Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 967-977 Available at: https://journal. id/index. php/jmdb EISSN: 2797-9555 Faktor psikologis pemilik UMKM knalpot terhadap Kabupaten Purbalingga Isnaeni Rokhayati*. Mayla Surveyandini. Heru Cahyo Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Indonesia *) Korespondensi . -mail: isnaenirokhayati@unwiku. Abstract The research aims to determine the influence of psychological factors on the financial decisions of micro, small, and medium enterprise owners. The population consisted of 90 muffler MSME owners in Purbalingga Regency, with 48 respondents selected as the sample. Data analysis used multiple linear regression. The analysis shows that financial knowledge, financial attitudes, and financial planning significantly influence the financial decision-making of muffler MSMEs in Purbalingga Regency. These findings suggest that psychological factors, such as financial knowledge, financial attitudes, and financial planning, possessed by micro, small, and medium enterprise owners can influence their financial decision-making in their Based on the studyAos results, it is clear that a business owner must always pay attention to the psychological factors of financial knowledge, financial attitudes, and financial planning in every consideration of financial decisions in their business activities. Keywords: Financial Decisions. Financial Knowledge. Financial Attitudes. Financial Planning. Muffler MSMEs Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor psikologis terhadap pengambilan keputusan keuangan pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Populasi penelitian terdiri dari 90 pemilik UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga, dengan 48 responden dipilih sebagai sampel. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Analisis menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan secara signifikan memengaruhi pengambilan keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, seperti pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan, yang dimiliki oleh pemilik UMKM dapat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan mereka dalam bisnisnya. Berdasarkan hasil penelitian, jelas bahwa pemilik usaha harus selalu memperhatikan faktor psikologis berupa pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan dalam setiap pertimbangan keputusan keuangan dalam kegiatan bisnisnya. Kata kunci: Keputusan Keuangan. Pengetahuan Keuangan. Sikap Keuangan. Perencanaan Keuangan. UMKM Kenalpot How to cite: Rokhayati. Surveyandini. , & Cahyo. Faktor psikologis pemilik UMKM knalpot terhadap pengambilan keputusan keuangan di Kabupaten Purbalingga. Journal of Management and Digital Business, 5. , 967Ae977. https://doi. org/10. 53088/jmdb. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 968 Pendahuluan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang besar khususnya di negara-negara berkembang dalam menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di Pemerintah memberikan perhatian sangat besar terhadap UMKM agar dapat bertahan dalam krisis global. Dampak yang sangat berpengaruh positif dengan adanya UMKM yaitu menggerakan roda perekonomian bangsa dan mengurangi jumlah pengangguran pada masyarakat. UMKM merupakan salah satu potensi perluasan kerja guna mengatasi pengangguran dan kemiskinan pada zaman sekarang. Pelaku UMKM kebanyakan kurang berpikir panjang mengenai pengambilan keputusan dalam usahanya, sehingga aktivitas usahanya kurang terarah (Manurung & Barlian, 2. Keputusan keuangan dalam usaha perlu dipahami seorang pelaku usaha, karena dengan keputusan keuangan yang tepat maka pelaku usaha dapat mengatur rencana dan pengembangan usahanya. Untuk mencapai keputusan keuangan yang baik dan tepat, diperlukan adanya pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan. Pelaku usaha yang memiliki kesadaran, pengetahuan keuangan, keterampilan, sikap, dan perilaku diharapkan mampu menentukan keputusan keuangan yang sehat sehingga dapat mencapai ekonomi yang sejahtera (Atkinson & Messy, 2. Secara konseptual. Pengetahuan keuangan merupakan kemampuan untuk mengkaji, memahami dan mengelola keuangan guna menentukan keputusan keuangan yang tepat supaya bebas dari masalah keuangan (Halim & Astuti, 2. Pengetahuan keuangan mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan secara positif dalam keberhasilan usaha (Fatoki, 2. Penelitian Hidayati et al. menjelaskan bahwa pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan keuangan. Artinya, semakin baik pemahaman pelaku UMKM terhadap konsep dan praktik keuangan, semakin besar peluang mereka mengambil keputusan yang rasional, terukur, dan mendukung keberlanjutan usaha. Namun, keputusan keuangan tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif berupa pengetahuan, melainkan juga oleh aspek psikologis yang tercermin dalam sikap Studi Muhammad dan Nadia . menyatakan bahwa sikap keuangan merupakan pandangan mengenai uang dilihat dari aspek psikologis yang diperlihatkan dengan kemampuan mengontrol diri terhadap pengeluaran keuangan, pembuatan rencana keuangan, membuat anggaran, serta tindakan dalam pengambilan keputusan keuangan yang tepat. Sikap keuangan merupakan pemikiran dan perilaku seseorang dalam menghadapi situasi keuangan yang dapat dilihat dari bentuk optimis, dan Usaha dapat mencapai keberhasilan apabila pelaku usaha menerapkan sikap keuangan dengan tepat dalam mengambil suatu keputusan keuangan (Irene dan Lady 2. Hasil penelitian Aminatuzzahra . menyatakan bahwa sikap keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pengambilan keputusan keuangan. Selain pengetahuan dan sikap, kualitas keputusan keuangan juga dipengaruhi oleh perencanaan keuangan sebagai proses yang menyusun elemen keuangan secara terencana dan terkonsep pada jangka pendek maupun jangka panjang (Fahmi, 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 969 Perencanaan keuangan merupakan profesi yang membantu suatu perusahaan atau individu dalam merencanakan keungannya untuk memenuhi tujuan keuangan jangka Keputusan keuangan merupakan hal yang berhubungan dengan peningkatan keuangan dari berbagai sumber daya yang akan tergantung pada keputusan tentang jenis sumber, periode pembiayan, biaya pembiayaan dan Rasyid . , perencanaan keuangan akan membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat, baik keputusan kecil maupun keputusan besar. Penelitian yang dilakukan oleh Susanti et al. menyatakan bahwa perencanaan keuangan mempengaruhi perilaku keuangan UMKM secara positif dan signifikan, yang berarti perencanaan keuangan penting untuk menentukan keputusan keuangan sehingga dapat menentukan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil penelitian Mien dan Thao . menyatakan bahwa pengetahuan keuangan dan sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan dengan perilaku manajemen keuangan, dimana perilaku manajemen keuangan sendiri merupakan pengaplikasian dari psikologi ke dalam disiplin ilmu keuangan dalam menentukan keputusan Sedangkan menurut penelitian Lianto dan Elizabeth . , serta Herdijono dan Damanik . menyatakan bahwa pengetahuan keuangan dan sikap keuangan tidak ada pengaruhnya terhadap perilaku manajemen keuangan atau keputusan Berdasarkan hasil penelitian Safryani et al. , perencanaan keuangan tidak memberikan kontribusi yang besar dalam mempengaruhi keputusan keuangan. UMKM yang berkembang pesat dapat menjadi ciri khas dari suatu daerah. Kabupaten Purbalingga terkenal dengan UMKM knalpot. UMKM tersebut sudah berjalan lama dan terus maju seiring dengan UMKM yang lain. Usaha tersebut telah dikenal oleh masyarakat luar Purbalingga. Kebanyakan orang yang memesan knalpot di Purbalingga merupakan masyarakat dari Kalimantan. Papua. NTT. Sumatra dan lain-lain. Kemajuan yang pesat pada UMKM knalpot di Purbalingga dapat menjadi tolak ukur apakah faktor yang sudah dicantumkan di atas selain support pemerintah dapat diterapkan dengan baik sehingga memperoleh keuntungan yang maksimal. Berdasarkan pra-survei yang dilakukan, pelaku UMKM knalpot di Purbalingga masih menunjukkan keterbatasan dalam pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan saat mengambil keputusan keuangan usaha. Temuan lapangan juga mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan masih dilakukan secara sederhana, ditandai dengan minimnya perencanaan jangka panjang meskipun dinamika pesanan yang fluktuatif menuntut ketepatan keputusan terkait arus kas, penggunaan modal, dan pengalokasian laba. Kondisi ini menguatkan urgensi penelitian untuk mendorong peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM agar keputusan yang diambil lebih rasional, terukur, dan berorientasi keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan terhadap pengambilan keputusan keuangan pada pelaku UMKM knalpot di Purbalingga berdasarkan kerangka Theory of Planned Behavior Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 970 Tinjauan Pustaka Theory of Planned Behavior Teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini yaitu Theory of planned behaviour (TPB), bahwa kepuasan merupakan bentuk perilaku yang digambarkan pada teori tersebut (Ajzen, 1. Teori perilaku terencana dipublikasikan oleh Icek Ajzen. Teori perilaku terencana merupakan hasil pengembangan dari theory of reasoned action (TRA). Jogiyanto . menyatakan bahwa pengembangan ini dilakukan dengan cara memberikan tambahan konstruk yang belum tercantum pada theory of reasoned action (TRA). Theory of reasoned action (TRA) menyebutkan bahwa hasil dari proses yang realistis merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menentukan suatu perilaku tertentu. Tindakan yang dibuat untuk dilakukan atau tidak dilakukannya sesuatu pada berbagai jenis perilaku yaitu dengan cara menilai hasil akhir, dampak serta pertimbangan yang ada. Fishbein dan Ajzen . menyatakan bahwa attitude toward the behaviour . dan subjective norms . orma subjekti. merupakan pemicu utama niat pada seseorang terhadap pembentukan suatu perilaku. Ajzen . menyatakan bahwa setelah diteliti kembali terdapat satu pemicu lain yang mempengaruhi niat pada seseorang yaitu perceived behaviour control (PBC) atau disebut juga dengan mempersepsikan suatu perilaku ke dalam teori perilaku terencana . heory of planned behaviou. Perceived behaviour control (PBC) merupakan sebuah tingkat kesulitan suatu perilaku pada seseorang untuk dapat melakukan sebuah persepsi dengan sumber pada keyakinan control tersebut atau control beliefs. Jen et al. menyatakan bahwa dalam theory of planned behaviour (TPB) disebutkan sikap atau attitude yang bersifat positif dapat mempengaruhi tingkat perilaku pada seseorang, suatu tindakan yang dilakukan atas dasar keinginan orang lain menunjukkan persepsi terhadap norma subjektif serta segala sesuatu yang dilakukan seseorang tentunya memiliki batasan secara internal mapupun eksternal untuk menunjukkan control beliefs. Theory of planned (TPB) merupakan untuk mengetahui dengan cara apa suatu individu berperilaku dan respon yang bagaimana akan ditunjukkan. Smith et. menyatakan bahwa sikap, norma, dan penataan perilaku mempengaruhi hasil dari proses pikiran yang merupakan dasar untuk proses pengambilan keputusan dalam berperilaku. Sommer . menyatakan bahwa alasan yang berbeda dapat menimbulkan perilaku manusia seperti keyakinan seseorang tentang dampak dari sikap dan perilaku, keyakinan terhadap orang lain yang tidak sesuai dengan harapan diri sendiri. Penelitian yang menggunakan teori perilaku terencana pada penelitian yang berkaitan dengan keputusan keuangan UMKM, antara lain (Nurjanah et al. , 2022. Arianti & Azzahra, 2020. Permadhy & Tristiart. Faktor Penentu Keputusan Keuangan UMKM Seorang individu perlu meningkatkan pengetahuan keuangan, sehingga dapat mengendalikan dan menentukan keputusan keuangan yang baik (Felicia et al. , 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 971 Pengetahuan keuangan yang baik mampu meminimalkan suatu keputusan keuangan yang salah terhadap permasalahan ekonomi yang ada (Organitation for Economic Cooperation and Development, 2. Pengusaha dapat menentukan pengambilan keputusan keuangan untuk usahanya dengan pengetahuan keuangan yang dimiliki (Muraga dan John, 2. Pengetahuan keuangan mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan secara positif dalam keberhasilan usaha (Fatoki, 2. Penelitian (Hidayati et al. , 2. menjelaskan bahwa pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan keuangan. Pandangan terkait keuangan dapat ditinjau dari sikap psikologis keuangan pada suatu individu seperti kemampuan mengontrol diri pada pengeluaran keuangan, pembuatan rencana keuangan, pembuatan rancangan anggaran, dan tindakan dalam pengambilan keputusan keuangan yang tepat (Muhammad dan Nadia, 2. Sikap keuangan menjadikan seseorang untuk mengetahui bagaimana cara menghabiskan waktu, menyimpan uang, menabung uang, serta membuang atau menggunakan uang tersebut dengan baik (Mien dan Thao, 2. Danes dan Haberman . menyatakan bahwa sikap keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan di masa depan, sehingga meyakinkan seseorang dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian Aminatuzzahra . menyatakan bahwa sikap keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap pengambilan keputusan keuangan, dimana hal tersebut sesuai dengan teori perspektif perilaku keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan secara neurologis cenderung mempengaruhi emosi dalam pengambilan Hasil penelitian Gintschel. Hackenthal, dan