R. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CONTINUANCE INTENTION PLATFORM LIVE SHOPPING YANG DIMODERASI KEPERCAYAAN TERHADAP PENYIAR Oleh: Raja August Parlindungan Manalu1 Kurniawati2 1, 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia Email: 122012301012@trisakti. kurniawati@trisakti. ABSTRACT The growing popularity of live streaming provides an opportunity for social media operators and e-commerce platforms to develop a live online sales This opportunity challenges platform owners on how to satisfy customers and maintain their intention to continue reusing live shopping This study extends previous research focusing on consumers' initial consumption behavior related to live-streaming commerce. The post-adoption behavior of consumers towards live streaming needs to be further researched in the increasingly fierce competition between social media and e-commerce platform owners. This study focuses on how the impact of Visual effect. Social Presence, perceived usefulness, and Perceived Value influence consumers to reuse live shopping platforms. Data were analyzed from 346 respondents who have used live shopping on social media and e-commerce, and the research method used was hypothesis testing. The results showed that visual effect and perceived usefulness would significantly lead to Perceived Value, which affects the Continuance Intention of the live shopping platform. At the same time, the social presence variable does not have a positive effect on Perceived Value. This research is expected to provide input to platform providers and business actors (UMKM) to develop business and manage customer loyalty. In addition, it is expected to be an additional source of information for further research on Continuance Intention on the live shopping platform. Keywords: Broadcaster. Continuance intention. Live Shopping. Perceived Value Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. ABSTRAK Semakin populernya live streaming memberikan peluang bagi operator media sosial dan platform e-commerce untuk mengembangkan bisnis penjualan online secara live. Peluang ini membawa tantangan bagi pemilik platform tentang bagaimana memuaskan pelanggan dan mempertahankan niat mereka untuk terus menggunakan kembali platform live shopping. Penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang berfokus pada perilaku konsumsi awal konsumen terkait perdagangan live streaming. Perilaku pasca adopsi konsumen terhadap live streaming perlu diteliti lebih lanjut di situasi persaingan yang semakin ketat antara para pemilik media sosial atau platform e-commerce terhadap dampak dari Visual Effect. Social Presence. Perceived Usefulness, dan Perceived Value yang mempengaruhi konsumen untuk menggunakan kembali platform live shopping menjadi fokus penelitian ini. Data dianalisis dari 346 responden yang pernah menggunakan live shopping dimedia sosial maupun e-commerce dengan metode penelitian yang digunakan adalah pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan visual effect dan perceived usefulness, secara signifikan akan menimbulkan Perceived Value yang mempengaruhi Continuance Intention platform lives shopping. Sedangkan variabel social presence tidak berpengaruh positif terhadap Perceived Value. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada penyedia platform dan pelaku usaha (UMKM) untuk mengembangkan bisnis dan mengelola loyalitas pelanggannya. Selain itu diharapkan dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang terkait dengan Continuance Intention diplatform live shopping. Kata Kunci: Broadcaster. Continuance intention. Live Shopping. Perceived Value PENDAHULUAN Kehadiran video streaming yang semakin populer di Indonesia, didukung jaringan 4G/5G dan pembatasan pergerakan akibat pandemi COVID-19 mendorong masyarakat untuk menonton konten hiburan video digital (Bella Syana. S, 2. Hal ini juga digambarkan melalui hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia tahun 2023 (APJII). Hasil survei menunjukkan konten Video merupakan konten yang paling banyak di kunjungi yaitu sekitar 55%, melampaui Musik 48%. Game 23%. TV internet 13%. Radio . %) (APJII, 2. Fakta ini menunjukkan bahwa konten video menjadi konten yang paling banyak diminati oleh pengguna internet Indonesia, begitu juga dengan video streaming/live streaming. Karena semakin populernya fitur live streaming, para pemasar memanfaatkan peluang ini untuk mengintegrasikan fitur live streaming dengan aktivitas pemasaran mereka, menjadi model bisnis online baru yang dikenal dengan Live streaming commerce (Live shoppin. (Chong et al. Bagi para seller atau pemegang merek, mereka memanfaatkan fitur lives shopping ini untuk memperluas jangkauan promosi ataupun penjualan produk dan R. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 jasa nya ke konsumen. Ada tiga jenis platform yang digunakan pedagang untuk menawarkan produk/jasanya melalui fitur live shopping, yaitu media sosial, ecommerce dan native platform . com, 2. Fitur live shopping memungkinkan pedagang berinteraksi, berkomunikasi, dan berbagi pesan secara virtual langsung dengan konsumen. Konsumen online dapat berinteraksi langsung dengan influencer favorit mereka dan juga konsumen lainnya, mempelajari produk baru, mengajukan pertanyaan, dan menerima jawaban. Lingkungan yang informatif, menghibur, dan imersif dapat memberikan pengalaman berbelanja tanpa perlu meninggalkan kenyamanan rumah bagi konsumen (Zhu et al. , 2. Selain menghibur dan imersif, konsumen umumnya menggunakan lives shopping untuk mencari promosi dan diskon dari merek yang mereka minati. Tawaran seperti gratis ongkir, diskon, cashback, voucher, bundle, dan peluncuran produk eksklusif, menjadi hal yang paling menarik