Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang APLIKASI PEMBELAJARAN TERHADAP ANAK BERPERILAKU MENYIMPANG Oleh: Syarifan Nurjan (Staf Pengajar FAI Universitas Muhammadiyah Ponorog. email: syarifan_flo@yahoo. ABSTRACT. Learning program for children who have deviant behavior becomes a pressure for education. The identification of those deviant behavior cases can be made as a standard in using the learning program that leads to intervensions, especially to reduce or even eliminate the deviant behavior, both with psychoanalytic which gives more emphasis on psychodinamic, psychoeducational, humanistics and echological and the behavior which its healing approach is by modifying the behavior to the most correct one. The learning aplication is by using the lesson plan and some steps of creating a lesson plan consisting of doing the screening or test to determine the level of psychomotor functional development with the Geddes Psychomotor Inventory (GPI) instrument profile I and II as a pretest, analyzing all the screening results or pretest with the GPI instrument profile I and II, and making a motion pattern, arranging a lesson plan which is appropriate to the children need, and conducting the final learning evaluation. Keywords: Learning program. Children with disorder or deviant behavior. PENDAHULUAN Banyak anak yang menunjukkan kelainan perilaku menyimpang. Biasanya kelainan perilaku berkaitan dengan hendaya penyerta lainnya, seperti hambatan perkembangan fungsional . ental retardatio. dan kesulitan belajar yang spesifik . pecific learning disabilit. Umumnya, di sekolah-sekolah anak-anak menyimpang banyak dijumpai dengan tingkat ringan. Sedangkan anak- anak dengan kelainan perilaku tingkat sedang banyak ditempatkan di M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang sekolah-sekolah Untuk ditempatkan pada tempat dengan situasi dan kondisi yang spesifik . ereka ini antara lain schizophrenic, psychopathic, dan psychopathic Identifikasi terhadap kasus kelainan perilaku menyimpang dapat dipakai sebagai patokan untuk menggunakan program pembelajaran yang mengarah pada intervensi khusus untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan perilaku menyimpang. Jika anak mempunyai masalah psikologis, diperlukan psikoanalitis yang lebih menekankan pada Jika anak menunjukkan penyimpangan dalam berperilaku bermasyarakat . gresif, menghindar dari keramaian, dan sikap bertahan dir. , diperlukan penanganan dengan model perilaku, pendekatan penyembuhannya dengan cara memodifikasi perilaku untuk berperilaku yang benar daripada membetulkan kasus-kasusnya. Anak yang mempunyai kelainan perilaku umumnya tidak mampu untuk berteman karena yang bersangkutan selalu menemani kegagalan saat melakukan hubungan dengan orang lain. Interaksi negatif yang terjadi sejak dini antara orang tua dan anak, khususnya ibu dan anak merupakan penyebab utama dari permasalahan-permasalahan berkaitan dengan kelainan perilaku yang serius. Para orang tua yang menerapkan disiplin rendah terhadap anak-anaknya tetapi selalu memberikan reaksi terhadap perilaku yang kurang baik, tidak sopan, suka menolak sepertinya dapat menjadi penyebab seorang anak menjadi agresif, nakal. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang dan delinkuen. Begitu pula Kegagalan mengadakan hubungan dengan orang lain disebabkan oleh adanya ketidakpuasan dirinya terhadap elemen-elemen lingkungan sosialnya (Hallahan & Kauffman, 1986: 144. Oleh karenanya perilaku guru dan teman sekelasnya harus dapat dikondisikan agar situasi interaksi di dalam kelas dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dengan hendaya perilaku menyimpang untuk melakukan interaksi dengan kompetensi sosial dan perangai yang memadai (Thomas et al. , 1968 dalam Hallahan & Kauffman, 1986: . Maka program pembelajaran individual yang disusun guru hendaknya lebih menekankan pada bentuk-bentuk interaksi antara guru Ae murid Ae teman sekelasnya. Aplikasi gerak irama terhadap program pembelajaran individual semacam ini sangat membantu guru dalam mewujudkan interaksi antara ketiga unsur murid, guru, dan teman sekelas melalui pola-pola gerak tubuh. Dengan kata lain bahwa gerak irama bertujuan untuk membentuk jalinan hubungan interaksi dalam proses kegiatan pembelajaran terhadap anak dengan hendaya kelainan Dari uraian tersebut, jelas bahwa program pembelajaran individual yang disusun guru hendaknya lebih menekankan pada bentukbentuk interaksi antara guru Ae murid Ae teman sekelasnya. Aplikasi gerak irama terhadap program pembelajaran individual semacam ini sangat membantu guru dalam mewujudkan interaksi antara ketiga unsur murid, guru, dan teman sekelas melalui pola-pola gerak tubuh. Dengan kata lain M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang bahwa gerak irama bertujuan untuk membentuk jalinan hubungan interaksi dalam proses kegiatan pembelajaran terhadap anak dengan hendaya kelainan perilaku. Dan tidak berlebihan bila pembahasan ini mengetengahkan pokok bahasan yang menyangkut masalah mengenal dini anak berperilaku menyimpang dan aplikasi pembelajarannya. PEMBAHASAN Pengertian Hendaya Anak Berperilaku Menyimpang Behavioral impairment atau hendaya perilaku menyimpang merupakan istilah berkaitan dengan kelainan perilaku yang banyak dibicarakan oleh para pendidik. Definisi dan pemberian nama-nama lain, antara lain berkaitan dengan istilah-istilah, seperti gangguan emosional . motionally distur. , perilaku sosial emosional yang maladaptive . aladaptive social emotional behavio. kelainan perilaku . ehaviorally disorde. , hambatan dalam pendidikan . ducationally handicappe. , dan kelainan psikologis . sychological disordere. (Geddes. , 1981: . Sedangkan Hallahan & Kauffman . 6: . , memberikan istilah kelainan perilaku dengan nama gangguan perilaku atau kelainan perilaku . ehavioral disturbance/behavioral disorde. Definisi tentang anak dengan hendaya perilaku saat ini masih memakai pendapat Eli M. Bower . , yang menyatakan bahwa Auanakanak yang mempunyai hendaya perilaku secara emosional adalah mereka yang menunjukkan satu atau lebih dari kelima karakteristik M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang berikut ini yang terjadi secara terus-menerus serta menjadi lebih berkembangAy. Karakteristik anak-anak yang mempunyai kelainan perilaku menyimpang, menurut Geddes. 1: . dan Kauffman. 5: . , adalah mereka yang menunjukkan lima karakteristik sebagai Mempunyai masalah belajar yang tidak dapat dikemukakan oleh faktor-faktor intelektual, sensori, atau faktor kesehatan. Ketidakmampuan untuk membangun hubungan antarpribadi secara memuaskan, sehingga hubungan antarpribadi . engan temanteman dan gur. yang sangat rendah. Berperilaku dan berperasaan yang tidak semestinya. Pada umumnya, mereka tidak bahagia dan depresi. Bertendensi terjadi peningkatan gejala-gejala fisik yang kurang sehat, rasa sakit yang bersifat psikologis berkaitan dengan masalah-masalah saat melakukan hubungan dengan orang lain dan sekolah (Coger, 1969 dalam Geddes. , 1981: 124. Kauffman. , 1986: . Kelainan perilaku yang merupakan perilaku menyimpang dari perilaku normal diakibatkan adanya pertentangan dengan orang dan masyarakat sekitarnya. Kebanyakan dari mereka mempunyai skor rendah dalam belajar dan tes