SAGU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. April 2025 E-ISSN : 3063-685X PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI UNTUK ANAK-ANAK PANTI ASUHAN ABBA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN Mensy Otelyo Kastanya1. Irene Ipijei2. Herry Hendri F Mote2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, mensy@unmus. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, ireneipijei14@unmus. Fakultas Hukum. Universitas Musamus, herryhendri@unmus. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi, meningkatkan minatmotivasi, keterampilan bagi anak-anak Panti Asuhan ABBA serta dapat menumbuhan idekreatif anak-anak panti aushan didorong untuk kedepannya ketika mereka keluar dari panti asuhanmemliki proyek kewirausahan sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka miliki sehinggakedepan mempunyai daya jual. Pendampingan ini juga bertujuan untuk memberikan prinsipprinsip dasar manajemen keuangan sehingga mereka dapat belajar bagaimana mengelolamembuat anggaran serta mampu untuk mengatur kegiatan Melalui kegiatan pengabdian dapat memberikan aduksi terkait cara pemasaran produk yang nantinya di pasarkan lewat penjualan secara langsung ataupun lewat media online. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yang pertama sosialisasi dengan materi kewirausahan dan manajemen keuangan dan tahap kedua mengadakan workshop pembuatan produk berupa keripik pisang. Bunga dan bross dari bahan dasar Batok kelapa dan sisik ikan serta pelatihan laporan keuangan sederhana. Adapun luaran dari kegiatan ini yaitu : Produk hasil pengabdian dan Jurnal. Kata Kunci: Pengembangan Kemandirian Ekonomi. Pelatihan kewirausahaan , manajemen Keuangan. PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi generasi muda harus siap menghadapi berbagai macam tantangan perubahan di segala bidang kehidupan termasuk persaingan dalam bidang S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Anak-anak sejak disi harus dibiasakan dengan dunia berwirausaha dan mengatur keuangan dengan baik maka dengan demikian karakter ini akan di bangun sampai merak berada pada usia dewasa. Rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu 3,47% dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Di Singapura rasio wirausahanya sudah mencapai 8,76%, di Thailand 4,26%, dan Malaysia mencapai 4,74%. Kewirausahaan mengambil risiko, dan menciptakan sesuatu yang baru untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial Soejono . Berwirausaha bukan hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa saja melainkan bisa juga menjadi bagian dari anak-anak. Bedanya berwirausahan pada anak-anak tidak bisa dilakukan sendiri tetapi perlu adanya bimbingan dari dan dukungan dari orang dewasa atau orang tua. Pelatihan berwirausaha bagi anak pantih asuhan ditujukan agar Anak -anak di mendapat pengetahuan tentang berwirausaha sejak dini agar menajdi bekal untuk masa depannya nanti. Selai itu manajamen keuangan juga di perlukan sehingga anak bisa uang yang dimiliki dan belajar cara untuk menghemat uang. Anak yang dilatih dengan kreatifitas dan bisa mengatur keuangan sejak dini dapat menciptakan kemandirian anak ketika dewasa agar mereka bisa hidup mandiri setelah mereka keluar dari panti asuhan. Panti Asuhan ABBA merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di jalan misi kabupaten Merauke provinsi papua selatan memiliki anak usia 9 sampai dengan 15 tahun dalam usia ini mereka mempunyai kesempatan untuk dapat berwirausaha yang perlu diajarkan sejak dini serta dapat mengatur keuangan dengan baik. Dengan usia yang masih terbilang muda mereka belum banyak memiliki wawasan tentang kewirausahan dan mengatur keuangan secara baik serta masih kurangnya kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X kretifitas anak. Dengan demikian melalui kegiatan pengabdian ini dapat menambah wawasan bagi anak-anak panti asuhan sehingga kelak bisa menjadi wirausaha muda yang dapat bersaingdi era globalisasi sekarang ini. Kondisi anak-anak pada panti asuhan 20% telah mendapatkan pengetahuan terkait dengan wirausaha yaitu melalui kegiatan dengan narasumber lain maupun dengan pembelajaran disekolah, namun untuk dapat melaksanakan kegiatan penciptaan produk mereka belum mendapatkan wawasan tarkait dengan kewirausahan dan belum ada kegiatan untuk menambah kreatifitas mereka. Oleh karena itu lewat kegiatan pengabdian ini anak-anak pada panti asuhan di persiapkan sejak dini untuk bisa memiliki jiwa kewirausahan. Adapun keinginan dari pada pengelolah panti adalah adanya kegiatan wirausaha yang dapat memberdayaakan anak-anak yaitu berupa kegiatan wirausaha dengan kapasitas aktivitas anak-anak dengan umur 12-18 tahun. Karena dilihat dari sumber daya yang juga dapat digunakan sebagai pendorong kegiatan wirausaha, misalnya memanfaatkan limbah ataupun sumber daya lainnya. Dengan memperkenalkan anak-anak memanfaatkan setiap waktu kosong di Panti Asuhan ABBA untuk menjalankan kegiatan wirausaha. PEMBAHASAN DAN HASIL Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada Panti Asuhan ABBA dimana pelaksanaan sosialisasi diawali dengan penyampaian dari ketua tim tentang kegiatan sosialisasi ini dilakukan kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh kepala Patih Asuhan sekaligus membuka kegiatan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Panti Asuhan yang dihadiri oleh Kepala Putih. Pengurus Panti dan Anak-Anak Panti Dalam kegiatan ini para peserta sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dari S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X narasumber terlihat dari para peserta yang telah berada dalam tempat kegiatan sebelum kedatangan tim dan sampai kepada pemberian materi peserta juga sangat aktif dalam melakukan proses diskusi dan memberikan pertanyaan kepada Gambar 01. Kegiatan Sosialisasi Kegiatan selanjutanya yaitu Pembuatan Produk Keripik Pisang di awali dengan dengan pembelian bahan baku yang dilakukan oleh perwakilan anak -anak Panti Asuhan ABBA tujuannya untuk mengajarkan kepada anak untuk bisa mandiri dan mampu mengatur/ mengelola keuangan secara bijak. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Gambar 02. Pembelian Bahan Pembuatan Produk Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan keripik pisang yang diikuti oleh anakanak Panti Asuhan dalam proses pembuatan pelaksana memberikan arahan dan setelah memberikan arahan memberikan kebebasan kepada mereka untuk mempraktek sendiri cara pembuatan keripik S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Gambar 03. Pembuatan Produk Keripik Pisang Kegiatan selanjuntnya Pembuatan Produk bunga dari sisik Ikan diawali dengan pembelian bahan, berupa sisik ikan, putik bunga, dan batok kepala S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan produk tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkan kreatifitas anak-anak panti asuhan dalam mengelola sumber daya yang ada disekitar menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan hingga menjadi produk berupa bunga dan bross : Membersihkan sisik ikan kakap yang telah direndam menggunakan sabun selama kurang lebih 2 hari, sehingga menghilangkan aroma tidak sedap menjemur sisik ikan yang dilakukan selama 1 hari Memberi warna pada sisik ikan, dilakukan dengan piloks sehingga menghasilkan warna dengan daya tahan yang lama Memilih sisik ikan kakap yang telah di warna, sisik ikan dipisahkan untuk memudahkan proses merangkai dengan ukuran yang sama, sehingga susunan bunga atau bros terlihat menarik. Gambar 04. Proses Menjemur sekaligus Memilih ukurang sisik ikan Dalam kegiatan pembuatan bunga dan bross dari sisik ikan Tim juga dibantu oleh pengasuh panti asuhan abba, serta dalam kegiatan tersebut, terbagi dalam dua hari proses merangkai yang masing-masing terpisah untuk kegiatan pembuatan bunga dan bross. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Gambar 05 Proses Merangkai Bunga dan Bros Dalam proses permbuatan bunga dan bros dari sisik ikan terlihat anak-anak pantih asuhan Abba baik laki-laki maupun perempuan sangat antuasia dalam proses S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Gambar 06. Hasil Merangkai Bunga Gambar 07. Hasil Pembuatan Bros Dalam pengadian terkait kewirausahan yang dilakukan di panti asuhan A bba adalah salah satu bentuk mendorong kreativitas anak-anak panti untuk dapat memiliki minat dalam berwirausaha dan juga untuk menumbuhkan pemahaman tentang bagaimana menghasilkan uang. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Ketika berbicara wirausaha maka akan selalu berhubungan dengan pengelolaan keuangan pada usaha yang dijalankan baik itu untuk individu maupun untuk kelompok. Sehingga pada kegiatan pengabdian ini Tim merasa perlu adanya praktek langsung tentang menghitung pemasukan dan pengeluaran berdasarkan dua jenis kegiatan wirausaha yang mana telah atau akan menghasilkan uang. Kegiatan penghitungan biaya ini dilakukan dalam ilmu manajemen keuangan atau pun akuntansi yaitu tentang perhitungan kas kecil/sederhana. Pada kegiatan ini hanya merupakan pemahaman dasar, pada anak-anak panti asuhan abba, sehingga akan menjadi rekomendasi tim kepada pengurus panti bidang wirausaha untuk dapat terus mendampingi dan menjadi bagian pada kegiatan menghasilkan produk, terutama dalam bidang pengelolaan keuangan. Berdasarkan kegiatan pendampingan untuk kegiatan pembukuan, terutama dalam dalam skala bebebara Mitra mengungkapkan hal tersebut karena berdasarkan pelatihan langsung dalam perhitungan biaya yang telah direkap oleh Tim, sehingga tampaknya ini menjadi pemahaman yang langsung diserap oleh mitra. Gambar 08 . Pelatihan Pembukuan S. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Secara keseluruhan kegiatan pengabdian yang dilakukan di painti Asuhan Abba, merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mendukung minat anak-anak untuk dapat melakukan kegiatan wirausaha, namun yang menjadi kendala adalah adanya kecocokan waktu yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan secara rutin. Mengingat anak-anak panti asuhan juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler di sekolah serta adanya kegiatan-kegiatan lain di Panti Asuhan. Dengan adanya kendala tersebut menjadi salah satu hal yang menghambat proses kegiatan pengabdian. Dengan melihat beberapa hal diatas, maka di temukan juga hal-hal tentang mendorong kegiatan mendorong tumbuhnya minat wirausaha, seperti: Pengetahuan. Perlunya motivasi yang baik kepada anak-anak panti asuhan untuk memahami pentingnya kegiatan berwirausaha. Dukungan pengurus. Perlu adanya dukungan langsung dari pembina panti asuhan dengan demikian menjadi pemicu semangat untuk menciptakan produk wirausaha. Waktu Penentuan berdasarkan hasil diskusi dengan pengurus dan juga anak-anak panti asuhan, sehingga hal tersebut memudahkan pengurus untuk tetap melakukan kegiatan secara mandiri secara berkelanjutan. Modal usaha. Biaya menjadi salah kendala yang dihadapi oleh panti Asuhan Abba untuk melakukan kegiatan produksi produk wirausaha. Program kerja selaras. Pengurus panti asuhan abba memiliki program kerja wirausaha sehingga kegiatan ini nampaknya menjadi semangat untuk anak-anak tetap melakukan kegiatan produksi, mengingat manajemen usaha yang diterapkan adalah home industri. Dan hasil dari wirausaha tersebut terdapat upah yang diberikan kepada anak-anak Panti Asuhan sebagai uang kerja. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Manajemen usaha. Perlu adanya terobosan tentang pembukuan dalam usaha yang Asuhan Abba, memberikan pengetahuan tentang manajemen keuangan. Berdasarkan empat jenis kegiatan yang telah dijalankan oleh Tim, maka ada harapan yang disampaikan oleh pengurus panti maupun yayasan, bahwa dengan melihat antusias anak-anak panti dalam keterlibatan kegiatan wirausaha maka, sekalipun kegiatan telah selesai dilakukan, harapannya masih dapat melakukan kegiatan pengabdian di tahun-tahun berikutnya. Harapan tersebut disampaikan oleh ketua tim wirausaha pada panti asuhan abba, selama kegiatan pelatihan pembuatan keripik dilakukan rupanya anak-anak panti asuhan terus melakukan produksi secara mandiri, kemudian hasil penjualan yang diperoleh kurang lebih Rp 700. 000,00. dalam waktu kurang lebih 1 bulan. Dan pengamatan ketua Tim wirausaha bahwa keripik pisang memiliki pasar yang cukup baik. Sehingga hasil penjualan produk yang dihasilkan tersebut dikelola selain menjadi perputaran modal kedepannya tetapi juga menjadi pendapatan mandiri dari anakanak panti asuhan sebagai bentuk uang AusakuAy. PENUTUP Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Panti Asuhan Abba, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil: Kegiatan wirausaha menjadi salah satu kegiatan yang didukung penuh oleh pengurus panti karena akan menjadi kegiatan pendukung yang sejalan dengan program kerja panti asuhan. Kegiatan wirausaha dalam hal menciptakan produk menjadi kegiatan yang menumbuhkan semangat anak-anak panti asuhan abba, sehingga dalam kegiatan ini partisipasi anak-anak tidak hanya perempuan saja tetapi juga lakilaki. Vol . : 1-14 E-ISSN : 3063-685X Kegiatan wirausaha menjadi kegiatan yang didorong oleh pengurus panti asuhan abba untuk tetap berlanjut. Kegiatan wirausaha dalam menciptakan produk menjadi kegiatan yang cocok dilaksanakan di panti asuhan abba karena memiliki proses yang pendek namun memiliki peluang pasar yang baik. Sehingga tidak menjadi beban tersendiri bagi anak-anak panti asuhan dan juga pengurus untuk terus melaksanakan kegiatan wirausaha ini. Untuk pengurus panti agar, terus mendorong anak-anak panti asuhan abba untuk melakukan kegiatan produksi keripik dan juga bunga, serta bros. Produk yang telah diciptakan oleh anak-anak panti asuhan abba, baiknya diikut sertakan dalam pameran atau sejenisnya sehingga lebih banyak peminat. Melakukan penjadwalan kegiatan ekstra untuk anak-anak panti asuhan sehingga akan menjadi proses manajemen yang baik dalam mendukung mitra dalam melaksanakan egiatan pengabdian. DAFTAR PUSTAKA