Muller . mengemukakan bahwa individu dalam menghadapi biaya produksi yang tinggi cenderung mencari bagaimana merencanakan keuangannya. Selain itu, wiraswasta dengan keputusan pajak dan investasi yang kompleks juga menggunakan perencanaan keuangan. Finke et al. menyatakan bahwa keterlibatan sumber daya langka dapat dilakukan dengan menyewa perencana keuangan untuk membuat suatu keputusan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perencanaan keuangan dapat digunakan sebagai keputusan pengalokasian sumber daya keuangan dengan lebih maksimal. Sedangkan penelitian Norma dan Meliza . menyimpulkan bahwa perencanaan keuangan mempengaruhi perilaku keuangan, sehingga menentukan individu dalam mengambil suatu keputusan. Perencanaan keuangan yang efektif berdampak pada pengambilan keputusan perusahaan karena dapat diprediksi melalui laporan keuangan yang dibuat. Selain itu, perencanaan keuangan juga berfungsi sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah keuangan kedepannya supaya dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Perencanaan keuangan menempatkan aspek keuangan secara terkonsep baik jangka pendek maupun panjang (Fahmi, 2. Berdasarkan review literatur banyak penelitian yang meneliti tentang fakror psikologis yang dapat mempengaruhi perilaku keuangan. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji secara empiris sejauh mana faktor psikologis tersebut mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Purbalingga, sehingga penelitian ini diperlukan untuk mengisi kesenjangan tersebut. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 972 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode survey dengan wawancara melalui kuesioner kepada responden yaitu pemilik UMKM knalpot. Populasi dalam penelitian ini yaitu pelaku UMKM knalpot yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga dengan jumlah 90 UMKM knalpot. Data tersebut diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Purbalingga (Dinkopra UMKM Purbalingg. tahun Dan diperoleh sampel sebanyak 48 responden. Variabel penelitian dapat dijelaskan sebabai berikut. Keputusan keuangan merupakan sikap dari seorang manajer keuangan dalam rangka pengambilan keputusan keuangan pada suatu usaha dimana memiliki tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen (Mardiyanto, 2. Sedangkan variabel Pengetahuan keuangan merupakan kemampuan suatu individu yang memiliki pengetahuan untuk mengatur atau mengelola sejumlah dana untuk memperoleh kesejahteraan suatu usaha yang dimiliki (Lusardi, 2. Dan variabel Sikap keuangan merupakan suatu kondisi seseorang yang diekspresikan pada saat mengevaluasi manajemen keuangan usaha yang kemudian direkomendasikan dengan beberapa kesepakatan dan ketidaksepakatan (Rajna et al. , 2. Selanjutnya variabel Perencanaan keuangan merupakan tujuan yang berkaitan dengan keuangan dari pelaku usaha melalui perencanaan keuangan yang telah dibuat sehingga terbentuk jangka pendek dan jangka panjang. Metode analisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji t untuk mengetahui pengaruh langsung variabel independent berupa. pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perencanaan keuangan terhadap variabel dependen berupa. keputusan keuangan. Data penelitian berupa data primer yang didapatkan dari survey langsung menggunakan kuesioner dengan cara wawancara kepada responden pemilik UMKM kenalpot. Pengujian instrument penelitian atas kuesioner penelitian dengan uji validitas dan uji reabilitas, sehingga jawaban responden akan discoring dengan skala likert agar dapat dilanjutkan sebagai data input penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Pengujian Uji t untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen (Suliyanto, 2. Pada penelitian ini, uji t berguna untuk menguji apakah pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan secara parsial mempengaruhi keputusan keuangan secara Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% dengan level of significance . = 0,05 dan degree of freedom . -k = 60-4 = . , sehingga nilai t tabel adalah 1,673. Kriteria pengujian yaitu Ho diterima atau Ha ditolak jika t hitung O t tabel dengan sig a Ou 0,05 Ho ditolak atau Ha diterima jika t hitung > t tabel dengan sig. 0,05. Berdasarkan perhitungan uji t, nilai t hitung pada variabel pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perencanaan keuangan bernilai lebih besar dari t tabel dan mengasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian uji t