inteligensi. Prevalensi terjadinya anak-anak dengan perilaku menyimpang bervariasi. Namun diperkirakan berkisar antara 2 hingga 22 persen dari anak-anak usia sekolah, dan M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang diidentifikasikan banyak terjadi pada anak-anak laki-laki daripada anak Pendapat lain, bahwa privalensi dari anak dengan hendaya perilaku berkisar lima hingga 20 persen atau bahkan lebih dari populasi anak usia sekolah (Kauffman. , 1985: . Sulitnya memperkirakan privalensi secara tepat disebabkan oleh adanya beberapa hal sebagai Sebelum jumlah anak dengan hendaya perilaku didefinisikan, perkembangannya masih belum dapat dipastikan secara`akurat dan Adanya perbedaan-perbedaan menyebabkan hasil penelitian berkaitan dengan hendaya anak dengan kelainan perilaku menjadi berbeda. Adanya pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada pada kebijakan sosial serta faktor-faktor ekonomi yang turut berperan dalam memberikan definisi dan metodologi. Kebijakan dari hasil latihanlatihan para ahli pendidikan dan pertimbangan-pertimbangan klinis masih terabaikan (Maglioca & Stevens, 1980 dalam Kauffman. 1985: . Menurut Kauffman. 5: 91-. faktor-faktor yang paling dominan penyebab adanya hendaya perilaku . ehavior disorder. faktor keluarga, faktor biologis, dan faktor sekolah. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang Defisit dalam aspek organik secara tersendiri atau kombinasi dengan faktor-faktor lingkungan dapat menyebabkan adanya perilaku yang menyimpang. Anak dengan hendaya ketidakberfungsian sistem saraf pusat atau kelainan secara biokemikal . eperti: nutrisi yang rendah, kurang tidu. dapat mengakibatkan kerusakan secara fisik, seperti adanya ketidakseimbangan dalam hormon, cedera otak, kerusakan enzim dan schizophrenia genotype. Kerusakan secara organik atau biologis sangat sulit untuk diidentifikasi walaupun kondisinya secara nyata sangat berat, seperti pada anak dengan sindrom kelangkaan . Masalah-masalah pribadi atau psikologis pada anak-anak banyak dibicarakan dan telah dilakukan penelitian-penelitian oleh para ahli. Secara teori banyak dibicarakan melalui model psikoanalisis dari Freud dan pendekatan psikologis kemanusian melalui teori-teori dari Adler. Maslow. Allport. Combs, dan Rogers (Reinert, 1976 dalam Geddes. Perilaku memberikan reaksi dan melakukan penyesuaian oleh seseorang saat merespon terhadap pengalaman-pengalaman hidup yang diperoleh Faktor-faktor perkembangan kedewasaan, penyesuaian sosial, dan kemampuan Jika seseorang mempunyai penyimpangan tingkat penyesuaian normal secara kronologis, dapat dipastikan akan menjadi anak yang M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang kurang dapat menyesuaikan diri . atau perilaku yang Identifikasi terhadap kasus kelainan perilaku menyimpang dapat Sebagai contoh, jika seorang anak mempunyai masalah psikologis, diperlukan model psikoanalitis yang lebih menekankan pada Di sisi lain, jika seorang anak menunjukkan penyimpangan perilaku dalam bermasyarakat diperlukan penanganan dengan model perilaku, yaitu dengan cara memodifikasi untuk belajar berperilaku yang benar daripada membetulkan kasus-kasusnya. Tipe perilaku yang tampak, merupakan refleksi-refleksi dari perasaan diri seperti marah, merasa sering menemui kegagalan, takut, frustasi, ketakutan tanpa sebab, konsep diri yang kurang, tidak merasa aman, penerimaan terhadap dirinya yang kurang, masalah-masalah indentitas, dan merasa diacuhkan oleh orang lain. Perilaku semacam ini sering diikuti dengan masalah-masalah lain berkaitan dengan kegagalan dalam belajar dan berbicara dengan gagap. Ada tiga perilaku utama yang