AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN DIGITALISASI AKUNTANSI USAHA MIKRO KECIL SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI KABUPATEN GOWA Herfiyantika1,Ainun Arizah2 Universitas Muhammadiyah Makassar1,2 herfiyantika@gmail. com, ainunarizah@unismuh. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan digitalisasi akuntansi di usaha mikro dan kecil (UMKM) dalam industri makanan dan minuman di Kabupaten Gowa menggunakan pendekatan kualitatif. Studi ini memanfaatkan metode observasi mendalam dan partisipatif terhadap pelaku UMKM dan pemangku kepentingan relevan lainnya untuk mengungkap persepsi, pengalaman, dan tantangan dalam mengadopsi teknologi digital untuk manajemen Hasil studi menunjukkan bahwa kesiapan untuk digitalisasi dipengaruhi oleh pemahaman praktisi bisnis terhadap manfaat teknologi, tingkat literasi digital, dan ketersediaan fasilitas serta sumber daya pendukung. Beberapa kendala utama lainnya yang diidentifikasi meliputi kurangnya pengetahuan, kurangnya penerimaan terhadap perubahan, dan infrastruktur yang tidak memadai. Studi ini juga merekomendasikan perlunya pelatihan khusus, konsultasi teknis, dan dukungan aktif dari pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperlancar proses transformasi digital bagi usaha kecil dan menengah di sektor makanan dan Temuan dari studi ini penting dalam mengembangkan strategi di tingkat lokal untuk implementasi digitalisasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Digitalisasi Akuntansi. Usaha Mikro Kecil. Sektor Makanan dan Minuman. Kabupaten Gowa ABSTRAC This This study aims to analyze the readiness to implement accounting digitalization in micro and small enterprises (MSME. in the food and beverage industry in Gowa Regency using a qualitative approach. This study utilizes in-depth and participatory observation methods of MSME actors and other relevant stakeholders to reveal perceptions, experiences and challenges in adopting digital technology for accounting management. The study results show that readiness for digitalization is influenced by business practitioners' understanding of the benefits of technology, the level of digital literacy, and the availability of supporting facilities and Some of the other major obstacles identified include lack of knowledge, lack of acceptance of change, and inadequate infrastructure. This study also recommends the need for special training, technical consultations, and active support from the government and other stakeholders to smooth the digital transformation process for small and medium businesses in the food and beverage sector. The findings from this study are important in developing strategies at the local level for more effective and sustainable implementation of digitalization. Key words: Digitalisasi Akuntansi. Usaha Mikro Kecil. Sektor Makanan dan Minuman. Kabupaten PENDAHULUAN Pendahuluan Perkembangan pesat teknologi digital telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, seperti dunia bisnis, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM yang terlibat dalam makanan dan minuman adalah salah satu yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal, termasuk Gowa. Namun. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 selama periode digitalisasi yang cepat ini. UMKM dihadapkan pada masalah dalam mengadopsi teknologi digital, terutama dalam sistem pengelolaan akuntansi yang akurat dan efektif. Dipercaya bahwa digitalisasi proses akuntansi akan meningkatkan efisiensi manajemen keuangan, transparansi, dan kemudahan dalam pengambilan keputusan Namun, penerapan teknologi ini menghadapi tantangan, terutama untuk usaha kecil dalam hal sumber daya, kemampuan teknologi, dan infrastruktur pendukung. Kelemahan UMKM utamanya usaha mikro dari aspek keuangan seperti tidak ada pencatatan aktivitas dan hanya mengandalkan ingatan, pengelolaan keuangan Perusahaan bercampur dengan keuangan keluarga, dan tidak dilakukan evaluasi kondisi usaha, sehingga tidak diketahui Tingkat perkembangannya. Hal ini membuat usaha mikro, harus paham mengenai pengelolaan keuangan usahanya agar tidak mengalami kesulitan keuangan (Darwin et al. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Sebagai pilar utama. UMKM berkontribusi secara signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja, menjadikannya motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional serta katup pengaman dalam penyerapan tenaga kerja di tengah krisis (Wahyudi et al. (Khairani 2. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar dalam industri UMKM, yang tidak hanya penting untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal tetapi juga krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengolahan potensi sumber daya lokal (Rifai and Mychelisda 2. Di Kabupaten Gowa, sektor UMKM, khususnya di bidang makanan dan minuman, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Namun, di tengah pesatnya perkembangan era digital, banyak pelaku UMKM di wilayah ini masih menghadapi tantangan fundamental dalam pengelolaan bisnis, terutama dalam aspek keuangan dan Sebagian besar masih mengandalkan metode pencatatan manual dan tradisional, yang rentan terhadap kesalahan, memakan waktu, dan tidak mampu menyediakan informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan strategis (Hayati et al. (Wahyudi et al. Keterbatasan ini menghambat kemampuan mereka untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengukur kinerja secara akurat, dan pada akhirnya, meningkatkan profitabilitas dan daya saing. Penerapan teknologi seperti perangkat lunak akuntansi berbasis cloud dan aplikasi keuangan lainnya memungkinkan UMKM mengotomatisasi proses pembukuan, mempercepat penyusunan laporan keuangan, dan meminimalkan kesalahan manusia (Mayasari and Mike 2. Dengan data keuangan yang andal, pelaku usaha dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik terkait penetapan harga, pengelolaan arus kas, dan strategi pengembangan pasar (Khairani 2. Sejumlah penelitian telah mengonfirmasi dampak positif penerapan teknologi dan sistem informasi akuntansi (SIA) terhadap kinerja UMKM. Studi di Kecamatan Pallangga. Kabupaten Gowa, menunjukkan bahwa pemanfaatan SIA dan Teknologi Informasi (TI) secara signifikan dan positif memengaruhi kinerja UMKM di sektor pengolahan makanan dan minuman (Ismail. Samsinar, and Nurafni Oktafiyah 2. Temuan serupa juga menegaskan bahwa adopsi teknologi digital secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi keuangan, yang berujung pada peningkatan laba bersih (Wahyudi et al. Digitalisasi tidak hanya memperbaiki manajemen internal tetapi juga meningkatkan kredibilitas UMKM di mata konsumen, mitra, dan investor (Isma Wahyuni Ismail. Samsinar, and Oktaviyah 2. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Meskipun demikian, proses adopsi digitalisasi akuntansi di kalangan UMKM tidak berjalan tanpa hambatan. Kendala utama yang sering dihadapi adalah rendahnya literasi digital dan keuangan di kalangan pelaku usaha, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta biaya investasi awal yang dianggap tinggi (Wahyudi et al. , 2025. Yuniarti et al. , 2. Banyak pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami konsep dan manfaat akuntansi digital, serta masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan sistem yang ada (Hayati et al. , 2. Oleh karena itu, kesiapan UMKM untuk bertransformasi secara digital bervariasi, mulai dari tingkat dasar . hingga inovatif, yang masing-masing memerlukan pendekatan dan intervensi kebijakan yang berbeda (Rifai & Mychelisda, 2. Untuk menjembatani kesenjangan ini, program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi sangat krusial, seperti yang telah diimplementasikan di Desa Kanjilo. Kabupaten Gowa, yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan digital UMKM dalam pemasaran dan keuangan (Hernita et al. Berdasarkan uraian di atas, analisis mendalam mengenai tingkat kesiapan UMKM sektor makanan dan minuman di Kabupaten Gowa dalam menerapkan digitalisasi akuntansi menjadi sangat relevan dan mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesiapan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan rekomendasi strategi yang efektif untuk mengakselerasi transformasi digital. Dengan demikian, diharapkan UMKM di Kabupaten Gowa dapat mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal dan nasional TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Digitalisasi Akuntansi pada UMK Menurut Hayati . Digitalisasi akuntansi adalah proses transformasi aktivitas-aktivitas ekonomi dalam suatu organisasi secara elektronik