MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI DAMPAK ORTODONTI CEKAT PADA MAHASISWA PENGGUNA ORTODONTI CEKAT DI UNIVERSITAS MULAWARMAN Giovanni Pardedea. Nydia Hananb. Saiful Rokhimc. Verry Asfirizald. Dame Rimmauli S. Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Program Studi Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Program Studi Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Program Studi Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : giovannipardede8@gmail. Abstrak Latar Belakang: Perawatan ortodonti cekat memiliki resiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras dan lunak rongga mulut. Hal ini dapat terjadi karena pasien yang menggunakan ortodonti cekat memiliki kesulitan untuk dapat menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mengenai dampak ortodonti cekat pada mahasiswa pengguna ortodonti cekat di Universitas Mulawarman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian survei cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober-November 2021. Data diperoleh sebanyak 96 subjek penelitian dengan teknik purposive sampling di Universitas Mulawarman. Hasil: Lebih banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 51 mahasiswa . ,1%). Perempuan memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan sebanyak 42 mahasiswa . ,8%). Mahasiswa yang berusia 22 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik dan cukup yang dominan sebanyak 17 mahasiswa . ,7%). Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan sebanyak 14 mahasiswa . ,6%) Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan mengenai dampak ortodonti cekat pada mahasiswa pengguna ortodonti cekat di universitas mulawarman memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan. Kata kunci: tingkat pengetahuan, ortodonti, dampak ortodonti cekat. Abstract Background: Fixed orthodontic treatment has risks that can cause damage to the hard and soft tissues of the oral cavity. This can happen because patients who use fixed orthodontics have difficulty maintaining oral hygiene. Objective: This study aim to describe the level of knowledge regarding the impact of fixed orthodontics on students using fixed orthodontics at Mulawarman University. Method: This research is a quantitative study using a descriptive method with a cross sectional survey research design conducted in August-September 2021. The data obtained were 96 research subjects using purposive sampling technique at Mulawarman Universit. Result: This study found that there were more respondents who had a good level of knowledge as many as 51 students . 1%). Women have a good level of knowledge which is more dominant as many as 42 students . 8%). Students who are 22 years old have a good level of knowledge which is more dominant as many as 17 students . 7%). Medical Faculty students have a good level of knowledge which is more dominant as many as 14 students . Conclusion: The level of knowledge of fixed orthodontic risks among Mulawarman University students who are undergoing fixed orthodontic treatment have a good level of knowledge. Keywords: level of knowledge, orthodontic, risks of fixed orthodontic. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN Perawatan relaps, masalah jaringan periodontal, trauma jaringan lunak, kerusakan pada perawatan dalam bidang Kedokteran enamel gigi dan masalah pada vitalitas Gigi untuk mendapatkan penampilan 6 Menjaga kebersihan gigi dan mulut dentofasial yang estetik dengan fungsi yang baik dan gigi dalam posisi yang kesehatan rongga mulut. Pada penelitian 1 Selain itu, perawatan ortodonti banyak pasien tidak mengetahui dengan tepat cara menjaga kebersihan mulut, memperbaiki keadaan abnormal gigi sehingga menyebabkan hasil perawatan atau bentuk wajah, mencegah kelainan ortodonti yang kurang sempurna. Pasien lanjut pada gigi dan menghilangkan kebiasaan buruk. 2 Terdapat dua macam gingiva sangat rendah yaitu hanya 8,5% alat yang digunakan pada perawatan sedangkan 91,5% lainnya tidak sadar ortodonti, yaitu ortodonti lepasan dan Penelitian lain yang dilakukan di Saudi Arabia Ortodonti ortodonti lepasan. ortodonti, hanya 20 pasien . %) yang memiliki kebersihan mulut yang baik. Perawatan ortodonti cekat memiliki tingkat kebersihan mulut yang buruk. kerusakan pada jaringan keras dan lunak Hanya sebanyak 32% atau 16 pasien dari rongga mulut. Hal ini dapat terjadi total subjek yang mengunjungi dokter Tiga puluh pasien lainnya . %) memiliki ortodonti cekat memiliki kesulitan untuk kebersihan mulut pada saat dalam dapat menjaga kebersihan gigi dan perawatan ortodonti sedangkan 68% Aspek yang terpenting dari lainnya atau sebanyak 34 pasien tidak melakukan hal tersebut . menjaga kebersihan gigi dan mulut Dampak perawatan ortodonti dapat gigi berisi ortodonti cekat. 