JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BODY WASH DI ALFAMART TC23 CITRA RAYA TANGERANG Jesika Tampubolon1. Francisca Sestri G2. Dwi Ferdiyatmoko C. Mahasiswi1. Dosen Universitas Insan Pembangunan Indonesia2,3 Penulis Korespondensi: jesika222828@gmail. com1, sestri. rahardjo@gmail. com2, ferdidede12@gmail. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Body Wash Di Alfamart Tc23 Citra Raya Tangerang. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Perkembangan bisnis ritel di Indonesia sangat menjanjikan. Pertumbuhan bisnis ritel didorong oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya pendapatan masyarakat, urbanisasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan kemudahan akses ke gerai-gerai ritel modern, seperti Alfamart dan minimarket lainnya. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berbelanja di tempat yang nyaman dan efisien juga mendukung bisnis ini. Selain itu, dengan kemajuan teknologi, banyak bisnis ritel yang mulai mengintegrasikan platform online untuk melayani kebutuhan konsumen secara lebih fleksibel. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang melakukan pembelian di Alfamart Tc23 Citra Raya Tangerang yang jumlahnya tidak diketahui dan sampel pada penelitian ini adalah 97 Responden. Teknik pengambilan sample menggunakan sampel slovin. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan skala likert yaitu meminta pernyataan responden terkait tingkat kesetujuan responden terhadap pernyataan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Regresi Linier Berganda untuk mengidentifikasi hubungan dan pengaruh kedua variabel dependen yaitu Persepsi Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian. Hasil penelitian dapat dilihat dari nilai tingkat Korelasi secara berganda sebesar 0,804 hal ini menunjukan bahwa tingkat korelasi memiliki pengaruh yang kuat. Nilai Koefisien Determinasi Simultan sebesar 0,534 artinya variabel Persepsi Harga (X. Kualitas Produk (X. Terhadap Keputusan Pembelian (Y) berpengaruh sebesar 64,7% dan sisanya sebesar 35,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan hasil Uji Hipotesis secara simultan menunjukan pengaruh signifikan karena Fhitung > Ftabel . 991 > 2,. Keywods : Persepsi Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian tantangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan munculnya pandemi Covid-19. Sejak perekonomian dunia mengalami perlambatan yang signifikan. Berbagai sektor industri terdampak buruk termasuk ritel dan perdagangan konsumen. Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi besar dan ekonomi yang beragam tidak terkecuali dari dampak negatif ini. Salah satu aspek perilaku konsumen yang perlu diperhatikan adalah bagaimana persepsi harga dan kualitas produk PENDAHULUAN Melemahnya perekonomian dunia sejak terjadinya pandemi Covid-19 hingga saat ini masih dirasakan oleh banyak negara termasuk Indonesia. Situasi ini mengakibatkan persaingan semakin tajam di dunia usaha dimana setiap perusahaan berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar mereka. Dalam konteks ini pemahaman tentang perilaku konsumen menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan pemasaran yang efektif. Dalam beberapa tahun terakhir dunia menghadapi JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Alfamart, sebagai salah satu jaringan toko serba ada terbesar di Indonesia, memiliki berbagai macam produk termasuk Body Wash. Dengan banyaknya pilihan produk serupa di pasaran konsumen memiliki banyak alternatif tempat membeli Body Wash. Oleh karena itu persepsi harga dan kualitas produk menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Harga yang kompetitif dapat menarik perhatian konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk tersebut. Sebaliknya harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi minat konsumen untuk membeli produk. Kualitas produk Body Wash juga memainkan peran penting dalam keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk yang baik seperti kandungan bahanbahan yang efektif, aroma yang menyegarkan, dan tekstur yang lembut, dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk Dengan perbelanjaan lokal, nasional, dan internasional dengan berbagai ukuran dan segmen pasar, industri ritel menjadi semakin kompetitif. Dengan berkembang, persaingan antar pengecer dapat timbul dalam hal persepsi harga, dan kualitas produk yang dijual. Dalam hal ini, perusahaan mendorong para pelaku ritel untuk bersaing menjadi pengecer pilihan bagi pelanggannya dan mempertahankannya. Ritel adalah penjualan langsung barang dan jasa kepada konsumen akhir untuk kebutuhan sehari-hari pertumbuhan industri ritel saat ini juga disebabkan