tampak pada seorang anak dengan kelainan perilaku menyimpang, yaitu . suka menghindar diri dari keramaian, dan sikap bertahan diri. Agresif merupakan perilaku dalam wujud bermusuhan . , suka berkelahi . , suka . , . emper menyindir . , suka mengacaukan . , suka melawan M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang terhadap kewenangan orang dewasa . esiteance to adult authorit. , suka melakukan kenakalan atau kejahatan . , suka memukul secara fisik pada orang lain . sycally striking other. , dan suka menolak untuk bekerja sama . efusing to cooperat. , . wiithdrawal atau sifat suka menghindarkan diri dari orang lain, merupakan perilaku yang mudah dilihat oleh guru. Namun kelainan perilaku semacam ini berkaitan dengan perilaku yang bersifat pasif . , suka melamun . ay dreamin. , ketidakdewasaan . , suka menghisap ibu jarinya . humb suckin. , mempunyai rasa takut yang berlebihan . xtreme fea. , sering gagal untuk berbicara . ailure to tal. , tidak suka bergaul . eluctance to . laying merasakan sakit . omplaining of feeling il. , tidak menaruh perhatian terhadap lawan berbicara saat berbicara dengan orang lain, berperilaku suka merangsang diri . elakukan onan. , dan sangat mudah untuk depresi . uram atau sedi. , . sikap bertahan diri . efensive behavio. , merupakan perilaku yang dilakukan untuk melindungi diri dari situasi berbahaya secara psikologis. Mekanisme ini selalu digunakan oleh semua orang dalam populasi secara umum tetapi bila digunakan secara berlebihan oleh seseorang maka ia mempunyai hendaya kelainan perilaku menyimpang, karena cara-cara perlindungan diri sendiri yang Contohnya, menyalahkan orang lain bila dirinya melakukan kesalahan atau kekanak-kanakan. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang berfantasi untuk lari dari kenyataan yang sebenarnya, tindakantindakannya selalu menggunakan alasan-alasan yang tidak masuk akal, kejadian-kejadian penyesuaian terhadap kekurangan dirinya, menganggap dirinya seperti seseorang yang ia kagumi. Tipe-tipe . , suka melarikan diri dari kenyataan, bersikap selalu lamban, suka berbohong, suka menipu, suka mencuri, tidak bertanggung jawab, sering kehilangan barang-barangnya, dan menghindar diri jika disuruh Hambatan-hambatan yang Dihadapi Anak dengan Hendaya Berperilaku Menyimpang Hambatan yang ada pada anak dengan hendaya berperilaku menyimpang pada usia Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak, pada umumnya berkaitan dengan sering terjadi konflik dengan orang tuanya, dengan pasangan saudara kembarnya sehingga mempunyai perwatakan keras, menyangkut perilaku lekas marah, dan mempunyai pola tidur dan makan yang tidak umum. Pada umumnya, bila anak sering mendapatkan tanggapan-tanggapan negatif dari teman dan orang lain dalam lingkungan kehidupannya, akan menyebabkan anak menjadi lebih agresif dan lebih sering menghindarkan diri dari kerumunan orang-orang di M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang Oleh karenanya, program intervensi menjadi lebih efektif terhadap anak dengan hendaya kelainan perilaku pada tingkat Sekolah Dasar. Pada anak-anak usia sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama, umumnya mereka mempunyai hambatan pada penyesuaian diri terhadap lingkungan . ocially maladjuste. , sehingga menjadikan diri mereka berperilaku menyimpang berkaitan dengan suka menghindarkan diri seperti anak autistik hinga menjadi anak yang agresif suka nakal dan melakukan kejahatan. Program intervensi yang dianggap tepat adalah sehari-hari lingkungan khusus sebagai lingkungan tempat melakukan latihan-latihan kehidupan yang baik, disamping dipersiapkan suatu kurikulum