PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2022 hal. Submitted: 10 Oktober 2022 Accepted: 25 November 2022 DEVELOPMENT OF HAZARD IDENTIFICATION GAME MODULE THROUGH GDD TO GROW PRO-SAFETY BEHAVIOR IN GRAPHIC ENGINEERING VOCATIONAL STUDENTS Elviana1*. Antinah Latif2. Deni Kuswoyo3 1,2,3Politeknik Negeri Media Kreatif elviana@polimedia. Antinahlatif@polimedia. Deni. kuswoyo@polimedia. ABSTRACT ABSTRACT. The goal of this research is to create a desktop game-based gaming module for students majoring in graphic engineering. A research and development design was used in this work (R N D). For this study's analysis of the demands of students in occupational safety and health, 54 graphic engineering students were Following that, two media and health promotion specialists were used to determine whether the game's development was genuine. This study led to the creation of a game module in the form of a GDD (Game Design Documen. The module's quality has been rated as good and requires to revise. Keyword: Module. GDD. Hazard Identification game. vocational students PENGEMBANGAN MODUL PERMAINAN HAZARD IDENTIFICATION MELALUI GDD GUNA MENUMBUHKAN PRO SAFETY BEHAVIOR PADA MAHASISWA VOKASI TEKNIK GRAFIKA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul permainan berbasis game desktop bagi mahasiswa vokasi Teknik grafika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (R N D). Sejumlah 54 mahasiswa Teknik Grafika untuk menganlisis kebutuhan mahasiswa dalam materi keselamatan dan kesehatan kerja, 3 eskpert ahli media, ahli K3 dan akademisi. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan modul Permainan dalam bentuk GDD (Game Design Documen. , dan adanya penilaian Kualitas modul baik dengan adanya revisi. Kata kunci: Modul. GDD (Game Design Documen. Permainan Identifikasi Bahaya. mahasiswa vokasi Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. PENDAHULUAN Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang mendasar dan menjadi hal wajib yang harus diajarkan kepada sekolah vokasi. Mahasiswa yang dibekali dengan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi hal penting yang harus dilakukan di lingkungan kerja untuk mengendalikan bahaya dan risiko, menghindari kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan dapat meningktkan kepercayaan diri (Ismara et al. , 2. (Nie et al. , 2. (Thamrin. Pendidikan K3 (Keselamatan dan kesehatan kerj. dinilai sebagai salah satu program yang strategis karena memiliki dampak positif terhadap pengetahuan K3 dan kebiasaan praktik K3 di lingkungan kerja (Ram et al. (Sharma. Berdasarkan tinjauan di atas, sebagian besar Pendidikan keselamatan dapat mengurangi cedera di tempat kerja khususnya bagi pekerja Pendidikan keselamatan harus diajarkan sejak usia sekolah. Penelitian di Perancis menunjukkan bahwa Pendidikan di sekolah berdampak pada pengurangan cedera ketika bekerja (Boini et al. , 2. Namun yang perlu diperhatikan adalah efektivitas dalam pemberian Pendidikan keselamatan bagi siswa di sekolah. Sebagian Pendidikan keselamatan di sekolah diajarkan secara tradisional oleh pengajar dan metode pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan perkembangan/minat peserta didik dan siswa cenderung pasif sehingga Pendidikan keselamatan di sekolah dinilai masih kurang efektif (Thamrin, 2. (Ismara et al. , 2. Beberapa tahun terakhir ini terintegrasi dengan teknologi meskipun bentuk Pendidikan keselamatan secara konvensional masih tetap digunakan. Secara khusus, edutainment atau game serius telah menarik peningkatan jumlah pandangan para peneliti, yang mungkin bisa menutupi kekurangan bentuk pembelajaran konvensional (Chiang et al. , 2. Pembelajaran experiental learning berbasis teknologi komputer dengan game meningkat di kalangan Pendidikan tinggi . Pembelajaran memberikan banyak manfaat sehingga pembelajaran(Ferreira et al. , 2. Selama ini Pendidikan K3 di Teknik Grafika Politeknik Negeri Media Kreatif masih berfokus kepada teori dengan metode ceramah sehingga mahasiswa masih merasa kesulitan dalam mengaplikasikan ilmu ketika terjun di lab maupun industri. Ciri utama pembelajaran sekolah vokasi adalah mempersiapkan lulusan agar siap kerja. Dengan demikian media belajar menjadi hal penting untuk tercapainya kompetensi. Hazard Identification e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. pembelajaran berbasis game desktop yang berfokus pada materi manajemen risiko yang menjadi materi inti dalam K3. Penelitian menunjukkan bahwa pekerja muda memiliki pengetahuan yang rendah terhadap bahaya (Thamrin, 2. Dengan demikian materi manajemen pengembangan game ini. Hazard Identification game menjadi alternatif pembelajaran masa kini bagi mahasiswa vokasi karena pembelajaran dengan model obquitous . embelajaran di mana saj. cukup efektif pada siswa Mahasiswa dapat belajar tanpa terbatas waktu dan tempat tanpa harus membawa modul maupun buku dalam memahami materi. (Ismara et al. , 2. Games untuk Pendidikan K3 bagi mahasiswa vokasi masih sedikit yang Beberapa penelitian game K3 fokus pada jenjang sekolah kejuruan menengah (Ismara et al. , 2. Selain sepenuhnya memberikan Pendidikan K3 bagi pekerja. Oleh karena itu Pendidikan K3 di Pendidikan vokasi menjadi penting (Rodrigues et al. , 2. Modul Hazard identification game diharapkan menjadi panduan dalam menyenangkan, memotivasi, menarik, dan membuat aktif sehingga dapat dengan adanya peningkatan pro safety Penelitian mengembangakan sebuah modul GDD dalam pembuatan permainan hazard identification bagi mahasiswa vokasi di Teknik Grafika. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and developmen. Penelitian R N D yang digunakan adalah ADDIE. Pada tahapan Analisis yang dilakukan adalah mengidentifikasi pengetahuan mahasiswa Teknik grafika terkait dengan identifikasi bahaya di tempat Tahapan ini dilakukan dengan melakukan survey kepada mahasiswa jurusan Teknik Grafika dengan platform google form. Tahapan selanjutnya adalah design yang dilakukan adalah proses perancangan game edukasi yang dilakukan melalui modul GDD. Output dari kegiatan ini adalah modul GDD. Tahap development yang dilakukan adalah proses validasi produk oleh Pakar media dan pakar konten yaitu ahli K3. Pada penelitian ini dibatasi sampai pengembangan produk. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini berfokus pada tahapan dalam metode penelitian yang telah dilakukan mulai dari analisis hasil survey kepada responden, pembuatan modul GDD (Game Design Documen. dan pengembangan produk. Tahap Analisis Pada menggunakan instrument kuesioner Pertanyaan yang diberikan sejumlah 12 terkait dengan pengetahuan manajemen risiko di tempat kerja khususnya di e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. industry grafika. Manajemen risiko yang ditanyakan dalam penelitian ini adalah bahaya dan risiko, jenis bahaya, macam risiko, dan Teknik pengendalian bahaya yang sering terjadi di tempat Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh 54 mahasiswa Teknik grafika di Jakarta. Medan Makassar dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pengetahuan Manajemen Risiko di Tempat Kerja . Pengetahuan % benar Definisi Risiko Definisi Bahaya Jenis bahaya fisik Jenis bahaya kimia Jenis bahaya Jenis bahaya Jenis bahaya Hirarki Jenis APD 10 Jenis risiko 11 Jenis risiko 12 Jenis pengendalian 36 . Sumber: data primer . Tahapan analisis bertujuan untuk menentukan materi atau konten dalam modul GDD yang akan menjadi panduan dalam permainan hazard Berdasarkan Tabel 1 bahwa mahasiswa belum dapat membedakan antara risiko dan bahaya di tempat kerja melalui definisi. Pada jenis bahaya, mahasiswa sebagian besar sudah memahami jenis bahaya seperti fisik, kimia, ergonomi. Namun jenis bahaya mekanik dan psikologi menjadi jenis bahaya yang harus menjadi perhatian dalam pembuatan modul GDD. Pada Hirarki pengendalian tidak ada satu pun mahasiswa yang dapat menjawab dengan benar. Dengan demikian. Beberapa materi yang dimasukan dalam modul GDD ini adalah materi game yang berkaitan dengan jenis-jenis bahaya, jenis risiko dan jenis pengendaliannya. Materi diberikan saat ini pada mahasiswa Teknik Grafika adalah dengan metode ceramah terlebih di masa pandemic menggunakan media zoom dalam pertemuan sehingga kurang maksimal dalam pembelajaran. Perlu adanya materi pendampingan bagi mahasiswa dalam bentuk permainan game desktop sehingga mahasiswa terpacu untuk memahami konsep pembelajaran yang Tahap Desain Tahapan permainan identifikas bahaya melalui GDD (Game Design Documen. dilakukan secara sistematis. Kompetensi yang pembelajaran K3 pada mahasiswa Teknik Grafika. Penulisan modul ini terdiri diawali dengan beberapa tahapan yaitu penulisan, penyuntingan dan desain. Tahapan penulisan diawali dengan pra penulisan, penulisan dan pasca penulisan. Para tahap pra penulisan yang digali adalah ide dan Tahapan ini beririsan dengan tahapan analisis. Dengan demikian, e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. story board atau konten yang disusun dalam modul ini adalah materi tentang manajemen risiko yang terdiri dari perbedaan bahaya dan risiko, jenis bahaya dan pengendaliannya. Adapun karakteristik yang terdapat dalam permainan ini adalah game dengan jenis edukasi, targetnya adalah mahasiswa Teknik grafika, berbahasa Indonesia, target platformnya adalah game desktop dengan spesifikasi minimum hardware untuk menjalankan game adalah RAM 4Gb/prosesor l3. Tokoh yang ditampilkan dalam permainan ini adalah supervisor yang bekerja di industry grafika. salah satu kompetensi lulusan Teknik grafika adalah menjadi seorang supervisor. Peran supervisor adalah memastikan seluruh pekerja sehat dan selamat selama di tempat kerja. Seorang menentukan risiko serta pengendalian Permainan gambaran secara utuh melalui ilustrasi yang ditampilkan dalam permainan. Pelindung Dir. secara tepat. Setelah itu supervisor akan berkeliling memastikan mengganggu dalam proses produksi. Dalam hal ini, supervisor harus memiliki pengetahuan yang baik akan bahaya dan jenis bahaya (Gambar . Gambar 1. Peran Supervisor Game 3. E-learning dalam Game Modul ini menyajikan alur cerita seorang supervisor setiap harinya mengawali dengan inspeksi para pekerja di tempat kerja, memastikan setiap pekerja menggunakan APD (Alat Fitur lainnya dalam GDD ini adalah munculnya pertanyaan bagi para Fitur ini terdiri dari tujuh pertanyaan yang disesuaikan dengan jumlah bahaya yang muncul dalam Gambar 2. Identifikasi Bahaya Seorang supervisor akan menilai resiko yang akan muncul terhadap bahaya yang tampak di dalam tempat Setelah penilaian maka yang dilakukan adalah proses pengendalian terhadap risiko yang mungkin muncul. Dalam modul GDD ini juga ditampilkan penjelasan setiap bahaya yang dapat dibaca oleh para pemain edukasi ini. e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. Pada fitur ini juga akan menjadi penilaian bagi para pemain. Bahasa Struktur Tanda baca Sampul Isi modul Gambar 4. Fitur pertanyaan Tujuan dari permainan ini adalah memberikan pemahaman akan jenisjenis bahaya dan risiko beserta pengendaliannya di tempat kerja. Adapun game play pada modul ini adalah mix and match, identifikasi bahaya dan melakukan centang. Self Self Stand alone Adaptif User friendly Tahap Pengembangan Tahapan ini sebagai langkah akhir dalam penelitian. Ahli yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ahli K3, ahli media dan akademisi . osen kesehatan masyaraka. Hasil penilaian dari para ahli yang akan pengembangan berupa masukan dan permainan tersebut. Berikut adalah rangkuman hasil validasi dari expert judgement yang terdiri dari ahli media, ahli K3 dan akademisi (Dose. Tabel 2. Resume Validasi Berdasarkan Indikator Modul GDD no Indikator Validator Sistematika Tata tulis 2,67 Rerata Indikator pada Tabel 2 dikelompokkan kelengkapan modul serta karakteristik pada indicator keterbacaan didapatkan nilai rerata tertinggi 3,3 . Adapun kelengkapan modul mendapatkan rerata yang lebih tinggi pada isi modul . Sedangkan pada karakteristik modul, rerata tertinggi pada kriteria adaptif dan user friendly. Secara umum, modul menunjukkan kriteria baik dengan rekomendasi perlu revisi kecil. Penilaian modul tersebut sejalan dengan yang dilakukan dalam penilaian modul permainan tradisional yang menghasilkan modul dengan tahapan ADDIE (Nugraheni et al. , 2. KESIMPULAN Modul Permainan Hazard Identification dalam bentuk GDD bagi mahasiswa vokasi Teknik grafika dikembangkan berdasarkan langkah ADDIE. Kualitas modul dinilai baik dengan rerata 3 . kala 1-. dengan kualitas baik dan rekomendasi dengan minor revisi. Saran: perlu dilanjutkan tahapan berikutnya yaitu pembuatan game e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Desember 2022 hal. desktop, uji beta, implementasi dan evaluasi untuk mengetahui efektivitas dalam permainan tersebut. DAFTAR PUSTAKA