5 Komplikasi yang paling akumulasi bakteri akan merusak gigi dan sering terjadi adalah rasa sakit, masalah membentuk white spot, yang kemudian temporomandibular joint, resorpsi akar, akan berkembang lebih lanjut menjadi MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 karies, ini terjadi pada jaringan keras. Pengetahuan merupakan faktor yang Peningkatan perawatan terjadi oleh karena beberapa faktor, yaitu lesi awal sulit untuk memiliki nilai lebih baik daripada yang peningkatan volume dental plak, dan peningkatan jumlah bakteri penyebab Tingkat pengetahuan pasien ortodonti Pengguna alat ortodonti cekat juga akan mengalami peningkatan laju aliran saliva. Lingkungan rongga mulut pengetahuan akan membuat pasien yang demikian menguntungkan bagi tidak memperhatikan kebersihan mulut. Peningkatan Streptococcus Kurangnya mutans sehingga meningkatkan resiko dilakukan dengan memberikan instruksi 4 Selain itu, penggunaan alat yang memadai pada pasien mengenai ortodonti cekat merupakan salah satu alat dan cara menjaga kebersihan mulut faktor yang dapat memicu terjadinya yang tepat. Recurrent Apthous Stomatitis (RAS). Perawatan komponen-komponen Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti yang dapat menimbulkan trauma atau mengenai dampak ortodonti cekat pada iritasi pada jaringan mulut. Hal ini bisa mahasiswa pengguna ortodonti cekat di terjadi akibat pemasangan komponen Universitas Mulawarman. ortodonti cekat yang kurang baik, seperti pada penggunaan kawat yang terlalu panjang atau komponen lain yang misalnya archwire, ligature wire, loop dan sebagainya. Pengetahuan tentang cara menyikat gigi dengan teknik yang ideal sangat diperlukan supaya pasien tahu cara menjaga kebersihan mulut yang benar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dan dilakukan di Universitas Mulawarman Kecamatan Samarinda Ulu. Sampel Universitas Mulawarman MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 berdasarkan kriteria pertanyaan dan menggunakan piranti ortodonti cekat. Data Jawaban menurut Arikunto . , dikatakan kuesioner yang memenuhi kriteria inklusi tingkat pengetahuan baik apabila skor Ou dan eksklusi. Kuesioner dalam penelitian 75%, cukup apabila skor 56-74%, kurang ini berisi nama, usia, jenis kelamin, apabila skor < 55%. fakultas dan pertanyaan terkait dengan dampak ortodonti cekat. Hasil penelitian pengguna ortodonti cekat di Universitas Mulawarman yang akan dideskripsikan Jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah diberi skor 0. Pada penelitian ini didapatkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih dominan laki-laki . ,1%) mahasiswa . ,9%). Usia yang lebih dominan adalah usia 22 tahun sebanyak dalam bentuk tabel dan narasi. Jawaban HASIL 36 mahasiswa . ,5%) dan rata-rata usia 20,85 Fakultas sebanyak 25 mahasiswa . ,0%). Tabel 1. Distribusi Tingkat Pengetahuan Mengenai Dampak Ortodonti Cekat Pada Mahasiswa Pengguna Ortodonti Cekat Di Universitas Mulawarman Kriteria Pengetahuan Jumlah Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 1, mahasiswa yang sebanyak 51 mahasiswa . ,1%),memiliki Persentase 53,1% 41,7% 5,2% 100,0% tingkat pengetahuan cukup sebanyak 40 mahasiswa . ,7%) dan memiliki tingkat mahasiswa . ,2%). MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 2. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Total Presentase 21,9% 78,1% 100,00% Berdasarkan tabel 2, mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik lebih dominan adalah perempuan mahasiswa . ,4%). laki-laki . ,8%) Tabel 3. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Usia Usia 17 Tahun 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun Rata-rata Usia (Mea. Total Jumlah 20,85 Tahun Presentase 1,0% 10,4% 13,5% 12,5% 13,5% 37,5% 11,5% 100,00% Berdasarkan tabel 13, mahasiswa dan cukup lebih dominan dengan usia 22 yang memiliki tingkat pengetahuan baik tahun sebanyak 17 mahasiswa . ,7%). Tabel 4. Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Fakultas Fakultas Farmasi FEB FIB FISIP FKIP FMIPA FPIK Kehutanan Kesmas Pertanian Total Jumlah Presentase 5,2% 13,5% 7,3% 2,1% 10,4% 26,0% 13,5% 6,3% 2,1% 2,1% 4,2% 3,1% 4,2% 100,00% MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Berdasarkan memiliki tingkat pengetahuan baik lebih Fakultas Kedokteran sebanyak 14 mahasiswa . ,6%). Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Dampak Ortodonti Cekat Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang 40,7% 49 51,0% 7 7,3% Dampak Ortodonti Cekat Rasa Sakit Trauma Jaringan Lunak Kerusakan Enamel Gigi Vitalitas Jaringan Periodontal Masalah TMJ Resorpsi Akar Relaps Berdasarkan 72,9% 20,8% 5,2% 60,4% 30,2% 9,4% 30,2% 51,0% 18,8% 52,1% 31,2% 16,7% 9,4% 52,1% 92,7% 34,4% 90,6% 13,5% 7,3% Jumlah Persentase 100,0% memiliki tingkat pengetahuan kurang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi lebih dominan pada dampak ortodonti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta temporomandibular joint sebanyak 87 pengetahuan dengan kategori baik lebih mahasiswa . ,6%). dominan sebanyak 91 mahasiswa . %) sedangkan dengan tingkat pengetahuan PEMBAHASAN Pada dengan kategori sedang sebanyak 9 mahasiswa . %). 11 Hasil penelitian ini bahwa dari 96 subjek penelitian terdapat 51 mahasiswa . ,1%) yang memiliki tingkat pengetahuan dengan kriteria Kedokteran Universitas Udayana yang baik, sebanyak 40 mahasiswa . ,7%) pengetahuan dengan kategori cukup dengan kriteria cukup dan sebanyak 5 lebih dominan sebanyak 48 mahasiswa mahasiswa . ,2%) yang memiliki tingkat . ,6%) pengetahuan dengan kriteria kurang. Fakultas Hasil penelitian ini sejalan dengan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 sebanyak 13 mahasiswa . ,8%) dan tingkat pengetahuan dengan kategori mengungkapkan bahwa jenis kelamin kurang sebanyak 8 mahasiswa . ,6%). laki-laki Menurut Walgito Moekijat mengungkapkan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi karena laki-laki memiliki aktivitas dan dasar seseorang dalam berperilaku dan pengetahuan yang lebih luas, mampu bersosialisasi dengan lebih baik dan pengetahuan mahasiswa masuk kedalam memiliki peluang untuk mendapatkan kategori baik dan faktor yang dapat informasi yang lebih besar . mempengaruhi pengetahuan seseorang Pada yaitu pendidikan, media dan informasi. bahwa mahasiswa yang berusia 22 tahun Pendidikan merupakan faktor yang dapat memiliki tingkat pengetahuan baik dan cukup yang lebih dominan mengenai 13 Pengetahuan yang baik dampak ortodonti cekat sebanyak 17 mahasiswa . ,7%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Amalia yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang menunjukkan Pada bahwa mahasiswa yang berusia 19-25 tahun lebih dominan. 6 Hal ini didukung pengetahuan baik yang lebih dominan mengungkapkan bahwa semakin dewasa sebanyak 42 mahasiswa . ,8%). Hasil seseorang memiliki kemampuan untuk penelitian ini sejalan dengan penelitian melakukan perubahan sikap, kognitif dan Amalia Fakultas emosi yang lebih baik. 16 Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dengan usia yang lebih tua memiliki yang menunjukkan bahwa perempuan pengetahuan yang lebih luas untuk dapat memiliki tingkat pengetahuan baik yang melakukan pemecahan masalah yang lebih baik dan beragam dibandingkan ortodonti cekat dibandingkan dengan laki-laki. Hal Monteiro dengan orang yang lebih muda. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Responden mahasiswa dari 13 fakultas yang berbeda 17 Respon rasa sakit ini dapat didapatkan hasil bahwa asal fakultas dihubungkan dengan adanya tekanan responden yang lebih dominan adalah Fakultas Kedokteran dengan tingkat pengetahuan baik, yaitu sebanyak 14 berdasarkan rasa sakit dapat disebabkan Penelitian karena rasa sakit merupakan respon mengungkapkan bahwa pengaruh kuat yang bersifat subjektif, yang memberikan yang menyebabkan mahasiswa Fakultas variasi yang besar pada setiap individu. Kedokteran hal ini dapat berkaitan dengan faktor ortodonti adalah kesadaran mengenai seperti usia, jenis kelamin, ambang batas rasa sakit setiap individu, besar kekuatan Universitas Mulawarman . ,6%). wajah/estetika mereka. ,0%) Adanya yang diaplikasikan, emosi dan stres serta Pada penelitian ini sebanyak 49 pengalaman rasa sakit sebelumnya. Pada penelitian ini sebanyak 71 ,0%) berdasarkan rasa sakit. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Amalia yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi penelitian ini sejalan dengan penelitian Universitas Indonesia yang menunjukkan Amalia bahwa tingkat pengetahuan berdasarkan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia rasa sakit dengan kategori cukup lebih dominan sebanyak 48 mahasiswa. 