yang tidak umum atau specifik dengan latihan-latihan vokasional yang khusus. Kurikulum memperhatikan suatu bentuk kurikulum yang bermuatan kegiatan. Tentu saja dengan berdasarkan pengalaman-pengalaman esensial yang harus diimplementasikan ke dalam suatu rancangan pembelajaran yang diarahkan pada fokus ketrampilan khusus dan secara rinci. Dengan kata lain bahwa kurikulum yang disusun: ketrampilan pengalaman secara langsung berdasarkan atas pokok garis-garis M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang Hendaknya ketrampilan-ketrampilan kesenangan dan rasa saling menyayangi, serta dapat dipergunakan dalam kehidupan anak yang bersangkutan (Kauffman, 1985: . Pada anak-anak dengan hendaya kelainan perilaku yang sudah dewasa, hambatan yang nampak adalah kesulitan dirinya untuk hidup mandiri secara bebas, dan hidup yang berproduktif. Mereka mempunyai kelainan perilaku yang diklasifikasikan dalam psikotik . utistic dan schizophreni. dan kelainan perilaku khusus, seperti agresif yang berlebihan (Hallahan & Kauffman, 1986: 179-. Pendekatan yang Diperlukan Anak-anak dengan hendaya kelainan perilaku menyimpang mengacu pada adanya perilaku yang sangat ekstrim. Masalah yang sangat kronis yaitu sulitnya untuk menghilangkan perilaku yang tidak diterima oleh lingkungan sosial dan budaya tertentu. Mengenai hal tersebut, maka pendekatan dalam dunia pendidikan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut. Pendekatan secara psikoanalitis dalam pendidikan, merupakan tuntunan-tuntunan berdasarkan prinsip-prinsip psikoanalisis. Masalah yang dihadapi oleh anak dengan hendaya kelainan perilaku menyimpang dipandang sebagai ketidakseimbangan secara patologis antara bagian-bagian dinamis dari pikiran ide, ego, dan super ego. Para praktisi pendidikan mengupayakan untuk membantu dalam M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang meningkatkan keberfungsian patologis, seperti perilaku dan prestasi ke arah yang lebih baik. Penekanannya terletak pada pembentukan hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa, agar diri siswa mempunyai perasaan diterima dan bebas untuk mengemukakan keadaan dirinya. Dengan demikian maka perhatian guru lebih tertuju pada upaya-upaya untuk membantu anak dalam mengatasi konflikkonflik mentalnya, bukan dengan mengubah perilaku kelainan yang tampak atau memberikan ketrampilan akademik (Bettelheim, 1950. Berkowitz & Rothman, 1960 dalam Hallahan & Kauffman, 1986: Pendekatan Terhadap hendaya kelainan perilaku yang diasumsikan bahwa kelainannya melibatkan kelainan psikiatrik dan adanya kesalahan-kesalahan perilaku yang tidak semestinya dilakukan oleh seorang anak, maka diperlukan pendekatan secara seimbang antara sasaran yang bersifat . Motivasi terhadap ketidaksadaran diri dan faktor-faktor yang bersifat patologi perlu mendapatkan pertimbangan dalam kebutuhan setiap individu dan pembelajaran melalui bentuk-bentuk aplikasi yang memanfaatkan kegiatan kreatif seni, seperti musik, tari, dan kegiatan yang bersifat seni. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang Pendekatan secara humanistik. Pendekatan ini berdasarkan atas pandangan psikologi humanistik sehingga memungkinkan adanya perubahan dalam pendidikan, dan sebagai revolusi perubahan terhadap konsep-konsep pendidikan tradisional sejak tahun 1960-an. Masalah utama, para pendidik adalah bahwa anak-anak dengan hendaya kelainan perilaku adalah bahwa anak-anak dengan hendaya kelainan perilaku belum tersentuh perasaan dirinya dan kurang mempunyai perhatian. Selain itu masih belum dianggap penting dalam lingkungan pendidikan tradisional. Hal yang perlu disarankan kepada