Penerapan Teknik Restrukturisasi . (Fransiska Dwi Nugrahen. PENERAPAN TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT PADA SISWA APPLICATION OF COGNITIVE RESTRUCTURING TECHNIQUES TO REDUCE ANXIETY IN EXPRESSING STUDENTS AoOPINIONS Oleh: Fransiska Dwi Nugraheni. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta, fransiska. dwi2015@student. Abstrak Penelitian mengenai teknik restrukturisasi kognitif sudah banyak dilakukan, akan tetapi penggunaan variabel untuk mengurangi kecemasan dalam mengemukakan pendapat masih menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat pada siswa melalui teknik restrukturisasi kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan satu siklus tindakan yang terdiri dari empat langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa dari populasi 247 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kecemasan dalam mengemukakan Hasil penelitian menunjukkan nilai posttest meningkat 25% atau tingkat kecemasan siswa menurun 25%. Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok menggunakan teknik restrukturisasi kognitif mampu menurunkan tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat pada 8 siswa. Kata kunci: kecemasan, restrukturisasi kognitif. Abstrac Research on cognitive restructuring techniques has been done a lot, but using a variable to reduce anxiety in expressing opinions is still interesting to study. Therefore, this study aims to reduce anxiety in expressing opinions to students through cognitive restructuring techniques. This study used a type of action research with one cycle consisting of four activity steps: planning, implementing, observing, and reflecting. The research sample consisted of 8 students from a population of 247 students. Data collection techniques use anxiety instrument in expressing The results showed that the posttest score increased by 25%, or the studentAos anxiety level decreased by The results show that group guidance with cognitive restructuring techniques can reduce anxiety in expressing opinions to 8 students. Keywords: anxiety, cognitive restructuring. PENDAHULUAN Komunikasi penyampaian pesan, ide, atau gagasan, baik secara langsung maupun tidak. Komunikasi sangat penting bagi kehidupan manusia, namun bila proses interaksi mengalami hambatan, maka akan timbul berbagai macam masalah dalam kehidupan. Salah satu hambatan dalam proses komunikasi yaitu adanya rasa cemas yang berlebihan. Pendekatan eksistensial (Hayat, 2. mengemukakan bahwa terdapat 2 macam kecemasan, yaitu kecemasan biasa dan kecemasan Kecemasan biasa atau kecemasan pada tingkat rendah mampu menolong seseorang dalam mempersiapkan diri dalam bertindak, sehingga kecemasan ini tidak perlu dihilangkan. Namun, kecemasan neurotik perlu dihilangkan atau setidaknya dikurangi, karena kecemasn ini terjadi di luar kesadaran seseorang dan membuat seseorang tidak memiliki keseimbangan. Rasa cemas biasanya mulai muncul selama masa remaja, saat kesadaran sosial dan interaksi dengan orang lain menjadi hal penting dalam kehidupan seseorang (Davison. Neale, & Kring. Komunikasi dengan orang lain sangat diperlukan dalam pembentukan hubungan baik dengan orang lain, apalagi masa remaja perkembangan sosial. 225 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Sekolah merupakan salah satu wadah yang memberikan kesempatan seorang remaja untuk berkembang, salah satunya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi. Menyampaikan pendapat merupakan salah satu bentuk interaksi yang sering dijumpai dalam proses mengajar. Namun, tak jarang ditemukan peserta didik yang merasa cemas atau khawatir saat menyampaikan pendapatnya. Beck (Damayanti & Nurjannah, 2. mendefinisikan terapi kognitif sebagai pendekatan permasalahan konseli pada saat ini dengan cara melakukan restrukturisasi kognitif dari pikiran negatif dan perasaan yang tidak nyaman dapat psikologis yang lebih serius, seperti gangguan kecemasan bahkan depresi. Orang yang cemas dalam menyampaikan pendapat akan menarik diri dalam kegiatan berkelompok, berusaha sekecil mungkin untuk berkomunikasi, dan akan berpendapar jika terdesak saja. Penelitian mengenai kecemasan siswa dalam menyampaikan pendapat (Aryani. Suarni, & Dewi, 2. , mendapati bahwa siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran dan masih banyak siswa yang mengalami cemas ketika menghadapi proses pembelajaran, seperti ragu menyampaikan pendapat karena takut disalahkan Teknik restrukturisasi kognitif dinilai efektif untuk mengurangi gangguan kecemasan, karena teknik ini berakar pada penghapusan distorsi kognitif atau kesimpulan yang salah, pikiran, keyakinan irasional, dan mengembangkan kognisi baru dengan pola respon yang lebih sehat (Ireel. Elita, & Mishbahuddin, 2. Melalui teknik ini, seseorang yang mengalami kecemasan berlebih akan diberikan keyakinan-keyakinan rasional untuk mengurangi tingkat kecemasannya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 247 peserta didik kelas Vi SMP Negeri 4 Purworejo menujukkan bahwa beberapa gejala-gejala kecemasan dalam menyampaikan pendapat seperti: . siswa cemas ketika bicara untuk berpendapat, sehingga siswa memilih diam, . siswa cemas jika bertanya langsung, . siswa kurang percaya diri ketika diminta untuk berpendapat, dan . siswa takut mendapatkan penilaian negatif dari orang lain ketika Rasa cemas dapat disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri atau keyakinan diri, karena pikirannya dipenuhi hal irasional. Selain kurang memiliki self-efficacy, seseorang akan merasa cemas lantaran kurang terampil dalam menyampaikan pesan dan hal ini membuatnya merasa tidak nyaman yang akan mengganggu setiap kali akan melakukan presentasi atau berbicara di depan umum (Wahyuni, 2. Restrukturisasi kognitif merupakan salah satu teknik dalam proses terapi kognitif. Aaron T. Teknik restrukturisasi kognitif memiliki beberapa tahap yang perlu dilakukan agar tercapai dengan maksimal. Menurut Cormier (Prabowo, 2. terdapat enam tahap dalam menerapkan teknik restrukturisasi kognitif diantaranya. tahap rasional, konselor menjelaskan tujuan dari tindakan dan prosedur yang harus dilakukan konseli, . identifikasi, konselor mengidentifikasi distorsi pikir konseli, . pengenalan dan praktik dalam mengatasi pikiran yang salah, . konselor memberikan alternatif bantuan agar konseli mampu mengatasi pikirannya sendiri, . konselor memberikan penjelasan mengenai cara melakukan teknik pernyataan diri yang positif, kemudian konseli mempraktikannya, . konselor meberikan tugas rumah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan mengenai kecemasan dalam menyampaikan pendapat yang dialami siswa di SMP Negeri 4 Purworejo seperti yang telah disebutkan sebelumnya, peneliti hendak melakukan penelitian terhadap teknik restrukturisasi kognitif untuk mereduksi kecemasan dalam mengemukakan pendapat di sekolah tersebut. Penerapan Teknik Restrukturisasi . (Fransiska Dwi Nugrahen. METODE PENELITIAN Pelaksanaan Jenis Penelitian Tahap pembentukan, membentuk kelompok yang diberi tindakan berupa bimbingan kelompok dan membentuk kesepakatan tempat, waktu, frekuensi bimbingan bersama anggota kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan atau action research. Menurut Arikunto (Mahbubah, 2. penelitian tindakan merupakan suatu upaya utnuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart (Aziz, 2. dengan langkah penelitian yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Purworejo dengan alamat Purworejo. Jawa Tengah pada bulan Februari sampai Maret 2020. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas Vi yang mengemukakan pendapat. Populasi penelitian ini berjumlah 247 siswa dan sampel penelitian ini berjumlah 8 siswa. Metode Pengumpulan Data Tenik pengumpulan data menggunakan skala kecemasan dalam mengemukakan pendapat. Skala tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami siswa sebelum dan sesudah diberi tindakan berupa bimbingan kelompok menggunakan teknik restrukturisasi Tahap peralihan, dilaksanakan ketika peneliti melihat ada anggota kelompok yang merasa kurang nyaman dan mengatasi berbagai macam hambatan dalam proses bimbingan. Tahap kegiatan merupakan tahap inti, di mana kegiatan bimbingan kelompok ini dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan. Pengamatan Peneliti mengumpulkan seluruh data terkait penelitian ini, pengamatan dilakukan tiap waktu dan dampaknya terhadap proses bimbingan kelompok tersebut. Refleksi Refleksi/penilaian dilakukan dengan cara membandingkan kedua data . asil pretest dan posttes. untuk mengetahui adanya penurunan atau tidak sebagai hasil akhir untuk menjawab hipotesis Teknik Analisis Data Analisis data penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kuantitatif, di mana hasil penelitian ini nantinya akan dipaparkan secara deskriptif. Prosedur Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dalam 4 langkah menurut Kemmis dan Taggart (Aziz, 2. sebagai berikut. Hasil Penelitian Perencanaan Kegiatan perencanaan yang dilakukan berupa penentuan subjek, waktu, tempat, dan sebelum tindakan peneliti menyusun RPL. Hasil penelitian mencangkup hasil pretest dan posttest dengan menggunakan instrumen yang mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada seluruh siswa kelas Vi dengan jumlah 247 siswa didapatkan hasil sebagai 227 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 menggunakan teknik restrukturisasi kognitif tersebut, didapati hasil posttest sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Posttest POSTTEST Gambar 1. Diagram Tingkat Kecemasan Data dalam Gambar 1 menunjukkan tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 4 Purworejo yang berjumlah 247 siswa. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa sebanyak 1 siswa . ,41%) memiliki tingkat kecemasan tinggi, sebanyak 194 siswa . ,54%) masuk dalam kategori tingkat kecemasan sedang, dan sebanyak 52 siswa . ,05%) mengalami kecemasan tingkat rendah dalam mengemukakan pendapat. Pembentukan kelompok menggunakan teknik purposive sample, di mana terbentuk kelompok dengan anggota 8 siswa dengan tingkat kecemasan tinggi-sedang. Tabel 1 berikut data awal anggota kelompok. PRETEST Tabel 1. Hasil pretest Melalui data tersebut, anggota kelompok akan diberi tindakan berupa bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik restrukturisasi Anggota kelompok tersebut memiliki tingkat kecemasan tinggi . dan sedang . Pemberian tindakan pada anggota kelompok dilakukan dalam 5 kali pertemuan dengan 1 siklus Berdasarkan hasil bimbingan kelompok Tabel 2 di atas menunjukkan hasil posttest dari anggota kelompok. Gambar 2 menunjukkan perbandingan hasil pretest dan posttest dalam bentuk diagram. Hasil Pretest dan Posttest Gambar 2. Perbandingan HasilPretest dan Posttest Diagram pada Gambar 2 di atas merupakan perbedaan hasil pretest dan posttest pada anggota Tabel 3 merupakan selisih pretest dan posttest, dari tabel 3 ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan siswa mengalami perubahan. Hasil posttest siswa meningkat 25%, artinya tingkat kecemasan siswa menurun sebesar 25%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok menggunakan teknik restrukturisasi kognitif terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat pada anggota Penerapan Teknik Restrukturisasi . (Fransiska Dwi Nugrahen. 228 Tabel 3. Selisih Pretest dan Posttest 52,73438 78,125 Selisih 25,39063 Pembahasan Setiap orang akan merasakan kecemasan, namun tidak semua orang mampu mengolah rasa cemas atau khawatir dengan baik. Rasa cemas yang berlebihan dan tanpa sebab bukan hal baik, karena bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Penelitian ini membuktikan pernyataan Dewi . , di mana kecemasan memiliki beberapa ciri seperti anggota tubuh bergetar, telapak tangan berkeringat, ketidakmampuan berbicara, serta rasa takut yang kadang-kadang dialami dalam tingkat yang berbeda-beda. Selain itu Solihat . melalui penelitiannya juga menyampaikan bahwa siswa yang mengalami kecemasan menunjukkan gejala seperti ketakutan akan evaluasi negatif, kekhawatiran, terlalu fokus pada diri sendiri, dan perasaan gugup yan mendorong konseli terhadap rasa cemas. Kecemasan memiliki berbagai macam reaksi yang akan muncul pada situasi-situasu apapun, seperti pada situasi sosial. Salah satu situasi sosial yang mempu membuat seseorang merasa cemas ketika dirinya diminta untuk mengemukakan pendapat. Apolo . alam Wahyuni, 2. menyampaikan bahwa kecemasan dalam mengemukakan pendapat merupakan ketidakmampuan individu untuk mengembangkan percakapan yang bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, akan menyampaikan pesan secara sempurna, yang ditandai dengan adanya reaksi secara psikologis dan fisiologis. Amri. Syahniar, dan Nirwana . juga menggunakan bimbingan kelompok untuk mengemukakan pendapat. Pada penelitiannya, peneliti membandingkan bimbingan kelompok dengan layanan informasi. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa keduanya mampu pendapat dan rata-rata kesiapan mental kelompok eksperimen . imbingan kelompo. lebih tinggi dibanding kelompok kontrol . ayanan informas. Penelitian ini juga menggunakan bimbingan kelompok sebagai alternatif untuk mereduksi kecemasan dalam mengemukakan pendapat. Peneliti memadukan bimbingan kelompok dengan Hasilnya, bimbingan kelompok menggunakan teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam mereduksi kecemasan dalam mengemukakan pendapat. Hal serupa juga diungkap oleh Prabowo . yang menyebutkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam menurunkan kecemasan sosial pada siswa SMK Terate Madiun dengan nilai gain score kelompok yang diberikan perlakuan sebesar -41,2 dan kelompok kontrol -0,41. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakuka oleh Nurimbawan . , di mana melalui perhitungan gain score menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan menghadapi ujian nasional yang dimiliki siswa pada saat posttest mengalami penurunan menjadi 37,08%. Penelitian lain yang menguji teknik restrukturisasi kognitif yaitu Nurmalasari. Yustiana. Ilfiandra . dalam penelitiannya membuktikan bahwa teknik restrukturisasi kognitif berpengaruh dalam menurunkan tingkat stres akademik seperti berpikiran negatif, prestasi menurun, tidak bisa menentukan prioritas, jenuh, dan gugup ketika berada dalam situasi-situasi belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan, di mana teknik restrukturisasi kognitif mampu mereduksi kecemasan dalam 229 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 mengemukakan pendapat yang dialami siswa. Pembahasan mengenai adanya hubungan yang cukup kuat mengenai penggunaan teknik restrukturisasi kognitif dengan kecemasan siswa, di mana melalui penelitian-penelitian sebelumnya teknik tersebut mampu mengurangi tingkat kecemasan yang cukup besar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 4 Purworejo, dapat disimpulakan bahwa bimbingan kelompok dengan menerapkan teknik restrukturisasi kognitif terbukti dapat mengemukakan pendapat siswa kelas 8. Melalui bimbingan kelompok, siswa mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baru. Selain itu, bimbingan kelompok menggunakan teknik restrukturisasi kognitif mampu membuat siswa lebih percaya diri dalam mengatasi rasa cemasnya, terutama kecemasan dalam mengemukakan Saran Bersumber pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti memberikan masukan kepada sekolah, khususnya guru BK agar dapat menerapkan teknik restrukturisasi kognitif dalam membantu siswa yang mengalami kecemasan mengemukakan pendapat. Bagi siswa diharapkan mampu melawan pikiran yang salah dan menguatkan keyakinan yang lebih positif, sehingga dapat mengelola kecemasannya. Bagi peneliti selanjutnya, mampu mengembangkan penelitian lanjutan mengenai teknik restrukturisasi kognitif untuk mereduksi rasa cemas dalam mengemukakan pendapat yang dialami peserta didik dengan membuat perencanaan yang lebih matang sehingga meminimalisir kesalahan dalam menerapkan teknik tersebut. DAFTAR PUSTAKA