ANALISIS PENDEKATAN MODEL KURIKULUM HUMANISTIK PADA PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU BUDDHA (SMB) Bondan Ade Prasetya1. Suparman2 Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta bondanadeprasetya@gmail. com, jessymanggala@gmail. Abstrak Tulisan ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang analisis pendekatan model kurikulum humanistik pada pengembangan kurikulum sekolah minggu Buddha (SMB). Rumusan masalah dalam tulisan ini difokuskan pada bagaimana tinjauan terhadap kurikulum pendekatan model humanistik. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka yang dikumpulkan penulis dari berbagai sumber jurnal dan artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari hasil penelitian terlihat bahwa terdapat banyak persamaan antara model pengembangan kurikulum humanistik dan isi dari prinsip-prinsip kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB). Kata kunci: Kurikulum. Model Humanistik. Sekolah Minggu Buddha (SMB) Abstract This paper aims to provide an overview of the analysis of the humanistic curriculum model approach in the development of the Buddhist Sunday School (SMB) The main focus of this study is to examine how the humanistic curriculum approach can be applied within the context of SMB. This paper is based on a literature review of various journals and articles relevant to the research objectives. The findings indicate a significant alignment between the principles of the humanistic curriculum model and the content of the Buddhist Sunday School curriculum. Keywords: Curriculum. Humanistic Model. Buddhist Sunday School (SMB). PENDAHULUAN Kurikulum sebagai instructional design menempati posisi yang sangat strategis dalam segala aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peran kurikulum dalam pendidikan dalam perkembangan kehidupan manusia , penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh (Sukirman, 2. Kurikulum adalah pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan, sentral sebagai proses dan sebagai evaluasi penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum adalah rangkaian rencana dan isi serta bahan pelajaran serta digunakan untuk memandu pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Kholik, 2021:. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan yang sangat kuat, yang harus didasari oleh hasil pemikiran serta penelitian mendalam. Penyusunan kurikulum apabila tidak didasari oleh landasan yang kuat maka berakibat fatal terhadap kegagalan Pendidikan. Dengan itu maka akan berakibat pada gagalnya proses pengembangan manusia. Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses merencanakan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum yang dilakukan dengan harapan agar kurikulum yang dihasilkan akan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan Pendidikan. (Salmin, 2. Landasan pengembangan kurikulum memiliki peran yang sangat penting, apabila kurikulum tidak memiliki dasar pijakan yang sangat kuat, maka kurikulum akan mudah goyah dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri. Hornby dkk. dalam AuThe1Advance LearnerAos1Dictionary1ofCurrent1EnglishAy (Mudyahardjo, 2001:. mengemukakan definisi landasan sebagai berikut: AuFoundation A that1on1which1an1idea or1belief 1an1underlying1principleAsas1the1foundations1of1religious1belief. arting1pointAAy. Jadi menurut1Hornby landasan merupakan suatu gagasan yang seperti1landasan1kepercayaan agama, dasar atau titik tolak. Dengan demikian landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan1sebagai suatu gagasan,1suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi1sandaran atau1titik tolak dalam mengembangkan1kurikulum (Mubarok, 2021:. Berkaitan dengan hal tersebut, ada salah satu model kurikulum, yaitu kurikulum1humanistik yang pada intinya kurikulum humanistik menitik beratkan kepada1pendidikan yang integratif, antara aspek1afektif . mosi,1sikap1dan1nila. dengan aspek kognitif . engetahuan dan kecakapan intelektua. atau menambahkan aspek1emosional1kedalam1kurikulum yang berorientasi1pada subject matter (Syarif, 1993: . Sekolah Minggu Buddha (SMB) merupakan1 Pendidikan non formal yang diadakan