pada penelitian ini ditunjukkan pada tabel berikut : Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 973 Tabel 1. Hasil Uji t Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien regresi t hitung t table Pengetahuan Keuangan(X. 0,288 2,628 1,673 Sikap Keuangan(X. 0,249 2,036 1,673 Perencanaan Keuangan(X. 0,341 2,930 1,673 Sumber: analisis regresi linear berganda 0,011 0,046 0,005 Berdasarkan Tabel 1, hasil uji t menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan (X. memiliki nilai t hitung 2,628 dengan sig. 0,011. Karena t hitung > t tabel . dan < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Selanjutnya, sikap keuangan (X. memperoleh nilai t hitung 2,036 dengan sig. 0,046. Nilai tersebut memenuhi kriteria t hitung > 1,673 dan sig. 0,05, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Sementara itu, perencanaan keuangan (X. menunjukkan nilai t hitung 2,930 dengan 0,005. Karena t hitung lebih besar dari t tabel dan sig. lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil ini menegaskan bahwa perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Pembahasan Pengetahuan Keuangan dan Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linier berganda, pengetahuan keuangan berpengaruh signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Pengetahuan keuangan berpengaruh positif terhadap keputusan keuangan artinya jika pengetahuan keuangan pelaku usaha UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga semakin baik, maka akan meningkatkan keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, faktanya pelaku UMKM knalpot di Purbalingga telah memiliki pengetahuan keuangan yang cukup tinggi. Pelaku UMKM knalpot di Purbalingga telah memahami cara meyimpan dana usaha yang aman, mereka juga telah mengetahui berbagai macam produk keuangan, mereka juga telah memahami berbagai macam bentuk pinjaman di beberapa lembaga keuangan. Sehingga pelaku UMKM knalpot di Purbalingga mampu menentukan keputusan keuangan dengan baik. Pengetahuan keuangan yang dimiliki oleh para pemilik UMKM knalpot sejalan dengan teori yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu teori perilaku terencana, dimana para pelaku UMKM telah memiliki sikap atau perilaku tentang pengetahuan keuangan yang baik sehingga dapat menentukan keputusan keuangan dengan tepat. Dalam kerangka TPB, pengetahuan keuangan ini memperkuat keyakinan dan kontrol perilaku yang dipersepsikan, sehingga pelaku usaha lebih yakin dan mampu mengeksekusi keputusan finansial secara tepat. Hasil ini menyatakan bahwa para pemilik UMKM knapot harus memiliki pengetahuan keuangan yang pasti Ketika akan melakukan pengambilan keputusan keuangan dalam bisang usahanya seperti dalam pengambilan utang perbankan sebagai tambahan modal usaha. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 974 Pelaku usaha yang mempelajari atau memperdalam ilmu pengetahuan keuangan lebih memahami keputusan keuangan yang akan diambil, sehingga usaha tersebut dapat tetap berjalan dengan baik. Berbeda dengan pelaku usaha yang hanya sedikit memahami pengetahuan keuangan, mereka cenderung memilih keputusan keuangan yang kurang tepat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Fatoki, 2014. Fitriarianti, 2018. Hidayati et al. , 2020. Safryani et al. , 2020. Upadana & Herawati, 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Wardani & Lutfi, 2017. Irjayanti, 2017. Yulianto, 2. yang menyatakan bahwa keputusan keuangan tidak dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan. Sikap Keuangan dan Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil pengujian analsis regresi linier berganda, sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Berpengaruh positif artinya jika sikap keuangan pelaku UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga semakin baik, makan akan meningkatkan keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, faktanya pelaku UMKM knalpot di Purbalingga telah memiliki sikap keuangan yang baik. Pelaku UMKM knalpot di Purbalingga telah melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran pada kegiatan usaha, mereka juga telah membuat anggaran usaha guna menerapkan strategi penting dalam kegiatan usaha. Sehingga pelaku UMKM knalpot di Purbalingga mampu menentukan keputusan keuangan yang baik. Sikap keuangan yang dimiliki oleh para pemilik UMKM knalpot sejalan dengan teori yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu teori perilaku terencana, dimana para pelaku UMKM telah memiliki sikap keuangan yang baik