Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Penyuluhan Literasi Keuangan Untuk Masyarakat Di Desa Blang Mee Timu Zuriani ritonga, . Rizkha Maulana, . Rizky Maulana, . Fatimah Zuhra, . Sri Mulyani, . Sutoyo, . Kamaruddin, . 1,4,6,7,8 Manajemen. Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Bireuen. Indonesia. Manajemen. Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh . Bireuen. Indonesia. Tehnik Informatika . Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Bireuen. Indonesia. Administrasi Publik . Universitas Almuslim . Bireuen. Indonesia. Email Corresponding: zuriani2017@gmail. Abstrak Literasi keuangan memegang peranan penting dalam pengembangan usaha para pelaku UMKM. Literasi keuangan juga membantu rumah tangga untuk mengelola keuangan yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan seperti sosial budaya, usia, gender dan juga tingkat pendidikan. Salah satu literasi keuangan yang perlu dipahami oleh pelaku usaha adalah fintech lending. Melalui fintech lending proses peminjaman dana menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan adanya penyuluhan akan sangat membantu dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat terutama masyarakat yang jauh dari Sebagian besar pelaku UMKM dan masyarakat di Desa Blang Mee Timu masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah. Sisi positifnya mereka memiliki tingkat antusias yang tinggi mengenai fintech khususnya fintech lending. Dilakukan pelatihan lanjutan yang bersifat pendampingan dan pemberdayaan kepada pelaku UMKM dan masyarakat di Desa Blang Mee Timu. Dapat dibuka akses yang lebih luas kepada civitas akademika lain untuk memberikan penyuluhan agar wawasan dan informasi masyarakat semakin berkembang. Kata kunci: Literasi keuangan. UMKM, fintech, lending Abstract Financial literacy plays an important role in business development for MSME players. Financial literacy also helps households to manage finances well. Many factors influence the level of financial literacy such as social culture, age, gender, and also level of education. One of the financial literacies that business actors need to understand is fintech lending. Through fintech lending, the process of borrowing funds becomes easier and faster. Providing counseling will help increase the financial literacy of the community, especially those far from urban areas. Most MSMEs and the community in Blang Mee Timu Village still have a low level of financial literacy. On the positive side, they have a high level of enthusiasm about fintech, especially fintech lending. Further training was carried out through mentoring and empowerment for MSME actors and the community in Blang Mee Timu Village. Wider access can be opened to other academics to provide education so that people's insight and information can further develop. Keywords: Financial literacy. MSMEs, fintech, lending Submit: Oktober 2023 Diterima: November 2023 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. Mei 2024 Sektor ekonomi yang ada yaitu sektor pertanian dan perkebunan, sektor perikanan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor jasa- jasa dan sektor angkutan transportasi. Mata pencaharian utama masyarakat Desa Blang Mee Timu I adalah nelayan. Mereka menjual hasil nelayan mayoritas ke Jeunien. Peran Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Indonesia cukup besar. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statitsik, jumlah UMKM di Indonesia mencapai angka 64 juta. Angka tersebut menunjukan peran besar UMKM dalam perputaran ekonomi Indonesia. Namun, besaran angka tersebut tidak diikuti dengan tingkat literasi keuangan yang Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, tingkat literasi keuangan di Indonesia baru mencapai angka 38,03%, meningkat 8,33% dari survei tahun 2016. Melalui latar belakang tersebut, penyuluhan literasi keuangan yang akan dilakukan lebih dititik beratkan pada pelaku UMKM walaupun tak juga menutup peluang untuk masyarakat umum untuk ikut dalam kegiatan Adapun disampaikan adalah mengenai funding, lending, serta perkembangan dunia financial technology atau fintech dalam UMKM dan pengelolaan keuangan rumah tangga. Diharapkan melalui penyuluhan ini masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Blang Mee Timu I. Blang Mee Timu dapat lebih baik dalam mereka dan membuat usaha mereka berkembang menjadi lebih baik. Literasi mempengaruhi cara seseorang berpikir mengenai pengelolaan dan pengambilan keputusan keuangan terkait usaha. Penelitian (Maulida, 2. menuliskan suatu konsep yang disebut dengan AuBig ThreeAy yaitu terdapat tiga hal yang menjadi dasar dalam pengukuran literasi keuangan masyarakat. Tiga hal tersebut ialah pemahaman terhadap perhitungan tingkat bunga, pemahaman mengenai inflasi dan pemahaman mengenai diversifikasi risiko. Literasi keuangan dan preferensi ekonomi dianggap sebagai pendorong penting di bidang kesehatan, pendapatan dan kesejahteraan Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberi penyuluhan mengenai literasi keuangan terkait funding dan lending bagi pelaku usaha dan pengelolaan keuangan dasar bagi rumah tangga untuk masyarakat umum. Manfaat dengan diadakannya kegiatan pengabdian ini adalah agar pelaku UMKM dan masyarakat Desa Blang Mee Timu dapat meningkatkan pengelolaan keuangan yang baik. Diharapkan dengan tingkat pemahaman yang meningkat akan memberi efek yang positif dan searah terhadap keuangan usaha dan rumah tangga mereka (Choerudin et al. , 2. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk membantu peningkatan literasi keuangan masyarakat dan pelaku UMKM adalah melalui penyuluhan. Perguruan tinggi dapat menjadi salah satu lembaga yang mampu melakukan kegiatan tersebut melalui salah satu tri dharma, yaitu pengabdian masyarakat. Kegiatan mengenai literasi keuangan dilakukan di Desa Jeunien Blang Mee Timu. Kondisi perekonomian di Desa Blang Mee Timu I termasuk ke dalam kategori desa Urgensi Pengabdian Masyarakat. Potensi besar yang dimiliki pelaku usaha Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dan masyarakat di desa Sungsang I. Banyuasin dengan pencaharian utama sebagai nelayan dan tingkat literasi keuangan yang masih rendah membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi penting untuk dilakukan. Selama ini hasil nelayan mayoritas di jual ke kota Palembang dan dengan cara berdagang yang konvensional tanpa melibatkan bank. Hal ini tentu menimbulkan resiko yang besar dari sisi keamanan dan ketidak efisienan dalam hal waktu. Jika saja pemahaman mayoritas UMKM di Desa Blang Mee Timu terhadap peran fintech , perbankan dan produk Ae produk nya cukup baik maka akan dapat dipastikan kegiatan usaha mereka menjadi lebih berkualitas terutama dalam hal pengelolaan Inilah alasan utama yang menjadi urgensi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membantu peningkatan literasi UMKM masyarakat di Desa Sungsang I. Banyuasin. Setelah mengelola keuangan mereka lebih baik (Arianti, 2. Vol. 8 No. Mei 2024 perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50. 000,00 . ima puluh juta rupia. sampai dengan paling banyak Rp500. 000,00 . ima ratus juta rupia. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300. 000,00 . iga ratus juta rupia. sampai dengan paling banyak Rp2. 000,00 . ua milyar lima ratus juta rupia. (Margaretha & Pambudhi, 2. Usaha Menengah ialah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. 000,00 ima ratus juta rupia. sampai dengan paling banyak Rp10. 000,00 epuluh milyar rupia. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2. 000,00 . ua milyar lima ratus juta rupia. sampai dengan paling banyak Rp50. 000,00 ima puluh milyar rupia. (UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM). Berdasarkan data yang diambil dari kemenkopukm. jumlah pelaku usaha mikro informal, dengan atau tanpa buruh, bertambah sejumlah 1,18 juta orang pada tahun 2020, dari 45,07 juta pada tahun 2019 menjadi 46,25 juta pada tahun 2020. Lalu, untuk pelaku usaha mikro formal, dengan atau tanpa buruh, justru mengalami penurunan sebesar 412,39 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Merujuk pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, yang dimaksud dengan usaha Mikro ialah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50. 000,00 . ima puluh juta rupia. tidak termasuk di dalamnya tanah dan bangunan tempat usaha. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300. 000,00 . iga ratus juta rupia. (Laily, 2. Usaha Kecil ialah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) ribu orang, dari 4,46 juta pada tahun 2019 menjadi 4,05 juta orang pada tahun Hal ini dikarenakan masa pandemi Covid-19, dimana kesempatan kerja berkurang di sektor formal. Dilansir dari situs BPS, secara keseluruhan UMKM Indonesia sebesar 1,98 % pada tahun 2019 (Septiani & Wuryani, 2. Vol. 8 No. Mei 2024 Literasi keuangan diartikan sebagai pengetahuan terhadap konsep dasar keuangan dan kemampuan terhadap hal tersebut (Maulida, 2. (Akmal & Saputra, 2. Penelitian menyebutkan bahwa seorang pelaku usaha setidaknya memiliki kemampuan keuangan dasar yang baik dalam hal akuntansi, pembiayaan dan anggaran. Hal ini berarti seorang pelaku usaha harus teredukasi secara finansial dengan Literasi kombinasi dari kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang sehat dan untuk individu (OECD, 2. Masalah yang di (Rumbianingrum & Wijayangka, 2. Literasi Keuangan, dalam situs id, lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia keuangan masyarakat Indonesia ke dalam empat bagian, yaitu Well Literate, memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan dan juga memiliki keterampilan dalam Sufficient Literate, hanya memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan , termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Less Literate, hanya memiliki pengetahuan saja tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan. Not Literate, tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan (Hidajat, hadapi Kurang nya Pemahaman dari Pelaku UMKN yang Ada di Desa Blang mee Timu, oleh karena itu di perlukan nya Penyuluhan literasi keuang di Desa Blang mee timu. METODE PELAKSANAAN Khalayak sasaran yang dipilih dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku UMKM dan masyarakat yang ada di Desa Blang Mee Timu. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini dilakukan dengan materi, ceramah, dan diskusi/tanya Adapun susunan materi kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Memberikan UMKM. Memberikan materi tentang funding dan lending serta peran perbankan. Memberikan materi tentang dunia (Yushita, 2. Literasi keuangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengevaluasi instrumen keuangan yang baru dan kompleks serta membuat penilaian yang terinformasi dalam kedua penggunaan yang akan menjadi kepentingan jangka panjang terbaik Susunan organisasi pelaksana untuk masyarakat sebagai berikut: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Ketua mempunyai tugas dan Memimpin dan turut serta atau penyusunan proposal kegiatan. Memimpin dan turut serta atau persiapan materi kagiatan. Memimpin dan turut serta atau kegiatan lapangan. Memimpin dan turut serta atau langsung dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian. Bertanggungjawab penyusunan dan isi laporan Anggota Pelaksana (Anggota Dose. mempunyai tugas dan Membantu dan turut serta atau penyusunan proposal kegiatan. Membantu dan turut serta atau persiapan materi kegiatan. Membantu dan turut serta atau kegiatan lapangan. Membantu dan turut serta atau langsung dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian. Turut bertanggungjawab terhadap penyusunan dan isi laporan Melaksanakan perintah tambahan Vol. 8 No. Mei 2024 Melaksanakan perintah tambahan yang diberikan oleh ketua pelaksana. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Blang Mee Timu dengan para peserta merupakan warga dan pelaku usaha. Jumlah yang hadir sebanyak 10 orang. Kegiatan berlangsung dengan konsep Peserta dibagikan materi dan diberi penjelasan terkait dengan literasi keuangan. Peserta diperbolehkan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai tema dan kondisi keuangan usaha atau keuangan rumah tangga mereka. Target sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku UMKM dan masyarakat Blang Mee Timu. Pemilihan daerah pengabdian salah satunya didasari oleh potensi UMKM yang ada di Desa Blang Mee Timu. Sebagai daerah yang memiliki ciri khas dan ke khususan usaha yaitu penghasil pempek udang dan kemplang, memiliki kesesuaian dengan tema pengabdian masyarakat yang dilakukan. Selain pelaku usaha, masyarakat Desa Blang Mee Timu juga menjadi target dalam pengabdian ini. Untuk masyarakat lebih ditekankan mengenai bagaimana pengelolaan keuangan mereka dan pemahaman mereka terhadap instrumen Ae instrumen keuangan yang ada. Seperti dalam penelitian menyatakan bahwa tingkat literasi keuangan yang baik dalam rumah tangga berbanding lurus dengan kesejahteraan keuangan rumah tangga tersebut Pembantu pelaksana mempunyai tugas dan kewajiban: Membantu dalam proses persiapan perlengkapan/peralatan . Membantu dalam proses kegiatan pengabdian di lapangan. Membantu dalam proses dokumentasi. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Sohilauw. Nugroho. Suharsono. , & Paramita. Literasi Keuangan. Global Eksekutif Teknologi. Hidajat. Literasi keuangan. Stie Bank Bpd Jateng. Laily. Pengaruh literasi Journal of Accounting and Business Education, 1. Gambar 2. Penjelasan tentang literasi Margaretha. , & Pambudhi. Tingkat literasi keuangan pada mahasiswa S-1 fakultas Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 17. , 76Ae85. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sebagian besar pelaku UMKM dan masyarakat di Desa Blang Mee Timu masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah. Sisi positifnya mereka memiliki tingkat antusias yang tinggi mengenai fintech khususnya fintech lending. Dilakukan pelatihan lanjutan yang bersifat kepada pelaku UMKM dan masyarakat di Desa Blang Mee Timu. Dapat dibuka akses yang lebih luas kepada civitas akademika lain untuk memberikan penyuluhan agar wawasan dan informasi masyarakat semakin berkembang. Maulida. Implementasi Home Reading Program Sebagai Upaya Pengembangan Pra-literasi Di TK IT Baitusshalihin. UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Rumbianingrum. , & Wijayangka. Pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Almana: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2. , 156Ae Septiani. , & Wuryani. Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo. Udayana University. Yushita. Pentingnya literasi keuangan bagi pengelolaan Nominal Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 6. , 11Ae26. REFERENSI