di vihara maupun cetiya yang didalam proses belajar mengajarnya dilakukan1 oleh pembina atau guru secara sukarela. Pendidikan1 SMB ini perlu dirancang1 guna untuk menjawab harapan dan tantangan1 terhadap perubahan-perubahan1 yang terjadi serta menanamkan keyakinan1 terhadap Buddha dhamma yang1 kuat sejak dini kepada pesertadidik, sehingga1 perlu upaya mengembangkan kurikulum1 pendidikan Sekolah Minggu Buddha1(SMB) yang1 semakin sempurna. (Pranata & Wijoyo, 2020:778-. (Wijoyo & Nyanasuryanadi, 2020:167-. mengatakan1 bahwa fungsi Kurikulum1 SMB akan efektif dengan dikembangkannya kurikulum yang berorientasi1 pada pengembangan fisik ( kaya bhavana. , sosial atau moralitas ( sila bhavana. , mental spiritual ( citta Bhavana. , dan pengetahuan ( Panna Bhavana. peserta didik yang berbasis1 pada nilai1 dan ajaran Agama1 Buddha. Pengembangan1 kurikulum tersebut perlu mengacu pada standar kompetensi lulusan yang dituangkan dalam capaian pembelajaran peserta didik1 SMB. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi1 pustaka . ibrary researc. yang penelitiannya menggunakan1 studi literatur melalui jurnal1 sebagai objek yang paling utama. Jenis1 penelitian yang digunakan adalah penelitian1 kualitatif, yaitu jenis penelitian yang1 menghasilkan penemuan-penemuan dengan data yang1 bersifat deskriptif yang tidak dicapai1 dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik1 . Penelitian kualitatif ini, menggunakan1 metode analisis deskriptif yang1 memberikan keterangan dan gambaran1 secara jelas, objektif, sistematis, analitis1 dan kritis mengenai kajian tentang1 analisis pendekatan model kurikulum humanistik pada pengembangan kurikulum sekolah minggu1 Buddha (SMB). Pendekatan1 pada penelitian ini dilakukan dengan1 cara mengumpulkan bahan-bahan bacaan yang dibutuhkan dan yang1 relevan dengan tema Setelah1 bahan-bahan bacaan itu terkumpul1 barulah dilakukan analisis secara1 umum sampai akhirnya mencapai suatu1 kesimpulan secara menyeluruh agar mampu memberikan1 kajian didalam pengembangan kurikulum pendidikan sekolah minggu 1Buddha (SMB). HASIL DAN PEMBAHASAN Pendekatan Model Humanistik Kurikulum1 humanistik adalah sebuah1 pendekatan pendidikan1 yang mengacu pada filosofis1belajar humanisme, yaitu1pendidikan yang memandang1bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif1 saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam1diri individu1 yang melibatkan seluruh1 bagian yang ada seperti . ognitif, afektif dan pskomotori. Sehingga dalam proses pembelajarannya nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam diri peserta didik mendapat perhatian untuk dikembangkan. Teori1 pendidikan humanistik1 berpandangan bahwa, tujuan belajar1 adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika pelajar1 mampu memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Peserta didik dalam1 proses belajarnya harus berusaha1 agar1 lambat-laun1 ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik mungkin. (Reka Miswanto, 2015:. Kurikulum humanistik dikembangkan1 oleh para ahli pendidikan humanistik1. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran1 pendidikan pribadi1 . , yaitu John Dewey1 . rogressive1Educatio. dan J. Roasseau (Romantic Educatio. (Suprihatin, 2017:. Konsep Teori Belajar Humanisme Teori1 belajar humanistik pada dasarnya 1mempunyai tujuan belajar yaitu untuk1 memanusiakan1 manusia. Oleh karena itu1 proses belajar dapat dianggap berhasil apabila peserta didik dirasa mampu memahami1 lingkungan dan dirinya1 sendiri. Dengan kesimpulan peserta didik mengalami1 perubahan dan mampu memecahkan permasalahan hidup1 dan bisa menyesuaikan11 diri dengan lingkungannya (Sukardjo et all, 2009:. Tujuan utama para pendidik adalah membantu pesertadidik untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu setiap individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik, dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik (Dalyono, 2012:. Pengaplikasian teori humanistik dalam dunia pembelajaran, guru lebih mengarahkan pesertadidik untuk berfikir induktif, mementingkan pengalaman, dan keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar Guru memberi kesempatan kepada pesertadidik untuk bertanya apabila kurang mengerti terhadap materi yang diajarkan. Indikator dari keberhasilan pengaplikasian ini adalah peserta didik merasa senang semangat, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap ( Herpratiwi, 2009:. Prinsip-prinsip Kegiatan Pembelajaran dalam Pendekatan Humanistik Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dalam pendekatan humanistik beberapa diantaranya yaitu: Berpusat pada peserta didik. Mengembangkan kreativitas peserta didik. Menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai. Menyediakan1 pengalaman belajar yang beragam serta belajar melalui berbuat (Suprihatin, 2017:. Kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB) Kurikulum sekolah minggu buddha (SMB) menurut PP Nomor 55 tahun 2007 pasal1 44 ayat . memuat bahan kajian paritta atau mantra, dharmagita, dhammpada, meditasi, jataka, riwayat hidup Buddha Gautama dan pokokpokok dasar agama buddha. Sedangkan berdasarkan keputusan dirjen bimas buddha nomor DJ. VI/97/SK/2009 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan sekolah minggu1 buddha pasal 20 ayat . dinyatakan bahwa kurikulum sekolah minggu buddha wajib memuat1 sekurang-kurangnya bahan kajian dan pelajaran tentang riwayat hidup Buddha gotama, kitab suci tripitaka1, sila samadhi, sejarah. Pendidikan seni, tata cara puja bakti, cerita jataka dan bahasa1 inggris. Model Kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB) Fungsi Sekolah Minggu Buddha mengacu pada kurikulum yang berorientasi pada pengembangan fisik . aya bhavan. , social atau moralitas . ila bhavan. , mental spiritual . itta bhavan. dan pengetahuan . anna bhavan. peserta didik yang berbasis pada nilai dan ajaran agama Buddha. Kurikulum Sekolah Minggu Buddha menggunakan model tematik yang berorientasi pada praktik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta Model tematik1 ini agar ajaran agama Buddha sebagai1 sumber pembelajaran dapat diintegrasikan dalam rangka perkembangan sikap1 spiritual dan social peserta didik. Pariyati . , patipatti . , dan1 pativedha1 . , digunakan sebagai metode dalam proses Sekolah Minggu Buddha. Ketiga metode tersebut bukan sebuah tahapan, akan tetapi merupakan satu kesatuan dalam proses pembelajaran1 yang saling berkaitan. Prinsip Pembelajaran Sekolah Minggu Buddha (SMB). Prinsip pembelajaran dalam sekolah minggu Buddha diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, 1memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup untuk kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pembelajaran Sekolah Minggu Buddha (SMB) dilaksanakan secara terstruktur : Belajar melalui bermain1 Pemberian rangsangan Pendidikan rangsangan1 Pendidikan melalui bermain. Berorientasi1 pada perkembangan peserta didik. Pembelajaran1 peserta didik Sekolah minggu Buddha harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan, usia maupun kebutuhan peserta didik. Berorientasi1 pada kebutuhan peserta didik. Guru mampu memberi rangsangan Pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik termasuk peserta didik yang berkebutuhan Berpusat pada peserta didik. Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pembelajaran aktif, kreatif, inovatif,1 efektif dan menyenangkan. Berorientasi1pada pengembangan nilai-nilai karakter. Membentuk karakter yang positif untuk peserta didik. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemandirian peserta Didukung1oleh lingkungan yang kondusif. Beroientasi1pada pembelajaran yang demokratis. Pemanfaatan1media belajar, sumber belajar, dan narasumber KESIMPULAN Pendekatan pengembangan kurikulum1adalah cara kerja dengan menerapkan strategi dan metode yang tepat dengan mengikuti1 langkahlangkah pengembangan1 yang sistematis untuk menghasilkan1 kurikulum yang sistematis agar1memperoleh kurikulum yang lebih baik. Penyusunan suatu komponen harus dinilai1konsistensinya dan berkaitan dengan komponenkomponen lainnya sehingga kurikulum benar-benar terpadu . dan Dari hasil analisis penelitian terlihat bahwa1terjadi banyak persamaan dan kesinambungan dari model kurikulum humanistik 1dan pengembangan dari kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB). REFERENSI