oleh perubahan gaya hidup Di tengah pesatnya pertumbuhan pasar ritel dan meningkatnya permintaan konsumen, industri ini menghadapi beberapa tantangan, khususnya terkait dengan faktor harga dan kualitas produk. Fenomena ini juga terlihat di gerai-gerai ritel modern seperti Alfamart, yang tersebar di seluruh Indonesia. Konsumen seringkali mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melakukan keputusan pembelian produk Body Wash di Alfamart, dan salah satu yang paling mempengaruhi adalah persepsi mereka terhadap harga dan kualitas produk. TABEL 1 Daftar Harga Produk Body Wash Di Alfamart. Indomaret Dan Toko Online Berdasarkan tabel 1 di atas terdapat perbedaan harga yang cukup jauh pada produk yang ada di Alfamart jika dibandingkan dengan kompetitornya yaitu indomaret dan toko online. Tantangan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas produk dan harga yang kompetitif, sehingga konsumen cenderung memilih produk yang memiliki kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, gerai ritel perlu melakukan strategi pemasaran yang efektif dan inovatif untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan produk Body Wash mereka secara online. Menurut Setiawan dkk. Nurshinta . 2: . , ekspansi ritel dalam negeri saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, yang diharapkan juga menyebabkan persaingan yang sangat ketat. Pertumbuhan industri ritel telah mengubah operasi ritel secara signifikan selama beberapa dekade terakhir. Apalagi mengingat hal ini didukung oleh masyarakat kita sendiri yang menjalani kehidupan seharihari dan gaya hidup yang berfokus pada kebutuhan individu. Retail di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 dengan munculnya toko-toko tradisional yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Seiring waktu, tokotoko modern mulai muncul dan berkembang pesat, terutama setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Evolusi Retail di Indonesia. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, banyak perusahaan internasional yang mulai masuk ke Indonesia, membawa konsepkonsep retail modern seperti supermarket dan Salah satu contoh adalah Alfamart, yang didirikan pada tahun 1995 oleh PT Sumber Sejahtera Sehati, sebuah anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Konsumen cenderung membandingkan harga dan kualitas produk sebelum melakukan pembelian, terutama dalam kategori barangbarang non-kebutuhan sehari-hari seperti Body Wash. Harga bisa diartikan sebagai faktor utama konsumen dalam mempertimbangkan kualitas produk untuk terciptanya keputusan pembelian. Harga merupakan suatu nilai tukar sebuah produk yang akan di jual. Harga yang sesuai dengan kualitas poduknya maka konsumen akan tertarik untuk membeli produk tersebut. Dengan adanya harga konsumen akan membandingkan produk dengan produk lain dan kemudian mengevaluasi apakah produk yang akan di pilih sesuai dengan nilai produk yang ditawarkan, jika sesuai maka konsumen akan melanjutkan ke tahap pembelian. Perusahaan yang menjadikan kualitas sebagai alat strategi akan mempunyai keunggulan bersaing terhadap pesaing-pesaingnya dalam menguasai pasar. Kualitas produk merupakan suatu faktor penting yang mempengaruhi keputusan setiap pelanggan dalam membeli sebuah produk. Semakin baik kualitas produk tersebut, maka akan semakin meningkat minat konsumen yang ingin membeli produknya. Kualitas produk yang saat ini banyak sekali konsumen cari yaitu seperti dapat memberikan kesegaran pada kulit tubuh, mencerahkan kulit, dan keharuman, hal ini bisa meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk yang di tawarkan. Produk melakukan pembelian. Kualitas produk sangat erat hubungannya dengan harga dan keputusan pembelian karena jika produk yang telah dipilih oleh konsumen tidak memenuhi standar harga dan kualitas produk yang baik, kemungkinan besar konsumen akan lebih memilih produk lainnya, karena kualitas produk yang diberikan tidak memenui keinginkan konsumen untuk membeli produk Body Wash tersebut. TABEL 2 Top Brand Index Body Wash Pada Tahum 2020-2024 Berdasarkan tabel 1 di atas menurut Topbrand-Award. Com. Topbrand Body wash di Indonesia pada tahun 2020 Lifebuoy menempati urutan pertama pada pangsa pasar di Indonesia dengan Market Share Body Wash Lifebuoy sebesar 35,00% dan tahun 2021 mengalami penurunan penjualan sebesar 34,70%. Dan pada tahun 2022 Lifebuoy tetap menempati urutan pertama pada pangsa pasar Indonesia dengan Market Share 32,70%. Pada tahun 2023 lifebuoy juga mengalami penurunan sebesar 30,20% dan pada tahun 2024 penjualan juga semakin menurun sebesar 27,10 % . Tetapi hal ini tidak membuat Body Wash Lifebuoy kalah bersaing di pangsa pasar Body Wash di Indonesia, bisa dibuktikan bahwa tahun 2020-2024 Body Wash Lifebuoy mampu menempati peringkat pertama dan mampu bersaing di pangsa pasar Body Wash di Indonesia dari tahun 2020 sampai dengan 2024. Pengumpulan data dilanjutkan dengan analisis menggunakan SPSS Versi 26. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fokus pada poenemuan baru melalui analisis atau Populasi penelitian ini adalah seluruh konsumen yang melakukan pembelian di Alfamart Tc23 Citra Raya Tangerang yang berjumlah 97 Responden. Teknik Sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi diambil sebagai sampel. Dara dikumpulkan melalui wawancara, penyebaran kuesioner dan observasi dengan pertanyaan kuesioner yang telah diuji kevaliditasan dan JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data Uji Validitas Tabel 4. Hasil Uji Validitas Persepsi Harga (X. Tabel 8. Hasil Uji Realibilitas Kualitas Produk (X. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Kualitas Produk (X. Tabel 9. Hasil Uji Realibilitas Keputusan Pembelian (Y) Berdasarkan hasil uji realibilitas ketiga variabel memperoleh nilai CronbachAos Alpha lebih dari 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut dinyatakan Tabel 6. Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian (Y) Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan uji validitas bahwa seluruh item X1. X2 dan Y dinyatakan valid karena r hitung > r tabel dengan signifikan 5% yakni didapat nilai sebesar 0,168 sehingga dapat digunakan untuk pengujian berikutnya. Uji Realibilitas Tabel 7. Hasil Uji Realibilitas Persepsi Harga (X. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov signifikan 0,510 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data dari ketiga variabel berdistribusi normal. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian sebesar 0,678. Hasil tersebut menyatakan bahwa Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian terdapat hubungan yang kuat antara variabel, yang terdapat pada tingkat interval . ,60 Ae 0,. Tabel 14. Hasil Uji Korelasi Parsial Kualitas Produk (X. Uji Multikolinearitas Tabel 11. Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan tabel di atas, didapat nilai tolerance 0,646 > 0,10 dan VIF 1. 856 < 10 maka dapat dinyatakan bahwa seluruh variabel independen penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengujian SPSS di atas, diketahui bahwa nilai dari korelasi antara Kualitas Produk dengan Keputusan Pembelian sebesar 0,778. Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian, yang terdapat pada tingkat interval . ,60 Ae 0,. Tabel 12. Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 15. Hasil Uji Korelasi Berganda Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. Berdasarkan hasil uji tabel diatas diketahui bahwa nilai sig. Persepsi Harga (X. sebesar 0,495 hasil tersebut lebih besar dari 0,05, maka disimpulkan bahwa variabel Persepsi Harga (X. tidak terjadi heteroskedastisitas dan nilai sig Kualitas Produk (X. sebesar 0,645 hasil tersebut lebih besar dari 0,05, maka disimpulkan bahwa variabel Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. tidak terjadi heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengujian SPSS di atas, diketahui bahwa nilai dari korelasi simultan antara Persepsi Harga dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian sebesar 0,804. Hasil tersebut menyatakan bahwa Persepsi Harga dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel, yang terdapat pada tingkat interval . ,80 Ae 1,. Uji Korelasi Tabel 13. Hasil Uji Korelasi Parsial Persepsi Harga (X. Uji Koefisien Determinasi Tabel 16. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Persepsi Harga (X. Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R square sebesar 0. 460 dari variabel Keputusan Berdasarkan hasil pengujian SPSS di atas, diketahui bahwa nilai dari korelasi antara JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Pembelian. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Persepsi Harga memberikan pengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 46,0 %, sedangkan sisanya 54,0% dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, dapat diperoleh persamaan Y = 175 0. 639 X1. Dari persamaan tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 16. 175 diartikan bahwa jika variabel Persepsi Harga (X. maka nilai Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar 16. Nilai koefisien regresi Persepsi Harga (X. 639 diartikan bahwa setiap penambahan 1 satuan variabel Persepsi Harga, maka akan menaikkan Keputusan Pembelian sebesar 0. 639 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Tabel 20. Hasil Uji Regresi Parsial Kualitas Produk (X. Tabel 17. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Kualitas Produk (X. Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R square sebesar 0. 605 dari variabel Keputusan Pembelian. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas Produk memberikan pengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 60,5%, sedangkan sisanya 39,5% dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Tabel 18. Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, dapat diperoleh persamaan regresi Y = 12. 728 X2. Dari persamaan tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 12. 306 diartikan bahwa jika variabel Kualitas Produk (X. bernilai 0 . maka nilai Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar 0. Nilai koefisien regresi Kualitas Produk (X. 728 diartikan bahwa setiap penambahan 1 satuan variabel Kualitas Produk, maka akan menaikkan Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0. 728 dengan asumsi tetap. Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R square sebesar 0. 647 dari variabel Keputusan Pembelian. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Persepsi Harga dan Kualitas Produk memberikan pengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 64,7%, sedangkan sisanya 35,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Tabel 21. Hasil Uji Regresi Berganda Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. Uji Regresi Tabel 19. Hasil Uji Regresi Parsial Persepsi Harga (X. Berdasarkan Dari hasil perhitungan tabel di atas diperoleh persamaan atau model regresi Y = 8. 262 X1 0. 551 X2. Dari JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan . Konstanta sebesar 8. 486 menyatakan bahwa jika Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. bernilai 0 . , maka Keputusan Pembelian (Y) nilainya . Koefisien regresi Persepsi Harga (X. 262 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan variabel Persepsi Harga, maka akan menaikkan Keputusan Pembelian sebesar 0. 262 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien regresi Kualitas Produk (X. 551 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan variabel Kualitas Produk, maka akan meningkatkan Keputusan Pembelian sebesar 0. dengan asumsi variabel lain bernilai Berdasarkan hasil uji t diatas, maka diperoleh nilai thitung Kualitas Produk (X. besar 14,096 dengan niai signifikan = 0,05 df 97 Ae 2 = . , maka didapat ttabel sebesar 1,66105 berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel yaitu 14. 096 > 1. sehingga dapat disimpulkan hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Kualitas Produk (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Uji F Simultan Uji Hipotesis Uji t Persepsi Harga (X. Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Berdasarkan tabel di atas nilai Fhitung sebesar 991 kemudian dibandingan dengan Ftabel didapat dengan taraf signifikansi = 0,05 df . = 97-2-1 = 94 maka didapat Ftabel sebesar 2,70. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa Fhitung > Ftabel yaitu . dengan signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan antara Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Berdasarkan hasil uji t diatas, maka diperoleh nilai thitung Persepsi Harga (X. besar 14,145 dengan niai signifikan = 0,05 df 97 Ae 2 = . , maka didapat ttabel sebesar 1,66105 berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel yaitu antara Persepsi Harga (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). 145 > 1. 66105 sehingga dapat disimpulkan hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Persepsi Harga (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Kesimpulan Berdasarkan uraian pendahuluan dan hasil analisis maka dapat disimpulkan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Persepsi Harga (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Berdasarkan uji t dimana 145 > ttabel 1. 66105 dengan jumlah kontribusi sebesar 64,7%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas Produk (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Berdasarkan uji t dimana Uji t Kualitas Produk (X. Telrhadap Keputusan Pembelian (Y) JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 096 > 1. 66105 ttabel dengan jumlah kontribusi sebesar 60,5%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Persepsi Harga (X. dan Kualitas Produk (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) secara simultan dengan uji Fhitung 85. Ftabel 2,70 dengan besar pengaruh 64,7%. Lembaga Araxie Center Ministry Indonesia. Hamidah, et. , all . Strategi Manajemen Pemasaran Pendidikan Dalam Meningkatkan Antusiasme Calon Peserta Didik Baru Di Sekolah MTSS Nurul Ilmi Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan 9 No. 1: 77-87. DAFTAR PUSTAKA