VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL DAMPAK REKLAMASI PANTAI BAGI MASYARAKAT PESISIR DI DESA FATCEI KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA Risal Daeng Hanafi. Annisa MuAoawanah Sukmawati. 1, . Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Teknologi Yogyakarta Jl. Glagahsari No. Warungboto. Umbulharjo. Kota Yogyakarta 55164 email: risaldaenghanafi@gmail. , annisa. sukmawati@staff. ABSTRAK Reklamasi pantai dampat menimbulkan berbagai dampak. Penelitian berlokasi di Desa Fatcei. Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula. Provinsi Maluku Utara. Hingga saat ini, proyek reklamasi di pesisir Desa Fatcei belum selesai dan nampak terbengkalai sehingga berpotensi memiliki dampak tersendiri bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir sekitar proyek reklamasi. Penelitian bertujuan untuk nggali dampak reklamasi pantai baik dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di Desa Fatcei. Penelitian menggunakan analisis deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan teknik purposive sampling kepada 14 informan, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penelitian menemukan bahwa reklamasi pantai Ibukota Sanana di Desa Fatcei memiliki dampak negatif dan positif. Sisi positif lebih dirasakan dari aspek sosial dan ekonomi. Masyarakat merasa aman dari ancaman ombak karena jarak permukiman semakin jauh dari pantai. Selain itu, juga menyediakan ruang publik baru yang dimanfaatkan untuk area olahraga, bersantai, dan interaksi sosial. Dari aspek ekonomi, masyarakat memanfaatkan lahan reklamasi untuk mendirikan usaha. Sementara itu, dampak negative reklamasi dirasakan dari aspek lingkungan karena kondisi tanggul rusak dan prasarana, seperti drainase dan persampahan di sekitar area reklamasi yang kurang terawat dan Kata Kunci : Desa Fatcei. Sanana. Pesisir. Reklamasi PENDAHULUAN ilayah pesisir merupakan daerah peralihan antara laut dan daratan. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah pesisir mendapatkan tekanan dari berbagai aktivitas dan fenomena di darat maupun di laut. Fenomena yang terjadi di daratan, seperti abrasi, banjir, rob, dan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu pembangunan permukiman, pembangunan tambak dan sebagainya yang pada akhirnya memberi dampak pada ekosistem pantai. Sedangkan fenomena yang terjadi di laut, seperti pasang surut air laut, gelombang, dan sebagainya . Kawasan pesisir adalah kawasan yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi karena dekat dengan sumber daya laut bahkan jalur transportasi d kawasan pesisir. Beberapa aktivitas yang dikembangkan di wilayah pesisir, seperti permukiman, industri, wisata, dan perdagangan dan jasa. Melihat dari posisi strategis kawasan pesisir, ini mnejadikan pesisir merupakan kawasan yang rentan akan reklamasi. Ini dikarenakan kawasan pesisir memiliki nilai ekonomi maupun lingkungan. Reklamasi sendiri merupakan proses pembuatan daratan baru dengan cara menimbun kawasan perairan dengan tanah. Dalam UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil . , reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA lahan ditinjau dari sudur lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengeringan, pengurungan lahan atau drainase. Reklamasi dilakukan untuk memberi nilai tambah baik lingkungan, teknis, sosial, dan ekonomi di wilayah pesisir. Aktivitas reklamasi juga dapat dilakukan sebagai upaya dalam menjawab keterbatasan lahan di perkotaan atau di suatu daerah maupun negara. Melihat besarnya dampak yang bisa ditimbulkan dari aktivitas reklamasi, reklamasi harus memperhatikan sisi sosial, budaya dan ekonomi. Ini karena aktivitas reklamasi dapat memberi dampak bagi perubahan pola kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, kondisi dan pola ruang, dan habitat/ lingkungan sekitar kawasan reklamasi. Selain itu, dampak positif reklamasi pantai dapat berupa untuk menyediakan kembali ruang hidup baru, meningkatkan pengembangan wisata di kawasan pesisir dan dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu daerah. Sementara itu, dampak negatifnya seperti perubahan ekosistem, ancaman hilangnya mata pencaharian nelayan, dan masalah sosial. Masyarakat pesisir adalah sekelompok warga yang tinggal di wilayah pesisir yang hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya berasal dari sumber daya di wilayah pesisir, baik karakteristik sosial, ekonomi, maupun budayanya . Aktivitas/ perilaku masyarakat pesisir dapat mempengaruhi kondisi wilayah pesisir. Seperti temuan . bahwa perilaku masyarakat pesisir yang kurang peduli dapat merusak lingkungan. Aktivitas reklamasi dapat berdampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar kawasan baik dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Beberapa penelitian membuktikan hal ini. Seperti studi dari . bahwa reklamasi di Teluk Banten menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti berkurangnya kawasan mangrove dan terumbu karang serta berkurangnya jumlah nelayan dan produksi perikanan sebagai dampak ekonominya. Penelitian . juga menunjukkan bahwa reklamasi memberi dampak negatif untuk aspek sosial, seperti tergusurnya nelayan dan mempersempit ruang publik karena kawasan reklamasi akan digunakan untuk kawasan komersial. Reklamasi juga memberi dampak negatif lainnya bagi lingkungan, seperti mengganggu fungsi ekologis, pola arus air, banjir, sedimentasi, kerusakan biota laut, penambahan luas lahan untuk aktivitas perdagangan dan jasa . , . Namun demikian, penelitian . menunjukkan bahwa reklamasi juga memiliki dampak positif karena dapat mengembangkan kawasan dan tata guna lahan di sekitar kawasan reklamasi. Keberadaan kawasan pesisir dapat memberi suasana baru bagi masyarakat serta menyelamatkan pesisir dari degradasi lingkungan. Selain itu, juga untuk memancing investasi masuk ke kawasan tersebut dan membuka lapangan kerja dengan adanya multiplier effect dari aktivitas reklamasi yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar . Untuk itu, aktivitas reklamasi perlu untuk memperhatikan manfaat yang dihasilkan dan kesesuaiannya dengan tata ruang wilayah. Penelitian berlokasi di Desa Fatcei. Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula. Adapun penelitian berfokus pada dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat dari reklamasi pantai Ibukota Sanana khususnya di Desa Fatcei. Reklamasi di pantai Ibukota Sanana dimulai tahun 2010. Reklamasi pantai di Ibukota Sanana ini terbagi menjadi dua blok, yakni blok A yang lokasinya di Desa Fogi. Desa Fatcei dan Desa Falahu . ihat Gambar . dan blok B yang berlokasi di Desa Mangon. Akan tetapi untuk blok B sendiri belum dimulai/ dilaksanakan hingga sekarang. Maka dari itu, peneliti hanya memfokuskan penelitian pada reklamasi pantai kota Sanana di kawasan blok A, khususnya di Desa Fatcei. Selain itu. Desa Fatcei sendiri merupakan Ibukota dari Kecamatan Sanana dengan luas wilayah 222,24 km2 dan hampir seluruh desanya bertempat di pesisir pantai. Desa Fatcei merupakan salah satu dari tiga desa yang termasuk dalam kawasan reklamasi pantai di Ibukota Sanana dan merupakan kawasan pesisir pantai terpanjang yang termasuk dalam kegiatan reklamasi. Hal itu dikarenakan posisi dari Desa Fatcei berada di tengah dan diapit oleh dua desa lainnya yang termasuk dalam area reklamasi, yaitu Desa Fogi dan Desa Falahu. Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA Pemberitaan . mengungkapkan bahwa proyek reklamasi di Jalan Fatcei-Falahu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 karena tidak memiliki dokumen AMDAL serta menyimpang dari RTRW Kota Sanana. Hal ini menjadikan lokasi reklamasi kini nampak terbengkalai dan terus mengalami kerusakan. Di samping itu, kawasan pesisir Sanana secara umum juga termasuk kawasan rawan bencana, baik akibat hantaman gelombang tinggi, cuaca ekstrim bahkan ancaman tsunami sehingga dilakukan reklamasi . Dari latar belakang tersebut, penelitian bertujuan untuk menggali dampak reklamasi pantai baik dari aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di Desa Fatcei. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi pemangku kepentingan terkait mengenai dampak reklamasi yang dirasakan masyarakat dikarenakan salah satu yang akan merasakan langsung baik positif maupun negatif adalah masyarakat pesisir itu sendiri. Gambar. Lokasi penelitian di Desa Fatcei II. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif Alasan peneliti memilih metode penelitian kualitatif yaitu berdasarkan tujuan penelitian dimana tujuan penelitian ini untuk menggali dampak dari reklamasi pantai Ibukota Sanana. Maka dari itu, metode penelitian kualitatif cocok untuk digunakan dalam penelitian ini dikarenakan metode penelitian kualitatif fokus pengamatannya lebih mendalam sehingga dapat menghasilkan kajian atau fenomena terkait dampak reklamasi Pantai Ibukota Sanana Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengumpulan data primer dan Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi fisik lingkungan maupun dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya reklamasi pantai. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap masyarakat sekitar kawasan reklamasi, ketua RT setempat, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Sula dengan teknik purposive sampling sehingga total sampel 14 orang. Sedangkan pengumpulan data sekunder melalui telaah dokumen dari data-data Kabupaten Kepulauan Sula dan Kecamatan Sanana dalam angka 2015 dan 2019 yang Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL diterbitkan oleh BPS serta telaah dokumen mengenai reklamasi yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Sula. Teknik analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara menggambarkan, mendeskripsikan dan merangkum kembali informasi maupun data yang diperoleh dari hasil observsi lapangan dan wawancara. Gambar 2 menunjukkan tahapan proses analisis data penelitian ini. (Sumber: . ) Gambar. Tahapan analisis penelitian Tahap pertama, pengumpulan data dilakukan dari hasil wawancara, hasil observasi lapangan, dan berbagai dokumen berdasarkan kategorisasi yang sesuai dengan masalah penelitian yakni mengenai dampak dari reklamasi pantai. Tahap kedua, reduksi data dilakukan dengan menggunakan koding penelitian sehingga dapat mempermudah peneliti dalam mentranskrip hasil wawancara yang telah didapatkan. Pengkodingan ini dilakukan dengan cara runtutan hasil wawancara yang kemudian dikelompokkan menurut kategori Sebelum membuat koding, hasil wawancara perlu terlebih dahulu dibuat transkrip wawancaranya, lalu diberi kode pada setiap wawancara, misal RDH1-05032021 yang mana RDH merupakan singkatan dari kode nama narasumber, angka 1 adalah urutan wawancara, dan 05032021 adalah tanggal dilakukannya wawancara. Tahap ketiga, penyajian data dilakukan dengan cara deskriptif yang didukung oleh kutipan wawancara maupun bukti dokumentasi observasi lapangan. Tahap keempat, penarikan kesimpulan/ verifikasi dilakukan dengan metode triangulasi sumber data dimana peneliti menggunakan berbagai sumber data untuk mengkroscek keabsahan temuan analisis, baik dari wawancara, observasi, dan hasil telaah dokumen/ sumber internet. HASIL DAN PEMBAHASAN Potret Kondisi Area Reklamasi di Desa Fatcei Desa Fatcei merupakan salah satu dari tiga desa yang termasuk dalam kawasan reklamasi pantai Ibukota Sanana dan merupakan kawasan pesisir pantai terpanjang yang termasuk dalam kegiatan reklamasi. Desa Fatcei memiliki jumlah penduduk sebanyak 264 Kondisi area reklamasi di Desa Fatcei masih berupa jalan tanah. Kegiatan reklamasi pantai Ibukota Sanana yang sudah sekitar tahun 2015. Hasil dari kegiatan reklamasi ini perlu didukung dengan fasilitas sarana prasana yang baik dan berkualitas agar dapat menunjang kebutuhan masyarakat sekitar baik itu dari aspek sosial maupun ekonomi. Pada area reklamasi di Desa Fatcei sendiri, sarana prasarana yang tersedia seperti jalan dan drainase. Jalan di area reklamasi ada yang sudah terbuat dari aspal dan masih berupa tanah. Sedangkan untuk drainase, terlihat drainase tersebut dipenuhi dengan lumpur, sampah plastik, dan tanah bekas reklamasi yang dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air. Selain itu, kondisi persampahan masih memprihatinkan. Meskipun telah terdapat sarana pembuangan sampah berupa tempat pembuangan sementara, namun Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA sampah masih berserakan. Hal ini diperkuat oleh pemberitaan dari . bahwa tumpukan sampah tersebut akibat dari proses pengambilan sampah yang kurang teratur sedangkan timbulan