JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Reposisi Pendidikan Agama Kristen dalam Kebijakan Pendidikan Nasional Venny Grace Malonda1 vennymalonda80@gmail. Olis2 nengolis0@gmail. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor12 Abstract Christian Religious Education plays a strategic role in shaping the character and spirituality of students as an integral part of the national education system. However, in the context of education policy in Indonesia. Christian Religious Education is often marginalised due to the dominance of secular and cognitive approaches that neglect the dimensions of values and morality. This article aims to analyse the urgency of repositioning Christian Religious Education in national education policy through a qualitative approach based on literature The findings indicate that Christian Religious Education not only serves as a means of transferring religious knowledge but also plays a role in building students' personalities that are inclusive, compassionate, and socially The main challenges faced by Christian Religious Education include inconsistencies between regulations and implementation in the field, a shortage of Christian Religious Education teachers with civil servant status, a curriculum that is not contextual, limited resources, and negative perceptions towards Christian education. The repositioning of Christian Religious Education proposed in this study includes six strategic steps: strengthening inclusive policies, developing a contextual curriculum, improving the quality and quantity of teachers, providing supporting facilities, integrating Christian values into the Pancasila student profile, and strengthening collaboration between churches, schools, and the government. By systematically and sustainably repositioning Christian Religious Education, it can play a more significant role in realising holistic, meaningful, and values-based national This repositioning is important not only for the benefit of Christians but also to enrich Indonesia's educational heritage in shaping future generations who are moral, inclusive, and have high integrity. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Keywords: Repositioning. Christian Religious Education. National Education Policy. Character. Spirituality. Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Namun, dalam konteks kebijakan pendidikan di Indonesia. PAK kerap mengalami marginalisasi akibat dominasi pendekatan sekular dan kognitif yang mengabaikan dimensi nilai dan moralitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi reposisi PAK dalam kebijakan pendidikan nasional melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan iman, tetapi juga berperan dalam membangun kepribadian peserta didik yang inklusif, berbelas kasih, dan bertanggung jawab secara sosial. Tantangan utama yang dihadapi PAK meliputi ketidaksesuaian antara regulasi dan implementasi di lapangan, minimnya guru PAK yang berstatus ASN, kurikulum yang tidak kontekstual, keterbatasan sarana, serta prasangka negatif terhadap pendidikan Kristen. Reposisi PAK yang ditawarkan dalam kajian ini meliputi enam langkah strategis: penguatan kebijakan yang inklusif, pengembangan kurikulum kontekstual, peningkatan kualitas dan kuantitas guru, penyediaan sarana pendukung, integrasi nilai Kristiani dalam profil pelajar Pancasila, dan penguatan kolaborasi antara gereja, sekolah, dan pemerintah. Dengan melakukan reposisi secara sistematis dan berkelanjutan. PAK dapat memainkan peran lebih signifikan dalam mewujudkan pendidikan nasional yang holistik, bermakna, dan berbasis nilai. Reposisi ini penting tidak hanya untuk kepentingan umat Kristen, tetapi juga untuk memperkaya khazanah pendidikan Indonesia dalam membentuk generasi masa depan yang bermoral, inklusif, dan memiliki integritas tinggi. Kata-kata kunci: Reposisi. Pendidikan Agama Kristen. Kebijakan Pendidikan Nasional. Karakter. Spiritualitas. Pendahuluan Pendidikan memiliki tujuan utama untuk membentuk manusia Dalam konteks Indonesia, pendidikan tidak hanya berorientasi pada @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup dimensi karakter, spiritualitas, dan nilai-nilai moral. 1 Pancasila sebagai dasar negara menegaskan pentingnya nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan, yang merupakan fondasi spiritual dan etis dari sistem pendidikan nasional. Dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan Agama memiliki posisi Pendidikan Agama Kristen (PAK) secara khusus berperan dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani yang membentuk sikap, perilaku, dan tanggung jawab sosial peserta didik. 3 Namun, dalam implementasinya. PAK sering kali tidak mendapatkan porsi strategis yang semestinya di tengah arus sekularisasi kebijakan pendidikan nasional. Reposisi PAK menjadi semakin penting ketika melihat realitas bahwa orientasi pendidikan modern cenderung mengedepankan capaian kognitif dan keterampilan teknis. Hal ini menggeser orientasi pendidikan dari pembentukan karakter menjadi kompetisi akademik. Dalam situasi seperti ini, peran PAK sebagai penjaga nilai dan integritas moral peserta didik perlu ditegaskan Kenyataan lain yang menguatkan urgensi reposisi PAK adalah kebutuhan untuk merespons tantangan zaman yang kompleks, termasuk Roce Marsaulina. Pengantar Pendidikan Agama Kristen, ed. Stenly R Paparang and Rajiman Andrianus Sirait (Luwuk: Pustaka StarAos Lub, 2. Maria Titik Windarti. Buku Ajar Kode Etik Profesionalisme Guru (Sulawesi Tengah: Penerbit Feniks Muda Sejahtera, 2. , https://books. nl/books?hl=en&lr=&id=SBbGEaQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=inf o:RFhBA0aCuWQJ:scholar. com&ots=yIPXVmph7l&sig=5dnlqYuTohLwrHu6iiS9_ Kn9OOI&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false. Yusak Agus Setiawan. Maria Titik Windarti, and Rajiman Andrianus Sirait. Dasar-Dasar Pendidikan (Demak: Yayasan Drestanta Pelita Indonesia, 2. Ronald Sianipar et al. AuProblematika Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Indonesia: Perspektif Regulasi. Kurikulum, dan Sarana Prasarana,Ay Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan 1, no. 2 (June 2. : 157Ae70, https://doi. org/10. 62282/je. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ degradasi moral, disorientasi nilai, dan individualisme. 5 Dalam hal ini. PAK memiliki kekuatan untuk mengintegrasikan dimensi iman, pengharapan, dan kasih dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan memberikan telaah sistematis dan akademis mengenai pentingnya reposisi PAK dalam kebijakan pendidikan nasional. Reposisi yang dimaksud bukan hanya bersifat struktural, tetapi juga filosofis dan pedagogis. Diharapkan hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi terhadap wacana penguatan kebijakan pendidikan yang holistik dan berbasis Dengan demikian, pendahuluan ini menjadi fondasi argumentatif untuk pembahasan-pembahasan memperlihatkan peran strategis PAK dalam pembangunan karakter bangsa, tantangan yang dihadapi, serta strategi reposisi yang diperlukan dalam konteks pendidikan nasional. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka . ibrary researc. , yang bertujuan untuk menganalisis tantangan kebijakan pendidikan terhadap Pendidikan Agama Kristen (PAK) serta merumuskan upaya reposisi PAK dalam konteks pendidikan nasional Indonesia. Data dikumpulkan melalui telaah terhadap berbagai literatur ilmiah, seperti jurnal akademik, buku-buku teologi dan pendidikan, regulasi pendidikan nasional, serta dokumen kebijakan pemerintah terkait pendidikan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi . ontent Hary Purwanto. AuPendidikan Kristen Dalam Pendidikan Nasional: Peran dan Tantangannya,Ay Proceeding National Conference of Christian Education and Theology 2, 1 (June 2. : 10Ae17, https://doi. org/10. 46445/nccet. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ , yaitu dengan menelaah isi dokumen dan mengkategorikannya ke dalam tema-tema utama. Hasil dan Pembahasan Urgensi Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan Nasional Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki tanggung jawab utama dalam membentuk karakter peserta didik melalui ajaran kasih, sebagaimana diajarkan oleh Yesus Kristus. 6 Ajaran kasih ini menjadi dasar untuk membangun pribadi yang penuh belas kasih, rendah hati, dan menghargai Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. 7 Karakter yang kuat tidak lahir hanya dari aspek kognitif, tetapi membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh, yang dalam konteks peserta didik Kristen, dibangun melalui PAK. Menurut Wiyono, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab. 9 Tanpa kehadiran pendidikan agama, pendidikan nasional berisiko kehilangan arah moral. Maka. PAK menjadi bagian integral dalam Setiawan. Windarti, and Sirait. Dasar-Dasar Pendidikan. Windarti. Buku Ajar Kode Etik Profesionalisme Guru. Marsaulina. Pengantar Pendidikan Agama Kristen. Boiliu. Noh Ibrahim Boiliu, and D. Rantung. Teori Belajar Humanistik Sebagai Landasan Dalam Teknologi Pendidikan Agama Kristen . , https://doi. org/10. 31004/edukatif. Bambang Budi Wiyono. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Agama (Malang: Universitas Negeri Malang Press, 2. , 45. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ membumikan nilai kasih Kristus yang mendorong terbentuknya etika sosial dan tanggung jawab moral. PAK tidak hanya menyasar pada religiositas pribadi, tetapi juga menumbuhkan iman yang berdampak pada relasi sosial dan kehidupan 10 Pendidikan semata-mata yang menekankan aspek kognitif, tanpa kehadiran dimensi spiritual, dapat menghasilkan individu yang pintar namun tidak memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Dimensi spiritualitas dalam PAK mendorong peserta didik untuk lebih reflektif terhadap makna hidup, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian moral dalam menghadapi tantangan zaman. 12 Dengan demikian. PAK tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan iman, tetapi juga sebagai pembentuk kebijaksanaan hidup. PAK sebagai Agen Perdamaian dalam Konteks Multikultural Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya dan Dalam situasi seperti ini. PAK memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang mampu hidup berdampingan secara harmonis Rajiman Andrianus Sirait and Olis Olis. AuReligion and Culture Education: Understanding the Interplay and Significance,Ay Articles. Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani Dan Kateketik Katolik 1, no. 3 (July 2. : 01Ae12, https://doi. org/10. 61132/anugerah. Yohanis Kamba and Tandius Kogoya. Pentingnya Kontemplasi Spiritual Sebagai Preferensi Pendidikan Agama Kristen, 21, no. A Dan Kia and Gilbert Timothy Majesty. Konstruksi Pendidikan Agama Kristen Di Era Disrupsi (Bandung: Penerbit Widina Media Utama, 2. , https://repository. com/media/publications/617840-konstruksi-pendidikanagama-kristen-di-e-a6e287b6. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dengan sesama. 13 Ajaran kasih, toleransi, dan keadilan dalam kekristenan memberikan landasan bagi terciptanya kohesi sosial yang kuat. Menurut Setiyawan dan kawan-kawan, pendidikan agama Kristen yang kontekstual dapat menjadi sarana dialog dan pemahaman antarbudaya dalam ruang pendidikan. 15 PAK mendorong peserta didik untuk tidak eksklusif, tetapi menjadi agen perdamaian dan persaudaraan universal, yang menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat yang pluralistik. Urgensi PAK tercermin dalam Kurikulum Nasional, seperti Kurikulum 2013, yang menempatkan kompetensi spiritual sebagai bagian dari Kompetensi Inti (KI) nomor satu. 16 Artinya, pendidikan nasional mengakui bahwa spiritualitas merupakan dimensi utama yang harus dimiliki peserta didik sejak dini. PAK hadir sebagai media untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual Kristen seperti takut akan Tuhan, integritas, dan pengampunan. Penekanan kurikulum terhadap aspek spiritual dan sosial menunjukkan bahwa negara memberi ruang bagi PAK untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembentukan kepribadian peserta didik secara menyeluruh. Lembaga Mesirawati Waruwu. Yonatan Alex Arifianto, and Aji Suseno. Peran Pendidikan Etika Kristen Dalam Media Sosial Di Era Disrupsi . , https://doi. org/10. 52489/JUPAK. V1I1. Rajiman Andrianus Sirait. AuStrategi PAK Ditinjau Dari Sudut Pandang Sosiologi Pendidikan,Ay Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2, no. : 71Ae82, https://doi. org/10. 61132/tritunggal. Olis Olis and Nonce Julianti Manafe. AuPendidikan Konseling Membimbing Orang Yang Mengalami Penderitaan Dan Kemalangan (Sebab Dan Strategi Membimbing Orang Yang Mengalami Penderitaa. ,Ay JURNAL KADESI 5, no. : 109Ae20, https://doi. org/10. 54765/ejurnalkadesi. Linutama Setiyawan. Tjutjun Setiawan, and Yanto Paulus Hermanto. Kontekstualisasi Injil Melalui Wawasan Dunia Suku Jawa, 2, no. 1 (September 2. : 46Ae58, https://doi. org/10. 54592/jct. Sianipar et al. AuProblematika Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di IndonesiaAy. Rinto Hasiholan Hutapea. AuEvaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Kurikulum 2013,Ay Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 1, no. : 18Ae30, https://ojsjireh. org/index. php/jireh/article/view/10. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ pendidikan Kristen, seperti sekolah Kristen, telah berperan signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya mendidik anak-anak dari kalangan Kristen, tetapi juga terbuka bagi peserta didik dari agama lain tanpa Hal ini menunjukkan inklusivitas PAK, yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan universal. Sebagaimana dicatat, sekolah Kristen telah terbukti menciptakan ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kasih dan tanggung jawab sosial tanpa diskriminasi. 17 Dalam konteks ini. PAK turut memperkaya khazanah pendidikan nasional dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat secara luas. Dengan kata lain. PAK tidak hanya berdampak dalam ruang kelas, tetapi juga dalam pembentukan warga negara yang bertanggung jawab dan peduli. Tantangan Kebijakan Pendidikan terhadap PAK Pendidikan Agama Kristen (PAK) menghadapi sejumlah tantangan serius dalam konteks kebijakan pendidikan nasional. Meskipun regulasi seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjamin hak setiap peserta didik untuk memperoleh pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya, implementasinya masih timpang. Banyak sekolah, terutama di daerah dengan populasi Kristen minoritas, tidak memiliki guru PAK atau tidak menyelenggarakan pelajaran agama Kristen, mengindikasikan lemahnya pengawasan dan perencanaan pemerintah. Tantangan ini diperburuk dengan minimnya jumlah guru PAK berstatus ASN, yang memaksa sekolahsekolah negeri untuk bergantung pada gereja atau lembaga swasta, sehingga Purwanto. AuPendidikan Kristen Dalam Pendidikan Nasional,Ay 13. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ menimbulkan ketidakpastian dalam kesinambungan dan kualitas pengajaran. Selain itu, kurikulum PAK sering kali tidak kontekstual dan terlalu normatif, menyebabkan kesulitan bagi siswa dalam mengaitkan nilai-nilai iman dengan realitas kehidupan mereka. Keterbatasan sarana prasarana, terutama di luar Jawa, juga menghambat efektivitas pembelajaran PAK. Bahkan, pendidikan Kristen masih kerap dicurigai sebagai alat kristenisasi, yang berdampak pada pengucilan institusi pendidikan Kristen dari kebijakan publik tertentu. Lemahnya kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan sekolah dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi turut memperbesar jurang kesenjangan, sehingga dibutuhkan upaya strategis dan komprehensif untuk menempatkan PAK dalam posisi yang setara dan dihargai dalam sistem pendidikan nasional. 18 Hal ini penulis menyimpulkan adanya enam persoalan yang penulis juga lihat sebagai berikut. Pertama, terdapat ketidaksesuaian antara regulasi dan implementasi pendidikan agama Kristen di sekolah. Meskipun regulasi nasional menyatakan setiap peserta didik berhak memperoleh pendidikan agama sesuai keyakinannya, banyak sekolah yang tidak memiliki guru PAK atau bahkan tidak menyediakan pelajaran agama bagi siswa Kristen. Kedua, ketimpangan ini diperparah oleh kurangnya guru PAK yang berstatus ASN. Banyak sekolah negeri harus bergantung pada gereja atau lembaga swasta untuk memenuhi kebutuhan guru agama Kristen, yang menimbulkan ketidakpastian dan inkonsistensi dalam proses belajar. Ketiga, kurikulum PAK sering kali tidak mampu mengakomodasi kebutuhan lokal dan perkembangan zaman. Kurikulum yang terlalu umum dan Sianipar et al. AuProblematika Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Ay @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ tidak kontekstual menyebabkan siswa sulit mengaitkan nilai-nilai iman dengan kehidupan sehari-hari mereka. Keempat, sarana dan prasarana pendidikan PAK di berbagai daerah, terutama di luar Pulau Jawa, sangat minim. Keterbatasan ruang kelas, perpustakaan, dan akses terhadap buku pelajaran menjadi hambatan serius dalam proses pembelajaran. Kelima, tantangan lain muncul dari pandangan sebagian masyarakat dan pemangku kebijakan yang masih mencurigai pendidikan agama Kristen sebagai bentuk kristenisasi. Hal ini menyebabkan pengucilan terhadap sekolah Kristen dalam banyak kebijakan publik. Keenam, lemahnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan gereja dalam membangun ekosistem pendidikan PAK yang kuat juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa kerja sama yang solid, penguatan pendidikan agama Kristen akan berjalan lambat dan tidak sistemik. Reposisi PAK dalam Kebijakan Pendidikan Nasional Reposisi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam kebijakan pendidikan nasional mendesak untuk dilakukan agar posisinya sejajar dengan mata pelajaran lainnya dan dapat berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter bangsa. Reposisi ini harus dimulai dengan pengakuan tegas secara politik dan regulatif bahwa PAK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, yang tercermin dalam kebijakan yang inklusif dan perlindungan hak konstitusional siswa Kristen. 