Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 069 Ae 074 PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI PESANTREN RAMADHAN Yulia Arifin1. Ety Aprianti2 1,2Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang E-mail korespondensi: arifinyulia04@gmail. Article History: Abstrak: Received: 14 Juni 2023 Revised: 20 Juni 2023 Accepted: 28 Juni 2023 Latar Belakang: Masa remaja . sia 11 Ae 20 tahu. adalah masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia. Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa remaja cenderung memiliki rasa penasaran yang Tanpa kontrol yang tepat dari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada kenakalan remaja. Bentuk kenakalan remaja yang merupakan penyimpangan dari nilai serta norma yang berlaku, seperti pemerkosaan, pelecahan, pencabulan, dan pada Januari 2023, laporan kasus kekerasan pada anak sebanyak 6 kasus dengan rincian dua kekerasan psikis dan empat kasus pelecehan seksual. Remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan bimbingan dari lingkungan sekitarnya, orang tua, dan sekolah. Pesantren ramadhan merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam dan menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku yang baik. Agar remaja dapat melalui masa pubertas dan berperilaku dengan baik, dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putra dan putri di Pesantren Ramadhan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 8 April 2023. Adapun kegiatannya meliputi pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan diskusi seputar masalah pubertas pada remaja yang hadir dalam kegiatan pesantren remaja di Masjid AlKautsar. Kata Kunci: Kesehatan Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, 100% remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi. Pubertas. Remaja reproduksi dan masalah pada remaja. 80% remaja dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang telah diajukan oleh penyaji. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 069 - 074 Abstract: Background: Adolescence . ge 11-20 year. is a special and important period, because it is a period of maturation of human reproductive organs. Adolescence is also called puberty, which is a unique transition period characterized by various physical, emotional and psychological changes. Adolescents tend to have high curiosity. Without proper control from themselves or their parents, this can make them fall into juvenile delinquency. Forms of juvenile delinquency that are deviations from prevailing values and norms, such as rape, abuse, sexual abuse, and so on. in January 2023, reports of cases of violence against children amounted to 6 cases with details of two psychological violence and four cases of sexual Adolescents who are experiencing puberty need guidance from the surrounding environment, parents, and Ramadan boarding school is an activity to increase Islamic religious knowledge and foster awareness in good In order for adolescents to go through puberty and behave well, information and education about reproductive health is needed for male and female adolescents in the Ramadan Islamic Boarding School. Method: This community service was carried out on April 8. The activities include providing information and education related to reproductive health in adolescents and discussions about puberty problems in adolescents who attend in the Ramadhan Islamic Boarding School at the Al-Kautsar Mosque. Result: As a result of this community service activity, 100% of adolescents have been socialized about reproductive health Keywords: Reproductive and adolescent problems. 80% of adolescents can answer health. Puberty. Adolescence questions correctly that have been asked by the presenter. Pendahuluan Masa remaja . sia 11 Ae 20 tahu. adalah masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia. Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan Selain itu kematangan seksual juga mengakibatkan remaja mulai tertarik terhadap anatomi fisiologi tubuhnya. Selain tertarik kepada dirinya, juga mulai muncul perasaan tertarik kepada teman sebaya yang berlawanan jenis. Tanpa kontrol yang tepat dari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada kenakalan remaa (Marmi, 2. Bentuk kenakalan remaja yang merupakan penyimpangan dari nilai serta norma yang berlaku, seperti pemerkosaan, pelecahan, pencabulan, dan sebagainya. Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kota Padang terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Kasus pelecehan seksual terhadap anak tidak pernah menurun dari ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 069 - 074 Dinas Pemberdayaan Perempuan. Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang mencatat 189 kasus kekerasan anak dilaporkan sejak 2019 hingga Januari 2023. Kemudian pada Januari 2023, laporan kasus kekerasan pada anak sebanyak 6 kasus dengan rincian dua kekerasan psikis dan empat kasus pelecehan seksual (Kurniati, 2. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, menyatakan sebagian dari 63 juta jiwa remaja di Indonesia rentan berperilaku tidak sehat. Tingginya kehamilan tidak diinginkan (KTD) erat kaitannya dengan aborsi. Dari estimasi jumlah aborsi per tahun di Indonesia bisa mencapai 2,4 juta, sekitar 800. 