadari pentingnya penggunaan media pembelajaran, namun masih mengalami keterbatasan dalam hal ketersediaan media, waktu, serta keterampilan dalam mengembangkan media yang sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik. Guru menyatakan bahwa media yang menarik dan mudah digunakan sangat dibutuhkan untuk membantu menjelaskan konsepkonsep IPA. Sementara itu, hasil angket yang diberikan kepada peserta didik menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik merasa pembelajaran IPA akan lebih mudah dipahami apabila disertai dengan media pembelajaran yang menarik, seperti gambar, video, alat peraga, atau media berbasis teknologi. Peserta didik juga menyatakan lebih tertarik dan termotivasi belajar ketika guru menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan yang cukup tinggi terhadap penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA di SRIWEDARI 02. Media pembelajaran berperan penting dalam membantu peserta didik memahami konsep IPA yang bersifat abstrak menjadi lebih Temuan penelitian ini sejalan dengan teori pembelajaran yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian, motivasi, serta pemahaman konsep peserta didik. Dengan adanya media pembelajaran, peserta didik tidak hanya menerima informasi secara verbal, tetapi juga melalui pengalaman visual dan interaktif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep IPA. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi IPA, seperti media visual, audioAL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . visual, maupun alat peraga sederhana yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru dan peserta didik memiliki persepsi yang sama terkait pentingnya media pembelajaran. Hal ini menjadi dasar yang kuat bahwa pengembangan dan penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA di SRIWEDARI 02. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan media pembelajaran IPA yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih jelas dan menarik, serta meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru perlu diberikan dukungan dan pelatihan dalam pengembangan serta penggunaan media pembelajaran agar dapat memaksimalkan potensi media tersebut dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA. Berdasarkan penggunaan media pembelajaran memiliki keterkaitan yang erat dengan peningkatan pemahaman konsep IPA peserta didik di SRIWEDARI 02. Media pembelajaran berfungsi sebagai perantara yang membantu peserta didik menghubungkan materi yang bersifat teoritis dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Materi IPA yang mengandung konsep abstrak, seperti sistem organ, perubahan energi, dan proses alam, akan lebih mudah dipahami apabila disajikan melalui media pembelajaran yang tepat. Media visual dan audio-visual dapat membantu peserta didik membangun gambaran mental terhadap konsep yang dipelajari, sehingga mengurangi kesalahan pemahaman dan meningkatkan daya ingat peserta didik. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya beberapa kendala dalam penggunaan media pembelajaran di SRIWEDARI 02. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, seperti perangkat teknologi dan media pembelajaran siap pakai. Selain itu, guru juga menghadapi keterbatasan waktu dalam mempersiapkan media pembelajaran yang inovatif. Kendala lain yang ditemukan adalah masih kurangnya pelatihan bagi guru terkait pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran. Hal ini menyebabkan media yang digunakan belum sepenuhnya optimal dalam mendukung pembelajaran IPA. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat membantu guru mengatasi kendala tersebut, seperti penggunaan media sederhana yang mudah dibuat dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Berdasarkan kendala yang ditemukan, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan media pembelajaran sederhana dan kontekstual. Media pembelajaran tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat berupa alat peraga sederhana yang dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selain itu, guru dapat memanfaatkan media digital yang tersedia secara gratis. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . seperti video pembelajaran dan gambar edukatif, untuk mendukung proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran secara bertahap dan terencana diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA serta pemahaman konsep peserta didik. Hasil penelitian ini relevan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini memperkuat temuan bahwa penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan media pembelajaran IPA di SRIWEDARI 02 serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran IPA. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di SRIWEDARI 02, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Terdapat kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran di mata pelajaran IPA. Peserta didik lebih mudah memahami konsep yang bersifat abstrak ketika disajikan melalui media yang menarik, seperti gambar, video, alat peraga, atau media digital Guru juga menyadari pentingnya media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Media pembelajaran membantu peserta didik menghubungkan konsep teoritis dengan fenomena nyata, sehingga meningkatkan pemahaman, motivasi, dan daya ingat peserta didik. Media yang bervariasi membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan Beberapa kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu guru, serta kurangnya pelatihan dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran. Kendala ini menghambat optimalisasi penggunaan media dalam pembelajaran IPA. Pengembangan media pembelajaran sederhana, kontekstual, dan mudah diakses dapat menjadi solusi. Media tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi. alat peraga sederhana maupun media digital gratis juga efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA. Pendekatan bertahap dan terencana dalam penggunaan media sangat Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan media pembelajaran IPA di SRIWEDARI 02 maupun sebagai referensi penelitian selanjutnya. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi terbukti sangat penting AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik. Guru perlu mengembangkan dan memanfaatkan media secara efektif agar proses pembelajaran lebih interaktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA