Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 ANALISIS NILAI HASIL DAN PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN PROYEK GEDUNG PERAWATAN TAHAP II RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Muchammad Ainur Rozik1*. I Nyoman Dita Pahang Putra 1Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Jl. Rungkut Madya No. Surabaya. Telp/fax: 0623-18706369 email: ainurrozik00@gmail. ABSTRAK Keberhasilan proyek dilihat dari biaya dan waktu. Jika terjadi perbedaan antara biaya dan waktu, proyek tersebut memiliki manajemen proyek yang buruk. Nilai hasil adalah metode untuk menghitung anggaran sesuai pekerjaan yang terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai hasil, pengendalian biaya dan waktu pada pembangunan proyek gedung perawatan tahap II RSPAL DR Ramelan Surabaya. Hasil penerapan metode nilai hasil ditinjau dari minggu ke-1 hingga minggu ke-21 mengalami keterlambatan tetapi cashflow dalam keadaan baik. Diketahui Estimate To Complete (ETC) sebesar Rp 62. Estimate At Complete (EAC) didapat sebesar Rp 79. Estimate Date complete (EDC) adalah 400 hari lebih lama 160 hari dari jadwal rencana 240 hari. Hasil tersebut dilakukan percepatan dengan metode Time Cost Trade Off untuk mendapatkan biaya dan waktu Biaya dan waktu optimum didapat dari biaya proyek terkecil dengan durasi optimum dari penambahan 4 jam lembur dengan durasi crashing selama 40 hari . ,98%) lebih efisien dari durasi keterlambatan 400 dikurangi total durasi crash 360 hari, dan biaya optimum sebesar Rp 558. ,56%) lebih efisien dari pengurangan biaya normal Rp 99. 869 dengan biaya crashing Rp Kata Kunci: Crashing Program. Estimasi. Kinerja Proyek. Nilai Hasil. Time Cost Trade Off ABSTRACT The success of the project is seen from the cost and time. If there is a discrepancy between cost and time, the project has poor project management. Result value is a method for calculating the budget according to the work done. This research aim was to analyzed the performance and estimate project costs and time using the yield value method. The results of applying the yield value method from week 1 to week 21 experienced delays but cash flow was in good condition. It is known that the Estimate To Complete (ETC) is IDR 62,479,917,797. Estimate At Complete (EAC) is Rp. 79,555,767,797. The Estimated Date Complete (EDC) is 400 days longer than the planned 240 day schedule. These results are accelerated using the Time Cost Trade Off method to obtain the optimum cost and time. The optimum cost and time is obtained from the smallest project cost with the optimum duration of adding 4 hours of overtime with a crashing duration of 40 days . 98%) more efficient than the duration of the delay of 400 minus the total crash duration of 360 days, and the optimum cost is IDR 558,568,504 . 56%) more efficient than the normal cost reduction of IDR 99,271,457,869 with a crashing cost of IDR 98,712,889,365. Keywords: Crashing Program. Estimate. Earned Value Concept. Project Performance. Time Cost Trade Off Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 METODE PENELITIAN PENDAHULUAN Penelitian Proyek Pembangunan Gedung Perawatan Tahap II RSPAL dr. Ramelan Surabaya yang berlokasi di Jl. Jagir 1. Kec. Wonokromo. Kota Surabaya. Pada penelitian ini masalah yang diangkat adalah tentang analisis ketepatan biaya dan waktu dengan kondisi real yang terjadi di Data didapat secara langsung dari pihak proyek berupa observasi dan berupa dokumen-dokumen proyek seperti. RAB. Time Schedule, laporan mingguan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kemudian analisis pengendalian biaya dengan metode nilai hasil dan melakukan percepatan untuk melakukan percepatan durasi untuk mendapatkan biaya yang optimum. Bagan penelitian tertuang dalam Gambar 1. Dalam sebuah sistem ekonomi dan sosial dapat dilihat dari