Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. 419 - 422 http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Masyarakat Pesisir Pantai Nias Galvani Simanjutak1. Siska Evi Martin2. Lasma Rina3 1,2,3Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia *penulis Korespondensi : galvanisimanjuntak@yahoo. Abstrak. Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam bagi masyarakat pesisir sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan bantuan, terutama para nelayan yang memiliki resiko dari pekerjan di wilayah perairan, akan tetapi kondisi saat ini sangat sedikit edukasi yang diberikan kepada masyarakat sebagai penolong pertama di tempat kejadian. Oleh karena itu keris Agroners melakukan edukasi pelatihan pertolongan korban tenggelam pada nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan keberhasilan nelayan saat memberikan pertolongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan pengetahuan nelayan dalam menolong korban tenggelam dengan metode simulasi. Hasil yang didapatkan terdapat nilai p value < 0. sehingga dapat disimpulkan bahawa terdapat perbedan kemampuan nelayan dari sebelum dan setelah dilakukan pelatihan dengan metode simulasi. Metode simulasi yang efektif, dapat mengajarkan seseorang secara mudah dalam memahami pengetahuan baru. Hasil ini menunjukan bahwa metode simulasi sangat efektif digunakan untuk melatih orang awam dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. Knowledge of first aid for drowning victims for coastal communities is essential to increase the success of assistance, especially for fishermen who are at risk from working in water areas, but currently there is very little education provided to the community as first aiders at the scene. Therefore. Keris Agroners conducted educational training on first aid for drowning victims for fishermen to increase awareness and success of fishermen when providing assistance. This activity aims to determine the relationship between increasing fishermen's knowledge in helping drowning victims with the simulation method. The results obtained have a p value <0. 005, so it can be concluded that there is a difference in the abilities of fishermen before and after training with the simulation method. An effective simulation method can teach someone to easily understand new knowledge. These results show that the simulation method is very effective for training laypeople in providing first aid for drowning victims. Kata Kunci: Balita. resusitasi jantung PENDAHULUAN Sebagian besar wilayah pesisir Nias, terutama yang jauh dari kota, memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Oleh karena itu, keterampilan BLS yang dimiliki oleh masyarakat pesisir sangat Pelatihan BLS memungkinkan masyarakat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban tenggelam atau kecelakaan lainnya sebelum bantuan medis datang. Keselamatan di laut merupakan aspek yang sangat penting bagi para nelayan, yang sehari-hari menghadapi risiko tinggi saat menjalankan pekerjaannya. Salah satu ancaman utama di lingkungan perairan adalah insiden tenggelam, yang dapat mengakibatkan cedera serius bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dalam situasi darurat ini, pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama sangatlah vital untuk menyelamatkan nyawa. Pelatihan Pertolongan Pertama Korban Tenggelam bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para nelayan dalam menghadapi keadaan darurat di laut. Pelatihan ini dirancang agar peserta memahami tanda-tanda tenggelam, prosedur Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. evakuasi yang aman, hingga teknik dasar resusitasi seperti CPR (Cardiopulmonary Resuscitatio. Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan para nelayan dapat bertindak cepat dan efektif dalam memberikan pertolongan, sembari menunggu bantuan lebih lanjut. Melalui pelatihan ini, para peserta juga akan diberikan pemahaman tentang pentingnya alat keselamatan, seperti pelampung, dan bagaimana cara menggunakannya secara optimal. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat meminimalkan risiko kematian akibat tenggelam dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para nelayan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tenggelam adalah salah satu penyebab utama kematian akibat cedera di seluruh dunia, dengan mayoritas kasus terjadi di negara-negara berkembang. Kelompok yang paling rentan terhadap risiko ini adalah mereka yang sering beraktivitas di perairan, seperti nelayan. Dalam laporannya. WHO menekankan bahwa upaya pencegahan dan respons cepat terhadap insiden tenggelam dapat secara signifikan mengurangi jumlah kematian yang dapat dicegah. Menurut data yang dihimpun oleh KEMENKES, kasus tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah, terutama di wilayah perairan seperti pantai, danau, dan sungai yang menjadi tempat aktivitas utama nelayan. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar korban tenggelam adalah individu yang kurang memiliki kemampuan berenang atau tidak memahami langkah-langkah keselamatan di Selain itu, banyak kasus yang terjadi karena kurangnya ketersediaan alat keselamatan, seperti pelampung atau jaket keselamatan, serta keterlambatan dalam memberikan pertolongan pertama. KEMENKES juga mencatat bahwa sebagian besar insiden tenggelam berakhir fatal karena kurangnya pengetahuan masyarakat, termasuk nelayan, dalam melakukan tindakan pertolongan pertama yang benar. Padahal, intervensi awal, seperti pengangkatan korban dengan teknik yang aman dan pemberian resusitasi kardiopulmoner (CPR), dapat secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan korban. Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support atau BLS) adalah serangkaian tindakan penyelamatan nyawa yang dilakukan untuk menangani korban henti napas, henti jantung, atau situasi darurat medis lainnya, sebelum bantuan medis yang lebih lanjut tersedia. BLS bertujuan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh, seperti pernapasan dan sirkulasi darah, guna mencegah kerusakan organ yang dapat mengancam nyawa METODE Penelitian dilakukan dengan pelatihan bantuan hidup dasar pada masyarakat Nias di pesisir pantai. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. HASIL DAN PEMBAHASAN Wilayah pesisir pantai merupakan lingkungan yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan yang memerlukan respons darurat. Kegiatan sehari-hari, seperti penangkapan ikan, olahraga air, dan pariwisata, sering kali meningkatkan kemungkinan insiden seperti tenggelam, cedera, atau serangan jantung mendadak. Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS) menjadi kebutuhan penting di komunitas pesisir. Seluruh masyarakat Nias di pesisir pantai telah mengikuti pelatihan ini dengan sesuai standar prosedur pelatihan. KESIMPULAN Menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat, seperti henti napas dan henti jantung, terutama bagi masyarakat pesisir pantai yang berisiko tinggi menghadapi insiden di lingkungan perairan. Pelatihan BLS bagi masyarakat pesisir memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan pertolongan pertama, dan respons cepat terhadap kecelakaan, seperti tenggelam dan sumbatan jalan napas. Dengan memahami langkah-langkah utama BLS, seperti resusitasi kardiopulmoner (CPR), pembukaan jalan napas, dan penanganan sumbatan, masyarakat dapat memberikan intervensi awal yang tepat sebelum bantuan medis tiba. Pelatihan ini juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan dan keselamatan di lingkungan perairan. Secara keseluruhan, pelatihan BLS mampu membangun komunitas pesisir yang lebih tanggap darurat, menekan angka kematian akibat kecelakaan, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman. Oleh karena itu, upaya pelatihan dan edukasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pesisir. DAFTAR PUSTAKA