000 diantaranya terjadi di kalangan Penyebab hamil di luar nikah di kalangan remaja semakin bervariasi. Penggunaan drug, permen memabukkan, lem hisap seringkali menjadi alat Aycoba-cobaAy kaum remaja untuk mendapat rangsangan tertentu dalam menyalurkan dorongan biologisnya (Masnuna, 2. Remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan adanya bimbingan dari lingkungan sekitanya, orang tua, sekolah, agar para remaja dapat melalui pubertas pada masa remaja dengan baik. Oleh karena itu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi harus diberikan pada remaja dengan harapan para remaja dapat melewati masa pubertas dengan baik dan terhindar dari masalah kesehatan reprodusi. Namun kenyataanya masih banyak yang kita temui informasi tentang perkembangan remaja dan kesehatan reproduksi justru didapatkan setelah melewati remaja, bahkan tidak tau sama sekali hingga mencapai usia dewasa (Azizah, 2. Pemerintah Kota Padang. Sumatera Barat, meluncurkan kegiatan Pesantren Ramadan untuk siswa SD dan SMP di kota setempat. Pesantren Ramadan diikuti pelajar mulai kelas 4-6 SD dan pelajar SMP kelas 7-9. Pesantren Ramadan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Padang agar para pelajar bisa mengamalkan ajaran agama Islam, memusatkan pendidikan selama Ramadan di masjid dan mushala yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka, serta menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku yang baik ke orang tua dan lingkungan sekitar. Selain pengetahuan agama Islam, dalam pesantren Ramadhan juga diberikan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi serta permasalahannya pada masa remaja. Agar remaja dapat melalui masa pubertas, dan berperilaku dengan baik, serta menurunkan angka kejadian kekerasan dan pelecehan seksual pada anak dan remaja maka dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putra dan putri di Pesantren Ramadhan. Metode Pelaksanaan Sebelum melakukan pengabdian masyarakat, pengabdi melakukan koordinasi dengan penanggung jawab dan pendamping pesantren remaja di Masjid Al-Kautsar untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 8 April 2023 di Mesjid Al-Kautsar RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah Padang. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah remaja yang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan berjumlah 40 orang remaja. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 069 - 074 Gambar 1. Pemberian Materi Hasil Kegiatan edukasi diberikan oleh tim mengenai konsep kesehatan reproduksi remaja, pubertas dan permasalahan seputar remaja serta cara mengatasinya. Edukasi dan diskusi berlangsung selama 2 jam. Para peserta sangat antusias dan banyak bertanya seputar kesehatan reproduksi dan masalah remaja. Setelah pemberian materi dan diskusi, penyaji bertanya kembali dan meminta feedback dari peserta terkait dengan materi yang sudah dijelaskan. Dari 10 peserta yang diberikan pertanyaan, sebanyak 8 orang . %) dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan. Gambar 2. Pemberian Materi dan Diskusi Diskusi Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa ini, remaja sering kali terlibat konflik dan memiliki banyak permasalahan, baik permasalahan dengan diri sendiri atau dengan lingkungan di luar dirinya. Remaja tanpa kontrol yang tepat dari dirinya sendiri maupun orangtua, bisa membuat mereka terjerumus pada kenakalan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 069 - 074 remaja (Azizah, 2. Di Indonesia menurut Biro Pusat Statistik tahun 2022 kelompok remaja adalah sekitar 24% yang terdiri dari 50,9% remaja laki-laki dan 49,1% remaja perempuan. Memasuki masa remaja yang ditandai dengan perubahan fisik primer maupun sekunder, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan Keterbatasan akses dan informasi yang kurang tepat mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia dapat berdampak negatif dalam kehidupannya, misalnya banyaknya kasus free seks. KTD, aborsi remaja, dan lain lain (Marmi, 2. Keterbatasan akses dan informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia masih rendah karena masyarakat umumnya masih menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang tabu dan tidak untuk dibicarakan secara Orang tua biasanya enggan untuk memberikan penjelasan masalah-masalah seksualitas dan reproduksi kepada remajanya, dan anak pun cenderung malu bertanya secara terbuka kepada orang tuanya. Kalaupun ada orang tua atau guru di sekolah yang ingin memberi penjelasan kepada anaknya, mereka seringkali kebingungan bagaimana caranya dan apa saja yang harus dijelaskan (Mairo Nisa, 2. Bila remaja dibekali pengetahuan kesehatan reproduksi yang komprehensif, maka remaja dapat lebih bertanggung jawab dalam berbuat dan mengambil keputusan sehubungan dengan kesehatan reproduksinya. Peran keluarga, sekolah, lingkungan maupun dinas terkait sangat penting agar tercipta generasi remaja yang berkualitas. Kesimpulan dan Saran Setelah dilakukan edukasi kesehatan reproduksi dan permasalahannya pada remaja didapatkan 100% remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah pada remaja serta cara mengatasinya. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja sebesar 80% tentang kesehatan reproduksi dan permasalahannya. Edukasi berjalan lancar sesuai rencana dan diikuti dengan antusias oleh peserta. Masih banyak permasalahan kesehatan lain pada remaja yang perlu diberikan sebagai bentuk pengabdian masyarakat pada remaja di Pesantren Ramadhan. Diharapkan dukungan yang penuh diberikan oleh pihak Pesantren maupun pimpinan di Kelurahan Koto Tangah Kota Padang, sehingga edukasi ini tetap berlanjut. Ucapan Terima Kasih