6 Hal ini dapat dikaitkan dengan rasa sakit jaringan lunak dengan kategori baik lebih yang dirasakan oleh responden pada saat dominan sebanyak 53 mahasiswa. Hasil Fakultas pertama kali menggunakan ortodonti Menurut Pires penempatan piranti Menurut Himawati & Herawati, ortodonti cekat yang menekan mukosa yang dapat menyebabkan gesekan antar perawatan ortodonti sekitar 90-95% Rasa sakit selama perawatan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 menyebabkan trauma pada jaringan 21 Hal ini sejalan dengan Lau & 19 Pada penelitian ini menunjukkan Wong kerusakan enamel gigi paling sering pengetahuan baik lebih dominan karena berasal dari kontak oklusal dengan bracket ortodonti. mengenai trauma jaringan lunak yang yang mengungkapkan Pada penelitian ini sebanyak 49 disebabkan oleh alat ortodonti cekat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Kvam ,0%) pengguna piranti ortodonti cekat yang berdasarkan vitalitas. Pada penelitian ini mengalami iritasi pada mukosa oralnya. menunjukkan bahwa mahasiswa yang Pada penelitian ini sebanyak 58 ,4%) memiliki pengetahuan mengenai vitalitas gigi akibat dampak yang ditimbulkan berdasarkan kerusakan enamel gigi. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Penggunaan alat ortodonti cekat dapat Amalia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia kehilangan vitalitas gigi. 22 Tekanan pada enamel gigi dengan kategori kurang lebih dominan sebanyak 79 mahasiswa. 6 Pada metabolisme oksigen di dalam sel pulpa. Gangguan sirkulasi pulpa akan menjadi mahasiswa yang memiliki pengetahuan terganggu apabila gaya yang ditimbulkan kurang lebih dominan karena responden semakin besar dan diterapkan dalam kurang memiliki pengetahuan mengenai waktu yang lama. kerusakan enamel gigi akibat dampak Pada penelitian ini sebanyak 50 yang ditimbulkan penggunaan ortodonti . ,1%) Menurut Travess demineralisasi enamel merupakan komplikasi yang umum terjadi pada perawatan ortodonti berdasarkan jaringan periodontal. Hasil MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 penelitian ini berbeda dengan penelitian Gigi yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi pengetahuan berdasarkan resorpsi akar Universitas Indonesia Universitas Indonesia dengan kategori kurang lebih dominan sebanyak 89 mahasiswa. 6 Resorpsi akar periodontal dengan kategori kurang merupakan dampak penggunaan piranti lebih dominan sebanyak 44 mahasiswa. ortodonti cekat yang diakibatkan induksi Pada awal pemakaian alat ortodonti cekat banyak pasien yang mengeluhkan . steoklas menginduksi resorpsi tulan. steoblast diperparah dengan kebersihan mulut merangsang pembentukan tulan. Pada yang tidak baik sehingga menyebabkan umumnya selama penggunaan piranti inflamasi di dalam rongga mulut semakin ortodonti cekat yang berlangsung 2 4 Pada penelitian ini menunjukkan tahun sekitar 1 mm panjang akar akan hilang / resorpsi . pengetahuan baik lebih dominan karena Pada penelitian ini sebanyak 87 ,6%) mengenai adanya inflamasi jaringan dengan tingkat pengetahuan kurang Pemakaian ortodonti cekat dapat meningkatkan retensi plak terutama di daerah marginal penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran inflamasi gingiva. 4,22 Gigi Pada penelitian ini sebanyak 50 ,1%) Universitas Hasil Indonesia kategori kurang lebih dominan sebanyak Hasil Pada penelitian ini berbeda dengan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Pada penelitian ini menunjukkan masalah temporomandibular joint akibat pengetahuan baik lebih dominan karena dampak yang ditimbulkan penggunaan ortodonti cekat. 6 Setelah perawatan dengan piranti ortodonti cekat dapat retainer setelah penggunaan ortodonti cekat untuk dapat menstabilisasi gigi temporomandibular joint dari disfungsi agar tidak terjadi relaps. Umumnya craniomandibular, otot dan gangguan 23 Hal ini berbeda dengan penelitian retainer dan kontrol yang tidak memadai lain yang mengungkapkan bahwa tidak atau tidak rutin. terdapat efek yang signifikan mengenai masalah temporomandibular joint akibat KESIMPULAN dampak yang ditimbulkan penggunaan Gambaran Pada penelitian ini sebanyak 89 ,7%) berdasarkan relaps. Hasil penelitian ini mahasiswa pengguna ortodonti cekat di universitas mulawarman memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih dominan. DAFTAR PUSTAKA