P a g e | 16 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET Computer Based Information System Journal ISSN (Prin. : 2337-8794 | E- ISSN : 2621-5292 web jurnal : http://ejournal. id/index. php/cbis PERANCANGAN SISTEM PEMBELAJARAN KULIAH BAHASA INDONESIA LMS MATA Heri Nuryanto1,Eryd Saputra2. Eva Amalia3. Hendra Syaiful4. Annisa Ulhasanah5 Politeknik Pariwisata Batam. Indonesia. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Diterima Redaksi: Januari 2025 Diterbitkan Online: Maret 2025 Fleksibelitas konsep pendidikan secara berlahan lahan mulai bergesar dari pembelajaran tatap muka, yang berarti kehadiran pendidik dan peserta didik menjadi indikator utama dalam proses belajar mengajar dikelas ke sistem pendidikan jarak jauh. Learning Management System (LMS) merupakan program perangkat lunak berbasis web yang banyak dipakai untuk aktivitas manajemen, dokumentasi, pemantauan, pelaporan, administrasi dan distribusi konten pendidikan, program pelatihan, manual teknis, video instruksional, perpustakaan digital, dan proyek pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui bagaimana alur kerja sistem pembelajaran matakuliah Bahasa Indonesia. Untuk menetukan model dan fungsi sistem secara dan . Mengetahui alur data melalui pendekatan visual. Metode penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah metode iterative and agile systems development lifecycle. hasil penelitian dapat diketahui bahwasanya terdapat 3 entitas yang berperan dalam prosen sistem ini, yaitu: Admin. Dosen, dan Mahasiswa KATA KUNCI Pendidikan jarak jauh. LMS. Bahasa Indonesia KORESPONDENSI E-mail: heri@btp. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu intrumen penting dalam mengembangkan kompetensi sumber daya manusia. Kehadiran negara dalam mengelola pendidikan tercermin dalam Pasal 1 ayat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan nasional,Ay Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Lebih http://ejournal. id/index. php/cbis lanjut dalam pasal 3 ayat 1 dijelaskan Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fleksibelitas konsep pendidikan secara berlahan lahan mulai bergesar dari pembelajaran tatap muka, yang berarti kehadiran pendidik dan peserta didik menjadi indikator utama dalam CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET proses belajar mengajar dikelas ke sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini dapat dilihat dari dikeluarkannya peraturan menteri peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 109 tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada pendidikan tinggi. Konsep e-learning sendiri Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau distance learning, dengan kata lain e-learning merupakan salah satu cara belajar, sedangkan PJJ adalah metode untuk menghadiri kelas meskipun tidak bisa hadir secara fisik. Dari sudut pandang teknologi PJJ tidak menitik beratkan pada pembelajaran berbasis teknologi informasi, sedangkan elearning lebih terfokus pada pembelajaran berbasis teknologi informasi. Learning Management System (LMS) merupakan program perangkat lunak berbasis web yang banyak dipakai untuk aktivitas pelaporan, administrasi dan distribusi konten pendidikan, program pelatihan, manual teknis, video instruksional, perpustakaan digital, dan proyek pembelajaran. LMS menyediakan wadah yang terintegrasi untuk materi, penyampaian, dan manajemen pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik, pembuat materi, dan LMS bertindak sebagai titik pusat dari implementasi e-learning. Pembelajaran berbasis teks memiliki keunggulan dalam pelaksanaan pembelajaran . Dapat mengembangkan bakat menulis dan kecakapan individu, . Dapat mengembangkan pendapat siswa tentang suatu topik pembelajaran, . Situasi proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan menumbuhkan daya kreativitas siswa, . Membantu siswa menghubungkan ideide pokok materi dengan kehidupan . Membantu penjelasan bagian teks secara keseluruhan, . Bekerja sama dengan siswa lain dalam tugas-tugas dirasakan sulit, . Matakuliah Bahasa Indonesia merupakan salah satu Matakuliah Wajib Umum (MKWU) di Program Studi Majemen Kuliner Politeknik Pariwisata Batam, http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 17 pembelajarannya masih dilakukan secara tatap muka dikelas. Pendekatan berbasis teks untuk matakuliah Bahasa Indonesia telah digunakan di jenjang perguruan tinggi sejak tahun 2016 AuPendekatan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di perguruan tinggi merupakan kelanjutan dari pendekatan yang sama di SMP/MTs dan SMA/MA. Teks dan fungsi sosialnya serta unsur-unsur kebahasaan yang dikandung di dalamnya menjadi fokus kegiatan Fungsi sesungguhnya adalah tujuan teks tersebut. Sudah barang tentu unsur-unsur kebahasaan di dalam teks tidak lagi diajarkan secara terpisah-pisah, tetapi secara integratif dengan struktur teks dan fungsi/tujuan Dalam pembelajaran, perlu ditunjukkan bahwa unsurunsur dan struktur teks itu digunakan di dalam teks untuk memenuhi fungsi/tujuan sosialnya. Karena teks yang satu memiliki fungsi/tujuan sosial yang berbeda, teks yang berbeda juga unsur-unsur danstruktur teks yang berbedaAy, (Ay, . Lebih lanjut Ay, . menjelaskan beberapa strategi perkuliahan matakuliah Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan dilaksanakan dengan empat tahap secara siklus: Tahap pembangunan konteks. Tahap pemodelan. Tahap bekerja sama membangun/ mengembangkan teks. Tahap membangun/ mengembangkan teks secara mandiri. Tujuan Penelitian . Untuk mengetahui bagaimana alur kerja sistem pembelajaran LMS matakuliah Bahasa Indonesia . Untuk menetukan model dan fungsi sistem secara mendetail . Mengetahui pendekatan visual. Manfaat Penelitian . Menggambarkan alur kerja sistem pembelajaran LMS matakuliah Bahasa Indonesia . Menggambarkan model dan fungsi memudahkan identifikasi kebutuhan . Menggambarkan alur data secara lebih mudah melalui pendekatan visual. CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET II. Kajian Literatur Learning Management System (LMS) Ketidaksiapan pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi kelemahan dalam pembelajaran tradisional. Apalagi materi ajar yang disampaikan tidak dapat diulangi sedangkan catatan kecil dan penjelasan pendidik mempunyai keterbatasan dalam transfer ilmu. Metode ini tentu saja tidak efektif, memiliki keterbatasan ruang dan waktu, dan pembelajaran yang tidak dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Ay, . Desain sistem pembelajaran lazimnya dimulai dari kegiatan analisis yang digunakan untuk menggambarkan masalah pembelajaran sesungguhnya yang perlu dicari Setelah dapat menentukan masalah yang sesungguhnya maka langkah selanjutnya adalah menentukan alternatif solusi yang akan pembelajaran. Ay, . Arsitektur layanan sistem pembelajaran online . -learnin. dapat dijadikan rancangan tepat dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih baik, mengingat tingkat fleksibilitas, skalabilitas serta fungsionalitasnya yang memudahkan kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Ay, . E-Learning adalah salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet Ay, . Sedangkan LMS merupakan sebuah perangkat lunak aplikasi yang digunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran online meliputi: Video. Forum diskusi. Obrolan. Bahan Perkuliahan. Kuis. Ay, . LMS memungkinkan dosen memfasilitasi dan membuat model diskusi, merencanakan kegiatan online, menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan pembelajaran dengan banyak pilihan, dan membantu dalam pemecahan masalah dengan proses pengambilan keputusan. Ay, . Lebih lanjut Ay, . menjelaskan LMS merupakan salah satu alat elearning yang telah banyak digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa, meningkatkan pengalaman belajar dan memudahkan konstruksi pemahaman terhadap topik pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian Ay, . LMS adalah alat penting bagi mahasiswa karena mereka tidak dapat terus mengikuti perkembangan tugas pemberitahuan instan mengenai tugas harian http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 18 dosen memiliki waktu yang lebih mudah untuk menghubungi mahasiswanya di luar jam pelajaran dan dapat langsung memberikan informasi terbaru kepada mereka melalui LMS tentang masalah terkait tugas kuliah mereka. Meskipun pengguna baru LMS menghadapi beberapa masalah, itu semua adalah bagian tak terpisahkan dari pembelajaran dan penggunaan sistem yang benar-benar baru. Dengan demikian e-learning dapat mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan materi, siswa dengan pengajar, maupun antara sesama siswa Ay, . Beberapa Penerapan pembelajaran jarak jauh secara synchronous dan asynchronous menurut Ay, . Meningkatkan Pembelajaran daring, bukan berarti meniadakan interaksi. Sebagai makhluk sosial, manusia tentu membutuhkan adanya interaksi dengan sesamanya. Meskipun pembelajaran dilakukan berjarak, dengan metode pembelajaran synchronous dan asynchronous, tercipta lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran dan pengajaran yang menawarkan berbagai cara untuk pertanyaan secara real-time antara peserta dan pemateri melalui teknologi pembelajaran synchronous. Tetap peserta pelatihan . Waktu pembelajaran yang fleksibel Ketika penyelenggara pelatihan lebih mengedepankan momen belajar mandiri lewat asynchronous, maka peserta akan lebih leluasa mengikuti pelatihan. Biaya pelatihan cenderung lebih hemat . Pelatihan lebih efektif dan efisien . Bisa mengikuti pelatihan lebih dari satu dalam waktu bersamaan . Ikut mengembangkan inovasi di bidang Penyelenggara pelatihan akan terus membuat sistem atau aplikasi yang user friendly untuk pesertanya. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi di bidang pelatihan, tentu dari segi peserta akan merasa terbantu atau dimudahkan. CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET Data Flow Diagram (DFD) Diagram Alir Data merupakan alat yang menggambarkan arus data didalam sistem secara terstruktur dan jelas, lebih lanjut DFD merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. DFD mulai dipopulerkan pada akhir tahun 1970an oleh pelopor komputasi Ed Yourdon dan Larry Constantine. Mereka mendasarkannya pada model komputasi grafik aliran data oleh David Martin dan Gerald Estrin. Konsep desain terstruktur mulai dikenal di bidang rekayasa perangkat lunak, dan metode DFD pun mulai Konsep ini menjadi lebih populer di kalangan bisnis, karena diterapkan pada analisis bisnis diberbagai perusahaan. Tiga pakar lain yang berkontribusi terhadap peningkatan metodologi DFD adalah Tom DeMarco. Chris Gane, dan Trish Sarson. Mereka bekerja sama dalam berbagai kombinasi untuk menjadi penentu utama simbol dan notasi yang digunakan untuk diagram aliran data. Perbedaan utama dalam simbol-simbol mereka adalah bahwa Yourdon-Coad Yourdon-DeMarco menggunakan lingkaran untuk proses, sementara Gane dan Sarson menggunakan persegi panjang dengan sudut membulat . elah ketupa. Ada juga variasi simbol lain yang digunakan, jadi yang penting untuk diingat adalah untuk bersikap jelas dan konsisten dalam bentuk dan notasi yang Anda gunakan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain. Peraturan-peraturan diperhatikan dalam penggambaran simbol DFD menurut (Kristanto, 2. yang pulikasikan oleh Ay, . Antar-entiti luar tidak diijinkan terjadi hubungan atau relasi. Tidak boleh ada aliran data antara entiti luar dengan tempat penyimpanan. Untuk alasan kerapian, entiti luar atau tempat penyimpanan boleh digambar beberapa kali dengan tanda khusus, misalnya diberi nomor. Satu aliran data boleh mengalirkan beberapa struktur data. Bentuk anak panah aliran data boleh . Semua obyek harus mempunyai nama. Aliran data selalu diawali dan diakhiri dengan proses. http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 19 . Semua aliran data harus mempunyai tanda arah Tahapan- tahapan perancangan dengan menggunakan DFD: Membuat DFD Level 0 atau sering disebut Context Diagram DFD level 0. Menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang berinteraksi dengan orang maupun sistem lain. DFD Level 0 digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem yang akan dikembangkan dengan entitas luar. Context Diagram sebagai paling tinggi . op leve. hanya menggambarkan sistem secara garis Context mempunyai satu proses saja, yaitu proses dengan nomor 0. Diagram ini merupakan gambaran umum dasar dari keseluruhan sistem atau proses yang dianalisis atau dimodelkan. Diagram ini dirancang sebagai tampilan sekilas, yang memperlihatkan sistem sebagai satu proses tingkat tinggi, dengan hubungannya dengan entitas eksternal. Diagram ini harus mudah dipahami oleh khalayak luas, termasuk pemangku kepentingan, analis bisnis, analis data, dan pengembang . Membuat DFD level 1 DFD level 1 Digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD level 1 merupakan hasil breakdown DFD level 0 atau context yang sebelumnya sudah dibuat. DFD Level 1 menyediakan perincian yang lebih rinci dari bagian-bagian Diagram Level Konteks. Anda akan menyoroti fungsifungsi utama yang dijalankan oleh sistem, saat Anda menguraikan proses tingkat tinggi Diagram Konteks menjadi . Membuat DFD level 2, 3 dan Modul - modul pada DFD level 1 dapat di-breakdown menjadi DFD level 2. Modul mana saja yang harus di breakdown lebih detail tergantung pada tingkat kedetailan modul tersebut. CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET Gambar 2. 