sehingga dapat menentukan keputusan keuangan dengan tepat. Hasil ini menyatakan bahwa para pemilik UMKM knapot harus memiliki sikap keuangan yang pasti Ketika akan melakukan pengambilan keputusan keuangan dalam bisang usahanya seperti dalam pengambilan utang perbankan sebagai tambahan modal usaha. Pelaku usaha yang memiliki sikap keuangan yang baik, maka akan memilih keputusan keuangan yang tepat. Berbeda dengan pelaku usaha yang tidak memiliki sikap keuangan yang baik, maka keputusan keuangan yang akan dipilih tidak tepat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Aminatuzzahra, 2014. Perwito et , 2020. Rustan, 2021. Ferdiawan et al. , 2. yang menyatakan bahwa sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan. Peneitian yang tidak sejalan dengan hasil penelitian (Kurniawan & Arifni. , 2. yang menyatakan bahwa keputusan keuangan tidak dipengaruhi oleh sikap keuangan. Perencanaan Keuangan dan Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linier berganda, perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Berpengaruh positif artinya jika perencanaan keuangan pelaku UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga semakin baik, maka akan meningkatkan keputusan keuangan UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 975 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, faktanya pelaku UMKM knalpot di Purbalingga telah memiliki perencanaan keuangan yang baik. Pelaku UMKM knalpot di Purbalingga memeriksa secara rutin laporan pemasukan dan pengeluaran dana usaha, mereka juga telah menentukan tahapan tujuan keuangan untuk masa depan guna perkembangan kegiatan usaha, mereka juga telah memahami tentang merencanakan keuangan usaha. Sehingga pelaku UMKM knalpot di Purbalingga mampu menentukan keputusan keuangan yang tepat. Perencanaan keuangan yang dimiliki oleh para pemilik UMKM knalpot sejalan dengan teori yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu teori perilaku terencana, dimana para pelaku UMKM telah memiliki sikap atau perilaku tentang perencanaan keuangan jangka panjang dan jangka pendek dengan baik sehingga dapat menentukan keputusan keuangan dengan tepat. Hasil ini menyatakan bahwa para pemilik UMKM knapot harus memiliki perencanaan keuangan yang pasti Ketika akan melakukan pengambilan keputusan keuangan dalam bisang usahanya seperti dalam pengambilan utang perbankan sebagai tambahan modal usaha Pelaku usaha yang menyusun perencanaan keuangan untuk jangka panjang akan mempunyai strategi yang baik, sehingga akan memilih keputusan keuangan yang Berbeda dengan pelaku usaha yang hanya Menyusun perencanaan jangka pendek atau bahkan tidak menyusun perencanaan keuangan, maka keputusan keuangan yang dipilih tidak akan tepat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Norma dan Melixa, 2013. Susanti et al. , 2017. Christian & Pratiwi, 2. yang menyatakan bahwa perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Safryani et al. yang menyatakan bahwa keputusan keuangan tidak dipengaruhi oleh perencanaan keuangan. Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengetahuan keuangan yang dimiliki pada pelaku UMKM knalpot di Purbalingga, maka semakin baik dalam menentukan keputusan keuangan. Sedangkan variabel sikap keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Hasil ini menjelaskan bahwa Semakin baik pelaku UMKM knalpot di Purbalingga dalam menyikapi keuangan usaha, maka akan lebih mudah dalam menentukan keputusan keuangan. Selanjutnya vriabel perencanaan keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan keuangan pada UMKM knalpot di Kabupaten Purbalingga. Menunjukkan bahwa jika semakin baik pelaku UMKM knalpot di Purbalingga dalam menyusun perencanaan keuangan usaha jangka pendek dan jangka panjang, maka akan semakin lebih mudah dalam menentukan keputusan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diimplikasikan bahwa dalam melakukan keputusan keuangan para pelaku UMKM harus memerhatikan faktor psikologis yang Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 976 merupakan melekat pada pribadi masing-masing pemilik UMKM, factor psikologis tersebut antara lain pengetahuan keuangan, perencanaan keuangan, dan sikap keuangan yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan Saran untuk penelitian yang akan datang dapat melakukan penelitian tentang perilaku keuangan dengan menambahkan variabel lain yang mempengaruhi seperti locus of control, pendapatan, pengetahuan, pengalaman, kemudahan akses keuangan, tingkat risiko. Referensi