dengan mengimplementasikan sistem informasi akuntansi didalamnya. Akuntansi digital bukan sekadar penerapan teknologi dalam menjalankan fungsi akuntansi, melainkan sebuah evolusi paradigma dalam pengelolaan informasi keuangan. Dengan memanfaatkan terobosan teknologi, akuntansi digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan kinerja Keberadaannya tidak hanya menghasilkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang baru dalam meningkatkan ketepatan waktu, keakuratan data, dan kemampuan organisasi dalam mengambil keputusan strategis. Tantangan Kesiapan Digitalisasi UMKM Meskipun potensi digitalisasi besar. UMKM menghadapi berbagai hambatan. Keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan teknologi digital, serta minimnya kemampuan manajemen keuangan berbasis digital, menjadi kendala utama. Selain itu, biaya investasi yang tinggi untuk mengadopsi teknologi digital dan kurangnya akses terhadap teknologi juga menghambat pertumbuhan bisnis (Hernita et , 2. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) SIA sangat diperlukan bagi UMKM untuk menghadapi ketidakpastian pasar yang kompetitif. Penerapan SIA menghasilkan perbaikan dalam pengelolaan administrasi akuntansi dan keuangan, memungkinkan pelaku UMKM mengambil keputusan yang tepat terkait pengembangan pasar, penetapan harga, dan keputusan bisnis lainnya (Sagita et al. , 2. SIA juga menyediakan informasi yang lengkap dan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 terstruktur, mendukung kegiatan rutin, keputusan, perencanaan, dan pengendalian, serta menjaga akurasi data keuangan (Yousida & Lestari, 2. Inklusi Keuangan dan Kinerja UMKM Inklusi keuangan didefinisikan sebagai kemampuan masyarakat, termasuk UMKM, untuk mengakses berbagai lembaga, produk, dan layanan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 76/POJK. 07/2016 (Ayem, 2. Inklusi keuangan dan bisnis digital saling melengkapi dan berpotensi meningkatkan kinerja UMKM dengan memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan efektivitas. pdf pemasaran. Data Bank Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah UMKM yang memanfaatkan layanan keuangan digital, menandakan kesadaran akan manfaat digitalisasi dan inklusi keuangan untuk meningkatkan kinerja (Yusuf, 2. Implementasi Akuntansi Berbasis Digital UMKM masih menghadapi kendala dalam menerapkan akuntansi digital, termasuk kurangnya pemahaman tentang penyusunan laporan keuangan dan konsep akuntansi digital itu sendiri. Keterbatasan infrastruktur dan sistem yang tidak kompatibel juga menjadi hambatan (Hayati, 2. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Kualitatif Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kesiapan dalam penerapan digitalisasi akuntansi pada usaha mikro kecil sektor makanan dan minuman di Kabupaten Gowa. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena yang terjadi di kalangan pelaku usaha serta menggali pandangan, persepsi, dan pengalaman mereka terkait digitalisasi Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan pelaku usaha mikro kecil dalam mengimplementasikan digitalisasi akuntansi di sektor makanan dan minuman. Penelitian ini lebih menekankan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan digitalisasi serta tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMK di Kabupaten Gowa Teknik Pengumpulan Data Beberapa teknik pengumpulan data digunakan untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian ini, antara lain: Wawancara Mendalam (In-Depth Interview. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari pelaku usaha mikro kecil di sektor makanan dan minuman. Wawancara dilakukan dengan sejumlah informan yang mewakili pemilik usaha dari berbagai jenis usaha . isalnya usaha kue tradisional, kafe, katerin. Pertanyaan dalam wawancara berfokus pada pengalaman mereka terkait pencatatan keuangan, tantangan yang dihadapi, dan pandangan mereka mengenai penerapan digitalisasi akuntansi Observasi Partisipatif AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Peneliti melakukan observasi langsung di lokasi usaha para informan untuk melihat praktik pencatatan keuangan yang ada di lapangan. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaku usaha menggunakan teknologi dalam pengelolaan keuangan dan sistem akuntansi yang diterapkan Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan bukti berupa catatan atau dokumen yang relevan, seperti laporan keuangan dan sistem pencatatan yang digunakan oleh para pelaku usaha, termasuk aplikasi kasir atau sistem akuntansi yang telah digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Meskipun digitalisasi dalam akuntansi memberikan banyak kemudahan dalam pengelolaan keuangan bisnis, faktanya tidak semua pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengimplementasikannya. Dari hasil wawancara, ada beberapa alasan utama yang menjadi hambatan bagi UMKM dalam mengadopsi akuntansi digital. Pertama, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang digital menjadi penghalang utama. Banyak pelaku UMKM, terutama yang berasal dari generasi yang lebih tua, masih belum terbiasa dengan penggunaan aplikasi berbasis teknologi, sehingga mereka merasa cemas melakukan kesalahan saat menggunakan sistem akuntansi digital. Kedua, keterbatasan infrastruktur juga menjadi alasan yang menghambat. Beberapa pelaku usaha mengungkapkan bahwa mereka belum memiliki perangkat yang cukup, seperti smartphone atau komputer, yang diperlukan untuk mengoperasikan aplikasi digital. Biaya untuk memperoleh perangkat tersebut dianggap cukup mahal, terutama jika tidak ada pendampingan yang memadai. Ketiga, ketiadaan pelatihan dan dukungan yang sesuai dari pihak terkait juga menjadi hambatan. Pelaku UMKM membutuhkan bimbingan praktis agar mereka dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi akuntansi dengan cara yang efektif dan berkelanjutan. UMKM yang menggunakan pencatatan keuangan manual Sebagaimana saya telah mewawancarai seorang UMKM yaitu Ibu Nursiah (Pemilik Usaha Kue Tradisional. Somba Op. yang masih menggunakan pencatatan keuangan secara manual. Ibu Nursiah mengungkapkan bahwa ia masih menggunakan metode manual dalam mencatat keuangan usahanya. Ia mencatat pemasukan dan pengeluaran di buku tulis biasa, dan terkadang hanya mengingat-ingat transaksi tanpa mencatat secara detail. Ibu Nursiah mengakui bahwa ia pernah mendengar tentang aplikasi akuntansi, namun merasa takut salah dalam pencatatan dan tidak tahu cara menggunakan aplikasi tersebut. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa untuk membeli perangkat baru seperti HP atau komputer, biayanya cukup besar dan belum ada pendampingan langsung dalam penggunaan sistem digital. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Gambar 1. Pencatatan laporan keuangan secara manual UMKM Yang Menggunakan Aplikasi Kasir Ditigal (Grati. Sebagaimana saya telah mewawancarai seorang UMKM yaitu Bapak Rahmat, yang memiliki bisnis minuman modern di Pallangga, telah mencoba memanfaatkan aplikasi kasir digital gratis seperti "Kasir Pintar" yang bisa diunduh tanpa biaya di ponsel Android. Ia menilai aplikasi tersebut sangat membantu dalam merekam transaksi setiap hari, seperti mencatat penjualan, mengelola persediaan barang, dan membuat struk elektronik untuk konsumen. Namun, ia menyatakan bahwa aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan, terutama dalam hal pencatatan pajak, laporan laba rugi yang lebih mendetail, serta fitur yang dapat mengintegrasikan dengan laporan keuangan yang lebih rumit. Gambar 2. Aplikasi Kasir Pintar (POS) Kasir Pintar merupakan aplikasi kasir berbasis Android yang sering digunakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah karena kemudahan penggunaannya serta tersedia dalam opsi gratis dan berbayar. Fitur Utama (Versi Grati. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 -Pencatatan penjualan secara langsung -Pengelolaan produk dan persediaan -Pembuatan laporan penjualan harian -Pembuatan struk elektronik -Dapat digunakan tanpa koneksi internet Adapun cara menggunakan kasir pintar tersebut yaitu: Mengunduh Aplikasi: Masuk ke Google Play Store, cari aplikasi Kasir Pintar POS, lalu unduh dan pasang ke ponsel Anda. Membuat Akun: Setelah aplikasi terinstal. Anda diminta untuk membuat akun dengan menggunakan alamat email dan mengisi informasi usaha Anda. Menambahkan Produk: Input data mengenai produk yang dijual, termasuk nama barang, harga, dan jumlah stok Mencatat Transaksi: Setiap kali melakukan transaksi, pilih produk yang akan dijual, masukkan jumlah yang dibeli, lalu tekan selesai. Sistem secara otomatis