ketersediaan infrastruktur. Perkembangan berkontribusi pada pertumbuhan aktivitas pendukung lainnya (Putra, 2018 dan Putra dkk. Penyediaan menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat, seperti pembangunan proyek konstruksi rumah sakit dapat memberikan ketersediaan tenaga kesehatan. Sebuah proyek infrastruktur berakhir jika tujuannya telah tercapai atau kebutuhan terhadap proyek itu terselesaikan berdasarkan kualitas dari hasil sebuah proyek tersebut (Mahapatni, 2. Selain dari aspek kualitas, kinerja proyek dapat dievaluasi berdasarkan biaya dan waktu yang direncanakan. Kegiatan proyek memiliki perjanjian terkait instruksi atau perintah yang telah disepakati pada kontrak (Wicaksono. Penyimpangan biaya dan waktu hingga pekerjaan selesai harus terus menerus diukur terhadap rencana semula. Perbedaan yang signifikan menunjukkan manajemen proyek yang buruk. Nilai hasil merupakan suatu teknik pengabungan antara pengendalian biaya dan pengendalian jadwal (Asghori et al. , 2. Teknik pengendalian biaya serta jadwal proyek yang sesuai akan mampu mengindentifikasi terjadinya penyalahgunaan saat pelaksanaan suatu pembangunan (Nono et al. , 2. Proyek Pembangunan Gedung Perawatan Tahap II RSPAL dr. Ramelan Surabaya hingga minggu ke-21 memiliki proggres sebesar 21,46% dari rencana awal yang seharusnya 64,57%. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja dan estimasi terhadap biaya dan waktu proyek dengan metode nilai hasil. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat diuraikan permasalahan sebagai berikut: menganalisis anggaran yang direncanakan untuk aktivitas yang akan dilakukan, anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan yang terlaksana, dan jumlah biaya sesungguhnya yang digunakan selama pelaksanaan dalam periode tertentu. menganalisis indeks kinerja jadwal dan biaya proyek. percepatan proyek dengan pengendalian biaya dan waktu sehingga dapat meminimalisir biaya yang dibutuhkan. Gambar 1. Bagan Metode Penelitian Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 BCWS = Bobot kumulatif rencana x BAC = 64,5650% x Rp. = Rp. HASIL DAN PEMBAHASAN Objek penelitian yang digunakan adalah Pembangunan Gedung Perawatan Tahap II RSPAL dr. Ramelan Surabaya yang memiliki nilai proyek sebesar Rp 89. dengan rencana waktu pelaksanaan proyek selama 240 hari . April 2022-29 November Penelitian menggunakan nilai hasil yang dapat mengestimasi biaya sesuai anggaran dan waktu rencana dengan pekerjaan yang telah terlaksana selama 21 minggu, kemudian dilakukan percepatan pada sisa bobot pekerjaan pada minggu ke-21. Budget Cost of Work Performance (BCWP) BCWP merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang terlaksana. Perhitungan BCWP pada minggu ke-21 BCWP = Bobot kumulatif progress x BAC = 21,4640% x Rp 89. = Rp 19. Actual Cost of Work Performance (ACWP) ACWP diperoleh dari data proyek hingga minggu ke-21 sebesar Rp17. Kinerja Proyek Berdasarkan Data BCWS. BCWP, dan ACWP Perhitungan BCWS. BCWP. ACWP untuk keseluruhan durasi proyek selama 21 minggu ditampilkan pada Tabel 1 dan grafik pada Gambar 2. Budget Cost of Work Schedule (BCWS) BCWS direncanakan pada pekerjaan yang akan Perhitungan BCWS pada minggu Tabel 1. Nilai BCWS. BCWP, & ACWP Minggu ke1 BCWS BCWP ACWP Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Jumlah Biaya (R. Rp70000000000,0 Rp60000000000,0 Rp50000000000,0 Rp40000000000,0 Rp30000000000,0 Rp20000000000,0 Rp10000000000,0 Rp1 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Minggu KeBCWS BCWP ACWP Gambar 2. Perbandingan BCWS. BCWP, dan ACWP Pada Gambar 2 terlihat bahwa perkerjaan dapat selesai lebih cepat pada minggu ke-1. Pada minggu ke-2 hingga minggu ke-21 terjadi keterlambatan, namun biaya pengeluaran masih SPI yaAyaycOycE ycIycy 19. yaAyaycOycI ycIycy 57. = 0,3884 Nilai SPI minggu ke-21 pada hari ke-147 adalah 0,3884. Berdasarkan kriteria dapat disimpulkan bahwa kinerja proyek terlambat dibandingkan dengan jadwal rencana. Schedule Varians (SV) Selisih nilai BCWP dan BCWS dalam Schedule Varians untuk menentukan jadwal sesuai rencana atau tidak. Perhitungan SV pada minggu ke-21 SV= BCWP Ae BCWS = Rp 19. 204 - Rp57. = - Rp 38. Nilai SV minggu ke-21 pada hari ke-147 adalah - Rp 38. Berdasarkan kriteria dapat disimpulkan bahwa proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana. Cost Performance Index (CPI) CPI digunakan untuk membandingkan antara BCWP dengan ACWP. Perhitungan SV pada minggu ke-21 CPI yaAyaycOycE ycIycy 19. yaAyaycOycI ycIycy 17. = 1,1242 Nilai CPI minggu ke-21 pada hari ke-147 adalah 1,1242. Berdasarkan kriteria dapat disimpulkan bahwa kinerja proyek terlambat dibandingkan dengan jadwal rencana. Cost Varians (CV) Selisih antara BCWP dan ACWP dalam Cost Varians digunakan untuk menentukan biaya proyek sesuai rencana atau tidak. Perhitungan SV pada minggu ke-21 CV = BCWP Ae ACWP = Rp 19. 204 - Rp17. = Rp 2. Nilai CV minggu ke-21 pada hari ke-147 adalah Rp 2. Berdasarkan kriteria dapat disimpulkan bahwa biaya lebih hemat dibandingkan dengan biaya rencana. Estimate to Complete (ETC) ETC adalah perhitungan sisa biaya membandingkan sisa waktu rencana dengan indeks prestasi kerja (CPI). Perhitungan ETC pada minggu ke-21 yaAyayaOeyaAyaycOycE ETC = yaycEya ycIycy 89. 828OeycIycy 19. 1,1242 = Rp 62. Dari hasil perhitungan didapatkan menyelesaikan sisa pekerjaan sebesar Rp Schedule Performance Index (SPI) SPI digunakan sebagai pembanding BCWP dengan BCWS. Perhitungan SV pada minggu ke-21 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Estimate at Complete (EAC) EAC digunakan untuk menghitung perkiraan biaya pekerjaan saat penyelesaian proyek diperoleh dari penjumlahan antara ACWP dengan ETC. Perhitungan EAC pada minggu ke-21 SPI = ACWP ETC = Rp17. 000 Rp62. = Rp 79. Dari hasil perhitungan didapat biaya saat penyelesaian proyek Rp 79. = 57,0453 minggu = 400 hari Dari hasil perkiraan waktu proyek didapat 400 hari. Berdasarkan analisis nilai hasil, proyek mengalami keterlambatan 160 hari, yang diperoleh dari hasil pengurangan antara Estimat Date Complete, yaitu 400 hari dikurangi dengan schedule rencana, yaitu 240 Pembiayaan Proyek Estimate Date Complete (EDC) EDC digunakan untuk memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan mengasumsikan kecendrungan angka kinerja jadwal akan tetap dari tanggal pelaporan hingga akhir proyek. Perhitungan EDC pada minggu ke-21 EDC 0,3884 Hal yang penting dalam merencanakan sebuah proyek adalah biaya. Biaya proyek adalah jumlah biaya langsung ditambah jumlah biaya tak langsung yang dapat diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan pekerjaan (MaAoruf et al. , 2. ycIycnycyca ycycaycoycyc yaycNya ycIycEya Tabel 2. Rekapitulasi Total Biaya Jenis Biaya Jumlah (R. Biaya Langsung Rp 79. Biaya Tidak Langsung Rp 19. Total Biaya Rp 99. 60% dari produktivitas kerja normal. Penurunan disebabkan faktor cuaca, jarak pandang saat malam, dan kelelahan (Stefanus, 2. Crashing Program Berdasarkan hasil analisa keterlambatan, diketahui terjadi keterlambatan 160 hari dari jadwal rencana. Solusi yang dapat digunakan adalah melakukan percepatan menggunakan crashing program dengan menambahkan jam kerja pada pekerjaan yang berada di lintasan kritis yang terdapat penjadwalan ulang setelah hari ke-147 pada minggu ke-21 hingga minggu Durasi kegiatan akan berkurang jika dilakukan percepatan proyek (Umam, 2. Penambahan jam lembur dilakukan sebagai Waktu kerja normal 8 jam kerja per hari pada hari senin-sabtu. Harga upah pekerja lembur dihitung menurut KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 11 yaitu jam lembur pertama, upah lembur adalah 1,5 kali upah sejam dan untuk jam selanjutnya upah lembur adalah 2 kali upah perjam. Produktivitas