sampah rumah tangga kian bertambah. Gambar 3 menunjukkan kondisi lingkungan dan permukiman di Desa Fatcei yang terkena dampak reklamasi. Gambar. Potret permukiman dan lingkungan di Desa Fatcei Dampak Reklamasi di Desa Fatcei . Dampak Lingkungan Kegiatan reklamasi pantai Ibukota Sanana di Desa Fatcei menimbulkan beberapa dampak salah satunya dampak terhadap lingkungan. Dampak lingkungan yang terjadi berupa terdapatnya sampah plastik yang berserakan di sekitaran area reklamsi. Selain itu, kondisi jalan yang sebagian masih beralaskan tanah reklamasi, dimana jika terjadi hujan dengan tingkat curah hujan yang tinggi maka kondisi jalan akan berlumpur. Di sisi lain, juga terdapat kerusakan pada tanggul penahan ombak yang rusak akibat dari hantaman ombak sehingga terdapat keretakan pada tanggul tersebut dan juga terdapat lubang pada Meskipun tanggul tersebut bermanfaat untuk menahan ombak karena cukup tingginya gelombang di pesisir pantai Ibukota Sanana, namun kerusakan tersebut juga dapat berdampak pada lingkungan seperti masuknya air laut melalui lubang tersebut dan menjadi meninggalkan genangan air di sekitar tanggul tersebut. Hal tersebut jika belum diperbaiki berpotensi melebarnya genangan air dan atau air laut semakin jauh masuk ke kawasan reklamasi akibat pengikisan tanah oleh air laut yang masuk lewat lubang pada tanggul tersebut. Gambar 4 menunjukkan kondisi tanggul di Desa Fatcei. Gambar. Kondisi tanggul di Desa Fatcei AuA itu karena masuk waktu musim timur jadi terkena hantaman ombak hingga menyebabkan kerusakan. Ay (LY5-08032. AuA iya itu dikarenakan hantaman dari ombak akibatnya tanggul bisa rusak. Ay (MSD708032. AuA itu karena hantaman ombak kuat akibatnya tanggul rusak. Ay (FS8-08032. Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA AuA mungkin kuatnya hantaman ombak sepertinya. karena disini ombaknya besar. (MD25-27032. Reklamasi pantai juga bernilai positif bagi permukiman yang berada di pesisir Desa Fatcei karena menjadi aman dari tingginya ombak. Sebelum dilakukannya reklamasi, air laut naik hingga mencapai depan rumah atau permukiman warga. Setelah adanya reklamasi, permukiman warga menjadi berjarak sekitar 50-60 meter dari area pantai. Maka dari itu, hadirnya kegiatan reklamasi menguntungkan bagi masyarakat sekitaran pesisir Desa Fatcei karena jarak laut dan permukiman menjadi jauh. AuA kurang lebih 50 meter dan iya itu sudah sedikit aman. Ay (LY5-08032. AuA kan tidak mungkin saya mau mengukurnya, jadi perkiraan saya 50 meter lebih Ay (ID40-05042. AuA kurang tau, 50, 60 meter sepertinya. Karena kami tidak pernah mengukur Ay (LA39-05042. Dampak Sosial Dampak sosial yang ditimbulkan akibat dari kegiatan reklamasi pantai Ibukota Sanana, yaitu terlindunginya masyarakat dari kenaikan air laut dan juga ombak pada musim Selain itu, adanya sedikit kecemasan pada masyarakat dikarenakan tanggul yang rusak yang dimana tanggul tersebut berfungsi untuk menahan ombak. Akan tetapi kecemasan tersebut tidak lebih besar dari rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, terdapat pengaruh atau dampak lainnya berupa interaksi sosial semakin Ini dikarenakan dengan adanya reklamasi menghadirkan ruang publik yang saat ini dimanfaatkan masyarakat sekitar utamanya Desa Fatcei dalam meningkatkan interaksi Salah satu contohnya masyarakat memanfaatkan lahan reklamasi sebagai sarana olahraga sepak bola dan bola voli. Dari situ terjadi interaksi antar masyarakat desa Fatcei, baik yang tua maupun yang muda . ihat Gambar . Gambar. Aktivitas olahraga dan interaksi sosial pada area reklamasi di Desa Fatcei Hasil wawancara dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepualuan Sula juga menyatakan bahwa kegiatan reklamasi pantai ini dilakukan untuk pengembangan ruang publik dan penyediaan ruang bagi aktivitas perdagangan dan jasa. AuOh jelas sangat berdebu. kalau hujan, berlumpur, kalau panas, berdebu. Ay (SO6-08032. AuKalau tidak ditimbun Desa Fatcei bisa selesai. Air laut masuk jauh. Jadi timbunan ini akhirnya masyarakat aman. Ay (MSD7-08032. Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA AuA setelah ada timbunan ini jadi masyarakat aman. Kalau tidak, air laut bisa naik sampai di depan rumah. Ay (HRN9-08032. Dampak Ekonomi Dampak ekonomi akibat dari kegiatan reklamasi pantai Ibukota Sanana di Desa Fatcei yaitu berupa tersedianya lahan baru untuk masyarakat membangun usaha perdagangan, seperti warung-warung sembako dan juga menjadi tempat pedagang kaki lima untuk berjualan kawasan pesisir pantai reklamasi Desa Fatcei. Berdasarkan hasil observasi lapangan, peneliti menemukan satu warung sembako dan satu pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan reklamasi pantai Desa Fatcei. Dari sisi perubahan mata pencaharian masyarakat dan juga sisi pendapatan, tidak ada yang berubah karena keberadaan area reklamasi tidak termanfaatkan optimal. Ini karena kondisi kawasan yang kurang baik untuk berjualan. Selain itu, ini juga dikarenakan hampir sebagian besar masyarakat desa Fatcei tidak berprofesi sebagai nelayan melainkan buruh bangunan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga ada yang mengurusi rumah tangga. Hasil wawancara menunjukkan bahwa keberadaan usaha makanan lebih cenderung ramai di sore dan malam hari karena area reklamasi dijadikan sebagai alternatif lokasi bagi masyarakat untuk bersantai dan menikmati pemandangan laut. Gambar 6 menunjukkan kondisi perdagangan di area reklamasi Desa Fatcei. AuKeuntungan dengan adanya timbunan ini, kalau untuk saya sendiri, saya bisa berjualan disini. Ay (SO6-08032. AuKeuntungan seperti ini, masyarakat bisa menikmati, walau yang istilahnya seperti yang kami berdagang-berdagang kecil-kecil begini. Paling penting sekali. Saya ini kalau malam kan anak-anak disini full. Jadi malam-malam itu mereka sering datang berbelanja. Kalau siang hari, kurang, karena orang sibuk. Ay (DL10-11032. Gambar. Keberadaan pedagang makanan di area reklamasi Desa Fatcei Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas reklamasi tidak hanya berdampak negatif bagi kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar area reklamasi, namun juga dampak positif. Ini karena area reklamasi dapat menjadi ruang publik baru bagi masyarakat sekitar dan dapat memberikan nilai ekonomi tersendiri bagi masyarakat sebagai ruang usaha. Seperti temuan . bahwa keberadaan area reklamasi dapat menjadi ruang yang memberikan suasana baru bagi masyarakat, namun dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan agar wilayah pesisir tidak terdegradasi. Demikian juga temuan bahwa wilayah pesisir di sepanjang pantai berpotensi sebagai ruang bagi aktivitas perdagangan dan jasa serta pariwisata atau untuk meningkatkan perekonomian warga, namun tetap perlu dilakukan pengendalian pemanfaatan ruang agar kelestarian lingkungan pesisir terjaga . Melihat posisi wilayah pesisir yang strategis tersebut, maka arah pengembangan dan keberlanjutan aktivitas reklamasi perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan. Kesesuaiannya dengan aspek tata ruang serta Dampak Reklamasi Pantai Bagi Masyarakat Pesisir Di Desa Fatcei Kecamatan Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL pelibatan masyarakat sekitar dalam perencanaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dibangun perlu diperhatikan dan dipertimbangkan agar keberadaan kawasan reklamasi dapat optimal karena area reklamasi berpeluang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. IV. KESIMPULAN Reklamasi pantai di pesisisr Desa Fatcei memiliki dampak positif dan negatif. Namun demikian, dampak positif dirasa sedikit lebih unggul dari pada dampak negatifnya. Adapun dampak positif bagi lingkungan adalah masyarakat merasa aman karena jarak permukiman semakin jauh dari bibir pantai. Sedangkan dampak negatifnya adalah area reklamasi yang kurang terurus sehingga kondisi prasarana di sekitar reklamasi juga mengalami kerusakan. Adapun dampak dari sisi sosial adalah keberadaan reklamasi pantai Ibukota Sanana dapat menghadirkan ruang publik baru bagi masyarakat, dimana ruang tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan sarana olah raga seperti sepak bola, bola voli, jogging track, dan bersantai bagi masyarakat. Hal itu tentunya memperkuat interaksi sosial antar masyarakat. Dari aspek ekonomi juga memiliki manfaat positif, seperti masyarakat yang memanfaatkan lahan reklamasi untuk mendirikan usaha. DAFTAR PUSTAKA