akan menghitung total dan mengurangi stok sesuai dengan jumlah yang terjual. Mengakses Laporan: Anda dapat melihat laporan penjualan baik harian, mingguan, maupun bulanan melalui menu Laporan. Laporan ini dapat diunduh dalam format Excel. Struk Digital: Setelah transaksi selesai, sistem akan menunjukkan struk yang dapat dikirim via WhatsApp atau dicetak jika terhubung ke printer Bluetooth. Kekurangan memakai aplikasi kasir pintar -Tidak tersedia fitur laporan laba rugi yang komprehensif -Tidak mampu mengelola utang-piutang secara rinci -Tidak ada dukungan untuk integrasi pajak secara otomatis -Fitur yang disediakan terbatas dibandingkan dengan versi premium Bapak Rahmat berharap ada pelatihan rutin dari pemerintah atau lembaga terkait mengenai penggunaan aplikasi akuntansi yang lebih lengkap, seperti Accurate Lite atau Mekari Jurnal, yang dapat membantu dalam penyusunan laporan keuangan secara Ia juga menginginkan adanya bantuan subsidi untuk perangkat digital dan akses internet agar digitalisasi usaha kecil menjadi lebih terjangkau dan merata. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 UMKM Yang Menggunakan Aplikasi Kasir Ditigal Sebagaimana saya telah mewawancarai seorang UMKM Yaitu Ibu Fitri (Pemilik Katering Rumahan. Bontomarann. Ibu Fitri, yang mengelola usaha katering rumahan di Bontomarannu, menyadari pentingnya pencatatan laporan keuangan yang teratur, terutama karena jumlah pelanggan yang semakin meningkat. Namun, ia tidak tahu harus mulai dari mana dan hanya mengandalkan anaknya untuk mencatat menggunakan Excel, meskipun tidak dilakukan secara rutin. Ibu Fitri merasa tertarik untuk mencoba sistem akuntansi digital yang dapat otomatis dan mudah digunakan, mengingat kesibukannya dalam menjalankan usaha. Gambar 3. Pencatatan laporan keuangan dengan aplikasi Excel Kelebihan Memakai Excel: -Mudah diterapkan tanpa memerlukan akses internet -Dapat diubah sesuai dengan kebutuhan bisnis -Mempunyai kemampuan untuk menghitung total secara otomatis dengan formula yang -Informasi dapat disimpan dan dicetak dalam bentuk laporan bulanan Kekurangan Memakai Excel: -Tidak memiliki otomatisasi seperti aplikasi keuangan -Membutuhkan ketelitian dalam penginputan data -Tidak cukup aman jika berkas tidak disimpan dengan baik AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Memanfaatkan aplikasi Excel untuk UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memiliki beberapa perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan tidak Berikut ini adalah perbandingan utama antara penggunaan dan ketidakgunaan Excel: Tabel 1 Perbandingan Menggunakan dan tidak menggunakan Ms. Excel Aspek Pengelolaan Keuangan Menggunakan Excel Tidak Menggunakan Excel -Dapat mencatat uang -Catatan keuangan biasanya masuk dan keluar dengan dilakukan secara manual . i buku atau kerta. , berisiko -Mudah untuk membuat hilang, dan sulit dihitung. laporan keuangan seperti -Menyusun laporan laba rugi, arus kas, keuangan menjadi rumit dan neraca. dan sering tidak akurat. -Bisa membuat grafik yang -Analisis keuangan sangat kondisi terbatas bahkan mungkin keuangan secara visual. tidak ada. Efisiensi Waktu -Mengurangi waktu dengan rumus otomatis seperti SUM. IF. VLOOKUP, dan -Pencatatan dengan cara manual. dan -Menyajikan laporan yang lebih profesional, yang meningkatkan kepercayaan mitra atau investor. -Sulit bisnis yang sebenarnya kepada pihak luar. -Ada kemungkinan salah -Dapat membuat template hitung, dan memperbarui digunakan data memakan waktu lebih Profesionalitas Kredibilitas -Ada risiko ditolak saat -Dapat bukti mengajukan laporan keuangan saat karena kurangnya data yang mengajukan pinjaman atau dapat Skalabilitas Usaha -Mudah disesuaikan ketika -Kesulitan dalam mengelola bisnis berkembang. data bisnis saat jumlah -Bisa dihubungkan dengan transaksi meningkat. perangkat lunak lain seperti -Potensi untuk berkembang AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 akuntansi atau manajemen terhambat oleh pengelolaan manual yang tidak efisien. Poin Yang Didapatkan Setelah Mewawancarai Beberapa UMKM Keterbatasan Pengetahuan Teknologi Semua informan mengungkapkan adanya kendala utama berupa keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi dan aplikasi akuntansi digital. Ibu Nursiah dan Ibu Fitri, misalnya, merasa kesulitan untuk memulai penggunaan sistem digital karena kurangnya pemahaman tentang cara penggunaan aplikasi tersebut. Sementara Bapak Rahmat sudah mencoba aplikasi kasir di ponsel pintar, tetapi merasa aplikasi tersebut masih terbatas dan tidak mencakup semua kebutuhan akuntansi seperti laporan pajak dan laba rugi. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMK di Kabupaten Gowa membutuhkan pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif untuk memahami dan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan. Kendala Biaya dan Akses Perangkat Kendala biaya perangkat teknologi juga menjadi penghambat utama dalam penerapan digitalisasi. Ibu Nursiah menyatakan bahwa biaya untuk membeli HP atau komputer baru menjadi halangan, sementara Bapak Rahmat dan Ibu Fitri juga mengungkapkan kesulitan dalam memperoleh perangkat yang mendukung kegiatan Hal ini mencerminkan bahwa banyak pelaku UMK yang masih mengandalkan perangkat yang tidak memadai untuk mengakses aplikasi atau sistem akuntansi digital. Oleh karena itu, diperlukan solusi berupa subsidi perangkat atau dukungan dari pemerintah atau lembaga terkait untuk memfasilitasi akses teknologi bagi UMK. Pentingnya Pendampingan dan Pelatihan Sebagian besar informan mengungkapkan kebutuhan akan pelatihan dan pendampingan dalam mengadopsi digitalisasi akuntansi. Ibu Nursiah dan Bapak Rahmat menekankan pentingnya adanya bimbingan langsung dalam menggunakan aplikasi atau sistem digital. Hal ini sejalan dengan harapan Bapak Rahmat agar pelatihan tidak hanya mencakup penggunaan aplikasi, tetapi juga cara mengoptimalkan aplikasi tersebut dalam kebutuhan usaha. Tanpa pendampingan yang memadai, banyak pelaku UMK yang merasa kesulitan dalam memulai dan memaksimalkan teknologi yang ada. Tantangan Waktu dan Kesibukan Usaha Ibu Fitri mengungkapkan bahwa kesibukannya dalam menjalankan usaha katering membuatnya kesulitan untuk mencatat keuangan secara rutin. Hal ini mencerminkan tantangan lain yang dihadapi oleh pelaku UMK, yaitu terbatasnya waktu untuk mengelola administrasi keuangan. Oleh karena itu, sistem akuntansi digital yang otomatis dan mudah digunakan bisa menjadi solusi yang tepat untuk membantu pelaku UMK yang memiliki keterbatasan waktu. Minat untuk Beralih ke Digitalisasi Meskipun ada beberapa kendala, semua informan menunjukkan minat untuk beralih ke sistem akuntansi digital. Ibu Nursiah dan Bapak Rahmat sudah mencoba beberapa aplikasi meskipun dengan keterbatasan fungsi, sementara Ibu Fitri AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 menunjukkan keinginan untuk menggunakan sistem yang lebih otomatis. Ini menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk penerapan digitalisasi di kalangan pelaku UMK di Kabupaten Gowa, asalkan diberikan pelatihan dan dukungan yang memadai. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian kualitatif mengenai kesiapan digitalisasi akuntansi pada usaha mikro kecil (UMK) di sektor makanan dan minuman di Kabupaten Gowa, diketahui bahwa sebagian besar pelaku usaha belum sepenuhnya siap dalam mengadopsi sistem digital, meskipun mereka memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih modern. Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan manual seperti buku tulis, bahkan ada yang hanya mengingat transaksi tanpa mencatat. Beberapa faktor penghambat yang ditemukan antara lain rendahnya literasi teknologi, minimnya akses terhadap pelatihan dan bimbingan teknis, serta keterbatasan dana untuk membeli perangkat digital dan mengakses jaringan internet. Selain itu, padatnya aktivitas usaha sehari-hari membuat pencatatan keuangan sering terabaikan. Meski menghadapi berbagai kendala, para pelaku usaha menunjukkan antusiasme untuk menggunakan sistem akuntansi digital apabila tersedia pelatihan yang mudah dipahami, aplikasi yang user-friendly, serta dukungan konkret dari pemerintah atau lembaga dalam bentuk bantuan perangkat dan peningkatan kapasitas digital. Dengan demikian, dibutuhkan peran aktif dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta untuk memberikan pelatihan berkelanjutan, penyediaan infrastruktur teknologi, serta pendampingan langsung agar UMK di Kabupaten Gowa dapat lebih siap dan mampu beradaptasi dalam era digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang efektif dan akuntabel. DAFTAR PUSTAKA