para praktisi kependidikan adalah program yang akan diterapkan sebaiknya disusun guna meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatur diri sendiri, mampu mengevaluasi diri, dan keterlibatan emosional dalam pembelajaran yang diterapkan dalam lingkungan penidikan yang nontradisional. Fungsi guru dalam hal ini pembelajarannya, bukan sebagai pengatur kegiatan-kegiatan. Guru dan siswa bekerja sama saling memberikan informasi dalam keadaan saling menguntungkan dan berkesan. Biasanya kata-kata yang dipergunakan tidak bersifat otoriter, bersifat memberikan arahan, bersifat ke arah evaluasi diri, afektif, terbuka dan bersifat mandiri (Hallahan & Kauffman, 1986: . Pendekatan secara ekologis. Elemen-elemen lingkungan seperti sekolah, lingkungan keluarga, dan perwakilan lembaga sosial M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang merupakan ajang interaksi bagi anak. Oleh karenanya praktisi pendidikan sebaiknya menjadi bagian dari strategi keseluruhan suatu Dalam hal ini anak merupakan bagian yang terlibat di Sasaran dari pendekatan ini adalah mengubah lingkungan secukupnya sehingga dapat membantu intervensi terhadap perilaku yang diinginkan. Pendekatan ini tidak hanya diberlakukan dalam ruangan kelas saja, tetapi meliputi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh keluarga dari anak yang bersangkutan, tetangganya, dan orangorang yang ada di lingkungannya. Pendekatan secara ekologis ketrampilan spesifik yang berguna, termasuk di dalamnya ketrampilan akademik, rekreasi, dan ketrampilan untuk hidup sehari-hari. Pendekatan perilaku. Pendekatan ini menggunakan dasar-dasar pengondisian yang bersifat operant dan respondent. Asumsinya adalah bahwa permasalahan yang bersifat perilaku, yang menjadi penyebab tidak tepatnya pembelajaran pada anak dengan hendaya kelainan perilaku dapat dibantu dengan cara memodifikasi perilaku. Modifikasi memanipulasi lingkungan anak. Hal itu tergantung pada penempatan Dengan kata lain bahwa tanggapan-tanggapan anak hendaknya dapat segera disadari oleh guru atau praktisi serta dapat diukur secara cermat. Dengan demikian, fokus dalam pendekatan M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang perilaku adalah memberikan batasan secara tepat dan mengukur konsekuensi-konsekuensi bersangkutan dalam upaya melakukan perubahan. Aplikasi Pembelajaran Anak Berperilaku Menyimpang Rancangan Pembelajaran Program pembelajaran bagi anak dengan hendaya kelainan perilaku menyimpang sebaiknya diberikan dengan berfokus pada peningkatan sosial emosionalnya. Untuk itu diperlukan perhatian khusus terhadap perkembangan sosial emosional dan psikomotornya. Yang dimaksud dengan perkembangan sosial emosional, meliputi halhal sebagai berikut. Kepuasan diri, yaitu merasa sehat, meningkatkan konsep diri, meningkatkan kepercayaan diri, aktualisasi diri, dan peningkatan kesadaran terhadap tubuh. Perkembangan fungsional, yaitu sikap bermasyarakat, pandangan nilai-nilai, antarpribadi dalam suatu lingkungan hidup. Perkembangan emosional, yaitu kestabilan emosi, merasa senang, suka menyampaikan perasaan-perasaan emosi dirinya, dan bergaul erat sesama teman. Oleh karena itu program pembelajaran sebaiknya diupayakan untuk dapat meningkatkan hubungan antarpersonal. Selanjutnya suatu M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang program pembelajaran bagi anak dengan hendaya kelainan perilaku diperlukan adanya hal-hal berikut. Kegiatan-kegiatan dapat dipersiapkan agar dapat meningkatkan sportivitas, dan hubungan yang berjalin dengan baik antara anak yang bersangkutan dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Semua pengalaman-pengalaman