minat para konsumen di Indonesia . com, 2. Seiring dengan meningkatnya penggunaan live shopping di Indonesia, pemain Ae pemain besar dalam ranah ini pun mulai bermunculan. Shopee live mendominasi pangsa pasar . %), diikuti oleh TikTok Live . %). Tokopedia Play . %) dan Lazlive . %) dalam kategori live shopping yang paling sering digunakan di Indonesia . id, 2. Metode pembayaran, kemudahan penggunaan, efisiensi logistik, fitur lengkap, dan resolusi yang handal, menjadi keunggulan beberapa platform live shopping . com, 2. Persaingan yang ketat antara produk-produk dari berbagai platform live streaming dapat memicu peralihan perilaku konsumen apabila pemasar hanya berfokus pada kepuasan atau ketidakpuasan konsumen saja. Oleh karena itu, pemasar harus memberikan persepsi nilai yang memenuhi ekspektasi konsumen yang didasari oleh nilai utilitarian, hedonis dan nilai sosial mereka (Chong et al. , 2. Sumber: kontan. id, 2023 Gambar 1. Grafik Posisi Platform Live Shopping Yang Paling Sering Digunakan Kesuksesan live shopping telah menarik banyak penelitian yang mencoba menganalisa bagaimana platform live shopping dapat mempengaruhi niat pengguna untuk terlibat atau membeli melalui live shopping. Penelitian yang ada Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 berfokus pada penerimaan persepsi awal konsumen terhadap live shopping, wawasan tentang niat konsumen untuk terus menggunakan kembali masih Pengembangan kerangka kerja yang menjelaskan mekanisme yang mendorong niat untuk lebih memanfaatkan live shopping perlu dilakukan. Pada penelitian sebelumnya, diteliti faktor-faktor yang dianggap perlu untuk dipupuk agar dapat mempengaruhi niat menggunakan kembali yaitu fitur-fitur unik pada platform, dan karakteristik konsumen (Chong et al. , 2. Faktor unik platform mengidentifikasi kondisi kehadiran dan keramaian sosial sebagai hal yang membentuk persepsi dan validasi konsumen apakah platform live shopping tersebut layak untuk mereka gunakan. Pada faktor karakteristik konsumen, menjelaskan kebutuhan naluriah manusia akan tantangan dan gairah, dimana konsumen suka mencoba hal-hal yang mereka anggap baru (Biddell et al. , 2. Karakter konsumen lainnya adalah kebutuhan akan pengaruh informasi, dimana konsumen membutuhkan asupan informasi yang jelas yang akan mempengaruhi reaksi kognitif dan emosional mereka dalam mengambil keputusan saat berbelanja (Zhang, 2. Faktor kehadiran sosial dan keramaian sosial yang dirasakan oleh konsumen dapat membawa konsumen terlibat dalam interaksi yang hangat (Chong et al. Dalam lingkungan jaringan, rasa kehadiran sosial yang tinggi memudahkan pengguna merasakan kehangatan sifat manusia, hal ini memberikan mereka pengalaman emosional yang baik. Namun pengalaman emosional belumlah cukup untuk mengidentifikasi apakah konsumen akan memutuskan untuk menggunakan kembali, perlu diteliti faktor lain yang mempengaruhinya. Penelitian sebelumnya belum meneliti peran visual effect, faktor ini untuk memperjelas bagaimana platform memberikan sensasi pengalaman berbelanja yang berbeda dan Dibandingkan dengan bentuk informasi berupa grafik dan teks, live shopping dapat menampilkan produk dalam berbagai dimensi dan memberikan pengalaman visual yang mendalam kepada pengguna. Bagi pengguna yang menonton live shopping, konten informasi visual merupakan kesan pertama yang dirasakan secara langsung yang mempengaruhi penilaian individu terhadap produk (Zhu et al. , 2. Efek visual yang lebih baik, pada gilirannya, dapat meningkatkan rasa kehadiran sosial pengguna dan membuat mereka lebih berpartisipasi dalam aktivitas belanja online (Jeannot et al. , 2. Faktor karakteristik konsumen yang diteliti pada penelitian sebelumnya menggambarkan adanya keinginan untuk mencoba hal baru, dan kebutuhan akan informasi terhadap produk yang dicarinya (Chong et al. , 2. Namun penelitian belum menjelaskan bagaimana informasi yang tersedia di platform live shopping dapat di manfaatkan oleh konsumen untuk memutuskan berdasarkan unsur Kenikmatan berbelanja memiliki dampak positif terhadap persepsi kegunaan sehingga tingkat kenikmatan berbelanja yang lebih tinggi berhubungan dengan persepsi kegunaan yang lebih besar (Camoiras-Rodriguez & Varela. Persepsi kegunaan . erceived usefulnes. mempengaruhi sikap konsumen untuk memutuskan apakah mereka akan membeli suatu produk atau tidak. Berdasarkan persepi ini konsumen berada pada dua tipe konsumen, yaitu konsumen berdasarkan keputusan emosional atau berdasarkan kognitif yang berpengaruh positif terhadap respon pengguna (Zhang, 2. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Pada situasi persaingan yang semakin ketat bagi pelaku usaha platform maupun pemegang merek, terdapat beberapa hal yang menarik untuk di analisa, antara lain: Alasan utama konsumen untuk menggunakan fitur Live shopping masih untuk mendapatkan berbagai promosi seperti potongan harga, gratis ongkos kirim, hadiah. Apakah promosi menjadi alasan utama konsumen untuk kembali ke live shopping, ataukah apakah ada faktor lain yang perlu dipupuk oleh platform agar dapat mempertahankan loyalitas pelanggan? Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada faktor Ae faktor yang menjadi alasan konsumen untuk menggunakan platform live shopping dibandingkan metode belanja online tradisional. Penelitian belum meneliti pada kondisi persaingan yang semakin ketat pada waktu sekarang. Pada kondisi persaingan saat ini faktor apa yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi nilai yang dirasakan konsumen untuk memutuskan akan menggunakan kembali platform live shopping yang ada? Penelitian sebelumnya belum meneliti peran visual effect dan rasa kegunaan, visual effect memberikan sensasi pengalaman berbelanja yang menghibur, membantu konsumen dan pelanggan dalam menyampaikan produk yang di cari atau di tawarkan. Persepsi kegunaan mempengaruhi sikap konsumen untuk memutuskan apakah mereka akan membeli suatu Bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi konsumen untuk menggunakan kembali suatu platform live shopping? Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki faktor-faktor penentu yang mempengaruhi niat konsumen untuk menggunakan kembali suatu platform live Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan jawaban dari pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengaruh faktor Visual effect, terhadap Perceived Value yang mempengaruhi Continuance Intention pada platform live shopping? Apakah faktor kegunaan yang dirasakan memiliki pengaruh positif terhadap niat pengguna menggunakan kembali platform live shopping? Bagaimana pengaruh faktor social presence terhadap Perceived Value yang mempengaruhi Continuance Intention pada platform live shopping? Apakah trust in broadcaster dapat memperkuat pengaruh Perceived Value terhadap Continuance Intention pada live shopping? Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor visual effect, social presence dan perceived usefulness, dalam mempengaruhi Continuance Intention , diharapkan penelitian ini memberi manfaat bagi perusahaan penyedia platform commerce dan penjual (UMKM) agar dapat merumuskan alat dan strategi pemasaran live shopping yang lebih tepat untuk meningkatkan penjualan, dan Selain itu penelitian ini membedakan pengguna berdasarkan pola pikir dan motivasi mereka dalam mempengaruhi dampak persepsi kognitif dan emosional pengguna. Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. KAJIAN PUSTAKA SOR (Stimuli-Organisme-Respo. Penelitian ini mengadopsi model Stimuli-Organisme-Respon (S-O-R) (Mehrabian dan Russell, 1. sebagai teori dasar dalam penelitian ini untuk memfasilitasi pemahaman tentang perilaku konsumen dalam konteks perdagangan live streaming. Model S-O-R terdiri dari tiga elemen inti, yaitu rangsangan, organisme, dan respon. Untuk memperjelas, rangsangan mengacu pada faktor lingkungan eksternal, sedangkan organisme mengacu pada kondisi persepsi dan perasaan individu, yang tercermin dalam kondisi afektif dan kognitif mereka. Kerangka kerja model S-O-R menekankan bahwa variable Visual effect. Social Presence dan Perceived usefulness memberikan pengaruh terhadap nilai yang dirasakan sebagai organisme, dan niat untuk melanjutkan sebagai respons perilaku . ihat Gambar . Live shopping Live shopping adalah praktik perdagangan elektronik di mana penjual atau merek menjual produk langsung kepada pemirsa dalam waktu nyata melalui platform digital, seringkali disertai dengan interaksi langsung antara penjual dan Ini sering dilakukan dalam format siaran langsung atau streaming di platform seperti media sosial, aplikasi e-commerce, atau situs web khusus live Dibandingkan dengan bentuk teks grafis pada e-commerce tradisional, live shopping memberikan lebih banyak dimensi informasi, menjadikan presentasi produk dan layanan lebih hidup dan interaktif. Fungsi rentetan dan ruang obrolan pada streaming langsung memungkinkan pengguna memiliki tingkat partisipasi dan interaksi yang lebih tinggi yang membawa pengguna lebih dekat dengan pengalaman berbelanja di toko fisik (Ram & Xu, 2. Continuance Intention Teori tentang "continuance intention" atau niat untuk melanjutkan menggunakan suatu teknologi atau layanan berhubungan erat dengan Teori Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model/TAM). Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Fred D. Davis pada tahun 1989 (TAM Fred D. Davis. Secara khusus. Continuance Intention mengacu pada keinginan individu untuk melanjutkan penggunaan suatu teknologi setelah periode penggunaan awal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman pengguna, kebiasaan, dan kepuasan terhadap penggunaan sebelumnya. Pengembangan Hipotesis Persepsi nilai mengacu pada penilaian konsumen secara keseluruhan terhadap suatu produk atau layanan berdasarkan persepsi mereka terhadap manfaat dan kekurangannya. Peningkatan nilai yang dirasakan mengurangi ketidakpastian dan risiko yang dirasakan dalam belanja online, sehingga lebih mudah untuk membangun hubungan yang saling percaya, dan membangun kepercayaan dapat meningkatkan loyalitas konsumen (Wu & Huang, 2. Pada R. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 konteks belanja, persepsi nilai tersebut terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu nilai utilitarian, nilai hedonis, dan nilai sosial. Gaya hidup adalah pola atau cara seseorang mengekspresikan atau mewujudkan cita-cita, kebiasaan, pendapat. dengan cara yang unik dalam suatu lingkungan. Salah satu gaya hidup yang sedang berkembang pada zaman ini adalah gaya hidup hedonis (Sitasi et al. Nilai yang dirasakan memainkan peran penting dalam memandu pengembangan hubungan jangka panjang dengan konsumen, dan penelitian sebelumnya telah menggambarkan dampak positifnya terhadap konstruk relasional seperti loyalitas dan niat untuk melanjutkan hubungan (Chong et al. Bukti yang ada lebih lanjut menunjukkan bahwa konsumen hanya akan mengembangkan keterikatan pada perusahaan/layanan ketika nilai yang diberikan memenuhi kebutuhan dan harapan mereka. Oleh karena itu, penelitian mengajukan hipotesis sebagai berikut: H1: Nilai yang dirasakan pengaruh positif dengan niat konsumen untuk melanjutkan perdagangan live streaming Dalam konteks media sosial, kehadiran sosial mengacu pada bagaimana interaksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak melalui konten yang di bagikan. Kehadiran sosial dapat secara langsung mempengaruhi kesejahteraan konsumen dan secara tidak langsung mempengaruhi kesejahteraan konsumen melalui kenikmatan berbelanja (Huang et al. , 2. Tingkat kehadiran sosial yang tinggi dapat dirasakan, karena konsumen dapat menonton video secara real-time dan terlibat dalam komunikasi dengan penyiar dan konsumen lain (Ma. Kehadiran sosial live streaming dan kehadrian sosial pemirsa berpengaruh positif terhadap keprcayaan konsumen, selanjutnya kepercayaan konsumen berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif (Fara, 2. Hal ini dapat memberikan persepsi kesenangan pada konsumen, kesenangan dalam aktivitas berbelanja menjadi bagian penting dalam proses berbelanja. Oleh karena itu penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut: H2: Efek kehadiran sosial berpengaruh positif terhadap persepsi nilai yang dirasakan pengguna atau konsumen Ketika pengguna menggunakan sistem, mereka akan memiliki reaktif kognitif dan emosional tertentu dalam mengenali proses interaksi dengan sistem (Zhu et al. , 2. Konsumen lebih menyukai penggambaran informasi secara visual daripada verbal dalam berbagai macam produk. Platform live shopping menggunakan model 3D yang realistis, pengikut dapat melihat produk lebih dekat dan menilai karakteristiknya secara lebih detail (Barta et al. , 2. Rangsangan lingkungan live streaming . aik interaksi maupun rangsangan visua. dapat mempengaruhi kognisi emosional . asa kehadiran dan kepercayaa. penonton dengan demikian, mempengaruhi perilaku partisipasi berkelanjutan mereka (Lv et , 2. Bagi pengguna, konten informasi virtual merupakan kesan pertama yang dirasakan pengguna terhadap suatu produk, dan akan secara langsung mempengaruhi penilaian individu terhadap atribut produk tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut: Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 H3: Visual Effect dari Live streaming berpengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan (Perceived Valu. Kegunaan yang dirasakan mengacu pada sejauh mana konsumen percaya bahwa live streaming dapat membantu mereka mencapai tujuan mereka dalam Hal ini mencakup: apakah mereka dapat dengan mudah menemukan produk, mendapat informasi produk, berinteraksi sosial dengan penjual dan sesama pembeli, sampai pada kemudahan proses pembelian. Kenikmatan berbelanja memiliki dampak positif terhadap persepsi kegunaan sehingga tingkat kenikmatan berbelanja yang lebih tinggi berhubungan dengan persepsi kegunaan yang lebih besar (Camoiras-Rodriguez & Varela, 2. Selain itu pola motivasi konsumen berfokus pada pola pikir pribadinya, yaitu perbedaan pola pikir motivasi pengguna . isalnya fokus promosi vs fokus pencegaha. berdasarkan ciri-ciri demografis (Hilvert-Bruce et al. , 2. Karena individu lebih suka mengandalkan pola pikir motivasi default mereka untuk mencapai tujuan mereka, pengguna yang berfokus pada promosi lebih memperhatikan kenikmatan dan kesenangan, sedangkan pengguna yang berfokus pada pengendalian lebih memperhatikan nilai kegunaan praktis (Lin & Chen, 2. Pengguna yang fokus pada promosi lebih cenderung menganalisis berdasarkan faktor emosional, sedangkan pengguna yang berfokus pada pengendalian lebih cenderung mengadopsi pemikiran rasional, untuk menghindari bahaya dan kerugian. Individu yang berfokus pada promosi lebih cenderung mengalami emosi positif yang mempengaruhi perilaku konsumsi mereka (Song & Qu, 2. Ketika konsumen merasakan bahwa live streaming berguna bagi mereka, mereka lebih cenderung menilai tinggi platform atau produk yang ditawarkan. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan kepuasan, loyalitas, dan kemungkinan untuk membeli kembali di masa depan. Dengan meningkatkan kegunaan platform dan produk live streaming, dapat meningkatkan nilai yang dirasakan konsumen dan mendorong nilai melanjutkan kembali. Dengan demikian penelitian menyatakan: H4: Kegunaan yang dirasakan berpengaruh positif dengan nilai yang Transfer kepercayaan diyakini sebagai mekanisme penting untuk pembentukan kepercayaan konsumen dalam konteks perdagangan online. Menurut teori transfer kepercayaan, kepercayaan terhadap suatu entitas dapat ditransfer ke entitas lain ketika mereka terhubung. Kepercayaan terhadap penyiar pada perdagangan live streaming, mengacu pada keyakinan penonton terhadap kemampuan dan kejujuran penyiar dalam menyajikan informasi dan melakukan transaksi (Cheng et al. , 2. Kepercayaan ini dibangun melalui interaksi dan pengalaman penonton dengan penyiar selama live streaming. Faktor yang mempengaruhi kepercayaan konsumen pada penyiar antara lain karena keahlian dan pengetahuan penyiar, kejujuran dan transparansi, keterlibatan dan interaksi hingga reputasi dan ulasan (Liu et al. , 2. Karena penyiar dianggap sebagai pemimpin opini dalam konteks perdagangan live streaming dan umumnya diikuti oleh konsumen, maka konsumen cenderung menganggap penyiar tersebut otentik dan mampu memberikan informasi yang faktual dan berharga (Guo et al. , 2. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Oleh karena itu, kurangnya kepercayaan kepada penyiar diperkirakan akan mengurangi kekuatan nilai, sehingga mendorong konsumen untuk menahan niat pembelian bahkan menggunakan kembali platform live streaming. Sesuai dengan hipotesis berikut: H5: Kepercayaan terhadap penyiar berhubungan berhubungan positif dengan nilai yang dirasakan H6: Kepercayaan terhadap penyiar memoderasi hubungan antara nilai yang dirasakan dan niat untuk terus menggunakan perdagangan live Sumber: (Chong et al. , 2. , (Chen et al. , 2. , (Liu et al. , 2. (Zhu et al. , 2. Gambar 2. Model Hubungan Positif Variabel Yang Mempengaruhi Niat Konsumen Untuk Menggunakan Kembali Platform Live streaming METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan studi kuantitatif deskriptif, penelitian akan menguji hipotesis dengan menggunakan alat statistik yang dijelaskan secara deskriptif, dengan tujuan mengetahui hubungan antar variabel yatiu seberapa besar variabel Visual Effect. Social Presence. Perceived Usefulness memberikan dampak bagi Perceived Value konsumen untuk mempengaruhi Continuance Intention pada live Penelitian menggunakan metode survey online melalui google form yang dilakukan terhadap 346 responden, dengan kriteria & karakteristik: Responden yang pernah mengikuti atau berbelanja di fitur Live shopping baik melalui media sosial maupun e-commerce Mengunjungi atau berbelanja fitur Live shopping minimal 1 bulan terakhir Usia minimal 20 tahun sampai dengan diatas 35 tahun Variabel dalam penelitian ini adalah Visual Effect. Social Presence. Perceived Usefulness, dan Perceived Value. Setiap variabel diukur menggunakan skala Likert. Jawaban diukur dalam 5 skala Likert, dimana nilai 1 . mewakili pendapat Sangat Tidak Setuju, nilai 2 . mewakili pendapat Tidak Setuju, nilai Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 3 . mewakili pendapat Cukup Setuju, nilai 4 . mewakili pendapat Setuju, dan nilai 5 . mewakili pendapat Sangat Setuju. Penelitian menggunakan metode Non-Probability Sampling, dengan teknik Purposive sampling, dimana tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Artinya, pemilihan sampel didasarkan pada subjektivitas dan kriteria tertentu yang telah ditentukan dalam penelitian. Profil responden dapat dilihat pada Tabel 1. Dari tabel dapat dilihat bahwa pengguna live shopping yang kurang dari 1 bulan sebanyak 48,6% dari total 346 sampel dan sebanyak 51,4% adalah pengguna live shopping. Untuk frekuensi menggunakan live shopping satu bulan terakhir, mayoritas 67,3% lebih dari satu kali sisanya 32,7% sebanyak 1 kali. Diantara platform live shopping, shopee adalah platform yang paling besar yaitu 43,4% dari total seluruh seluruh Dari jumlah uang transaksi live shopping, jumlah terbesar adalah pengeluaran antara Rp. 000 Ae Rp. 000 yaitu sebesar 52,6%, diikuti pengeluaran lebih dari Rp 200. 000 yaitu sebesar 29,5% dan sisanya kurang dari Rp. 000 yaitu sebesar 17,9%. Jenis kelamin perempuan mendominasi responden penelitian yaitu sebesar 53,2% dan sisanya 46,8% berjenis kelamin laki-laki. Dari segi kelompok usia, jumlah terbesar adalah pada kelompok usia 2630 tahun yaitu sebesar 38,2%, diikuti lebih dari 36 tahun yaitu sebesar 28,3%, kelompok usia antara 20-25 tahun sebesar 19,4% dan paling rendah adalah kelompok usia 31-35 tahun yaitu sebesar 14,2%. Dilihat dari pekerjaan responden, mayoritas didominasi responden dengan pekerjaan swasta yaitu sebesar 63,6%. Dari aspek tingkat pendidikan, mayoritas responden adalah memiliki pendidikan Sarjana yaitu sebesar 57,8%. Tabel 1. Profil Responden Berdasarkan Kriteria Menggunakan Platform Live Shopping Profil Responden Pengguna Live shopping O 1 bulan > 1 bulan Seberapa sering menggunakan Live shopping 1 bulan terakhir 1 kali > 1 kali Platform Live shopping Shopee Tokopedia TikTok Lazada Facebook Instagram Zalora Amazon Yang lain Jumlah uang per transaksi Live shopping < Rp, 100,000 Rp, 100,000 Ae 200,000 >Rp 200,000 Jenis kelamin Frekuensi Presentase (%) R. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Profil Responden Laki-laki Perempuan Frekuensi Presentase (%) Usia 20-25 tahun 26-30 tahun 31-35 tahun >36 tahun Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa Karyawan Swasta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Wira Usaha Lainnya Pendidikan SMA Diploma Sarjana Pasca Sarjana Sumber: data diolah peneliti, 2024 Hasil pengujian instrumen untuk pengujian validitas menunjukkan indikator yang membentuk variabel/dimensi dari variabel terbukti valid karena menghasilkan nilai factor loading lebih dari 0,35 yang artinya seluruh indikator yang digunakan mampu mengukur variabel/dimensinya. Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan seluruh indikator yang membentuk variabel/dimensi terbukti konsisten . Dari pengujian instrumen ini dapat disimpulkan seluruh indikator dari variabel/dimensi terbukti valid dan reliabel sehingga seluruhnya digunakan pengujian hipotesis penelitian. Tabel 2. Uji Validitas. Uji Reliabilitas dan Statistik Deskriptif Frekuensi & Intensitas Factor Loading Composite Reliability AVE Continuance Intention Rerata Std. Deviasi 3,930 0,870 Konsumen berniat untuk menggunakan Live shopping 0,866 4,109 0,864 Konsumen akan tetap menggunakan Live shopping secara teratur 0,895 3,841 0,966 Konsumen lebih memilih menggunakan Live shopping dibandingkan metode lain 0,893 3,829 1,061 Konsumen berniat meningkatkan penggunaan Live shopping 0,892 3,942 1,033 4,156 0,697 4,211 0,826 0,936 0,786 Perceived Value Ae Nilai Utilitarian Live shopping dapat meningkatkan kinerja konsumen 0,798 0,900 0,692 Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Frekuensi & Intensitas Factor Loading Composite Reliability AVE Rerata Std. Deviasi dalam mencari produk Live shopping dapat meningkatkan produktivitas konsumen dalam mencari produk 0,822 4,075 0,864 Live shopping meningkatkan efisiensi dalam berbelanja 0,822 4,153 0,835 Live shopping lebih efisien dalam mencari dan membeli produk 0,883 4,187 0,828 4,027 0,803 Perceived Value Ae Nilai Hedonic Berbelanja di Live shopping benar-benar menyenangkan 0,794 4,173 0,833 Berbelanja di Live shopping digunakan konsumen untuk mengisi waktu senggang 0,820 3,985 0,979 Live shopping tetap di kunjungi konsumen walau tidak membeli 0,833 3,829 1,101 Live shopping di senangi konsumen dibandingkan aktivitas 0,847 3,913 1,040 Live shopping menjadi hiburan bagi konsumen 0,865 4,083 0,908 Live shopping meningkatkan rasa 0,856 4,176 0,898 3,785 0,904 4,066 0,840 3,817 0,980 0,933 0,699 Perceived Value Ae Nilai Sosial Live shopping sebagai sarana sumber informasi sesama 0,804 Live shopping sebagai sarana berbagi pengalaman 0,800 Live shopping sebagai sarana 0,888 3,606 1,225 Live shopping memperluas jaringan konektivitas pengguna 0,878 3,650 1,209 Perceived Value 3,989 0,736 Visual Effect 4,046 0,475 4,037 0,939 4,052 0,785 4,049 0,878 Tampilan Live shopping nyaman dilihat melalui gadget 0,879 Live shopping menarik untuk 0,841 Produk yang di tampilkan di Live 0,855 0,908 0,894 0,711 0,737 Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Factor Loading Frekuensi & Intensitas Composite Reliability AVE Rerata Std. Deviasi 3,923 0,840 shopping sangat jelas Social Presence Saya merasakan interaksi dengan orang lain dalam Live shopping 0,888 3,965 0,995 Saya merasa kedekatan secara personal saat berinteraksi di Live shopping baik dengan host maupun pembeli lainnya 0,853 3,757 1,037 Saya dapat merasakan keberadaan orang lain dalam interaksi Live 0,885 3,887 1,002 Saya merasakan suasana yang hangat, ramah, dan menyenangkan pada saat Live 0,862 3,907 1,002 Saya memiliki kesempatan untuk mendengarkan dan memahami pendapat, ide, atau ulasan dari host atau dari interaksi antara 0,810 4,101 0,8400 4,128 0,701 4,156 0,8573 4,066 0,7641 4,161 0,7819 3,871 0,877 3,962 0,972 4,020 0,869 0,934 0,740 Perceived Usefulness Live streaming membantu konsumen untuk lebih efisien dalam mencari produk 0,855 Live shopping memberikan rekomendasi yang komperhensif 0,866 Live shopping membantu konsumen dalam menilai suatu produk sebelum membeli 0,909 0,909 0,769 Trust in Broadcaster Host/penyiar di Live shopping dapat dipercaya 0,874 Host memberikan kesempatan bagi konsumen untuk bertanya atau sekedar memberi tanggapan 0,768 Konsumen merasa dekat dengan host nya 0,901 3,739 1,036 Host bersikap tulus dan ramah 0,904 3,763 1,167 0,921 Sumber: data diolah peneliti, 2024 0,746 Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Pengujian Ketepatan Model Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menguji bahwa antara variabel independen dalam model penelitian tidak boleh saling berhubungan. Hasil pengolahan untuk pengujian multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel 3 yang menunjukkan bahwa: Untuk model regresi Continuance Intention dengan 3 variabel independen yaitu Perceived Value. Trust in Broadcaster dan moderating effect (Trust in Broadcaster memoderasi Perceived Value terhadap Continuance Intention ) menghasilkan nilai VIF < 10 yang menunjukkan tidak terdapat multikolinearitas variabel tersebut Untuk model regresi Perceived Value 4 variabel independen yaitu Visual effect. Social Presence. Perceived Usefulness dan Trust in Broadcaster menghasilkan nilai VIF < 10 yang menunjukkan tidak terdapat multikolinearitas untuk variabel tersebut Tabel 3. Pengujian Multikolinearitas Variabel Independen 3,745 5,460 2,785 3,541 3,350 4,990 TIB Sumber: data diolah peneliti, 2024 Coefficient Determination (R-Squar. Pengujian model fit untuk model SEM-PLS ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi dimana hasil pengolahan ditunjukkan dengan Tabel 4 yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel 4. Coefficient Determination Model R Square R Square Adjusted 0,624 0,621 0,822 0,820 Sumber: data diolah peneliti, 2024 Untuk model Continuance Intention diperoleh nilai adjusted R-square sebesar 0,621 yang artinya variasi atau perilaku dari 2 variabel independen yaitu Perceived Value, dan moderating effect (Trust in Broadcaster memoderasi Perceived Value terhadap Continuance intentio. mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen yaitu Continuance Intention sebesar 62,1% sedangkan sisanya yaitu sebesar 37,9% adalah variasi dari variabel independen lain yang mempengaruhi Continuance Intention tetapi R. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 tidak dimasukkan dalam model. Hasil ini menunjukkan bahwa model Continuance Intention memiliki model fit yang baik. Untuk model Perceived Value Usaha diperoleh nilai adjusted R-square sebesar 0,820 yang artinya variasi atau perilaku dari variabel independen yaitu Visual Effect. Social Presence. Perceived Usefulness mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen yaitu Perceived Value 82% sedangkan sisanya yaitu sebesar 18,0% adalah variasi dari variabel independen lain yang mempengaruhi Perceived Value tetapi tidak dimasukkan dalam model. Hasil ini menunjukkan bahwa pada model Perceived Value memiliki model fit yang baik. Gambar 3. Model SEM PLS HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengolahan untuk pengujian hipotesis disajikan pada Tabel 5 sebagai Tabel 5. Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian Hipotesis Deskripsi Perceived Value memiliki pengaruh positif terhadap Continuance Intention Sosial Presence berpengaruh positif terhadap Perceived Value Estimate C,R, p-value Simpulan 0,714 9,005 0,000 Hipotesis 0,113 1,486 0,069 Visual effect berpengaruh positif terhadap Perceived Value 0,311 5,519 0,000 Perceived Usefulness berpengaruh positif terhadap Perceived Value 0,262 5,137 0,000 Hipotesis Hipotesis Hipotesis Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. Trust in Broadcaster berpengaruh positif terhadap 0,304 3,886 0,000 Perceived Value Perceived Value memiliki pengaruh positif terhadap Continuance Intention 0,074 1,768 0,039 dimoderasi oleh Trust in Broadcaster Sumber: Hasil Pengolahan Data *= 5%, ** = 10% Hipotesis Hipotesis Pengujian pengaruh Perceived Value terhadap Continuance intention, menunjukkan bahwa nilai koefisien estimasi sebesar 0,714, dapat dikatakan bahwa nilai Perceived Value yang meningkat akan meningkatkan Continuance Intention dan sebaliknya nilai Perceived Value yang menurun akan menurunkan Continuance intention. Hasil menunjukkan nilai statistik 9,005, p-value sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan Perceived Value berpengaruh positif terhadap Continuance Intention terbukti (Hipotesis . Nilai yang dirasakan memainkan peran penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa nilai yang dirasakan berdampak positif pada pembangunan hubungan, seperti loyalitas dan niat untuk melanjutkan hubungan di masa yang akan datang (Chong et al, 2. Nilai yang dirasakan oleh konsumen, adalah faktor kunci yang memengaruhi apakah mereka akan terus menggunakan platform live shopping. Jika konsumen merasa mendapatkan nilai yang baik dari pengalaman berbelanja mereka, mereka cenderung akan kembali dan terus menggunakan platform tersebut. Pengaruh positif antara Social Presence terhadap Perceive Value diperoleh nilai koefisien estimasi dari hasil pengolahan adalah sebesar 0,113 yang berarti ketika Social Presence meningkat maka Perceive Value juga akan meningkat, dan sebaliknya ketika Social Presence menurun maka Perceived Value akan menurun. Nilai p-value statistik 1,486 sebesar 0,069 > 0,05 yang berarti H0 diterima, sehingga hipotesis Social Presence berpengaruh positif terhadap Perceived Value tidak terbukti (Hipotesis . Meskipun platform live shopping menawarkan peluang untuk interaksi sosial, masih banyak konsumen yang merasa kurang terhubung dengan penjual dan sesama pembeli. Berikut beberapa alasan yang Sifat satu arah, live streaming dengan audiens yang besar dapat memiliki efek negatif pada interaksi sosial, karena individu mungkin merasa tersesat dan sulit untuk mendapatkan perhatian streamer atau interaksi dengan sesama pembeli lainnya (Fara Maulidya, 2. Kurangnya konten yang interaktif, platform Live shopping mungkin tidak menyediakan konten interaktif yang mendorong percakapan dan membangun hubungan antar pengguna, sementara kehadiran sosial live streaming seharusnya mampu mengurangi jarak antara pembeli dan penjual dan menciptakan umpan balik yang baik dalam hubungan pertukaran antara kedua pihak (Huang et al, 2. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Masyarakat Indonesia cenderung lebih menghargai interaksi langsung atau tatap muka dalam proses belanja. Mereka mungkin lebih suka melihat dan merasakan produk secara langsung, serta berinteraksi dengan penjual atau penjual potensial secara personal. Tangibility atau kesempatan untuk memegang/merasakan produk secara langsung . %), tidak ada biaya pengiriman . %), diikuti oleh jarak toko yang dekat . %) adalah tiga faktor utama yang membuat konsumen lebih memilih berbelanja secara offline (Al Hafiz Perkasa, 2. Hubungan pengaruh positif Visual effect terhadap Perceived Value berdasarkan hasil olahan data menunjukkan nilai koefisien estimasi sebesar 0,311 yang berarti ketika Visual effect meningkat maka Perceived Value meningkat, dan sebaliknya. Dengan nilai statistik sebesar 5,519 menghasilkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima, ini membuktikan hipotesis bahwa Visual effect berpengaruh positif terhadap Perceived Value terbukti (Hipotesis . Konsumen lebih menyukai representasi visual dari informasi tentang produk yang berbeda daripada representasi verbal. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana platform Live shopping menggunakan model 3D realistis memungkinkan pengikut melihat lebih dekat produk dan mengevaluasi karakteristiknya secara lebih detail (Barta et al, 2. Visual effect yang baik dapat meningkatkan persepsi konsumen terhadap kualitas produk. Tampilan produk yang jelas, detail, dan profesional dapat memberikan kesan bahwa produk tersebut berkualitas tinggi dan layak untuk dibeli. Dampak positif dari Perceived Usefulness terhadap Perceive Value terbukti sesuai olahan data dimana nilai koefisien estimasi adalah sebesar 0,262 yang berarti ketika persepsi manfaat meningkat, nilai yang dirasakan juga meningkat, dan sebaliknya, ketika manfaat yang dirasakan menurun, nilai yang dirasakan juga akan menurun. Nilai statistik sebesar 5,137 menghasilkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima sehingga membuktikan hipotesis bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan (Hipotesis Ketika konsumen merasa bahwa live streaming bermanfaat bagi mereka, mereka cenderung akan memberikan penilaian positif terhadap platform atau produk yang ditawarkan, hal ini meningkatkan kepuasan, loyalitas, dan kemungkinan membeli lagi di masa mendatang (Camoiras-Rodriguez & Varela. Meningkatkan kegunaan platform dan produk streaming langsung dapat meningkatkan nilai yang dirasakan konsumen dan meningkatkan nilai keterlibatan. Perceived usefulness juga dapat meningkatkan nilai hedonis . edonic valu. secara tidak langsung. Ketika konsumen merasa terbantu dan dimudahkan oleh platform live shopping, pengalaman berbelanja mereka menjadi lebih positif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan nilai hedonis. (Hipotesis . menguji pengaruh positif kepercayaan pada seorang penyiar terhadap nilai yang dirasakan konsumen. Nilai koefisien estimasi dari hasil pengolahan sebesar 0,304 yang berarti Perceived Value meningkat seiring dengan meningkatnya Trust in Broadcaster, dan sebaliknya Perceived Value menurun seiring dengan menurunnya Trust in Broadcaster. Nilai p-value utuk statistik 3,886 sebesar 0,000 < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 membuktikan hipotesis bahwa Trust in Broadcaster berpengaruh positif terhadap Perceived Value. Penyiar yang terpercaya dapat meningkatkan nilai informasi yang disampaikan selama live shopping. Konsumen akan lebih memperhatikan dan mempercayai informasi yang diberikan oleh penyiar yang mereka percaya, sehingga informasi tersebut memiliki nilai yang lebih tinggi bagi mereka. Transfer kepercayaan merupakan faktor krusial dalam terbentuknya kepercayaan konsumen dalam berbelanja online. Jika suatu entitas berelasi dengan entitas lain, kepercayaan terhadap salah satu entitas tersebut dapat dialihkan (Cheng et al. Transaksi live streaming menuntut konsumen untuk percaya terhadap kemampuan penyiar dalam menyajikan informasi dan melakukan transaksi dengan integritas. Pengujian pada Hipotesis 6 dilakukan untuk menguji dampak Perceived Value terhadap Continuance Intention yang di moderasi oleh Trust in Broadcaster. Hasil pengolahannya menghasilkan nilai estimasi koefisien sebesar 0,074, ini berarti bahwa ketika Perceived Value meningkat, maka Continuance Intention yang di moderasi oleh Trust in Broadcaster akan meningkat, demikian juga sebaliknya. Nilai statistik 1,768 menghasilkan p-value sebesar 0,039 < 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha diterima, maka hipotesis yang menyatakan Perceived Value berpengaruh positif terhadap Continuance Intention yang dimoderasi oleh Trust in Broadcaster terbukti. Karena kenyataan bahwa konsumen cenderung mengikuti lembaga penyiaran dan menganggap mereka sebagai pemimpin opini dalam perdagangan streaming langsung, mereka sering kali percaya bahwa informasi lembaga penyiaran adalah asli dan dapat dipercaya (Guo et al, 2. Sehingga konsumen akan semakin nyaman dan percaya untuk terus mengunjungi toko penyiar favorit mereka dan juga menggunakan platform Live shopping dimana penyiar memasarkan produnya. Sebaliknya, jika konsumen memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap penyiar, mereka mungkin akan kurang memperhatikan atau meragukan informasi yang disampaikan oleh penyiar. Hal ini dapat menurunkan Perceived Value konsumen terhadap produk yang ditawarkan, karena mereka merasa tidak yakin dengan informasi yang diberikan. Akibatnya. Continuance Intention konsumen juga dapat menurun, karena mereka merasa tidak nyaman atau tidak percaya dengan platform live shopping tersebut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Perceived Value berpengaruh positif terhadap Continuance intention. Selanjutnya Visual Effect berpengaruh positif terhadap Perceived Value. Social Presence tidak berpengaruh positif terhadap Perceived Value. Hal ini dikarenakan model perilaku belanja di Indonesia sering kali sangat berfokus pada harga, dengan penjual yang menawarkan diskon dan promosi besar-besaran. Hal ini dapat menciptakan rasa urgensi dan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian impulsif, sehingga hal ini tidak menghasilkan loyalitas pelanggan untuk jangka panjang. Kemudian perceived usefulness yang dimoderasi oleh trust in broadcaster berpengaruh positif terhadap Perceived Value dan berpengaruh terhadap Continuance Intention. Manalu. Kurniawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. 29-50 Implikasi manajerial untuk memperkuat Continuance Intention pada fitur live shopping, perusahaan dapat meningkatkan persepsi yang dirasakan konsumen dengan cara meningkatkan layanan visual effect pada live shopping agar tampilan lebih menarik dan mudah di lihat. Fitur live shopping dapat dilengkapi dengan virtual assistant yang dapat memandu dan memudahkan konsumen dalam mencari produk atau toko yang mereka inginkan Kepercayaan terhadap penyiar berperan penting bagi pembeli untuk memutuskan membeli suatu produk, selain itu semakin banyaknya penyiar yang berkualitas dan dipercaya oleh konsumen akan berdampak pada niat pelanggan untuk menggunakan kembali platform live shopping di kemudian hari. Platform live shopping dapat memberikan penghargaan . kepada para penyiar yang dianggap memberikan nilai atau layanan yang baik bagi pelanggannya. Kriteria dan penilaiannya dapat ditentukan sesuai kebijakan platform live shopping itu Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi platform live shopping dan Platform live shopping perlu memastikan bahwa mereka bekerja sama dengan penyiar yang memiliki reputasi baik dan kredibel di mata konsumen. Selain itu, platform juga perlu menyediakan informasi produk yang akurat dan transparan, sehingga konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang Di sisi lain, penyiar juga perlu menjaga kepercayaan konsumen dengan memberikan informasi yang jujur dan relevan mengenai produk yang Penelitian ini memiliki keterbatasan pertama, model diuji dengan data yang dikumpulkan di satu Negara. Ketika temuan dan kesimpulan diperluas ke negara/masyarakat lain dampak kausal atau efek moderatnya dapat berubah atau besarnya bervariasi. Terdapat perbedaan dalam tingkat ekonomi, latar belakang politik, dan latar belakang budaya antar negara dan masyarakat. Di berbagai negara, platform live shopping berada pada tahap perkembangan yang berbeda. Bentuk-bentuk baru teknologi informasi mungkin mempunyai persepsi yang berbeda-beda oleh konsumen dari berbagai negara/wilayah, dan bergantung pada beberapa faktor spesifik negara, konsumen mungkin juga mempunyai preferensi dan kemauan untuk membeli yang berbeda-beda. Penelitian ini hanya mempertimbangkan satu faktor internal keadaan psikologis pengguna, yaitu persepsi nilai yang dirasakan. Dalam penelitian selanjutnya, peneliti lain dapat mengeksplorasi keadaan psikologis pengguna secara lebih komprehensif . eperti persepsi kemudahan penggunaan dan loyalty konsume. Selain itu, penelitian di masa depan dapat menyempurnakan model ini dengan memasukkan variabel lain yang relevan . eperti latar belakang budaya dan tingkat pendapata. , dengan tujuan menyempurnakan model untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku konsumen dalam Live shopping. Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 11 No. 2 (Desember 2. REFERENSI