https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. MEMBANGUN KEDISIPLINAN BELAJAR MELALUI STRATEGI PENGELOLAAN KELAS: ANALISIS PADA PESERTA DIDIK Sarifah Aini Nasution Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangisimpuan syarifaahnast@gmail. Ani Fidria Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangisimpuan anifidria@gmail. Zainal Efendi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangisimpuan yes@gmail. Article History: Received: Agustus 31 , 2025. Accepted: September 3, 2025. Published: Oktober 18, 2025. Keywords: Classroom management strategies, learning discipline, learning environment, disciplinary Abstract This study aims to analyze classroom management strategies implemented by teachers in an effort to improve students' learning discipline. Discipline is one of the important factors that influence the success of the learning process. However, in practice, various obstacles are still found, such as low student compliance with class rules and lack of responsibility in completing assignments. This study uses a qualitative approach with a literature study method, which examines various literature related to classroom management theory and learning discipline. The results of the study indicate that effective classroom management strategies include the application of clear rules, consistency in enforcing discipline, the use of a positive approach, and strengthening interpersonal relationships between teachers and students. By implementing these strategies, teachers can create an orderly and conducive learning environment that encourages increased student These findings are expected to be a reference for education practitioners in improving the effectiveness of learning in the classroom. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru dalam upaya meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya kepatuhan peserta didik terhadap aturan kelas dan kurangnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur terkait teori pengelolaan kelas dan kedisiplinan belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif 589 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Membangun Kedisiplinan Belajar Melalui Strategi Pengelolaan Kelas: Analisis Pada Peserta Didik | Sarifah Aini Nasution. Ani Fidria. Zainal Efendi mencakup penerapan aturan yang jelas, konsistensi dalam penegakan disiplin, penggunaan pendekatan positif, serta penguatan hubungan interpersonal antara guru dan peserta Dengan menerapkan strategi tersebut, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif sehingga mendorong peningkatan kedisiplinan siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi praktisi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas. PENDAHULUAN Kedisiplinan belajar peserta didik merupakan aspek penting dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Namun dalam realitasnya, masih banyak ditemukan peserta didik yang menunjukkan perilaku kurang disiplin, seperti datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, hingga mengabaikan peraturan kelas. Permasalahan ini sering kali menjadi hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, serta memengaruhi suasana belajar yang seharusnya kondusif dan mendukung keterlibatan aktif siswa (Amrulloh et al. , 2. Salah satu faktor yang memengaruhi kedisiplinan belajar peserta didik adalah kemampuan guru dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas yang baik tidak hanya berfokus pada pengaturan fisik lingkungan belajar, tetapi juga mencakup pengaturan perilaku, penguatan positif, serta penerapan strategi yang mampu menanamkan nilai-nilai disiplin dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam hal kedisiplinan. Urgensi dari penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan strategi pengelolaan kelas yang lebih tepat sasaran, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika perilaku peserta didik masa kini. Guru tidak cukup hanya berperan sebagai pengatur kegiatan belajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang mampu menciptakan iklim kelas yang mendukung disiplin dan tanggung jawab. Dengan adanya strategi pengelolaan kelas yang efektif, guru dapat menumbuhkan sikap disiplin melalui pendekatan yang edukatif, bukan sekadar melalui hukuman atau penegakan aturan secara kaku (Januarni et al. 590 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Rasionalisasi kegiatan ini dilandaskan pada pentingnya menyediakan referensi praktis dan konseptual bagi guru dalam menghadapi tantangan Penelitian mengidentifikasi, dan mendeskripsikan strategi-strategi pengelolaan kelas yang telah terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik, baik dari sudut pandang teoritis maupun praktik di lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam aspek manajemen kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai strategi pengelolaan kelas yang dapat meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik serta memberikan rekomendasi strategis bagi guru dan pihak sekolah. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara pengelolaan kelas dan perilaku belajar siswa, sehingga dapat menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan dan praktik pembelajaran di sekolah. Rencana pemecahan masalah dalam penelitian ini meliputi: . mengkaji bentuk-bentuk . mengidentifikasi strategi pengelolaan kelas yang telah diterapkan oleh guru. strategi-strategi meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga mampu menangkap dinamika pengelolaan kelas secara menyeluruh dan kontekstual (Fadli, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih untuk menggali dan mendeskripsikan berbagai strategi pengelolaan kelas yang berkaitan dengan peningkatan kedisiplinan belajar peserta didik berdasarkan sumber-sumber tertulis yang relevan. Data diperoleh melalui telaah terhadap buku-buku dokumen-dokumen 591 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Membangun Kedisiplinan Belajar Melalui Strategi Pengelolaan Kelas: Analisis Pada Peserta Didik | Sarifah Aini Nasution. Ani Fidria. Zainal Efendi pendidikan yang membahas tentang manajemen kelas, perilaku belajar siswa, dan kedisiplinan. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mensintesiskan informasi yang ditemukan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi-strategi yang efektif dalam pengelolaan kelas demi meningkatkan kedisiplinan belajar peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Di Dalam Kelas Kedisiplinan belajar peserta didik merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Kedisiplinan tercermin dalam sikap siswa yang mampu mematuhi peraturan, hadir menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara konsisten. Dalam praktiknya, kondisi kedisiplinan belajar siswa di kelas sangat bervariasi tergantung pada lingkungan belajar, pendekatan guru, serta karakter individu peserta didik itu sendiri (Adawiah & Qomariyah, 2. Beberapa kendala yang sering dijumpai dalam hal kedisiplinan pembelajaran berlangsung, serta rendahnya motivasi untuk menyelesaikan Kondisi ini sering kali terjadi akibat kurangnya pengawasan, tidak adanya aturan yang tegas dan konsisten, serta minimnya komunikasi yang efektif antara guru dan peserta didik. Selain itu, lingkungan belajar yang tidak tertata dengan baik juga dapat mempengaruhi perilaku siswa, sehingga mereka cenderung mengabaikan tata tertib kelas. Untuk membentuk kedisiplinan belajar yang positif, diperlukan peran aktif guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan Guru perlu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak awal, menetapkan aturan kelas yang jelas, serta memberikan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai. Kedisiplinan bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter 592 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. peserta didik agar menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu mengatur dirinya dalam proses belajar sepanjang hayat (Uge et al. , 2. Strategi Pengelolaan Kelas Yang Digunakan Guru Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Pengelolaan kelas yang baik merupakan kunci utama dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung dan kondusif. Salah satu tujuan utama dari pengelolaan kelas adalah untuk menumbuhkan Guru pembelajaran memiliki tanggung jawab untuk menerapkan berbagai strategi yang dapat mendorong peserta didik agar tertib, bertanggung jawab, dan konsisten dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu strategi yang umum digunakan guru adalah menetapkan aturan dan tata tertib kelas secara jelas sejak awal tahun ajaran. Aturan ini disusun bersama-sama dengan peserta didik agar mereka merasa memiliki dan lebih termotivasi untuk mematuhinya. Konsistensi guru dalam menerapkan aturan sangat penting agar siswa memahami konsekuensi dari setiap perilaku yang dilakukan (Ardlilla et al. , 2. Ketegasan pendekatan yang adil dan penuh empati. Selain itu, guru juga menggunakan strategi penguatan positif seperti memberikan pujian, penghargaan, atau tanggung jawab tambahan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin. Strategi ini efektif untuk memotivasi siswa lain agar mengikuti perilaku yang baik. Guru juga dapat menerapkan pendekatan komunikasi yang terbuka dan dialogis, di mana siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan memahami alasan di balik setiap aturan (Kusumawati & Maruti, 2. Selain itu, pengelolaan kelas yang terstruktur, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, serta keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan belajar juga terbukti dapat meningkatkan kedisiplinan secara 593 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Membangun Kedisiplinan Belajar Melalui Strategi Pengelolaan Kelas: Analisis Pada Peserta Didik | Sarifah Aini Nasution. Ani Fidria. Zainal Efendi alami karena siswa merasa dihargai dan terlibat secara emosional maupun intelektual dalam proses belajar. Dengan mengombinasikan strategi-strategi tersebut secara tepat dan fleksibel sesuai dengan karakteristik kelas, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku disiplin peserta didik secara berkelanjutan (Widiasworo, 2. Efektivitas Penerapan Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Kondusif Efektivitas pengelolaan kelas memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana siswa dapat belajar dengan fokus dan tanpa gangguan. Pengelolaan kelas yang baik tidak hanya berfokus pada kedisiplinan siswa, tetapi juga melibatkan aspek pengaturan waktu dan ruang kelas yang efisien (Nafisah & Kunaepi, 2. Salah satu strategi penting dalam pengelolaan kelas adalah pembuatan aturan kelas yang jelas dan disepakati bersama antara guru dan siswa. Dengan adanya aturan yang konsisten, siswa dapat memahami harapan yang ditetapkan oleh guru dan berkomitmen untuk mematuhinya. Hal ini menciptakan struktur yang memfasilitasi suasana belajar yang lebih teratur dan terkendali. Selain aturan yang jelas, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan menarik sangat membantu dalam menjaga minat siswa dan mencegah kebosanan. Metode yang interaktif, seperti diskusi kelompok, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Ayunda et al. Ketika siswa merasa lebih terlibat dalam pembelajaran, mereka cenderung lebih disiplin dalam mengikuti kelas karena mereka merasa dihargai dan memiliki peran aktif dalam pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, keberagaman dalam metode pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi aktif siswa. 594 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Penguatan positif juga menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mengelola kelas dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pemberian pujian atau penghargaan kepada siswa yang menunjukkan kedisiplinan atau prestasi tertentu dapat meningkatkan motivasi mereka (Febianti, 2. Penguatan ini berfungsi sebagai dorongan untuk mempertahankan perilaku positif dan mendorong siswa lainnya untuk mengikuti contoh yang baik. Penghargaan ini bisa berupa pujian verbal, tanggung jawab tambahan dalam kelas, atau pemberian tugas yang Dengan adanya penguatan positif, suasana kelas akan lebih terasa menyenangkan dan mendorong siswa untuk mempertahankan Pengelolaan menciptakan kelas yang kondusif. Guru yang mampu mengatur waktu dengan baik dapat memastikan bahwa setiap aktivitas pembelajaran berjalan dengan lancar tanpa adanya keterlambatan atau kekurangan waktu untuk menyelesaikan materi yang penting (Widyastuti, 2. Pengelolaan waktu yang efisien juga memungkinkan guru untuk memberikan perhatian lebih kepada siswa yang membutuhkan bantuan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Selain itu, pengelolaan ruang kelas yang baik seperti penataan tempat duduk yang memungkinkan interaksi dan pembelajaran kelompok dapat meminimalkan gangguan dan meningkatkan fokus siswa selama pembelajaran berlangsung. Evaluasi dan refleksi yang dilakukan secara berkala juga penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas. Guru perlu menilai sejauh mana strategi yang diterapkan berhasil dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Evaluasi ini bisa dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap perilaku siswa atau melalui umpan balik dari siswa mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan adanya evaluasi, guru dapat menyesuaikan pendekatan atau strategi yang kurang efektif, sehingga pengelolaan kelas dapat terus berkembang dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa (Fitriana et al. , 2. Melalui 595 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Membangun Kedisiplinan Belajar Melalui Strategi Pengelolaan Kelas: Analisis Pada Peserta Didik | Sarifah Aini Nasution. Ani Fidria. Zainal Efendi kedisiplinan siswa, tetapi juga mengoptimalkan proses pembelajaran secara keseluruhan. Faktor-Faktor Mendukung Dan Menghambat Penerapan Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Penerapan strategi pengelolaan kelas yang efektif sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat. Faktor-faktor ini dapat berasal dari dalam diri guru, siswa, serta lingkungan sekolah (Zohriah et al. , 2. Faktor yang mendukung penerapan strategi pengelolaan kelas antara lain adalah komitmen dan keterampilan guru dalam mengelola kelas, sikap positif siswa terhadap pembelajaran, serta dukungan dari pihak sekolah dalam hal fasilitas dan kebijakan yang Guru pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, sikap positif siswa terhadap pembelajaran sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang disiplin, di mana siswa merasa termotivasi untuk mengikuti aturan yang ada (Rahmi, 2. Dukungan dari sekolah, seperti penyediaan fasilitas yang memadai dan pengembangan kebijakan yang memperkuat kedisiplinan, juga berperan besar dalam keberhasilan pengelolaan kelas yang efektif. Namun, di sisi lain, terdapat pula faktor-faktor yang dapat menghambat penerapan strategi pengelolaan kelas. Salah satunya adalah kurangnya keterampilan guru dalam mengelola kelas, yang dapat menyebabkan kelas menjadi tidak terkendali dan mengurangi efektivitas Selain itu, masalah disiplin siswa yang berhubungan dengan kebiasaan buruk, seperti ketidakpatuhan terhadap aturan atau kurangnya motivasi belajar, dapat menjadi hambatan signifikan. Fasilitas yang tidak memadai atau tidak mendukung proses pembelajaran juga dapat menjadi 596 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. penghambat, karena kondisi ruang kelas yang tidak nyaman atau alat pembelajaran yang terbatas bisa mengganggu fokus siswa. Faktor lingkungan keluarga dan sosial juga berperan penting, di mana siswa yang datang dari lingkungan yang kurang mendukung atau bermasalah di rumah mungkin akan menghadapi kesulitan dalam beradaptasi dengan aturan di sekolah (Gunawan & Amalia, 2. Penting bagi guru dan pihak sekolah untuk memahami faktor-faktor ini agar dapat mengembangkan strategi pengelolaan kelas yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan adanya dukungan yang baik dan pemahaman terhadap hambatan yang ada, pengelolaan kelas dapat dilakukan dengan lebih optimal, sehingga kedisiplinan belajar siswa dapat meningkat. Strategi yang diambil harus disesuaikan dengan konteks dan kondisi masing-masing kelas agar dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran yang maksimal (Erwinsyah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengelolaan kelas dalam pengelolaan kelas yang efektif dapat mempengaruhi kedisiplinan siswa secara Dalam penelitian ini, guru yang mampu menciptakan aturan yang jelas dan konsisten di dalam kelas, serta mengimplementasikan metode pembelajaran yang bervariasi, berhasil meningkatkan kedisiplinan belajar Siswa yang berada dalam kelas dengan pengelolaan yang baik cenderung lebih aktif dan fokus pada pembelajaran, sementara di kelas yang pengelolaannya kurang baik, siswa cenderung menunjukkan perilaku yang mengganggu, seperti terlambat datang atau berbicara saat pelajaran Hal ini menunjukkan pentingnya keterampilan guru dalam mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan 597 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Membangun Kedisiplinan Belajar Melalui Strategi Pengelolaan Kelas: Analisis Pada Peserta Didik | Sarifah Aini Nasution. Ani Fidria. Zainal Efendi Selain itu, strategi yang digunakan oleh guru dalam mengelola kelas juga sangat mempengaruhi kedisiplinan siswa. Pembuatan aturan yang jelas, pemberian penguatan positif berupa penghargaan terhadap perilaku baik, serta penerapan hukuman yang adil dan proporsional menjadi kunci dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Guru yang aktif berkomunikasi dengan siswa dan memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan mereka, seperti dengan memberikan umpan balik positif, menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal pengelolaan kelas. Penggunaan metode yang melibatkan siswa, seperti pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok, juga terbukti peningkatan kedisiplinan mereka dalam mengikuti pembelajaran. Namun, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan strategi pengelolaan kelas juga tidak dapat diabaikan. Faktor yang mendukung meliputi keterampilan guru dalam mengelola kelas, sikap positif siswa terhadap pembelajaran, serta dukungan fasilitas yang memadai dari sekolah. Sebaliknya, kurangnya keterampilan guru dalam pengelolaan kelas, perbedaan motivasi dan minat siswa, serta fasilitas yang terbatas dapat menghambat pengelolaan kelas yang efektif. Lingkungan sosial dan keluarga juga berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa, di mana siswa yang berasal dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung cenderung lebih sulit untuk mengikuti aturan yang ada di kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru dan pihak sekolah untuk terus berkolaborasi dengan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kedisiplinan belajar siswa. REFERENSI