kerja lembur diperhitungkan Analisis Perhitungan Crash Duration Perhitungan pekerjaan pengecatan lantai 1: Produktivitas harian = bobot pekerjaan: durasi normal = 0,2196%: 70 = 0,0031% Produktivitas perjam = produktivitas harian: jam kerja normal = 0,0031%: 8 = 0,0004% Waktu setelah crash = . am kerja x produktivitas per ja. am lembur x produktivitas jam lembur x produktivitas per jam = . x 0,0. x 0,6 x 0,0. = = 0,0041% Waktu penyelesaian = 0,2196%: 0,0041% = 54 hari Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Jadi pekerjaan pengecatan lantai 1 dapat diselesaikan selama 54 hari, sehingga lebih cepat 16 hari. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Analisis Percepatan Waktu Penyelesaian Sisa Pekerjaan Pada Lintasan Kritis Item Pekerjaan Lantai 1 Pekerjaan Pengecatan Lantai 2 Pekerjaan Pengecatan Lantai 3 Pekerjaan Pengecatan Lantai 4 Pekerjaan Pengecatan Lantai 5 Pekerjaan Pengecatan Lantai 6 Pekerjaan Pengecatan Struktur Pekerjaan Shier Wall Pekerjaan Bracing Hellypad & Tali Pengaman MEP Fire Hydrant Gas Medis Provisional Lift Pneumatic Tube Bobot (%) Durasi (Har. Waktu Penyelesaian (Har. Percepatan (Har. Analisis Perhitungan Crash Cost Pekerjaan Akibat percepatan percepatan durasu pekerjaan, maka pembayaran upah pekerja akan Berikut perhitungan cost pekerja pada pekerjaan pengecatan pada gedung perawatan lantai 1: Upah kerja harian normal = Total upah pekerja: durasi normal = Rp 196. 108: 70 = Rp 2. Upah kerja per jam normal = upah kerja per hari normal: jam kerja = Rp 2. 187 : 8 = Rp 350. Upah lembur 1 hari . oefisien 60%) = jam lembur x . x upah 1 jam norma. = 4 x . x Rp 350. = Rp 2. Upah crash cost per hari = . x upah kerja per jam norma. upah = . x Rp 350. Rp 2. = Rp 5. Crash cost total = crash cost per hari x crash duration = Rp 5. 375 x 54 = Rp 303. Analisis Perhitungan Cost Slope Penambahan biaya langsung terjadi akiat percepatan durasi yang disebut cost slope (Simatupang et al. , 2. Perumusan cost slope sebagai berikut: yaycycaycEa yaycuycycOeycAycuycycoycayco yaycuycyc Cost Slope = ycAycuycycoycayco yaycycycaycycnycuycuOeyaycycaycEa yaycycycaycycnycuycu ycIycy 302. 783OeycIycy 196. 70Oe54 = Rp 6. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 4. Hasil Perhitungan Crash Cost pekerjaan Item pekerjaan Lantai 1 Pekerjaan Pengecatan Lantai 2 Pekerjaan Pengecatan Lantai 3 Pekerjaan Pengecatan Lantai 4 Pekerjaan Pengecatan Lantai 5 Pekerjaan Pengecatan Lantai 6 Pekerjaan Pengecatan Struktur Pekerjaan Shier Wall Pekerjaan Bracing Hellypad & Tali Pengaman MEP Fire Hydrant Gas Medis Provisional Lift Pneumatic Tube Durasi Normal Durasi Crash Upah Crash Cost Pekerja Per Hari Crash Cost Total Rp 5. Rp 9. Rp 10. Rp 10. Rp 9. Rp 30. Rp 1. Rp 4. Rp 48. Rp 78. Rp 30. Rp 21. Rp 6. Rp 10. Rp 4. Rp 2. = Rp 38. Total Biaya Biaya Total = Biaya Langsung Biaya Tidak Langsung Hasil analisis waktu dan biaya alternatif lembur disajikan pada Tabel 5. Analisis Biaya dan Waktu Perhitungan analisis biaya dan waktu pekerjaan pengecatan lantai 1 adalah sebagai Biaya langsung Tambahan Biaya dan Kumulatif Tambahan Biaya akibat crash duration Tambahan biaya = Cost slope x Total crash Biaya Langsung = Biaya langsung normal kumulatif tambahan biaya Biaya Langsung = Rp 79. 787 Rp 106. = Rp 79. Biaya Langsung Biaya Langsung = Biaya langsung normal Kumulatif tambahan biaya Dimana: Biaya langsung = Rp 79. Biaya Tidak Langsung (Profit Overhea. = Rp 9. 041 : . Hubungan Waktu dan Biaya Biaya langsung akan meningkat bila waktu pelaksanaan proyek dipercepat, namun biaya langsung akan meningkat juga bila waktu pelaksanaan proyek diperlambat. Biaya tidak langsung tergantung pada kuantitas pekerjaan pekerjaan, melainkan tergantung pada jangka waktu pelaksanaan Pada Gambar 3 ditampilkan hubungan biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya total dalam satu grafik, biaya optimum didapat dari perhitungan total biaya proyek terendah. Hasil rekapitulasi biaya total, biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya durasi setelah crasing dapat dilihat pada Tabel 6. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 5. Hasil Perhitungan Total Cost (Biaya Tota. Setelah Crasing Uraian Pekerjaan Lantai 1 Pekerjaan Pengecatan Lantai 2 Pekerjaan Pengecatan Lantai 3 Pekerjaan Pengecatan Lantai 4 Pekerjaan Pengecatan Lantai 5 Pekerjaan Pengecatan Lantai 6 Pekerjaan Pengecatan Struktur Pekerjaan Shear Wall Pekerjaan Bracing Hellypad & Tali Pengaman MEP Fire Hydrant Gas Medis Provisional Lift Pneumatic Tube Biaya Langsung Biaya Tak Langsung Total Biaya Normal Rp 79. Rp 9. Rp 89. Rp 79. Rp 9. Rp 89. Rp 79. Rp 9. Rp 89. Rp 80. Rp 9. Rp 89. Rp 80. Rp 9. Rp 89. Rp 80. Rp 9. Rp 89. Rp 80. Rp 9. Rp 90. Rp 80. Rp 9. Rp 90. Rp 83. Rp 86. Rp 88. Rp 89. Rp 9. Rp 9. Rp 9. Rp 9. Rp 92. Rp 96. Rp 97. Rp 98. Tabel 6. Rekapitulasi Biaya Total. Biaya Langsung. Biaya Tak Langsung dan Durasi Setelah Crashing Biaya Biaya Langsung Biaya Tidak Langsung Total Biaya Durasi Lembur 4 jam Rp89. Rp9. Rp98. 360 hari Normal Rp79. Rp19. Rp99. 400 hari Hubungan Biaya Langsung. Biaya Tidak Langsung dan Total Biaya Rp250000000000,0 Rp 98. Rp 99. Biaya Rp200000000000,0 Rp150000000000,0 Rp 9. Rp 19. Rp 89. Rp 79. Rp100000000000,0 Rp50000000000,0 Rp- Durasi (Har. Total Biaya Biaya Tidak Langsung Biaya Langsung Gambar 3. Hubungan Biaya Langsung. Biaya Tidak Langsung. Total Biaya dengan Waktu Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 KESIMPULAN Mahapatni. Metode Perencanaan Dan Pengendalian Proyek Konstruksi (M. Indriani . )). Dari Analisa data didapat nilai ACWP < BCWP < BCWS yang artinya hingga minggu ke-21 pada hari ke-147 proyek mengalami keterlambatan tetapi cashflow proyek tersebut dalam keadaan baik. Schedule Variance (SV) hingga minggu ketujuh menunjukkan angka negatif sebesar Ae Rp 38. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan lebih lambat dari rencana. Cost Variance (CV) hingga minggu ketujuh menunjukkan angka positif sebesar Rp 2. Dapat disimpulkan bahwa biaya untuk menyelesaikan proyek lebih kecil dan lebih hemat dari biaya yang direncanakan. Estimate To Completion (ETC) didapat sebesar Rp 62. 797, dan nilai Estimate At Completion (EAC) didapat sebesar Rp 79. Estimate Date Completion (EDC) didapat proyek selesai dalam 400 hari atau 57 minggu, sehingga dapat diketahui bahwa proyek dapat diselesaikan 160 lebih lama dari rencana awal 240 hari jika proyek tidak melakukan tindakan percepatan untuk memangkas durasi keterlambatan proyek. Percepatan proyek didapatkan dengan cara menambahkan 4 jam lembur didapat saat umur proyek 360 hari. Biaya optimum proyek akibat penambahan 4 jam kerja adalah sebesar Rp 98. 365 dari biaya normal sebesar Rp 99. Nono. Pratasis. , & Malingkas. Analisis Metode Nilai Hasil Terhadap Waktu Dan Biaya Pada Proyek Office And Distribution Center. Airmadidi. Minahasa Utara-Manado. Jurnal Sipil Statik, 7. , 1465Ae1477. Putra. Land value estimation model as impact of infrastructure development in Kaliwates Jember Indonesia. International Journal of Civil Engineering and Technology, 9. , 1016Ae1030. Putra. Amalia. , & Dewi. Framework Of Construction Procedure Manual Of The Project Management Unit And Other Stakehlders In The Surabaya City Government. International Journal of Advanced Research in Engineering and Technology, 10. , 174Ae182. Simatupang. Dundu. , & Sibi. Pengaruh Percepatan Durasi Terhadap Waktu Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus : Pembangunan Persekolahan Eben Haezar Manad. Jurnal Sipil Statik, 3. , 281Ae291. Stefanus. Analisis Percepatan Waktu Penyelesaian Proyek Menggunakan Metode Fast-Track Dan Crash Program. Jurnal Media Teknik Sipil, 15. , 74Ae81. https://doi. org/10. 22219/jmts. DAFTAR PUSTAKA