kepuasannya, dan dapat dilakukan dengan ekspresi yang penuh. Kegiatan-kegiatan permainan, seperti permainan teka-teki, tarian, olahraga, dan Berdasarkan hal-hal tersebut, maka kegiatan-kegiatan layanan adanya kesempatan pada anak untuk dapat mengekspresikan dirinya sendiri, dapat meningkatkan persahabatan, adanya kesempatan pada anak untuk dapat memecahkan masalahmasalah secara sendiri, menggunakan gerakan-gerakan ritmis, dan dilakukan dengan memodifikasi perilaku yang bersifat operant condition, dengan penguatan yang positif . ositive reinforcmen. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang hukuman . , dan penarikan/penghentian kegiatan . ime Langkah-langkah Kegiatan Pembuatan Rancangan Pembelajaran Melakukan instrumen Geddes Psyichomotor Inventory (GPI) profile I dan II . ebagai pretes. Menganalisis seluruh hasil skrining atau pretest dengan instrumen GPI Proflie I dan II, guna mengetahui secara rinci tingkat keberfungsian psikomotor anak yang bersangkutan disesuikan dengan perkembangan sosial emosionalnya. Membuat suatu pola gerak yang merupakan bahan intervensi guru dalam kegiatan pembelajarannya. Membuat rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak, berdasarkan hasil analisis skrining dan diselaraskan dengan kurikulum yang berlaku. Melakukan evaluasi akhir pembelajaran untuk mengetahui: Apakah terjadi peningkatan keberfungsian psikomotor, sehingga emosionalnya atau tidak? Dilakukan dengan instrumen GPI Profile I dan II . ebagai post tes. Apakah terjadi kestabilan peningkatan perilaku sasaran . alam hal ini adalah perilaku suka menyendiri/withdrawa. sebagai M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang target yang akan dicapai dalam pembelajaran? Dalam hal ini dipergunakan analisis terhadap grafik A-B-A dalam suatu metode subjek tunggal. KESIMPULAN Pembahasan tentang anak berperilaku menyimpang dan aplikasi pembelajaran bisa disimpulkan sebagai berikut. Anak dengan hendaya kelainan perilaku, merupakan anak yang mempunyai kondisi perilaku yang menyimpang dari perilaku normal. Hal ini ditunjukkan dengan kelainan emosional dan perilaku Biasanya kelainan perilaku berkaitan dengan kondisi kelainan lain, seperti mental retardation dan specific learning Privalensi terjadinya anak dengan hendaya kelainan perilaku bervariasi, namun diperkirakan berkisar antara 2 hingga 22 persen dari populasi anak-anak usia sekolah, dan diidentifikasikan banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Faktor-faktor penyebab terjadi hendaya kelainan perilaku adalah: . faktor biologis, . faktor keluarga, . faktor budaya, dan . faktor Kasus yang telah diketemukan berkaitan dengan hendaya kelainan perilaku berkaitan erat dengan adanya defisit pada faktor biologis atau organik, kelainan psikologis atau psikodinamis, konflik-konflik di lingkungan masyarakat, dan perilaku sosioadaptif karena tidak M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Syarifan. Aplikasi Pembelajaran Terhadap Anak Berperilaku Menyimpang mampu menyesuaikan diri, identifikasi terhadap kasus kelainan perilaku dapat dipakai sebagai patokan untuk menggunakan program Perilaku yang paling utama sebagai perilaku yang diklasifikasikan sebagai hendaya kelainan perilaku yaitu agresif, suka menghindarkan diri dari keramaian, dan sikap bertahan diri. Pendekatan yang digunakan terhadap layanan bagi anak dengan psikoanalitis, psikoedukasional, humanistik, ekologis, dan modifikasi perilaku atau behavioral. Demikian pembahasan tentang mengenal dini anak berperilaku menyimpang dan aplikasi pembelajarannya, saran dan kritik sangat pembahasan ini berkontribusi. DAFTAR PUSTAKA: