STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TANGKAP DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN Rahmad Armansyah1. Leni Handayani2 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Medan Jl Garu II A No. 93 Medan Telp . 7867044 Fax 78627471 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Medan Jl Garu II A No. 93 Medan Telp . 7867044 Fax 78627472 rahmadarmansyah@umnaw. lenihandayani@umnaw. ABSTRAK Pengelolaan perikanan menghadapi beberapa tantangan dan permasalahan, salah satunya adalah adalah penurunan stok ikan akibat eksploitasi yang berlebihan. Penurunan populasi ikan salah satunya disebabkan oleh praktek penangkapan ikan yang tidak bertanggung Perubahan iklim juga menjadi permasalahan serius dalam pengembangan usaha perikanan karena mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor internal . ekuatan dan kelemaha. eluang dan ancama. dan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha perikanan tangkap di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah Pendekatan analisis SWOT akan membantu dalam menentukan strategi pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Medan Belawan. Analisis SWOT melibatkan evaluasi kekuatan . , kelemahan . , peluang . , dan ancaman . yang terkait dengan sektor perikanan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan (S) dalam pengembangkan perikanan tangkap terdiri dari : . Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia . Tingginya Permintaan Ikan Laut . Wilayah Penangkapan Ikan . Akses Distribusi Ikan. Faktor Kelemahan (W) terdiri dari : . Terbatasnya Penggunaan Alat Bantu Teknologi Penangkapan, . Kualitas Sumberdaya Manusia Masih Rendah, . Keterbatasan Modal Usaha, . Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil. Faktor Peluang (O) dalam pengembangan tangkap terdiri dari : . Potensi Sumberdaya Ikan Belum dimanfaatkan Secara Optimal, . Distribusi Hasil Tangkapan Mudah, . Lokasi Daerah Penangkapan Ikan Dekat . Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap. Faktor Ancaman (T) terdiri dari : . Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual . Konflik dengan Nelayan Luar . Iklim dan Cuaca yang Berubah Ekstrim . Regulasi Terkait dengan Perizinannya. Strategi dalam pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths Ae Oppurtunitie. yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut : . Pemanfaatan sumberdaya perairan secara optimal (S1. Wilayah dan lokasi dekat dengan nelayan sehingga pendistribusian hasil tangkap lebih mudah dilakukan (S2. O2. Dukungan Pemda terkait akses distribnusi dan tingginya permintaan ikan laut (S2. S4. Kata Kunci : Strategi Pengembangan. Perikanan Tangkap. Medan Belawan ABSTRACT Fisheries management faces several challenges and problems, one of which is the decline in fish stocks due to overexploitation. The decline in fish populations is partly caused by irresponsible fishing Climate change is also a serious problem in fisheries development because it disrupts the balance of marine ecosystems. The purpose of this study is to determine the internal factors . trengths and weaknesse. , factors . pportunities and threat. , and appropriate strategies for developing capture fisheries businesses in the study area. The method used is a SWOT analysis approach to help determine a strategy for developing fisheries businesses in Medan Belawan District. A SWOT analysis involves evaluating the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with the fisheries sector. The results of the study indicate that the strength factors (S) in the development of capture fisheries consist of: . Potential of Indonesian Water Resources . High Demand for Sea Fish . Fishing Areas . Access to Fish Distribution. Weakness Factors (W) consist of: . Limited Use of Fishing Technology Aids, . Low Quality of Human Resources, . Limited Business Capital, . Small Scale Fishing Fleet Size. Opportunity Factors (O) in the development of capture fisheries consist of: . Potential Fish Resources Have Not Been Utilized Optimally, . Easy Distribution of Catch Results, . Location of Fishing Areas is Close . Local Government Support for Capture Fisheries Business. Threat Factors (T) consist of: . Fish Entering from Outside the Region. Thus Reducing the Selling Price . Conflict with Outside Fishermen . Extreme Climate and Weather Changes . Regulations Related to Permits. The strategy for developing capture fisheries in the research area is an aggressive strategy or SO (Strengths-Opportunitie. strategy, which utilizes strengths to exploit existing opportunities through the following activities: . Optimal utilization of aquatic resources (S1. Proximity to areas and locations for easier distribution of catch (S2. O2. Local government support for distribution access and high demand for marine fish (S2. S4. Keywords: Development Strategy. Capture Fisheries. Medan Belawan dikelola secara bijaksana dan lestari. Sektor perikanan membantu memenuhi kebutuhan pangan protein hewani melalui optimalisasi potensi perikanan yang ada dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan (FAO, 2020. Bene et al. , 2. Terlebih, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan dari tahun ke tahun semakin meningkat yang memperbesar peluang untuk mengembangkan sektor Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi perikanan tangkap nasional pada tahun 2022 mencapai lebih dari 7 juta ton, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sector kelautan dan perikanan sebesar 3,5 persen. Selain itu, sector ini menjadi sumber penghidupan bagi sekitar PENDAHULUAN Latar Belakang Identifikasi perikanan merupakan langkah penting dalam pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Identifikasi potensi perikanan membantu dalam merencanakan dan menerapkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan memahami dinamika populasi ikan, suhu perairan dan faktor-faktor keputusan menjadi tepat karena didasarkan pada data yang akurat. Hal ini mendukung tujuan jangka panjang dalam menjaga kelangsungan hidup sumber daya perikanan (Costello et al. , 2. Keberlanjutan sektor perikanan menjadi semakin penting ketika pertumbuhan penduduk terus meningkat, sehingga sumber daya berharga harus 12 juta masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan, pengolah hasil perikanan, atau pedagang ikan (Arianto, 2. Permintaan internasional terhadap komoditas ini cukup tinggi, terutama dari negara-negara seperti Jepang. Thailand, dan Malaysia (Zamdial et al. , 2. Pada musim panen ikan, kebutuhan es bisa mencapai 300 ton per hari, sementara kapasitas produksi es lokal belum Selain penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan sebagian besar masih sederhana, yang dapat mempengaruhi efisiensi dan hasil tangkapan (Saputra et al. , 2. potensi tersebut, tantangan terkait keberlanjutan sektor Eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan dapat mengancam kelestarian stok ikan dan merusak ekosistem (Adibrata et al. ,2. Namun, penting untuk terus mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan alat bahwa teknologi digunakan adaptif terhadap kondisi lokal (Iskandar et al. , 2. Faktor fenomena musim dapat menyebabkan ketersediaan, sehingga memengaruhi hasil tangkapan nelayan secara signifikan (Chavez et al. , 2. Tantangan lain adalah persaingan ketat di pasar dan variasi harga yang dapat menekan pendapatan nelayan (Adibrata et al. Ketersediaan pasokan cumi-cumi dari daerah lain dan praktik penangkapan yang intensif dapat memicu penurunan harga, yang secara langsung berdampak pada profitabilitas nelayan setempat. Oleh karena itu, inovasi dalam pemrosesan dan pemasaran produk perikanan menjadi penting untuk meningkatkan nilai jual dan ketahanan pasa Pendekatan ekonomi biru, yang menekankan pengelolaan sumber daya laut lingkungan, dapat menjadi landasan untuk merumuskan solusi (Bidayani et al. , 2. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan alat tangkap bagan guna Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa alat tangkap bagan ini belum secara optimal, beberapa faktor penting yang berpengaruh adalah jenis cahaya atraktor (Baswantara et , 2021. Rudiyanto & Haryasakti, 2. , waktu pengoperasian (Notanubun et al. , serta penerapan teknologi baru seperti rumpon dan atraktor tambahan (Hartini et al. , 2021. Zulkarnain et al. , 2023. Zulkarnain et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatannya Permasalahan meliputi rendahnya akses modal finansial, adanya tekanan dari pemberi pinjaman modal, ketidakadilan dalam aturan bagi hasil, sistem pelelangan ikan yang belum transparan dan pihak pemerintah yang masih belum mampu menegakkan aturan (Retnowati 2. Permasalahan ini disebabkan karena usaha yang dijalankan lebih bersifat subsisten dan merupakan pekerjaan turun-temurun sehingga sedikit atau bahkan tidak ada usaha nelayan untuk mengadopsi inovasi terbaru dalam perbaikan kualitas hidup. Permasalahan tersebut juga terjadi di sektor perikanan di Kabupaten Medan Belawan, dimana karakteristik nelayan minimnya armada perikanan dan jenis alat tangkapan ikan, minimnya adopsi ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam proses penangkapan ikan dan pengolahan hasil perikanan, informasi perikanan yang tidak lengkap. Permasalahan ini jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kendala dalam pengembangan di sektor Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan perumusan strategi yang kedepannya diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan sektor perikanan serta mampu menarik memberikan pembiayaan dalam kegiatan Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengelolaan sektor perikanan secara berkelanjutan di Kecamatan Medan Belawan melalui penjabaran faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan sektor perikanan di wilayah Bedasarkan apa yang telah melakukan penelitian di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha perikanan Tangkap di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini mencakup semua pelaku usaha perikanan yang berprofesi sebagai nelayan yang ada di Kecamatan Medan Belawan berjumlah 68 nelayan. Penentuan desa atau kelurahan sebagai objek penelitian dilakukan secara mempertimbangkan potensi serta pelaku usaha perikanan tangkap terbanyak. Teknik pengambilan sampel dalam menentukan responden adalah stratified random . cak melakukan pengambilan sampel acak dari anggota populasi yang dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri responden yang dipilih sebagai sampel adalah pelaku usaha perikanan, baik secara individu maupun dalam kelompok. Cara menentukan besarnya ukuran sampel yaitu memakai rumus slovin (Ismail et al. , 2. sebagai berikut: n = N / . Keterangan: n = Jumlah sampel yang diperlukan N = Total populasi e = Tingkat kesalahan yang diizinkan . alam bentuk desima. n = 68/. n = 68 /. n = 68 /. n = 68 /. n = 40,4 Jumlah sampel yang diambil digenapkan menjadi 40 nelayan tangkap. Adapun distribusi sampel di Kecamatan Medan Belawan sebagai berikut : METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain atau rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup tentang pendekatan yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, yaitu yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Penggunaan rancangan pendekatan ini diharapkan dapat mengetahui variabel-variabel terhadap fenomena yang di teliti secara mendalam. Fenomena berkenaan dengan strategi pengembangan usaha perikanan tangkap di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Analisis Deskriptif. IFAS. EFAS dan SWOT akan berbagai faktor secara sistemantis, merumuskan strategi. Penelitian ini akan menemukan suatu informasi mengenai Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tabel 1. Penentuan Sampel Penelitian No. Kelurahan Populasi Bagan Deli Belawan I Hamparan Perak Jumlah Sampel Persentase (%) mempengaruhi usaha perikanan, seperti kondisi pasar, kebijakan pemerintah, dan kondisi lingkungan. Setelah data internal dan eksternal terkumpul, dilakukan analisis kelemahan, peluang, dan ancaman yang relevan dengan sektor perikanan di Kecamatan Medan Belawan. Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut, strategi pengembangan usaha perikanan dapat dirumuskan untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, sambil mengatasi kelemahan dan menghadapi ancaman yang mungkin timbul. Strategi-strategi ini kemudian dapat membantu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor perikanan di wilayah tersebut. Masingmasing subsektor dimasukkan ke dalam matriks IFAS dan EFAS HASIL DAN PEMBAHASAN Kekuatan Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Adapun kekuatan dalam Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap di daerah penelitian adalah: Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia Potensi sumber daya perairan Indonesia meliputi perikanan tangkap dan budidaya, ekosistem seperti terumbu karang dan mangrove, serta potensi nonhayati seperti pariwisata bahari. Indonesia memiliki potensi lestari ikan sekitar 12,54 juta ton per tahun dan kekayaan biota laut yang melimpah, serta potensi energi laut Tingginya Permintaan Ikan Laut Tingginya laut dipengaruhi oleh faktor harga, pendapatan konsumen, dan ketersediaan pasokan yang mencakup stok ikan dan kualitas produk. Permintaan tinggi menciptakan peluang ekonomi yang besar bagi Indonesia, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Wilayah Penangkapan Ikan Lokasi dan Waktu Penelitian Penentuan dilakukan secara purposive . yaitu teknik penentuan daerah dilakukan dengan pertimbangan tertentu yang telah dibuat terhadap objek yang sesuai dengan tujuan. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu mengumpulkan data dan informasi menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data (Sugiyono 2. Penelitian dilakukan di Kecamatan Belawan Kota Medan yang merupakan wilayah sentra pengembangan usaha perikanan . erikanan laut, perairan umum dan perikanan budiday. Waktu penelitian yaitu bulan Oktober sampai November Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan serta wawancara menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner yang telah dipersiapkan oleh peneliti Data sekunder diperoleh dari pihak ketiga yaitu instansi-instansi terkait dengan penelitian ini, seperti Kantor Camat Medan Belawan. Dinas Perikanan dan Kelautan. Badan Pusat Statistik. Studi Literatur. Teknik Analisis Data Pendekatan analisis SWOT akan membantu dalam menentukan strategi pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Medan Belawan. Analisis SWOT melibatkan evaluasi kekuatan . , kelemahan . , peluang . , dan ancaman . yang terkait dengan sektor perikanan tersebut. Langkah pertama dalam analisis SWOT adalah pengumpulan data. Data internal meliputi informasi tentang aspek-aspek internal dari usaha perikanan, seperti sumber daya manusia, teknologi, infrastruktur, dan keuangan. Sementara itu, data eksternal mencakup faktor-faktor di Belawan memiliki lokasi yang strategis di muara Sungai Deli, yang menghubungkan perairan pantai timur Sumatera (Selat Malak. , perairan ZEEI, dan Laut Cina Selatan. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya ikan yang relatif besar. produktivitas yang rendah, posisi tawar yang lemah terhadap pedagang, dan kesulitan dalam berinovasi, yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan Keterbatasan Modal Usaha Akibat sulitnya akses perbankan, nelayan sering terpaksa meminjam modal dari tengkulak atau rentenir lokal dengan bunga tinggi, yang semakin menjerat mereka dalam kemiskinan dan ketergantungan ekonomi. Nelayan seringkali hanya mampu menggunakan perahu kecil dan alat tangkap tradisional, yang membatasi jangkauan area penangkapan dan volume hasil Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil Ukuran armada penangkapan ikan di perairan Medan Belawan sebagian besar memang masih didominasi oleh skala kecil. Akses terhadap modal yang besar untuk membeli kapal berukuran besar sering kali sulit didapatkan oleh nelayan tradisional Peluang dalam Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Potensi Sumberdaya Ikan Belum dimanfaatkan Secara Optimal Potensi sumber daya ikan yang belum dimanfaatkan secara optimal memang merupakan peluang yang signifikan, baik dari perspektif ekonomi. Pemanfaatan yang terencana dengan baik dapat mendorong praktik perikanan berkelanjutan, yang menyeimbangkan ekstraksi sumber daya dengan kesehatan ekosistem laut jangka panjang Distribusi Hasil Tangkapan Mudah Kemudahan membuka peluang bisnis atau ekonomi yang signifikan. Distribusi yang lebih cepat dan efisien membantu menjaga kesegaran produk, mengurangi risiko kerusakan, dan meningkatkan kualitas produk akhir yang diterima konsumen. Akses Distribusi Ikan Nelayan mendaratkan hasil tangkapan mereka di PPS Belawan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gabion di Bagan Deli. Pengangkutan ikan dari pelabuhan ke berbagai tujuan . asar, pabrik, atau gudan. melibatkan fungsi logistik seperti pengangkutan dan menggunakan transportasi berpendingin untuk menjaga kesegaran. Kelemahan Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Terbatasnya Penggunaan Alat Bantu Teknologi Penangkapan Keterbatasan penggunaan alat bantu teknologi penangkapan ikan di Medan Belawan disebabkan oleh faktor regulasi pemerintah yang melarang alat tangkap perusak lingkungan seperti pukat trawl, serta kendala sosialekonomi yang membuat nelayan tradisional sulit mengakses teknologi Harga alat tangkap dan kapal motor modern sangat mahal, yang tidak mampu dijangkau oleh sebagian besar nelayan tradisional dengan keterbatasan bergantung pada pemilik modal . atau alat seadanya. Kualitas Sumberdaya Manusia Masih Rendah Kualitas sumber daya manusia (SDM) nelayan tangkap yang rendah di daerah penelitian disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingkat pendidikan yang rendah, minimnya keterampilan dan inovasi, serta sikap yang cenderung bertahan pada cara Hal Nelayan dapat menjual produk mereka dengan lebih cepat dan mungkin pada harga yang lebih baik karena kualitas yang lebih terjamin dan akses pasar yang lebih luas. Lokasi Daerah Penangkapan Ikan Dekat Nelayan cenderung menangkap ikan di perairan yang jaraknya dekat dengan pantai, seperti dalam kawasan perairan jarak 0Ae2 mil, 2Ae4 mil, atau 4Ae 6 mil, tergantung jenis ikan dan alat tangkap yang digunakan. Faktor seperti suhu air, salinitas, pH, kecerahan, dan mempengaruhi lokasi di mana ikan dapat ditemukan. Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap Pemerintah Kota (Pemko. Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumu. memberikan berbagai dukungan dan bantuan untuk usaha perikanan tangkap di Belawan, yang utamanya berfokus pada kesejahteraan nelayan tradisional, bantuan peralatan, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan. Pemkot Medan telah menawarkan berbagai bantuan untuk nelayan tradisional, termasuk bantuan alat tangkap perikanan, bantuan perahu bermotor, dan bantuan sosial . untuk meringankan beban ekonomi keluarga nelayan. Ancaman Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual Beberapa jenis ikan yang masuk dari luar daerah atau merupakan ikan introduksi dan bersifat invasif dapat menurunkan harga jual ikan lokal karena menyebabkan penurunan populasi ikan Terkadang, ikan dari luar daerah, keunggulan dalam sistem rantai dingin . old chai. dan distribusi yang lebih efisien, memastikan kualitas yang seragam dengan biaya penyimpanan yang lebih rendah, sehingga harga di distribusinya mungkin kurang optimal. Konflik dengan Nelayan Luar Konflik nelayan di perairan Belawan, termasuk yang melibatkan nelayan dari luar daerah, umumnya tangkap dan penggunaan alat tangkap yang dilarang, terutama pukat trawl. Kapal-kapal ikan dari luar area sering kali dianggap melanggar zona tangkap nelayan tradisional setempat, yang Akibat praktik penangkapan ikan ilegal dan perusakan habitat, hasil tangkapan nelayan tradisional menurun, meningkatkan persaingan dan potensi Iklim dan Cuaca yang Berubah Ekstrim Perubahan iklim menyebabkan pola cuaca menjadi tidak terduga dan lebih ekstrem, termasuk peningkatan frekuensi badai, gelombang tinggi, dan angin kencang. Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan nelayan saat melaut dan dapat menyebabkan kerusakan Perubahan suhu air laut akibat pemanasan global memaksa spesies ikan berpindah ke habitat yang lebih dingin atau lebih dalam. Nelayan harus melakukan perjalanan lebih jauh, menghabiskan lebih banyak bahan bakar dan waktu, untuk menemukan daerah penangkapan ikan, yang menyebabkan penurunan hasil tangkapan secara keseluruhan dan peningkatan biaya Regulasi Terkait dengan Perizinannya Regulasi terkait perizinan nelayan tangkap di Indonesia diatur dalam perundangundangan utama. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 58/PERMEN-KP/2020 tentang Usaha Perikanan Tangkap, yang merinci melahirkan berbagai peluang dan ancaman tata cara dan persyaratan perizinan. Izin baik yang datang dari perusahaan pesaing yang melekat pada SIUP, wajib dimiliki maupun kurangnya pengetahuan pengusaha oleh setiap kapal perikanan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan pengembangan nelayan tangkap secara di Wilayah Pengelolaan Perikanan Berdasarkan hasil wawancara dan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) pengolahan data yang diproduksi dari dan/atau laut lepas. SIPI mencantumkan pengembangan nelayan tangkap di daerah detail seperti daerah penangkapan ikan, penelitian, dapat dikeahui faktor-faktor alat tangkap yang digunakan, dan internal . ekuatan dan kelemaha. dan pelabuhan pangkalan. faktor-faktor eksternal . eluang dan Strategi Pengembangan Nelayan pengembangan perikanan tangkap di Tangkap di Kecamatan Medan Kecamatan Medan Belawan Belawan Perusahaan dalam menghadapi Model yang digunakan adalah berbagai masalah dalam mencapai tujuan Matriks Evaluasi Faktor Analysis Summary (IFAS) atau Matriks Evaluasi Faktor pengembangan perikanan tangkap yang Strategi Internal yaitu kesimpulan analisis tepat agar menempatkan diri pada posisi dari berbagai faktor internal yang yang menguntungkan. Dalam menetapkan strategi pengembangan yang tepat bagi perusahaan dan Eksternal Factor Analysis perusahaan, dilakukan identifikasi terhadap Summary (EFAS) atau Matriks Evaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang yaitu kesimpulan analisis dari berbagai berpengaruh bagi nelayan tangkap faktor eksternal yang mempengaruhi Melalui faktor internal dapat keberlangsungan perusahaan. diketahui kekuatan dan kelemahan yang Hasil identifikasi faktor-faktor dimiliki perusahaan untuk meningkatkan internal yang merupakan kekuatan dan kemampuan pada usahanya. Sedangkan kelemahan, rating dan pembobotan melalui faktor-faktor eksternal dapat dipindahkan ke Tabel matriks IFAS untuk diketahui perusahaan yang dapat berubah diberi scoring . ating x bobo. seperti Tabel pada setiap saat dengan cepat yang Tabel 2. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal (IFAS) Faktor-Faktor Strategi Internal Ranting Bobot Skor Strength (Kekuata. \ Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia 0,19 0,76 Tingginya Permintaan Ikan Laut 0,19 0,76 Wilayah Penangkapan Ikan 0,15 0,50 Akses Distribusi Ikan 0,19 0,76 Weakness (Kelemaha. Terbatasnya Penggunaan Alat Bantu Teknologi 0,07 0,10 Penangkapan Kualitas Sumberdaya Manusia Masih Rendah 0,07 0,10 Keterbatasan Modal Usaha 0,06 0,08 Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil 1,75 0,08 0,14 TOTAL 21,55 1,00 3,20 Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2025 Rating dan pembobotan dipindahkan ke Tabel matriks EFAS untuk diberi scoring . ating x bobo. seperti Tabel 3. Tabel 3 Matriks Evaluasi Faktor Strategi Eksternal (EFAS) Faktor-Faktor Strategi Eksternal Ranting Oppurtunity (Peluan. Potensi Sumberdaya Ikan Belum dimanfaatkan Secara Optimal Distribusi Hasil Tangkapan Mudah Lokasi Daerah Penangkapan Ikan Dekat Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap Threats (Ancama. Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual Konflik dengan Nelayan Luar 1,75 Iklim dan Cuaca yang Berubah Ekstrim Regulasi Terkait dengan Perizinannya TOTAL 20,25 Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2025 Bobot Skor 0,19 0,76 0,15 0,15 0,15 0,45 0,45 0,45 0,07 0,10 0,09 0,10 0,10 1,00 0,14 0,18 0,18 2,71 Tabel 4. Penggabungan Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal dan Eksternal Pengembangan Perikanan Tangkap No. Faktor-Faktor Strategi Internal Rating Bobot Skor Strength (Kekuata. Potensi Sumberdaya Perairan 0,19 0,76 Indonesia Tingginya Permintaan Ikan Laut 0,19 0,76 Wilayah Penangkapan Ikan 0,15 0,50 Akses Distribusi Ikan 0,19 0,76 Total Skor Kekuatan 0,72 2,78 Weakness (Kelemaha. Terbatasnya Penggunaan Alat 0,07 0,10 Bantu Teknologi Penangkapan Kualitas Sumberdaya Manusia 0,07 0,10 Masih Rendah Keterbatasan Modal Usaha 0,06 0,08 Ukuran Armada Penangkapan 1,75 0,08 0,14 Masih Skala Kecil Total Skor Kelemahan 6,05 0,28 0,42 Selisih (Kekuatan-Kelemaha. 2,36 No. Faktor-Faktor Strategi Eksternal Rating Bobot Skor Oppurtunity (Peluan. Potensi Sumberdaya Ikan Belum 0,19 0,76 dimanfaatkan Secara Optimal Distribusi Hasil Tangkapan Mudah 0,15 0,45 Lokasi Daerah Penangkapan Ikan 0,15 0,45 Dekat Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap Total Skor Peluang Threats (Ancama. Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual Konflik dengan Nelayan Luar Iklim dan Cuaca yang Berubah Ekstrim Regulasi Terkait Perizinannya Total Selisih (Peluang AeAncama. 0,15 0,45 13,00 0,64 2,11 0,07 0,10 1,75 0,08 0,09 0,14 0,18 0,09 0,18 7,25 0,33 0,60 1,51 Hasil pembobotan faktor eksternal strategi internal dan faktor strategi yang paling tinggi pada peluang adalah Tahap pengumpulan data adalah sedangkan hasil yang paling tinggi pada pengklasifikasikan serta pra analisis. Pada ancaman adalah kurangnya pengetahuan tahap ini data akan dibedakan menjadi dua, dan penguasaan teknologi. Selanjutnya yaitu data eksternal dan data internal dilakukan penggabungan antara faktor Tabel 5. Tahap Analisis Data Matriks SWOT Kekuatan (Strength/S) Kelemahan (Weakness/W) Potensi Sumberdaya Terbatasnya Penggunaan Faktor Internal Perairan Indonesia Alat Bantu Teknologi Tingginya Permintaan Penangkapan Ikan Laut Kualitas Sumberdaya Wilayah Penangkapan Manusia Masih Rendah Ikan Keterbatasan Modal Usaha Akses Distribusi Ikan Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil Faktor Eksternal Opportunities : Strategi SO Strategi WO Potensi Sumberdaya Ikan 1. Pemanfaatan Pengembangan Teknologi Belum dimanfaatkan Secara sumberdaya perairan Penangkapan Ikan dengan Optimal secara optimal (S1. dukungan Pemda (W1. Distribusi Hasil Tangkapan 2. Wilayah dan lokasi Mempermudah Mudah dekat dengan nelayan mendapatkan modal usaha Lokasi Daerah sehingga meningkatkan Penangkapan Ikan Dekat pendistribusian hasil pembiayaan nelayan Dukungan Pemda Terhadap tangkap lebih mudah dengan pemanfaatan Usaha Perikanan Tangkap dilakukan (S2. O2. sumberdaya perikanan Dukungan Pemda yang optimal (W3. W4. terkait akses distribnusi O. dan tingginya Melakukan peningkatan permintaan ikan laut sumberdaya manusia dalam (S2. S4. penggunaan teknologi penangkapan ikan agar Ancaman (Threat. Strategi ST Ikan yang Masuk dari Luar 1. Meningkatkan Potensi Daerah Sehingga Sumberdaya perairan Menurunkan Harga Jual untuk meningkatkan Konflik dengan Nelayan akses kelembagaan Luar permodalan (S1. Iklim dan Cuaca yang 2. Menanggulangi konflik Berubah Ekstrim nelayan dengan Regulasi Terkait dengan pengawasan terhadap Perizinannya wilayah penangkapan (S3,T. Memanfaatkan pengawasan terhadap wilayah penangkapan melalui regulasi terkait dengan perijinan (S3. pendistribusian berjalan dengan lancar (W1. W2. Strategi WT Meningkatkan jumlah armada s dengan akses terhadap kelembagaan permodalan (W2. Memanfaatkan alat tangkap yang ramah lingkungan sesuai dengan adanya regulasi perijinan (W1. Meningkatkan kemampuan kapal lokal dengan akses terhadap kelembagaan permodalan (W3. Nilai x merupakan selisih faktor internal . ekuatan-kelemaha. dan nilai y merupakan selisih faktor eksternal . eluang-kelemaha. merupakan selisih faktor eksternal . eluang Ae ancama. Dari Tabel 5 diketahui nilai x adalah 2,26 dan nilai y adalah 2,04 Posisi koordinat gabungan matriks evaluasi faktor internal dan eksternal ini dapat diketahui pada Gambar berikut ini. Penentuan Matriks Posisi Strategi Pengembangan Perikanan Tangkap Apabila matriks evaluasi faktor internal digabungkan dengan matriks evaluasi faktor eksternal, maka dapat diketahui posisi strategi pengembangan Posisi dianalisis menggunakan matriks posisi sehingga akan menghasilkan titik kordinat EKSTERNAL FAKTOR Opportunity (O) Y( ) Kuadran i Strategi WO (Turn-aroun. Weakness (W) X (-) Kuadran I Strategi SO . Kuadran IV Strategi WT (Defensi. Strength (S) X ( ) Kuandran II Strategi ST (Diversifikas. Y (-) Threath (T) Gambar 1. Matriks Posisi Strategi Pengembangan Perikanan Tangkap Matriks posisi strategi Pengembangan Perikanan Tangkap di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan pada Gambar 1. menunjukkan nilai x > 0 yaitu 2,36 dan nilai y > 0 yaitu 1,51. Hal ini berarti posisi Pengembangan Perikanan Tangkap terletak pada kuadran I. Kuadran I merupakan kuadran yang dibatasi oleh sumbu x dan sumbu y yang keduanya bertanda positif dan alternatif strategi yang . ggressive strateg. yaitu strategi SO (Strategi Ae Opportunit. , dimana kuadran ini mempunyai posisi yang paling menguntungkan karena kekuatan dan peluang dalam matriks posisi tersebut adalah baik sehingga dengan kekuatan yang dimiliki pengusaha kerupuk opak ubi kayu dalam usahanya dimungkinkan untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada dan KESIMPULAN Berdasarlan perumusan strategi dan perhitungan IFAS dan EFAS, strategi yang dapat ditempuh dalam pengembangan usaha perikanan tangkap di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan antara lain : Faktor (S) pengembangkan perikanan tangkap terdiri dari : . Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia . Tingginya Permintaan Ikan Laut . Wilayah Penangkapan Ikan . Akses Distribusi Ikan. Faktor Kelemahan (W) terdiri dari : . Terbatasnya Penggunaan Alat Bantu Teknologi Penangkapan, . Kualitas Sumberdaya Manusia Masih Rendah, . Keterbatasan Modal Usaha, . Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil Faktor Peluang (O) pengembangan tangkap terdiri dari : Potensi Sumberdaya Ikan Belum dimanfaatkan Secara Optimal, . Distribusi Hasil Tangkapan Mudah, . Lokasi Daerah Penangkapan Ikan Dekat . Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap. Faktor Ancaman (T) terdiri dari : . Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual . Konflik dengan Nelayan Luar . Iklim dan Cuaca Berubah Ekstrim . Regulasi Terkait Perizinannya Strategi perikanan tangkap di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths Ae Oppurtunitie. memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut : . Pemanfaatan sumberdaya perairan secara optimal (S1. Wilayah dan lokasi dekat dengan nelayan sehingga pendistribusian hasil tangkap lebih mudah dilakukan (S2. O2. Dukungan Pemda terkait akses distribnusi dan tingginya permintaan ikan laut (S2. S4. Perikanan Desa Batu Belubang. Bangka Belitung. Indonesia Berdaya, 3. : 1065-1072. https://doi. org/10. 47679/ib. Adibrata. Yusuf. Irvani. Firdaus. Contamination of Heavy Metals (Pb and C. at Tin Sea Mining Field and Its Impact to Marine Tourism and Fisheries. Journal Marine Sciences, 26. :79-86 Arianto. Potensi wilayah pesisir di Negara Indonesia. Jurnal Geografi, 10. , 204Ae215 Baswantara. Firdaus. Astiyani, . Jaya. Yusfiandayani. Respon Ikan Dan Hasil Tangkapan Berdasarkan Perbedaan Kombinasi Warna Cahaya Led Sebagai Atraktor. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 26. : 181 Byny. Barange. Subasinghe. PinstrupAndersen. Merino. Hemre. -I. , dan Williams. Feeding 9 billion by 2050Ae Putting fish back on the menu. Food Security, 7, 261-274. Bidayani. Reniati. Priyambada. The application of the blue economy concept for traditional fisheries management in a conflict Indo Pac J Ocean Life, 7. Chavez. Calderon. Santos. Cruz, . Santos. Vulnerability to climate change of Augiant squidAy . hysanoteuthis rhombu. fishery in marinduque, philippines. The Philippine Journal of Fisheries. Costello. Ovando. Clavelle. Strauss. Hilborn. Melnychuk. Cabral. Global fishery prospects under contrasting management Proceedings of the National Academy of Sciences, 113. , 5125-5129. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih di ucapkan kepada Dekan Fakultas Pertanian UMN AlWashliyah Ibu Dr. Leni Handayani. SP. MSi dan sekaligus dosen pembimbing, penguji I Ibu Nomi Noviani. SP. Penguji II Bapak Sugiar. SP. MP, atas arahan dan bimbingannya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan Terima Kasih disampaikan kepada Bapak Dian Habibie. SP. MP selaku ketua program studi DAFTAR PUSTAKA