1 Simbul DFD (Dennis. Wixom, dan Keterangan: Aliran data Menggambarkan data yang bergerak dan berpindah sebagai satu kesatuan dari satu tempat dalam sistem ke sistem . Tempat penyimpanan data Merupakan tempat penyimpanan data yang statis untuk data. Penyimpanan data dapat mencakup beragam lokasi fisik yang berbeda-beda untuk data, seperti folder file, satu atau beberapa file berbasis komputer atau buku . Proses Mengambarkan dilakukan pada data sehingga data . Sumberdan/atau tujuan data Dikenal sebagai entitas eksternal karena berada diluar sistem. Metodologi Metode penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah metode iterative and agile systems development Berdasarkan metodologi ini, penelitian dilakukan dengan tahapan identifikasi masalah mengenai aspek e-learning yang akan ditampilkan di dalam Learning Management System, menganalisa detil model yang komponenkomponen sistem yang akan dibuat. Agile mengantisipasi persyaratan baru selama proses pengembangan sistem. Sedangkan Iterative developement adalah pendekatan pengembangan sistem dimana sistem dibangun bagian per bagian melalui beberapa kali perulangan. Bagian sistem diselesaikan terlebih dahulu kemudian proses diulangi untuk perbaikan dan penambahan hingga semua sistem selesai dibangun. http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 20 IV. Pembahasan Perancangan sistem dimulai dengan membuat diagram konteks yang menjelaskan secara umum proses dari Sistem Pembelajaran LMS Matakuliah Bahasa Indonesia yang akan Terdapat 3 entitas yang berperan dalam prosen sistem ini, yaitu: Admin. Dosen, dan Mahasiswa. Gambar 4. Conteks Diagram Gambar 4. 2 Data Flow Diagram Level 1 CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET P a g e | 21 Gambar. Sistem Pembelajaran Matakuliah Bahasa Indonesia Gambar 4. 3 DFD Level 2 dari proses 1 (Pengelolaan Use. Gambar 4. 4 DFD Level 3 dari proses 1. (Pengelolaan Use. http://ejournal. id/index. php/cbis LMS Pada sistem ini keberadaan Admin merupakan entitas yang memegang kuasa penuh atas sistem. Dosen adalah entitas yang mengelola suatu kelas dan bertindak sebagai pengampu pada Matakuliah Bahasa Indonesia. Dosen memiliki peran utama dalam proses belajar dan mengajar online. Membuat agenda kelas. Dosen juga bisa menambahkan materi kelas sebagai materi pelengkap dari Rencana Pembelajaran Setester yang telah di pelajari, dan menambahkan materi latihan soal, tugas. Sedangkan Mahasiswa adalah entitas yang bertindak sebagai pembelajar. Di dalam aktifitas belajar dan mengajar mahasiswadapat melakukan download materi perkuliahan, melakukan diskusi di forum dengan dosen dan sesama mahasiswa, melakukan tanya jawab langsung . , melakukan upload dan download materi perkuliahan, dan mengerjakan soal-soal latihan, mengirim tugas, mengerjakan Proses pada sistem DFD level 1, admin sebagai orang yang punya kendali penuh terhadap sistem e-Learning ini memiliki tugas input data login admin, data registrasi Dosen. Mahasiswa. Selain itu admin juga mendapatkan informasi dari pengelolaan user seperti info registrasi Dosen, registrasi mahasiswa, info login Dosen, info login mahasiswa. Admin wajib mengetahui siapa saja user yang sedang online. Sedangkan entitas mahasiswa hanya di berikan info login Dosen, info user online dan menginputkan data ke sistem. Untuk proses 2. pengelolaan kelas admin bertugas untuk masukan data Matakuliah, sedangkan untuk Dosen bertugas sebagai membuat mata pelajaran, daftar peserta kelas, agenda kelas, upload materi perkuliahan, serta membuat tugas dan kuis. Pada CBIS JOURNAL - VOL. 13 NO. : MARET proses ini mahasiswa mendapatkan info mata kuliah, info agenda kelas, info kuis dan tugas, dan dapat mendownload materi perkulihan. Pada proses 3. 0 adalah admin menyediakan fasilitas chat, forum, berita dan kirim surat kepada semua user yakni Dosen dan Mahasiswa. Setiap user dapat mengakses dan memberikan komentar ke dalam sistem. Pada proses DFD level 3 dari proses 1. admin melakukan melakukan pekerjaan berupa tambah data, edit data, delate data dan mencari data yang di ingikan, untuk entitas mahasiswa hanya bisa edit data dan melihat laporan. Sedangkan entitas Dosen bisa melakukan edit data, delate data serta mencari data yang ingin di Kesimpulan . Alur kerja sistem pembelajaran LMS Matakuliah Bahasa Indonesia telah selesai dikerjakan . Penggunaan LMS Matakuliah Bahasa Indonesia proses belajar mengajar dapat dilakukan secara online, dengan tetap menghadirkan dosen dikelas. Agar pelaksanaan perancangan sistem ini dapat berjalan dengan baik, tanpa ada kendala teknis yang ada, maka diharapkan untuk dapat melakukan pengujian menggunkan blackbox testing dengan menguji kinerja input data yang dimasukkan dan melihat hasil kinerja sistem Daftar Pustaka