19 Berdasarkan hal itu, penulis memandan perlu ada terobosan sebagai berikut. Sianipar et al. Purwanto. AuPendidikan Kristen Dalam Pendidikan Nasional. Ay @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Pertama, reposisi PAK harus dimulai dari pengakuan politik dan kebijakan bahwa PAK adalah bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan revisi regulasi yang lebih inklusif terhadap pendidikan agama Kristen dan sekolah-sekolah berlandaskan iman. Kedua, pengembangan kurikulum PAK harus berbasis konteks sosialbudaya peserta didik. Materi pembelajaran perlu disusun secara kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan substansi Ketiga, perlu ada strategi nasional untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas guru PAK. Program sertifikasi, pelatihan berkelanjutan, serta insentif bagi guru PAK yang bertugas di daerah terpencil harus menjadi prioritas kebijakan pendidikan nasional. Keempat, pemerintah perlu menyediakan anggaran dan sarana pendukung yang memadai bagi pembelajaran PAK, termasuk ruang kelas khusus, media pembelajaran, dan akses ke teknologi pendidikan yang relevan. Kelima, reposisi PAK juga menuntut adanya integrasi nilai-nilai kekristenan dalam profil pelajar Pancasila. Hal ini menjadi peluang besar bagi sekolah Kristen untuk mengambil bagian aktif dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Keenam, reposisi tidak akan berhasil tanpa kolaborasi erat antara gereja, yayasan pendidikan, dan pemerintah. Kemitraan yang kuat akan memperkuat eksistensi dan keberlanjutan pendidikan Kristen dalam konteks sistem pendidikan nasional. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Kesimpulan Berdasarkan kajian sistematis dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa reposisi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam kebijakan pendidikan nasional merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditunda. PAK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Dalam konteks Indonesia yang plural dan sedang menghadapi berbagai tantangan moral serta disorientasi nilai. PAK berfungsi sebagai penjaga nilainilai kasih, keadilan, dan integritas. Namun demikian, pelaksanaan PAK di berbagai sekolah masih menghadapi tantangan serius, mulai dari ketidaksesuaian antara regulasi dan implementasi, kekurangan guru PAK berstatus ASN, kurikulum yang tidak kontekstual, minimnya sarana-prasarana, hingga prasangka terhadap eksistensi pendidikan Kristen dalam sistem nasional. Tantangan-tantangan ini memperlihatkan bahwa PAK belum sepenuhnya mendapat tempat yang proporsional dan dihargai sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, upaya reposisi PAK harus dilakukan secara struktural, filosofis, dan pedagogis. Pengakuan politik dan kebijakan yang tegas terhadap pentingnya PAK, pengembangan kurikulum yang kontekstual, peningkatan kualitas dan jumlah guru, penyediaan sarana pendukung, integrasi nilai-nilai kekristenan dalam profil pelajar Pancasila, serta kolaborasi erat antara gereja, yayasan, dan pemerintah, merupakan langkah-langkah kunci yang harus diambil secara menyeluruh dan berkesinambungan. Reposisi PAK bukan hanya untuk kepentingan umat Kristen semata, melainkan untuk memperkuat pendidikan nasional yang holistik, berakar pada nilai-nilai kemanusiaan universal, dan relevan terhadap tantangan zaman. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Dengan demikian. PAK akan semakin mampu berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Rekomendasi Penelitian Lanjutan Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi reposisi Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah-sekolah negeri dan swasta melalui studi lapangan. Selain itu, kajian empiris terhadap persepsi guru, siswa, dan pemangku kebijakan terhadap integrasi nilai Kristiani dalam Kurikulum Merdeka juga penting dilakukan. Penelitian kuantitatif dan kualitatif gabungan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak reposisi PAK terhadap pembentukan karakter peserta didik. Referensi